Sunday, December 23, 2018

Belasan Anak Jadi Korban Sodomi, Satu Anak Ketagihan

Ini kalimat yang paling menyedihkan: “Korban MA (9 tahun) merasa ketagihan [disodomi] dan mencari-cari pelaku...”

Mau katakan apa? Anak kecil tidak AMAN dengan tetangga sendiri. Bahkan ketika tetangga itu punya isteri dan tiga anak. Masih mau mencari anak kecil utk disodomi. Berita seperti ini muncul terus. Semua orang tuanya merasa anak mereka “pasti aman” dengan seorang pria yang tetangganya. Seorang suami. Seorang bapak, yang punya tiga anak kecil sendiri. Ternyata… semua orang tua itu salah besar. Asumsi mereka salah. Seorang tetangga yang suami dan bapak masih bisa menjadi pelaku sodomi (atau pemerkosaan) terhadap anak tetangga. Para korban adalah: H, (12); MA, (9); UH, (12); SB, (6); KAP, (10); KS, (12); AP, (11); MRR, (10); MA, (13); ATB, (11) dan LA, (11). Bahkan korban MA merasa ketagihan dan mencari-cari pelaku.

Anak anda tidak aman! Baik dari saudara sendiri, dari tetangga, dari guru sekolah, dari guru ngaji, ketika berada di sekolah, di jalan, di rumah tetangga, atau pada saat tidur di rumah sendiri. Anak anda tidak aman. Tapi selama bukannya anak orang elit yang diperkosa, disodomi dan dibunuh, krisis kekerasan terhadap anak di negara ini ibaratnya tsunami yang tersembunyi. Kerusakannya dahsyat, tapi tidak terlihat dan tidak terasa oleh sebagian besar orang. Sampai suatu hari, tiba2 anak mereka menjadi korban juga. Baru mereka sadar. Jaga anak anda dengan sebaik mungkin, dan jangan berasumsi orang lain “pasti” akan berbuat baik terhadap mereka.
-Gene Netto

Pelaku Pencabulan Belasan Anak di Paluta Ditangkap, Pelaku Dihadiahi Timas Panas (Padang Lawas Utara, Sumatera Utara)
https://edisimedan.com

Bocah SD Diduga Sodomi 6 Teman Sekolahnya

Anak usia 10 tahun, kelas 4 SD, melakukan sodomi terhadap 6 adik sekolahnya, yang berusia 5-9 tahun. Polisi masih mencari info apa ada lebih banyak korban, karena banyak orang tua masih belum mau lapor ke polisi katanya. Yang paling miris adalah pelaku adalah KORBAN sodomi, dalam sebuah kasus yang masih disidangkan dan belum selesai. Jadi sebagai korban sodomi dulu, dia menjadi trauma, nakal, merokok, main ke warnet sendiri, kecanduan nonton film porno, dan sekarang sudah menjadi PELAKU sodomi terhadap minimal 6 anak laki-laki yang lebih kecil. (Jadi ada risiko mereka juga menjadi pelaku nanti).
Makin banyak anak menjadi korban sodomi di seluruh negara, tapi tidak ada bantuan atau terapi jangka panjang bagi mereka dari pemerintah. Menunggu mereka menjadi pelaku terhadap anak lain, baru dipikirkan lagi. Kasihan anak Indonesia, dibiarkan hidup seperti ini. Menunggu saatnya menjadi korban, dan kepedulian orang dewasa minimal sekali terhadap semua anak bangsa. Jangan bertanya apa para pejabat mau pedulikan mereka. Yang dipedulikan pejabat adalah rekening bank dan kekuasaan partainya. Bukan masa depan yang sejahtera bagi anak Indonesia.
-Gene Netto

Sodomi 6 Temannya, Bocah 10 Tahun di Tasikmalaya Dilaporkan ke Polisi
Asep Juhariyono · Kamis, 15 Maret 2018 - TASIKMALAYA, iNews.id – Bocah berusia 10 tahun dan duduk di kelas 4 SD, di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar), diduga melakukan sodomi kepada enam temannya yang masih berusia 6 hingga 9 tahun. Kasus ini kini ditangani oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya dan telah dilaporkan ke Polres Tasikmalaya.
http://www.inews.id

Bocah SD Dilaporkan ke Polisi karena Diduga Sodomi 6 Teman Sekolahnya
Ridho Insan Putra, 15 Mar 2018, Liputan6.com, Tasikmalaya - Seorang anak berusia 10 tahun dilaporkan ke Polres Tasikmalaya, Jawa Barat karena diduga menyodomi enam orang teman sekelasnya. Anak yang dilaporkan ini adalah korban sodomi yang kasusnya sedang disidangkan di Pengadilan Negeri Tasikmalaya.
http://news.liputan6.com

Apa Hebatnya Jokowi Bernyanyi dan Nonton Bareng bersama 300 Anak di Istana?

Assalamu’alaikum wr.wb., Mungkin banyak orang (terutama pendukung presiden) merasa senang melihat kegiatan seperti ini. Seorang presiden negara yang sibuk, menerima ratusan anak di istana, dan menghibur mereka dengan nonton film bersama. Patut dipuji? Pemikiran saya berbeda. Ketika melihat berita ini, saya ingat pada anak2 yang lain:

Saya ingat pada anak yatim yang tunarungu yang sudah setahun masuk SLB tetapi belum diajarkan bahasa isyarat, karena (kata kepsek) tidak ada guru yang bisa ajarkan.

Saya ingat pada anak yatim piatu yang lumpuh sejak usia 3 tahun, tidak pernah sekolah, dan hanya bisa ngesot di dalam rumah pamannya. Hidup dalam kemiskinan dan tidak pernah dapat bantuan. (Dan sekarang sudah wafat di usia 15 tahun).

Saya ingat pada anak yatim yang alami Cerebral Palsy, dan seluruh tubuhnya lumpuh, tidak bisa bicara, dan hanya berbaring di lantai sepanjang hari. Di negara asing, anak spt itu bisa bersekolah, bisa menulis dan bicara pakai alat spt halnya Prof. Stephen Hawking.

Dan ada banyak contoh yang lain. Saya juga ingat pada pengakuan seorang kenalan, yang keluar dari kementerian sosial karena tidak tahan melihat korupsi massal yang terjadi di semua tingkat. Uang rakyat dicuri terus oleh PNS dan pejabat utk kepentingan pribadi dan partai. Dan kenalan di kementerian pendidikan dan di kementerian agama juga mengatakan hal serupa. Mereka mengaku bahwa banyak orang sibuk “mencari proyek” (apa saja) agar dananya bisa dibagi-bagikan.

Tetapi bapak presiden punya waktu bermain dan nonton film dengan anak di istana! Menurut saya, tidak ada prestasi apapun presiden melakukan itu, seakan-akan tugas penting yang lain sudah selesai, dan sekarang adalah waktunya istirahat. Ada jutaan anak yang lebih layak dapat perhatian khusus dari para pemimpin bangsa. Tapi kebutuhan anak itu diabaikan, karena kebanyakan pemimpin sibuk mencuri uang rakyat dan mencari pencitraan bagi diri dan partai, daripada menolong anak yang paling membutuhkannya.

Semoga suatu hari, Indonesia akan mendapatkan ratusan ribu pemimpin Muslim yang bersih, jujur, adil, bijaksana dan profesional, sehingga tidak ada lagi anak yatim atau anak berkebutuhan khusus yang dibiarkan menderita bertahun-tahun, di saat para pejabat sibuk nonton film di kantornya.
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
-Gene Netto

Saat Jokowi Bernyanyi dan Nonton Bareng bersama 300 Anak di Istana...
https://nasional.kompas.com

Waspada! Banyak Agen CIA Di Indonesia!

[Komentar]: Ada yg bilang Gene ini sebenarnya agen rahasia CIA yang hendak mengadu domba umat di negara ini. Waspadalah...

[Gene]: Saya sudah dikatakan begitu terus selama 20 tahun. Cukup jadi muallaf di Indonesia, berasal dari negara asing, dan simsalabim, umat Islam disuruh waspada, jangan percaya, jangan2 dia CIA, jangan2 dia pura2 jadi muallaf, jangan2 dia punya rencana merusak NKRI. Waspada!

Kemarin ada kenalan orang Amerika, masuk Islam, dan menjalankan shalat 5 waktu. Dia ingin menikah dengan seorang wanita Indonesia, tapi sebelumnya memang tertarik pada Islam. Katanya, dia merasa ketemu “yang dicari seumur hidup” ketika saya menjelaskan kepadanya ajaran dasar Islam, Al Qur’an, dan keindahan akhlak Rasulullah SAW. Lalu, oleh keluarga calon isteri dikatakan apa? "Jangan2 dia agen CIA yang mau merusak Pemilu 2019!"

Mohon maaf, tapi begitu dangkal dan tidak logis pemikiran banyak orang Muslim di sini:
Orang bule = agen CIA. Orang bule baik hati = agen CIA. Orang bule yg tinggal di Indonesia = agen CIA. Orang bule yg jadi muallaf = agen CIA. Orang bule yg menikah dgn wanita Indonesia = agen CIA. Orang bule yg berpikir kritis = agen CIA. Orang bule yg mengritik umat Islam = agen CIA.

Kapan umat Islam akan mulai berpikir dgn akal sehat yang Allah kasih, dan bisa percaya terhadap kekuatan Allah? Kalau seandainya semua orang asing di sini benar2 agen CIA, Indonesia sudah hancur dari dulu, menjadi 20 negara terpisah. Bukan sekarang, tapi dulu, ketika CIA sulit dipantau. Zaman ini, sangat sulit menjaga rahasia. Kemarin, CIA keluarkan laporan ttg pembunuhan Khashoggi. Dalam hitungan JAM, isi laporan sudah dibocorkan ke media dan kepala CIA jadi marah.

Bagaimana mungkin seorang agen CIA bisa tinggal di kost di Pancoran, tidak punya mobil, tidak punya uang, sudah habiskan seluruh gaji utk menolong anak yatim dan dhuafa di Indonesia, tetapi sekaligus punya rencana “merusak 200 juta Muslim” di Indonesia? Mimimal saya harus punya dana operasional dari CIA! Apakah anda punya akal sehat? Anehnya, di dalam Al Quran, Allah selalu suruh kita berpikir. Kenapa
anda tidak mau taat pada Allah, dan mulai berpikir?
Gene Netto

Kenapa Perlu Shalat Taubat Dll. Shalat Wajib Sudah Cukup, Bukan?

[Pertanyaan]: Ada yang bilang, tidak perlu shalat taubat, karena sesungguhnya orang yang shalat fardhu itu juga bisa disebut shalat taubat. Karena shalat sendiri didalamnya mengandung pengampunan. Betul?

