Saturday, December 07, 2019

“Nggak menyangka sama sekali kita. Dia itu orangnya rajin, ramah, suka membantu."

Coba perhatikan kalimat di atas. Ini kalimat yang hampir SELALU diucapkan dalam hampir semua kasus pencabulan terhadap anak di seluruh negara setiap hari. Saya sudah baca kalimat itu ribuan kali dalam beberapa tahun terakhir. Seorang guru, guru ngaji, bapak tiri, bapak kandung, kakek kandung, tetangga atau pria tua usia 55 ke atas (sudah menjadi kakek) ditangkap polisi. Anak remaja usia 12-18 juga ditangkap terus. Mereka telah perkosa, sodomi, atau cabuli (meraba kemaluan dsb.) seorang anak kecil. Apa kata keluarga, tetangga, kenalan, rekan kerja, atasan, teman, dan lain-lain? Mereka semua selalu mengatakan hal yang sama." Nggak menyangka."

Zaman ini, kalau anda berani lepaskan anak anda di bawah pengasuhan orang lain, siapapun orang itu, remaja atau dewasa, maka diharapkan selalu waspada. Jangan anggap orang lain "aman" hanya dengan alasan terlihat remaja yang baik dan biasa, atau dewasa yang telah menikah dan punya anak, atau sudah menjadi kakek, atau bersikap baik hati dan ramah terhadap tetangga dan rekan kerja. Sikap "baik" terhadap orang lain tidak merupakan jaminan apapun. Dia tetap bisa berbuat jahat terhadap anak kecil, lalu sembunyikan.

Dan kalau anda merasa cukup ucapkan "insya Allah aman", maka perlu dipahami bahwa semua orang tua korban dalam semua kasus pencabulan juga menganggap anak mereka aman, dan juga merasa insya Allah aman. Dan anak mereka aman bertahun-tahun, sampai tiba suatu hari di mana mereka tidak aman lagi… Tidak ada solusi jangka pendek selain selalu waspada dan selalu curiga terhadap semua orang yang lain, dari usia 12 ke atas, karena anak usia 12 sudah bisa menjadi pemerkosa sekarang. Bahkan terhadap suadara kandung sendiri juga perlu waspada. Dan kalau anda tidak mau, semoga suatu hari anda tidak masuk berita dengan mengatakan, "Saya tidak menyangka…"
-Gene Netto

Belasan Siswa Laki Dicabuli Guru, Ini Kata Kepsek SMPN 4 Kepanjen
“Pak CH ini sudah 5 tahun mengajar disekolah kami. Kita tidak menduga jika perangainya seperti itu. Siapapun pasti tidak akan menduga. Sebab selama disekolah, orangnya baik, disiplin dan suka membantu,” ungkap Supriyanto pada awak media, Jumat (6/12/2019). “Nggak menyangka sama sekali kita. Dia itu orangnya rajin, ramah, suka membantu. Terus kalau ada acara apapun di sekolah selalu tampil di depan. Kalau datang pagi, salam-salaman dengan siswa yang tiba di sekolah. Sama sekali kita nggak nyangka,” Supriyanto mengakhiri. (yog/ted)
https://beritajatim.com

Thursday, December 05, 2019

Apa Cina Akan Segera Pecah?

Apa ada orang lain yang juga berpikir seperti saya, bahwa Cina akan segera pecah, perang saudara, dan menjadi bbrp negara kecil? Saya sudah lama menunggu perpecahan Cina. Pemerintahan yang diktator akan dilawan oleh rakyat ketika kekayaan rakyat dan pengalaman rakyat merasakan kebebasan di lain negara mencapai suatu titik kritikal (tipping point). Dalam sejarah, semua pemerintahan diktator ada masa runtuhnya.

Melihat gejolak di Hong Kong sekarang, saya merasa ini adalah awal dari perpecahan yang sudah lama saya tunggu. Hong Kong akan menyatakan diri merdeka. Beijing akan kirim tentara. Terjadi perang saudara di Hong Kong. Negara lain akan tawarkan bantuan untuk membela Hong Kong. Industri di Cina akan mulai terganggu. Lalu Taiwan akan menyatakan diri merdeka juga. Lalu ada propinsi2 di dalam Cina yang kaya dan juga ingin merdeka yang akan mulai berontak.

Lama-lama, Beijing akan mengalami kesulitan menahan demo dan pemberontakan yang mulai terjadi di berbagai wilayah, dan orang elit akan mulai kabur untuk selamatkan uangnya. Yang dipedulikan diktator dan kalangan elit hanya uangnya saja. Dan saya kira ada banyak orang yang ingin menjadi "pemimpin baru" di Cina, dan mereka juga kaya, dan punya kekuasaan. Jadi mereka akan ambil kesempatan untuk ciptakan negara baru.

Kalau misalnya sekelompok orang kaya di Shanghai membuat garis baru di peta, mencetak negara baru, maka pemimpin tentara bisa menjadi Panglima baru. Gubenur bisa menjadi presiden. Mata uang bisa dicetak sendiri. Dan ada banyak hal lain yang akan membuat mereka gembira ambil kesempatan untuk memperkaya diri, dan lepaskan diri dari Beijing.

Tapi perang saudara di Cina akan ganggu seluruh ekonomi dunia sekaligus, karena sudah terlalu lama banyak perusahaan skala besar pindahkan seluruh kegiatannya ke pabrik2 di Cina, yang di saat itu, tidak akan bisa diakses lagi, dan barang2 di situ mungkin akan dicuri juga. Jadi setiap negara akan alami berbagai kesulitan ekonomi kalau Cina pecah. Tapi mungkin rakyat di sana sudah tidak bisa ditahan lagi, dan perpecahan akan segera terjadi. Hanya perlu menunggu waktunya. Bagaimana? Setuju?
-Gene Netto 

Wednesday, December 04, 2019

Pemerintah Amerika Menculik Anak-anak Suku Indian Dulu

Ada sejarah gelap Amerika di mana pemerintah menculik anak dari suku Indian dan taruhnya di panti untuk dididik menjadi setara orang kulit putih. Orang kulit putih dianggap lebih beradab. Hal ini terjadi di Amerika, dan juga di Kanada, Australia, Selandia Baru, dan beberapa negara lain. Tujuannya agar suku asli bisa "diasimilasi" menjadi setara dgn suku kulit putih.

Setelah banyak panti ditutup karena penuh kekerasan dan pencabulan, diubah menjadi sistem "adopsi" di mana keluarga Kristen diyakini utk adopsi anak suku Indian (yang diculik) untuk "memperbaikinya". Anak itu dilarang ketemu orang tua kandung, kakek nenek, dan keluarga besar. Dilarang pakai bahasa Ibu, dipaksakan pakai bahasa Inggris, harus pakai baju barat, dan beragama Kristen. Mereka dididik bahwa suku aslinya dan keluarga kandungnya adalah bagian dari budaya primitif yang harus ditinggalkan. Ini sejarah yang sangat buruk, dan menimbulkan banyak trauma bagi anak itu.

