Tuesday, November 27, 2018

Puluhan Anak Laki-laki Dicabuli Pemilik Kios Game Online

Ditawarkan game online, wifi gratis, dan jasa pijit, mereka terima. Ditawarkan nonton film porno dan pelayanan “membesarkan alat kelamin” mereka terima juga? Kenapa banyak anak SMP bisa punya pemikiran bahwa kemaluan mereka perlu “dibesarkan”?
Bagi orang tua yang tidak setuju dengan “pendidikan seks”, ini salah satu hasilnya: Anak remaja yang BODOH. Mereka tidak pahami badan mereka sendiri. Jadi mereka dapat “ilmu” dari film porno dan teman. Seharusnya dididik oleh orang tuanya dan gurunya, sekaligus dikasih ajaran agama ttg perilaku yg benar dan salah. Anak bisa jadi korban karena orang dewasa di sekitarnya tidak mendidik mereka dengan benar!
-Gene Netto

Puluhan Anak Laki-laki Dicabuli Pemilik Kios Game Online
Oleh: Eviyanti, 25 November, 2018 - CILACAP, (PR).- Selama November 2018, Unit PPA Satreskrim Polres Cilacap telah membongkar kasus pelecehan seksual dengan korban mencapai 26 anak atau lebih, yang dilakukan oleh pelaku berinisial YES (34), warga Kecamatan Majenang. Sebagian besar merupakan siswa SMP.
“Tersangka dalam aksinya dengan mengiming-imingi jasa pijet, membesarkan alat kelamin dan memberikan jasa wifi gratis untuk bermain game online serta film porno” ujarnya. Kapolres memperkirakan jumlah korban masih bisa bertambah.
http://www.pikiran-rakyat.com

Monday, November 26, 2018

Apakah “Aman” Kirim Anak Muslim Sekolah Dan Kuliah Di Luar?

Assalamu’alaikum wr.wb. Ada yang anggap aman2 saja untuk kirim anak Muslim ke negara maju, untuk sekolah dan kuliah. Jawaban saya: Tergantung!! Saya selalu berikan prinsip yang sama kepada semua orang tua yang konsultasi kepada saya. KALAU mau kirim anak ke negara lain, pastikan dulu keimanannya sudah kuat di sini. Tanda-tandanya, dia mau shalat sendiri, walaupun orang tua tidak suruh, bahkan ketika orang tua tidak ada. Tidak pernah perlu dibujuk utk shalat. Mau ngaji sendiri tanpa disuruh. Dia mau membahas agama, tanpa ditanyakan, dsb. Kalau tanda2 seperti itu ada, insya Allah aman untuk kirim anak remaja atau pemuda ke negara barat.

Kalau sebaliknya, dia malas shalat dsb., dan selalu harus disuruh dan ditegor, jangan dikirim ke negara "maju". Nanti bakalan rusak di sana, karena dia akan beradaptasi dengan lingkungan di mana kebanyakan teman tidak beragama, atau tidak menjalankan agama (kebanyakan di sana Kristen KTP, atau ateis). Jangankan ke negara maju, ke kampus yang jauh saja (di luar kota) juga jangan. Hasilnya sama. Pergi ke Bandung sebagai Muslim, kembali setelah 4 tahun sebagai ateis. Saya sudah tangani banyak kasus spt itu, dan orang tua selalu mengaku anaknya kurang rajin shalat saat dikirim ke kampus yang jauh. Mereka berharap dia akan berubah di sana. Dan dia memang berubah, tapi menjadi ateis, bukan agamais.

Jadi kuncinya adalah jangan berharap anak anda akan berubah menjadi lebih baik dari sekarang di tempat lain. Itu keliru sekali. Lihat kondisinya sekarang, dan memutuskan berdasarkan apa yang anda lihat sekarang. Ibaratnya mau kirim petugas medis ke suatu wilayah untuk mengatasi sebuah wabah. Yang dikirim adalah dokter spesialis yang diketahui keahliannya, bukan anak SD yang baru belajar biologi dan juga malas kerjakan PR biologinya!

Kalau bukan ahli ibadah di sini, jangan berharap akan tumbuh menjadi ahli ibadah di sana. Bisa terjadi, tapi lebih umum sebaliknya. Ibadah di sana menjadi rusak, karena berada di lingkungan yg rusak. Sedangkan dokter ahli yg dikirim ke wabah, tidak ikut kena wabahnya, karena bawa ILMU dan tahu caranya untuk menjaga diri di tempat yg rusak. Anak Muslim yg tidak rajin shalat tidak sanggup melindungi diri dari kerusakan yg banyak di negara2 maju. Lebih baik dididik di sini, agar selamat di dunia dan akhirat.
Semoga bermanfaat bagi orang tua yang sedang berpikir utk kirim anak ke negar lain.
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
-Gene Netto