[Gene]: Tidak ada istilah "cukup" dalam hal bertaubat kepada Allah, ataupun dalam beribadah kepada Allah. Rasulullah SAW yang selalu dijaga oleh Allah dalam keadaan suci dan tidak berdosa (selalu langsung diampuni kalau berbuat dosa), dan dijamin masuk sorga, tetap saja istighfar 70x per hari. Kenapa? Pertama, untuk mendidik kita karena kita disuruh mengikuti contohnya dalam semua hal. Kedua, karena sebagai Nabi Allah, dia sangat paham bahwa tidak ada istilah "cukup" dalam hal berserah diri kepada Allah, beriman kepada Allah, beribadah kepada Allah, mohon ampun kepada Allah, dan mohon yang terbaik dari sisi Allah. Tidak pernah bisa "cukup".

Walaupun dikerjakan oleh seorang Nabi Allah. Rasulullah SAW kerjakan shalat tahajjud (bagi dia secara pribadi, dianggap wajib), dan bukan 2 rakaat utk 5 menit lalu kembali tidur. Tapi shalat berjam-jam, sampai sahabat yang mau coba ikut hampir pingsan, dan kakinya Nabi jadi bengkak karena berdiri terlalu lama. Apa Nabi merasa ibdahnya sudah “cukup”? tidak pernah dikatakan demikian. Begitu juga dalam hal bertaubat kepada Allah. Orang yang merasa ibadahnya atau taubatnya sudah “cukup” sangat merugikan diri.

Jadi kalau anda merasa berdosa (misalnya kemarin jadi mabuk, atau tinggalkan shalat, atau berzina, atau berjudi, atau mencuri, dsb.) maka lakasanakan shalat taubat berkali2 dan istighfar berkali2, dan bersedekah sebanyak mungkin. Lakukan semua yang bisa dilakukan agar Allah mau hapus dosa itu dan berikan banyak pahala. Dan kalau merasa tidak ada dosa besar seperti itu, TETAP melakukan shalat taubat sewaktu2 agar selalu ingat bahwa manusia selalu ada dosanya, dan kita tidak tahu kapan akan hadapi kematian, lalu tidak akan bisa berdoa atau shalat lagi setelah itu. Lakukan sebanyak mungkin, sesering mungkin, sekarang juga, tanpa mencari2 alasan untuk merasa puas dgn ibadah kita yang sudah di masa lalu.
-Gene Netto

Rasulullah SAW bersabda, “Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau menyeru dan mengharap pada-Ku, maka pasti Aku ampuni dosa-dosamu tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya dosamu membumbung tinggi hingga ke langit, tentu akan Aku ampuni, tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya engkau mendatangi-Ku dengan dosa sepenuh bumi dalam keadaan tidak berbuat syirik sedikit pun pada-Ku, tentu Aku akan mendatangi-Mu dengan ampunan sepenuh bumi pula.” (HR. Tirmidzi)

Kenapa “Surat Pernyataan Tidak Menuntut” Jadi Prioritas di Tengah Musibah?

Seorang anak SD ikut kegiatan sekolah ke kolam renang, bersama guru kelas dan teman2, lalu tenggelam. Sebuah musibah. Mungkin ada kelalaian, mungkin tidak. Tapi yang paling mengherankan adalah komentar ini:

** Meski syok, keluarga korban menyatakan tak akan menuntut pihak Kolam Renang Taman Wisata Pasir Putih ataupun SDN 2 Pondok Terong, dan sudah membuat surat pernyataan untuk tidak menununtut. **

Ini LUAR BIASA!! Bayangkan hal serupa dalam ranah berbeda: Lion Air jatuh ke laut, 180 nyawa hilang, lalu keluarga para korban langsung dibujuk untuk tandatangani surat pernyataan tidak akan menuntut Lion Air atau Boeing atau Dinas Perhubungan! Mana mungkin!? Kenapa orang tua seorang anak SD bisa dibujuk membuat surat pernyataan sebagai prioritas?? Siapa yang tega melakukan itu? Kalau pemerintah PEDULI pada rakyat, akan terjadi INVESTIGASI lengkap untuk memastikan apa ada kelalaian, agar tidak terulang dan menjadi pelajaran. Tapi malah dianggap “beres” begitu saja. Yang penting surat pernyataan. Begitu tidak berharga nyawanya seorang anak Indonesia.

Semoga suatu hari rakyat Indonesia akan bangkit, bersatu, dan menjadi sadar bahwa kondisi seperti ini tidak “normal”, dan harus ada penyelidikan. Tapi pemerintah bisa cuek saja karena rakyat juga cuek. Dan besok seorang anak yg lain akan mati dengan sia-sia juga karena kasus yang dulu tidak menjadi pelajaran utk masa depan. Kapan perlindungan bagi anak Indonesia akan menjadi prioritas tinggi?
-Gene Netto

Lompat dari Gua Buatan, Pelajar Kelas 1 SD di Depok Tewas Tenggelam di Kolam Renang
http://jakarta.tribunnews.com

Kenapa Nyawa Anak Indonesia Tidak Berharga?

Saya sering merasa sedih ketika melihat komentar di Facebook Page saya, karena menurut saya, komentar2 itu adalah cermin dari kondisi nyata rakyat di seluruh negara. Ketika saya post apa saja ttg Jokowi atau Prabowo, dalam hitungan jam ada 100-200 komentar. Dan tadi saya bertanya secara santai ttg snak apa yang enak dimakan sambil ketik, lalu ada 40 komentar dalam sekejap.

Tetapi ketika saya berusaha mengangkat sebuah topik serius, contohnya tadi, tentang seorang anak yang tenggelam, lalu orang tua dibujuk membuat surat pernyataan tidak akan menuntut, maka terlihat dalam bbrp jam hanya dua orang yang ingin berkomentar.

Kejadian serupa di Australia, Inggris, atau negara maju yg lain bisa menjadi salah satu berita paling besar dalam satu minggu! Diskusi di tivi, radio, internet dll. akan penuh dengan rakyat yang marah. Ada contoh nyata kemarin di Inggris. Seorang anak makan roti yang mengandung biji wijen, lalu wafat karena alergi. Tidak ada info di bungkusan ttg biji wijen. Pemerintah langsung bergerak. Dibuka pemeriksaan resmi, polisi menyita dokumen, PT itu diperiksa, dan bos dipanggil hakim utk berikan kesaksian. Orang tua tidak kerjakan apapun. Semuanya ditangani pemerintah, disebabkan kematian SATU anak saja, dan menjadi berita terus selama beberapa minggu. Rakyat peduli dan berkomentar, dan pemerintah bertindak untuk melindungi rakyat.

Beda sekali dengan Indonesia. Bukan karena “tidak bisa”, tapi karena tidak ada yang PEDULI. Kematian seorang anak Indonesia, selama bukan anak kita sendiri, bukan sebuah perkara penting. Tidak ada tanda kemarahan dari rakyat, bahkan komentar basi-basa saja juga tidak ada. Ini yang diberikan oleh 200 juta Muslim yang menyatakan diri “bersaudara”. Tapi komentar ttg “Jokowi belanja di pasar” dll. tidak ada hentinya!

Semoga para pejuang kemerdekaan di kuburan tidak menyadari kondisi negara ini, karena ternyata cucu-cucu mereka tidak punya nilai tinggi! Ketika anak bangsa mati, rakyat tenang-tenang saja. Kalau dulu rakyat punya sikap begini, tidak akan terjadi kemerdekaan! Prajurit Belanda boleh bunuh anak Indonesia secara bebas, karena tidak ada yg peduli… Semoga anak anda bukan korban yang berikutnya, karena rakyat dan pemerintah juga tidak akan peduli pada anak anda!
-Gene Netto

Father Of Girl Who Died Of Allergy On Plane Blames Pret A Manger
https://www.theguardian.com

Kenapa Saya Harus Ikut?

Kemarin saya baru lihat satu video dari ahli psikologi ini, Derren Brown. Dia membuat acara eksperimen psikologis untuk menunjukkan berbagai sifat manusia. Tujuannya adalah untuk memberikan kesadaran kepada semua orang, agar kita lebih pahami diri sendiri, dan waspada ttg kenapa kita melakukan suatu tindakan.

Dalam eksperimen ini, ada 3 aktor yang berdiri atau duduk setiap kali bel berbunyi. Lalu, seorang sukarelawan dimasukkan ke ruangan itu, dan ketika melihat orang lain berdiri atau duduk, dia ikut berdiri dan duduk. Ditambahkan bbrp sukarelawan baru, dan pola yang sama terulang. Kemudian, 3 aktor itu dikeluarkan. Bel bunyi lagi. Sudah tidak ada “komando” dari gerakan 3 aktor untuk berdiri. Apa yang terjadi? Semua sukarelawan berdiri bersama (seperti sebelumnya), tanpa satupun dari mereka yg paham kenapa.

Psikolog Derren Brown menjelaskan semua orang ingin ikut-ikutan, walaupun tidak paham. Takut tampil berbeda, takut lawan arus, takut berpikir sendiri, takut menjadi mandiri. Ketika orang lain berdiri, sukarelawan merasa dorongan dari “hati nurani” untuk ikut berdiri, tanpa paham kenapa. Mereka merasa di dalam hatinya bahwa mereka harus ikut. Dalam eksperimen ini, mereka hanya “berdiri” saja, tapi dalam ranah lain, efek ini bisa menghasilkan suatu gerakan dengan pola yang sama. Otak manusia bisa dikondisikan atau dipengaruhi untuk terima panggilan bersatu, dan karena takut berbeda sendiri, banyak orang akan taat. Jadi belum tentu yang kita “setujui” adalah pilihan murni kita, walaupun terasa begitu.
-Gene Netto

Psychological Illusionist Derren Brown Test The Audience With Social Experiment
https://www.youtube.com

Mau Masuk Surga? Pastikan Dulu Ada Paspor Yang Sah!

[Pertanyaan]: Sebejat apapun kelakuannya seorang Muslim dan meskipun sempat disiksa di neraka, pada akhirnya akan masuk surga selama2nya. Sedangkan non-muslim, sebaik apapun akhlaknya, tidak akan pernah merasakan surga. Mereka di neraka selama2nya. Bukan begitu, pak Gene Netto?

[Gene]: Betul. Itu sebuah prinsip. Sebagai perumpamaan, orang Indonesia, sejahat apapun perbuatannya di Eropa, ketika keluar dari penjara di sana, masih boleh MASUK Indonesia karena punya kewarganegaraan sini. Sedangkan orang Australia, sebaik apapun, tidak boleh masuk dan menetap di sini kalau datang TANPA paspor, tanpa visa, tanpa uang, dan tanpa identitas. Tidak cukup dia mengatakan "Saya orang Australia yang baik, jadi harus diizinkan tinggal di Indonesia untuk selama-lamanya!" Dia tetap akan dideportasi karena tidak punya HAK untuk berada di sini. Tidak ada yang peduli kalau dia menilai diri sendiri “baik”.

