Wednesday, April 20, 2011

Pesantren Yatim Piatu Daarul Qur’an Tebet Perlu Bantuan Anda


Mohon disebarkan!

Assalamu’alaikum wr.wb.,
Teman-teman, para pengurus Pesantren Yatim Piatu Daarul Qur’an Tebet sudah memutuskan untuk memperbesar dan memperluas semua kegiatan dan aktivitas pesantren.
Pesantren Yatim Piatu Daarul Qur’an didirikan oleh KH Masyhuri Syahid MA, di Menteng Dalam, Tebet. Sayangnya, Pak Kyai wafat pada tahun 2007 sebelum pembangunan bisa selesai, dan sejak saat itu, sumber bantuan untuk pesantren sudah berkurang secara signifikan. Banyak orang yang dulu langsung memberi bantuan uang tunai kepada Pak Kyai pada saat ketemu sudah tidak lagi menjadi donor rutin ke pesantren.

Oleh karena itu, kami mohon bantuan kepada masyarakat untuk turut menjaga kelangsungan pesantren ini yang sudah lama menyediakan pendidikan tingkat SMP secara gratis bagi anak2 yatim. Gedung secara fisik sudah diselesaikan, dan sudah digunakan untuk belajar selama beberapa tahun, tetapi karena keterbatasan dana, masih ada banyak fasilitas yang belum lengkap atau kurang berkualitas. (Lihat foto-foto yang dilampirkan).

Banyak ruangan belajar masih dalam keadaan sederhana sekali, tanpa kipas angin (atau hanya satu), tanpa buku, dan tanpa fasilitas2 lain yang dibutuhkan untuk belajar secara baik dan efektif.
Ruang yang diniatkan menjadi asrama bagi sekitar 40 anak yang akan menginap di situ dan menjadi santri sudah diselesaikan, tetapi masih dalam keadaan kosong. Tidak ada tempat tidur, kasur, lemari, dll.  Dan sayangnya, karena keterbatasan dana, gaji para guru rata2 hanya sebanyak 700ribu per bulan (tergantung jam mengajar, dsb. Tetapi ada juga beberapa orang yang dapat 1 juta atau lebih.) Lebih sayang lagi, jumlah anak yatim yang mestinya hampir seratus persen dari jumlah murid di pesantren malah harus dikurangi juga, supaya anak2 yang lain bisa masuk dan bayar untuk belajar di situ (dan bayaran dari anak itu digunakan untuk biaya operasional pesantren). Juga dilakukan berbagai macam hal lain yang sebenarnya tidak sesuai dengan rencana pendirian pesantren, tetapi harus dilakukan dalam rangka mencari dana operasional setiap bulan. Contohnya, dibuka 2 kelas SDIT untuk anak yang mampu bayar, karena biaya dari mereka digunakan untuk operasi gedung. Dan sebagainya. Seharusnya kelas2 tersebut tidak ada dan pesantren diutamakan untuk pendidikan gratis bagi anak yatim saja.

Mulai dari 2007, sejak wafatnya Kyai Masyhuri, pesantren dihitung rugi sebanyak beberapa juta rupiah setiap tahun. Misalnya, pengeluaran per tahun bisa mencapai 80 juta rupiah, tetapi pemasukan hanya bisa 75 juta dari semua usaha dan sumbangan masyarakat. Jadi keuangan pesantren dalam keadaan yang cukup prihatin. Oleh karena itu, kami harus jujur dan terbuka dengan menjelaskan bahwa pesantren dalam keadaan cukup kritis dan perlu bantuan masyarakat untuk tetap menyediakan pendidikan gratis bagi anak2 yatim.

Pesantren memang mengadakan beberapa usaha dengan niat membiayai semua biaya operasional pesantren, seperti ambulance untuk mengantar jenazah, aula bulu tangkis, SDIT swasta, TK swasta, BMT (atau bank mikro kredit) dsb. Dari semua kegiatan tersebut, ada dana untuk bayar gaji guru, listrik, pembangunan, dsb. Tetapi ruang kelas yang mesti buat pendidikan anak yatim secara gratis juga harus digunakan untuk mencari dana karena tidak ada pilihan yang lain.

Kami mohon bantuan kepada masyarakat agar Pesantren Yatim Piatu Daarul Qur'an Tebet bisa tetap dijaga dan dibantu dengan cara anda menjadi donor rutin. Jumlah bantuan tidak perlu besar, selama bisa rutin setiap bulan. Kalau bantuan dari masyarakat bisa lebih besar dan stabil, insya Allah pesantren bisa segera kembali ke fungsi semula yaitu sebagai sarana pendidikan gratis bagi anak yatim.

