Saturday, July 08, 2017

Investigasi Bisnis Presiden Trump di Indonesia



Investigasi ABC Four Corners dari Australia. Menjelaskan hubungan antara Hary Tanoe, Donald Trump, Setya Novanto. Ada rencana pembangunan resor “rahasia” di Bali (tidak ada yang mau membahasnya, termasuk Bupati), pembangunan resor raksasa seluas 300 Ha di Lido, Bogor, bersama Hary Tanoe, yg akan seperti Disneyland di Indonesia, lengkap dgn hotel, golf, perumahan, track balapan Formula 1, dll. Proyek itu hanya maju karena pemerintah izinkan pembangunan tol dari Jakarta ke sana. Four Corners menjelaskan bagaimana puluhan ribu warga kecil akan digusur agar Tanoe dan Trump bisa tambah kaya, dan bagaimana Fadli Zon, Setya Novanto, dll. siap layani Trump. Sangat menarik.
Coba nonton videonya (40 min, dlm bahasa Inggris, tapi bicara dgn pelan).

The Company He Keeps: Unearthing Trump's business deals on our doorstep.

Four Corners investigation will reveal how Donald Trump was negotiating luxury resort deals in Bali and Java, raising serious questions about presidential conflicts of interest. In Bali, plans are under way to Trumpify one of the most iconic and sacred sites in Bali - Tanah Lot.
In a second development on Java, the deal to build a massive gaudy theme park and resort development has been inked, leaving local farmers frightened of what the future holds.
"When the financial power of Trump comes here, we the original people who live here are powerless. Their enormous wealth buys enormous influence."
Four Corners investigates how these deals were done through an unholy alliance formed between Donald Trump and controversial business and political figures in Indonesia. Trump's business partners have a troubling history with ties to the corrupt Suharto regime.

Salah Kaprah Pesan Berantai Tentang Manfaat Petai



Jumat, 07 Jul 2017 Alfons Tanujaya - detikInet
Jakarta - Mungkin Anda sudah pernah menerima pesan broadcast lewat WhatsApp tentang khasiat makan 30 petai sehari. Benarkah, atau sekadar hoax? Begini penjelasannya.
Dari video berdurasi 2:20 menit tersebut pembicara yang diperkirakan sudah cukup berumur dan menderita kencing manis dengan komplikasi ke jantung, darah tinggi, ancaman kebutaan dan amputasi kaki memberikan kesaksian bahwa ia sembut setelah meminum obat dewa yang ditafsirkan oleh pendengarnya (yang langsung sorak-sorak bergembira) sebagai Pete.

Jika kesaksian seperti di video dimana ia menelan 30 butir pete setiap hari selama sebulan di ikuti, bukan kesembuhan atas penyakit kencing manis yang anda dapatkan tetapi anda malah akan mendapatkan gagal ginjal karena ginjal anda dipaksa bekerja keras karena konsumsi pete yang berlebihan.
Setelah diteliti, rupanya endorser dengan logat melayu tersebut bukan menyebutkan Pete atau Petai, melainkan tablet makanan kesehatan “Purtier” yang dalam bahasa Inggris harusnya dilafalkan: Pherthier. Tetapi dalam telinga orang Melayu terdengar sebagai Pete (lihat gambar 3).
Purtier sendiri adalah makanan suplemen yang diklaim dapat menyembuhkan banyak penyakit dan meremajakan sel.

Dipimpin Imam Perempuan, Masjid di Jerman Picu Kemarahan Muslim



Jumat 07 Juli 2017, Rita Uli Hutapea – detikNews, Berlin - Sebuah masjid baru telah dibuka di Berlin, Jerman akhir bulan Juni lalu. Keberadaan masjid yang dianggap paling liberal tersebut telah semakin menambah ketegangan hubungan antara Jerman dan Turki, dan memicu kemarahan dunia muslim. Bahkan otoritas agama di Mesir telah mengecam masjid yang disebutnya tidak Islami itu.

Masjid bernama Ibn-Rushd-Goethe tersebut didirikan oleh seorang wanita keturunan Turki, Seyran Ates (54), yang juga menjadi imam di masjid tersebut. Seperti dilansir CBS News, Jumat (7/7/2017), nama masjid tersebut merupakan penggabungan dua nama tokoh dari dua negara dan agama berbeda. Yang pertama adalah Ibn Rushd yang merupakan tokoh Islam yang lahir di Kordoba, Spanyol. Satunya lagi adalah penulis Jerman bernama Johanna Wolfgang Goethe.

Masjid yang menyewa sebuah ruangan di dalam Gereja Lutheran tersebut, menerima semua muslim dari berbagai sekte untuk beribadah. Ates mengatakan, dirinya ingin menciptakan sebuah tempat di mana Sunni, Syiah, Alawiyah dan bahkan para anggota komunitas LGBT bisa beribadah berdampingan. Bahkan, bila di masjid pada umumnya tempat laki-laki dan perempuan dipisah, di masjid Ibn-Rushd-Goethe, mereka boleh beribadah dengan berdampingan.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...