26 August, 2020

Luhut: China Mampu Tekan Kemiskinan dan Satukan 1,4 Miliar Penduduknya Berkat Komunisme

Komunisme itu bagus ya Pak? Perlu dipromosikan di Indonesia? Membawa kebaikan bagi rakyatnya? Menyatukan rakyat? Menghilangkan kemiskinan? Tunggu dulu, saya mau evaluasi semua pernyataan itu.

Semua negara komunis juga negara diktator. Coba sebutkan contoh yang bukan diktator. Semua negara komunis itu berada karena kekuasaan dirampas dgn cara membunuh dan penjarakan semua anggota rakyat yang tidak setuju. Tidak ada negara satupun di dunia di mana rakyat bersatu, membentuk partai, dan lewat proses demokrasi memilih menjadi negara komunis setiap 5 tahun. Rakyat dipaksa menjadi komunis, dan diindoktrinasi sejak lahir utk dukung komunisme, dan siap masuk penjara kalau tidak mendukung.

Menghilangkan kemiskinan? Yakin? Datanya dari pemerintahan komunis yang terkenal memalsukan data, untuk menunjukkan komunisme berhasil? Menjadi raja perdagangan? Betul, karena rakyat dipaksa kerja di pabrik dgn kondisi setara budak. Minta jaminan keselamatan di kerja, jam kerja yang wajar, liburan, dll. pekerja itu akan dipecat tanpa hak protes. Serikat buruh boleh dibentuk dan bersuara atas nama pekerja? Atau dilarang? Banyak desa di Cina menjadi kosong, karena para petani menjadi pekerja pabrik dan kuli bangunan. Banyak anak dibesarkan tanpa orang tua. Yang penting uang negara masuk terus dari perdagangan. Kehidupan sosial rakyat menjadi rusak, cuek saja. Masih banyak orang lain yang belum dieksploitasi oleh pemerintah untuk menciptakan kekayaan bagi orang elite.

Sepertiga dari kekayaan Cina dimiliki oleh 1% dari ratusan miliarder Cina, termasuk orang yang paling dekat dengan Xi. Hasil komunisme? Semua warga hidup dalam keadaan setara? Berbagai laporan menyatakan Xi diduga memiliki kekayaan pribadi sebanyak 1,5 milyar dolar atau 22,3 triliun rupiah. Diduga? Iya, karena seperti semua pemerintahan komunis yang lain, data yang akurat dan valid dilarang beredar. Semuanya dirahasiakan oleh negara, jadi banyak yang bisa disembunyikan dari wartawan, media dan rakyat. Siapa yang berani menyatakan depan umum ttg korupsi yang dilakukan oleh sang pemimpin dan kroninya, yang dilindungi mutlak oleh pemerintah yang dimiliki sendiri karena sudah "dipilih" menjadi presiden seumur hidup.

Komunisme mau dipuji oleh Pak Luhut? Silahkan saja bohongi rakyat dan promosikan komunisme. Tapi rakyat yang cerdas tidak akan terima semua kebohongan itu.
-Gene Netto

Kata Luhut, China Mampu Tekan Kemiskinan dan Satukan 1,4 Miliar Penduduknya Berkat Ini
https://money.kompas.com

A third of the country's wealth is owned by 1% of households, and 25% of the poorest households own just 1% of China's wealth, according to a study from Peking University.
https://www.businessinsider.com

Xi Jinping has an estimated net worth of $1.51 billion.
https://www.spearswms.com

Skabies di Pesantren: Rasulullah SAW Yang Salah, atau Banyak Ustadz Yang Salah?

Rasulullah SAW bersabda, ''Perumpamaan orang-orang yang beriman di dalam saling mencintai, saling menyayangi, dan mengasihi adalah seperti satu tubuh, bila ada salah satu anggota tubuh mengaduh kesakitan, maka anggota-anggota tubuh yang lain ikut merasakannya, yaitu dengan tidak bisa tidur dan merasa demam.'' (HR Bukhari dan Muslim).

