Saturday, December 17, 2016

Saya Masuk Islam Karena Sinterklas!



Assalamu’alaikum wr.wb., Saya masih ingat harinya ketika kakak tunjukkan kado Natal di lemari orang tua. Dia jelaskan bahwa orang tua telah bohongi dan menipu kami bertahun-tahun. Seluruh info ttg Sinterklas adalah kebohongan.

Saya masih ingat berdebat dgn ibu sebelumnya. Tidak ada cerobong asap, karena tidak ada perapian di rumah. Bagaimana Sinterklas bisa masuk utk antarkan kado? Ibu bilang Sinterklas bisa lewat jendela. Saya protes. Itu tidak logis. Kalau bisa lewat jendela, KENAPA pakai cerobong asap yg kotor dan sempit? Jendela lebih logis. Dan kenapa tidak masuk pintu depan saja?? (Usia saya sekitar 7 tahun).

Lalu kepercayaan saya pada Sinterklas hancur, setelah kakak tunjukkan kado di lemari dan jelaskan bahwa saya dibohongi. Saya mulai berpikir, "Orang tua berbohong ttg apa lagi?" Saya meneliti agama Kristen. Yesus adalah Tuhan? Alkitab berasal dari Tuhan, tapi isinya diganti terus? Tidak diketahui penulisnya siapa, atau kapan, atau di mana, atau siapa yang terjemahkan? Saya anggap ajaran agama Kristen sebagai rekayasa manusia juga, sama seperti Sinterklas.

Dan 15 tahun kemudian, saya menjadi Muslim karena menemukan kebenaran dan ajaran yang logis di dalam Islam. Jadi gara2 kebohongan orang tua ttg adanya Sinterklas, saya mulai berpikir secara logis dan kritis, tidak mau dibohongi atau dibodohi, dan mau cari kebenaran, hingga bisa tinggalkan agama Kristen dan menjadi Muslim.
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto

(Artikel: Kepercayaan Pada Sinterklas Bisa Ganggu Hubungan Orang Tua Dgn Anak)
Belief In Santa Could Affect Parent-Child Relationships, Warns Study

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...