Begitu juga Muslim dan Kafir di akhirat. Muslim punya kewarganegaraan Surga, yang diberikan kepada kita oleh Allah ketika kita baca Syahaddat. Kita mengaku beriman kepada Allah, siap beribadah kepada Allah, dan mau menjadi warga negara Surga, yang dimiliki Allah. Sejahat apapun kita di dunia, kewarganegaraan kita sebagai penghuni Surga tetap berlaku. Jadi kalaupun kita masuk neraka sementara, akhirnya tetap boleh kembali ke kampung halaman kita, yaitu Surga. Sama seperti orang Indonesia yang keluar penjara di Eropa boleh kembali ke Indonesia.

Sedangkan orang Kafir tidak punya kewarganegaraan di Surga, tidak punya hak masuk, tidak punya izin masuk, tidak punya dokumen resmi satupun yang membantunya masuk. Dan Allah sebagai pemilik Surga tidak peduli pada penilaian orang kafir itu terhadap diri mereka tentang betapa "baiknya" hati mereka. Allah Maha Tahu. Kalau mau dapat hak masuk Surga, pastikan dulu ada paspor yang sah. Hanya Allah yang bisa berikan.

Kalau bertanya, “Apakah tidak ada pengecualian?” maka jawabannya adalah IYA, bisa saja ada pengecualian. Orang kafir pilihan mungkin saja boleh masuk Surga, KALAU Allah menghendaki, tapi tidak berarti “semuanya”! Ada orang yang jatuh dari gedung tinggi. Seharusnya mati, tapi pernah ada yg selamat! Jangan diartikan bahwa jika beberapa orang pernah selamat maka semuanya bisa selamat. Jangan juga diartikan “tidak bisa mati” kalau loncat dari atas gedung! Pengecualian itu tidak membatalkan PRINSIP, yaitu Aturan Allah akan berlaku untuk mayoritas. Daripada berharap ada kemungkinan sekecil 0,00001% anda bisa masuk Surga nanti, lebih baik urus saja paspor anda sekarang juga. Cukup baca syahaddat, berusaha menjadi seorang Muslim yg baik, dan dengan itu, sekaligus menjadi warga negara Surga dengan jaminan boleh masuk nanti.
-Gene Netto

How Can I Pray Five Times Per Day?

Assalamu’alaikum wr.wb., Doing the compulsory daily prayers (salat) five times per day is actually very simple to do. The best method is to stop thinking about it and just do it. For some people who are thinking about becoming Muslims, it might feel like these prayers will be a big burden, and some people who were born as Muslims feel the same way (and so they do not pray regularly). But thinking that it will be an almost impossible burden is actually what makes it become hard, and simply doing it as a necessary part of daily life actually makes it feel very easy.

As an analogy, if someone needs a toilet, do they: A) find a toilet; or B) ignore that feeling for several hours or days? Most people find a toilet when they need one dan cannot delay that feeling for hours or days. So, if it is possible to urinate five times per day then it should also be “possible” to say prayers to Almighty God five times as well. It would seem very strange if someone was able to go to the toilet five times in one day, but then said that praying to God was “not possible” because they could not find the time.

Almighty God made the five daily prayers compulsory for all Muslims. Logically, there are only two possible reasons for why they are compulsory and not optional: A) salat is not important and God just likes wasting our time; or B) salat is very important and that’s why God made it compulsory! If we think about both possibilities, then it seems very illogical that God would want waste our time for no reason. Therefore, the five daily prayers must be important, even if we do not completely understand why.

In order to try and understand why the compulsory prayers must be important, we can look at other situations in a non-religious setting. Many people have compulsory rules in their jobs that must be obeyed. For example, a doctor must do very careful preparations before an operation on a patient in a hospital, such as checking the patient’s condition, checking medicines and equipment, changing clothes, washing his hands and so on. What if those preparations were “optional”? Would you want a doctor to operate on you if he was too lazy to follow all of the compulsory rules about operations? A powerful authority made those preparations compulsory and doctors have no choice; they must obey the rules. Pilots have similar compulsory rules. They must check dozens of things before takeoff such as maps, fuel, baggage weight, communications equipment, and so on. What if those preparations were “optional”? Would you want a pilot to fly your plane if he was too lazy to follow all of the compulsory rules about pre-flight checks? A powerful authority made those preparations compulsory and pilots have no choice; they must obey the rules.

A doctor and a pilot are not asked by anyone if they “understand” the reasons for all of those rules (even though I am sure they do understand). No one checks with them every day if they understand why they follow those rules. It is assumed that they will follow the rules, because those rules were made compulsory for very good reasons. However, if a doctor ignores the compulsory rules, then maybe the patient will get sick or die and if a pilot ignores the compulsory rules, then maybe the plane will have an emergency or could even crash. So, what will happen when a Muslim ignores the Compulsory Rules that were given to us by Almighty God, especially the rule about the five daily prayers (salat)? Allah is a “powerful authority” over mankind, and so just as the rules for doctors and pilots were made for good reasons, then we can be certain that Almighty God must have made His Rules for a good reason as well!

For a doctor or a pilot, bad things will happen if they ignore the compulsory rules. And if Muslims ignore the compulsory rules about the five daily prayers (salat), then maybe our faith in Islam will “get sick” and perhaps also “crash”. For example, we might get cancer, or divorced, or fired from our job, or face some other serious event. Then, instead of praying to Allah to ask for His Help, we will ignore Him because our faith is “sick”, and then we might “crash” and become extremely depressed. However, if our faith is strong and healthy, then we will hold onto God and ask for Him to help us with all of our problems.

We must choose: obey Almighty God, or disobey him. And if we disobey Him, and ignore the five daily prayers which He made compulsory for us, then that is like saying we do not want to waste our time praying to Him! Then, one day, we might have a serious problem and will call out, “God, please help me!!” What will we do if God replies: “I do not want to waste my time helping you!” (Just as we did not want to waste our time praying to Him.)

We must choose the relationship that we want to have with Almighty God. Do we want to be His faithful servants, who follow His Rules and pray five times per day so that He will always be with us and will always pay attention to us? Or, do we want to worship and obey him only when we feel like it? We must choose. However, if we do not want a lazy doctor who ignores the rules to operate on us, and if we do not want a lazy pilot who ignores the rules to fly our plane, then we should not behave as lazy Muslims who ignore God’s Rules. If we do ignore His Rules, then our faith in Islam will get “sick” and maybe even “crash”, just when we need God the most!

If any Muslim is having trouble praying every day, then there is a very simple solution. Just pray to God and ask for his help!!! Use your own words, for example: “God, please help me to pray five times per day and be a good Muslim. Amin”. It’s that easy. Allah will never turn away from us. We are the only ones who will ever turn away from Him!

I hope this is helpful for you.
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto

Apakah “Aman” Kirim Anak Muslim Sekolah Dan Kuliah Di Luar?

Assalamu’alaikum wr.wb. Ada yang anggap aman2 saja untuk kirim anak Muslim ke negara maju, untuk sekolah dan kuliah. Jawaban saya: Tergantung!! Saya selalu berikan prinsip yang sama kepada semua orang tua yang konsultasi kepada saya. KALAU mau kirim anak ke negara lain, pastikan dulu keimanannya sudah kuat di sini. Tanda-tandanya, dia mau shalat sendiri, walaupun orang tua tidak suruh, bahkan ketika orang tua tidak ada. Tidak pernah perlu dibujuk utk shalat. Mau ngaji sendiri tanpa disuruh. Dia mau membahas agama, tanpa ditanyakan, dsb. Kalau tanda2 seperti itu ada, insya Allah aman untuk kirim anak remaja atau pemuda ke negara barat.

Kalau sebaliknya, dia malas shalat dsb., dan selalu harus disuruh dan ditegor, jangan dikirim ke negara "maju". Nanti bakalan rusak di sana, karena dia akan beradaptasi dengan lingkungan di mana kebanyakan teman tidak beragama, atau tidak menjalankan agama (kebanyakan di sana Kristen KTP, atau ateis). Jangankan ke negara maju, ke kampus yang jauh saja (di luar kota) juga jangan. Hasilnya sama. Pergi ke Bandung sebagai Muslim, kembali setelah 4 tahun sebagai ateis. Saya sudah tangani banyak kasus spt itu, dan orang tua selalu mengaku anaknya kurang rajin shalat saat dikirim ke kampus yang jauh. Mereka berharap dia akan berubah di sana. Dan dia memang berubah, tapi menjadi ateis, bukan agamais.

Jadi kuncinya adalah jangan berharap anak anda akan berubah menjadi lebih baik dari sekarang di tempat lain. Itu keliru sekali. Lihat kondisinya sekarang, dan memutuskan berdasarkan apa yang anda lihat sekarang. Ibaratnya mau kirim petugas medis ke suatu wilayah untuk mengatasi sebuah wabah. Yang dikirim adalah dokter spesialis yang diketahui keahliannya, bukan anak SD yang baru belajar biologi dan juga malas kerjakan PR biologinya!

Kalau bukan ahli ibadah di sini, jangan berharap akan tumbuh menjadi ahli ibadah di sana. Bisa terjadi, tapi lebih umum sebaliknya. Ibadah di sana menjadi rusak, karena berada di lingkungan yg rusak. Sedangkan dokter ahli yg dikirim ke wabah, tidak ikut kena wabahnya, karena bawa ILMU dan tahu caranya untuk menjaga diri di tempat yg rusak. Anak Muslim yg tidak rajin shalat tidak sanggup melindungi diri dari kerusakan yg banyak di negara2 maju. Lebih baik dididik di sini, agar selamat di dunia dan akhirat.
Semoga bermanfaat bagi orang tua yang sedang berpikir utk kirim anak ke negar lain.
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
-Gene Netto

Tiga Bocah SD di Malang Tewas, Terbawa Coban Talun Saat Outbound

Setiap minggu ada berita ttg anak sekolah tewas dalam kegiatan sekolahnya. Yang paling banyak adalah anak tenggelam. Setiap kali terjadi, hanya dianggap sebuah musibah, takdir, lalu dilupakan saja. Soalnya bukan anak saya, dan minggu depan akan ada anak lain yang tewas, jadi tidak perlu dipikirkan terlalu dalam.
Kalau seseorang terpeleset di depan rumahnya setiap hari, karena tanahnya licin, ada dua pilihan. Jatuh terus setiap hari, atau mengubah kondisinya agar tanah itu tidak licin lagi. Yang berlaku di Indonesia adalah “jatuh terus”, lalu komplain ke tetangga bahwa tanah itu licin. Perubahan sangat jarang terjadi.
Dari kematian sekian ribu anak dalam kegiatan sekolah, otak yang logis seharusnya berpikir ttg cara mengubah tata cara melaksanakan kegiatan sekolah, agar kematian siswa menjadi hal yang jarang terjadi. Sayangnya, ini Indonesia. Jadi cukup rakyat mengucapkan mantra nasional, “Memprihatinkan ya!” lalu boleh dilupakan saja… sampai minggu depan ada anak yang tewas lagi. Siapa yang bisa bangkit, memimpin, dan mewujudkan perubahan di sini?
-Gene Netto

Tiga Bocah SD di Malang Tewas, Terbawa Coban Talun Saat Outbound
Rabu, 12 Desember 2018 02:33 Reporter : Darmadi Sasongko
Merdeka.com - Tiga bocah siswa Sekolah Dasar (SD) Insan Mulia Kota Malang tercebur dan hilang terbawa arus air terjun Coban Talun, Kota Batu. Ketiganya diduga terpeleset saat mengikuti kegiatan outbound dengan didampingi para guru di sekitar lokasi kejadian. Ketiga orang siswa atas nama Nasjwa Azalia Hanania (9 tahun), Taskya Rahmatulloh Al-Kamilah (9 tahun), Muhammad Hanan (9 tahun).
https://www.merdeka.com

Saya Bisa Masuk Islam Gara-Gara Sinterklas!