Assalamu’alaikum wr.wb. Kata orang Jepang, kalau anak belum memahami ilmu yang diajarkan kepadanya, dan bisa mengamalkannya untuk menjadi anggota masyarakat yang berkualitas, dia belum menjadi murid yang benar. Kata banyak ustadz, kalau anak belum kena infeksi kulit yang berdarah dan bernanah di tangan, kemaluan, pantat, perut, dan kaki, dia belum menjadi murid agama Islam yang benar. Apa Allah menyukai infeksi kulit? Anak yang belum kena infeksi membuat Allah sedih dan kecewa? Anak yang sudah kena infeksi penuh nanah membuat Allah bahagia? Begitu ajaran Islam untuk ratusan ribu santri? Dari mana asalnya "ilmu" itu?

Kalau tidak ada ayat suci Al Qur'an, atau hadits Rasulullah SAW, yang mengajarkan umat Islam untuk "muliakan" infeksi kulit yang berdarah dan bernanah sebagai "bagian dari proses pendidikan agama Islam", seharusnya kita bertanya, "Dari mana ajaran itu muncul?" Rasulullah SAW mengajarkan bahwa penderitaan satu orang Muslim seharusnya membuat Muslim lain ikut merasa sakit. Banyak ustadz dan santri mengajarkan bahwa infeksi dari skabies adalah normal, wajar, biasa, bagian dari proses menuntut ilmu, ujian dari Allah, belum kena penyakit kulit belum jadi santri, dsb.

Banyak orang minta hal ini tidak dibahas agar penderitaan anak kecil itu tidak diketahui oleh Muslim yg lain, karena yang penting adalah menjaga martabat ustadz, bukan melindungi anak Muslim dari penyakit. Kalau ajaran Rasulullah SAW bertolak belakang dengan ajaran dari banyak ustadz dan santri, kita seharusnya salahkan yang mana?

Semoga bermanfaat bagi orang Muslim yang siap menggunakan akal yg sehat untuk merenung tentang ajaran agama kita.
Wassalamu’alaikum wr.wb.
Gene Netto

Foto Parasit Skabies (Kudis)

Bagi orang yang belum tahu, ini foto parasit skabies (kudis, budug, korengan) yang makan kulit anak di pesantren, dan membuat luka dan nanah (setelah terinfeksi). Parasit adalah makhluk kecil seperti "serangga", seperti semut, tapi jauh lebih kecil. Parasit skabies itu gigit kulit, masuk ke dalam, membuat terowongan di bawah kulit, bertelur di situ, dan makan kulit terus. Keluar, dan pindah ke badan anak lain. Di badan satu anak, bisa ada ratusan ekor skabies di bawah kulitnya. Lubang masuk yang terbuka kena bakteri, menjadi terinfeksi, lalu menjadi penuh nanah. Mandi ribuan kali dan tinggal di kamar "bersih" tidak ada pengaruh terhadap hidup dan matinya parasit itu di bawah kulit.

Foto dua tangan berasal dari anak yatim di pesantren, yang dibiarkan dgn infeksi di kulit selama 6 bulan. Saya lakukan program pengobatan dengan teman saya Dr. Irwan dan tim medis, dan anak itu sembuh dalam 3 hari (semua anak lain juga sembuh). Di pesantren lain, ada anak yang mengaku sakit selama 5 tahun dengan luka di seluruh tubuhnya, dan paling parah di seluruh pantat dan kemaluan. Di Jakarta Selatan. Obatnya adalah salep scabimite dan antibiotik. Biayanya tidak sampai 100 ribu per anak.

Sayangnya, banyak orang protes dan anggap penyakit kulit ini normal, wajar, bagian dari kehidupan pesantren, yang bukan santri tidak akan paham, dan perlu dirahasiakan. Anehnya, tidak ada yang berkomentar begitu tentang demam berdarah atau TBC.
-Gene Netto 

 Foto Parasit Skabies (Kudis) 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Foto Parasit Skabies (Kudis)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar Skabies Masuk ke Kulit dan Membuat Terowongan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tangan Anak Yatim Sebelum Pengobatan




 

  

 

 

 

 

 

Tangan Anak Yatim 3 Hari Sesudah Pengobatan

  

 

Obat Scabimite (Obat salep, sering perlu minum antibiotic juga. Harap cek sama dokter dulu.)



Kenapa Banyak Ustadz Tega Melihat Santri Menderita dari Penyakit Kulit?

