Tuesday, July 04, 2017

Menjadi Bodoh Adalah Pilihan Kita Sendiri



Assalamu’alaikum wr.wb., Di Indonesia, ada banyak orang yg mengaku dirinya “bodoh”. Katanya, “hanya orang kampung” atau “hanya lulusan SD”. Kalau diminta pendapatnya ttg urusan rumit spt ekonomi, pendidikan, dan lain-lain, mereka selalu kurang paham.

Coba berpikir: Apakah ada buku dgn judul “Abu Bakar, Orang Bodoh Dari Kampung Di Mekkah, Yg Tidak Lulus Sekolah Tapi Menjadi Sahabat Nabi”? Apa ada orang yg ceritakan kebodohan Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib dan lain-lain, yang semuanya “hanya orang kampung, tidak pernah lulus sekolah”? Ternyata tidak ada. Mereka diakui sebagai pemimpin yg luar biasa, yg sangat cerdas, ahli agama, hakim, ahli hukum, pemimpin komunitas, pemimpin negara, ahli sosial, dan lain-lain. Mereka menjadi pemimpin TANPA PENDIDIKAN FORMAL, tanpa lulus kuliah, apalagi lulus SD. Kita harus bertanya: KOK BISA?

Tentu saja, mereka dibina langsung oleh Rasulullah SAW. Tapi selain itu, mereka tidak mau menjadi orang bodoh yang “asal shalat, asal ngaji” saja. Para sahabat Nabi itu sibuk BELAJAR DAN MENUTUT ILMU setiap hari. Mereka berkumpul di berbagai tempat utk diskusi dan belajar. Dan hasilnya adalah mereka menjadi cerdas.

Tapi coba lihat kebanyakan orang Muslim di Indonesia. Mengaku miskin, dari kampung, putus sekolah, jadi “wajar” kl menjadi bodoh, tidak berilmu, dan tidak bijaksana. Mereka bisa beli ROKOK, HP, TV, motor dll. Tapi utk BELI BUKU, katanya “SULIT” karena “tidak ada uang”. Orang Muslim yang kaya di kampung bukannya mendirikan taman baca utk mencerdaskan umat, tapi menikah lagi dan bangun rumah lebih besar.

Sahabat Rasulullah SAW tidak habiskan waktunya utk nonton sinetron, tidak buang uangnya utk beli rokok, dan mereka mau tukar pikiran terus, termasuk dgn orang yang berbeda pendapat. Sedangkan banyak orang di sini sibuk nonton sinetron, diskusinya hanya berisi gossip, dan bisa cepat naik darah kl berhadapan dgn orang yg berbeda pendapat.

Allah tidak berikan kita Al Qur’an dan Rasulullah SAW dengan harapan kita menjadi kaum yang bodoh, yg hanya paham shalat dan ngaji saja. Tapi banyak orang Muslim MEMILIH utk menjadi bodoh, karena malas belajar. Beli buku malas, beli rokok wajib. Ke pengajian malas, tapi sebarkan gossip wajib. Malas mendengar pendapat yg berbeda walaupun benar, dan senang dgn orang yg sependapat walaupun salah.

Hasilnya, banyak orang Muslim mengaku bodoh, karena “tidak lulus sekolah”. Akan tetapi SEMUA sahabat Rasulullah SAW juga tidak lulus sekolah, dan ternyata tidak ada dari mereka yg mau menjadi bodoh. Kalau mereka bisa, kita juga bisa. Matikan tivi, dan cari ilmu dari diskusi yg berkualitas. Berhenti beli rokok, dan pakai uangnya utk beli buku. Cari ilmu dan sampaikannya kepada teman2 yang lain. Bersatu dgn semua teman dan tetangga utk mendirikan taman baca bagi anak di masjid atau rumah.

Kesimpulannya jelas: Kebodohan itu adalah pilihan kita sendiri!! Sahabat Nabi yang menjadi bukti nyata bahwa “sertifikat lulus sekolah” bukan sumber kecerdasan. Menjadi pintar atau bodoh adalah pilihan kita sendiri!
Semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum wr.wb., Gene Netto

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...