Kenapa kita perlu peduli? Mungkin karena ada orang Muslim yang melakukan hal serupa di Indonesia. Bukan pemerintah, tapi lembaga swasta. Di sebuah panti asuhan di Jakarta, saya kaget karena sebagian dari anak itu bukan anak yatim. Ada anak yang punya orang tua, beragama Kristen, dan dibawa dari wilayah sangat jauh seperti pulau Nias untuk dapat "pendidikan". Lalu, mereka dibujuk terus utk menjadi muallaf "agar sama" dgn anak lain (saya lihat sendiri dulu). Donator mengira "panti asuhan anak yatim" akan penuh anak yatim. Ternyata, tidak semuanya begitu.

Saya dapat kabar tentang seorang anak yang keluar dari panti dan kembali ke orang tua kandungnya. Dia sudah kembali ke agama Kristen. Saya tidak tahu skalanya kondisi seperti itu, dan juga tidak tahu apakah ada pihak yang mau peduli atau periksa. Anak itu memang diserahkan oleh orang tuanya, untuk dapat makanan dan pendidikan gratis. Tapi saya kira orang tuanya tidak dikasih tahu bahwa anaknya akan dibujuk masuk Islam, tinggalkan bahasa dan budaya orang tuanya, untuk menjadi "sama" dengan mayoritas penduduk Indonesia yang Muslim. Setahu saya, pemerintah tidak peduli pada asal usul anak yang masuk "panti asuhan", karena anak itu sudah diserahkan orang tua, jadi pemerintah bersikap EGP.

Kita mengutuk orang kafir atas perbuatannya mengganggu keluarga dan budaya orang lain. Tapi kita tidak mau introspeksi dan berpikir apakah kita lebih baik dari mereka.
-Gene Netto

How The US Stole Thousands Of Native American Children
https://www.youtube.com/watch?v=UGqWRyBCHhw

Tangan Bionik (Robot) Untuk Manusia Sudah Menjadi Kenyataan

Banyak orang Muslim menjadi ahli korupsi di semua bidang, di semua lapisan, di seluruh dunia, dan mencuri uang terus untuk memperkaya diri. Di saat yang sama, banyak orang kafir mengembangkan ilmu dan teknologi untuk kemajuan umat manusia, yang nanti hanya bisa dibeli oleh orang Muslim. Kalau mau jujur, harus diakui bahwa kita tidak sumbangkan apapun dalam kemajuan umat manusia dalam 100 tahun terakhir.

Listrik, lampu, komputer, internet, Google, HP, GPS, mobil, pesawat, alat2 medis, dan ratusan barang lain diciptakan oleh orang kafir dan menjadi bermanfaat untuk umat Islam sekaligus. Sedangkan umat Islam sibuk ribut, berpecah-belah, saling menjatuhkan, dan menggali ilmu korupsi untuk memperkaya diri. Banyak orang kafir menciptakan barang yg bermanfaat, dan banyak orang Muslim hanya bisa mencuri uang milik orang lain, tanpa berniat menciptakan apapun.

Seharusnya kita malu. Tapi tidak. Malah marah2 terus pada orang kafir, padahal kita hanya tahu tentang perbuatan mereka karena MEREKA yang ciptakan listrik, radio, TV, internet, YouTube, Facebook, WA, Instagram, dll. agar kita bisa melihat mereka secara langsung. Dan sekarang mereka ciptakan tangan bionik (yaitu tangan robot yang disambungkan dgn tangan manusia).

Seharusnya kita malu. Seharusnya kita yang gali ilmu terus karena semua ilmu itu berasal dari Allah. Tetapi untuk kerjakan hal sederhana seperti menjaga kebersihan kita tidak bisa. (Coba bandingkan WC masjid kita dgn WC umum di Jepang). Apalagi menciptakan tangan bionik. Kalau dalam 100 tahun terakhir, kemajuan umat manusia berasal dari kalangan Muslim, dan korupsi di sini termasuk paling rendah di dunia, saya jamin jutaan orang kafir akan tertarik pada Islam. Malah mereka melihat kita, dan ketawa saja! Siapa yang mau gabung sama kita?

Kita harus bangkit dari dunia mimpi, bersatu, saling tolong menolong, peduli pada anak yatim dan dhuafa, marah pada koruptor (daripada merasa terpesona dengan pejabat yang super kaya), dan mendidik anak kita untuk tidak hanya fokus pada "ritual agama" saja, tapi menghidupkan ajaran Islam, dan membawanya dalam perbuatan kita sehari-hari, terutama ketika menggali semua ilmu yang ada di bumi ini. Kalau kita mau kerja sama untuk mendidik anak kita begitu, insya Allah Indonesia menjadi pemimpin dunia, dan orang kafir akan datang sendiri dan bertanya, "Kenapa masyarakat kalian begitu baik?"
-Gene Netto

These Customized 3D-Printed Bionic Hands Are Changing Lives
https://www.youtube.com/watch?v=K8YwiRBTp28

Saturday, November 23, 2019

11 Anak Yang Disodomi Anggap Itu Hal Biasa??

Sebelas anak, usia 4 sampai 11 tahun, diiming-iming ikan cupang. Lalu disodomi oleh seorang pemuda usia 19 tahun. Itu sudah merupakan suatu kejadian yang sangat umum di seluruh Indonesia sekarang. Tapi dalam berita kali ini, ada satu kalimat yang mengejutkan: "Sebagian besar korban banyak menganggap perbuatan keji tersebut [disodomi pelaku] adalah sesuatu yang biasa."

Jadi anak SD, yang polos dan tidak berdosa, menggangap disodomi oleh seorang anak besar adalah hal "biasa" dan tidak mengherankan bagi mereka. Coba renungkan pernyataan itu secara dalam. Lalu memikirkan masa depan anak bangsa ini. Dan coba jelaskan kepada para pemimpin negara dan pemimpin agama belum merasa ada keadaan darurat kekerasan seks terhadap anak di negara ini.
-Gene Netto

Kasus Sodomi 11 Bocah, Remaja di Cirebon Ancam Bunuh Para Korban Jika Melapor
Jumat, 22 November 2019 19:37 RIBUNJABAR.ID, CIREBON-  Pelaku sodomi terhadap 11 bocah, MN (19), ditangkap petugas dari Kepolisian Resor (Polres) Cirebon.
Warga Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, itu mengaku perbuatan cabulnya terhadap belasan bocah lantaran ia sering menonton film porno.