Assalamu’alaikum wr.wb. Saya dapat foto ini dari teman. Seorang anak di pesantren. Saya kaget dan bertanya itu penyakit apa? Lepra? Kanker? Ebola? Ternyata hanya skabies (atau kudis). Yang membuat saya bingung, sedih, dan kecewa adalah sikap banyak ustadz yang bisa melihat tangan anak seperti itu, penuh luka, infeksi, dan nanah, berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau bertahun-tahun, dan merasa bahwa itu "normal". Lalu diabaikan begitu saja.

Apa tidak ada rasa bersalah membiarkan anak kecil menderita dari penyakit yang bisa diobati dgn salep murah dan antibiotik? Dari pengobatan skabies yang pernah saya lakukan dgn kawan saya Dr. Irwan, cukup 80-100 ribu untuk mengobati 1 santri. Jadi kenapa banyak ustadz sanggup membiarkan anak kecil memegang Al Qur'an dgn tangan yang terinfeksi seperti itu? Di mana bentuk kasih sayang terhadap anak yang mereka ajarkan di masjid sebagai Sunnah Nabi? Di sebagian pesantren ada pepatah, "Belum kudisan, belum jadi santri." Tapi tidak ada pepatah belum kena demam berdarah atau TBC atau muntaber belum jadi santri. Kenapa hanya skabies yang "diagungkan" sebagai tanda menjadi santri?

Sayangnya, banyak ustadz terkesan tidak mau belajar, dan malah sibuk salahkan anak. Mereka tidak paham dan tidak peduli bahwa skabies itu disebabkan oleh parasit yg gigit kulit anak, dan bukan karena anak "salah mandi" dll. Bagaimana caranya mendidik para ustadz, agar mereka mau belajar ilmu medis dan memahami penyakit yang umum dialami anak, dan bisa merasakan kasih sayang terhadap anak, dan tidak mau membiarkan banyak anak menderita seperti ini setiap hari?
Wassalamu’alaikum wr.wb.
Gene Netto



25 August, 2020

Diobati Dari Mahluk Halus Dengan Cara Dicabuli, Kenapa Banyak Anak Setuju?

Begitu mudah bohongi banyak anak Indonesia, sehingga mereka menjadi korban pencabulan, sodomi atau pemerkosaan. Cukup menyatakan ada setan di tubuhnya, lalu menawarkan "pengobatan". Banyak anak menjadi ketakutan, dan setuju untuk langsung dicabuli. Mereka tidak diskusi dulu dengan orang tua, tidak minta pendapat dari ustadz, tapi setuju saja. Lalu dicabuli, disodomi, atau diperkosa, dalam rangka "diobati".

Begitu dangkal dan tidak logis cara berpikirnya para pemuda itu. Siap percaya pada siapa saja, dan tidak mencari pendapat dari pihak yang lain dulu. Anak yang dekat dengan orang tua (bersahabat) dan dekat dengan guru agama mungkin lebih sulit dibohongi, karena mereka akan cari pendapat dari orang yang mereka percayai. Sayangnya, ada banyak anak yang tidak akrab dengan orang tua sendiri, dan juga tidak dekat dengan guru agama.

Semua orang tua harus berusaha melindungi anaknya dengan ceritakan kasus seperti ini, dan jelaskan kepada anaknya untuk tidak percaya pada orang yang tidak dikenal. Dan kalau ada seseorang yang berusaha meyakinkan anak itu bahwa mereka butuh "pengobatan", terapi, atau perlindungan dari ilmu ghaib, anak wajib tinggalkan orang itu dan lapor kepada orang tua. Kalau orang tua tidak aktif mendidik anaknya tentang bahaya yang bisa datang dari orang lain, anak bisa menjadi korban kapan saja.
-Gene Netto

Polisi Tangerang Ungkap Kasus Sodomi, Korban Sudah 4 Orang
Mohamad Romli | Senin, 24 Agustus 2020 | TANGERANGNEWS.com - Jajaran Polresta Tangerang Polda Banten meringkus seorang tersangka pencabulan terhadap sesama jenis (sodomi) dengan korban anak di bawah umur. Tersangka Suprianto, 29, dibekuk usai dilaporkan korbannya seorang remaja laki-laki yang berusia 17 tahun. "Tersangka mengaku sudah melakukan aksinya kepada sesama jenis kepada 4 orang dengan usia rata-rata 17 tahun," tutur Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi.