Seorang guru di Amerika dipecat karena memberitahu anak sekolah bahwa Sinterklas tidak nyata. Ada prinsip di barat: Orang dewasa wajib ikut membohongi anak kecil, dgn alasan “budaya”, dll. Kalau menyatakan Sinterklas tidak nyata, orang lain jadi marah karena mereka masih sibuk bohongi anaknya. Saya dulu berdebat keras dgn ibu, karena menginap di rumah paman yg tidak ada cerobong asap. Bagaimana Sinterklas bisa masuk??!! Bagaimana saya bisa dapat kado? Ibu ketawa, dan bilang mau buka jendela. Saya bingung. Kalau bisa masuk lewat jendela, kenapa tidak lewat pintu, dan kenapa selama ini selalu pakai cerobong asap yang kecil, sempit dan kotor? Tidak masuk akal!! Sinterklas tidak beres nih! Ada yang ganjil.

Bbrp tahun kemudian, kakak tunjukkan kado2 di lemari orang tua, dan jelaskan bahwa Sinterklas adalah kebohongan orang tua. Saya marah! Kenapa saya dibohongi?! Orang tua saya adalah tukang bohong, dan tidak bisa dipercayai! Saya mulai memeriksa semua hal yang pernah diajarkan kepada saya, dan jadi tahu Yesus tidak lahir pada 25 Desember, dan asal usul Alkitab tidak diketahui, dll. Saya jadi ateis. Lalu setelah 10 tahun, dan setelah pindah negara, akhirnya saya ketemu seorang Muslim, yg jelaskan bahwa Islam adalah agama logis.

Setelah saya belajar ttg Islam selama 5 tahun, saya merasa terpaksa menjadi Muslim karena hanya Islam yang masuk akal. Jadi, saya bisa masuk Islam gara-gara Sinterklas! Lebih tepatnya, setelah tahu Sinterklas itu adalah bohongan orang tua, saya sekaligus tinggalkan agama Kristen, sampai ketemu Islam, karena saya mencari kehidupan yang logis tanpa ada kebohongan. Saya yakin pada Islam karena hanya Islam yg masuk akal. Sedangkan Sinterklas tidak masuk akal! Terima kasih Sinterklas, karena membawa saya ke Islam!
-Gene Netto

Guru SD Dipecat Gara-Gara Menyebut Sinterklas Itu Tidak Ada
https://www.bbc.com

Tembok Pagar SD Roboh Timpa Siswa Tewaskan 2 Murid Sekolah, Sudah Lama Diingatkan Warga

Ketika saya belajar menjadi guru di Australia, pelajaran pertama, dan utama, yang diulangi terus-terusan, adalah harus ada fokus pada keselamatan siswa! Selalu. Setiap hari. Dalam semua kegiatan. Di semua tempat, termasuk di luar sekolah. Kata dosen, sangat tidak berguna kalau suatu hari kita bilang kepada orang tua, “Maaf Bu, anak anda tenggelam saat ikut acara sekolah ke kolam renang, tapi nilai matematika bagus ya!!” Keselamatan siswa selalu menjadi yg utama, dan selalu harus dipikirkan, oleh semua guru, setiap hari, sebagai prioritas. Jangan sampai anak dititip kepada kami untuk dididik, lalu mayat yg kami kirim kembali ke rumah orang tua.

Anak bisa jatuh sakit, sesak nafas, sakit dari makanan (keracunan atau alergi), jatuh dari ketinggian, jatuh di tangga, terdorong siswa lain, dihajar anak lain, ditimpa barang yang jatuh (seperti tembok, AC, lemari, dsb.) dan kalau dibawa ke luar sekolah, bisa ditabrak, tenggelam, dll. Kalau “tidak mau” memikirkan semuanya, demi keselamatan siswa, maka ada solusi yang sangat sederhana: Jangan Menjadi Guru!! Kalau berani sebutkan diri seorang “guru” maka ada tanggung jawabnya. Nomor satu: keselamatan siswa. Tidak ada lagi yang lebih tinggi.

Sayangnya di Indonesia, pelajaran seperti itu belum tembus ke kalangan guru. Sepertinya yang dipikirkan banyak guru malah nilai yang tinggi (prestasi) dan gaji guru. Keselamatan siswa belum menjadi prioritas. Setiap kali saya kunjungi sebuah sekolah, mata saya langsung soroti semua hal yang berbahaya, dan saya jadi sedih. Kalau saya berkomentar, jawaban guru2 adalah, “Belum ada yang mati pak. Nggak masalah!” Menunggu siswa mati dulu, baru terlihat “ada masalah”. Kasihan anak Indonesia. Kapan bisa dapat sistem pendidikan terkemuka di dunia?
-Gene Netto

Tembok Pagar SD Roboh Timpa Siswa Tewaskan 2 Murid Sekolah, Sudah Lama Diingatkan Warga
http://lampung.tribunnews.com

Di Negara Barat: Bapak Jadi Ibu, Ibu Jadi Bapak, Dan Anak Boleh Pilih Jenis Kelamin Sendiri

Seorang bapak di Inggris mau operasi untuk ganti kelamin dan menjadi perempuan. Karena sudah punya anak, Papa berubah menjadi Mama. Isterinya juga mau operasi, menjadi laki-laki. Jadi Mama berubah menjadi Papa. Anak laki-laki mereka, yang berusia 5 tahun, dikasih nama Star Cloud (Awan Bintang), dan orang tuanya membesarkan dia sebagai “seorang manusia” tanpa jenis kelamin, agar dia bisa pilih jenis kelamin sesuka hatinya, dan boleh menjadi anak laki atau perempuan kapan saja.

Ini kondisi nyata di negara barat sekarang. Mereka tidak percaya pada Tuhan, tidak percaya ada yang dilarang bagi manusia, tidak percaya pada gen dan jenis kelamin. Sesuka hati mereka, segala sesuatu boleh diubah. Dan masyarakat secara luas “dipaksakan” menerima kondisi ini. Kalau ada orang yang berani mengritik, orang itu yang dihujat dan disuruh jangan ikut campur dalam urusan pribadi orang lain. Orang yg melakukan semua perubahan ini harus didukung dan dipuji karena mau hidup dengan cara apapun yang mereka inginkan.

Sebagai seorang Muslim, ketika saya lihat kasus2 seperti ini, saya selalu berpikir ttg pengaruh dari Setan, yang bisa membuat manusia makin sesat dari jalan Allah, sehingga tidak lagi peduli pada agama apapun, dan tidak merasa kehidupan perlu aturan. Semoga pengaruh ini tidak berkembang di Indonesia.
-Gene Netto

Britain's first gender-fluid family prepare for total transformation as father Louise is set to become a woman and mother Nikki will become a man called Charlie
https://www.dailymail.co.uk

Komentar Tentang Umat Islam Di Indonesia

[Komentar]: Mungkin karena kita sdh terbiasa diindoktrinasi sejak kecil, sedangkan Pak Gene sdh dibiasakan berpikir kritis. Jadi akar masalahnya ada di mentalitas bangsa ini, bukan di agama. Agama apapun kalau mentalitas kita seperti ini ya nggak akan mengubah keadaan.

[Gene]: Ketika mengritik sesuatu di Indonesia, terutama sikap umat Islam, saya mau dikatakan tidak benar, dan diberikan ribuan contoh ttg kebenaran umat Islam dalam hal bersatu dan berjuang bersama untuk memajukan negara yang sangat makmur ini. Sayangnya, tidak pernah terjadi. Kondisi negara dan umat sekarang ini adalah hasil pendidikan. Di negara maju, orang non-Muslim bisa saling mendukung, tetapi sulit ditemukan di sini. Bedanya bukan pada kondisi ekonomi negara, tapi SIKAP. Ibaratnya dua orang dikasih bibit: orang di sana tanam dan menjadi kebun; orang Muslim di Indonesia masak, makan, lalu habis. Asalnya sama. Perbedaannya hanya sikap mental. Mau memikirkan masa depan, atau hanya memikirkan kepentingan diri sendiri pada saat ini?

Menurut saya, ulama, kyai, ustadz, dan orang tua Muslim perlu merasa malu atas umat yang kita hasilkan. Daripada pelajaran fiqih, kenapa tidak “back to basic”, yaitu kembali pada contoh dasar Rasulullah SAW. Umat dididik untuk menyebarkan kebaikan, kebenaran, kejujuran, dan kasih sayang karena itu yg lebih dibutuhkan. (Fiqih tetap penting, tapi bukan prioritas). Ada banyak hal yg rusak di negara ini, jadi kenapa kita tidak mau bersatu untuk memperbaikinya?

Di shalat jumat, ada khutbah yang “membosankan”, dan banyak orang setengah sadar, bahkan bisa tidur. Lalu apa ada perubahan dalam kehidupan umat Islam sesudah mendengarnya? Kalau “tidak”, kenapa khutbah dan ceramah seperti itu “dilestarikan”? Kalau kita mau menghasilkan umat Islam yang terkemuka di dunia, bagaimana kalau kita pikirkan perubahan sistem (ceramah dan pendidikan Islam yg berbeda)? Kita mengulangi hal yang sama, dan mengharapkan akan terjadi perubahan, walaupun terbukti terus hasilnya sedikit. Jadi siapa yang bisa mengubah umat Islam, kalau kita sendiri kurang peduli pada jangka panjang (bibit dimakan daripada ditanam), dan banyak ustadz hanya membahas teori, tanpa jelaskan bagaimana kita bisa wujudkan dalam kehidupan kita sekarang?
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
- Gene Netto

Orang Muslim Menghasilkan APA Untuk Kemajuan Umat Manusia?