Enak Sekali Menjadi Agen CIA Di Indonesia Sekarang

Ketika melihat berita ttg “umat Islam” di Indonesia, saya lebih sering gelengkan kepala, daripada merasa “terpesona”. Kadang saya berpikir ttg agen intel asing dari CIA, Mossad, dll. yang ditugaskan untuk mengawasi dan mungkin juga merusak umat Islam agar tidak bisa bangkit dan menjadi pemimpin dunia. Tapi sebenarnya, mereka bisa ketawa2 dan pergi liburan saja, karena tidak perlu kerjakan apa-apa di sini. Umat Islam sudah pandai kacaukan diri sendiri.
Ada 200 juta Muslim yang tidak mau (atau tidak sanggup?) BERSATU dalam hal apapun. Untuk menentukan satu hal kecil saja bisa perang mulut, berkubu-kubu, dan saling menjatuhkan. Apalagi mengurus kepemimpinan umat dan negara…
Ternyata, umat kita tidak merasa malu dengan perjuangan Nabi, dan tidak mau bersatu untuk saling tolong menolong daripada saling menjatuhkan hanya demi harta dan kekuasaan dunia. Semoga Rasulullah SAW berada dalam kondisi tenang di kuburan, dan tidak tahu kondisi hidup umatnya. Semoga tidak ada malaikat yang ditugaskan lapor kepadanya. Kalau Nabi tahu ttg kita, Madina bisa banjir dari air mata Nabi…
Kapan kita akan siap bersatu dan maju bersama, dan bersaudara seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW?
-Gene Netto

Dinilai Ma'ruf Amin Tak Punya Tujuan Jelas, Ini Tanggapan PA 212
Reporter: Andita Rahma, Editor: Endri Kurniawati, Minggu, 25 November 2018
https://nasional.tempo.co

Friday, November 23, 2018

Banyak Suami dan Isteri Kurang Berkualitas, Tapi Bisa Belajar di Mana?

Saya lagi sibuk membalas beberapa pesan dari para isteri dan suami yang tidak bahagia dalam pernikahan. Dalam setiap kasus, terlihat pola yang sama: Yang menikah tidak punya pegangan agama Islam yang benar, dan tidak bisa menghargai manusia lain. Sebatas shalat 5 waktu dan ikut pengajian tidak cukup karena masih ada banyak hal yang perlu dipelajari bagi para calon, terutama ttg cara hidup bersama orang lain dan keluarganya.

Yang membuat saya heran adalah gambaran ttg suami dan isteri yang kurang berkualitas, yang tidak bisa diajak berkompromi, keras kepala, merasa selalu benar, merasa keluarganya lebih terhormat, atau lebih kaya, dan tidak mau buang2 waktu untuk pedulikan kondisi mertua. Baik suami maupun isteri ada yang bicara seperti itu. Sama2 dapat pasangan yang agungkan orang tua dan keluarga sendiri, dan menganggap rendah dan kurang bergengsi keluarga pasangan, padahal sama-sama Muslim. Kadang harta disebut2, kadang suku, kadang jabatan saudara, tapi polanya sama. Merasa diri lebih berharga. Apalagi ditambahkan komentar2 kasar ttg keluarga pasangan. Jadi walaupun belum lama menikah, satu pihak yg merasa kurang dihormati sudah memikirkan perceraian.

Saya ingin bertanya, “Kenapa menikah dgn orang yang kualitasnya rendah?” Tapi komentar begitu tidak bermanfaat, dan seringkali orang itu pernah berubah. Sebelum nikah super manis, setelah nikah tanduknya baru keluar. Jadi saya berpikir ttg kenapa ini terjadi terus dalam sekian banyak pernikahan? Sepertinya hanya ada satu masalah: Tidak ada tempat belajar menjadi suami-isteri!

Kalau mau bawa mobil, wajib belajar dan punya SIM karena mobil berbahaya dan bisa merusak kehidupan orang kalau ditabrak. Tetapi kalau mau menikah, dengan risiko bisa merusak kehidupan suami, isteri atau anak lewat pernikahan yg rusak, disuruh nikah saja dulu dan dianggap semua urusan akan beres sendiri nanti. Ternyata tidak. Banyak urusan muncul, dan suami-isteri itu sangat awam dan tidak pahami cara mengatasinya. Ini kegagalan pendidikan. Ada banyak ahli pendidikan dan guru agama di sini, tetapi tidak ada pendidikan sekolah ataupun progam nasional untuk BELAJAR menjadi orang tua berkualitas. Mungkin sudah waktunya kita memikirkan kualitas rumah tangga, dan program pendidikan parenting, sebelum tingkat perceraian tinggi menjadi hal yang sangat umum di Indonesia.
- Gene Netto

Wednesday, November 21, 2018

Siswi SD yang Yatim Piatu Keguguran di Kelas, Pelakunya Paman Sendiri

Nasib pahit bagi anak yatim di Indonesia! Jadi yatim piatu, tinggal sama paman, diperkosa, hamil, keguguran DI KELAS. Kenapa bisa terjadi? Pertama, tidak ada kepedulian dan pemantauan pemerintah terhadap anak yatim, atau anak disabilitas, dll. Kedua, banyak orang tidak belajar “empati” di sekolah atau di rumah. Orang dewasa sibuk kejar uang, dan anak disuruh kejar prestasi nilai tinggi. Tidak ada kelas “Tata Cara Menjadi Orang Tua”. Ketiga, tidak ada “pendidikan seks” untuk anak sejak SD.

