26 July, 2020

ANAK. INDONESIA. TIDAK. AMAN!!!

Mohon jangan abaikan berita di bawah ini. Mohon jangan mengatakan "bukan urusan saya", atau berpikir ini "bukan masalah umum, tidak usah takut". Semua anak, di semua kota, bisa menjadi korban, kapan saja, dan orang tua tidak pernah tahu sampai bertahun-tahun sesudahnya! Ini hanya 3 buah berita saja. Hanya dari 3 minggu terakhir. Hanya kasus dengan jumlah korban besar. Hanya kasus sodomi terhadap anak laki-laki. Berita ttg pencabulan terhadap anak masih banyak sekali yang lain (tapi kebanyakan orang tidak baca).

Mohon diingat bahwa anak anda tidak aman. Menjaga mereka terus, dan pastikan mereka dididik untuk menolak dan berontak dan lari kalau ada orang yang berusaha menyentuh kemaluan mereka, atau telanjangi mereka, atau mengancam mereka akan dipukul (kalau tidak nurut). Didik mereka untuk bela diri dan melawan siapa saja (bapak tiri, guru ngaji, guru les, satpam, kakak kelas, tetangga, teman Facebook, dll.) yang membuat mereka takut, dan berusaha buka celana mereka. Didik mereka. Karena dalam semua kasus ini, semua orang tua tidak sadar ada bahaya, lalu setelah anak menjadi korban selalu mengatakan, "Saya tidak menyangka!" Semoga Allah SWT berikan keselamatan kepada anak kita semua. Amin.
-Gene Netto

Cilacap - 22 Juli 2020

Iming-iming Game Online, Pria di Cilacap Sodomi 30 Anak di Bawah Umur
https://regional.kompas.com

Sukabumi - 6 Juli 2020

Update Kasus Sodomi di Sukabumi, Korbannya Jadi 30 Anak

https://jabar.tribunnews.com

Tangerang - 02 Juli 2020

Sekuriti di Tangerang Cabuli 14 Anak Laki-laki di Bawah Umur
https://republika.co.id

Kenapa Australia Fokus Pada Indonesia Terus? (No.2)

[Komentar]: Jadi sebenarnya perhatian Australia pada Indonesia lebih kepada geo-strategi dan geo-politik Australia ya om Gene?

[Jawaban]: Iya, sangat betul. Ini bagian dari Hubungan Internasional, Geo-Politik, dan Strategi Jangka Panjang setiap negara. Semua negara maju, dan banyak negara berkembang, melakukan hal2 itu terus, dan tidak pernah berhenti. Dalam 50 tahun, bisa fokus pada Indonesia, lalu bergeser ke Malaysia atau Korea, kembali ke Indonesia, atau pindah ke India. Yang tetap sama hanya satu: Selalu ada perubahan.

Perhatian suatu negara ke negara lain tergantung banyak faktor seperti: Kondisi politik; ekonomi lokal, internasional dan bilateral (antar dua negara); nilai kurs; perdagangan; suplai barang pokok seperti kayu, batu bara, katun, gandum, dll.; perubahan cuaca; pembukaan pelabuhan atau bandara baru; perang antar negara atau perang sipil; hubungan agama dan budaya yang berubah terus; perubahan UU dan pajak; kriminalitas seperti terorisme, serangan, ancaman, munculnya geng kriminal besar; kudeta atau kekuasaan militer di pemerintahan (mis. Thailand, Mesir, Myanmar); hubungan diplomatik yang berubah karena suatu kejadian; pembocoran rahasia negara (mis. dokumen rahasia bocor); gerakan separatis yang membesar; tawaran politik, bisnis atau perdagangan baru (mis. ada tawarkan bebas pajak utk satu negara atau perusahaan besar); dan sebagainya.