Assalamu’alaikum wr.wb., Teks ini adalah bagian dari pelatihan pendidikan yang saya berikan utk 80 kepala sekolah di DKI. Kami membahas kondisi nyata, lalu membahas bagaimana kita bisa berubah dan melebihi orang barat, lewat pendidikan berkualitas dan motivasi bagi siswa untuk menjadi mandiri dan kreatif (daripada “diam dan taat”). Daftar ini sebagian kecil dari ribuan barang yang diciptakan oleh orang barat, yg dibeli dan dipakai di seluruh dunia. Seringkali, penciptanya menjadi kaya. Kenapa Umat Islam tidak bisa menghasilkan LEBIH dari orang barat yg non-Muslim? Apa Allah Maha Lemah? Atau umat Islam yang belum mau berubah, untuk menjadi pemimpin dunia?
Semoga bermanfat sebagai renungan. -Gene Netto

Daftar Barang Yang Diciptakan ORANG BARAT Dalam 150 Tahun Terakhir:

Listrik. Lampu. Mesin cetak buku. Radio. TV. Kulkas. Kipas angin. AC. Sepeda. Sepeda motor. Mobil. Mesin mobil. Truk. Kereta api. Pesawat. Mesin pesawat (jet engine). Kacamata. Jam tangan. Resleting untuk celana, rok, tas, dan koper. Komputer. Laptop. iPad. Musik Digital. CD. Flashdisk. Program komputer. Internet. WiFi. Google. Handphone. Google Maps. Satelit. GPS. Roket. Space Shuttle. Stasiun Luar Angkasa. Robot umum. Robot Industri. Robot medis. Kapal kontainer dan kontainer kapal. Kamera. Foto. Video. Kamera digital. Bioskop layar lebar. Pena (bolpoin). Senter. Bor listrik. Pengeras suara. Mikrofon. Speaker. Superglue. Kaleng. Makanan siap saji. Makanan & minuman yg awet. Mikrowave. Toaster. Hairdryer. Baterai. PULUHAN RIBU ALAT yang pakai baterai. Lampu LED. Termometer. Mikroskop. Vaksinasi yang hilangkan Cacar Variola (Smallpox) dan Polio. Anestesi. Suntikan. Kantong darah. Sarung tangan dokter. Ronsen (X-Ray). Ultrasound. MRI. Jantung buatan. Mesin By-Pass untuk operasi jantung. Alat bantu dengar. Gigi palsu. Kaki palsu. Tangan robot untuk manusia. Kalkulator. Mesin ATM. Mesin fotokopi. Printer. 3D Printer. Sidik Jari di kasus kepolisian. Klasifikasi DNA Manusia. Penangkapan kriminal berdasarkan DNA. Mobil elektrik. Laser. Drone. [Aplikasi Digital]: Facebook (1 milyar pengguna). WhatsApp (900 juta). Twitter. Instagram. Snapchat. YouTube. Uber. [Toko Online]: Amazon. Alibaba. EBay. PlayStore. PayPal.
Dan ribuan barang yang lain!

Daftar Barang Yang Diciptakan ORANG MUSLIM DI INDONESIA Dalam 150 Tahun Terakhir:

No. 1. ……

Ada 200 juta Muslim di sini. Hasilnya untuk kemajuan umat manusia = NOL. Apalagi kalau kita juga hitung 1,8 milyar Muslim di seluruh dunia. Hasilnya sama.

KENAPA BEGITU BERBEDA? Semua barang itu diciptakan, diproduksi, dan dijual ke dunia. Apa orang barat lebih hebat? Otaknya beda? Tidak. Mereka hanya aplikasikan apa yang dipelajari di sekolah dan di komunitas. Menjadi kreatif, menciptakan, membuat, menghasilkan, menjadi pemimpin. Membuat kemajuan untuk umat manusia (dan juga menjadi kaya). Apa orang Indonesia tidak bisa? BISA. Kuncinya cuma satu: PENDIDIKAN!
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
-Gene Netto

100 Verses from Al-Qur’an

1. Do not be rude in speech (3:159)
2. Restrain anger (3:134)
3. Be good to others (4:36)
4. Do not be arrogant (7:13)
5. Forgive others for their mistakes (7:199)
6. Speak to people mildly (20:44)
7. Lower your voice (31:19)
8. Do not ridicule others (49:11)
9. Be dutiful to parents (17:23)
10. Do not say a word of disrespect to parents (17:23)
11. Do not enter parents’ private room without asking permission (24:58)
12. Write down the debt (2:282)
13. Do not follow anyone blindly (2:170)
14. Grant more time to repay if the debtor is in hard time (2:280)
15. Don’t consume interest (2:275)
16. Do not engage in bribery (2:188)
17. Do not break a promise (2:177)
18. Keep the trust (2:283)
19. Do not mix a truth with a falsehood (2:42)
20. Judge with justice between people (4:58)
21. Stand out firmly for justice (4:135)
22. Wealth of the dead should be distributed among his family members (4:7)
23. Women also have the right for inheritance (4:7)
24. Do not devour the property of orphans (4:10)
25. Protect orphans (2:220)
26. Do not consume one another’s wealth unjustly (4:29)
27. Try for settlement between people (49:9)
28. Avoid suspicion (49:12)
29. Do good deeds of righteousness (2:277)
30. Do not spy or backbite (49:12)
31. Spend wealth in charity (57:7)
32. Encourage feeding poor (107:3)
33. Help poor people who do not beg (2:273)
34. Do not be miserly, or spend money extravagantly (17:29)
35. Do not invalidate charity with reminders (2:264)
36. Honor guests (51:26)
37. Order righteousness to people only after practicing it yourself (2:44)
38. Do not commit abuse on the earth (2:60)
39. Do not prevent people from mosques (2:114)
40. Fight only with those who fight you (2:190)
41. Keep the etiquettes of war (2:191)
42. Do not turn your back in battle (8:15)
43. No compulsion in religion (2:256)
44. Believe in all prophets (2:285)
45. Do not have sexual intercourse during menstrual period (2:222)
46. Breast feed your children for two complete years (2:233)
47. Do not even approach unlawful sexual intercourse (17:32)
48. Choose rulers by their merit (2:247)
49. Do not burden a person beyond his scope (2:286)
50. Do not become divided (3:103)
51. Think deeply about the wonders and creation of this universe (3:191)
52. Men and Women have equal rewards for their deeds (3:195)
53. Do not marry those in your blood relation (4:23)
54. Family should be led by men (4:34)
55. Do not be miserly (4:37)
56. Do not keep envy (4:54)
57. Do not kill each other (4:92)
58. Do not be an advocate for deceit (4:105)
59. Do not cooperate in sin and aggression (5:2)
60. Cooperate in righteousness (5:2)
61. ’Having majority’ is not a criterion of truth (6:116)
62. Be just (5:8)
63. Punish crimes in an exemplary way (5:38)
64. Strive against sinful and unlawful acts (5:63)
65. Dead animals, blood, the flesh of pigs are prohibited (5:3)
66. Avoid intoxicants and alcohol (5:90)
67. Do not gamble (5:90)
68. Do not insult others’ deities (6:108)
69. Do not reduce weights or measures to cheat people (6:152)
70. Eat and drink, but do not be excessive (7:31)
71. Wear good clothes during prayer times (7:31)
72. Protect and help those who seek protection (9:6)
73. Keep purity (9:108)
74. Never give up hope of Allah’s Mercy (12:87)
75. Allah forgives those who sinned because of ignorance (16:119)
76. Invitation to Allah should be with wisdom and good instruction (16:125)
77. No one will bear another person’s sins (17:15)
78. Do not kill your children for fear of poverty (17:31)
79. Do not pursue that of which you have no knowledge (17:36)
80. Keep aloof from what is vain (23:3)
81. Do not enter others’ houses without seeking permission (24:27)
82. Allah will provide security for those who believe only in Allah (24:55)
83. Walk on earth in humility (25:63)
84. Do not neglect your portion of this world (28:77)
85. Invoke not any other god along with Allah (28:88)
86. Do not engage in homosexuality (29:29)
87. Encourage what is right, forbid what is wrong (31:17)
88. Do not walk in rudeness through the earth (31:18)
89. Remember Allah often (33:41)
90. Allah forgives all sins (39:53)
91. Do not despair of the mercy of Allah (39:53)
92. Repel evil by doing good (41:34)
93. Decide on affairs by consultation (42:38)
94. Monastic way of life was not determined by Allah (57:27)
95. Do not repel the beggar (93:10)
96. Those who have knowledge will be given a higher degree by Allah (58:11)
97. Most noble of you is the most righteous (49:13)
98. Treat non-Muslims in a kind and fair manner (60:8)
99. Listen to Allah and obey Him (64:16)
100. Seek forgiveness from Allah. He is Forgiving and Merciful (73:20)

Tuesday, November 27, 2018

Puluhan Anak Laki-laki Dicabuli Pemilik Kios Game Online

Ditawarkan game online, wifi gratis, dan jasa pijit, mereka terima. Ditawarkan nonton film porno dan pelayanan “membesarkan alat kelamin” mereka terima juga? Kenapa banyak anak SMP bisa punya pemikiran bahwa kemaluan mereka perlu “dibesarkan”?
Bagi orang tua yang tidak setuju dengan “pendidikan seks”, ini salah satu hasilnya: Anak remaja yang BODOH. Mereka tidak pahami badan mereka sendiri. Jadi mereka dapat “ilmu” dari film porno dan teman. Seharusnya dididik oleh orang tuanya dan gurunya, sekaligus dikasih ajaran agama ttg perilaku yg benar dan salah. Anak bisa jadi korban karena orang dewasa di sekitarnya tidak mendidik mereka dengan benar!
-Gene Netto

Puluhan Anak Laki-laki Dicabuli Pemilik Kios Game Online
Oleh: Eviyanti, 25 November, 2018 - CILACAP, (PR).- Selama November 2018, Unit PPA Satreskrim Polres Cilacap telah membongkar kasus pelecehan seksual dengan korban mencapai 26 anak atau lebih, yang dilakukan oleh pelaku berinisial YES (34), warga Kecamatan Majenang. Sebagian besar merupakan siswa SMP.
“Tersangka dalam aksinya dengan mengiming-imingi jasa pijet, membesarkan alat kelamin dan memberikan jasa wifi gratis untuk bermain game online serta film porno” ujarnya. Kapolres memperkirakan jumlah korban masih bisa bertambah.
http://www.pikiran-rakyat.com

Monday, November 26, 2018

Apakah “Aman” Kirim Anak Muslim Sekolah Dan Kuliah Di Luar?