Banyak orang dewasa salah paham, dan anggap pendidikan ttg fungsi biologis tubuh akan membuat anak gila seks bebas. Tetapi “pendidikan seks” utk anak lebih tekankan bahwa badan mereka TIDAK BOLEH DISENTUH orang lain yang tidak berhak, dan harus dilawan dan dilaporkan. Sayangnya, di saat ini, banyak anak jadi korban pemerkosaan di rumah tinggal sendiri, dan mereka tidak paham, dan takut laporkan, lalu jadi hamil.

Ini merupakan kegagalan pemerintah, kegagalan sistem pendidikan, dan kegagalan guru agama yang tidak utamakan pelajaran kemuliaan dan kasih sayang, di atas pelajaran fiqih saja. Semoga Indonesia bisa dapat pemimpin yang lebih pedulikan nasib anak yatim, dan ingin segera hentikan masalah pemerkosaan dan kekerasan terhadap anak di seluruh negara sebagai prioritas tinggi. Amin.
-Gene Netto

Siswi SD yang Anak Yatim Keguguran di Kelas, Pelakunya Paman Sendiri (Surabaya)
Senin, 19 November 2018 TRIBUN-VIDEO.COM - Seorang guru Sekolah Dasar di Surabaya melaporkan kasus pencabulan yang dialami siswinya pada polisi Kamis (8/11/2018). Dilansir Tribun Video dari Tribun Jatim, Kanit PPA Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni mengatakan bahwa siswi tersebut keguguran saat jam sekolah. "Korban hamil dan keguguran saat jam sekolah. Dari sana gurunya tahu dan melaporkan kepada kami," ujar Ruth Sabtu (17/11/2018).
Sehari pasca keguguran tersebut, polisi berhasil meringkus pelaku yang menghamili siswi SD tersebut pada Jumat (9/11/2018). Pelaku berinisial K (58) yang ternyata merupakan paman korban yang merawatnya sejak orangtua korban meninggal.
http://video.tribunnews.com

Monday, November 19, 2018

Diskusi Agama dengan Orang Buddha

Assalamu’alaikum wr.wb., Hari Minggu saya bertemu dengan orang Buddha dari Sri Lanka yang ingin belajar ttg Islam. Saya minta dia jelaskan agamanya, lalu saya jelaskan Islam kepadanya. Ketika dia jelaskan ajaran agama Buddha (tidak mencuri, tidak berbohong, tidak mencintai dunia ini, menahan hawa nafsu, tidak berzina, tidak menyakiti orang lain, dan seterusnya), saya senyum dan bilang, “Dalam Islam juga.”

Kami membahas apa mungkin Buddha seorang Nabi Allah, karena ajarannya mirip dengan isi Al-Qur’an dan ajaran Nabi Muhammad SAW. Dia berusaha jelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW ambil ajaran agama Buddha dan kemasnya menjadi Islam! Tapi setahu saya, tidak ada orang Buddha di sekitar Nabi, jadi dari mana bisa belajar? Menurut saya, lebih logis kalau Buddha dan Nabi Muhammad SAW dapat ajaran agama dari Tuhan Yang Maha Esa, lalu agama Buddha diubah setelah Buddha wafat (hilang). Dalam Al-Qur’an, dikatakan Allah kirim seorang nabi terhadap setiap kaum, jadi mungkin Buddha seorang nabi. Tetapi ajaran setiap nabi diubah setelah dia wafat. Hanya Islam yg tetap mengikuti kebenaran Al-Qur’an yg tidak pernah berubah.

Sayangnya, dia tidak percaya ada “Tuhan”, atau surga dan neraka. Ada reinkarnasi, yaitu pernah dilahirkan ribuan kali. Disebabkan dosa atau kebaikan di masa lalu, “karma” akan memberikan kebaikan atau keburukan sekarang. Kalau menjadi manusia sempurna, akan mencapai “nirwana” dan berhenti hidup (menjadi tidak ada). Saya tanya, apa lebih enak penderitan hidup berakhir dgn menjadi “tidak ada” atau hidup secara kekal dalam kebahagiaan? Dia setuju lebih enak hidup kekal dalam kebahagiaan. Saya minta dia menggunakan pemikiran logis karena saya yakin Islam adalah agama logis, karena berasal dari Tuhan, jadi bagaimana dengan ajaran agama Buddha?

Dia jelaskan bahwa karma adalah sebuah kekuatan abadi. Saya tanya, “kekuatan” seperti gravitasi, daya tarik magnet, cinta, dll.? Katanya kurang lebih begitu. Saya bertanya: Kalau karma tidak diketahui asal usulnya dan “ada” secara abadi, apa karma punya “kesadaran”? Manusia punya kesadaran, tapi daya gravitasi atau batu tidak punya. Kalau karma tidak punya kesadaran, bagaimana karma bisa memutuskan antara baik dan buruk? Gravitasi tidak bisa.

