Search This Blog
Labels
Popular Posts
-
Memukul Murid adalah Pelanggaran Profesi Guru Assalamu’alaikum wr.wb., Ada banyak guru yang setuju dengan kebiasaan memukul d...
-
Sebelas anak, usia 4 sampai 11 tahun, diiming-iming ikan cupang. Lalu disodomi oleh seorang pemuda usia 19 tahun. Itu sudah merupakan suatu ...
-
Assalamu'alaikum wr.wb. Kemarin saya sibuk ketemu orang bule yang masuk Islam karena mau menikah dengan wanita Indonesia. Saya diberi...
-
Assalamu’alaikum wr.wb. This is the First Chapter of my book “Searching for God and Finding Allah”. I hope you find it useful. Wassalamu’ala...
-
Oleh Dr. Yusuf Qardhawi Setiap yang keluar dari tubuh manusia – karena melihat pemandangan-pemandangan yang merangsang...
-
[Pertanyaan]: 1) Saya mau nanya nih, saya pernah melakukan onani setelah berbuka puasa. Apakah puasa saya pd hari itu di terima? 2) Saya per...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Seperti biasa, ini kisah rekayasa, dengan menggunakan nama orang yang benar. Prof. Fidelma O'Leary mema...
-
[Ini adalah penjelasan tambahan dari saya di group pendidikan. Kaitannya dengan post ini: Komentar Tentang Rambut Gondrong Siswa . ...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Ada seorang isteri yang bertanya apa benar bahwa dia mesti “taat pada suami” walaupun suaminya ketahuan ber...
-
[Komentar]: Menurut saya, kekerasan boleh kalau masih dalam koridor mendidik. Murid jadi takut, termotivasi belajar, dan hormati gurunya. Za...
24 March, 2020
Diskusi Dengan Pemuda Yang Murtad Karena Tidak Merasakan Kasih Sayang Orang Tua
Lalu juga ada mimpi aneh terkait agama Kristen, jadi dia makin utamakan perasaan hati di atas akal yang sehat. Untuk membuat dia berpikir, saya bahas contoh Iblis. Diperintahkan sujud kepada Nabi Adam, tetapi Iblis menolak. Secara logis, apa ruginya sujud sejenak? Tetapi Iblis lebih mau ikuti perasaan hatinya daripada gunakan akal yang sehat. Hasilnya, dia dilaknat sepanjang zaman.
Dari kisah itu ada pelajaran. Kalau seseorang meragukan kebenaran Islam disebabkan perasaan hati atau mimpi, dia perlu berpikir dengan akal yang sehat dan diskusi dengan orang tua atau guru agama, dan belajar Islam lebih dalam untuk mencari penjelasan. Tetapi pemuda ini malah merenung sendiri, diajak ke gereja oleh teman, dirangkul sama misionaris yang limpahkan perhatian kepadanya, jadi dia murtad karena akhirnya merasakan kasih sayang yang dia butuhkan di dalam pelukan misionaris.
Anehnya, ketika dia diajak ketemu saya setelah menjadi Kristen 10 tahun secara rahasia, dia masih mau. Berarti masih ada keraguan di dalam hatinya. Saya tekankan bahwa dia harus mulai menggunakan akal yang sehat lagi. Kami bahas perbedaan antara ajaran Islam dan Kristen selama beberapa jam. Ketika saya mau pergi shalat dzuhur, tiba-tiba dia minta izin ikut, jadi dia shalat bersama saya. Lalu saya ajarkan dia untuk berdoa dan mohon petunjuk dari Allah tentang agama mana yang benar, menurut Allah.
Semoga pengalaman ini menjadi pelajaran bagi para orang tua. Anak yang dianggap "bermasalah" hampir selalu disebabkan ada masalah dengan keluarganya! Pelajaran dasar agama Islam diberikan (shalat dan ngaji), tetapi kasih sayang dari orang tua belum tentu!