Ke-11 korban yang dicabuli oleh MN, setiap hari sering bermain di dekat rumah korban, kemudian satu per satu korban tersebut dibujuk oleh MN, diming-imingi hadiah berupa ikan cupang. Selain diiming-imingi ikan cupang oleh tersangka, korban pun diancam akan dibunuh kalau melaporkan perbuatannya tersebut ke orangtua atau pun kepolisian. Dalam hasil pemeriksaan pun, kata Suhermanto, SEBAGIAN BESAR KORBAN BANYAK MENGANGGAP PERBUATAN KEJI TERSEBUT ADALAH SESUATU YANG BIASA.
https://jabar.tribunnews.com



Thursday, November 21, 2019

Biarawati di Perancis Dilarang pakai Kerudung Suster di Rumah Jompo

Seorang biarawati di Perancis sudah masuk usia pensiun. Setelah mengabdi di Gereja 50 tahun, dia kembali ke kota asalnya, dan lamar untuk masuk rumah jompo milik negara (seperti haknya semua warga biasa di sana). Mereka mau terima, tetapi dengan syarat: kerudung suster yang dipakai sebagai simbol pengabdian dalam agamanya wajib dicopot. Juga dilarang memakai kalung salib kalau "terlalu besar".

Ini efek dari hukum di Perancis yang melarang semua simbol agama dalam semua instansi milik negara (sekolah, universitas, gedung pemerintah dan pemda, dll.). Dianggap hukum "sekuler" ini membuat semua orang menjadi "sama" dan "bebas" karena tidak "terganggu" oleh agamanya orang lain. Di sana diperdebatkan oleh rakyat, tapi sampai saat ini, pihak yang melarang menang di atas pihak yang ingin memberikan kebebasan untuk memakai pakaian apa saja, termasuk pakaian agama.

Di banyak negara barat, kebebasan merupakan hasil perjuangan ratusan tahun, karena dulu rakyat ditindas dengan banyak larangan oleh raja, penguasa, atau pemerintah yang tidak peduli pada rakyat. Dari perjuangan melawan penindasan itu, muncul kebebasan mutlak (dengan beberapa larangan khusus saja). Perancis malah memaksa rakyat taat pada kemauan pemerintah utk sembunyikan agama, dan mereka anggap itu "paling bebas". Ini salah satu efek negatif ketika agama dibuang jauh2 dari pemerintahan.
-Gene Netto

French nun misses out on retirement home place over veil ban

Tuesday, November 19, 2019

Atta Halilintar Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Penistaan Agama


Ini kondisi Indonesia sekarang. Satu kalimat, satu tindakan, bisa menjadi penyebab  pelaku kena pasal penistaan agama dan masuk penjara. Cukup satu orang yang merasa dalam hatinya, "Saya tersinggung atas nama agama saya" dan pelaku bisa ditangkap. Tidak ada kebebasan bicara. Tidak ada kebebasan beragama. Yang ada hanyalah kebebasan untuk "tidak pernah berbeda pendapat dengan semua orang yang lain". Hanya ada satu bentuk kebenaran, yang dimiliki orang yang merasa sebagai korban. Pendapat orang lain tidak penting.

Satu orang yang merasa "tersinggung", atas nama sebuah agama dengan 1,8 milyar pengikut, berhak penjarakan orang lain untuk mengatasi rasa sakit hati pribadinya. Definisi "penghinaan" milik 3 hakim. Niat dan tujuan pelaku tidak penting. Permintaan maaf dari pelaku tidak penting. Yang penting hanya "korban" yang merasa agamanya telah disakiti oleh 1 kalimat atau 1 tindakan. Toleransi berasal dari kemampuan untuk tidak setuju dengan orang lain dan tetap sopan dan bersahabat. Sedangkan di sini, toleransi diartikan semua orang takut membahas agama karena terancam masuk penjara.

Semoga pemerintah punya rencana bangun banyak penjara baru. Soalnya, dengan pasal penistaan agama, pembahasan agama apapun oleh siapapun (termasuk membahas agama sendiri) menjadi penuh risiko. Kasihan anak Indonesia yang harus hidup di negara seperti ini.
-Gene Netto


Kalau Presiden Buruk, Di Amerika Boleh Ditampilkan, Di Indonesia Bisa Masuk Penjara

Dalam video ini, HANYA ada perkataan Presiden Trump sendiri. Tapi dikemas kembali untuk menunjukkan beberapa sifat buruknya. Dia selalu cap diri "paling baik" dalam berbagai hal. Dia mengaku punya banyak "teman". Dia menghitung sampai "nomor paling besar". Dia selalu berlebihan, selalu menyatakan "milyaran" tentang hal apapun.

Trump terbukti berbohong lebih dari 10 ribu kali sejak menjadi presiden. Video ini menjadi bagian dari sifat buruk Trump, yang ingin ditampilkan. Di Amerika boleh. Ada hak bicara bebas. Tetapi di Indonesia, presiden wajib "dihormati" dan definisi hormat terserah pemerintah. Jadi kalau ada video seperti ini yang dibuat tentang Jokowi, walaupun bermanfaat untuk rakyat, maka pelaku dan orang yang sebarkan bisa terancam dengan penjara. Terserah pemerintah menggangap suatu video sebagai penghinaan atau tidak.

Indonesia akan menjadi lebih baik kalau ada hak bicara bebas. Kalau kita tidak suka pendapat orang lain dalam suatu hal, cukup kita berhenti mendengarkan mereka. Penjara bukan solusi, karena hanya membuat rakyat takut bicara, tanpa manfaat yang jelas bagi negara. Negara yang paling anti terhadap hak bicara bebas hanyalah negara diktator. Kenapa Indonesia tidak berani memberikan kebebasan terhadap rakyat? Indonesia adalah negara demokrasi milik rakyat, bukan milik orang yang menjadi pejabat sementara.
-Gene Netto

Trump Talk: All Our Best Mashups In One Video

Nabi Muhammad Dibandingkan, Sukmawati Dipolisikan

Ini efek buruk dari pasal 156 dan UU ITE. Orang yang "bicara" bisa masuk penjara, selama 2 tahun, ditaruh di sel yang sama dengan pembunuh, pemerkosa, dan perampok. Kalau membahas agama lain, cukup mengucapkan 1 kalimat, dan cukup 1 orang merasa tersinggung, kita bisa masuk penjara. Ditangkap polisi, ditahan menunggu persidangan, lalu 3 hakim akan memutuskan sendiri apa 1 kalimat itu telah "menistakan agama" tersebut. Membahas agama lain berbahaya. Membahas agama sendiri berbahaya. Siapapun, di mana pun, dari ucapan apapun, dengan niat apapun, bisa masuk penjara.

