Wednesday, November 23, 2016

Siswa SD Ini Ditampar dan Ditendang Oknum Guru Gara-gara Tidak Hafal Adzan



Guru tendang anak SD gara-gara belum hafal adzan, tapi hukumannya sebatas "minta maaf" dan boleh mengajar kembali? Bukannya dibuang dari profesi guru? Tidak masuk penjara? Bebas menganiayi anak kecil hanya karena persoalan belum hafal sesuatu? Cukup menyatakan "Berniat mendidik" dan simsalabim semuanya beres? Untung bukan anak pejabat yang ditendang. Hanya anaknya orang miskin…  
Seorang guru tidak punya rasa malu kl ada dirinya tidak profesional dan anak menjadi korban. Tapi para guru marah2 ketika ada guru yg menjadi korban, dan menuntut perlindungan bagi guru (saja). Luar biasa dunia pendidikan di negara ini.
-Gene Netto

Siswa SD Ini Ditampar dan Ditendang Oknum Guru Gara-gara Tidak Hafal Adzan

Selasa, 22 November 2016, TRIBUNJATENG.COM, GROBOGAN - Kekerasan terhadap siswa di sekolah kembali terjadi. Kali ini bocah inisial Ed (11) siswa SDN di Tegowanu kabupaten Grobogan, Jateng ditampar dan ditendang oleh oknum Pak Guru gara-gara tidak hafal adzan. Akibat perlakuan kasar itu, si bocah trauma dan nggak mau sekolah lagi di SD tersebut.

Saat itu di dalam kelas, Ed diminta maju ke depan oleh sang guru untuk menghafal lafadz Adzan seperti halnya teman Ed sekelas. Namun karena belum fasih, Ed diperkenankan untuk kembali duduk ke bangkunya. "Bukannya dinasihati, anak saya malah ditendang dan dipukul oleh Pak Y. Anak saya yang ketakutan langsung berlari pulang ke rumah dan mengadu kepada saya. Penganiayaan itu sudah yang ketiga kalinya dilakukan Pak Y kepada anak saya," ungkap Bariyah.

"Sudah saya urus kepindahan anak saya hari ini. Tapi anak saya masih syok. Semoga tidak ada lagi guru yang menyakiti anak saya. Anak saya itu pendiam dan baik. Kami orang kecil, suami saya hanya bekerja serabutan," terang Bariyah yang matanya masih merah. Kapolsek Tegowanu, AKP Bambang Warno, membenarkan kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. "Pak Y sudah meminta maaf dan membuat surat pernyataan. Pihak keluarga korban akhirnya menginginkan kasus diselesaikan secara damai."

No comments:

Post a Comment