Dari Usamah ibn Zaid RA, "Rasulullah SAW dulu meletakkan saya di (salah satu) pahanya dan meletakkan Al-Hasan ibn ʻAli di pahanya yang lain, lalu memeluk kami dan berkata, 'Ya Allah! Tolong kasihanilah mereka, karena saya berbelas kasihan kepada mereka.'" (HR. Bukhari)
Rasulullah SAW bersabda, "Perbanyaklah kamu mencium anak cucumu karena imbalan dari setiap ciuman adalah surga." (HR. Bukhari)
Jadi orang tua Muslim harus belajar caranya menjaga kesehatan emosional anak. Orang tua harus sering memeluk, mencium, dan bercanda dengan anaknya, selalu bertanya tentang pemikiran dan perasaannya, dan menghargai pendapat dan usaha mereka. Orang tua harus berusaha menjadi sahabat anak, dan menjadi tempat anak bertanya, tanpa rasa takut akan dimarahi. Dan kalau dilakukan dengan baik, insya Allah semua anak Muslim akan dapat keimanan yang kuat, karena kemauan untuk mendalami ilmu agama secara baik sangat terkait dengan kasih sayang yang dirasakan dari orang tuanya.
Semoga bermanfaat sebagai renungan.
Wa billahi taufiq wal hidayah,
Wassalamu’alaikum wr.wb.
-Gene Netto
17 December, 2019
Saya Bisa Masuk Islam Gara-Gara Sinterklas!
Assalamu’alaikum wr.wb. Seorang guru di Amerika dipecat karena memberitahu anak sekolah bahwa Sinterklas tidak nyata. Ada prinsip di negara barat: Orang dewasa wajib ikut membohongi semua anak tentang Sinterklas! Kalau ada yang berani menyatakan Sinterklas tidak nyata, orang dewasa yang lain menjadi marah karena mereka masih sibuk membohongi anaknya.
Waktu kecil, saya pernah berdebat dengan ibu saya. Kami menginap di rumah paman yang tidak ada cerobong asap, yang katanya dipakai Sinterklas untuk masuk rumah. Bagaimana saya bisa dapat kado?! Ibu ketawa, dan bilang mau buka jendela. Saya bingung! Kalau Sinterklas bisa pakai jendela, kenapa tidak lewat pintu, dan kenapa pakai cerobong asap yang sempit dan kotor? Tidak masuk akal!! Ada yang ganjil!
Beberapa tahun kemudian, kakak saya tunjukkan kado-kado di lemarinya orang tua, dan dia jelaskan bahwa Sinterklas adalah kebohongan, dan semua orang tua terlibat. Saya marah! Kenapa saya dibohongi?! Kalau saya ketahuan berbohong, orang tua selalu marah dan menghukum saya. Tetapi ternyata mereka tukang bohong yang lebih besar, dan tidak bisa dipercayai lagi! Saya mulai memeriksa semua hal lain yang mereka ajarkan, karena ingin tahu batasan semua kebohongannya. Ternyata, Kelinci Paskah yang antar telur coklat tidak nyata, dan Peri Gigi yang kasih uang untuk gigi yang copot juga tidak nyata.
Dan setelah saya belajar lagi, saya jadi tahu bahwa Yesus tidak lahir pada tanggal 25 Desember, dan tidak ada yang tahu siapa yang menulis Al Kitab, dan para penulisnya sangat mungkin tidak pernah bertemu Yesus. Tidak ada teks dalam bahasa aslinya Yesus, bahkan bahasa ibu Yesus tidak pernah disebutkan. Dan tidak ada yang tahu siapa yang menerjemahkan kisah-kisah itu ke dalam bahasa Yunani (yang tersisa sekarang). Lalu saya juga temukan fakta bahwa Yesus tidak pernah pergi ke “gereja”, pada “hari Minggu”, untuk membaca “Al Kitab”, dan melakukan “Misa”, dalam “bahasa asing”, sambil menatap ke arah “Salib”, dan berdoa “kepada Yesus” (sebagai Tuhan Yang Maha Kuasa), sebelum membahas pentingnya percaya pada “Trinitas”. Jadi, semua hal yang dilakukan orang Kristen untuk “mengikuti Yesus” sebenarnya tidak pernah dicontohkan oleh Yesus. Jadi, siapa yang mereka ikuti?
