Saturday, March 11, 2017

Hanya Karena Tak Kerjakan Tugas, Siswa SMP Dipukul Guru Sampai Pingsan

Kalau ada guru yg pukul kepala siswa berkali2, sampai siswa pingsan, ada solusi sederhana. Guru itu dipecat, tanpa pesangon, tanpa pensiun. Dipecat saja. tidak diterima kl dia “minta maaf” dan penyelesaian secara kekeluargaan. Dipecat saja.
Tapi tidak pernah terjadi si sini. Seringkali sekolah tekan orang tua utk “berdamai”, tidak lapor ke polisi, dan guru ditegor saja secara lisan, dan boleh kembali mengajar.
Kl guru yg baik kompak bersama orang tua, dan menolak semua oknum guru, maka kasus kekerasan terhadap siswa akan hilang dalam sekejap. Tapi orang tua dan guru yang baik selalu bersikap “diam dan taat” terhadap pihak yang berkuasa (kepala sekolah, dinas pendidikan, dll.) sesuai dgn didikan guru sekolah kepada semua anak. Pelajaran terpenting dari banyak guru di seluruh Indonesia adalah “diam dan taat”! dan oleh karena itu, kekerasan terhadap anak berjalan terus, tanpa solusi.
-Gene Netto

Hanya Karena Tak Kerjakan Tugas, Siswa SMP Dipukul Guru Sampai Pingsan
Kamis, 9 Maret 2017 SURYAMALANG.COM, WAGIR – Syaifudin Zuhri (50) melaporkan seorang guru SMP ke Mapolres Malang, Kamis (9/3/2017). Warga Desa Sitirejo, Wagir, Kabupaten Malang menduga guru tersebut telah memukul anaknya yang berinisial AS (14) di sekolah. AS yang duduk di kelas 2 SMP tersebut terjatuh dan pingsan akibat pemukulan pada Rabu (8/3/2017).
Bapaknya korban, Pak Syaifudin, menjelaskan anaknya masih sakit sehingga dokter menyarankan AS istirahat di rumah. Karena takut ketinggalan pelajaran, AS tetap berangkat ke sekolah. Saat anaknya belum mengerjakan tugas yang diberikan oknum guru tersebut. Ternyata oknum guru itu tidak bisa menerima anaknya yang belum mengerjakan tugas. Guru itu langsung memarahi dan memukul kepala AS sampai enam kali. AS pingsan akibat pemukulan ini.
Syaifudin Zuhri menambahkan sekarang anaknya belum masuk sekolah. Anaknya masih trauma atas kejdian yang dialaminya. “Makanya, kami mencari keadilan. Apalagi informasinya, bukan hanya anak saya yang mengalami perlakuan kasar oknum guru itu. Siswa lain juga pernah mengalami, namun tidak berani cerita,” imbuh Syaifudin Zuhri.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...