Secara logis, hanya suatu zat atau mahluk dgn “kesadaran” bisa menentukan. Apa yang menjadi dasarnya bagi “karma” untuk menentukan A baik dan B buruk? Kalau karma tidak punya kesadaran, kenapa karma peduli pada perbuatan manusia? Bagaimana karma bisa “maha tahu” ttg apa yang dilalukan dalam ribuan kehidupan seseorang, tanpa kesadaraan, lalu memutuskan bahwa dia perlu dihukum? Bagaimana karma bisa “memantaunya”, tanpa kesadaran? Saya minta penjelasan logis.

Kalau dia percaya ada kesadaran pada suatu “kekuataan abadi”, yang maha tahu ttg masa lalu dan masa depan, yang menentukan benar dan salah, yg mengirim seorang pembawa berita untuk jelaskan kita akan dihukum kalau salah dan dapat kebaikan kalau benar, maka saya SETUJU. Bedanya, dia sebutkan “karma” dan orang Muslim sebutkan “Tuhan”. Dan sebaliknya, kalau kekuataan itu setara dgn gravitasi dan tidak punya kesadaran, maka bagaimana “kekuatan” itu bisa maha tahu ttg manusia, dan bisa menentukan benar dan salah? Dan kenapa karma peduli? Dan kenapa dia mau berserah diri kepada kekuatan itu, kalau “karma” tidak punya kesadaran? Dia mengaku bingung dan tidak bisa berikan jawaban logis.

Saya tanya, KALAU bisa “bicara dengan karma”, mohon ampun atas dosa masa lalu, dan mohon kebaikan untuk masa depan, apakah dia mau bicara dengan karma? Dia bilang MAU. Lebih enak diampuni dan tidak dihukum. Saya jelaskan, orang Muslim bisa “bicara dengan karma” tetapi kami sebutkan “Tuhan” dan Tuhan punya kesadaran untuk mendengarkan kami. Jadi kalau mau “bicara dengan karma” yg punya kesadsaran, maka bisa dengan menjadi Muslim. Tidak perlu tunduk pada “keputusan karma” (yg tidak punya kesadaran), dan malah boleh MENGUBAH keputusan tentang masa depan dengan berdoa kepada Tuhan (yang punya kesadaran). Mau pilih yang mana?

Semoga Allah membuka akalnya, dan memberikan petunjuk dan hidayah kepadanya, dan menolongnya untuk menemukan kebenaran dalam Islam. Amin.
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto

Thursday, November 15, 2018

Kalau Negara Yang Tidak Beragama Bisa Maju, Buat Apa Agama?

[Pertanyaan]: Assalamu’alaikum wr.wb., Pak Gene, saya sering mendengar orang2 berpendapat kalau agama tidak dibutuhkan karena contohnya Jepang saja bisa lebih "civilized" tanpa agama.. bagaimana menanggapi hal seperti ini Pak?

[Gene]: Wa alaikum salam wr.wb., di Jepang juga ada agama, seperti Shinto dan Buddha. Tapi mereka tidak melakukan ibadah setiap hari, jadi mungkin tidak nampak. Sifatnya spiritual, bukan berdasarkan ibadah sehari-hari seperti shalat. Jadi kl kunjungi kuil, mungkin setahun sekali, atau pada perayaan tertentu.

Selain itu, mereka “berhasil” karena sangat peduli pada pendidikan dalam budayanya. Eropa juga sama. Sangat mendukung pendidikan dan penelitian. Sebaliknya di Indonesia, para pemimpin sangat mendukung korupsi, kolusi dan nepotisme. Jadi hasil yang berbeda dalam mengelola negara disebabkan sikap, budaya dan kepedulian terhadap pendidikan yang berbeda.

Lalu, bagaimana dengan agama? Agama punya dua sisi: dunia dan akhirat. Jadi agama juga (seharusnya) penting di dunia, tapi sayangnya sulit dilihat contoh kemajuan di tengah umat Islam, yang bisa dapat sorotan dari dunia. Agama dibutuhkan karena tanpa agama, kita hanya bisa akali aturan sosial dan negara sendiri, sedangkan kita bisa sangat salah dalam apa yang dibuat. Contohnya, kalau manusia berpikir sendiri, membantu kematian orang yg tua atau sakit (eutanasia) boleh2 saja. Aborsi dianggap kebaikan (daripada anak itu hidup dalam kemiskinan). LGBT dianggap benar karena merupakan hak pribadi. Dan banyak contoh lain. Tapi dalam hukum agama Islam, semuanya tidak boleh.