Tersangka menipu korban dengan mengatakan bahwa di tubuh korban bersemayam sosok gaib yaitu kuntilanak. Untuk meyakinkan korban, tersangka mengambil foto korban, dan diedit dengan aplikasi manipulasi gambar, menambahkan gambar kuntilanak. "Foto yang sudah diedit itu ditunjukkan kepada korban. Sehingga korban makin ketakutan," terang Ade.
https://tangerangnews.com


19 August, 2020

75 Tahun Indonesia Merdeka, Mahfud Sebut Orang Miskin Semakin Sedikit

Mau jujur? Kalau mau jujur, judul ini perlu diralat. Yang lebih tepat adalah:
"75 Tahun Indonesia Merdeka, Orang Miskin Terlihat Semakin Sedikit Karena Pemerintah Mengubah Kriteria Kemiskinan Untuk Merekayasa Data Agar Menunjukkan Keberhasilan!"

Kenapa judul itu yang benar? Karena sejak tahun 1990, pemerintah mengubah kriteria kemiskinan yang digunakan oleh BPS. Di seluruh dunia, ada standar Bank Dunia $2 per hari. Yang hidup di bawah batas itu disebut miskin. Di Indonesia tidak. Dibuat banyak kriteria yang lain. Punya rumah? Lantai harus dibuat dari tanah, tembok dari bumbu, dan tidak ada listrik. Kalau punya lebih dari itu, bukan miskin dong. Dunia pakai standar $2 per hari tapi BPS menghitung "kalori yang dimakan". Jadi kl sudah makan 2.100 kilo kalori per kapita per hari dianggap tidak miskin. Tidak penting dapat dari indomie dan gorengan atau sapi dan ikan. (Dan kalau sudah makan segitu, uang kontrakan dan SPP sekolah jatuh dari langit?)

Dengan perkiraan Bank Dunia $2 per hari, jumlah penduduk yang miskin di Indonesia mencapai 49% atau lebih dari 100 juta orang. Tapi itu kalau mau jujur. Kalau tidak perlu kejujuran, cukup rakyat dengarkan orang yang pakai jas mahal, yang turun dari mobil mewah, dan masuk hotel bintang lima, untuk naik panggung, dan menyatakan pemerintah telah berhasil kurangi tingkat kemiskinan. Anak yatim dan dhuafa di kampung tahu sendiri yang mana yang benar. Tapi tidak ada yang minta pendapat mereka. Atau kasih uang kepadanya. Tapi tidak perlu dikasih uang, karena mereka sudah dinyatakan "tidak miskin"…
-Gene Netto

75 Tahun Indonesia Merdeka, Mahfud Sebut Orang Miskin Semakin Sedikit
Kompas.com - 17/08/2020 - "Sekarang tinggal 12 persen pada akhir pemerintahan Pak SBY. Pada awal pemerintahan Pak Jokowi yang kedua sudah 9,1 persen," kata Mahfud, Senin (17/8/2020).
https://nasional.kompas.com

Menggugat Angka Kemiskinan versi Pemerintah
Parameter yang digunakan BPS terkesan tidak valid dan mengada-ada. Dengan kriteria kemiskinan di mana pendapatan per harinya paling banyak hanya AS$2, Bank Dunia menyebutkan bahwa jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 49,5 persen. Hampir separuh dari seluruh rakyat Indonesia.
https://www.hukumonline.com

Ubah Kriteria & Garis Kemiskinan Versi BPS!
http://www.prp-indonesia.org

DPR Minta Indikator Kemiskinan Diubah
https://nasional.tempo.co

18 August, 2020

Hendak Dicabuli, Sikutan Al Ghazali Gagalkan Aksi Guru Les Privat

Hanya ada satu perbedaan antara kasus ini dengan ribuan kasus pencabulan terhadap anak di seluruh Indonesia: Anaknya orang kaya berani melawan gurunya!! Di seluruh Indonesia, anak didoktrin utk selalu diam dan taat pada guru, dan takut pada ancaman guru. Ketika guru bicara, anak hendaknya takut melawan. Guru selalu benar! Nilai siswa, kenaikan kelas, masa depan siswa dll. berada di tangan guru! Awas kalau berani melawan. Dalam konteks itu, ribuan anak Indonesia bisa dicabuli. Karena apa? Karena mereka miskin, dan tidak pernah diajarkan untuk berani melawan ketidakadilan dan kezaliman.