Dalam rangka mengembangkan kegiatan dan layanan pesantren bagi ummat Islam (walaupun kami belum tahu bisa dapat dana dari mana), maka insya Allah mulai tahun ini, Pesantren Yatim Piatu Daarul Qur’an Tebet akan membuat kegiatan seperti yang berikut ini:

·         Membuat pelatihan guru untuk meningkatkan kualitas para pengajar
·         Menggunakan website pesantren sebagai tempat dakwah dan penyebaran ajaran agama Islam
·         Menyelenggarakan pelayanan pelatihan Al-Qur’an dan pelatihan lainnya
·         Menyelenggarakan kegiatan majlis ta’lim, halaqoh, kajian kitab dll.
·         Membuat bakti sosial
·         Membuat lomba untuk anak sekolah (dalam dan luar pesantren)
·         Mengadakan kerjasama pelatihan dengan lembaga lain
·         Membenahi manajemen pelayanan yatim piatu
·         Menyelenggarakan bea siswa pendidikan bagi yatim piatu
·         Menyediakan pelayanan jenazah yang lebih baik serta pendidikan mengurus jenazah bagi masyarakat (cara memandikan jenazah, dsb.)
·         Melayani permintaan tenaga Da’i dan Khatib di Jakarta
·         Penggalangan ZIS dan BMT (Baitul Maal wat Tamwil atau bank mikro kredit untuk kalangan bawah)

Semoga dengan ini ada anggota masyarakat yang tertarik untuk membantu meneruskan perjuangan KH Masyhuri Syahid dalam memperhatikan dan memperdulikan nasibnya anak yatim. Harapan kami adalah bahwa dengan dilengkapi fasilitas asrama di pesantren, maka anak2 yatim yang menginap di situ bisa belajar agama secara intensif dengan tujuan menjadi ahli agama untuk membantu ummat Islam di masa depan.

Bantuan anda dapat ditransfer ke :

Rek. Bank Mandiri, Kantor Cabang Soepomo
No. 124.00.93029412
a.n. Yayasan Darul Quran Pendidikan,

Alhamdulillah kalau ada yang bersedia menjadi donor rutin. Caranya dengan pesan ke bank anda untuk transfer sekian banyak secara automatis setiap akhir bulan ke rekening pesantren. Insya Allah semua bank menyediakan fasiltias tersebut. Terima kasih atas waktu dan perhatiannya. Mohon email ini disebarkan kepada teman2 yang juga peduli pada nasibnya anak yatim.

Silahkan gabung bersama kami di :
Facebook:
Website:

Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Mr. Gene Netto
Dewan Pakar
(Atas nama para pengurus Pesantren Yatim Piatu Daarul Qur’an Tebet)


Halaman depan


Meja dan kursi dalam kelas. Kurang berkualitas.

Meja yang rusak

Kursi yang kurang nyaman

Satu ruang kelas yang sederhana

Lemari yang malang

Hanya satu kipas angin dalam kelas

Ruang guru. Belum ada isinya.


Meja dan kursi yang kurang nyaman

Kelas yang sederhana, tanpa kipas angin

Lemari yang baru ada sedikit isinya

Papan "putih" yang tidak begitu putih.

Musholla Pesantren Daarul Qur'an (diperbaiki sebelum semua yang lain)


BMT Daarul Qur'an (Bank Mikro Kredit)


Pemasangan kabel dan alat2 belum selesai

Tidak ada biaya untuk perawatan. Kena bocoran dari lantai atas, setelah hujan. Berjamur.
Tidak ada biaya untuk perawatan ubin (polisher) jadi semua ubin sudah baret-baret.


Pembangunan yang belum selesai
Pembangunan yang belum selesai

Pembangunan yang belum selesai



Pembangunan yang belum selesai

Pembangunan yang belum selesai

Aula bulu tangkis. Disewakan per jam, setiap hari. Uang untuk biaya operasi pesantren.



Diniatkan pasang tempat makan di lantai 4 ini. Belum ada biaya pembangunan.



Pemandangan dari lantai 4 (depan aula bulu tangkis)



Balai Sudirman dari belakang


TK untuk anak swasta yang harus bayar

SDIT, untuk anak yang bayar.


Communication Tower, dipasang di atas untuk mencari biaya operasional pesantren

Asrama santri yang belum ada isinya


Halaman depan dari atas

Halaman depan Pesantren Yatim Piatu Daarul Qur'an Tebet

Mohon disebarkan!

2 comments:

  1. Assalamu'alaykum

    Masya Allah, miris banget baca berita kayak begini. Sebagai karyawan yang gajinya sedang-sedang saja kayak aku, jadi bingung sendiri, mana yang harus ditolong lebih dahulu.

    Teman datang bawa proposal pembangunan mushola dan cerita kalau di sekolah anaknya, musholanya ga terurus ( SD negeri) jadi anaknya setiap hari menjama' sholat duhur dan asyar di rumahnya.

    Belum lagi ada teman yang cerita, penduduk sekitar komplek sudah beberapa yang murtad karena kemiskinan yang menghimpit.

    Dan cerita dari kawasan gunung merapi di Jogja, Pak Ustadz sampai Road show ke Jakarta untuk menggalang dana, karena mereka takut kalah cepat dengan gerakan misionaris.

    Bingung mana yang harus didahulukan.

    Sungguh berat untuk menjadi dermawan, karena itu butuh belajar.

    Alhamdulillah meskipun sedikit, aku sudah jadi donatur tetap di sebuah pesantren. Dan ini kata Pak Ustadz sangat bermanfaat, meskipun kecil tapi kalau rutin bisa sangat membantu operasional pesantren.

    Untuk mencoba hidup kayak Gene Netto- gak punya tabungan, lom punya rumah, ngandelin kartu kredit- aku ga punya nyali.

    Semoga Allah Subhanahu Wata'ala melapangkan rezekinya Gene, sehingga bisa membantu perjuangan orang Islam di negeri ini, amin. ( aku malu ama Gene, semoga Allah Ta'ala menjadikan aku seorang dermawan juga, amin).

    TEWE

    ReplyDelete
  2. miris banget dengar a
    cucu kandung H. ALi bin H. Naiman

    ReplyDelete