Tuesday, August 07, 2018

Renungan Kemerdekaan

[Beberapa komentar dari guru2 honorer hari ini]: Guru honorer di Manado digaji 400 ribu per bulan. / Di sekolah saya ga digaji sejak 2009. / Di sini juga 300. / Di kaltim tempat saya 250 ribu aja perbulan.

Benarkah negara ini sudah merdeka? Mau kembalikan Belanda saja? Apa mungkin sistem pendidikan akan lebih berkualitas kl orang asing memimpin di sini? Ternyata kl WNI yang memimpin, korupsi merajalela, gaji guru honorer minimal dan jarang dibayar, fasilitas sekolah rusak, atap sekolah ambruk terus, perpustakaan tidak ada, proyek Ujian Nasional dipelihara terus (800 milyar habis, tanpa manfaat yg jelas), kurikulum diganti terus, kewajiban dan kondisi kerja guru dan kondisi belajar siswa diubah terus, jumlah siswa yang DO tetap tinggi, jumlah siswa yg pakai narkoba dan miras bertambah, tawuran tidak berkurang, bullying di dalam dan luar sekolah sepertinya bertambah, dan ada puluhan masalah lain yang tidak diatasi.

Ketidakmampuan BAYAR GAJI YANG LAYAK pada waktu yg teratur kepada satu juta guru honorer sangat memalukan. Benarkah negara ini sudah merdeka? Mungkin para pejuang kemerdekaan sedang menangis dalam kuburan, dan merasa telah mati dengan sia-sia, karena yang mereka tinggalkan adalah rakyat yang menderita terus di bawah kepemimpinan WNI yang tidak profesional...! Jepang saja yang hancur setelah Perang Dunia II bisa bangkit dan memimpin dunia, dan MENCIPTAKAN ribuan bentuk kemajuan teknologi, sedangkan para pemimpin di Indonesia masih kesulitan "transfer uang" saja.

Para pemimpin Indonesia seakan-akan tidak peduli pada perjuangan dari para pejuang kemerdekaan. Perjuangan mereka itu hanya dibalas dengan upacara belaka dan janji-janji kosong! Anak Indonesia berhak dapat pemimpin berkualitas yang mau kerja secara profesional untuk memberikan masa depan yang sejahtera, karena hak itu sudah dibeli dengan darahnya kakek-kakek mereka! Tetapi para pemimpin abaikan saja perjuangan dari para pahlawan itu, demi kepentingan harta (yang dicuri dari rakyat)!

Kalau para pemimpin benar-benar peduli pada kemerdekaan dan para pahlawan, coba buktikan! Daripada membuat upacara terus, coba kerja dengan benar untuk berikan pendidikan berkualitas kepada semua anak Indonesia. Kalau tidak mau, maka kehadiran anda di upcara kemerdekaan tidak penting, karena status anda sebagai pemimpin sudah diketahui: Anda sekalian, yang punya suatu jabatan, yang sibuk mencuri uang milik rakyat, dan merusak masa depan anak Indonesia, adalah Pengkhianat Negara!

Semoga bermanfaat bagi rakyat dan pemimpin yang mau merenung!
-Gene Netto

Monday, July 30, 2018

Kerja 4 Hari Saja Berhasil Memperbaiki Kondisi Perusahaan

July 20, 2018, Sebuah perusahaan di Selandia Baru memberikan jadwal kerja 4 hari saja kepada 240 karyawan, tapi dibayar utk 5 hari. Dengan libur di hari Jumat, semua karyawan menikmati 3 hari libur untuk bermain dengan anak, berolahraga, kembangkan hobi pribadi, dan mengurus rumah tangga tanpa beban. Karena ini merupakan sebuah uji coba, direktur perusahaan minta bantuan profesor di Universitas Auckland melakukan penelitian, untuk melihat apakah benar2 ada manfaatnya atau tidak.

Hasilnya? Bermanfaat! Karyawan datang hari Senin dengan rasa segar dan semangat, tingkat kebahagiaan secara keseluruhan meningkat, tugas kantor dikerjakan dengan sikap lebih fokus, rapat yang biasanya makan waktu 2 jam menjadi 30 menit karena hanya membahas yang penting saja, dan produktivitas perusahaan meningkat. Ini disebut “win-win solution”. Sekarang sedang dibahas apakah mau menjadikan perubahan ini permanen. Semua karyawan belajar untuk kerja secara “cerdas”, bukan kerja secara “keras”. Indonesia bisa juga? 