Saat itu, saya hanya seorang anak SD, tetapi sudah cukup cerdas untuk merasa sangat kecewa terhadap ratusan juta orang dewasa yang bohongi semua anak terus. Saya anggap tidak ada pilihan: Saya menjadi ateis. Sepuluh tahun kemudian, saya bertemu seorang Muslim. Dia menjelaskan bahwa Islam adalah agama yang logis, dan hal itu membuat saya kaget. Saya sudah 10 tahun mencari agama yang logis dan tidak bisa ketemu. Ternyata ada satu: Islam. Setelah saya belajar tentang Islam selama 5 tahun, saya merasa “terpaksa” menjadi Muslim karena hanya Islam yang masuk akal. Saya terpaksa menerima dasar logis di dalam ajaran Islam.
Jadi, saya bisa masuk Islam karena Sinterklas! Lebih tepatnya, setelah tahu bahwa semua orang dewasa telah berbohong tentang Sinterklas, saya mulai mencari “Kebenaran” tentang segala sesuatu yang lain, khususnya dalam agama. Saya menginginkan ajaran agama yang logis, benar, dan bebas dari kebohongan atau rekayasa, dan berasal langsung dari sumber aslinya (yaitu Allah SWT, lewat Rasulullah SAW.) Semua yang saya carikan bisa ditemukan di dalam Islam. Orang tua Muslim suruh anaknya bicara dengan jujur, dan juga sampaikan ajaran Islam secara jujur, tanpa perlu membohongi anaknya. Tetapi yang paling penting adalah kita memiliki satu contoh yang jelas yang bisa diikuti: Nabi Muhammad SAW!
Sinterklas yang masuk semua rumah, lewat cerobong asap, dan mengantarkan puluhan milyar kado, kepada 1 milyar anak Kristen, dalam 1 malam tidak logis! Dan cepat atau lama, semua orang tua Kristen akhirnya terpaksa mengaku bahwa mereka telah membohongi anaknya bertahun-tahun. Semoga semua anak di dunia ini yang tidak suka dibohongi mau mencari kebenaran yang mutlak di dalam Islam. Saya menjadi yakin pada Islam karena hanya Islam yang logis. Jadi saya harus ucapkan terima kasih kepada Sinterklas, karena dia membantu saya masuk Islam!
Semoga bermanfaat.
Wa billahi taufiq wal hidayah,
Wassalamu’alaikum wr.wb.
-Gene Netto
21 November, 2019
Biarawati di Perancis Dilarang pakai Kerudung Suster di Rumah Jompo
Ini efek dari hukum di Perancis yang melarang semua simbol agama dalam semua instansi milik negara (sekolah, universitas, gedung pemerintah dan pemda, dll.). Dianggap hukum "sekuler" ini membuat semua orang menjadi "sama" dan "bebas" karena tidak "terganggu" oleh agamanya orang lain. Di sana diperdebatkan oleh rakyat, tapi sampai saat ini, pihak yang melarang menang di atas pihak yang ingin memberikan kebebasan untuk memakai pakaian apa saja, termasuk pakaian agama.
Di banyak negara barat, kebebasan merupakan hasil perjuangan ratusan tahun, karena dulu rakyat ditindas dengan banyak larangan oleh raja, penguasa, atau pemerintah yang tidak peduli pada rakyat. Dari perjuangan melawan penindasan itu, muncul kebebasan mutlak (dengan beberapa larangan khusus saja). Perancis malah memaksa rakyat taat pada kemauan pemerintah utk sembunyikan agama, dan mereka anggap itu "paling bebas". Ini salah satu efek negatif ketika agama dibuang jauh2 dari pemerintahan.
