Tuesday, January 07, 2020

Trauma Masa Kecil, Bagaimana Bisa Bangun Mental Yang Kuat Sekarang?

[Pertanyaan]: Assalamu’alaikum. Saya punya masa kecil yang buruk. Sering menjadi korban bullying dan juga tidak merasakan kasih sayang dari orang tua. Bagaimana saya bisa bangun mental yang kuat sekarang?

[Jawaban]: Wa alaikum salam. Sebaiknya anda coba kelas bela diri. Ikuti karate, silat, kungfu, atau apa saja yang sekiranya cocok. Dari belajar bela diri, insya Allah akan terbangun mental yang kuat, dan anda akan menjadi semangat untuk menghadapi kehidupan. Saya dulu mengajar silat di sebuah panti asuhan, dan setelah belajar silat beberapa bulan, semua anak yatim itu menjadi lebih semangat dan percaya diri. Rasa percaya diri perlu dibangun dari dalam dan dari luar.

Allah tidak janjikan kita akan dapat masa lalu yang baik. Ada orang yang lahir di lokasi perang. Anak di Palestina lahir dalam penjara terbuka. Ada anak yang diperkosa dan disodomi ketika kecil, bahkan oleh saudara sendiri. Ada anak yang dijual oleh orang tua sendiri utk menjadi pelacur. Ada banyak tipe masa lalu, dan tidak semuanya "baik". Yang penting adalah bagaimana kita belajar untuk mencari kebaikan yang ada di masa depan. Ketika kecil, kita tidak berkuasa dan bisa alami banyak keburukan dari orang lain. Ketika dewasa, kita punya kemampuan untuk melakukan perubahan.

Anda bisa pilih jalan sendiri sekarang. Bisa pindah ke kota baru, yang jauh dari masa lalu. Bisa belajar bela diri. Bisa kerja dengan baik, dan kumpulkan uang untuk menikmati kehidupan dengan berbagai cara seperti berlibur ke manca negara, mencari hobi yang menarik, dsb. Semua orang punya masa lalu. Jangan mengira anak yang terlihat kaya dan bahagia tidak alami masalah. Banyak anaknya orang kaya mengalami gangguan keimanan, karena mereka merasa "tidak membutuhkan Allah".

Ada anak Muslim yang murtad, berzina, aborsi, narkoba, berjudi, dan hanya hidup untuk utamakan diri sendiri. Orang tua mereka mungkin dinilai "baik" (tidak berbuat jahat), tapi mungkin jarang berada di rumah, tidak memberikan kasih sayang, dan selalu titip anak pada pembantu karena sibuk kejar kekayaan dan prestasi. Hasilnya, ada anak kaya yang orang tuanya baik, tapi malah menjadi depresi, pakai narkoba, dan ingin bunuh diri.

Jadi jangan merasa anda sendiri yang punya masa lalu penuh hal yang berat. Banyak orang lain mengalami hal yang buruk juga. Yang perlu dilakukan sekarang adalah mulai bangun rasa percaya diri, dan juga berserah diri kepada Allah. Yakinlah bahwa Allah akan berikan masa depan yang baik bagi anda, dan belajar bela diri untuk bangun rasa percaya diri dan semangat berjuang di jalan Allah.

Lakukan shalat secara rajin, shalat sunnah, berdzikir, banyak berdoa, baca Al Quran, ikuti pengajian, gali ilmu agama terus, dan mencari masa depan yang terbaik. Juga minta tolong sama semua teman untuk bantu berikan semangat terus. Insya Allah anda akan bisa berhasil kalau yakin Allah akan menolong anda. Semoga bermanfaat.
Wa billahi taufiq wal hidayah. Wassalamu’alaikum wr.wb.
Gene Netto

Sunday, January 05, 2020

Temuan LSM di Lampung: 12 Siswi SMP Hamil Bersamaan, Kondom Laris Manis di Apotek Dekat Kampus

Di satu SMP saja. Ada 12 siswi yang hamil di saat yang sama. Bagaimana kalau dikumpulkan data dari ratusan ribu sekolah setiap bulan? Berapa totalnya anak yang menjadi hamil di luar nikah setiap bulan, tapi kita tidak tahu? Ketika pemerintah sibuk mengurus proyek2 besar yang bisa memperkaya teman2 mereka di kalangan elite, sudah terjadi perubahan yang serius di lingkungan anak. Tapi tidak mau diperhatikan. Kasihan anak Indonesia. Mereka butuh pemimpin yang peduli pada masa depan anak Indonesia, bukan pemimpin yang peduli pada masa depan proyek bagi orang elite.

Siapa yang mau bertanggung jawab pada masa depan anak di negara ini? Jangan serahkan kepada pemimpin. Mereka sibuk kumpulkan harta dan kekuasaan dan mengejar pencitraan (untuk dapat lebih banyak harta dan kekuasaan). Jangan serahkan kepada guru sekolah. Banyak guru hanya mau fokus pada tugas mengajarkan ilmu dari buku teks, kumpulkan nilai, dan mengurus beban administrasi yang besar.

Jangan serahkan ke guru agama. Mereka sibuk mengajarkan fiqihnya ini dan itu, dan sibuk membahas "kemenangan di surga" terus, tanpa mau fokus pada kehidupan nyata umatnya. Dan jangan serahkan kepada orang tua. Mayoritas dari orang tua tidak pernah belajar caranya menjadi orang tua. Dilaksanakan saja, tanpa persiapan, pelatihan ataupun izin. Jadi siapa yang mau mengurus 80 juta anak Indonesia?

Kata Setan: "Saya mau urus mereka! Serahkan kepada saya saja!!!"

Kata para pemimpin, guru sekolah, guru agama, dan orang tua, "Alhamdulillah ada pihak lain yang mau bertanggung jawab. Yang penting, bukan urusan saya!!!"
-Gene Netto

Temuan LSM di Lampung: 12 Siswi SMP Hamil Bersamaan, Kondom Laris Manis di Apotek Dekat Kampus
Selasa, 31 Desember 2019 TRIBUNKALTIM.CO - Fakta mengejutkan datang dari hasil survei Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) saat melakukan penelitian di sejumlah sekolah menengah Lampung. Temuan mereka, gadis belia hamil massal. Sebanyak 12 siswi SMP hamil bersamaan dan berada di dalam sekolah yang sama.
https://kaltim.tribunnews.com

Anak Ayam Program Chickenisasi Bandung Dimakan Kucing-Tikus

Ini contohnya bagaimana banyak pejabat publik di Indonesia tidak mengerti tugasnya. Seorang pejabat melihat berita anak main HP terus. Dia merasa "harus bertindak". Ada yang mengatakan, "Ketika kecil, saya main dengan anak ayam, bukan HP!" Simsalabim, menjadi program pemda. Tujuan program adalah menciptakan suasana anak kampung masa lalu, yang tidak punya apa-apa, dan mau main dengan anak ayam sepanjang hari.