Jadi ada banyak pelajaran yang didapatkan dari hukum agama Islam. Dan kl kita ikuti hukum itu, dan juga prinsip2nya (seperti melindungi setiap nyawa), akan berikan kebaikan di dunia dan juga di akhirat. Sedangkan bagi orang2 yang tidak beragama, mereka merasa sudah mencapai kebaikan di dunia, tetapi nanti di akhirat mereka akan alami kerugian yang sangat besar. Karena apa yang mereka anggap “baik” di dunia ini akan dicap “kejahatan” oleh Allah di akhirat, dan mereka akan diwajibkan tanggung jawab, lalu dihukum dengan keras.

Jadi kalau dianggap agama tidak penting karena rakyat yang tidak beragama bisa maju, maka itu menjadi buktinya bahwa kita yang beragama perlu berusaha lebih keras untuk melebihi mereka. Contohnya, kalau korupsi di Indonesia 0,1%, DISEBABKAN kita Muslim dan tidak mau mencuri, maka saya jamin orang di negara maju, termasuk orang ateis, akan tertarik utk pelajari Islam. Sayangnya, korupsi di negara sekuler yang 0,1% dan di negara mayoritas Muslim hampir 100%. Jadi jelas dalam kondisi itu mereka tidak mau tahu ttg Islam dan hukumnya, karena kami sendiri yang belum berhasil membuktikan manfaatnya di dunia ini.
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
-Gene Netto

Kisah Tragis 3 Anak Yatim di Siantan, Dicabuli 3 Pamannya Bertahun-tahun

Nasib anak yatim di Indonesia. Bapaknya wafat, lalu ibu pergi ke Malaysia menjadi TKW, dan tidak kembali, malah menikah lagi di sana dan abaikan anak2nya. Ketiga anak itu dibesarkan oleh kakeknya, dan setelah kakek wafat, dititip sama pamannya. Bukannya melindungi, sang paman mulai perkosa keponakan yang yatim sejak usia 6 tahun, dan mendidiknya bahwa itu bentuk “kasih sayang” agar anak itu mau terima. Lalu dua paman lagi ikut-ikutan cabuli ketiga anak itu, sehingga menjadi kasus 3 anak yatim dicabuli 3 paman sendiri.
Nasib anak yatim di Indonesia. Seandainya ada pemimpin Muslim yang peduli pada anak yang paling lemah, dan mau membuat sebuah lembaga sosial yang bisa menjaga, memantau dan mensejahterakan anak yatim di seluruh negara. Kapan negara mayoritas Muslim ini akan mulai melindungi anak yatim? Untung Nabi Muhammad SAW tidak menjadi anak yatim di sini sekarang….
-Gene Netto

Kisah Tragis 3 Anak Yatim di Siantan, Dicabuli 3 Pamannya Bertahun-tahun, Tidur di WC Karena Ketakutan
Selasa, 13 November 2018 Laporan Wartawan Tribun Pontianak David Nurfianto,
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Tiga anak yatim yang masih bersaudara, FB (15), JT (12), dan RK (9) menjadi korban kebejatan dari paman-paman mereka sendiri. Bahkan hal itu dilakukan secara bertahun-tahun lamanya. Bahkan saking takutnya, ada di antara mereka yang sampai tidur di WC karena ketakutan.
Tiga orang paman yang tega terhadap ketiga keponakannya itu adalah AU, AK, dan AT.
http://pontianak.tribunnews.com

Kenapa Dosa Kita Dicatat Oleh Malaikat?

[Pertanyaan]: Kalau Tuhan Maha Tahu, lalu untuk apa catat mencatat dosa? Untuk apa perlu diadili?

[Jawaban]: Assalamu’alaikum wr.wb., Buat apa malaikat mencatat dosa kalau Tuhan sudah tahu? Sederhana. Di akhirat, kita disuruh baca sendiri tulisan itu. Bukan Tuhan yang marahi kita dan sebutkan semua dosa kita satu per satu. Tapi kita yang disuruh menjadi saksi terhadap diri kita sendiri. Bahkan mata, telinga, dan kulit kita akan diizinkan memberikan kesaksian (kalau kita masih mau protes). Kita diwajibkan baca sendiri dosa2 kita, dan mengaku bahwa kita telah terbukti tidak beriman dan berdosa. Lalu sudah jelas hukuman kita adalah neraka, dan kita sudah diberitahu dari sekarang.

Bayangkan kalau sebaliknya. Kita tiba2 menjadi sadar (lahir) sebagai manusia dewasa dan berada di neraka dan sedang disiksa. Apakah terima, atau protes? Saya kira semua orang pasti protes dan bertanya, “Kenapa saya ditaruh di sini padahal saya belum pernah berbuat salah?” Tuhan bisa menjawab bahwa sebelum Dia menciptakan kita, Dia sudah tahu kita akan berdosa, jadi daripada dibiarkan berdosa bertahun2, Dia ambil jalan pintas, dan buang kita ke neraka secara langsung, tanpa lewat proses hidup di bumi dulu.