Tidak ada pengecualian untuk orang yang melakukan "diskusi agama". Atau untuk orang yang melakukan perbandingan agama secara akademis. Cukup 1 kalimat. Cukup 1 orang yang mengangkat diri menjadi korban. Tidak penting niat pelaku apa. Tidak penting 2 milyar manusia lain TIDAK merasa tersinggung. Satu orang yang angkat diri menjadi "korban sakit hati" menjadi cukup untuk penjarakan orang lain.

Pasal2 ini merusak kemajuan Indonesia, dan membuat rakyat takut bicara. Kita tidak bisa tahu isi hati orang yang sebenarnya, karena kebanyakan orang akan takut buka mulut dan bicara dgn jujur ttg apa yang mereka pikirkan. Negara ini menjadi penuh dengan pembohong dan orang munafik, yang terpaksa rahasiakan isi hati mereka agar tidak masuk penjara. Sejarah di negara lain membuktikan bahwa kondisi seperti itu akan timbulkan kerusakan dan perpecahan di jangka panjang. Indonesia akan maju lebih cepat kalau rakyat boleh bicara secara bebas dan kita bisa tahu secara pasti siapa teman dan siapa yang musuh. Tapi dalam kondisi sekarang, semua orang terpaksa pasang topeng, dan kita tidak tahu apa-apa...
-Gene Netto

Nabi Muhammad Dibandingkan, Sukmawati Dipolisikan

Friday, November 15, 2019

Facebook Page "Gene Netto – Author" (dalam bahasa Inggris)

Saya sudah membuat Facebook Page baru untuk saya sebagai penulis. Namanya "Gene Netto - Author". Pembahasan di situ hanya tentang isi buku saya, agama Islam, dan semuanya dalam bahasa Inggris untuk pembaca manca negara. Kalau ada yang ingin bergabung di situ silahkan.

Tapi mohon selalu diingat, nanti akan muncul orang asing yang ingin menghujat Islam, Al Quran, Rasulullah SAW dan umat Islam. Kalau ingin ikut diskusi di situ dalam bahasa Inggris, jangan mudah terpancing utk berdebat. Mohon maaf, tapi kebanyakan orang Indonesia tidak pernah boleh dapat pengalaman "berdebat keras" tentang agama, karena pemerintah melarang lewat pasal 156 Penistaan Agama. Sebaliknya di sana, ada hak bicara bebas (termasuk hak menghinakan keyakinan orang lain).

Jadi orang asing harus berdebat dengan argumen yang kuat dan logis (dan sebagian menghinakan yg lain kalau tidak punya argumen yang baik). Sayangnya di Indonesia, pemerintah melarang orang berbeda pendapat secara bebas untuk menjaga "kerukunan". Sebagai efek samping, banyak orang Indonesia tidak bisa berdebat secara logis, dan hanya bisa menjadi emosi kl berhadapan dengan pendapat yang berbeda. Jadi, kalau anda merasa tidak sanggup terima pendapat keras dari orang lain agama dan ateis, lebih baik anda tidak ikut diskusi di sana, karena hanya akan menjadi emosi.

Gene Netto – Author
https://www.facebook.com/Gene-Netto-Author-100917794712188/

Wednesday, November 06, 2019

Gedung Sekolah Dasar di Pasuruan Ambruk, 1 Guru dan 1 Murid Tewas

Seorang guru wafat di kelas? Pemerintah akan bertindak secepatnya, dan segera melakukan penyelidikan… untuk cek apa celananya guru itu cingkrang atau tidak! Setelah diselediki, ternyata, hanya seorang guru biasa dan anak yang tewas bukan anaknya orang elit. Jadi apa lagi yang sekiranya perlu dipedulikan oleh pemerintah?

Atap sekolah ambruk sudah BIASA! Ini Indonesia. Siapa yang mengharapkan sekolah dibangun tanpa korupsi pembangunan? Yang penting, celana para gurunya tidak cingkrang, dan para anak yang menjadi korban tidak punya hubungan dengan keluarga orang elit. Anak Indonesia bisa mati, atau diperkosa, atau disodomi, setiap hari, di seluruh negara, tapi fokus pemerintah ada pada busana pria.

Dari ratusan kali ada berita tentang atap ambruk, setahu saya, jumlah orang dari dinas pendidikan dan kontraktor yang ditangkap polisi dan masuk penjara adalah NOL. Mungkin karena korbannya bukan keluarga orang elit. Coba bayangkan hebohnya negara ini, kalau kemarin cucu presiden mati di sekolah setelah atap ambruk. Mungkin seratus orang akan ditangkap langsung dan ada berita non-stop selama satu minggu ttg korupsi pembangunan!

Di Jepang, sekalipun ada gempa 7 skala richter, sekolah 4 lantai tetap berdiri kokoh. Sebaliknya, di Indonesia, tanpa gempa, tanpa badai, tanpa angin, gedung sekolah 1 lantai bisa ambruk sendiri! Luar biasa! Mungkin suatu hari akan bisa masuk buku Rekor Guinness, mendapatkan "rekor dunia paling banyak atap sekolah ambuk dalam satu tahun". Kasihan anak Indonesia dapat pemimpin seperti ini.
-Gene Netto

Gedung Sekolah Dasar di Pasuruan Ambruk, 1 Guru dan 1 Murid Tewas
Reporter: Antara. Editor: Yudono Yanuar. Rabu, 6 November 2019 TEMPO.CO, Jakarta - Atap gedung Sekolah Dasar Negeri Gentong, Kota Pasuruan, Jawa Timur, ambruk, menyebabkan seorang guru dan seorang murid tewas. Insiden, yang terjadi Selasa pagi, 5 November 2019 ini, juga menyebabkan 11 murid lainnya cedera.

Video:
Gedung Sekolah di Pasuruan ini Roboh

Atap SDN Gentong di Pasuruan Ambruk


Friday, November 01, 2019

Siapa Yang Mau Melindungi Anak Indonesia?

Saya lagi membuat sebuah presentasi untuk membahas bahayanya bullying dan kekerasan seks, untuk siswa tingkat SMP-SMA. Tujuannya agar mereka sadar, dan bisa waspada. Saya mau berikan contoh2 berita pemerkosaan dan sodomi, agar mereka memahami bahayanya, dan juga agar mereka bisa mencari tanda2nya seorang teman sudah menjadi korban.