Apakah ada riset yang menyatakan anak yang dikasih anak ayam akan berhenti main HP? Apa ada perubahan terhadap akhlak dan ibadahnya? Apa tambah cerdas? Apa anak ayam bisa mengubah karakter anak? Jangan bertanya. Tidak perlu riset. Habiskan saja uang rakyat utk beli ayam dan kandang dan bagikan saja utk melihat hasilnya. Eksperimen terhadap anak. Ciptakan suasana kampung 40 tahun lalu, dan anak akan berubah. Yakin saja! Pejabat tidak punya tugas lain yang lebih penting, dan uang rakyat boleh dibelanjakan utk hal yang tidak utama dan tidak terbukti akan membawa hasil apapun.

Di saat yatim lapar, miskin dan putus sekolah, janda kesulitan dapat uang utk anaknya, jompo hidup dalam kondisi memprihatinkan, orang sakit sulit berobat, anak sekolah tawuran, anak diperkosa dan disodomi di mana2, film porno bisa diakses oleh semua anak remaja, tingkat perceraian meningkat, tingkat perzinaan dan aborsi meningkat, tingkat selinguh dari pria yang sudah menikah meningkat, dan narkoba di kalangan remaja, pemuda dan dewasa sudah menjadi krisis besar, di saat itu, para pejabat sibuk mengurus anak ayam. Kasihan anak Indonesia yang dapat pemimpin seperti itu.
-Gene Netto

Duh, Anak Ayam Program Chickenisasi Bandung Dimakan Kucing-Tikus
https://news.detik.com

Tuesday, December 31, 2019

Ahmad Dhani Bebas dari Penjara

Mengucapkan satu kata seperti "idiot" dan pelaku bisa masuk penjara 1 tahun, bersama pembunuh, perampok dan pemerkosa. Pemerintah melindungi rakyat dari perasaan sakit hati, seperti halnya orang tua melindungi balita dari perasaan sakit hati. Orang tua tahu anak mereka ber-IQ rendah, tidak bisa berlapang dada, dan tidak bisa kontrol emosinya karena belum dewasa. Lalu pemerintah mengharapkan apa dari rakyat kalau sikapnya sama seperti orang tua terhadap balita? Kapan boleh menjadi dewasa?

Sayang sekali kalau tidak boleh ada hak bicara bebas di negara ini. UUnya sudah ada, tetapi dipangkas oleh DPR dan pemerintah! Membahas agama lain masuk penjara, membahas agama sendiri masuk penjara, menyampaikan pendapat pribadi secara jujur masuk penjara. Rakyat diharapkan selalu takut bicara jadi lebih baik rakyat berbohong terus. Itu lebih aman daripada ungkapkan pendapat dan perasaan secara jujur.

Pasal pencemaran nama baik dan pasal2 lain selalu menanti kalau ada yang berani bahas apa yang dipikirkan secara jujur. Terbukti satu kata sudah cukup untuk menjadi penyebab masuk penjara! Di negara2 maju, orang yang paling berbahaya yang masuk penjara. Di Indonesia, orang yang membuat satu orang lain merasa sakit hati juga bisa masuk penjara! Aneh betul. Tapi rakyat takut protes. Di negara barat, ada hak bicara bebas, dan hal itu menghasilkan perdebatan pro dan kontra. Di Indonesia, diam dan taat lebih diutamakan daripada berpikir sendiri dan banyak bertanya.

Korea Utara, Rusia dan Cina akan kirim pujian bagi pemerintah Indonesia! Mereka sudah duluan membuat rakyatnya takut bicara! Tapi apa ada yang bisa menjelaskan kenapa Indonesia mau meniru mereka? Yang sangat takut pada hak bicara bebas selalu membahas "kerukunan". Tapi yang mereka puji adalah kerukunan palsu, di mana orang senyum di depan muka kita (karena terpaksa, karena takut jujur) dan menghujat kita di belakang punggung. Itu bukan kerukunan.

Terlihat di negara maju. Orang naik panggung, saling menghujat dan menghinakan dan mengatakan ide2 pihak lawannya jelek dan buruk. Lalu setelah acara selesai, mereka ngopi bersama dan diskusi sebagai kawan. Kenapa? Karena ada kerukunan yang benar. Mereka saling tidak setuju, tapi bisa menghargai hak orang lain. Di Indonesia tidak. Kita harus pura2 rukun, padahal membenci orang lain, tapi kebencian itu tidak boleh diungkapkan. Kasihan anak Indonesia yang tidak mau dikasih kebebasan dari pemerintahnya sendiri. Apa ini hasil perjuangan kemerdekaan? Rakyat yang takut bicara? Apa bedanya dengan zaman penjajahan?  
-Gene Netto

Ahmad Dhani Bebas dari Penjara
https://www.kompas.com

Kenalan di Facebook, Gadis Belia Diperkosa 8 Pria Lalu Ditinggal di Jalan

Setiap hari, kalau baca berita kekerasan terhadap anak, satu frase muncul terus: "Kenalan Facebook!" Salah satu sumber hubungan antara pemerkosa dan korban adalah Facebook. Seorang perempuan di desa atau kota kecil dapat "kenalan baru di facebook" yang ajak dia menjadi teman, dan juga bertemu. Anak laki-laki itu sekaligus panggil teman2nya dan kasih tahu mereka akan ada kesempatan memperkosa seorang perempuan malam itu. Teman2nya bergembira (tentu saja) dan berkumpul di suatu lokasi seperti rumah kosong, hutan, kuburan, tempat wisata, dll.

Korban dijemput "kenalan baru Facebook" itu, ikut jalan2 naik motor, dan ketika tiba di lokasi, ada 8 anak remaja yang sudah siap dan menunggu dengan sabar, karena siapa yang tidak mau dapat kesempatan memperkosa seorang anak perempuan kalau bisa? Sepertinya ini sudah menjadi salah satu hobi kesukaan anak Indonesia di zaman ini: main bola, main game online, dan memperkosa kenalan baru Facebook.

Dan dari berita seperti ini yang muncul setiap hari, tidak pernah sekalipun ada berita yang mengatakan seorang remaja laki-laki diajak temannya memperkosa kenalan baru Facebook, lalu anak itu MENOLAK, dan lapor ke orang tua dan polisi. Saya sudah baca ribuan buah berita yang menyebutkan perempuan diperkosa bergilir oleh kenalan baru Facebook dan beberapa temannya, dan tidak pernah ada satupun dari puluhan ribu anak remaja laki-laki itu yang lapor ke polisi dengan niat gagalkan pemerkosaan.

Coba anda jelaskan KENAPA begitu banyak anak remaja laki-laki di Indonesia punya penilaian yang begitu rendah terhadap perempuan, dan begitu nafsu main seks sehingga siap memperkosa seorang anak yang tidak dikenal, dan hanya perlu diajak sekali saja (bukan dibujuk berkali2)? Hilang ke mana budaya timur, sopan santun, agama dan adat yang dibanggakan orang dewasa di sini? Atau apakah semua itu hanya pencitraan saja, dan selama anak remaja terlihat rajin cium tangan dan shalat kalau disuruh, orang tua tidak memikirkan apa hatinya anak mereka busuk atau mulia? Kenapa penampilan luar yang diutamakan, dan bukan isi hati, akhlak dan kemuliaan?
-Gene Netto

Kenalan di Facebook, Gadis Belia Diperkosa 8 Pria Lalu Ditinggal di Jalan
Minggu, 29 Desember 2019. Dikatakannya peristiwa terjadi setelah korban berusia 16 tahun berkenalan dengan salah satu tersangka melalui facebook. Kemudian, korban diajak ke rumah kosong dan diperkosa secara bergantian oleh 8 laki-laki. Bocah perempuan malang ini kemudian ditinggalkan di pinggir jalan.
https://batam.tribunnews.com

Wednesday, December 18, 2019

Kenapa Isra Miraj Dianggap Tidak Logis?