-Gene Netto
French nun misses out on retirement home place over veil ban
25 February, 2019
Dokumen Tentang Pelecehan Seksual Anak Di Gereja Katolik Sengaja Dihancurkan
Di banyak negara barat, gereja makin sepi dan bahkan gedungnya dijual di banyak kota karena banyak orang dewasa sudah sadar ttg perilaku Gereja seperti ini, dan tinggalkan organisasi itu. Mereka masih ingin percaya pada Tuhan, tapi tidak mau percaya pada Gereja. Mungkin sebagian dari mereka bisa tertarik pada Islam, sebagai agama penuh kebenaran dari Tuhan Yang Maha Esa, kalau tidak dipersulit oleh peran media barat dan tokoh2 di sana yang selalu sebarkan kebencian terhadap orang Muslim.
Banyak orang barat sudah mulai menggunakan daya berpikir logis yang Allah berikan kepadanya sejak lahir, sehingga mereka akhirnya menjadi sanggup tinggalkan Gereja. Tapi jalan bagi mereka untuk menuju kebenaran Islam tidak mudah karena penuh halangan. Yang paling dibutuhkan di barat adalah dakwah yang bisa diterima secara umum, sehingga orang biasa bisa melihat perbedaan yang sebenarnya antara ajaran Kristen dan Islam.
-Gene Netto
'Dokumen Tentang Pelecehan Seksual Anak Di Gereja Katolik Sengaja Dihancurkan'
24 Februari 2019, Seorang Kardinal senior Gereja Katolik Roma mengatakan dokumen-dokumen yang mencatat pelecehan seksual anak sudah dihancurkan dan tindakan ini memungkinkan pelanggaran untuk terus berlanjut.
"Data yang seharusnya bisa mendokumentasikan tindakan-tindakan mengerikan dan menunjukkan siapa saja yang bertanggung jawab dihancurkan, atau bahkan tidak pernah dibuat," kata Kardinal Marx pada hari ketiga konferensi Vatikan.
https://www.bbc.com
13 February, 2019
80% Pastor Katolik Homoseks, Menurut Buku Baru
Banyak dari pastor paling senior yang mengutuk perilaku homoseks dengan keras di depan umum sangat munafik karena mereka sendiri adalah orang homoseks. Ada pastor senior yang mengutuk homoseks dan KB (sesuai ajaran Gereja), tapi menggunakan pelacur laki-laki untuk diri sendiri. Di kalangan pastor, dianggap rahasia umum bahwa pastor yang paling keras mengutuk perilaku homoseks adalah orang homoseks sendiri.
Martel mewawancarai 1.500 orang, termasuk 41 kardinal, 52 uskup, 45 dubes Vatikan, 11 pengawal paus, dan lebih dari 200 pastor untuk dapat informasi aktual. Katanya, kebiasaan menjaga kerahasiaan tentang banyaknya pastor homoseks di Gereja dimulai sejak sekolah pastor (seminari) dan diteruskan sampai ke tingkat Vatikan.
Four In Five Vatican Priests Are Gay, Book Claims
https://www.theguardian.com
02 February, 2018
Nasehat Bagi Ibu Kristen Yang Mau Aborsi
Seorang Ibu yang beragama Kristen berpikir tentang aborsi. Sebagai orang Muslim, saya tidak bisa kutip ajaran Islam dan Al Quran kepadanya. Jadi saya coba berikan nasehat yang sesuai dengan ajaran agama yang dia yakini. Mungkin bermanfaat bagi orang lain juga. -Gene
06 November, 2017
Gereja Katolik Telah Bayar 4 Milyar Dolar Ke Korban Pendeta Pedofil
09 January, 2017
Orang Kristen adalah Pengikut Yesus Atau Bukan?