Anaknya orang kaya? Mereka dapat pendidikan yang sangat berbeda. Dididik dari kecil untuk menjadi berani dan menjadi pemimpin. Dididik untuk berani melawan siapa saja yang ganggu atau halangi mereka. Buat apa takut? Mereka anaknya orang kaya! Negara ini milik mereka. Kekuasaan dan harta dari kekayaan alam Indonesia akan jatuh ke tangan mereka. Mereka yang menjadi pemilik negara ini, bukan anaknya orang miskin. Jadi anaknya orang kaya berani, dan siap melawan. Dan tidak akan diam ketika hampir dicabuli guru. Itu saja bedanya antara kasus ini, dan ribuan kasus lain, di mana korban berhasil dicabuli: Mereka anak miskin dan tidak ada yang peduli pada anak miskin di negara ini!
-Gene Netto

Hendak Dicabuli, Sikutan Al Ghazali Gagalkan Aksi Guru Les Privat
Senin, 17 Agu 2020 13:35 WIB Febriyantino Nur Pratama – detikHot
Jakarta - Hal yang mengejutkan datang dari putra sulung Ahmad Dhani dan Maia Estianty, Al Ghazali. Karena Al sempat akan menjadi korban pelecehan seksual oleh guru les privat. Al mengungkapkan kejadian itu terjadi di rumahnya sendiri.
https://hot.detik.com

16 August, 2020

7 Manfaat Pelukan pada Anak yang Jarang Smart Parents Ketahui

1. Membuat anak lebih pintar

Apa hubungannya ya memeluk anak dengan kepintarannya? Memeluk merupakan sentuhan fisik yang menjadi stimulasi penting untuk menumbuhkan otak yang sehat dan kuat. Otak anak yang sering dipeluk akan lebih berkembang jika dibandingkan dengan anak yang jarang dipeluk.

2. Meningkatkan imunitas atau sistem kekebalan tubuh anak

Memeluk anak memicu pelepasan oksitosin, atau yang dikenal juga dengan hormon cinta. Hormon ini memiliki banyak efek penting untuk anak. Berpelukan juga bermanfaat untuk membawa sistem saraf anak ke keadaan seimbang dan membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh mereka.

3. Menghindari stres pada anak

Manfaat penting lainnya dari memeluk anak adalah produksi hormon endorfin dalam tubuh. Hormon inilah yang berfungsi untuk mengurangi ketegangan saraf dan juga tekanan darah.

4. Menghentikan tantrum

Smart Parents mempunyai anak yang sering tantrum? Tentu hal ini menjadi kekhawatiran tersendiri untuk tiap orang tua. Saat tantrum, anak bisa bersikap keras kepala atau bahkan tidak mendengarkan apapun perkataan orang tua. Anak juga bisa kehilangan kendali untuk mengatur emosinya sendiri. Nah, berpelukan dapat menenangkan anak dan memicu pelepasan hormon oksitosin yang bisa menurunkan tingkat hormon stres dan melawan kecemasan. Jangan marahi anak saat mereka tantrum, segeralah peluk mereka.

5. Memberikan energi dan mengoptimalkan potensi anak

Seorang psikolog sekaligus penulis buku The Miracle of Hug, Melly Puspita Sari, Psi, menyarankan orang tua untuk memberikan pelukan pada anak minimal 8 kali sehari untuk memberikan energi sehingga anak dapat beraktivitas dan mengoptimalkan potensinya.

6. Anak menjadi lebih penyayang

Anak yang terbiasa memeluk atau dipeluk, akan menganggap hal ini sebagai ungkapan dari rasa kasih sayang. Dengan begitu, kemungkinan saat anak telah dewasa nanti mereka juga akan menjadi lebih empati dan penyayang, karena pelukan tersebut bisa mentransfer energi positif pada anak. Meningkatnya hormon oksitosin saat berpelukan juga dapat menyembuhkan rasa kesepian, isolasi dan kemarahan.