Ada orang yang merasa peristiwa Isra Miraj tidak logis, jadi ajaran Islam tidak boleh dikatakan logis. Bagaimana Nabi Muhammad SAW bisa hidup di luar angkasa? Atau lewati jarak jauh dengan cepat? Kalau ajaran Islam dan logika manusia bentrok, kita perlu "periksa logika manusia", bukan membantah ajaran Islam. Kita harus "mencari penjelasan logis" sendiri, dan belum tentu ketemu. Ini usaha saya menjelaskan Isra Miraj secara logis.

Pertanyaan: Apa Allah Maha Kuasa, atau Kuasa Dikit-dikit? Kalau Allah Maha Kuasa, segala sesuatu bisa dikerjakan tanpa halangan, betul? Manusia hidup dalam air ketuban selama 9 bulan. Manusia bisa ke dasar laut dalam kapal selam. Jadi secara prinsip, manusia bisa "hidup dalam air" (dengan berbagai cara). Kenapa tidak mungkin hidup di luar angkasa? Allah bisa menciptakan sesuatu sebagai "alat penampungan, penuh oksigen" agar Nabi bisa tinggalkan bumi.

Atau, Allah juga bisa perintahkan badan Nabi "tahan nafas" agar tidak perlu oksigen untuk sekian jam. Ada seorang penyelam yg bisa tahan nafas untuk 24 menit. Jadi kalau Allah perintahkan badan Nabi berfungsi terus tanpa oksigen, siapa yang bisa membatalkan Perintah Allah itu?

Kenapa Nabi bisa melintas alam semesta dengan cepat? Karena diantar oleh malaikat Jibril secara langsung. Bukan naik ojek. Malaikat secepat cahaya? Lebih cepat? Kalau tangan Nabi dipegang oleh malaikat, maka sama dengan kita duduk di pesawat: Akan ikut dengan kecepatan yang sama.

Tapi siapa bilang jaraknya "jauh"? Ahli fisika membahas "wormhole" atau "lubang cacing" yang merupakan jalan pintas melalui ruang dan waktu. Ambil sebuah halaman A4, dan membuat titik di dua ujung yg berbeda. Satu titik adalah bumi, dan titik lain berjarak 1 milyar tahun cahaya dari sini. Lipatkan kertas itu, sehingga kedua titik itu "berdampingan". Lalu tusuk kertasnya dgn pensil, membuat lubang. Itu penjelasan yang diberikan oleh ilmuwan ttg lubang cacing di alam semesta.

Kalau ilmuwan anggap hal itu "logis", dan suatu barang bisa melintas jarak jauh dengan cepat, masa Allah tidak sanggup melakukannya juga? Bagaimana kalau Allah mengatakan, "Ada puluhan cara lain utk melintas jarak 1 milyar tahun cahaya dalam 1 detik!" Mau katakan apa? Allah Maha Kuasa? Atau, Allah Kuasa Dikit-dikit, dan Isra Miraj "tidak mungkin" terjadi karena Allah "tidak sanggup" memindahkan 1 manusia di alam semesta secara cepat?

Saya mau gunakan AKAL YANG SEHAT untuk mengakui bahwa ALLAH MAHA KUASA. Kalau Allah menghendaki, segala sesuatu yang kita pahami ttg biologi, fisika, kimia, kehidupan, jarak, waktu, dan lain-lain, bisa BERUBAH. Kenapa? Karena Allah Maha Kuasa. Jadi kalau ada orang yg anggap Isra Miraj tidak logis, dan Allah "tidak bisa" melakukannya, maka hanya ada satu penjelasan: Orang itu belum beriman kepada Allah Yang Maha Kuasa!
-Gene Netto

Tuesday, December 17, 2019

Banyak Situs Muslim Di Negara Barat Kurang Berkualitas

Saya baru selesai kerja berjam2 hari ini, kirim info buku saya ke lembaga dan organisasi Islam, Islamic center, universitas, perkumpulan Muslim, dan masjid besar. Di Amerika, Kanada, Inggris, Irlandia, Australia, Selandia Baru, Uni Eropa, Perancis, Belgia, Jerman, Itali, dan lain-lain. Mungkin totalnya 80-100 lembaga.

Dan sama seperti kemarin, ada banyak kesulitan hubungi mereka. Situsnya error, tidak bisa kirim pesan, atau alamat email salah, jadi setelah dikirim dapat pesan emailnya tidak bisa sampai. Ada banyak sekali website dengan info kontak terbatas, seperti alamat, nomor telfon lokal, dan NOMOR FAX! Baru tahu fax masih berlaku di negara2 barat. Haha. Di sini saja saya tidak pernah melihat orang memakainya. Jangan2 nomor faxnya juga mati. Dan ada banyak sekali akun Facebook untuk komunitas Muslim, tapi post terbaru? Tahun 2012 atau 2015.

Saya merasa sedih melihat hal ini. Kesimpulan sekilas saja, umat Islam di manca negara terkesan cukup gaptek, dan tidak manfaatnya internet dan media sosial untuk berdakwah. Ada post di sebuah facebook atau situs ttg acara "buka puasa bersama bulan Ramadhan tahun 2015". Tapi tidak ada penjelasan ttg agama Islam, atau info ttg apa yang mesti dilakukan seorang warga lokal yang ingin bertanya tentang Islam. Jadi tujuan utama banyak situs sepertinya internal saja utk umat Islam, dan mereka tidak memikirkan orang di luar Islam yang mau cari komunitas Muslim untuk mengenalnya lebih dalam sambil belajar agama Islam.

Kasihan orang non-Muslim. Kalau mau bertanya, belum tentu bisa dapat bantuan dari Muslim yang dekat. Padahal medsos dan internet seharusnya membuat tugas belajar tentang Islam menjadi sangat mudah sekali. Semoga bermanfaat sebagai renungan bagi kita semua.
-Gene Netto 

Saya Bisa Masuk Islam Gara-Gara Sinterklas!

Seorang guru di Amerika dipecat karena memberitahu anak sekolah bahwa Sinterklas tidak nyata. Ada prinsip di negara2 barat: Orang dewasa wajib ikut membohongi anak dengan alasan “budaya”, dll. Kalau menyatakan Sinterklas tidak nyata, orang lain jadi marah karena mereka masih sibuk bohongi anaknya.

Waktu kecil, saya pernah berdebat keras dgn ibu saya. Kami menginap di rumah paman yg tidak ada cerobong asap, yang katanya dipakai Sinterklas utk masuk rumah. Bagaimana saya bisa dapat kado kalau tidak ada cerobong asap??!! Ibu ketawa, dan bilang mau buka jendela. Saya bingung! Saya anak yang logis! Kalau Sinterklas bisa pakai jendela, kenapa tidak lewat pintu, dan kenapa selalu pakai cerobong asap yang sempit dan kotor? Tidak masuk akal!! Sinterklas tidak beres! Ada yang ganjil.