Assalamu’alaikum wr.wb. Ada yang anggap aman2 saja untuk kirim anak Muslim ke negara maju, untuk sekolah dan kuliah. Jawaban saya: Tergantung!! Saya selalu berikan prinsip yang sama kepada semua orang tua yang konsultasi kepada saya. KALAU mau kirim anak ke negara lain, pastikan dulu keimanannya sudah kuat di sini. Tanda-tandanya, dia mau shalat sendiri, walaupun orang tua tidak suruh, bahkan ketika orang tua tidak ada. Tidak pernah perlu dibujuk utk shalat. Mau ngaji sendiri tanpa disuruh. Dia mau membahas agama, tanpa ditanyakan, dsb. Kalau tanda2 seperti itu ada, insya Allah aman untuk kirim anak remaja atau pemuda ke negara barat.

Kalau sebaliknya, dia malas shalat dsb., dan selalu harus disuruh dan ditegor, jangan dikirim ke negara "maju". Nanti bakalan rusak di sana, karena dia akan beradaptasi dengan lingkungan di mana kebanyakan teman tidak beragama, atau tidak menjalankan agama (kebanyakan di sana Kristen KTP, atau ateis). Jangankan ke negara maju, ke kampus yang jauh saja (di luar kota) juga jangan. Hasilnya sama. Pergi ke Bandung sebagai Muslim, kembali setelah 4 tahun sebagai ateis. Saya sudah tangani banyak kasus spt itu, dan orang tua selalu mengaku anaknya kurang rajin shalat saat dikirim ke kampus yang jauh. Mereka berharap dia akan berubah di sana. Dan dia memang berubah, tapi menjadi ateis, bukan agamais.

Jadi kuncinya adalah jangan berharap anak anda akan berubah menjadi lebih baik dari sekarang di tempat lain. Itu keliru sekali. Lihat kondisinya sekarang, dan memutuskan berdasarkan apa yang anda lihat sekarang. Ibaratnya mau kirim petugas medis ke suatu wilayah untuk mengatasi sebuah wabah. Yang dikirim adalah dokter spesialis yang diketahui keahliannya, bukan anak SD yang baru belajar biologi dan juga malas kerjakan PR biologinya!

Kalau bukan ahli ibadah di sini, jangan berharap akan tumbuh menjadi ahli ibadah di sana. Bisa terjadi, tapi lebih umum sebaliknya. Ibadah di sana menjadi rusak, karena berada di lingkungan yg rusak. Sedangkan dokter ahli yg dikirim ke wabah, tidak ikut kena wabahnya, karena bawa ILMU dan tahu caranya untuk menjaga diri di tempat yg rusak. Anak Muslim yg tidak rajin shalat tidak sanggup melindungi diri dari kerusakan yg banyak di negara2 maju. Lebih baik dididik di sini, agar selamat di dunia dan akhirat.
Semoga bermanfaat bagi orang tua yang sedang berpikir utk kirim anak ke negar lain.
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
-Gene Netto

Enak Sekali Menjadi Agen CIA Di Indonesia Sekarang

Ketika melihat berita ttg “umat Islam” di Indonesia, saya lebih sering gelengkan kepala, daripada merasa “terpesona”. Kadang saya berpikir ttg agen intel asing dari CIA, Mossad, dll. yang ditugaskan untuk mengawasi dan mungkin juga merusak umat Islam agar tidak bisa bangkit dan menjadi pemimpin dunia. Tapi sebenarnya, mereka bisa ketawa2 dan pergi liburan saja, karena tidak perlu kerjakan apa-apa di sini. Umat Islam sudah pandai kacaukan diri sendiri.
Ada 200 juta Muslim yang tidak mau (atau tidak sanggup?) BERSATU dalam hal apapun. Untuk menentukan satu hal kecil saja bisa perang mulut, berkubu-kubu, dan saling menjatuhkan. Apalagi mengurus kepemimpinan umat dan negara…
Ternyata, umat kita tidak merasa malu dengan perjuangan Nabi, dan tidak mau bersatu untuk saling tolong menolong daripada saling menjatuhkan hanya demi harta dan kekuasaan dunia. Semoga Rasulullah SAW berada dalam kondisi tenang di kuburan, dan tidak tahu kondisi hidup umatnya. Semoga tidak ada malaikat yang ditugaskan lapor kepadanya. Kalau Nabi tahu ttg kita, Madina bisa banjir dari air mata Nabi…
Kapan kita akan siap bersatu dan maju bersama, dan bersaudara seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW?
-Gene Netto

Dinilai Ma'ruf Amin Tak Punya Tujuan Jelas, Ini Tanggapan PA 212
Reporter: Andita Rahma, Editor: Endri Kurniawati, Minggu, 25 November 2018
https://nasional.tempo.co

Friday, November 23, 2018

Banyak Suami dan Isteri Kurang Berkualitas, Tapi Bisa Belajar di Mana?

Saya lagi sibuk membalas beberapa pesan dari para isteri dan suami yang tidak bahagia dalam pernikahan. Dalam setiap kasus, terlihat pola yang sama: Yang menikah tidak punya pegangan agama Islam yang benar, dan tidak bisa menghargai manusia lain. Sebatas shalat 5 waktu dan ikut pengajian tidak cukup karena masih ada banyak hal yang perlu dipelajari bagi para calon, terutama ttg cara hidup bersama orang lain dan keluarganya.

Yang membuat saya heran adalah gambaran ttg suami dan isteri yang kurang berkualitas, yang tidak bisa diajak berkompromi, keras kepala, merasa selalu benar, merasa keluarganya lebih terhormat, atau lebih kaya, dan tidak mau buang2 waktu untuk pedulikan kondisi mertua. Baik suami maupun isteri ada yang bicara seperti itu. Sama2 dapat pasangan yang agungkan orang tua dan keluarga sendiri, dan menganggap rendah dan kurang bergengsi keluarga pasangan, padahal sama-sama Muslim. Kadang harta disebut2, kadang suku, kadang jabatan saudara, tapi polanya sama. Merasa diri lebih berharga. Apalagi ditambahkan komentar2 kasar ttg keluarga pasangan. Jadi walaupun belum lama menikah, satu pihak yg merasa kurang dihormati sudah memikirkan perceraian.

Saya ingin bertanya, “Kenapa menikah dgn orang yang kualitasnya rendah?” Tapi komentar begitu tidak bermanfaat, dan seringkali orang itu pernah berubah. Sebelum nikah super manis, setelah nikah tanduknya baru keluar. Jadi saya berpikir ttg kenapa ini terjadi terus dalam sekian banyak pernikahan? Sepertinya hanya ada satu masalah: Tidak ada tempat belajar menjadi suami-isteri!

Kalau mau bawa mobil, wajib belajar dan punya SIM karena mobil berbahaya dan bisa merusak kehidupan orang kalau ditabrak. Tetapi kalau mau menikah, dengan risiko bisa merusak kehidupan suami, isteri atau anak lewat pernikahan yg rusak, disuruh nikah saja dulu dan dianggap semua urusan akan beres sendiri nanti. Ternyata tidak. Banyak urusan muncul, dan suami-isteri itu sangat awam dan tidak pahami cara mengatasinya. Ini kegagalan pendidikan. Ada banyak ahli pendidikan dan guru agama di sini, tetapi tidak ada pendidikan sekolah ataupun progam nasional untuk BELAJAR menjadi orang tua berkualitas. Mungkin sudah waktunya kita memikirkan kualitas rumah tangga, dan program pendidikan parenting, sebelum tingkat perceraian tinggi menjadi hal yang sangat umum di Indonesia.
- Gene Netto

Wednesday, November 21, 2018

Siswi SD yang Yatim Piatu Keguguran di Kelas, Pelakunya Paman Sendiri

Nasib pahit bagi anak yatim di Indonesia! Jadi yatim piatu, tinggal sama paman, diperkosa, hamil, keguguran DI KELAS. Kenapa bisa terjadi? Pertama, tidak ada kepedulian dan pemantauan pemerintah terhadap anak yatim, atau anak disabilitas, dll. Kedua, banyak orang tidak belajar “empati” di sekolah atau di rumah. Orang dewasa sibuk kejar uang, dan anak disuruh kejar prestasi nilai tinggi. Tidak ada kelas “Tata Cara Menjadi Orang Tua”. Ketiga, tidak ada “pendidikan seks” untuk anak sejak SD.

Banyak orang dewasa salah paham, dan anggap pendidikan ttg fungsi biologis tubuh akan membuat anak gila seks bebas. Tetapi “pendidikan seks” utk anak lebih tekankan bahwa badan mereka TIDAK BOLEH DISENTUH orang lain yang tidak berhak, dan harus dilawan dan dilaporkan. Sayangnya, di saat ini, banyak anak jadi korban pemerkosaan di rumah tinggal sendiri, dan mereka tidak paham, dan takut laporkan, lalu jadi hamil.

Ini merupakan kegagalan pemerintah, kegagalan sistem pendidikan, dan kegagalan guru agama yang tidak utamakan pelajaran kemuliaan dan kasih sayang, di atas pelajaran fiqih saja. Semoga Indonesia bisa dapat pemimpin yang lebih pedulikan nasib anak yatim, dan ingin segera hentikan masalah pemerkosaan dan kekerasan terhadap anak di seluruh negara sebagai prioritas tinggi. Amin.
-Gene Netto

Siswi SD yang Anak Yatim Keguguran di Kelas, Pelakunya Paman Sendiri (Surabaya)
Senin, 19 November 2018 TRIBUN-VIDEO.COM - Seorang guru Sekolah Dasar di Surabaya melaporkan kasus pencabulan yang dialami siswinya pada polisi Kamis (8/11/2018). Dilansir Tribun Video dari Tribun Jatim, Kanit PPA Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni mengatakan bahwa siswi tersebut keguguran saat jam sekolah. "Korban hamil dan keguguran saat jam sekolah. Dari sana gurunya tahu dan melaporkan kepada kami," ujar Ruth Sabtu (17/11/2018).
Sehari pasca keguguran tersebut, polisi berhasil meringkus pelaku yang menghamili siswi SD tersebut pada Jumat (9/11/2018). Pelaku berinisial K (58) yang ternyata merupakan paman korban yang merawatnya sejak orangtua korban meninggal.
http://video.tribunnews.com

Monday, November 19, 2018

Diskusi Agama dengan Orang Buddha

Assalamu’alaikum wr.wb., Hari Minggu saya bertemu dengan orang Buddha dari Sri Lanka yang ingin belajar ttg Islam. Saya minta dia jelaskan agamanya, lalu saya jelaskan Islam kepadanya. Ketika dia jelaskan ajaran agama Buddha (tidak mencuri, tidak berbohong, tidak mencintai dunia ini, menahan hawa nafsu, tidak berzina, tidak menyakiti orang lain, dan seterusnya), saya senyum dan bilang, “Dalam Islam juga.”