One inspired CEO just gave employees a 4-day workweek. It’s been a major success.




Bocah 13 Tahun Bunuh Nenek Kandung dan Perkosa Mayatnya

Hampir tidak percaya pada berita ini. Apa yang sedang terjadi pada anak-anak di seluruh Indonesia? Kok berita anak berbuat sadis makin banyak? Sudah berapa banyak anak yang menjadi pemerkosa, pelaku sodomi, pelaku tawuran, menjadi begal, dll. Apa ini kegagalan sistem pendidikan? Masalah budaya? Masalah stres dari ekonomi? Kekurangan pendidikan agama? Ketika kita kecil dulu, rasanya tidak ada berita anak bisa berbuat sadis seperti ini. Apa yang sedang terjadi?
-Gene Netto

Bocah 13 Tahun Bunuh Nenek Kandung dan Perkosa Mayatnya
Reza Gunadha, Selasa, 24 Juli 2018 | Suara.com - Bocah berusia 13 tahun berinisial ST, menjadi tersangka pembunuhan serta pemerkosaan terhadap AP, yang tak lain dan tak bukan adalah nenek kandungnya senidiri. ST diduga merudapaksa serta membunuh neneknya yang berusai 73 tahun pada Minggu (22/7) akhir pekan lalu.
Setelah puas melampiaskan nafsunya, ST membunuh serta membuang jasad sang nenek ke Jalan Padat Karya, Dusun Asam Lubang, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung. 


Tuesday, July 24, 2018

Apa Hebatnya Jokowi Bernyanyi dan Nonton Bareng bersama 300 Anak di Istana?

Assalamu’alaikum wr.wb., Mungkin banyak orang (terutama pendukung presiden) merasa senang melihat kegiatan seperti ini. Seorang presiden negara yang sibuk, menerima ratusan anak di istana, dan menghibur mereka dengan nonton film bersama. Bagus kan? Patut dipuji? Pemikiran saya berbeda. Ketika melihat berita ini, saya ingat pada anak2 yang lain:

Saya ingat pada anak yatim yang tunarungu yang sudah setahun masuk SLB tetapi belum diajarkan bahasa isyarat, karena (kata kepsek) tidak ada guru yang bisa ajarkan.

Saya ingat pada anak yatim piatu yang lumpuh sejak usia 3 tahun, tidak pernah sekolah, dan hanya bisa ngesot di dalam rumah pamannya. Hidup dalam kemiskinan dan tidak pernah dapat bantuan. (Dan sekarang sudah wafat di usia 15 tahun).

Saya ingat pada anak yatim yang alami Cerebral Palsy, dan seluruh tubuhnya lumpuh, tidak bisa bicara, dan hanya berbaring di lantai sepanjang hari. Di negara asing, anak spt itu bisa bersekolah, bisa menulis dan bicara pakai alat spt halnya Prof. Stephen Hawking.

Dan ada banyak contoh yang lain. Saya juga ingat pada pengakuan seorang kenalan, yang keluar dari kementerian sosial karena tidak tahan melihat korupsi massal yang terjadi di semua tingkat. Uang rakyat dicuri terus oleh PNS dan pejabat utk kepentingan pribadi dan partai. Dan kenalan di kementerian pendidikan dan di kementerian agama juga mengatakan hal serupa. Mereka mengaku bahwa banyak orang sibuk “mencari proyek” (apa saja) agar dananya bisa dibagi-bagikan.

Tetapi bapak presiden punya waktu bermain dan nonton film dengan anak di istana! Menurut saya, tidak ada prestasi apapun presiden melakukan itu, seakan-akan tugas penting yang lain sudah selesai, dan sekarang adalah waktunya istirahat. Ada jutaan anak yang lebih layak dapat perhatian khusus dari para pemimpin bangsa. Tapi kebutuhan anak itu diabaikan, karena kebanyakan pemimpin sibuk mencuri uang rakyat dan mencari pencitraan bagi diri dan partai, daripada menolong anak yang paling membutuhkannya.

Semoga suatu hari, Indonesia akan mendapatkan ratusan ribu pemimpin Muslim yang bersih, jujur, adil, bijaksana dan profesional, sehingga tidak ada lagi anak yatim atau anak berkebutuhan khusus yang dibiarkan menderita bertahun-tahun, di saat para pejabat sibuk nonton film di kantornya.
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
-Gene Netto

Saat Jokowi Bernyanyi dan Nonton Bareng bersama 300 Anak di Istana...