Beberapa tahun kemudian, kakak saya tunjukkan kado2 di lemarinya orang tua, dan dia jelaskan bahwa Sinterklas adalah kebohongan orang tua. Saya marah! Kenapa saya dibohongi?! Kalau saya berbohong, orang tua marah dan menghukum saya. Tapi ternyata mereka tukang bohong yang lebih besar, dan tidak bisa dipercayai lagi! Saya mulai memeriksa semua hal yang pernah diajarkan kepada saya. Kelinci Paskah yang antar telur coklat tidak nyata, dan Peri Gigi yang kasih uang utk gigi yang copot juga tidak nyata.

Dan Yesus tidak lahir pada 25 Desember. Asal usul Alkitab tidak diketahui dan tidak ditulis oleh "sahabatnya Yesus". Gereja pilih sendiri kitab2 yang boleh masuk Alkitab, atau diabaikan, atau dirahasiakan. Dan ada banyak perkara yang lain. Saya seorang anak SD, tapi menjadi kecewa dengan orang tua dan orang dewasa di masyarakat yang bohongi saya terus. Tidak ada pilihan: Saya menjadi ateis. Setelah 10 tahun berlalu, dan saya pindah ke Australia, akhirnya saya ketemu seorang Muslim. Dia menjelaskan Islam adalah agama logis. Saya kaget.

Setelah saya belajar ttg Islam selama 5 tahun, saya merasa "terpaksa menjadi seorang Muslim" karena hanya Islam yang masuk akal. Saya harus menerima dasar logis dalam ajaran Islam. Jadi, saya bisa masuk Islam gara-gara Sinterklas! Lebih tepatnya, setelah tahu Sinterklas itu adalah bohongan orang tua, saya bisa tinggalkan agama Kristen, dan mencari ajaran agama yang logis, benar, dan tanpa kebohongan. Semuanya ditemukan dalam Islam. Orang tua Muslim suruh anaknya selalu jujur, dan mereka juga sampaikan ajaran Islam secara jujur, tanpa perlu bohongi anaknya.

Sinterklas yang masuk semua rumah, lewat cerobong asap, dan mengantarkan puluhan milyar kado, para semua anak Kristen, dalam 1 malam tidak logis! Dan semua orang tua Kristen akhirnya terpaksa mengaku bahwa mereka telah bohongi anaknya. Semoga semua anak yang tidak suka dibohongi mau mencari kebenaran dalam Islam. Saya menjadi yakin pada Islam karena hanya Islam yg logis. Terima kasih Sinterklas, karena membantu saya masuk Islam!
-Gene Netto

Monday, December 16, 2019

Hukum Mengucapkan Selamat Natal

Assalamu’alaikum wr.wb., Ucapan “Selamat Natal” ditentukan haram oleh sebagian besar ulama di manca negara. Sebaliknya, ada juga yang membolehkan. Saya sepakat dgn ulama yang melarang. Coba berpikir begini: Mengucapkan “Selamat Natal” sama dengan mengucapkan “Selamat Atas Kelahiran Tuhan Dalam Bentuk Manusia Yang Disalibkan Untuk Menebus Dosa Kita!”

Bagi Muslim, kalimat itu syirik. Muslim tidak boleh percaya Tuhan lahir sebagai manusia. Juga tidak boleh percaya Tuhan bisa dibunuh dgn tiga paku. Jadi, kalau kalimat panjangnya jelas syirik, dan merupakan penyembahan terhadap sosok selain Allah SWT, apa versi singkatnya "Selamat Natal" berbeda? Mau diucapkan untuk hormati orang kafir?

98. Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat- Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir. (Al-Baqarah QS. 2:98)

Allah SWT adalah musuhnya orang kafir. Tetapi kl mereka baik hati, maka kita harus sama. Apa berarti kita harus ucapkan Selamat Natal pada saat mereka menyembah Yesus sebagai Tuhan? Mau jaga diri atau ikut2an? Mau setia pada Kemauan Allah, atau kemauan manusia?

Dari Ibnu Umar ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk di antara mereka. (HR. Abu Daud)

Kalau dpt ucapan Selamat Natal, saya jawab “Terima Kasih”. Belum pernah ada orang Kristen yg menjadi marah. Kl orang tua kirim kado Natal, saya terima, tapi tidak balas. Tidak menjadi masalah.

TETAPI, kl ada anggota keluarga atau bos yang Kristen, dan merasa perlu menjaga kerukunan, maka bismillah dalam hati dan jawab "Selamat Natal". Tidak berarti harus aktif ucapkan pada semua orang Kristen di mana2. Kl diajak makan silahkan ikut. Kl ada acara2 doa bersama, nyanyi, dll. yg lebih terasa spt perayaan agama, minta maaf dan tidak ikut. Jadi gunakan sikap mulia dan bijaksana. Hindari kl bisa, dan berusaha utk tidak ikut dalam kegiatan ibadah.

85. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (Ali-Imron QS. 3:85)

Agama Allah jelas. Ikuti contoh Nabi Muhammad SAW dengan berhati-hati kl ada hal yang kurang jelas hukumnya (syubhat). Sepertinya Rasulullah SAW tidak ucapkan Selamat Natal. Tidak ucapkan selamat pada pengikut ratusan agama lain (yg berhalanya di Kabah sebelumnya). Kebebasan beragama dijamin oleh Nabi, tapi dia tidak ikut kegiatan agama mereka, walaupun sebatas ucapan.

Ada dua pilihan:
1. Memilih jalan Allah yang jelas dengan tinggalkan perkara yg meragukan. Ikuti contoh Nabi SAW yg tidak ucapkan Selamat pada pengikut agama lain. 
2. Atau silahkan mengucapkan Selamat Natal, kl yakin itu yang terbaik, krn memang ada sebagian ulama yang membolehkan.

Wallahu a’lam bish-shawab. Semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto

Wednesday, December 11, 2019

Kronologi Siswi SMA di Nias Sudah Tewas Lalu Diperkosa

Saya sudah lupa berapa kali saya baca berita tentang seorang anak yang "dibunuh lalu diperkosa". Coba anda jelaskan fenomena ini dari sisi pendidikan, agama, budaya atau yang lain. Dari mana sebagian pemuda Indonesia menjadi begitu gila terhadap seks, sehingga mereka sanggup memperkosa sebuah mayat dari orang yang baru saja mereka bunuh?

Di benak saya, kalau seandainya baru saja membunuh seseorang, seharusnya ada rasa syok, atau rasa ketakutan yang tinggi. Malah di saat itu, sebagian pemuda Indonesia bisa buka celana, mendapat ereksi, telanjangi mayat, dan memperkosanya. Kenapa bisa?