7. Menciptakan bonding antara orang tua dan anak

Pelukan juga dapat membangun rasa kepercayaan dan rasa aman pada anak. Maka, akan membantu terciptanya komunikasi yang terbuka dan jujur antara orang tua dan anak. Memeluk anak juga akan mengurangi rasa takut dan memperbaiki hubungan, sehingga dapat meningkatkan bonding atau ikatan antara Smart Parents dan anak.
https://blog.ruangguru.com

11 August, 2020

Apa Ada Manfaatnya Kemerdekaan Bagi 80 Juta Anak Indonesia?

Kalau ini hasil kemerdekaan bagi banyak anak Indonesia, apa lebih baik dijajah kembali? Ada 80 juta anak, tapi tidak ada Menteri Urusan Anak yang bisa bersuara atas nama anak Indonesia pada tingkat nasional. Di bawah ini ada beberapa buah berita, hanya dari 2-3 minggu terakhir. Tidak termasuk puluhan artikel berita di mana anak dicabuli oleh bapak kandung atau bapak tiri. Tidak termasuk puluhan artikel berita yang mengatakan korban "dicabuli" tanpa jelas diperkosa, disodomi, atau "hanya" jari pelaku yang masuk ke kemaluan anak perempuan, atau pelaku "hanya" meremas kemaluan anak laki-laki. Tidak termasuk beberapa artikel berita di mana jumlah korban mencapai belasan atau puluhan anak, dengan usia bervariasi antara 8-16 tahun.

Kalau 80 puluh juta anak Indonesia tidak menjadi perhatian siapa pun pada tingkat paling tinggi di negara ini, apa manfaatnya kemerdekaan bagi mereka? Sekarang, anak Indonesia tidak perlu takut pada prajurit Belanda. Hanya perlu takut pada bapak kandung, bapak tiri, paman kandung, paman tiri, kakek kandung, kakek tiri, sepupu, kakak ipar, guru ngaji, pendeta, guru sekolah, guru pramuka, guru les, teman sekolah, tetangga, tukang, petani, nelayan, buruh, sopir angkot, satpam, kenalan baru dari Facebook, dan temannya orang tua. Bukannya lebih gampang kembalikan prajurit Belanda saja dan ajarkan anak waspada kalau ketemu orang Belanda?

Dalam semua artikel berita pecabulan terhadap anak, di mana kebanyakan pelaku kenal korbannya dan merupakan orang dekat, yang suku dan agamanya sama, semua orang tua selalu menyatakan, "SAYA TIDAK MENYANGKA!!!" Apa ini artinya kemerdekaan bagi banyak anak Indonesia? Anak siapa yang perlu diperkosa, disodomi, atau dibunuh sebelum para pemimpin negara akan mulai peduli pada 80 juta anak Indonesia? Kapan mereka bisa menikmati kemerdekaan dari kebejatan saudara sebangsa dan setanah air?
-Gene Netto

Kakak Adik Berusia 3 dan 2 Tahun Disodomi Saudaranya (Aceh)
https://aceh.tribunnews.com

Bocah 3 Tahun di Kotawaringin Timur Jadi Korban Sodomi (Kotawaringin, Kalimantan Tengah)
https://www.merdeka.com

Dua Remaja Pengangguran Sodomi 7 Bocah Usia 6-12 Tahun (Sukabumi)
https://www.republika.co.id

Bocah 7 Tahun Dibakar Hidup-hidup Usai Diperkosa, Saksinya Ternyata Sang Pelaku (Dompu, NTB)
https://indramayu.pikiran-rakyat.com

Predator Anak Perkosa Anak Berusia 7 Tahun di Banyuwangi (Banyuwangi)
https://www.ngopibareng.id

Pria Ini Sodomi Bocah 8 Tahun Tiga Kali, Bunuh, Lalu Buang Mayatnya (Siak, Riau)
https://newsmaker.tribunnews.com

Bocah 8 Tahun di Sukabumi Diperkosa Pamannya (Sukabumi)
https://jabar.tribunnews.com