Setan Atau Orang Kristen Yang Lebih Ingkar Pada Tuhan?
Untuk Mengenal Tuhan Harus Pakai Akal
Pendapat Para Ahli Agama Kristen Tentang Alkitab
01 January, 2017
Sejarah Natal: Tidak ada Hubungan Dengan Yesus
Saat itu, penyembah berhala adalah mayoritas, tapi sulit diajak masuk Kristen, karena ada "Tuhan yang Maha Esa". Solusinya? Tuhan diubah menjadi bagian dari Trinitas. Yesus diubah menjadi Anak Tuhan. Banyak dewa Romawi dan Yunani dianggap "anak dewa", jadi Yesus bisa diterima juga. Kebiasaan penyembah berhala digabungkan dalam agama Kristen, lalu berubah menjadi Natal. Begitu sederhana sejarahnya. Ini beberapa perincian:
• Saat itu, banyak agama saling "pinjam konsep", jadi ada kemiripan di antaranya.
• Ada pesta 17-25 Desember bernama Saturnalia, untuk merayakan lahirnya dewa Saturnus. Orang berpesta, bernyanyi telanjang di jalan, bermain-main, bagikan kado, mabuk-mabukan, dan tidak kerja.
• Ada juga pesta untuk Mithra (anak dewa). Mithra diyakini lahir pada 25 Desember. Kelahirannya disaksikan oleh penggembala, orang datang membawa kado baginya. Dia lakukan mukjizat, menyembuhkan orang, mengusir setan. Sebelum wafat, Mithra lakukan Perjamuan Terakhir dengan 12 muridnya. Lalu naik ke surga. (Semuanya mirip dengan ajaran Kristen tentang Yesus).
• Kaisar Konstantin ikuti agama Sol Invictus (Dewa Matahari) tapi berubah menjadi Kristen. Ada perayaan hari kelahiran Dewa Matahari pada 25 Desember, disebut "Dies Natalis Solis Invicti" (Ulang tahun Matahari yang Tidak Terkalahkan). Diubah oleh Konstantin menjadi hari kelahiran "Anak Tuhan" (Yesus).
• Rakyat Romawi terbagi dalam tiga agama: Penyembah Sol Invictus (Dewa Matahari), penyembah Mithras (anak dewa), dan pengikut Yesus. Semuanya pelan-pelan digabungkan menjadi penyembah Yesus sebagai "anak Tuhan" yang lahir pada 25 Desember.
• Konstantin menetapkan Kristen sebagai agama kekaisaran Romawi. Banyak orang ikut masuk Kristen. Perayaan Saturnalia dan Sol Inivictus (dewa matahari) dan pesta-pestanya tidak bisa dihilangkan, jadi digabungkan dalam agama Kristen.
• Natal mulai dirayakan sekitar 360 AD, sebagai hari kelahiran Yesus, sebagai Anak Tuhan, dan Juru Selamat (menggantikan banyak anak dewa dan banyak juru selamat yang lain yang diyakini sebelumnya).
Perlu dipahami juga bahwa info ini diperdebatkan. "Perayaan Natal" untuk kelahiran Yesus tidak ada hubungan dengan Yesus, tapi siapa yang menciptakannya, kapan, dan kenapa, ada beberapa pendapat. Yang jelas, seluruh unsur perayaan Natal pada 25 Desember berasal dari agama-agama penyembah berhala. Digabungkan dengan agama Kristen oleh beberapa Kaisar Romawi dan para pemimpin Gereja zaman dulu, agar penyembah berhala mau masuk Kristen. Contoh dari Yesus sebagai landasan dalam agama menjadi tidak penting. Jadi tidak ada orang Kristen yang bisa "mengikuti contoh dari Yesus dalam merayakan Natal", karena tidak ada contohnya. Semuanya diciptakan oleh manusia, terutama Kaisar Romawi. Sekian saja sejarahnya, bagi orang yang ingin paham. Semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
-Gene Netto
.png)