Makin lama, rasanya makin umum terjadi. Minggu ini ada dua kasus. Dan coba ingat juga, semua pemuda ini berasal dari Indonesia, negara timur, yang katanya penuh adat sopan santun dengan budi pekerti yang luhur. Mereka punya orang tua, kakek nenek, om dan tante, guru sekolah, guru agama, dan tetangga yang banyak. Tapi juga bisa memperkosa mayat. Siapa yang mendidik mereka (atau gagal mendidik mereka) sampai mereka bisa menjadi begitu biadab? Dan siapa yang mau bertanggung jawab?
-Gene Netto

Kronologi Siswi SMA di Nias Sudah Tewas Lalu Diperkosa
Rabu, 11 Desember 2019 | VIVA – Pelaku pembunuhan siswa kelas 3 SMA, Tolonasokhi Halawa (27) berhasil diringkus polis. Diduga tersangka melakukan pemerkosaan terhadap korban, yang sudah tewas dengan kondisi berlumuran darah, di Desa Hiwaebu Kecamatan Susua Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara.

Kapolres Nias Selatan, AKBP I Gede Nakti, menjelaskan pada hari itu, sekitar Pukul 19.00 WIB. Di lokasi kejadian, antara pelaku dan korban berpapasan saat jalan kaki. Saat itu korban L (20), hendak pulang ke rumahnya. Entah setan apa merasuki, pelaku memeluk korban dari belakang. Namun, L langsung memberikan perlawanan.

Gede mengungkapkan karena korban terus meronta dan melawan. Pelaku dengan sadis menikam kepala wanita itu dengan pisau, yang disimpannya di kantong celananya. Setelah korban dipastikan tewas, pelaku kemudian memperkosanya.
https://www.viva.co.id

Tuesday, December 10, 2019

Saat Menteri Adu Akting di depan Presiden

Saya sudah berusaha berkali-kali untuk melihat sisi "baik" dari acara ini. Belum berhasil. Seorang menteri pendidikan yang baru dilantik punya waktu kosong untuk menjadi pelawak dan menghibur presiden. Jokowi diundang ke acara anti-korupsi dengan KPK tapi tidak mau hadir. Malah pergi ke sebuah sekolah dan nonton menteri menjadi pelawak.

Wartawan selalu tanya ttg program kerja 100 hari dari menteri baru. Mungkin ini pertama kali dalam 70 tahun merdeka seorang menteri punya program "menjadi pelawak untuk menghibur presiden". Begitu tidak sibuk? Begitu sedikit tugasnya? Manfaatnya apa dari menjadi pelawak satu hari? Setahu saya tidak ada hubungan antara acara komedi dari menteri dan pencegahan korupsi di masa depan.

Ada atap sekolah yang ambruk, anak dan guru luka-luka, dan ada yang wafat. Ada sekolah dengan 3 guru PNS dan 25 guru honorer. Ada guru honorer yang digaji 300 ribu per bulan, dan menunggu 6 bulan untuk dapat gaji itu. Guru di pelosok bisa habis gajinya untuk beli sembako, karena begitu mahal tinggal di sana. Setiap kali ganti menteri, ganti kurikulum juga, dan membuat 3 juta guru pusing. Setiap ganti kurikulum, buku teks ganti juga, dan membuat 100 juta orang tua pusing. Dari 60 juta siswa, ada jutaan yang tidak sampai kelas 3 SMA karena biaya sekolah begitu mahal. Dana pendidikan korupsi. Dana BOS dikorupsi. Ujian Nasional sudah dilarang oleh MA karena melanggar konstitusi, tapi masih perlu "dikaji dulu" oleh menteri pendidikan yang mengaku tidak mengerti pendidikan.

Tapi menteri pendidikan dan dua menteri lain punya waktu kosong untuk menjadi pelawak dan menghibur presiden selama 1 hari. Maaf, saya tidak bisa melihat sisi baiknya. Kasihan anak Indonesia yang dapat pemimpin negara seperti ini. Kerja, kerja, kerja. Daripada minta menteri menjadi pelawak, lebih baik presiden dan para menteri fokus pada masa depan 80 juta anak Indonesia.
-Gene Netto

Saat Menteri Adu Akting di depan Presiden: Pentas Prestasi Tanpa Korupsi
https://www.youtube.com/watch?v=GsaSOrP0leo

Pembunuhan Keji Bocah SD di Kalteng, Disodomi lalu Dipenggal

Seorang anak SD minta rokok dari pelaku, yang sudah menikah dan punya anak. Tiba2 pelaku ingin sodomi korban, tapi dilawan. Jadi anak kecil itu dicekik, dan setelah mati, disodomi juga. Lalu pelaku jalan pulang ke rumah dengan santai, ambil mandau (pedang), kembali ke jenazah dan potong kepalanya. Jangan terlalu heran. Kekerasan terhadap anak sangat "normal" di Indonesia.

Mungkin besok Kapolri dan dua menteri lain bisa menjadi pelawak di depan presiden, dan membuat drama anti-kekerasan terhadap anak, dan presiden dan para menteri bisa ketawa2, lalu menyatakan niat baiknya untuk melindungi 80 juta anak Indonesia dari kekerasan.

Kita harus selalu ingat pada prinsip yang utama: "Bukan anak saya jadi bukan urusan saya!" Yang penting adalah anaknya orang elit selalu aman dan dilindungi 24 jam. Jadi tidak ada yang perlu peduli pada anaknya orang miskin…
-Gene Netto

Kronologi Pembunuhan Keji Bocah SD di Katingan Kalteng, Disodomi lalu Dipenggal
Ade Sata · Selasa, 10 Desember 2019 - PALANGKARAYA, iNews.id – Polisi mengungkap kasus penemuan mayat bocah sekolah dasar (SD) tanpa kepala di Desa Tumbang Mahup, Kecamatan Katingan Hulu, Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng). Sebelum dibunuh dengan cara dipenggal, korban lebih dahulu disodomi pelaku.
Hasil penyidikan, identitas pelaku kejahatan keji ini berinsial A, warga yang masih satu kampung dengan korban dan telah berkeluarga serta memiliki tiga anak.
https://www.inews.id

Laporan: Ada 56 Orang Korban Pelecehan Seksual di Gereja Katolik Indonesia, Termasuk Seminaris dan Suster

10 Desember 2019. Katoliknews.com – Majalah Warta Minggu yang diterbitkan oleh Paroki Tomang – Gereja Maria Bunda Karmel (MBK), Keuskupan Agung Jakarta menyajikan laporan yang memicu pembicaraan luas, terkait pelecehan seksual di dalam Gereja Katolik di Indonesia.

Majalah milik paroki yang dilayani para imam Karmel itu melaporkan setidaknya 56 orang mengalami pelecehan seksual di dalam Gereja Katolik di seluruh Indonesia. Laporan yang berjudul “Pelecehan Seksual di Gereja Indonesia: Fenomena Gunung Es?” itu, diterbitkan pada edisi Minggu, 7 Desember 2019.

Dijelaskan dalam majalah itu yang file dalam formatnya PDF-nya diperoleh Katoliknews.com bahwa laporan itu berdasarkan sebuah diskusi yang diadakan di Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta pada akhir November untuk menandai kampanye 16 hari penghapusan kekerasan terhadap perempuan.

Selama diskusi itu, Sekretaris Eksekutif Komisi Seminari KWI, RD Joseph Kristanto mengatakan, walaupun dia tidak memiliki data pasti tentang jumlah korban pelecehan seksual di Gereja Katolik di Indonesia, timnya telah menerima laporan dari informan yang merinci setidaknya 56 korban.