Apakah kita terima? Saya yakin kebanyakan orang akan marah dan akan anggap Tuhan tidak adil. Kita tidak merasa pernah berbuat dosa, tapi sudah dihukum atas dosa itu. Tidak cukup bagi kita kalau Tuhan hanya mengatakan “sudah tahu” kita akan berdosa kl ditaruh di bumi. Kita akan minta “keadilan” yaitu kesempatan untuk berbuat baik dan benar dulu di bumi. Bukan langsung dihukum di neraka, tanpa pernah hidup di bumi dulu.

Jadi Allah menciptakan kita di sini. Dan berikan kita petunjuk lewat Nabi-Nya Muhammad SAW dan Al Qur’an, lalu Allah berikan kebebasan kepada kita untuk memilih antar yang benar dan salah. Dan semua pilihan kita dicatat sebagai bukti, agar nanti kita bisa lihat bukti itu sendiri, dan menyadari bahwa Tuhan telah adil terhadap kita, dan bukti perbuatan kita ada semua.

13. Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka.
14. “BACALAH KITABMU, CUKUPLAH DIRIMU SENDIRI PADA WAKTU INI SEBAGAI PENGHISAB TERHADAPMU”.
15. Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.
(QS. Al-Isra 17:13-15)

Semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto

Wednesday, November 14, 2018

Bebas Hukuman Mati, Parlemen Eropa Tawarkan Suaka ke Asia Bibi

Kalau anda tidak paham kenapa banyak orang barat tidak tertarik pada Islam, ini salah satu sebabnya. Seorang wanita Pakistan ribut dengan beberapa rekan kerja. Dia orang Kristen, dan rekan kerja itu Muslim. Asia Bibi pakai sebuah cangkir untuk minum (yang menurut mereka, kena najis karena dipakai orang Kristen), jadi mereka perang mulut dengan Asia Bibi, dan menurut ibu2 Muslim itu, Asia Bibi mengucapkan penghinaan terhadap Rasulullah SAW. Simsalabim, puluhan ribuan orang Muslim ingin membunuh Asia Bibi. Tanpa peduli pada bukti.

Kata Mahkamah Agung, tuduhan itu tidak terbukti, dan ketahuan ada sejarah di Pakistan menuduh orang lain menghinakan Islam, agar diserang oleh masyarakat. Di Indonesia, kalau mau jatuhkan seseorang dengan cara serupa, cukup menyatakan “Dia pendukung PKI”. Lalu dia harus berusaha buktikan diri bukan pendukung PKI. Bagaimana caranya? Coba anda buktikan sekarang anda bukan seorang pendukung PKI. Dan ketika anda sedang berpikir, ada ribuan orang Muslim yang berkumpul di luar rumah anda untuk membunuh anda...

Inilah “wajah umat Islam” di negara2 maju. Kaum yang tidak logis, tidak rasional, beremosi tinggi, ber-IQ rendah, tidak peduli pada keadilan atau hukum, dan lebih suka bunuh orang dulu dan cari kebenaran belakangan. Asia Bibi ini punya suami dan anak. Dan belum tentu dia ucapkan penghinaan terhadap Nabi. Tapi orang Muslim di Pakistan tidak peduli. Bahkan seorang gubenur yang berusaha membelanya (karena tuduhan tidak terbukti) juga dibunuh, dan pembunuhnya dianggap pahlawan agama.

Pembicaraan berakhir dengan pembunuhan, dan ancaman pembunuhan, tanpa bukti yang kuat (seperti rekaman video). Asia Bibi membantah terus bahwa dia pernah menghinakan Nabi, dan bilang ibu2 itu menuduhnya untuk menjatuhkan dia. Lalu dunia melihat umat Islam di sana bangkit untuk membunuh, tanpa perlu bukti kesalahan. Kenapa heran orang barat tidak tertarik pada Islam? Ini versi Islam yang mereka lihat terus. Dan banyak orang Muslim tidak mau introspeksi.
-Gene Netto

Bebas Hukuman Mati, Parlemen Eropa Tawarkan Suaka ke Asia Bibi
09/11/2018, 05:10 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia, JawaPos.com - Asia Bibi sudah keluar dari fasilitas penahanan di Punjab dan sekarang ada di Islamabad. Pembebasan perempuan yang dihukum mati atas tuduhan penodaan agama Islam itu diprotes keras kalangan radikal. Asia Bibi delapan tahun lalu dijatuhi hukuman mati dengan tuduhan melecehkan agama Islam. Namun minggu yang lalu Mahkamah Pakistan membatalkan hukuman mati itu dan menyatakan dia bebas.
https://jawapos.com

Tuesday, November 13, 2018

Bagaimana Saya Bisa Shalat Lima Kali Per Hari?

Assalamu’alaikum. Melakukan shalat 5x per hari sangat mudah. Caranya: Jangan dipikirkan terus dan laksanakan saja (Just Do It). Jika anda perlu toilet, apakah anda: A) mencari toilet? Atau B) mengabaikan perasaan perlu kencing itu berjam-jam? Kebanyakan orang akan mencari toilet ketika mereka membutuhkannya. Jadi, kalau bisa buang air kecil 5x per hari maka anda juga bisa shalat 5x per hari.