Hal seperti ini dipelajari dalam kuliah Hubungan Internasional, tapi orang lain juga bisa belajar sendiri. Caranya? Kita harus rajin baca berita mancanegara, dgn sikap tidak percaya pada semua info itu atau menolaknya. Semua informasi yang diterima masuk arsip di otak kita sebagai "wawasan" saja. Kalau ada suatu perubahan, semua informasi yang diterima sebelumnya harus disaring untuk mencari hal2 yang terkait, lalu kita membuat analisis. Hasilnya, kita jadi kurang lebih paham kondisi baru itu. Tapi kita tidak akan bisa pahami semua yang terjadi. Tetap saja ada info yang dirahasiakan oleh negara, lembaga, dan perusahaan besar.

Jadi ketika ada berita mancanegara tentang Indonesia, jangan curiga dulu. Terima saja, bandingkan dengan informasi dari sumber2 yang lain, berpikir dan membuat analisis dan berusaha mencari "kebenaran", walaupun info yang kita dapat terbatas. Kita harus menciptakan pendapat yang wajar berdasarkan data yang kurang, analisis yang kurang, dan dugaan logis tanpa selalu bisa buktikan benar atau tidak. Yang paling jelas hanya satu: Tidak ada yang dijamin jelas. Hahaha. Sekian saja. Semoga cukup jelas.
-Gene Netto

Bagian Satu: Kenapa Australia Fokus Pada Indonesia Terus? 

https://genenetto.blogspot.com

Kenapa Australia Fokus Pada Indonesia Terus?

[Komentar]: Australia ini terus menerus menyoroti Indonesia ada apakah...?

[Jawaban]: Kalau mau paham dengan benar, saya coba menjelaskan. Di Australia, ada mata kuliah yang fokus khusus pada Indonesia (juga terhadap Jepang, Cina dan Korea sebagai negara berpengaruh di Asia). Salah satu pelajaran bahasa asing di SD, SMP dan SMA yang paling meningkat adalah bahasa Indonesia. Jadi Indonesia dinilai penting di Asia. Di sini, banyak orang membuat perencanaan 1 minggu atau 1 bulan ke depan. Di sana, sangat umum utk membuat perencanaan puluhan tahun ke depan. Di pemerintahan, malah membuat rencana 30-50 atau 100 tahun ke depan.

Contoh, bangun jalan raya dari pusat kota ke pinggir. Empat jalur. Tapi tanah disiapkan menjadi 8 jalur. Tanah kosong disiapkan menjadi stasiun kereta api 30 tahun di depan. Apa artinya? Perencanaan masa depan Australia-Indonesia sudah dibuat sejak puluhan tahun yang lalu, dan di-update terus. Sudah diprediksi bahwa pada tahun 2030-2050, perdagangan terbesar untuk Australia dilakukan bersama Indonesia. Koneksi dibangun terus. Kerja sama di bidang bisnis, polisi, pemerintahan, pembangunan sekolah, dan banyak bentuk lain.

Kalau Indonesia kuat dan stabil, Australia berkembang. Sebaliknya, kalau Indonesia menjadi mirip Iran, atau Mesir, atau Libya, atau perang saudara seperti Suriah, Australia rugi sekali. Jadi politik Indonesia disoroti juga. Anies atau Jokowi bangkit menjadi pemimpin, dipantau. Dibuat analisis tentang setiap pemimpin, calon pemimpin, partai, lembaga, organisasi, dan diperiksa tujuannya, niatnya, keinginannya, afiliasinya, harapannya, arahnya, kerja samanya, hubungan dengan militer, dengan bisnis, dengan negara lain, dsb. Hal itu dilakukan di tingkat pemerintahan, universitas, media, ditambahkan juga tentara dan intelijen, yang semuanya menjadi informasi publik yang dibahas secara terbuka. Itu ciri khasnya negara demokrasi. Banyak perkara dibahas, dan ada kebebasan untuk membahasnya.