“Dari jumlah itu, ada 21 korban dari kalangan seminaris dan frater, 20 orang suster dan 15 korban nonreligius,” kata RD Kristanto seperti dikutip Warta Minggu. “Pelakunya siapa? Ada 33 imam dan 23 pelaku bukan imam. Ternyata banyak juga kejadian di tempat-tempat pendidikan calon imam.”

Kristanto mengatakan ia meyakini bahwa ini adalah fenomena gunung es. “Hitung saja, di Indonesia ada 37 keuskupan, kalau masing-masing keuskupan lima atau sepuluh kasus, silahkan hitung sendiri. Itu baru di keuskupan. Belum di sekolah-sekolah atau panti-panti asuhan,” katanya.
https://katoliknews.com

Monday, December 09, 2019

Anak Ceria Bermain Layang-Layang? Atau Pendidikan Agama Anak Kurang Baik?

Kemarin saya lihat berita dengan judul, "Cerianya Anak-anak di Ibu Kota Bermain Layang-layang." Saya buka karena ingin lihat bentuk layang2 yang dipakai. Ketika melihat fotonya, saya langsung abaikan layang2nya. Fokus saya pindah ke tempat berdirinya anak2 itu: Di tengah kuburan.

Saya langsung dapat dua buah pemikiran dari semua foto itu. Pertama, Pemda DKI begitu gagal menciptakan taman kota dan lokasi terbuka yang bisa dipakai oleh anak, sehingga kuburan dijadikan tempat bermain. Mereka bisa main di mana lagi? Dengan jutaan anak di seluruh kota, seharusnya menjadi prioritas menciptakan lokasi bermain untuk anak2 itu, daripada bangun sekian banyak mall lagi.

Kedua, bagaimana pendidikan agamanya bagi anak ini sehingga mereka tidak bisa menghormati tempat pemakaman? Terlihat keasyikan mereka main layang2, dan kuburan orang diinjak2. Apa orang tua dan gurunya tidak mendidik mereka untuk hormati kuburan? Bagaimana kalau anda datang utk berziarah ke kuburan saudara, dan ada 3 anak yang sedang injak2 dan loncat2 di atas kuburan itu?

Anak Indonesia perlu diperhatikan oleh pemerintah dan pemda. Bukan seragamnya yang perlu dipikirkan terus, atau PRnya, atau jam datang ke sekolah. Akhlak yang paling penting utk diutamakan, karena dengan akhlak yang baik, insya Allah semua yang lain akan menjadi baik juga.
-Gene Netto

Cerianya Anak-anak di Ibu Kota Bermain Layang-layang
Sabtu 07 Desember 2019, Rifkianto Nugroho - detikNews
https://news.detik.com

Warga NTT Sangkal Menista Yesus: Saya Pertanyakan Agama Saya, Kok Dipenjara?

Dengan adanya UU 156 penistaan agama (tanpa definisi yg jelas) dan UU ITE, kita hanya perlu tunggu saja pemeluk agama yang sama saling melaporkan. UU ini sangat buruk, dan merusak masyarakat. Pemerintah anggap UU itu menjaga kerukunan. Tapi yang didapatkan hanya kerukunan palsu. Orang yang diam karena takut masuk penjara tidak sama dengan orang yang menerima pendapat yang berbeda.

Kondisi ini membuat rakyat Indonesia setara dengan anak balita. Banyak orang tua melihat anaknya lari, tabrak kursi, jatuh, dan menangis. Orang tua datang ke balita, dan suruh jangan menangis. Kursi yang jahat! Anak tidak bersalah! Kursinya ditampar dan disalahkan. Ini sebuah pola pendidikan yang umum, tapi salah. Anak tidak dididik untuk bersikap dewasa, berlapang dada, dan menjaga diri sendiri. Kesalahan dilimpahkan pada pihak yang lain. Anak yang sakit hati harus dilindungi dari "kejahatan" pihak lain yang menjadi penyebab sakit hati.

Pemerintah Indonesia sepertinya senang dengan sistem pemikiran seperti itu sejak masa Orde Baru. Rakyat dianggap setara dengan anak balita, yang perlu diarahkan dan dilindungi oleh pemerintah. Rakyat tidak bisa mengurus diri sendiri, atau menjadi dewasa. Ketika terjadi masalah, rakyat diharapkan menunggu pemerintah datang, mengusap kepala rakyat, dan "memukul" pihak yang bikin rakyat sakit hati. Rakyat tidak perlu dewasa dan menerima kenyataan ada orang yang punya pendapat yang buruk di dunia ini. Pemerintah akan melindungi rakyat, agar rakyat selalu "senang" dan tidak perlu diganggu dengan pemikiran yang berat.

Indonesia akan maju lebih cepat, dan lebih siap menjadi pemimpin dunia, kalau ada kebebasan bicara di sini. Yang sangat takut memberikan hak bicara bebas pada rakyat hanyalah para diktator di seluruh dunia.
-Gene Netto

Warga NTT Sangkal Menista Yesus: Saya Pertanyakan Agama Saya, Kok Dipenjara?
2019/11/10 Andi Saputra – detikNews. Alor - Lamboan Djahamao dinyatakan Mahkamah Agung (MA) telah menista agama dan dijatuhi hukuman 6 bulan penjara. Lamboan yang juga penganut Protestan itu merasa janggal dengan putusan itu karena ia mempertanyakan keyakinan yang dianutnya yaitu kelahiran Yesus pada 25 Desember.
https://news.detik.com

Saturday, December 07, 2019

Kegagalan Sistem Pendidikan Indonesia = Anak Gampang Dicabuli

Di dalam berita ini, dan ribuan buah berita serupa, anak2 SMP merasa "terpaksa" taat pada gurunya. Oleh karena itu, 18 anak dicabuli, berkali-kali, karena tidak punya daya pikir logis atau akal yang sehat yang akan membuat mereka menolak. Mereka takut pada gurunya karena semua anak Indonesia sudah tahu: 1) wajib "diam dan taat" pada guru; 2) Guru selalu benar; 3) Guru bisa mengubah nilai siswa tanpa alasan; 4) Jangan berharap dapat bantuan atau keadilan dari guru yang lain.
Ini daftarnya semua hal yang terjadi, sehingga anak ini menjadi korban pencabulan:

1.    Guru itu suruh anak ikut kegiatan modelling. Anak menolak, tidak tertarik, tapi disuruh terus, jadi dia diam dan taat sama gurunya.
2.    Disuruh masuk ruangan guru BK, lalu pintu dikunci, jendela dan gorden ditutup. Anak seharusnya protes, tapi dia diam dan taat.
3.    Anak diminta bantu guru dengan penelitian S3 karena membutuhkan contoh sperma dan bulu kemaluan, dan harus mengukur penis anak. Anak mengaku ketakutan, dan tidak mau ikut penelitian itu, tapi diam dan taat.
4.    Sebelum dicabuli, anak disumpah dengan Al Quran agar kegiatan "berikan contoh sperma untuk penelitian" tidak boleh diceritakan kepada orang lain. Anak tidak mau setuju, tapi diam dan taat.