Saya buka file2 saya yang telah dikumpulkan beberapa tahun. Ada ribuan buah berita, dalam beberapa tahun saja, dari seluruh Indonesia, dan juga ada beberapa daftar contoh yang pernah dibuat. Ini salah satu daftar itu, dari tahun kemarin. (Saya hapus links ke situs berita. Ini judulnya saja!) Saya tidak paham kenapa para pemimpin Indonesia dan pemimpin agama tidak mau membahas topik ini. Kasihan anak Indonesia. Bagaimana masa depan semua korban ini? Sekali lagi, ini hanya contoh saja.
-Gene Netto

Contoh Berita Pemerkosaan Dan Sodomi Terhadap Anak

•    Digilir 28 Remaja, Begini Kronologi Pemerkosaan Siswi Kelas 1 SMP di Walenrang Luwu
•    Gadis Manado Diperkosa 19 Pria
•    Siswi SMP Diperkosa Bergilir oleh 14 Pria (Kendari, Sulawesi Tenggara)
•    Gadis Desa Diperkosa 14 Pemuda
•    Siswi SMP Diperkosa 13 Siswa SMA, Hingga Pendarahan (Serang, Banten)
•    Siswi SMP Diperkosa 13 Pemuda, Dan Dibunuh. Setelah Tewas, Diperkosa Lagi (Rejang Lebong, Bengkulu)
•    Gadis Bawah Umur Digilir 11 Pria
•    Siswi SMP diperkosa 13 Remaja Hingga Pendarahan (Banten)
•    Kisah Pilu Gadis ABG Termakan Rayuan, Diperkosa 10 Pemuda Bergiliran di Kebun Teh
•    Siswi SMK di Parepare Diperkosa 9 Pelajar (Parepare)
•    Terungkap, Ini Peran 8 Pelaku Pemerkosaan Bergilir Gadis Belia (Pematangsiantar, Sumatera Utara)
•    Hendak Jalan-jalan ke Sinjai, Dua Gadis Belia Malah ‘Digilir’ 9 Pemuda di Sawah
•    Bocah 15 Tahun Diperkosa 7 Pria, Tubuhnya Dibuang di Bantaran Sungai
•    ABG Diperkosa Secara Bergilir, 9 Orang Ditangkap
•    Biadab, Dicekoki Miras, Siswi SMP Ini Digagahi 8 Pelajar
•    Cewek Banjar Diperkosa 7 Pemuda di Samping Gedung DPRD pada Malam Takbiran
•    Gadis di Bantaeng Diperkosa Mantan Pacar dan 7 Temannya
•    Bocah 5 Tahun Di Jatinegara Digilir 7 Temannya Di Rumah Kosong
•    TRAGIS!!! Bukan 3 Tapi Sinta Diperkosa Oleh 7 Orang
•    Siswi SMP Diduga Diperkosa 6 Remaja (Jatinegara, Jakarta)
•    Pelajar SMK Digilir 4 Siswa SMA Dan Mahasiswa (Situbondo)
•    Usai Diberi Miras, Gadis Belia Diperkosa 5 Pemuda (Cipatat, Kabupaten Bandung Barat)
•    Kenal di HP, Temu Darat Diperkosa 5 ABG (Pekalongan)
•    Gadis 15 Tahun Diperkosa 5 Pria di Tengah Hutan (Bangkalan, Jawa Timur)
•    Siswi SMK Dibunuh, Digilir 3 Pemuda, Disiram Bensin dan Dibakar (Langkat, Sumatera Utara)
•    Gara-gara Medsos, Kakak Beradik di Karawang Diperkosa 5 Pria
•    Anak SMP Diperkosa Hingga Tewas (Bekasi)
•    KEJAM..!! Bocah SD Diperkosa, Lalu Diikat di Pohon
•    Bocah Dibunuh, Dikubur, Dibongkar Lagi, Mayat Disodomi (Dairi, Sumatera Utara)
•    Kacau! Siswi Kelas 2 SD Digilir Teman Sekelasnya
•    Anak Perempuan Dibunuh Dan Mayatnya Disodomi 3 Kali
•    Mayat Bocah 8 Tahun di Dalam Karung Diduga Korban Kekerasan Seksual
•    Cabuli 50 Anak Murid, Guru Honorer Ini Harus Mendekam di Penjara
•    Pengusaha di Kediri Perkosa 58 Siswi SD dan SMP
•    Diduga Sodomi 12 Murid, Oknum Guru Olahraga Dibebastugaskan
•    Pedofil Cabuli 12 Anak di Lenteng Agung
•    Cabuli 7 Siswi, Guru SD Ini Ditangkap
•    Efek Nonton Film Porno di YouTube, 3 Anak Sodomi 6 Anak Lain, Dan Kambingpun Diperkosa (Karawang)
•    Korban Predator Seksual Anak Tapsel Capai 17 Bocah Laki-Laki
•    Korban Sodomi Guru Honor Jadi 10 Orang (Bengkulu Utara)
•    Pelatih Sepakbola Diduga Cabuli Puluhan Bocah Laki-laki di Karawang
•    25 Pelajar di Tasikmalaya Jadi Korban Sodomi Guru Agamanya (Tasikmalaya)
•    20 Siswa SMP Dicabuli Guru dengan Ancaman Tak Naik Kelas (Ambon)
•    Guru Honorer SMP di Bandung Diduga Cabuli 13 Siswinya (Bandung)
•    Diduga Cabuli 8 Siswanya, Kepala SD di Ketapang Kalbar Ditangkap Polisi
•    Sembilan Pelajar Dicabuli Oknum Komite Sekolah (Pasuruan)
•    Sembilan Santri di Bantaeng Mengaku Disodomi Gurunya (Makassar)
•    Dua Siswi MTs Diperkosa & Dibunuh karena Pelaku Sakit Hati (Gresik, Jawa Timur)


Thursday, October 31, 2019

Nadiem Akan Melakukan Disrupsi Pada Sistem Pendidikan Kita?

Ada artikel baru yang membahas teori "disrupsi" (perubahan sistemik dan massal secara mendadak). Katanya, Pak Nadiem dilantik menjadi menteri pendidikan karena Jokowi yakin Nadiem bisa melakukan disrupsi pada sistem pendidikan kita. Jawaban saya: Emang begitu gampang ya?!

Pendapat dalam artikel itu hanya lihat masa depan pendidikan dari satu sisi saja. Semua guru tahu kebanyakan siswa justru SULIT belajar sendiri. Tergantung konteks, bahan, tingkat kesulitan bahan, tujuan unit pendidikan itu, dan sebagainya. Kemampuan banyak manusia untuk belajar sendiri terbatas. Dibutuhkan guru yang lebih ahli untuk menolong dan mengarahkan. MOOC (sistem bahan matakuliah gratis online) sudah lama ada. Dampak terhadap sistem pendidikan formal mimimal. Begitu juga Khan Academy. Menolong dan bermanfaat, tapi bukan penggantinya sebuah sistem pendidikan.