Jadi itu sebabnya Australia soroti Indonesia terus. Di media Australia, semua negara lain juga disoroti. Jadi tidak perlu curiga. Banyak orang Indonesia belum terbiasa dengan sistem "demokrasi" dan "media bebas" dan "hak bicara bebas". Masih ada pola pikir dari Orde Baru: Pihak lain adalah calon musuh, orang yang kritis patut dicurigai, lebih penting diam dan taat pada pemimpin daripada mengritik atau berbeda pendapat. Informasi tidak perlu dikaji atau dianalisis. Terima saja, lalu diam. Dan sebagainya. Itu bukan sistem demokrasi. Jadi coba buang semua asumsi buruk, dan terima informasi dan analisis tentang Indonesia dari mancanegara, tanpa merasa curiga terus. Coba berpikir, "Ini analisis yang menarik. Saya akan tambahkan ke wawasan saya, tanpa perlu diyakini ataupun ditolak. Hanya informasi saja!"

Sekian. Semoga bermanfaat.
-Gene Netto 


Bagian Dua: Kenapa Australia Fokus Pada Indonesia Terus? (No.2)
https://genenetto.blogspot.com

Komentar Tentang 305 Anak Jakarta Yang Diperkosa Orang Perancis

"Kemensos siap menampung korban apabila diperlukan untuk direhabilitasi sosial di beberapa balai," kata Menteri Sosial Juliari P Batubara.

Kalau Kemensos bisa menampung 305 anak sesudah mereka diperkosa, dan bisa berikan mereka makanan, baju, tempat tidur, bantuan terapi psikologis, dukungan, motivasi, dan pertolongan, KENAPA tidak dilakukan SEBELUM mereka diperkosa??

Kenapa petugas Kemensos atau Dinsos tidak turun ke jalan, bawa iPad, cari anak jalanan, ambil foto dan sidik jari, diskusi dengan mereka, kasih mereka kartu identitas (setara KIP) yang bisa mereka gunakan utk dapat makanan, tempat penginapan, dsb? Mereka bisa masuk database, dan dibantu kembali ke kota asalnya (kalau bersedia), dicari saudara, atau orang tua asuh, atau pesantren yang bisa menampung mereka. Kalau dikerjakan terus, insya Allah jumlah anak jalanan akan berkurang, dan bisa hilang. Kenapa menunggu 300 anak diperkosa dulu, baru serius untuk menolongnya?

Selain itu, saya juga heran kenapa orang bule itu bisa begitu masuk Indonesia berkali-kali. Apa tidak ada yang curiga terhadapnya? Imigrasi sepertinya kurang aktif, Polri juga, Kemensos juga. Tiga ratus anak diperkosa, tapi tidak ada satupun dari mereka yang langsung lapor ke polisi. Kenapa? Apa karena mereka jadi anggap polisi sebagai musuh, dan bukan tempat dapat pertolongan?

Polisi dan Kemensos seharusnya sudah tahu bahwa anak jalanan rawan menjadi korban. Kenapa tidak rajin kirim tim untuk cari mereka, periksa, tanya2, pastikan anak itu aman, dsb? Polisi bisa bersahabat dgn anak itu dan berusaha menolong mereka, daripada kejar terus dan ancam tangkap. Kejadian buruk ini menjadi bukti kegagalan sistem pemerintah dan Pemda yang berlapis-lapis. Kasihan anak Indonesia. Banyak yang tidak merasakan nikmatnya kemerdekaan RI!
-Gene Netto

Kemensos Siapkan Balai Rehabilitasi untuk 305 Anak Korban Pencabulan WN Prancis
https://www.merdeka.com


22 July, 2020

Bagaimana Caranya Hadapi Orang Tua Yang Selalu Marah?

[Pertanyaan]: Bagaimana cara ngadepin orang tua yang suka marah, dan tidak bisa kontrol emosi? Orang tuaku suka marah-marah, ngeluh, aku dengernya pusing, jadi capek!