Sodomi 6 Bocah Usia 8-13 Tahun, Pemuda ini Ditangkap (Indragiri Hulu, Riau)
https://news.detik.com

Kakek di Manado Perkosa Anak 9 Tahun Berkali-kali (Manado)
https://video.tribunnews.com

Nasib Malang Bocah 9 Tahun Dicabuli Sepupu (Majalengka, Jawa Barat)
https://jakarta.tribunnews.com

Diancam Akan Dibunuh, Anak Usia 12 Tahun Diperkosa Ayahnya (Musirawas Utara [Muratara], Sumatera Selatan)
https://regional.kompas.com

Keponakan Usia 12 Tahun Diperkosa Paman, Mulutnya Dilakban saat Tertidur (Bangkalan, Madura)
https://jatim.suara.com

Bocah SD Diperkosa 10 Kali oleh Teman Ayahnya (Palembang)
https://www.tribunnews.com

05 August, 2020

Analisis Kondisi Amerika Kalau Biden Menang Dalam Pemilu 2020

[Berita]: *** Dalam sebuah wawancara dengan Fox News Sunday yang direkam di Gedung Putih pada hari Jumat, Trump mengatakan "Saya tidak akan kalah, karena itu adalah jajak pendapat palsu" dan dia menolak mengatakan apakah dia akan menerima hasilnya jika Biden menang pada bulan November. "Saya harus lihat nanti," kata Trump. "Saya harus lihat. Tidak, saya tidak akan hanya mengatakan ya [akan terima]. Saya tidak akan mengatakan tidak [akan terima], dan saya juga tidak menyatakan begitu dalam pemilu kemarin." ***

[Analisis saya]: Saya menduga bahwa nanti ketika pemilu terjadi, dengan tempat pemungutan suara terbatas karena kurangnya petugas (yang rata2 berusia tua, dan takut kena corona) dan alasan lainnya, Trump akan segera mengklaim kemenangan, dan mengklaim semua data dan info lainnya adalah palsu, tipuan, hoax, dan konspirasi. Kemudian dia akan mengatakan bahwa para pendukung demokrat yang dia cap "radikal kiri" sedang berusaha mencuri pemilu lewat semua kecurangan mereka. Trump akan "menyarankan" agar para pendukungnya keluar dan memprotes demi "kebebasan dan demokrasi" (dan mereka akan lakukannya, dengan membawa senjata api laras panjang mereka).

Lalu kelompok2 "milisi sayap kanan" akan muncul di jalanan. Gubernur Demokrat akan menggunakan polisi dan tentara cadangan (national guard) untuk mengendalikan demo pro dan anti Trump. Trump akan mengirim pasukan federal untuk "melindungi demokrasi" (dengan arti melindungi para pendukung dia saja). Di depan umum Trump akan mengatakan itu adalah "kehendak rakyat" dan mereka memprotes untuk melindungi demokrasi, dan bahwa dia tidak kendalikan mereka. Di belakang layar, Gedung Putih akan mengarahkan milisi dan kelompok sayap kanan. Jika ada kekerasan yang pecah, di depan umum Trump akan mengecam kekerasan tetapi mendukung hak orang untuk "protes", dan akan mengatakan bahwa ia tidak bisa mengendalikan orang-orang yang mengungkapkan kemarahan mereka terhadap proses pemilu penuh kecurangan dari partai demokrat.

Dia akan terus menyebut dirinya sendiri presiden "hukum dan ketertiban". Saya tidak akan heran kalau dia berusaha membentuk cabang penegakan hukum baru, seperti semacam "milisi rakyat bersenjata" yang dinyatakan "berjuang untuk kebebasan dan demokrasi". Kondisi serupa akan muncul dan berkembang di beberapa kota, dan menjadi bom waktu yang siap meledak. Lalu satu orang akan mulai menembak… Lalu Amerika masuk zaman setara perang sipil skala kecil, dengan banyak penembakan, protes, kebakaran, penyerangan, polisi mundur dari banyak zona, kedua kubu klaim kemenangan dan kekuasaan, pejabat yang dipecat, lembaga yang dibubarkan, perintah yang bertentangan dari berbagai penguasa, dan kondisi itu akan berlanjut untuk beberapa bulan. Pada tanggal 20 Januari 2021, ketika presiden baru seharusnya dilantik, dan di bulan-bulan sesudahnya, saya tidak tahu apa yang akan terjadi. Dan Putin akan nonton berita dan senyum terus karena merasa berhasil.
-Gene Netto