Kami membahas apa mungkin Buddha seorang Nabi Allah, karena ajarannya mirip dengan isi Al-Qur’an dan ajaran Nabi Muhammad SAW. Dia berusaha jelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW ambil ajaran agama Buddha dan kemasnya menjadi Islam! Tapi setahu saya, tidak ada orang Buddha di sekitar Nabi, jadi dari mana bisa belajar? Menurut saya, lebih logis kalau Buddha dan Nabi Muhammad SAW dapat ajaran agama dari Tuhan Yang Maha Esa, lalu agama Buddha diubah setelah Buddha wafat (hilang). Dalam Al-Qur’an, dikatakan Allah kirim seorang nabi terhadap setiap kaum, jadi mungkin Buddha seorang nabi. Tetapi ajaran setiap nabi diubah setelah dia wafat. Hanya Islam yg tetap mengikuti kebenaran Al-Qur’an yg tidak pernah berubah.

Sayangnya, dia tidak percaya ada “Tuhan”, atau surga dan neraka. Ada reinkarnasi, yaitu pernah dilahirkan ribuan kali. Disebabkan dosa atau kebaikan di masa lalu, “karma” akan memberikan kebaikan atau keburukan sekarang. Kalau menjadi manusia sempurna, akan mencapai “nirwana” dan berhenti hidup (menjadi tidak ada). Saya tanya, apa lebih enak penderitan hidup berakhir dgn menjadi “tidak ada” atau hidup secara kekal dalam kebahagiaan? Dia setuju lebih enak hidup kekal dalam kebahagiaan. Saya minta dia menggunakan pemikiran logis karena saya yakin Islam adalah agama logis, karena berasal dari Tuhan, jadi bagaimana dengan ajaran agama Buddha?

Dia jelaskan bahwa karma adalah sebuah kekuatan abadi. Saya tanya, “kekuatan” seperti gravitasi, daya tarik magnet, cinta, dll.? Katanya kurang lebih begitu. Saya bertanya: Kalau karma tidak diketahui asal usulnya dan “ada” secara abadi, apa karma punya “kesadaran”? Manusia punya kesadaran, tapi daya gravitasi atau batu tidak punya. Kalau karma tidak punya kesadaran, bagaimana karma bisa memutuskan antara baik dan buruk? Gravitasi tidak bisa.

Secara logis, hanya suatu zat atau mahluk dgn “kesadaran” bisa menentukan. Apa yang menjadi dasarnya bagi “karma” untuk menentukan A baik dan B buruk? Kalau karma tidak punya kesadaran, kenapa karma peduli pada perbuatan manusia? Bagaimana karma bisa “maha tahu” ttg apa yang dilalukan dalam ribuan kehidupan seseorang, tanpa kesadaraan, lalu memutuskan bahwa dia perlu dihukum? Bagaimana karma bisa “memantaunya”, tanpa kesadaran? Saya minta penjelasan logis.

Kalau dia percaya ada kesadaran pada suatu “kekuataan abadi”, yang maha tahu ttg masa lalu dan masa depan, yang menentukan benar dan salah, yg mengirim seorang pembawa berita untuk jelaskan kita akan dihukum kalau salah dan dapat kebaikan kalau benar, maka saya SETUJU. Bedanya, dia sebutkan “karma” dan orang Muslim sebutkan “Tuhan”. Dan sebaliknya, kalau kekuataan itu setara dgn gravitasi dan tidak punya kesadaran, maka bagaimana “kekuatan” itu bisa maha tahu ttg manusia, dan bisa menentukan benar dan salah? Dan kenapa karma peduli? Dan kenapa dia mau berserah diri kepada kekuatan itu, kalau “karma” tidak punya kesadaran? Dia mengaku bingung dan tidak bisa berikan jawaban logis.

Saya tanya, KALAU bisa “bicara dengan karma”, mohon ampun atas dosa masa lalu, dan mohon kebaikan untuk masa depan, apakah dia mau bicara dengan karma? Dia bilang MAU. Lebih enak diampuni dan tidak dihukum. Saya jelaskan, orang Muslim bisa “bicara dengan karma” tetapi kami sebutkan “Tuhan” dan Tuhan punya kesadaran untuk mendengarkan kami. Jadi kalau mau “bicara dengan karma” yg punya kesadsaran, maka bisa dengan menjadi Muslim. Tidak perlu tunduk pada “keputusan karma” (yg tidak punya kesadaran), dan malah boleh MENGUBAH keputusan tentang masa depan dengan berdoa kepada Tuhan (yang punya kesadaran). Mau pilih yang mana?

Semoga Allah membuka akalnya, dan memberikan petunjuk dan hidayah kepadanya, dan menolongnya untuk menemukan kebenaran dalam Islam. Amin.
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto

Thursday, November 15, 2018

Kalau Negara Yang Tidak Beragama Bisa Maju, Buat Apa Agama?

[Pertanyaan]: Assalamu’alaikum wr.wb., Pak Gene, saya sering mendengar orang2 berpendapat kalau agama tidak dibutuhkan karena contohnya Jepang saja bisa lebih "civilized" tanpa agama.. bagaimana menanggapi hal seperti ini Pak?

[Gene]: Wa alaikum salam wr.wb., di Jepang juga ada agama, seperti Shinto dan Buddha. Tapi mereka tidak melakukan ibadah setiap hari, jadi mungkin tidak nampak. Sifatnya spiritual, bukan berdasarkan ibadah sehari-hari seperti shalat. Jadi kl kunjungi kuil, mungkin setahun sekali, atau pada perayaan tertentu.

Selain itu, mereka “berhasil” karena sangat peduli pada pendidikan dalam budayanya. Eropa juga sama. Sangat mendukung pendidikan dan penelitian. Sebaliknya di Indonesia, para pemimpin sangat mendukung korupsi, kolusi dan nepotisme. Jadi hasil yang berbeda dalam mengelola negara disebabkan sikap, budaya dan kepedulian terhadap pendidikan yang berbeda.

Lalu, bagaimana dengan agama? Agama punya dua sisi: dunia dan akhirat. Jadi agama juga (seharusnya) penting di dunia, tapi sayangnya sulit dilihat contoh kemajuan di tengah umat Islam, yang bisa dapat sorotan dari dunia. Agama dibutuhkan karena tanpa agama, kita hanya bisa akali aturan sosial dan negara sendiri, sedangkan kita bisa sangat salah dalam apa yang dibuat. Contohnya, kalau manusia berpikir sendiri, membantu kematian orang yg tua atau sakit (eutanasia) boleh2 saja. Aborsi dianggap kebaikan (daripada anak itu hidup dalam kemiskinan). LGBT dianggap benar karena merupakan hak pribadi. Dan banyak contoh lain. Tapi dalam hukum agama Islam, semuanya tidak boleh.

Jadi ada banyak pelajaran yang didapatkan dari hukum agama Islam. Dan kl kita ikuti hukum itu, dan juga prinsip2nya (seperti melindungi setiap nyawa), akan berikan kebaikan di dunia dan juga di akhirat. Sedangkan bagi orang2 yang tidak beragama, mereka merasa sudah mencapai kebaikan di dunia, tetapi nanti di akhirat mereka akan alami kerugian yang sangat besar. Karena apa yang mereka anggap “baik” di dunia ini akan dicap “kejahatan” oleh Allah di akhirat, dan mereka akan diwajibkan tanggung jawab, lalu dihukum dengan keras.

Jadi kalau dianggap agama tidak penting karena rakyat yang tidak beragama bisa maju, maka itu menjadi buktinya bahwa kita yang beragama perlu berusaha lebih keras untuk melebihi mereka. Contohnya, kalau korupsi di Indonesia 0,1%, DISEBABKAN kita Muslim dan tidak mau mencuri, maka saya jamin orang di negara maju, termasuk orang ateis, akan tertarik utk pelajari Islam. Sayangnya, korupsi di negara sekuler yang 0,1% dan di negara mayoritas Muslim hampir 100%. Jadi jelas dalam kondisi itu mereka tidak mau tahu ttg Islam dan hukumnya, karena kami sendiri yang belum berhasil membuktikan manfaatnya di dunia ini.
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
-Gene Netto

Kisah Tragis 3 Anak Yatim di Siantan, Dicabuli 3 Pamannya Bertahun-tahun

Nasib anak yatim di Indonesia. Bapaknya wafat, lalu ibu pergi ke Malaysia menjadi TKW, dan tidak kembali, malah menikah lagi di sana dan abaikan anak2nya. Ketiga anak itu dibesarkan oleh kakeknya, dan setelah kakek wafat, dititip sama pamannya. Bukannya melindungi, sang paman mulai perkosa keponakan yang yatim sejak usia 6 tahun, dan mendidiknya bahwa itu bentuk “kasih sayang” agar anak itu mau terima. Lalu dua paman lagi ikut-ikutan cabuli ketiga anak itu, sehingga menjadi kasus 3 anak yatim dicabuli 3 paman sendiri.
Nasib anak yatim di Indonesia. Seandainya ada pemimpin Muslim yang peduli pada anak yang paling lemah, dan mau membuat sebuah lembaga sosial yang bisa menjaga, memantau dan mensejahterakan anak yatim di seluruh negara. Kapan negara mayoritas Muslim ini akan mulai melindungi anak yatim? Untung Nabi Muhammad SAW tidak menjadi anak yatim di sini sekarang….
-Gene Netto

Kisah Tragis 3 Anak Yatim di Siantan, Dicabuli 3 Pamannya Bertahun-tahun, Tidur di WC Karena Ketakutan
Selasa, 13 November 2018 Laporan Wartawan Tribun Pontianak David Nurfianto,
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Tiga anak yatim yang masih bersaudara, FB (15), JT (12), dan RK (9) menjadi korban kebejatan dari paman-paman mereka sendiri. Bahkan hal itu dilakukan secara bertahun-tahun lamanya. Bahkan saking takutnya, ada di antara mereka yang sampai tidur di WC karena ketakutan.
Tiga orang paman yang tega terhadap ketiga keponakannya itu adalah AU, AK, dan AT.
http://pontianak.tribunnews.com

Kenapa Dosa Kita Dicatat Oleh Malaikat?

[Pertanyaan]: Kalau Tuhan Maha Tahu, lalu untuk apa catat mencatat dosa? Untuk apa perlu diadili?

[Jawaban]: Assalamu’alaikum wr.wb., Buat apa malaikat mencatat dosa kalau Tuhan sudah tahu? Sederhana. Di akhirat, kita disuruh baca sendiri tulisan itu. Bukan Tuhan yang marahi kita dan sebutkan semua dosa kita satu per satu. Tapi kita yang disuruh menjadi saksi terhadap diri kita sendiri. Bahkan mata, telinga, dan kulit kita akan diizinkan memberikan kesaksian (kalau kita masih mau protes). Kita diwajibkan baca sendiri dosa2 kita, dan mengaku bahwa kita telah terbukti tidak beriman dan berdosa. Lalu sudah jelas hukuman kita adalah neraka, dan kita sudah diberitahu dari sekarang.