Dan perlu dipahami bahwa membaca dan memahami teks BUKAN pencapaian satu-satunya yang didapatkan dari sebuah pelajaran. Ada jauh lebih banyak aspek (perkembangan kognitif, sosial, budaya, bahasa, agama, dll.) yang didapatkan di dalam kelas ketika belajar sama guru. Dan tugas guru adalah untuk menyadari ketika siswa belum paham, atau bahkan salah paham, dan mengarahkan.

Saya bisa membaca teks ttg sistem keadilan negara dan merasa paham sendiri. Lalu bagaimana kalau tiba2 pemerintah mulai menahan ratusan ustadz untuk "dididik kembali agar tidak menjadi radikal"? Sekelompok orang yang belum bersalah apa boleh ditahan pemerintah? Kalau dibuat aturannya, apa saya harus taat pada pemerintah? Kapan saya harus taat? Kapan saya harus protes? Dasar protes saya dari mana? Dan sebagainya. Tugas guru bukan hanya untuk mendidik "tata cara" memahami dan melakukan suatu hal, tapi juga menyampaikan dan mengarahkan pengertian siswa. Ada tugas sosial-budaya-nasionalis yang tidak bisa diserahkan pada buku teks saja.

Mengatakan Nadiem bisa melakukan disrupsi terhadap sistem pendidikan nasional adalah sebuah ASUMSI tanpa dasar. Soalnya sistem itu penuh korupsi, fasilitas yang minim, guru yang gajinya rendah dan dibayar telat, siswa yang motivasi belajarnya rendah dan daya membaca dan berpikir juga rendah, dll. Mohon maaf, tapi membuat satu aplikasi yang meniru Uber dan tambahkan motor tidak memberikan kemampuan dan kualifikasi kepada Pak Nadiem untuk mengubah sistem pendidikan nasional.

Dan kalaupun dia berusaha melakukan perubahan, dari idenya sendiri, maka itu merupakan eksperimen terhadap puluhan juta anak Indonesia karena bisa berhasil dan juga bisa gagal total, jadi 5 tahun terbuang dalam eksperimen itu, dan siswa yang sudah lulus SMA tidak bisa diminta mulai sekolah lagi dgn sistem yang lain. Semua ahli pendidikan sudah tahu: perubahan terhadap sistem pendidikan negara TANPA didukung oleh riset merupakan eksperimen terhadap anak. Apakah orang tua Indonesia siap anak mereka menjadi kelinci percobaan?
-Gene Netto

Komentar Sekolah Swasta dan Bilingual

Ini sebuah artikel panjang yang saya tulis pada tahun 2007. Dibagikan menjadi 5 artikel dan Appendix (appendix dalam bahasa Inggris). Saya menulis artikel ini karena melihat sedang muncul banyak sekolah sekolah swasta yang jual diri sebagai sekolah bilingual, tapi mereka sama sekali tidak memahami artinya "bilingual" itu atau cara mencapainya.

Saya saring banyak hasil riset dari seluruh dunia, dan menulis artikel ini sebagai ringkasan, penuh penjelasan dan pertanyaan. Insya Allah artikel ini paling bermanfaat untuk pendidik dan pengurus sekolah, tapi juga untuk orang tua. Kalau mau memahami apa yang penting untuk dipikirkan dalam menciptakan sistem sekolah "bilingual" di Indonesia, coba baca ini. Semoga bermanfaat.
-Gene Netto

Komentar Sekolah Swasta dan Bilingual

Komentar Sekolah Swasta dan Bilingual - Bagian 1/5
https://genenetto.blogspot.com/2007/03/komentar-sekolah-swasta-bilingual-bag.html

Komentar Sekolah Swasta dan Bilingual - Bagian 2/5
https://genenetto.blogspot.com/2007/03/komentar-sekolah-swasta-bilingual-bag_10.html

Komentar Sekolah Swasta dan Bilingual - Bagian 3/5
https://genenetto.blogspot.com/2007/03/sekolah-swasta-bilingual-bag-35.html

Komentar Sekolah Swasta dan Bilingual - Bagian 4/5
https://genenetto.blogspot.com/2007/03/sekolah-swasta-bilingual-bag-45.html

Komentar Sekolah Swasta dan Bilingual - Bagian 5/5
https://genenetto.blogspot.com/2007/03/sekolah-swasta-bilingual-bag-55.html

Komentar Sekolah Swasta dan Bilingual - Bagian Appendix 
https://genenetto.blogspot.com/2007/03/sekolah-swasta-bilingual-appendix.html

Wednesday, October 30, 2019

Apa Guru Bule Lebih Baik Dari Guru Indonesia?

[Komentar]: Kita lihat pula asalnya bule drmn dulu background pendidikannya apa... Gitu kali klo recruitment org bule buat sekolah yg mehong2.... Kasian generasi kita.... Guru2 kita sudah cukup mumpuni lho

[Gene]: Sekolah swasta (kebanyakan) asal mencari bule, ambil siapa saja yang bisa hadir di saat itu, pas ada kebutuhan. Dan KALAU ada guru "profesional" dari luar negeri, jangan buru2 terpesona. Saya pernah ketemu bbrp guru yang punya kulalifikasi yang benar. Sambil berbincang, saya bertanya, kenapa kerja di sini. (Saya punya alasan jelas: saya masuk Islam di sini, bisa berbahasa Indonesia sebelum datang ke sini karena kuliah 4 tahun di sana, dan punya cita2 ikut memajukan umat Islam dan bangsa Indonesia.)

Jawaban mereka banyak. Ada yang baru cerai, depresi, ingin pindah negara utk cari suasana baru. Ada orang homoseks yang suka pemuda kulit coklat. Ada yang mengaku narkoba lebih mudah diakses di sini. Ada yang jujur bahwa dia hanya peduli pada gaji besarnya, yang jauh lebih tinggi daripada gaji guru di sana (karena biaya hidup lebih murah di sini, dan pajak lebih rendah). Ada yang dulu jadi backpacker, dan ingin tinggal di sini sementara, sambil banyak berzina, narkoba, mabuk2an, dan sekaligus mengajar senin-jumat. Ada yang berlibur ke sini, teman perempuan Indonesia menjadi hamil, jadi dia menikah dan menjadi guru di sini karena tidak ada kerjaan yang lain. Satu pria bilang dia ingin kerja di sini (atau negara asia lain) karena dia kena HIV, dan merasa ada diskriminasi di barat. Tapi orang Indonesia tidak tahu banyak dan tidak tanya ttg HIV, jadi dia merasa lebih enak menjadi guru di sini. Dan banyak alasan yang lain.

