Monday, January 29, 2018

Hanya Satu Batang Rokok Per Hari Membawa Risiko Serangan Jatung Dan Stroke


Mengisap satu batang rokok per hari membuat orang itu 50% lebih mungkin kena serangan jantung, dan 30% lebih mungkin kena stroke, dibandingkan orang yang tidak pernah merokok. Analisis terhadap 141 buah penelitian ilmiah menunjukkan penyakit jantung terjadi pada perokok dalam jumlah yang setara dengan perokok yang kena kanker paru-paru. Jadi baik kanker maupun penyakit jantung telah dibuktikan secara ilmiah berasal dari kebiasaan merokok. Yang merasa aman karena merokok sedikit  saja tetap berisiko tinggi kena penyakit jantung dan stroke, walaupun hanya isap satu batang per hari saja.

One Cigarette A Day 'Increases Heart Disease And Stroke Risk'

Sadis! Pemuda Ini Menghabisi Remaja Putri, Diperkosa dan Ditenggelamkan Saat Masih Hidup



Pengumuman: “Tidak ada masalah kekerasan terhadap anak perempuan di Indonesia. Dalam kebanyakan kasus, pelaku juga anak remaja dan pemuda, tapi jangan khawatir. Semuanya normal saja. Terjadi juga di negara2 tetangga. Kita sudah biasa lihat berita dari Sydney, Australia, tentang seorang pemuda yang memperkosa seorang anak perempuan berkali2, lalu ikat badannya terhadap motor dan tenggelamkan dalam sungai pada saat masih hidup. Normal saja. Terjadi di mana-mana. Terbukti tidak ada masalah kekerasan terhadap anak perempuan di Indonesia karena anak-anak dari kalangan elit masih aman kok! Silahkan ribut tentang berita impor beras, atau izin becak beroperasi di DKI, dll.! Tidak perlu fokus pada kekerasan terhadap perempuan di negara ini karena TIDAK ADA MASALAH!”
-Gene Netto

Sadis! Pemuda Ini Menghabisi Remaja Putri, Diperkosa dan Ditenggelamkan Saat Masih Hidup
Sabtu, 27 Januari 2018 TRIBUNJAMBI.COM, TRIBUN - DN (22) Warga Dusun Pangkal Bloteng Desa Teluk Rendah Ulu kecamatan Tebo Ilir, yang ditemukan tidak bernyawa di dalam sungai ternyata dibunuh dengan cara tak wajar. Di Mapolres Tebo, pelaku SR (22) mengaku memperkosa korban dan menenggelamkan korban bersama motor dan kayu yang diikat. Di saat itu, jantung korban masih berdenyut.

Friday, January 26, 2018

Tetangga Kaget, Pelajar Pembunuh Driver Online Dikenal Alim dan Sopan

Berapa kali kita harus membaca berita dengan informasi yang sama? Apa mungkin ini memang menjadi ciri khasnya rakyat Indonesia pada umumnya? Alim, sopan, ramah, baik hati dan patuh… sebelum membunuh orang lain! Sudah berapa kali ada berita dengan informasi yang persis sama, dari seluruh negara? Tetangga, guru, rekan kerja, bahkan keluarga kandung sendiri selalu mengaku “kaget” dan “tidak menyangka”. Pelaku selalu dikatakan ramah, sopan, baik hati, dan semua orang kaget pelaku bisa menjadi pembunuh.

Mungkin itu harus diakui sebagai ciri khasnya pembunuh di Indonesia. Rata-rata memang ramah, sopan, dan baik hati, sampai tiba2 membunuh. Ada kasus pembunuhan anak remaja terhadap remaja lain, pria dewasa terhadap anak, suami terhadap isteri, ibu terhadap anak, anak terhadap orang tua, dan seterusnya. Dengan setiap kasus baru, semua orang yang kenal pelaku memberikan komentar yang persis sama bahwa pelaku terkenal sopan dsb. Hampir tidak pernah ada yang mengatakan, “Dia memang terkenal jahat dan kejam. Tidak heran dia menjadi pembunuh.”

Thursday, January 25, 2018

Untung Saya Muslim Liberal?



[Komentar]: Untung saya Muslim liberal & freethinker bertauhid yang mempunyai humanity...

[Gene]: Anda merasa sebagai “Muslim Liberal”? Apakah Rasulullah SAW juga menyatakan diri Muslim Liberal? Tidak? Berarti anda sedang memisahkan diri dari ulama dan umat Islam, dan ciptakan versi Islam sendiri yang tidak pernah diajarkan oleh Nabi SAW.