Geger, Bocah Usia Enam Tahun Diperkosa Dua Siswa SD

Banyak orang tua mengatakan tidak mau memberikan HP kepada anaknya. Berbahaya katanya. Tapi ini hanya bisa efektif kalau semua orang tua tidak berikan HP kepada semua anak sekaligus. Ketika anak anda tidak diberikan HP, tapi anak tetangga dikasih, anak anda tetap bisa nonton film porno.
Karena di tingkat SD kebanyakan anak tidak dapat pendidikan seks, baik dari orang tua maupun dari sekolah, maka ketika melihat film porno, mereka bisa menjadi terangsang dan ingin meniru. Sasarannya siapa? Anak tetangga yang lebih mudah.
Yang menyedihkan adalah berapa banyak anak yang melihat orang lain (terutama perempuan) dan ingin “memakainya” seakan-akan korban sebuah barang, tanpa hak. Artinya, dalam hati pelaku, tidak ada EMPATI. Dari mana anak bisa belajar merasakan empati terhadap manusia yang lain?
Sudah berkali-kali ada berita ttg anak SD yang menjadi pemerkosa di Indonesia. Tapi tidak ada rasa darurat di tingkat nasional. Kebanyakan pemimpin masih sibuk bersaing utk dapat harta dan kekuasaan. Soalnya bukan anak mereka yang menjadi korban. Anak siapa yang perlu diperkosa sebelum para pemimpin negara merasa ada masalah yang sangat serius di sini, dalam hal kekerasan terhadap anak?
-Gene Netto

Geger, Bocah Usia Enam Tahun Diperkosa Dua Siswa SD
Jumat, 20 Juli 2018 | JAKARTA, NNC - Dua anak yang masih duduk di sekolah dasar (SD) melakukan kekerasan seksual, terhadap dua perempuan berusia enam tahun warga Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten. Diduga kedua bocah SD itu melakukan kekerasan seksual karena terpengaruh video porno yang ditontonnya pada sebuah ponsel. Kapolres Serang Kota, AKBP Komarudin mengatakan, dari pengakuan pelaku, keduanya melakukan kekerasan seksual karena terpengaruh video porno yang ada pada telepon ponselnya.
 

Siswa SMK Perkosa Teman di Toilet Sekolah

Sekolah juga bisa menjadi tempat berbahaya bagi siswa/siswi. Hal yang menyedihkan adalah perkara ini terjadi di bulan Februari 2018 tetapi baru ketahuan sekarang. Setiap kali ada berita ttg siswa atau siswi yang menjadi korban kekerasan, biasanya mereka tidak lari ke guru untuk mencari perlindungan dan bantuan. Berarti banyak siswa tidak melihat guru sebagai seorang sahabat, pelindung, pendukung, atau penolong.
Ketika saya tanya kepada seorang anak SD, “Bagaimana sekolah kamu?” dan dia jawab sekolahnya penuh penderitaan karena dapat “guru killer” yang dia benci, maka tentu saja dia tidak akan lari ke guru itu ketika mengalami masalah. Guru bukan tempat cari solusi.
Perasaan ini di dalam hati banyak siswa harus diubah. Guru harus menjadi kaum yang terlihat sebagai sahabat dan pelindung bagi siswa, sehingga siswa yang mengalami suatu kejadian buruk bisa langsung dibantu oleh gurunya di hari itu juga. Orang tua juga perlu dididik untuk memperhatikan perubahan sikap anaknya, dan segera mencari penyebabnya. Hal itu menjadi mudah kl orang tua juga dekat, terbuka dan bersahabat dgn anaknya. Berapa banyak anak yang merasa “sendirian” dan menderita setiap hari karena semua orang dewasa di sekitar mereka tidak dinilai sebagai penolong dan sahabat?
-Gene Netto

Siswa SMK Perkosa Teman di Toilet Sekolah
Jumat, 20 Jul 2018 | editor : Agus Purwahyudi, ADARSEMARANG.ID, SEMARANG - Sungguh ironis. Seorang siswa SMK swasta di Semarang Barat dilaporkan telah melakukan perkosaan terhadap temannya sendiri. Pelaku berinisial RSP, 17, siswa kelas X.  Sedangkan korbannya, C, 14, yang masih satu sekolah dengan RSP. Ironisnya, perbuatan bejat itu dilakukan di kamar mandi sekolah pada Kamis, 15 Febuari 2018 silam.