Memang, tentu saja, ada juga BANYAK guru yang tidak seperti itu. Masalahnya, ada berapa persen? Dan mau dapat data akurat dari SIAPA? Yang punya data seperti itu siapa? Yang mau bagikan data itu siapa? Yang ingin terbuka dan jujur ttg itu siapa? Jangan mengira pemerintah atau kementerian peduli. Amplop dan gelar palsu yang dikopi dari internet bisa selesaikan banyak masalah. Jadi sebaiknya jangan terpesona dengan "guru bule". Dari pengalaman saya, kebanyakan guru Indonesia (sarjana pendidikan) yang berteman dengan saya jauh lebih baik sebagai pendidik. Dan ada juga sebagian orang asing yang setara atau lebih baik dari guru Indonesia itu dan mengajar dengan cara yang sangat profesional. Tetapi tidak ada kepastian apapun, kalau melihat "guru bule" di sini.
-Gene Netto

Tuesday, October 29, 2019

Stres Diancam Dicerai Suami, Ibu Gelonggong Anak hingga Tewas

Mau katakan apa? Di mana dan kapan 100 juta orang tua di Indonesia pernah dilatih menjadi orang tua? Hampir semua anak SD akan menjadi dewasa dan menikah. Apakah ada pelatihan sejak SD untuk melakukan salah satu tugas yang paling penting bagi umat manusia, yaitu menjadi "orang tua"? Atau dianggap pasti bisa akalin sendiri? Cukup kasih izin nikah saja dari KUA, dan simsalabim, bisa mengerti sendiri cara menjadi orang tua? Pelatihan tidak perlu?

Anehnya, kalau mau sebatas "membawa motor atau mobil", harus belajar, latihan, ujian, dan dapat IZIN dari pemerintah, yang wajib diperbarui secara rutin. Dan SIM itu wajib dibawa untuk buktikan pernah dilatih dan punya izin. Saking bahayanya "membawa motor". Tapi kalau mau menjadi seorang ibu atau bapak, yang sanggup merusak, menganiaya, membuat trauma, atau bahkan membunuh manusia lain (anaknya), maka ternyata tidak perlu latihan atau ujian apapun. Apalagi izin! Kasihan anak Indonesia yang tidak pernah menjadi prioritas pemerintah.
-Gene Netto

Stres Diancam Dicerai Suami, Motif Ibu Gelonggong Anak hingga Tewas
2019/10/25 Hilda Hayatun Nufus – detikNews. Jakarta - Seorang balita ZNL (2,5) tewas setelah digelonggong air galon oleh sang ibu, NP (21). NP mengaku menyiksa anaknya hingga tewas lantaran stres diancam akan diceraikan oleh sang suami.
"Istrinya stres diancam diceraikan apabila anaknya ini dalam kondisi kurus, tidak bisa gemuk," kata Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk AKP Irwandhy Idrus di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (25/10/2019). Karena ancaman sang suami, NP menjadi tertekan hingga mengambil jalan pintas untuk 'menggemukkan' anaknya dengan cara digelonggong air minum.

Bagaimana Bisa Tahu Keburukan Sekolah Swasta Bilingual?

[Komentar]: Kita harus dapat info yg akurat dari sekolah swasta, baru dapat infonya dari Mr Gene, thx ..Barakallah...

[Gene]: Kalau anda bertanya ke sekolah2 swasta itu (bisnis for profit) anda akan dikasih tahu semua kebaikan dan prestasinya. Mereka dijamin tidak akan jujur ttg keburukan dan kegagalannya.

Contoh: Di sebuah sekolah swasta bilingual di Jakarta, ada siswi yang dicabuli bbrp siswa di dalam kelas. Dia trauma mendalam dan tidak bisa kembali ke sekolah. Semua anak laki2 itu dikeluarkan. Para guru diancam kalau buka mulut ttg kejadian itu, mereka akan dipecat dan dituntut dgn pasal pencemaran nama baik. Bapak dari anak perempuan itu ditawarkan puluhan juta rupiah, tapi dgn syarat dia tanda tangani pernyataan hukum utk tidak bicara dan tidak menuntut (Non-Disclosure Agreement), dengan ancaman hukuman yang serius kalau melanggar perjanjian.

Bapak itu suruh mereka simpan saja uangnya, menolak berikan tanda tangan, dan tinggalkan sekolah itu. Saya tanya kenapa tidak lapor ke polisi? Dia bilang anaknya terlalu trauma (hampir diperkosa di dalam kelas). Jadi bapaknya sangat takut pada kondisi mental anaknya, kalau harus berikan kesaksian.

Untuk kasus seperti ini, ada dua golongan orang: Kelompok pertama adalah orang yang tahu secara pasti ttg kejadian itu (dan mereka diancam oleh pengacara mahal agar takut buka mulut). Kelompok kedua adalah semua orang lain, yang tidak tahu apa-apa. Di sekolah swasta yang mahal, kasus seperti itu akan ditutupi kalau bisa. Hanya bisa bocor kalau ada laporan ke polisi dan media. Tapi kalau ancaman pengacara dan bayaran puluhan juta berhasil, calon orang tua baru tidak akan tahu. 

Anda mengira hal buruk seperti itu hanya bisa terjadi di satu sekolah saja? Dari mana anda mau dapatkan info yang akurat kalau sekolah swasta selalu tertutup, demi profit dan kelangsungan bisnis mereka? Anak anda tidak penting. Bisnis mereka yang penting! Jadi selama ada pasal pencemaran nama baik dan UU ITE, anda hanya akan dikasih info yang menggembirakan tentang sekolah swasta yang mahal seperti itu! Ucapkan terima kasih kepada pemerintah Indonesia, yang utamakan bisnisnya orang elit di atas keselamatan anak Indonesia. Pemerintah dan orang elit selalu takut bisnis mereka akan terganggu kalau rakyat Indonesia dapat hak bicara bebas.
-Gene Netto

Sekolah Swasta Sudah Berhasil Mengajarkan Bahasa Inggris?

[Komentar]: Saya sangat setuju bahasa Inggris dan coding menjadi wajib dari SD, panggil saja guru2 dari sekolah mahal, bagus n berkualitas spt [sekolah A,B,C,D] dsb. karena mereka sudah proven membuat murid2nya fasih berbahasa Inggris.

[Gene]: Saya berikan contoh dari dua sekolah saja. Saya tidak bisa sebutkan nama sekolahnya. Bisa masuk penjara kalau bicara dgn jujur. Sekolah A jual diri sebagai sekolah bilingual, tapi tidak ada ahli Bahasa Inggris atau kurikulum belajar Bahasa Inggris utk menjadi bilingual. Mereka pakai kurikulum yang salah (utk native speaker).

