Sunday, November 06, 2016

Tes Urine, Seorang Guru Positif Sabu, Belasan Murid Terbukti Ngelem



Pertanyaan saya sederhana. Kenapa tidak ada sanksi hukum bagi orang yang jual lem kepada anak?? Kalau anak butuh lem utk sekolah, bisa minta orang tua beli. Atau guru yang beli setelah dapat dana dari orang tua. Kalau dibuat sanksi hukum bagi orang yg jual lem kepada anak, mungkin jumlah anak yg hirup lem setiap hari bisa berkurang. Penelitian menunjukan anak yg hirup lem alami kerusakan sel di otak. Lem mungkin lebih berbahaya daripada rokok. Kenapa tidak ada usaha serius utk kurangi jumlah anak yang kecanduan lem di seluruh negara?
Sekaligus larangan jual miras kepada anak, dan juga rokok. Kenapa tidak ada yang memikirkan masa depan anak Indonesia dan membuat larangan yang membawa perubahan positif dalam kehidupan anak?
-Gene Netto

Tes Urine, Seorang Guru Positif Sabu, Belasan Murid Terbukti Ngelem

Selasa, 1 November 2016 - MEDAN – Seorang guru di SMP Negeri 8 Kota Binjai, Taufik Nasution (56) dinyatakan positif mengonsumsi narkoba jenis sabu, sedangkan belasan murid positif menghirup lem. Taufik yang juga Kepala Tata Usaha di sekolah itu, diamankan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Binjai saat melakukan test urine di SMP 8 Jalan Gunung Karang, Kelurahan Binjai Estate, Kota Binjai, Sumatera Utara.

Para murid yang murni ngelem itu selalu patungan Rp2 ribu setiap mau beli lem, bahkan setiap hari para murid itu 4 kali menghirup lem. "Kita sangat prihatin dengan kejadian ini. Seorang guru, penjaga sekolah positif pakai sabu. Belasan murid ngelem. Ini sudah sangat diluar batas," kata kepala BNN Binjai AKBP Safwan Khayat, Selasa (1/11/2016).

No comments:

Post a Comment