Monday, July 23, 2018

Tiga Juta Guru Bisa Mengubah Negara ini! Atau Bisa “Diam Dan Taat”!

Ada seorang guru yang menyatakan sudah 6 bulan tidak dapat gajinya. Saya jawab, kalau seandainya 3 juta guru di Indonesia siap bersatu, dan saling pedulikan satu sama lain, maka tidak akan terjadi lagi. Kalau 3 juta guru mau kompak, seluruh negara akan mau dengarkan aspirasi mereka. Contohnya:

- - Menteri Pendidikan wajib bergelar pendidikan dan pernah mengajar di sekolah, bukan asal dosen, bukan dari ormas Islam saja. (Menteri Kesehatan dari kedokteran. Menteri Pertahanan dari militer. Menteri Pendidikan kenapa boleh siapa saja?)
- - Jaminan semua guru termasuk honorer dapat gaji bulanan yg layak. Kalau gaji tidak cair, semua guru dan siswa di propinsi itu kompak dan mogok.
- - "Ganti menteri, ganti kurikulum" dihentikan. Dibuat lembaga independen yg menyusun kurikulum, sebarkan, terima masukan, direvisi, dan diimplementasikan utk 10 tahun.
- - Program renovasi sekolah dan pembangunan perpustakaan sekolah dan umum diutamakan di atas program2 lain.

Silahkan tambahkan terus. Kalau 3 juta guru kompak, banyak yg bisa dicapai demi kemajuan bangsa dan negara. Tapi selama ini, banyak orang hanya mau “diam dan taat” pada pihak2 yang berkuasa. (Kepsek, Dinas, Pemda, Dirjen, Menteri, dsb.) Dan mendidik siswa utk diam dan taat juga. Lalu kebanyakan dari 3 juta guru, 60 juta siswa, dan 100 juta orang tua, TIDAK BERANI bertindak. Sudah takut duluan: Takut dimarahi. Takut diancam. Takut dipersulit. Takut dimutasi. Takut dipecat. Katanya ini “negara demokrasi”….? Kenapa takut menyampaikan aspirasi ke pemimpin?

Mungkin di dalam kuburannya, puluhan ribu pejuang kemerdekaan yang rela MATI agar Indonesia bisa merdeka sedang teriak, “Buat apa nyawa saya dikorbankan kalau rakyat kita jadi penakut dan menderita terus? Siapa yang berani berjuang sekarang utk memajukan bangsa? Malu saya!”

Semoga bermanfaat bagi orang yang berani merenung. Tapi kalau takut karena belum ada Surat Izin Merenung dari dinas pendidikan, maka tidak usah! Diam saja dan berharap gaji masih dibayar terus. Dan kalau gaji dipotong, sebaiknya diam dan taat saja…! MERDEK!!

(Merdeka dipotong 15% menjadi “Merdek” saja. Anda tidak boleh merdeka dengan sepenuhnya! Jangan berani protes ya!)
-Gene Netto

Sunday, July 22, 2018

Diperkosa Kakak dan Dipenjara karena Aborsi, Remaja Indonesia Jadi Sorotan Media Asing

22 Juli 2018, FAJARONLINE.CO.ID, JAMBI—Seorang gadis berusia 15 tahun yang diperkosa kakak laki-lakinya yang berusia 17 tahun menjadi top news dunia. Itu setelah gadis itu divonis penjara enam bulan akibat melakukan aborsi. Gadis itu muncul di pengadilan baru-baru ini bersama saudara kandungnya yang berumur 17 tahun, yang dijatuhi hukuman dua tahun karena melakukan penyerangan seksual pada anak di bawah umur.

Polisi menangkap pasangan itu pada bulan Juni setelah seorang janin laki-laki ditemukan di sebuah perkebunan kelapa sawit dekat desa Pulau di provinsi Jambi. Gadis itu melakukan aborsi saat kehamilannya enam bulan hamil setelah diperkosa delapan kali oleh kakaknya September lalu, kata pejabat pengadilan. Jaksa mempertimbangkan untuk mengajukan banding setelah awalnya menuntut gadis itu dipenjara selama satu tahun dan saudara laki-lakinya selama tujuh tahun.

http://www.fajaronline.co.id
 
Indonesia girl jailed for abortion after being raped by brother


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...