[Jawaban]: Ini suatu hal yang cukup umum. Banyak orang tua tidak pedulikan cara mereka berkomunikasi sama anaknya. Mereka anggap anak yang "harus mengerti" dan menyesuaikan diri. Orang tua merasa tidak bisa berbuat salah, dan selalu anak yang salah. Mereka lepaskan tanggung jawab pribadi. Tetapi dengan orang lain, mereka bisa "jaga diri", berhati-hati, bertanggung jawab, dan cepat minta maaf kalau ada miskomunikasi. Sayangnya, terhadap anak tidak mau. Anda perlu hormati orang tua dan bersabar, tapi ada batasnya. Misalnya, orang tua yang membuat anaknya depresi sampai mau bunuh diri tidak bisa dikatakan "benar".

Rasulullah SAW bersabda, “Bila seorang dari kamu sedang marah hendaklah diam.” (HR. Ahmad)

Seorang sahabat berkata kepada Nabi SAW, “Ya Rasulullah, berpesanlah kepadaku.” Nabi SAW berpesan, “Jangan suka marah (emosi).” Sahabat itu bertanya berulang-ulang dan Nabi SAW tetap berulang kali berpesan, “Jangan suka marah.” (HR. Bukhari)

Mungkin obatnya hanya satu: Mendalami agama. Orang tua perlu mulai belajar dengan ustadz untuk menahan rasa marah. Juga tidak boleh mengeluh terus, dan harus berusaha bersyukur. Kita perlu lihat orang di bawah, yang lebih sulit kehidupannya, lalu bersyukur. Dan ketika kita banyak bersyukur, Allah akan menambahkan kenikmatan bagi kita.

7. Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (QS. Ibrahim 14:7)

Orang tua anda perlu belajar berdzikir, tambah ibadah, pelajari dan mengamalkan Al Qur'an, menyantuni anak yatim, dan selalu ingat bahwa dunia ini sementara saja. Mereka sedang diuji oleh Allah. Jangan sampai mereka gagal karena tidak mau bersyukur.

Suatu hari seorang laki-laki datang mengadu kepada Rasulullah SAW tentang hatinya yang keras (qaswatul qalb). Nabi menjawab: "Usaplah kepala yatim, dan berilah makan orang miskin." (HR. Al Hakim)

Mungkin sulit untuk ajak mereka belajar, tapi coba pelan2. Coba undang ustadz ke rumah, ajak saudara, dan membuat pengajian rutin. Minta ustadz itu mendidik orang tua agar menahan kemarahan, banyak bersyukur, dan membangun keluarga sakinah. Dan anda juga harus bersyukur dan tidak mengeluh. Coba memikirkan anak yatim yang akan senang sekali kalau bisa dimarahi ibunya sekali saja karena sudah lupakan suara ibunya seperti apa.

Banyak bersabar. Jangan menjadi marah. Kalau sulit tahan, pergi dari rumah sebentar dan cari ketenangan. Diskusi dengan orang tua dan jelaskan bahwa anda merasa sakit hati ketika mereka marah. Jelaskan ajaran Nabi SAW untuk menahan kemarahan. Dan doakan mereka dan minta Allah mengubah sikap mereka menjadi lembut dan Islamiah. Kalau Allah menghendaki, mereka bisa berubah dengan cepat. Semoga bermanfaat.
-Gene Netto

17 July, 2020

Di Tengah Pandemi Corona, Kenapa Tawuran Jalan Terus?

Ada yang bisa hubungi para remaja dan pemuda Indonesia? Tolong tanya apa mereka sadar ada pandemi virus corona di seluruh dunia? Sepertinya mereka tidak paham, karena ternyata tawuran jalan terus. Ketika banyak manusia terancam mati dengan sia-sia setelah kena virus, anak ini malah sibuk bunuh-bunuhan di jalan. Seharusnya anak yang ditangkap polisi dipaksa menjadi petugas kebersihan di rumah sakit selama 1 tahun. Tanpa dikasih masker, karena mereka tidak takut mati. Lebih baik mereka mengabdi di rumah sakit dan siap mati di situ saja, daripada dokter dan perawat yang mati terus.

