Search This Blog

Labels

alam (8) amal (45) anak (315) anak yatim (75) bilingual (21) bisnis dan pelayanan (6) budaya (8) dakwah (84) dhuafa (6) for fun (12) Gene (168) guru (68) hadiths (9) halal-haram (24) Hoax dan Rekayasa (32) hukum (57) hukum islam (51) indonesia (487) islam (541) jakarta (27) kekerasan terhadap anak (371) kesehatan (94) Kisah Dakwah (13) Kisah Sedekah (9) konsultasi (13) kontroversi (5) korupsi (22) KPK (12) Kristen (14) lingkungan (18) mohon bantuan (13) muallaf (49) my books (2) orang tua (11) palestina (33) parenting (2) pemerintah (99) Pemilu 2009 (36) pendidikan (497) pengumuman (23) perang (9) perbandingan agama (12) pernikahan (11) pesantren (48) politik (111) Politik Indonesia (29) Progam Sosial (15) puasa (35) renungan (187) Sejarah (5) sekolah (94) shalat (11) sosial (281) tanya-jawab (15) taubat (6) umum (13) Virus Corona (24)

Popular Posts

Showing posts with label dhuafa. Show all posts
Showing posts with label dhuafa. Show all posts

14 November, 2022

Keluarga Miskin dan Rokok di Masa Pandemi

03 Jul 2021 – Pada 2018, prevalensi merokok mencapai 33,8 persen, di mana prevalensi merokok penduduk laki-laki mencapai 62,9 persen, dengan konsumsi rokok mencapai 12,8 batang per hari. Secara umum, prevalensi merokok terjadi lebih tinggi pada kelompok penduduk berpendidikan rendah, kelas pendapatan lemah dan tinggal di perdesaan. Survei kami menunjukkan bahwa perokok di keluarga miskin didominasi laki-laki dengan posisi di keluarga sebagai ayah (suami) dan anak laki-laki mencapai 89,4 persen responden perokok.

Bagi keluarga miskin perokok, rokok telah menjadi “kebutuhan dasar”, setara dengan kebutuhan pangan. Rokok adalah pengeluaran keluarga miskin yang prioritas dan signifikan, mencapai hingga Rp 400 ribu per bulan, dan tidak tergeser bahkan ketika pandemi menerpa. Di antara pengeluaran utama lainnya, pengeluaran rokok keluarga miskin lebih besar dari pengeluaran untuk pulsa/kuota internet, tagihan listrik dan biaya pendidikan anak. Pengeluaran rokok keluarga miskin setara dengan sepertiga pengeluaran untuk makan sehari-hari, dan 2,5 kali lebih besar dari tagihan listrik.

Proporsi pengeluaran rokok pada pengeluaran utama keluarga miskin tidak berubah di kisaran 15 persen, baik sebelum maupun saat pandemi. Krisis tidak membuat keluarga miskin mengurangi beban pengeluaran rokoknya. Dengan adanya pengeluaran rokok yang signifikan, pengeluaran keluarga miskin perokok lebih tinggi hingga 20 persen dari pengeluaran keluarga miskin non-perokok, baik sebelum maupun di saat pandemi.
https://www.republika.id

03 September, 2021

Momen Rombongan Jokowi Bagi-bagi Sembako di Cirebon, Warga Berebut!

Video ini menyedihkan sekali. Di seluruh negara, anak yatim dan dhuafa lapar dan hidup dalam kesulitan. Janda, jompo dan orang disabilitas perlu bantuan. Tapi CARA pemimpin negara bagikan bantuan malah seperti ini: Pria dewasa yang sanggup dorong, dobrak, jatuhkan, dan injak saudaranya bisa dapat 1 karung beras yang kecil. Yang lemah hendaknya minggir. Bantuan presiden hanya tersedia bagi orang yang kuat dorong dan banting orang lemah.

Menyedihkan sekali bahwa seorang pemimpin Muslim bisa berikan contoh seperti ini. Di masa apa saja akan terlihat buruk, tapi lebih buruk lagi di tengah pandemi yang hancurkan ekonomi orang lemah. Semoga Indonesia bisa dapat pemimpin yang baik yang memperhatikan dan utamakan orang yang paling lemah duluan, dan tidak lagi ciptakan pertandingan gaya gladiator di pinggir jalan bagi warga yang butuh beras. Semoga besok presiden tidak nonton film Hunger Games! Takutnya bisa menjadi kenyataan.
-Gene Netto

Momen Rombongan Jokowi Bagi-bagi Sembako di Cirebon, Warga Berebut!
Warga Kota Cirebon, Jawa Barat, menyambut iring-iringan rombongan kendaraan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di sekitaran Bandara Cakrabhuwana. Seusai Jokowi melintas, warga langsung menyerbu mobil bantuan presiden (banpres) yang mengangkut sembako.
https://20.detik.com