5.    Anak disuruh berbaring di atas meja. Anak tidak mau, tapi diam dan taat.
6.    Anak telanjangi oleh gurunya. Anak tidak mau, tapi diam dan taat.
7.    Penis anak itu dikocok gurunya terus, sampai dapat ereksi. Anak tidak mau, tapi diam dan taat.
8.    Guru itu tidak izinkan anak keluar ruangan, kalau spermanya belum keluar. Jadi anak harus diam di atas meja, telanjang, dimasturbasi oleh gurunya, hingga alami klimaks. Anak tidak mau, tapi diam dan taat.
9.    Di lain waktu, beberapa anak dipanggil lagi untuk ikut "penelitian" lagi. Anak2 itu tidak mau, tapi diam dan taat.

Coba kita kembali ke anak yang pertama. Ketika pintu dikunci, dan dia ditelanjangi gurunya, dan disuruh kasih contoh sperma (yang harus dihasilkan dengan cara dimasturbasi oleh gurunya), anak itu bisa saja berontak, melawan, dobrak pintu, pecahkan jendela, teriak, lari, dan mencari pertolongan. Atau kalau tidak berani, setelah selesai, dia bisa langsung lari ke ruangan kepala sekolah, atau cari guru untuk dapat pertolongan.

Apakah terjadi? Tidak. Setiap anak diam dan taat, selama 2 tahun, sehingga 18 anak menjadi korban. Kenapa? Karena semua anak diajarkan untuk diam dan taat pada gurunya, jangan berani melawan, dan tidak ada anak yang melihat para guru sebagai sahabat atau pelindung atau penolong. Mereka juga tidak sanggup menggunakan akal yang sehat dan berpikir sendiri, "Ini tidak normal, saya harus melawan!" Mereka diam dan taat. Walaupun disuruh melakukan hal yang sangat buruk.

Ini bukti kegagalan sistem pendidikan, yang dibangun oleh para guru, dan didukung oleh para orang tua, selama puluhan tahun. Kalau sistem ini tidak diubah, makin banyak anak Indonesia akan menjadi korban. Ajarkan anak anda utk berdebat, berpikir secara logis, berani tidak setuju, dan berani melawan kedzholiman, walaupun takut. Kalau tidak mau, karena anda lebih suka anak yang "diam dan taat", risikonya adalah anak anda yang menjadi korban besok.
-Gene Netto

Sebelum Dicabuli, Belasan Siswa SMP Dipaksa Oknum Guru BK Cabul Ikut Kegiatan Modelling
https://malangtimes.com

“Nggak menyangka sama sekali kita. Dia itu orangnya rajin, ramah, suka membantu."

Coba perhatikan kalimat di atas. Ini kalimat yang hampir SELALU diucapkan dalam hampir semua kasus pencabulan terhadap anak di seluruh negara setiap hari. Saya sudah baca kalimat itu ribuan kali dalam beberapa tahun terakhir. Seorang guru, guru ngaji, bapak tiri, bapak kandung, kakek kandung, tetangga atau pria tua usia 55 ke atas (sudah menjadi kakek) ditangkap polisi. Anak remaja usia 12-18 juga ditangkap terus. Mereka telah perkosa, sodomi, atau cabuli (meraba kemaluan dsb.) seorang anak kecil. Apa kata keluarga, tetangga, kenalan, rekan kerja, atasan, teman, dan lain-lain? Mereka semua selalu mengatakan hal yang sama." Nggak menyangka."

Zaman ini, kalau anda berani lepaskan anak anda di bawah pengasuhan orang lain, siapapun orang itu, remaja atau dewasa, maka diharapkan selalu waspada. Jangan anggap orang lain "aman" hanya dengan alasan terlihat remaja yang baik dan biasa, atau dewasa yang telah menikah dan punya anak, atau sudah menjadi kakek, atau bersikap baik hati dan ramah terhadap tetangga dan rekan kerja. Sikap "baik" terhadap orang lain tidak merupakan jaminan apapun. Dia tetap bisa berbuat jahat terhadap anak kecil, lalu sembunyikan.

Dan kalau anda merasa cukup ucapkan "insya Allah aman", maka perlu dipahami bahwa semua orang tua korban dalam semua kasus pencabulan juga menganggap anak mereka aman, dan juga merasa insya Allah aman. Dan anak mereka aman bertahun-tahun, sampai tiba suatu hari di mana mereka tidak aman lagi… Tidak ada solusi jangka pendek selain selalu waspada dan selalu curiga terhadap semua orang yang lain, dari usia 12 ke atas, karena anak usia 12 sudah bisa menjadi pemerkosa sekarang. Bahkan terhadap suadara kandung sendiri juga perlu waspada. Dan kalau anda tidak mau, semoga suatu hari anda tidak masuk berita dengan mengatakan, "Saya tidak menyangka…"
-Gene Netto

Belasan Siswa Laki Dicabuli Guru, Ini Kata Kepsek SMPN 4 Kepanjen
“Pak CH ini sudah 5 tahun mengajar disekolah kami. Kita tidak menduga jika perangainya seperti itu. Siapapun pasti tidak akan menduga. Sebab selama disekolah, orangnya baik, disiplin dan suka membantu,” ungkap Supriyanto pada awak media, Jumat (6/12/2019). “Nggak menyangka sama sekali kita. Dia itu orangnya rajin, ramah, suka membantu. Terus kalau ada acara apapun di sekolah selalu tampil di depan. Kalau datang pagi, salam-salaman dengan siswa yang tiba di sekolah. Sama sekali kita nggak nyangka,” Supriyanto mengakhiri. (yog/ted)
https://beritajatim.com

Thursday, December 05, 2019

Apa Cina Akan Segera Pecah?

Apa ada orang lain yang juga berpikir seperti saya, bahwa Cina akan segera pecah, perang saudara, dan menjadi bbrp negara kecil? Saya sudah lama menunggu perpecahan Cina. Pemerintahan yang diktator akan dilawan oleh rakyat ketika kekayaan rakyat dan pengalaman rakyat merasakan kebebasan di lain negara mencapai suatu titik kritikal (tipping point). Dalam sejarah, semua pemerintahan diktator ada masa runtuhnya.

Melihat gejolak di Hong Kong sekarang, saya merasa ini adalah awal dari perpecahan yang sudah lama saya tunggu. Hong Kong akan menyatakan diri merdeka. Beijing akan kirim tentara. Terjadi perang saudara di Hong Kong. Negara lain akan tawarkan bantuan untuk membela Hong Kong. Industri di Cina akan mulai terganggu. Lalu Taiwan akan menyatakan diri merdeka juga. Lalu ada propinsi2 di dalam Cina yang kaya dan juga ingin merdeka yang akan mulai berontak.

Lama-lama, Beijing akan mengalami kesulitan menahan demo dan pemberontakan yang mulai terjadi di berbagai wilayah, dan orang elit akan mulai kabur untuk selamatkan uangnya. Yang dipedulikan diktator dan kalangan elit hanya uangnya saja. Dan saya kira ada banyak orang yang ingin menjadi "pemimpin baru" di Cina, dan mereka juga kaya, dan punya kekuasaan. Jadi mereka akan ambil kesempatan untuk ciptakan negara baru.