Semua anak dikasih ujian, dan pemilik sekolah minta dibuat ujian yang sangat mudah. Lalu, seluruh sekolah gagal dalam Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Matematika dan Sains. Nilai rata2 di bawah 50%. Hasil ujian itu langsung dirahasiakan dari orang tua, untuk menjaga kepentingan bisnis sekolah. Orang tua sudah bayar puluhan juta. Jangan sampai mereka tahu anaknya gagal belajar.

Di sekolah B, ada guru bahasa dari Inggris. Dia tidak punya ilmu apapun tentang pendidikan, dan DO di tahun pertama kuliah dulu. Dia berlibur ke Indonesia, dapat pacar, menetap, dan simsalabim bisa menjadi "guru bahasa Inggris". (Dapat izin mengajar dengan kasih CV dan gelar palsu ke Kemdikbud.) Orang yang memantau dia di kelas menjadi stres melihat anak dikasih "pelajaran" buruk. Selain itu, hampir semua guru bukan lulusan fakultas pendidikan, dan dikasih pekerjaan karena bisa "berbahasa Inggris". Sekolah itu juga jual diri sebagai sekolah bilingual.

Perlu dipahami bahwa kemampuan bicara dan ilmu mendidik adalah dua hal yang terpisah. Seperti halnya seorang ahli anatomi tubuh tidak diizinkan melakukan operasi. Dia tahu letaknya organ tubuh, tapi bukan dokter bedah. Begitu juga antara "bisa pakai bahasa Inggris" dan "bisa mengajar 30 anak di kelas". Skil itu berbeda.

Ini hanya dua contoh saja. Hal serupa terjadi di banyak sekolah swasta. Sayangnya, para orang tua tidak mengerti bagaimana anak mereka dirugikan, dengan guru yang bukan guru, dan pelajaran yang tidak tepat yang bisa menimbulkan kesulitan jangka panjang. Yang penting adalah nilai di atas kertas, betul? Akhirnya (semoga) anak akan dapat nilai tinggi juga. Dan kalau tidak, bisa pindah sekolah, dan anak lain akan masuk (dan bayar puluhan juta juga!) Sayangnya, rakyat tidak mengerti apa yang terjadi di sekolah2 itu, dan orang yang tahu bisa masuk penjara menyebutkan secara jujur (kena UU ITE atau pencemaran nama baik). Jadi mau belajar apa tentang "program bahasa Inggris" dari sekolah2 itu?

Kalau ada pilihan guru "native" yang tidak mengerti pendidikan bahasa, atau guru Indonesia yang bukan "native" tapi seorang guru profesional, saya akan pilih guru Indonesia 1000%! Coba cek: Guru "native" yang dibanggakan di sekolah swasta adalah guru benaran atau tidak? Atau apa yang penting hanyalah mereka "bisa berbahasa Inggris"?
-Gene Netto

Menteri Bukan Posisi Profesi Tapi Posisi Politik?

[Komentar]; Pak, Menteri itu bukan posisi profesi tapi posisi politik.

[Gene]: Jadi Menteri Kesehatan dgn latar belakang sebagai pemilik toko swalayan boleh? Dan Menteri Pertahanan dgn latar belakang sebagai pengusaha busana wanita boleh? Dan Menteri Hukum dan HAM dengan latar belajar sebagai guru TK boleh? Dan Menteri Keuangan dengan latar belakang sebagai DJ boleh? Dan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dengan latar belajar sebagai pemangkas rambut boleh? Dan...

Tidak perlu ILMU atau keahlian? Tidak perlu latar belakang yang terkait? Boleh menjadi menteri walaupun mengaku tidak mengerti apa-apa dan mulai dari nol? Kasihan anak Indonesia dan masa depan bangsa ini kalau semua pernyataan itu dianggap benar!
-Gene Netto

Apa Agama Dan Urusan Pribadi Menteri Boleh Dibahas?

[Komentar]: Inilah mengapa Indonesia sulit maju, mengapa selalu mempertanyakan agama untuk org yg menjadi pemimpin? Kenapa gak mempermasalahkan agama pemilik FB, WA, dan sosmed yg umumnya pemilik non muslim?

[Gene]: Karena pemilik FB, WA dan sosmed lain BUKAN pejabat negara Indonesia yang digaji oleh rakyat Indonesia. Ketika seseorang menjadi pejabat di sini, dan segala sesuatu dari air di kamar mandi rumah menterinya, sampai ke karpet di kantornya, dan bensin utk mobilnya, dan tagihan HP-nya, dan perjalanan ke manca negara, dan makanan lezat di hotel bintang lima DIBAYAR oleh rakyat lewat UANG RAKYAT, maka seluruh unsur kehidupan orang itu yang memimpin dan menjadi contoh nyata bagi anak Indonesia menjadi URUSAN RAKYAT juga!

Contoh: Seorang pengusaha menjadi menteri (atau gubenur, atau bupati, dll.). Dia mengaku Muslim, tapi sudah murtad dan pura2 Muslim di depan umum, utk tujuan "politik". Orang lain tidak tahu, jadi mempersilahkan dia menjadi imam shalat. Dia mau, karena dapat pencitraan. Tapi, shalatnya tidak sah dan shalatnya orang lain menjadi rusak. Dia tidak boleh rahasiakan status non-Muslim itu karena ada pengaruh terhadap Muslim lain! Lalu, dia juga membuat berbagai keputusan. Dinilai merugikan umat Islam, tapi pendukungnya bilang, "Tenang, dia Muslim juga, berbaik sangka!" Tapi ternyata, dia seorang musuh dalam selimut.

Itu baru urusan agama saja. Kalau yang lain, juga patut diselediki. Kalau dia sering curang dalam bisnis, tidak bayar hutung, ingkari janji, berbohong, korupsi, mencuri hak orang lain, merugikan rakyat miskin, menyogok hakim, menghinakan kaum dan suku lain, melakukan pelecehan terhadap staf perempuan, selingkuh, suruh pacarnya aborsi, akrab dengan kriminal berbahaya, melakukan KDRT, dan lain-lain, apakah anda kira itu "urusan pribadi" dan rakyat tidak berhak TAHU ttg kualitasnya orang itu?

Kalau berpikir dengan akal sehat, kita yang bayar pajak (gaji dia) berhak utk tahu. Apalagi kalau keburukan itu bukan "aib masa lalu", tetapi keburukan aktif yang masih berlanjut! Dia terima gaji dari kita. Jadi kalau dia orang jahat, atau buruk, atau punya rencana buruk, atau sering melanggar hukum negara, atau mau merusak negara, atau hanya mau menguntungkan diri sendiri, maka kita berhak tahu dan membahasnya. Dan kalau para pejabat tidak setuju diperhatikan begitu dalam oleh rakyat dalam sebuah negara demokrasi, ada solusinya: Jangan menjadi pejabat.
-Gene Netto
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...