Thursday, October 26, 2017

Video Korban Tewas Ledakan Gudang Petasan: Apa Tidak Ada Hati Nurani?



Baru jadi berita, sudah tersebar video korban lewat WA. Terlihat belasan mayat dgn komentar orang yang masuk ke lokasi. (Tanpa dihalangi polisi atau petugas pemadam kebakaran, atau jangan2 yang merekam justru mereka sendiri?!). Sungguh menyedihkan. Kepedulian terhadap kehormatan manusia lain sangat minim. Melihat mayat yang terbakar, tanpa pedulikan itu saudara orang lain, langsung direkam dan dikomentari ttg betapa hancurnya badan itu, sambil medekati mayat utk menunjukkan kerusakan tubuhnya. (Belum lihat usus manusia hari ini? Tunggu sebentar…!) Lalu disebarkan ke semua teman lewat WA…

Yang penting ada kehebohan. Dan bukan dosa kan? Kalau ada video laki dan perempuan berpelukan dan ciuman (misalnya di saat mau berpisah), mereka akan dihujat dengan keras, walaupun pelakunya suami-isteri. Tapi kl ada yg mau menunjukkan badan manusia yang hancur, tidak menjadi masalah sama sekali dan mau disebarkan secepatnya. Dalam satu hari, berapa banyak anak kecil akan melihat video mayat2 itu? Dalam seminggu?

Kekerasan telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di sini, tanpa rasa bersalah. Tapi kasih sayang dan cinta dilarang tampil di depan umum, walaupun oleh suami-isteri. Tabo. Mau lihat mayat yang hancur aman-aman saja. Masa depan masyarakat di sini seperti apa, ketika kasih sayang biasa antara suami-isteri dilarang terlihat, tapi mayat manusia yg hancur dianggap tontonan yang menarik? Apakah tidak takut rakyat di sini menjadi kaum yang keras, tanpa memiliki hati yang lembut?
-Gene Netto

Sunday, October 22, 2017

Rekor Baru Di Indonesia!!


Anak-anak Indonesia makin berprestasi! Ada rekor baru di dunia pemerkosaan bergilir, dari 28 pemuda dan remaja yang bersedia berdiri lama dengan sabar dan ikhlas untuk dapat kesempatan memperkosa seorang anak usia 13 tahun. Rekor sebelumnya adalah siswi SMP yang diperkosa bergilir oleh hanya 14 laki-laki, di Kendari, Sulawesi Tenggara.
Tapi sekarang sudah ada pemegang rekor baru. Disebabkan binaan berkualitas dari orang tua, pendidikan berkualitas dari guru sekolah, ilmu agama yang tinggi dari para ahli agama, dan kepedulian tinggi dari saudara dan tetangga yang mulia, anak-anak ini sudah belajar untuk bersabar dan antrian dengan tertib dan tenang. Mereka saling menghormati satu sama lain, dan menunggu dengan baik sampai saatnya dapat hak untuk maju dan memperkosa anak perempuan itu. Setiap senin pagi ada latihan baris-berbaris di sekolah, jadi mereka sudah terlatih untuk berbaris lama dan menunggu dengan sabar. Kali ini bukan utk hormati bendera, tapi untuk menghargai dan mehgormati teman mereka yang menyediakan seorang anak perempuan untuk diperkosa.
Syukur, bukan anaknya orang elit yang diperkosa jadi kita boleh tenang. Cukup kita ucapkan mantra nasional Indonesia, “Memprihatinkan ya!” lalu berita ini boleh dilupakan. Dan bukan anak saya yg diperkosa, jadi bukan urusan saya.
-Gene Netto

Tuesday, October 17, 2017

Sulit Dapat Terjemahan Al-Qur’an di Situs Kemenag? Buat Apa Ada Kemenag?



Kemarin saya sudah tulis ttg buruknya situs Kemenag dalam menyediakan Al-Qur’an (penuh kesalahan ketik). Tadi saya cek lagi. Kalau mau lihat terjemahan seluruh Surah, ternyata tidak bisa. Ada link sebelah kiri utk pilih surah. Ketika klik dan pilih Surah, yang didapatkan hanya Bahasa Arab saja.

Kalau mau lihat terjemahan satu ayat saja, harus ditulis dalam kotak search (misalnya, 1:1 utk Al Fatihah ayat 1), lalu dikasih sebatas satu ayat itu, tanpa yang lain. Kalau coba buka bagian tafsir, juga hanya bisa lihat terjemahan satu ayat saja, dgn tafsir. Jadi kalau mau gunakan situs ini utk baca terjemahan sebuah surah, atau kopi puluhan ayat utk membuat tulisan, maka sangat tidak berguna.

Bagi orang Muslim yang membutuhkan terjemahan Al-Qur’an, dan calon muallaf yang mau baca, beruntung sekali ada lembaga selain Kemenag yang peduli pada Al-Qur’an, dan sediakan online bagi kepentingan masyarakat. Sepertinya Kemenag tidak peduli. Mungkin kl waktu korupsi anggaran proyek dikurangi, akan ada waktu utk ingat pada Al-Qur’an.

Apa rakyat yakin kementerian ini dibutuhkan? Berapa banyak uang yang bisa dihemat kl Kemenag dibubarkan, dan tugasnya dibagikan ke kementerian dan lembaga lain yang lebih profesional? Mengurus Al-Qur’an saja tidak sanggup, padahal hanya sebatas “tampilkan teks”. Apalagi yang lebih sulit. Tapi jangan berharap ada yang merasa malu. Ini Indonesia. Tidak perlu malu kl terjemahan Al-Qur’an tidak bisa diakses di situs KEMENTERIAN AGAMA, disebabkan ketidakpedulian petugas pemerintah pada pekerjaannya.
-Gene Netto 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...