Bayangkan kalau sebaliknya. Kita tiba2 menjadi sadar (lahir) sebagai manusia dewasa dan berada di neraka dan sedang disiksa. Apakah terima, atau protes? Saya kira semua orang pasti protes dan bertanya, “Kenapa saya ditaruh di sini padahal saya belum pernah berbuat salah?” Tuhan bisa menjawab bahwa sebelum Dia menciptakan kita, Dia sudah tahu kita akan berdosa, jadi daripada dibiarkan berdosa bertahun2, Dia ambil jalan pintas, dan buang kita ke neraka secara langsung, tanpa lewat proses hidup di bumi dulu.

Apakah kita terima? Saya yakin kebanyakan orang akan marah dan akan anggap Tuhan tidak adil. Kita tidak merasa pernah berbuat dosa, tapi sudah dihukum atas dosa itu. Tidak cukup bagi kita kalau Tuhan hanya mengatakan “sudah tahu” kita akan berdosa kl ditaruh di bumi. Kita akan minta “keadilan” yaitu kesempatan untuk berbuat baik dan benar dulu di bumi. Bukan langsung dihukum di neraka, tanpa pernah hidup di bumi dulu.

Jadi Allah menciptakan kita di sini. Dan berikan kita petunjuk lewat Nabi-Nya Muhammad SAW dan Al Qur’an, lalu Allah berikan kebebasan kepada kita untuk memilih antar yang benar dan salah. Dan semua pilihan kita dicatat sebagai bukti, agar nanti kita bisa lihat bukti itu sendiri, dan menyadari bahwa Tuhan telah adil terhadap kita, dan bukti perbuatan kita ada semua.

13. Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka.
14. “BACALAH KITABMU, CUKUPLAH DIRIMU SENDIRI PADA WAKTU INI SEBAGAI PENGHISAB TERHADAPMU”.
15. Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.
(QS. Al-Isra 17:13-15)

Semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto

Wednesday, November 14, 2018

Bebas Hukuman Mati, Parlemen Eropa Tawarkan Suaka ke Asia Bibi

Kalau anda tidak paham kenapa banyak orang barat tidak tertarik pada Islam, ini salah satu sebabnya. Seorang wanita Pakistan ribut dengan beberapa rekan kerja. Dia orang Kristen, dan rekan kerja itu Muslim. Asia Bibi pakai sebuah cangkir untuk minum (yang menurut mereka, kena najis karena dipakai orang Kristen), jadi mereka perang mulut dengan Asia Bibi, dan menurut ibu2 Muslim itu, Asia Bibi mengucapkan penghinaan terhadap Rasulullah SAW. Simsalabim, puluhan ribuan orang Muslim ingin membunuh Asia Bibi. Tanpa peduli pada bukti.

Kata Mahkamah Agung, tuduhan itu tidak terbukti, dan ketahuan ada sejarah di Pakistan menuduh orang lain menghinakan Islam, agar diserang oleh masyarakat. Di Indonesia, kalau mau jatuhkan seseorang dengan cara serupa, cukup menyatakan “Dia pendukung PKI”. Lalu dia harus berusaha buktikan diri bukan pendukung PKI. Bagaimana caranya? Coba anda buktikan sekarang anda bukan seorang pendukung PKI. Dan ketika anda sedang berpikir, ada ribuan orang Muslim yang berkumpul di luar rumah anda untuk membunuh anda...

Inilah “wajah umat Islam” di negara2 maju. Kaum yang tidak logis, tidak rasional, beremosi tinggi, ber-IQ rendah, tidak peduli pada keadilan atau hukum, dan lebih suka bunuh orang dulu dan cari kebenaran belakangan. Asia Bibi ini punya suami dan anak. Dan belum tentu dia ucapkan penghinaan terhadap Nabi. Tapi orang Muslim di Pakistan tidak peduli. Bahkan seorang gubenur yang berusaha membelanya (karena tuduhan tidak terbukti) juga dibunuh, dan pembunuhnya dianggap pahlawan agama.

Pembicaraan berakhir dengan pembunuhan, dan ancaman pembunuhan, tanpa bukti yang kuat (seperti rekaman video). Asia Bibi membantah terus bahwa dia pernah menghinakan Nabi, dan bilang ibu2 itu menuduhnya untuk menjatuhkan dia. Lalu dunia melihat umat Islam di sana bangkit untuk membunuh, tanpa perlu bukti kesalahan. Kenapa heran orang barat tidak tertarik pada Islam? Ini versi Islam yang mereka lihat terus. Dan banyak orang Muslim tidak mau introspeksi.
-Gene Netto

Bebas Hukuman Mati, Parlemen Eropa Tawarkan Suaka ke Asia Bibi
09/11/2018, 05:10 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia, JawaPos.com - Asia Bibi sudah keluar dari fasilitas penahanan di Punjab dan sekarang ada di Islamabad. Pembebasan perempuan yang dihukum mati atas tuduhan penodaan agama Islam itu diprotes keras kalangan radikal. Asia Bibi delapan tahun lalu dijatuhi hukuman mati dengan tuduhan melecehkan agama Islam. Namun minggu yang lalu Mahkamah Pakistan membatalkan hukuman mati itu dan menyatakan dia bebas.
https://jawapos.com

Tuesday, November 13, 2018

Bagaimana Saya Bisa Shalat Lima Kali Per Hari?

Assalamu’alaikum. Melakukan shalat 5x per hari sangat mudah. Caranya: Jangan dipikirkan terus dan laksanakan saja (Just Do It). Jika anda perlu toilet, apakah anda: A) mencari toilet? Atau B) mengabaikan perasaan perlu kencing itu berjam-jam? Kebanyakan orang akan mencari toilet ketika mereka membutuhkannya. Jadi, kalau bisa buang air kecil 5x per hari maka anda juga bisa shalat 5x per hari.

Allah membuat shalat 5 waktu wajib. Secara logis, hanya ada dua alasan: A) shalat TIDAK penting dan Allah hanya mau buang waktu kita saja; atau B) shalat SANGAT PENTING dan itulah sebabnya Allah membuatnya wajib! Sepertinya tidak logis kalau Allah mau habiskan waktu kita tanpa alasan apapun. Jadi shalat harus dianggap sangat penting bagi kita, walaupun kita kurang paham kenapa.

Banyak pekerjaan punya aturan wajib. Dokter harus melakukan persiapan yang lengkap sebelum operasi. Bagaimana kalau persiapan itu merupakan “pilihan”? Apakah anda mau izinkan dokter lakukan operasi pada tubuh anda kalau dia terlalu malas untuk melakukan semua hal yang wajib itu? Ada sebuah pihak yang berkuasa yg memutuskan bahwa persiapan itu wajib. Para dokter harus taat pada aturan.

Pilot dapat aturan wajib. Mereka harus periksa banyak hal sebelum tinggal landas. Bagaimana kalau persiapan itu merupakan “pilihan”? Apakah anda mau izinkan pilot menerbangkan pesawat anda jika ia terlalu malas untuk melakukan semua hal yang wajib itu? Ada sebuah pihak yang berkuasa yg memutuskan bahwa persiapan itu wajib. Para pilot harus taat pada aturan.

Kalau dokter abaikan aturan wajib, pasien bisa jatuh sakit atau mati. Kalau pilot abaikan aturan wajib, pesawat bisa alami keadaan darurat, atau kecelakaan. Jadi, apa yang kira-kira terjadi kalau seorang Muslim abaikan Aturan Wajib dari Allah, terutama shalat 5 waktu? Allah juga merupakan “Pihak Yang Berkuasa” atas umat manusia, dan dia membuat Aturan-Nya itu wajib karena suatu alasan!

Untuk dokter atau pilot, hal-hal buruk akan terjadi kalau mereka abaikan aturan yang wajib. Kalau orang Muslim abaikan shalat wajib, maka mungkin keimanannya akan menjadi “sakit” dan alami “kecelakaan”. Misalnya, kita terkena kanker, atau bercerai, atau dipecat dari pekerjaan kita. Kemudian, daripada berdoa kepada Allah, kita akan abaikan Dia karena keimanan kita “sakit”, dan kita mungkin akan alami “kecelakaan” dengan menjadi depresi. Tapi kalau keimanan kita kuat dan sehat, maka kita akan berpegang teguh pada Allah dan mohon Bantuan-Nya untuk mengatasi semua masalah kita.

Kita harus pilih: TAATI Allah, atau ABAIKAN Allah. Dan kalau kita tidak taat kepada-Nya, dan abaikan shalat wajib 5x per hari, maka itu setara dengan mengatakan kita tidak mau buang waktu kita untuk berdoa kepada-Nya! Lalu, mungkin pada suatu hari, kita akan teriak, “Allah, selamatkan aku!!” Bagaimana kalau Allah menjawab: “AKU TIDAK MAU BUANG WAKTU AKU UNTUK MENOLONG KAMU!” (Sama dengan sikap kita ketika kita tidak mau “buang waktu kita” untuk berdoa kepada Allah.)

Kita harus memilih hubungan yang kita inginkan dengan Allah. Apakah kita ingin menjadi hamba-Nya yang setia, yang mengikuti semua Aturan-Nya? Apakah kita mau lakukan shalat wajib 5x per hari agar Dia selalu memperhatikan kita? Atau apakah kita ingin taat kepada Allah hanya pada saat kita lagi peduli? Kita harus memilih sendiri. Namun, kalau kita tidak mau izinkan seorang dokter yang abaikan aturan wajib untuk lakukan operasi pada tubuh kita, dan tidak mau izinkan seorang pilot yang mengabaikan aturan wajib untuk menerbangkan pesawat kita, maka seharusnya kita juga tidak menjadi Muslim yang abaikan Aturan Wajib Allah. Jika kita abaikan Aturan Allah, maka keimanan kita akan menjadi “sakit” dan “kecelakaan”, pas pada saat kita paling membutuhkan Allah!

Jika anda sulit melakukan shalat wajib 5 waktu, maka anda hanya perlu BERDOA KEPADA ALLAH DAN MOHON BANTUANNYA!!! Pakai kata sendiri, misalnya: “Allah, tolong bantu saya untuk shalat wajib 5x per hari dan menjadi seorang Muslim yang baik. Amin”. Semudah itu saja. Allah tidak pernah mau berpaling dari kita. Hanya kita yang bisa berpaling dari Dia!

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk anda. Wassalamu’alaikum.
Gene Netto

On Facebook:
English: How Can I Pray Five Times Per Day?
https://bit.ly/2DieB57
Bahasa Indonesia: Bagaimana Saya Bisa Shalat Lima Kali Per Hari?
https://bit.ly/2Dj57qc

On Blog:
English: How Can I Pray Five Times Per Day? 

https://bit.ly/2ODkYSI
Bahasa Indonesia: Bagaimana Saya Bisa Shalat Lima Kali Per Hari?
https://bit.ly/2OH2xwu
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...