Kalau seandainya dibutuhkan golongan “Muslim Liberal” maka Rasulullah SAW yang menjadi orang pertama yang cap diri begitu, dan ajak semua orang ikut bersamanya. Ternyata tidak pernah. Jadi dengan ucapan itu, anda posisikan diri sebagai orang yang tidak butuh Rasulullah SAW dan tidak butuh ulama sebagai pewaris Nabi, karena anda “lebih tahu” dari mereka semua ttg Islam yang “benar”. Dan justru pemikiran itu menghasilkan “Islam yang salah” yang tidak lain daripada rekayasa manusia.

Apa Semua Agama, Dan Semua Pemeluk Agama, Sama Di Mata Tuhan?


[Komentar]: Kita semua sama dimata Tuhan. Jangan merasa lebih agamawi sehingga merasa layak melecehkan agama lain.

[Gene]: Tidak mungkin "Kita semua sama dimata Tuhan". Kalau itu benar, berarti setiap Nabi baru yang diutus oleh Allah dari Adam sampai Muhammad hanya buang2 waktu saja menyampaikan “kebenaran”, karena Tuhan cuek saja kita ikuti agama dan aturan yang mana. Betul? Apakah Tuhan dan para Nabi hanya iseng saja memberikan agama? Atau apakah ada agama yang sah dan agama yang tidak sah di mata Tuhan? Silahkan pilih. Tidak mungkin kedua pendapat itu benar. Satu pasti benar, dan yang lain pasti salah.

Persatuan tidak berasal dari pengakuan atas agama yang salah dan tidak sah. Ketika orang Muslim menyatakan agama di luar Islam tidak sah, maka itu bukan keputusan kita sendiri, tapi keputusan Allah SWT. Jadi kita taat sama keputusan Allah itu, karena kita tidak berani menentukan sendiri. Dan persatuan didapatkan ketika kita ramah dan baik hati terhadap orang beda agama, walaupun pada dasarnya orang beda agama itu cuek pada Tuhan, dan ciptakan agama sendiri (dan mereka mengetahui hal itu, tapi tidak mau mengaku).

Nasib Anak Yatim: Mau Disodomi Waria, Agar Bisa Dapat Makanan



Seorang anak yg tidak berdosa menjadi yatim piatu sejak SD. Tinggal bersama nenek tersayang, lalu nenek wafat juga. Tidak ada yg mau menolongnya? Ya sudah, hanya bisa putus sekolah dan menjadi anak jalanan. Lalu dia dan dua teman lain ditawarkan tempat tinggal dan uang, asal siap disodomi seorang waria. 

Ketika menjadi anak yatim piatu di Indonesia, kalau beruntung, ada saudara yg terima di rumahnya, lalu hidup dalam kemiskinan di situ. Kalau beruntung, bisa masuk pesantren lalu hidup dalam kemiskinan di situ. Kalau beruntung, bisa masuk panti asuhan lalu hidup dalam kemiskinan di situ. Anak yatim yg TIDAK BERUNTUNG, harus putus sekolah utk cari nafkah hidup sendiri… dan menunggu kesempatan ada waria yg mau sodomi dia agar bisa ada uang utk bertahan hidup sementara. 

Contoh Kehidupan Gaya Rasulullah SAW Ada Di Mana?



Assalamu’alaikum wr.wb., Ada yang bertanya, “Apa yang salah dengan Islam di masyarakat Indonesia sehingga beberapa mualaf menjadi murtad kembali?” Yang jelas, seperti selalu saya jelaskan, mereka masuk Islam dan mengira umat Islam (mayoritasnya) akan hidup di sini spt contoh Nabi SAW yang mereka tahu dari buku saja. (Kita membahas muallaf yg orang asing, yang datang ke sini utk mencari kehidupan seperti contoh idaman itu). Ada teori ttg bagaimana seorang Muslim akan hidup bermasyarakat. Dan di sini, mereka mengira akan melihat prakteknya. Ternyata tidak. Saya kasih beberapa contoh dari teman yang pergi ke negara lain, sebagai bandingan dengan Indonesia.

Teman saya ke Jepang, dari Indonesia. Dia ke tempat turis. Lalu kaget. Kok tidak ada sampah sama sekali. Ketika sadar atas hal itu, dia sengaja mencari sampah spt botol aqua, kantong plastik, bungkusan makanan dll. Tapi gagal. Ada seorang ibu, yang habis makan, tidak melihat tempat sampah, jadi semua sampahnya ditaruh kembali di tasnya, dan dibawa sambil mencari tempat sampah. Beda dengan banyak ibu di sini.