Kalau misalnya sekelompok orang kaya di Shanghai membuat garis baru di peta, mencetak negara baru, maka pemimpin tentara bisa menjadi Panglima baru. Gubenur bisa menjadi presiden. Mata uang bisa dicetak sendiri. Dan ada banyak hal lain yang akan membuat mereka gembira ambil kesempatan untuk memperkaya diri, dan lepaskan diri dari Beijing.

Tapi perang saudara di Cina akan ganggu seluruh ekonomi dunia sekaligus, karena sudah terlalu lama banyak perusahaan skala besar pindahkan seluruh kegiatannya ke pabrik2 di Cina, yang di saat itu, tidak akan bisa diakses lagi, dan barang2 di situ mungkin akan dicuri juga. Jadi setiap negara akan alami berbagai kesulitan ekonomi kalau Cina pecah. Tapi mungkin rakyat di sana sudah tidak bisa ditahan lagi, dan perpecahan akan segera terjadi. Hanya perlu menunggu waktunya. Bagaimana? Setuju?
-Gene Netto 

Wednesday, December 04, 2019

Pemerintah Amerika Menculik Anak-anak Suku Indian Dulu

Ada sejarah gelap Amerika di mana pemerintah menculik anak dari suku Indian dan taruhnya di panti untuk dididik menjadi setara orang kulit putih. Orang kulit putih dianggap lebih beradab. Hal ini terjadi di Amerika, dan juga di Kanada, Australia, Selandia Baru, dan beberapa negara lain. Tujuannya agar suku asli bisa "diasimilasi" menjadi setara dgn suku kulit putih.

Setelah banyak panti ditutup karena penuh kekerasan dan pencabulan, diubah menjadi sistem "adopsi" di mana keluarga Kristen diyakini utk adopsi anak suku Indian (yang diculik) untuk "memperbaikinya". Anak itu dilarang ketemu orang tua kandung, kakek nenek, dan keluarga besar. Dilarang pakai bahasa Ibu, dipaksakan pakai bahasa Inggris, harus pakai baju barat, dan beragama Kristen. Mereka dididik bahwa suku aslinya dan keluarga kandungnya adalah bagian dari budaya primitif yang harus ditinggalkan. Ini sejarah yang sangat buruk, dan menimbulkan banyak trauma bagi anak itu.

Kenapa kita perlu peduli? Mungkin karena ada orang Muslim yang melakukan hal serupa di Indonesia. Bukan pemerintah, tapi lembaga swasta. Di sebuah panti asuhan di Jakarta, saya kaget karena sebagian dari anak itu bukan anak yatim. Ada anak yang punya orang tua, beragama Kristen, dan dibawa dari wilayah sangat jauh seperti pulau Nias untuk dapat "pendidikan". Lalu, mereka dibujuk terus utk menjadi muallaf "agar sama" dgn anak lain (saya lihat sendiri dulu). Donator mengira "panti asuhan anak yatim" akan penuh anak yatim. Ternyata, tidak semuanya begitu.

Saya dapat kabar tentang seorang anak yang keluar dari panti dan kembali ke orang tua kandungnya. Dia sudah kembali ke agama Kristen. Saya tidak tahu skalanya kondisi seperti itu, dan juga tidak tahu apakah ada pihak yang mau peduli atau periksa. Anak itu memang diserahkan oleh orang tuanya, untuk dapat makanan dan pendidikan gratis. Tapi saya kira orang tuanya tidak dikasih tahu bahwa anaknya akan dibujuk masuk Islam, tinggalkan bahasa dan budaya orang tuanya, untuk menjadi "sama" dengan mayoritas penduduk Indonesia yang Muslim. Setahu saya, pemerintah tidak peduli pada asal usul anak yang masuk "panti asuhan", karena anak itu sudah diserahkan orang tua, jadi pemerintah bersikap EGP.

Kita mengutuk orang kafir atas perbuatannya mengganggu keluarga dan budaya orang lain. Tapi kita tidak mau introspeksi dan berpikir apakah kita lebih baik dari mereka.
-Gene Netto

How The US Stole Thousands Of Native American Children
https://www.youtube.com/watch?v=UGqWRyBCHhw

Tangan Bionik (Robot) Untuk Manusia Sudah Menjadi Kenyataan

Banyak orang Muslim menjadi ahli korupsi di semua bidang, di semua lapisan, di seluruh dunia, dan mencuri uang terus untuk memperkaya diri. Di saat yang sama, banyak orang kafir mengembangkan ilmu dan teknologi untuk kemajuan umat manusia, yang nanti hanya bisa dibeli oleh orang Muslim. Kalau mau jujur, harus diakui bahwa kita tidak sumbangkan apapun dalam kemajuan umat manusia dalam 100 tahun terakhir.

Listrik, lampu, komputer, internet, Google, HP, GPS, mobil, pesawat, alat2 medis, dan ratusan barang lain diciptakan oleh orang kafir dan menjadi bermanfaat untuk umat Islam sekaligus. Sedangkan umat Islam sibuk ribut, berpecah-belah, saling menjatuhkan, dan menggali ilmu korupsi untuk memperkaya diri. Banyak orang kafir menciptakan barang yg bermanfaat, dan banyak orang Muslim hanya bisa mencuri uang milik orang lain, tanpa berniat menciptakan apapun.

Seharusnya kita malu. Tapi tidak. Malah marah2 terus pada orang kafir, padahal kita hanya tahu tentang perbuatan mereka karena MEREKA yang ciptakan listrik, radio, TV, internet, YouTube, Facebook, WA, Instagram, dll. agar kita bisa melihat mereka secara langsung. Dan sekarang mereka ciptakan tangan bionik (yaitu tangan robot yang disambungkan dgn tangan manusia).

Seharusnya kita malu. Seharusnya kita yang gali ilmu terus karena semua ilmu itu berasal dari Allah. Tetapi untuk kerjakan hal sederhana seperti menjaga kebersihan kita tidak bisa. (Coba bandingkan WC masjid kita dgn WC umum di Jepang). Apalagi menciptakan tangan bionik. Kalau dalam 100 tahun terakhir, kemajuan umat manusia berasal dari kalangan Muslim, dan korupsi di sini termasuk paling rendah di dunia, saya jamin jutaan orang kafir akan tertarik pada Islam. Malah mereka melihat kita, dan ketawa saja! Siapa yang mau gabung sama kita?

Kita harus bangkit dari dunia mimpi, bersatu, saling tolong menolong, peduli pada anak yatim dan dhuafa, marah pada koruptor (daripada merasa terpesona dengan pejabat yang super kaya), dan mendidik anak kita untuk tidak hanya fokus pada "ritual agama" saja, tapi menghidupkan ajaran Islam, dan membawanya dalam perbuatan kita sehari-hari, terutama ketika menggali semua ilmu yang ada di bumi ini. Kalau kita mau kerja sama untuk mendidik anak kita begitu, insya Allah Indonesia menjadi pemimpin dunia, dan orang kafir akan datang sendiri dan bertanya, "Kenapa masyarakat kalian begitu baik?"
-Gene Netto

These Customized 3D-Printed Bionic Hands Are Changing Lives
https://www.youtube.com/watch?v=K8YwiRBTp28

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...