Siapa orang tua anak ini? Anggota keluarga besarnya seperti apa? Siapa gurunya? Siapa tetangganya? Kenapa mereka siap bunuh-bunuhan di jalan terus? Apa yang mereka cari? Dan siapa yang gagal mendidik mereka untuk peduli pada masa depan? Daripada menjadi anak yang penuh rahmat bagi kemajuan Indonesia, mereka sibuk menjadi calon pembunuh. Kenapa?
-Gene Netto 

Polisi Amankan 11 Pelaku Tawuran di Banda Aceh
17 Juni 2020 Aceh
https://www.tagar.id

Seorang Pelajar SMP Tewas dalam Tawuran Tengah Malam
16 Juli 2020 Cileungsi, Kabupaten Bogor
https://www.pikiran-rakyat.com

Tangan Pelajar SMK di Karawang Putus Disabet Senjata Tajam Saat Tawuran
16 Juli 2020 Karawang
https://www.merdeka.com

Pelajar Bersenjata Golok Batal Tawuran di Yogyakarta
16 Juli 2020 Yogya
https://www.tagar.id

Tawuran dan Lempari Mobil Melintas di Tol Makassar, 8 Remaja Ditangkap
15 Juli 2020 Makassar, Sulawesi Selatan
https://news.detik.com

Viral Tawuran Remaja di Surabaya yang Bawa Sajam dan Petasan
13 Juli 2020 Surabaya
https://news.detik.com

Tawuran di Bekasi Tewaskan 1 Orang
13 Juli 2020 Bekasi
https://news.detik.com

Warga Bubarkan Tawuran Pelajar di Pasar Legok Tangerang
13 Juli 2020 Tangerang
https://www.bantennews.co.id

Saling Ejek di Media Sosial, Remaja di Jakarta Pusat Bertemu Lalu Tawuran, 1 Orang Tewas
8 Juli 2020 Gambir, Jakarta Pusat.
https://www.tribunnews.com

Polisi Tangkap Anggota Geng yang Tawuran di Daan Mogot
06 Juli 2020 Jalan Daan Mogot, Grogol Petamburan, Jakarta Barat
https://megapolitan.okezone.com

06 July, 2020

Berapa Banyak Anak Indonesia Tenggelam Setiap Tahun?

Kalau anda punya anak, tolong ajarkan mereka cara berenang, sejak usia TK atau SD. Minimal mengajarkan mereka cara menapung di air dan tidak panik, agar tidak tenggelam. Selama beberapa minggu, terasa ada banyak berita tentang anak yang tenggelam. Saya penasaran dan cari di Google. Ini hasilnya dari tujuh hari terakhir saja. Dan ini hanya kasus anak usia 18 tahun ke bawah. Ada sekitar 20an berita lain tentang pemuda dan dewasa.

Setiap tahun berapa banyak anak Indonesia tenggelam? Apa ada pihak yang cukup peduli untuk kumpulkan datanya? Kenapa tidak ada yang berubah? Program renang untuk anak sekolah tidak dikembangkan? Minimal bisa dibuat program pendidikan utk membuat anak selalu waspada ketika berada di wilayah sungai, bekas galian, saluran air, sawah, waduk, water park, dan pantai. Kenapa ratusan anak harus tenggelam secara sia-sia setiap tahun? Sering ada berita ttg anak yg tenggelam di bekas galian, tapi PT yang tinggalkan galian itu tidak kena sanksi hukum. Kasihan 80 juta anak Indonesia yang tidak menjadi prioritas pemerintah. Anak siapa yang harus tenggelam sebelum para pemimpin mau mulai peduli?
-Gene Netto


Mandi di Sungai Musi, Bocah 7 Tahun Tenggelam
Senin, 6 Juli 2020 - Palembang
https://www.merdeka.com

Asyik Mandi di Pinggir Sungai Kampar, Seorang Pemuda Terseret Arus dan Tenggelam
Senin, 6 Juli 2020 - Desa Batu Belah, Kampar - Riau
https://pekanbaru.tribunnews.com

Pelajar SD Yang Tenggelam di Sungai Pengkadan Kapuas Hulu Meninggal Dunia
Minggu, 5 Juli 2020 - Kapuas Hulu, Kalimantan Barat
https://pontianak.tribunnews.com