Allah membuat shalat 5 waktu wajib. Secara logis, hanya ada dua alasan: A) shalat TIDAK penting dan Allah hanya mau buang waktu kita saja; atau B) shalat SANGAT PENTING dan itulah sebabnya Allah membuatnya wajib! Sepertinya tidak logis kalau Allah mau habiskan waktu kita tanpa alasan apapun. Jadi shalat harus dianggap sangat penting bagi kita, walaupun kita kurang paham kenapa.

Banyak pekerjaan punya aturan wajib. Dokter harus melakukan persiapan yang lengkap sebelum operasi. Bagaimana kalau persiapan itu merupakan “pilihan”? Apakah anda mau izinkan dokter lakukan operasi pada tubuh anda kalau dia terlalu malas untuk melakukan semua hal yang wajib itu? Ada sebuah pihak yang berkuasa yg memutuskan bahwa persiapan itu wajib. Para dokter harus taat pada aturan.

Pilot dapat aturan wajib. Mereka harus periksa banyak hal sebelum tinggal landas. Bagaimana kalau persiapan itu merupakan “pilihan”? Apakah anda mau izinkan pilot menerbangkan pesawat anda jika ia terlalu malas untuk melakukan semua hal yang wajib itu? Ada sebuah pihak yang berkuasa yg memutuskan bahwa persiapan itu wajib. Para pilot harus taat pada aturan.

Kalau dokter abaikan aturan wajib, pasien bisa jatuh sakit atau mati. Kalau pilot abaikan aturan wajib, pesawat bisa alami keadaan darurat, atau kecelakaan. Jadi, apa yang kira-kira terjadi kalau seorang Muslim abaikan Aturan Wajib dari Allah, terutama shalat 5 waktu? Allah juga merupakan “Pihak Yang Berkuasa” atas umat manusia, dan dia membuat Aturan-Nya itu wajib karena suatu alasan!

Untuk dokter atau pilot, hal-hal buruk akan terjadi kalau mereka abaikan aturan yang wajib. Kalau orang Muslim abaikan shalat wajib, maka mungkin keimanannya akan menjadi “sakit” dan alami “kecelakaan”. Misalnya, kita terkena kanker, atau bercerai, atau dipecat dari pekerjaan kita. Kemudian, daripada berdoa kepada Allah, kita akan abaikan Dia karena keimanan kita “sakit”, dan kita mungkin akan alami “kecelakaan” dengan menjadi depresi. Tapi kalau keimanan kita kuat dan sehat, maka kita akan berpegang teguh pada Allah dan mohon Bantuan-Nya untuk mengatasi semua masalah kita.

Kita harus pilih: TAATI Allah, atau ABAIKAN Allah. Dan kalau kita tidak taat kepada-Nya, dan abaikan shalat wajib 5x per hari, maka itu setara dengan mengatakan kita tidak mau buang waktu kita untuk berdoa kepada-Nya! Lalu, mungkin pada suatu hari, kita akan teriak, “Allah, selamatkan aku!!” Bagaimana kalau Allah menjawab: “AKU TIDAK MAU BUANG WAKTU AKU UNTUK MENOLONG KAMU!” (Sama dengan sikap kita ketika kita tidak mau “buang waktu kita” untuk berdoa kepada Allah.)

Kita harus memilih hubungan yang kita inginkan dengan Allah. Apakah kita ingin menjadi hamba-Nya yang setia, yang mengikuti semua Aturan-Nya? Apakah kita mau lakukan shalat wajib 5x per hari agar Dia selalu memperhatikan kita? Atau apakah kita ingin taat kepada Allah hanya pada saat kita lagi peduli? Kita harus memilih sendiri. Namun, kalau kita tidak mau izinkan seorang dokter yang abaikan aturan wajib untuk lakukan operasi pada tubuh kita, dan tidak mau izinkan seorang pilot yang mengabaikan aturan wajib untuk menerbangkan pesawat kita, maka seharusnya kita juga tidak menjadi Muslim yang abaikan Aturan Wajib Allah. Jika kita abaikan Aturan Allah, maka keimanan kita akan menjadi “sakit” dan “kecelakaan”, pas pada saat kita paling membutuhkan Allah!

Jika anda sulit melakukan shalat wajib 5 waktu, maka anda hanya perlu BERDOA KEPADA ALLAH DAN MOHON BANTUANNYA!!! Pakai kata sendiri, misalnya: “Allah, tolong bantu saya untuk shalat wajib 5x per hari dan menjadi seorang Muslim yang baik. Amin”. Semudah itu saja. Allah tidak pernah mau berpaling dari kita. Hanya kita yang bisa berpaling dari Dia!