Trump refuses to commit to accepting election result as Biden enjoys poll lead
https://www.theguardian.com


Muhadjir: Sesama Keluarga Miskin Besanan, Lahir Keluarga Miskin Baru

Jadi orang miskin seharusnya menikah dengan orang kaya? Keberhasilan di dunia ini diukur dengan harta? Orang miskin selalu salah dan kurang, dan orang kaya selalu benar dan berkualitas? Kata siapa? Ada data? Banyak sekali keluarga "miskin" punya anak yang rajin shalat, rajin ngaji, berakhlak baik dan mulia, dan siap berkorban untuk menolong orang lain. Banyak sekali keluarga "kaya" punya anak yang rajin berzina, rajin narkoba, berakhlak buruk dan egois, dan sibuk korbankan orang lain untuk kepentingan diri sendiri.

Solusinya adalah keluarga berencana? Salah. Solusinya jelas dan terbukti di puluhan negara maju: Berikan pendidikan tinggi pada perempuan, dan hampir semua masalah lain akan hilang. (Mungkin Pak Menteri belum tahu.) Ketika perempuan dapat pendidikan tinggi, efek terhadap masyarakat sangat luas, dan terbukti dari penelitian. Mereka menikah di usia lebih tua (belajar dan kerja dulu), menikah dalam kondisi stabil secara mental dan ekonomi, melahirkan sedikit anak (1-3 daripada 8-9), dapat penghasilan lebih tinggi (sesuai tingkat pendidikan), menjadi ibu yang lebih baik (karena punya ilmu luas, dan suka belajar), anaknya lebih sehat (ibu mengerti ttg gizi dll.), dan masih banyak sekali manfaat yang lain.

Mungkin hal yang paling dibutuhkan untuk mengatasi kemiskinan adalah presiden memilih orang yang mengerti "pembangunan manusia" untuk menjadi Menteri Pembangunan Manusia!
-Gene Netto

Muhadjir: Sesama Keluarga Miskin Besanan, Lahir Keluarga Miskin Baru
https://news.detik.com

Komisi VIII DPR: Terus Orang Miskin Nikah Sama Siapa, Pak Muhadjir?
https://news.detik.com

03 August, 2020

Hasil Pemilu Amerika 2020, Analisis Saya dan Pengamat Politik CNN Sama

Minggu lalu saya menulis analisis saya tentang pemilihan umum pada bulan November 2020 di Amerika. Saya mengatakan bahwa Trump tidak akan menerima kekalahan, akan mengatakan bahwa dia dicurangi karena pemilihan itu "diatur" oleh Partai Demokrat (padahal partai Trump berkuasa), akan gugat hasilnya di pengadilan di setiap negara bagian di mana ia kalah, dan para pendukungnya akan keluar dan berdemonstrasi di jalan. Kemudian orang lain akan keluar untuk demonstrasi terhadap mereka. Hasilnya, Amerika akan masuk kondisi yang mendekati perang saudara.
Dan sekarang pengamat politik CNN, Fareed Zakaria, juga mengatakan hal yang persis sama dengan saya.

Trump's embraced conspiracies like these. Fareed Zakaria explains why it's concerning
https://www.youtube.com/watch?v=dPpU_nIKO9g

Steve Schmidt On Trump Attack On Democracy: ‘This Is An Autocratic Moment’
https://www.youtube.com/watch?v=3zAE6IboUL4

Menurut analisis saya, Trump akan "membakar" Amerika, tinggalkan Gedung Putih sambil protes keras, dan kemudian menghabiskan beberapa tahun ke depan memberikan pidato mahal kepada para pendukungnya tentang bagaimana kemenangan dalam pemilu itu "dicuri" dari mereka. Saya tidak tahu kondisi apa yang akan muncul di Amerika setelah Januari 2021...
-Gene Netto

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...