30 January, 2017

Jamal, Bocah yang Kehilangan Kedua Lengannya



Assalamu’alaikum wr.wb., Indonesia: Negara penuh rakyat ber-IQ rendah. Anak kecil diajak/diizinkan kerja dengan MESIN dan hasilnya kedua tangannya jadi hancur dan harus diamputasi. Orang tua yang punya akal sehat tidak mungkin mengizinkan anak usia 6 tahun pakai mesin yang berbahaya. Tapi ini Indonesia. Negara penuh orang tua ber-IQ rendah, karena putus sekolah, karena sekolah mahal. Kenapa sekolah mahal? Karena kekayaan negara dirampas terus oleh para pemimpin Muslim yang amat pedulikan anak kandung dan cuek sekali terhadap nasib anak Indonesia. Pemimpin itu berdiri di atas panggung dan bicarakan "nasionalisme" dan "NKRI harga mati" tapi mereka sendiri berkhianat terhadap negara ini. Dari tingkat Menteri smp Kepala Desa, para pemimpin Muslim sibuk kejar kekayaan, dan anak miskin jadi korban terus.
Kapan terjadi revolusi mental di sini? Kapan rakyat akan sadari bahwa banyak pemimpin Muslim adalah pengkhianat negara? Berapa juta anak Indonesia harus jadi korban sebelum rakyat bersatu untuk mendirikan negara kuat, maju dan sejahtera bagi semua, dan bukan hanya utk anak pejabat?
Wassalamu’alaikum wr.wb., -Gene Netto

Jamal Bocah yang Kehilangan Kedua Lengannya
Kamis 26 Jan 2017, Tri Ispranoto – detikNews, Bandung - Bocah asal Garut yang kehilangan sepasang lengan di tempat kerja ayahnya, Jamaludin Muhammad (6), hingga kini masih dalam perawatan intensif tim dokter di ruang rawat inap anak RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Jamaludin kehilangan sepasang lengannya gara-gara mengalami insiden di tempat produksi bata milik keluarganya di Kampung Cisanta, RT 3 RW4, Desa Cikarang, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut pada Sabtu 21 Januari lalu sekira pukul 8.00 WIB.
Dalam insiden tersebut lengan kiri jamal putus seketika karena 'tertelan' mesin press bata. Sementara tangan kanannya mengalami luka parah dengan kondisi remuk dan patah. Namun karena keterlambatan penanganan akhirnya harus diputuskan lengan kanan Jamaludin diamputasi.



21 February, 2014

Dua Siswa SD Mencopet untuk Beli Seragam dan Buku Sekolah



Jumat, 21 Februari 2014 15:40 WIB
Laporan Wartawan Sriwijaya Post Sugih Mulyono
TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Kisah Li (13) dan La (10) ini bisa jadi tragedi sekaligus ironi dunia pendidikan Indonesia. Betapa tidak, kedua bocah Kota Palembang, Sumatera Selatan, tersebut nekat mencopet demi mendapatkan uang untuk membeli seragam sekolah. Kedua siswa SD tersebut, mencopet dompet seorang ibu yang tengah berbelanja di Pasar Lemabang, Kamis (20/2/2014).

Namun, upanya keduanya justru berakhir pahit. Mereka berhasil ditangkap warga pasar saat mencoba mengambil dompet ibu bernama Nur (24). Li dan La yang tercatat sebagai warga Lorong Kedemangan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang, itu akhirnya diserahkan ke Polsekta Ilir Timur (IT) II. Saat diamankan, dari kedua tangan tersangka berhasil diamankan uang sebesar Rp 20 ribu dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik korban, yang sudah dibuang saat diamankan petugas.

23 January, 2014

Kekayaan Yang Kita Miliki Berasal Dari Allah

Assalamu'alaikum wr.wb. Ada orang yang mengatakan bahwa dia tidak pernah kasih uang kepada keponakannya yang anak yatim. Uangnya dipakai dulu untuk membangun usaha, dan diniatkan akan bantu anak yatim itu NANTI setelah menjadi kaya. Sebaliknya, Rasulullah SAW malah merasa "tidak tenang" kalau simpan uang di rumah daripada dibelanjakan di jalan Allah untuk menolong orang lain.