Non-Muslim Terganggu Oleh Toa Masjid, Apa Solusinya?



[Pertanyaan]: Assalamualaikum wr wb, pak Gene, ada orang Eropa yg ateis, yg sekarang tinggal di sini. Dia terganggu oleh suara yg terlalu keras dari toa masjid. Mesjid itu sedang direnovasi jadi ada suara2 petugas pengumpul shodaqoh yang dikeraskan melalui toa di mesjid. Dan hal ini berlangsung setiap hari dari pagi sampai malam. Dia sudah coba beli penutup telinga, namun tidak berhasil meredam suara kerasnya dari toa. Dia tidak bisa bekerja, karena dia seorang freelance jadi kerja sendiri di rumah dan terganggu setiap hari. Dia sudah coba meminta bantuan kepada semua orang, bahkan polisi yg berjaga disekitaran mesjid, untuk menolong dia berbicara dengan DKM mesjid ttg hal ini. Tapi tidak ada yg mereka lakukan. Menurut bapak, apakah yang mesti dilakukan orang ini? Terimakasih. Wassalamualaikum.

[Gene]: Wa alaikum salam. wr.wb. Kemungkinan besar, dgn cara apapun, dia tidak akan bisa dapat solusi. Memang begitu di Indonesia. Yang mengurus masjid tidak peduli pada tetangga, dan tidak menganggap tetangga punya hak apapun utk tidur, istirahat, atau kerja tanpa gangguan dari toa masjid. Yang menjadi pemilik toa masjid adalah raja, dan semua perbuatannya langsung dianggap sah dan sakral. Tidak boleh digugat, dikritik atau dilawan. Kalau ada yang berani mencoba, harus siap hadapi kemarahan atau penghinaan dari pengurus masjid. Apalagi dia orang kafir. Orang Muslim saja tidak bisa mohon bantuan dari pengurus masjid utk matikan toa agar bayi atau orang sakit boleh tidur atau istirahat.

Ingin Tutupi Aib, Siswi SMK di Purwokerto Bunuh Bayinya dalam Toilet RS

Anak ini sungguh cerdas. Mau tutupi aib hamil di luar nikah, caranya sederhana. Melahirkan bayi, lalu bunuh bayi, dan sembunyikan mayat bayi itu di belakang ember di toilet rumah sakit. Tidak mungkin mayatnya ditemukan di situ. Simsalabim, aib hamil di luar nikah jadi hilang.

Yang bikin saya heran, dari kasus2 seperti ini yang makin sering terjadi, adalah orang tua, guru sekolah, dan semua teman “tidak tahu” anak itu sedang hamil selama 9 bulan. Yang lebih mengherankan adalah cara berpikir anak2 itu, bahwa pembunuhan bayi, atau pembuangan bayi, akan tutupi aib mereka dan perbuatan mereka tidak akan ketahuan. Apa mereka tidak baca berita? Dalam hampir semua kasus, ibu dari bayi2 itu ditemukan dengan cepat. Tapi banyak anak yang berpikir bahwa membunuh atau membuang bayi akan akhiri masalah yang mereka hadapi.

Saturday, January 20, 2018

Ibu Jual Anak Kandung Rp 20 Juta untuk Beli Sabu



Kemiskinan yang tidak ada solusinya. Akhirnya makin banyak kasus di mana anak menjadi korban. Sistem pendidikan nasional tidak menghasilkan orang tua berkualitas tinggi, bahkan tidak ada mata pelajaran di sekolah ttg bagaimana caranya menjadi orang tua yang baik. Proyek besar dari pemerintah makin banyak, tapi proyek paling penting yaitu mendidik orang tua memahami tugasnya tidak pernah dimulai. Dan pendidikan agama yang sangat terbatas di sekolah (yang lebih fokus pada hafalan pelajaran fiqih) juga tidak mendidik calon orang tua ttg bagaimana caranya menjadi orang tua. Jadi seharusnya kita tidak heran dengan berita seperti itu. Kebanyakan pemimpin sibuk menghitung hartanya, dan anak Indonesia yang dihadiahkan masa depan yang rusak.
-Gene Netto

Ibu Jual Anak Kandung Rp 20 Juta untuk Beli Sabu
Kamis 18 Januari 2018, Raja Adil Siregar - detikNews
Palembang - Fatima alias Yanti (31), ibu penjual bayi di Palembang, Sumatera Selatan, ditetapkan sebagai tersangka. Fatima nekat menjual putri kandungnya yang masih berusia 3 bulan (sebelumnya ditulis 2,5 tahun) hanya untuk hura-hura dan membeli sabu.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...