Wednesday, August 10, 2011

Pendidikan Anak yang Islamiah


Ada teman Facebook yang tanya kalau boleh mencubit anak. Saya balas dengan ini: beberapa hadiths dari bahan ceramah saya tentang pendidikan Islamiah untuk anak. Semoga bermanfaat.

Pendidikan Anak yang Islamiah

16. (Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus (2) lagi Maha Mengetahui.
(QS. Lukman 31:16)

Rasulullah SAW, bersabda : “Cintailah manusia seperti kamu mencintai dirimu sendiri.” (H.R. Bukhari).

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Perumpamaan orang-orang Mukmin dalam hal kecintaan, kasih-sayang dan belas kasihan sesama mereka, laksana satu tubuh. Apabila sakit satu anggota dari tubuh tersebut maka akan menjalarlah kesakitan itu pada semua anggota tubuh itu dengan menimbulkan insomnia (tidak bisa tidur) dan demam (panas dingin). (HR. Muslim).

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa tidak menyayangi manusia, Allah tidak akan menyayanginya. (H.R. Turmudzi).

Nabi Tidak Pernah Memukul
“Rasulullah SAW tidak pernah memukul dengan tangannya, baik terhadap isteri maupun terhadap pelayannya, kecuali dia berjihad di jalan Allah.” (Sahih Muslim, Nomor 4296)

Nabi Tidak Pernah Menghardik
Dari Anas yang berkata: “Aku telah melayani Rasulullah SAW selama sepuluh tahun. Demi Allah, beliau tidak pernah mengeluarkan kata-kata hardikan kepadaku, tidak pernah menanyakan 'Mengapa engkau lakukan?' dan juga tidak pernah mengatakan 'Mengapa engkau tidak melakukannya?'” (Sahih Bukhari, Kitab Adab Nomor 5578)

Nabi Tidak Pernah Mencela
Dari Anas yang mengatakan, “Beliau tidak pernah sekali pun memerintahkan sesuatu kepadaku, kemudian akan manangguhkan pelaksanaannya, lalu beliau mencelaku. Jika ada salah seorang dari ahli baitnya mencelaku, beliau justru membelaku, ‘Biarkanlah dia, seandainya hal itu ditakdirkan terjadi, pastilah terjadi.’” (HR Ahmad 12938)

Rasulullah SAW bersabda: “Tiadalah pemberian orang tua yang lebih utama bagi anak mereka daripada pendidikan adab yang mulia (al-akhlaq al-karimah).” (HR. Tirmidzy)

No comments:

Post a Comment