Bocah 9 Tahun Tenggelam Di Sungai Muara Baru Kayuagung
Minggu, 5 Juli 2020 –  Desa Muara Baru, Ogan Komering Ilir (OKI)
https://www.radarsriwijaya.com

Bermain di Sawah, Bocah di Candipuro Ditemukan Tewas Tenggelam
Jul 05, 2020 - Desa Karyamulya Sari, Candipuro, Lampung Selatan
https://www.lampost.co

Hilang Selama Satu Hari, Mahmud Ditemukan Tewas Tenggelam
Minggu, 5 Juli 2020 - Sungai Dusun Pangkal Raya, Sungaiselan, Bangka Tengah, Pulau Bangka
https://belitung.tribunnews.com

Cari Kerang Sungai, Bocah di Pandeglang Hilang Tenggelam
Minggu (5/7/2020 - Sungai Cimanis, Sobang, Pandeglang
https://kabar6.com

Terpeleset Saat Selfie, Pelajar Tewas di Curug Dengdeng Tasikmalaya
05/07/2020 -Wisata Curug Dengdeng, Tasikmalaya
https://www.harapanrakyat.com

Asyik Bermain di Sungai, Bocah 9 Tahun di Poso Hilang
05 Jul 2020 – Poso, Sulawesi Tengah
https://www.liputan6.com

Hilang 3 Hari, Bocah 8 Tahun Tewas Tenggelam Sungai Saddang Tana Toraja
Sabtu, 04 Jul 2020 - Sungai Saddang, Tana Toraja, Sulawesi Selatan
https://news.detik.com

Bermain Perahu di Sungai, 2 Anak Tewas Tenggelam
Jul 04, 2020 - Kecamatan Pakel, Tulungagung, Jawa Timur
https://jatimtimes.com

Pemuda Asal Pangandaran Tewas Tenggelam di Sungai Ciseel Ciamis
04/07/2020 - Mangunjaya, Pangandaran, Jawa Barat
https://www.harapanrakyat.com

Korban Tenggelam di Sungai Batu Penyu Denpasar Ditemukan Meninggal
Jumat, 3 Juli 2020 - Sungai Batu Penyu, Denpasar, Bali,
https://bali.tribunnews.com

Dua Bocah Tenggelam di Pantai Lalampu, Satu Meninggal Dunia
3 Juli 2020 - Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah
https://www.iglobalnews.co.id

Baru Dibuka, Bocah 7 Tahun Mati Tenggelam di Waterpark Kali Palung
1 Juli, 2020 – Sakra, Lombok Timur
http://lombokita.com

Tenggelam di Laut Sibolga, Remaja 17 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia
Selasa, 30 Juni 2020 - Sibolga, Sumatra Utara
https://medan.tribunnews.com

Pelajar SD tewas tenggelam di Pantai Labuhan Haji
Selasa, 30 Juni 2020 - Labuhan Haji, Lombok Timur
https://kicknews.today

04 July, 2020

Shalat Jaga Jarak, Apa Bisa Dapat Pahala Berjemaah?

[Komentar]: Saya yg awam bingung kalo sholat berjarak seperti itu apa diterima pahala nya...? Kan kita disuruh rapatkan syaf dalam sholat.

[Jawaban]: Assalamu’alaikum wr.wb. Tidak perlu bingung. Itu fungsinya ulama untuk memberikan keterangan dan pengarahan, pada saat suatu keadaan muncul yang tidak dibahas di dalam Al Quran dan tidak dibahas oleh Nabi SAW. Jadi utk kasus virus menular, yang sekarang ketahuan menyebar dari orang ke orang ketika berdekatan, ulama ambil jalan terbaik, dan tetap menjalankan shalat Jumat, tapi dgn syarat pakai masker, dan jaga jarak antara orang. Ini haknya ulama untuk membuat fatwa seperti itu, dan tidak dilakukan secara asal. Ada ilmu di belakangnya.

