Saturday, July 01, 2017

Ini Alasan Pelaku Menganiaya Dua Bocah Perempuan SD Di Tasikmalaya



Hati-hati kl suka mengucapkan penghinaan terhadap orang lain. Seorang bapak menghinakan seorang anak remaja, dan anggap hanya perkataan saja. Ternyata, dampaknya jatuh pada dua keponakan perempuan (dari si bapak), yang satu dibunuh dan satu lagi hampir dibunuh oleh anak remaja tersebut. Hanya gara2 sering dihinakan paman dari kedua anak perempuan itu.
Banyak orang dewasa merasa bebas menghinakan anak, dan anggap tidak akan ada dampaknya. Di luar dugaan, orang lain bisa jadi korban. Lebih baik ucapkan kata2 yang baik. Dan kl ada anak yang “nakal”, didekati dan dibina dgn motivasi utk menjadi manusia yang baik. Kl hanya mau menghinakan dia saja, kenapa mengira dia akan semangat utk memperbaiki diri? Malah bisa tambah buruk dan tambah jahat. Mendidik  anak utk menjadi manusia berkualitas, dan mulai dgn berikan contoh yang bisa mereka ikuti.
-Gene Netto

Ini Alasan Pelaku Menganiaya Dua Bocah Perempuan SD Di Tasikmalaya
Sabtu 01 Juli 2017, Dony Indra Ramadhan – detikNews, Bandung - Polisi berhasil mencokok RA (15) pelaku penganiayaan dua bocah SD di Tasikmalaya yang satu di antaranya tewas. Sakit hati menjadi alasan RA dengan sadis melakukan perbuatannya. Kasus penganiayaan itu berawal saat ditemukannya dua bocah perempuan di Sungai Cilose, Kota Tasikmalaya, Jumat (30/6) sore sekitar pukul 16.30 WIB. Satu orang tewas dalam keadaan setengah telanjang dengan luka bacok di leher. Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi mencokok pelaku tadi pagi, Sabtu (1/7/2017) sekitar pukul 09.00 WIB di Taman Makam Pahlawan Kota Tasikmalaya.

"Alasannya dia kecewa karena sakit hati kepada paman korban tewas yang sering menghina dia sebagai pencuri," kata Yusri via pesan singkat. RA sendiri diduga telah merencanakan aksi tersebut. Senjata tajam berupa golok yang digunakan pelaku saat melakukan aksinya, didapat dengan cara membeli kepada temannya seharga Rp 20 ribu. "Golok digunakan dengan sadis melakukan perbuatannya membacok secara tidak beraturan kepada kedua korban," kata Yusri.

RA kini sudah mendekam dibalik jeruji besi Mapolresta Tasikmalaya. Atas perbuatannya, ia dijerat Pasal 80 Undang-undang nomor 35 tahun 2014 perubahan UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo Pasal 351 ayat 2,3 Jo Pasal 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman di atas 10 tahun bui. Dari kasus ini, polisi mengamankan barang bukti berupa sebilah golok yang gagang dan pisaunya terpisah, batu kalo bercak darah, dua pasamg sandal jepit, potongan bambu bercak darah, dan beberapa helai rambut.

Dua bocah perempuan ditemukan terluka parah di Sungai Cilose, Kota Tasikmalaya, Jumat (30/6) sore sekitar pukul 16.30 WIB. Satu orang tewas benama Wanda (10) dalam keadaan setengah telanjang dengan luka bacok di leher. Sementara korban lainnya Intan (11) ditemukan bersimbah darah dengan luka bacok di leher dan kepala. Keduanya merupakan warga Kecamatan Purbaratu. (ern/ern)

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...