Sepertinya banyak orang selalu takut uangnya akan "hilang". Hasilnya, mereka simpan uangnya terus, dan keberatan membantu anak yatim dan dhuafa. Alasannya: Takut jatuh miskin. Alasan lain: Uang itu "milik mereka" (hasil usaha keras mereka). Tetapi kalau mau dipahami, semua uang di dunia ini sebenarnya "milik Allah". Semua atom dalam tubuh kita, dan di seluruh alam semesta, juga milik Allah. Tapi banyak orang tidak sadar. Mereka anggap bahwa kekayaan mereka muncul disebabkan mereka sangat pintar dan kerja keras. Tetapi pola pikir ini keliru. Ada banyak orang yang sangat pintar tapi tidak kaya. Banyak orang kerja keras seumur hidup tapi masih miskin. Jadi selalu ada "faktor lain" di belakang kekayaan seorang manusia.

Banyak orang berkomentar: "Saya akan lebih banyak bersedekah SESUDAH menjadi kaya". Tapi berapapun kekayaan mereka, selalu terasa "belum cukup". Pekerja biasa merasa hidup pas-pasan (uangnya habis untuk makan, rokok, transportasi, dan baju). Manajer juga merasa hidup pas-pasan (uangnya habis untuk beli mobil baru, renovasi rumah, liburan ke luar kota, umrah lagi, dsb.). Jadi berapapun yang mereka dapatkan dari Allah, selalu terasa "belum cukup", dan mereka belum mau pedulikan anak yatim dan dhuafa. Harus menjadi "kaya" dulu, lalu bantu anak yatim sesudah itu.

Ajaran dari Rasulullah SAW adalah yang sebaliknya. Berikan kepada anak yatim dan dhuafa SEKARANG, dengan janji akan dapat balasan berlipat ganda dari Allah. Dan uang itu yang sebenarnya menjadi harta kekayaan kita, karena sudah dicatat di sisi Allah dan para malaikat, dan tidak ada yang bisa merampas harta itu dari kita. Sudah disimpan dalam sistem investasi yang paling aman dan makmur di dunia. Jadi kalau anda belum merasa berani untuk bantu banyak orang, mulai dengan satu saja. Cari satu anak yatim atau satu orang dhuafa. Tanya dia ingin dibelikan apa, atau membutuhkan apa, dan berusaha menolongnya. Atau berjanji akan menolongnya kalau dapat rezeki baru, dan mohon dia bantu berdoa kepada Allah agar anda dapat rezeki. Coba dulu dengan satu orang, dan yakinlah bahwa Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya.  

245. Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan MELIPAT GANDAKAN pembayaran kepadanya dengan LIPAT GANDA YANG BANYAK. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.
(QS. Al-Baqarah 2:245)

Rasulullah SAW bersabda, "Aku dan pemelihara anak yatim di surga seperti ini (dan beliau memberi isyarat dengan telunjuk dan jari tengahnya, lalu membukanya." (HR. Bukhari, Tirmidzi, dan Abu Daud)

Semoga bermanfaat. Wa billahi taufiq wal hidayah,
Wassalamu'alaikum wr.wb.,
-Gene Netto

21 January, 2014

Terkumpul 40 Juta Untuk Anak Tumor Mata



Assalamu’alaikum wr.wb.,
Terima kasih kepada teman2 yang bersedekah kemarin untuk anak yang kena tumor mata sebesar melon. Sudah terkumpul 40 juta dan sudah dikirim ke teman saya yang dokter mata di RSCM. Diutamakan untuk anak bernama Arya (kasus pertama yang disampaikan ke saya) karena tumor dia paling besar, dan bapaknya yang tukang ojek sudah jual motor agar ada biaya.
Sudah ada kabar dari teman lain bahwa ada orang di Baznas yang mengatakan mau periksa kasus2 anak tumor mata itu, dan insya Allah mereka akan mulai membantu juga nanti. Semoga bisa menjadi bantuan rutin karena ada banyak anak yang kena tumor mata, miskin, dan kl mau berobat, tidak ada biaya transportasi atau penginapan atau nafkah hidup untuk orang tua yang datang menemani anaknya berobat di RSCM.

Mungkin nanti akan ada kasus2 lain yang perlu bantuan, karena secara rutin ada pasien seperti itu yang sudah lama tidak berobat (tidak ada biaya) sehingga tumor di mata anak menjadi besar sekali. Orang tua menunda pengobatan terus, karena takut tidak akan ada dana dan harus tinggalkan pekerjaan untuk sekian hari. Hasilnya, anak menjadi lebih parah dan proses pengobatan lebih sulit.

Terima kasih pada semua teman yang telah membantu. Semoga Allah SWT membalas dengan berlipat ganda. Kalau kemarin tidak melihat foto anaknya, masih ada di Facebook dan blog saya. Kalau nanti masih ada yang mau bersedekah untuk anak2 itu, tetap bisa lewat saya. Tinggal email saja dan kasih tahu uang yang dikirim minta dikirim ke anak2 tumor mata.
Foto bisa dilihat di Facebook Page Gene Netto

Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...