Dan bagi orang yang takut masuk masjid (mungkin karena tua atau sakit), atau tidak kebagian tempat di dalam masjid karena penuh, maka mereka boleh gantikan shalat Jumat dgn dzuhur di rumah. Hukum itu sudah berlaku dalam banyak keadaan, spt utk musafir (dalam perjalanan), utk orang sakit, orang yang ketiduran, orang yang tidak bisa hadiri shalat jumat karena jauh atau kerja, dsb.

Jadi insya Allah tidak ada masalah. Dan utk persoalan pahala, tidak perlu dipikirkan. Yang tahu kita dapat pahala atau tidak, dan jumlahnya berapa, hanya Allah. Jadi kita harus ikuti arahan dan fatwa ulama: Kita berniat shalat berjemaah, dan Allah akan tentukan sendiri pahalanya bagaimana. Bukan tugas kita dan juga di luar kemampuan kita utk hitung2 pahala yang "pasti" didapatkan dari setiap ibadah atau kegiatan. Manusia tidak ada yang sanggup menilai atau menghitung pahala sendiri seperti kita hitung uang di dompet. Jadi kita kembali lagi ke prinsip dasar fiqih: "Segala sesuatu ditentukan oleh Niatnya!"

Jadi tetap tenang. Melakukan yang terbaik. Berniat melakukan shalat yang sesuai arahan ulama, dan tidak usah peduli pada pendapat orang yang membantah dan mengritik dan merasa paling paham agama sendiri, padahal ilmu mereka itu kecil sekali dibandingkan ulama kita. Tugas kita adalah mengikuti ulama, bukan mengikuti orang yang tidak kenal di medsos. Semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum wr.wb.
Gene Netto

03 July, 2020

Renungan Shalat Jumat: Kenapa Disia-Siakan?

Assalamu’alaikum wr.wb. Hari ini saya ikut shalat Jumat. Terlihat kebanyakan orang jaga jarak 1m dari orang lain tapi ada juga beberapa pemuda yang duduk berdekatan seperti biasa. Sekitar 90-95% dari orang yang hadir pakai masker, tapi banyak anak dan pemuda tidak pakai, dan ada yang gantung di leher saja.

Saya kira tema khutbah akan disesuaikan dengan kondisi darurat pandemi global, karena jemaah perlu diingatkan untuk jaga protokol kesehatan, pakai masker, dsb. Dan kita perlu diingatkan untuk banyak bersedekah, dan utamakan anak yatim dan dhuafa, orang yang di-PHK, dan pedagang yang tokonya tutup 3 bulan. Tapi ternyata temanya standar saja, tentang "keselamatan dunia dan akhirat" dsb. Setelah keluar dari masjid, saya tidak bisa ingat satu kata pun dari khutbah itu. Yang terasa berbeda dari shalat Jumat zaman dulu hanya khutbah yang lebih singkat beberapa menit saja, dan ada jarak antar orang 1m.

Terasa sekali bahwa kesempatan memberikan arahan kepada ribuan Muslim terlewat begitu saja dan menjadi sia-sia. Khatib bisa berikan semangat kepada jemaah untuk memperkuat ibadah, dan merenung ttg kondisi negara dan dunia. Kenapa dunia dikasih ujian dan hukuman yang berat bagi milyaran manusia sekaligus? Tapi tidak ada pembahasan seperti itu. Mungkin sudah sikap standar khatib setiap Jumat: Ambil teks dari lemari, berikan khutbah, terima amplop, dan pulang; tugas selesai! Tidak dipikirkan secara dalam tentang apa yang perlu diperhatikan oleh umat, di tengah pandemi global.

Kalau ustadz tidak memberikan pengarahan pada saat dibutuhkan, bagaimana umat Islam bisa menemukan hikmah dari apa yang kita alami sekarang? Apalagi khutbah begitu membosankan (seperti biasa) sehingga banyak orang tundukkan kepala, setengah sadar, tidur, atau main HP! Umat Islam perlu memikirkan kondisi dunia saat ini. Kita perlu bersatu dengan benar, dan saling peduli satu sama lain. Sangat disayangkan kalau ada ustadz yang abaikan kesempatan untuk memberikan pengarahan.

