Sunday, November 06, 2016

Siapa Yang Benar, Siapa Yang Salah?



[Komentar]: Thanks Mr Netto. Alhmd dpt pencerahan. Saya ingat pernah berdebat dgn anda masalah ini [pendidikan]. Tapi waktu itu argumen anda gak kuat diterima oleh "pikiran" saya. Kali ini, argumen mengenai level kognitif, emosi dan primitif pas banget. Lgsg diterima akal saya. Kenapa gak dari kemarin2 pak Gene berargumen kaya gini? Jadi saya gak perlu capek2 mendebat anda

[Gene]: Saya sudah mengajar dan melakukan pelatihan guru selama 15 tahun. Sudah membina ribuan orang tua dalam parenting. Tidak bisa seluruh ilmu itu saya sampaikan dalam 1 paragraf di Facebook. Intinya, kl saya bicara, insya Allah ada landasan ILMU di belakangnya. Kl saya berkomentar, berarti saya merasa paham, dan ingin bagikan ilmu. Kl tidak paham, saya akan diam, atau bertanya. Kalau mau berbeda pendapat SILAHKAN, lalu coba buktikan pendapat lain itu dgn argumen yang kuat. Tapi mohon maaf, banyak orang Indonesia ketika pendapatnya dilawan, bukannya intropseksi tapi naik darah dan menyerang. Ini hasil pendidikan sekolah dan rumah. Makanya saya bersabar. Saya menanti hasilnya, di mana orang lain akhirnya setuju dgn saya (atau bisa buktikan saya salah).

BUKAN persetujuan dari pembaca yang saya carikan. Tapi saya menunggu saatnya otak orang2 itu mulai terbuka, logis, berwawasan luas, berilmu dan bisa terima bahwa barangkali selama ini mereka belum benar. Bukan karena saya secara pribadi benar, tapi karena ada ilmu, bukti dan analisis yang terbukti benar, yang diungkapkan oleh saya. Sebagai guru, saya bersabar dan menunggu orang lain sadari bahwa saya punya keinginan utk mencerdaskan orang dgn ilmu. Dan kadang butuh waktu bbrp tahun utk mencapai hasil itu.

Ketika anak disuruh maka sayuran, tidur siang, dsb. banyak yg melawan. Tapi ketika di usia 17 tahun, badannya besar, kuat, sehat, otak dan akalnya bagus, dan dia melihat HASIL dari pendapat orang tuanya dulu, baru dia SADAR bahwa ilmu dan pendapat orang tuanya dulu benar, karena dia didorong utk mencapai hasil yg terbaik walaupun tidak suka. Jadi orang tua bersabar dan menunggu 10 tahun utk melihat anaknya berubah. Dan saya juga begitu dgn 200 juta orang Muslim di Indonesia.

Kl tidak setuju dgn pendapat saya, silahkan saja. Saya berdebat karena ingin sampaikan "ilmu, bukti dan analisis", tetapi biasanya dilawan oleh "emosi dan kebiasaan" oleh banyak orang. Jadi saya bersabar dan menunggu orang lain sadar di kemudian hari. Hasil yg saya harapkan adalah umat Islam di Indonesia bangkit dan bersatu, dan menciptakan negara yang maju, kuat dan sejahtera. Hasil itu tidak bisa dicapai tanpa proses pendidikan. Jadi saya bersabar, karena harapan saya besar. Semoga jelas.
-Gene Netto

No comments:

Post a Comment