Dunia ini singkat. Dan banyak Muslim sudah terlihat cuek pada pandemi, dan juga cuek pada yatim dan dhuafa yang sangat menderita pada saat ini. Semoga kita bisa segera sadar untuk bangun persatuan yang benar, dan semoga Indonesia bisa bangkit sesudah krisis ini dan menjadi pemimpin dunia, dengan umat Islam yang kuat dan sejahtera, dan selalu di dalam rahmat Allah. Amin.
Wassalamu’alaikum wr.wb.
Gene Netto

01 July, 2020

Pemuda di Bangka Cabuli Belasan Anak Sejak 2018

Tadi saya mau abaikan berita ini karena merasa sudah baca kemarin. Seorang pemuda sodomi belasan anak, dalam 2 tahun terakhir, dan polisi baru dapat laporan dari 4 korban. Sudah saya baca. Kejadiannya di Sukabumi kemarin. Tiba2 saya jadi sadar: Lokasinya di Kabupaten Bangka. Bukan Sukabumi. Saya cek lagi berita dari Sukabumi, karena begitu tidak yakin (apa wartawan salah tulis nama kota?) Ternyata dalam kasus di Sukabumi, polisi sudah visum 4 korban dan pelakunya mengaku ada 19 korban. Dan di Bangka, polisi baru terima laporan dari 4 korban, dan pelakunya mengaku ada belasan korban tanpa jumlah pasti. Beda satu hari saja dan sudah ada dua buah berita ttg 30-40 anak Indonesia yang disodomi oleh dua pelaku, di Sukabumi dan di Bangka.

Coba berpikir sejenak. Berapa banyak anak di seluruh Indonesia juga disodomi hari ini, dan belum berani bicara sama orang tua atau guru? Sayangnya, banyak orang tua dan guru tidak bertanya, dan pembahasan seks dihindari karena membuat orang tua malu. Jadi mungkin ada orang tua yg sadar anaknya tiba2 berubah, menjadi murung, atau cepat marah, malas sekolah, dll. Tapi orang tua dan guru hanya menjadi marah saja. Mereka tidak bertanya dengan kasih sayang ttg apa yang dialami oleh anak itu. Jadi anak itu diam berbulan-bulan, atau bertahun-tahun.

Tolong perhatikan semua anak yang anda kenal, baik saudara dan juga tetangga. Jangan berasumsi mereka akan aman terus. Anak perempuan dan anak laki-laki sama-sama berada dalam bahaya. Kita harus waspada, dan tanyakan keadaan anak, terutama kalau sikap mereka berubah. Setiap kali anak mau pergi, dan setelah pulang, tanya secara jelas (dgn sikap baik dan lembut) tentang kegiatannya, dan tanya mereka ketemu siapa, dan apa yang dilakukan. Selalu mendidik anak laki dan perempuan untuk melawan siapa saja yang ancam mereka, dan lapor ke orang tua. Mendidik mereka utk tidak izinkan orang lain sentuh kemaluan atau pantat mereka, dan kalau ada yang coba, harus lawan dan lapor. Orang tua tidak boleh berasumsi anak akan oke saja setiap hari ketika mereka pergi bermain.
-Gene Netto

Pemuda di Bangka Cabuli Belasan Anak sejak 2018, Ketagihan karena Sering Hubungan Intim dengan Waria

Selasa, 30 Juni 2020 - TRIBUNNEWS.COM - Pria bernama Fitra Deswanto (25) menjadi pelaku pencabulan belasan anak di Kecamatan Simpang Katis, Kabupaten Bangka. Fitra sudah melakukan aksi bejatnya ini sejak tahun 2018. "Sudah dari tahun 2018, sudah belasan anak," ujar Fitra, Selasa (30/6/2020) kepada Bangkapos.com.
https://www.tribunnews.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...