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk anda. Wassalamu’alaikum.
Gene Netto

On Facebook:
English: How Can I Pray Five Times Per Day?
https://bit.ly/2DieB57
Bahasa Indonesia: Bagaimana Saya Bisa Shalat Lima Kali Per Hari?
https://bit.ly/2Dj57qc

On Blog:
English: How Can I Pray Five Times Per Day? 

https://bit.ly/2ODkYSI
Bahasa Indonesia: Bagaimana Saya Bisa Shalat Lima Kali Per Hari?
https://bit.ly/2OH2xwu

How Can I Pray Five Times Per Day?

Assalamu’alaikum. Doing salat 5x per day is easy. The best method is: Stop thinking about it and just do it. If you need a toilet, do you: A) find a toilet? Or B) ignore that feeling for several hours? Most people find a toilet when they need one. So, if you have time to pee 5x per day then you also have time to pray 5x per day.

Allah made the 5 daily prayers compulsory for us. Logically, there are only two possible reasons: A) salat is NOT important and Allah likes wasting our time; or B) salat is VERY IMPORTANT and that’s why Allah made it compulsory! It seems illogical that Allah would want waste our time for no reason. So, salat must be important, even if we do not understand why.

Many people have compulsory rules in their jobs. A doctor must do careful preparations before an operation. What if that was “optional”? Would you allow a doctor to operate on you if he was too lazy to do all of those compulsory things? A governing authority made those preparations compulsory. Doctors must obey the rules. Pilots have similar compulsory rules. They must check dozens of things before takeoff. What if that was “optional”? Would you fly with a pilot if he was too lazy to do all of those compulsory things? A governing authority made those preparations compulsory. Pilots must obey the rules.

If a doctor ignores the compulsory rules, then maybe the patient will get sick or die. If a pilot ignores the compulsory rules, then maybe the plane will have an emergency. So, what will happen when a Muslim ignores the Compulsory Rules from Allah, especially salat 5 times per day? Allah is a “governing authority” over mankind, and he made His Rules for a reason!

For a doctor or pilot, bad things will happen if they ignore the compulsory rules. If we ignore compulsory prayers (salat), then maybe our faith in Islam will “get sick” and “crash”. For example, we might get cancer, or divorced, or fired from our job. Then, instead of praying to Allah, we will ignore Him because our faith is “sick”, and then we might “crash” and get depressed. However, if our faith is strong and healthy, then we will hold onto Allah and ask for His Help with all of our problems.

We must choose: OBEY Allah, or DISOBEY Him. And if we disobey Him, and ignore salat 5x per day, then that is like saying we do not want to waste our time praying to Him! Then, one day, we might have a problem and will call out, “Allah, save me!!” What if Allah replies: “I DO NOT WANT TO WASTE MY TIME HELPING YOU!” (Just as we did not want to waste our time praying to Him.)

We must choose the relationship that we want to have with Allah. Do we want to be His faithful servants, who follow His Rules and pray 5x per day so that He will always pay attention to us? Or do we want to worship and obey him only when we feel like it? We must choose. However, if we do not want a lazy doctor who ignores the rules to operate on us, and if we do not want a lazy pilot who ignores the rules to fly our plane, then we should not behave as lazy Muslims who ignore Allah’s Rules. If we do ignore His Rules, then our faith in Islam will get “sick” and maybe “crash”, just when we need Allah the most!

If you have trouble praying every day, then just PRAY TO ALLAH AND ASK FOR HIS HELP!!! Use your own words, for example: “Allah, please help me to pray 5x per day and be a good Muslim. Amin”. It’s that easy. Allah will never turn away from us. We are the only ones who will ever turn away from Him!

I hope this is helpful for you. Wassalamu’alaikum,
Gene Netto

On Facebook:
English: How Can I Pray Five Times Per Day?
https://bit.ly/2DieB57
Bahasa Indonesia: Bagaimana Saya Bisa Shalat Lima Kali Per Hari?
https://bit.ly/2Dj57qc

On Blog:
English: How Can I Pray Five Times Per Day?

https://bit.ly/2ODkYSI
Bahasa Indonesia: Bagaimana Saya Bisa Shalat Lima Kali Per Hari? 

https://bit.ly/2OH2xwu

Thursday, November 08, 2018

70 Persen Guru Swasta di Surabaya Bergaji di Bawah Rp 300 Ribu Sebulan

Ya Allah! Tukang kebersihan lebih mungkin dapat hak gaji yg layak, dibandingkan seorang guru! Saya kira Indonesia sudah merdeka. Ternyata masih dijajah… oleh para pejabat dan pemimpin yang sibuk utamakan rekening pribadi dan kekuasaan partai daripada kemajuan negara. Sungguh tidak masuk akal kondisi pendidikan di negara ini. Dengan kekayaan alam yang ada, seharusnya Indonesia menjadi pemimpin dunia dari puluhan tahun yang lalu. Tapi malah sebaliknya: Banyak pemimpin menjadi kaya raya dgn harta ratusan milyar rupiah (bahkan ada yang triliunan), dan guru yang kerja setiap hari untuk mencerdaskan anak bangsa tidak sanggup beli sepatu bagi anak kandung sendiri.
Sayangnya, tidak ada pejabat satupun yang merasa malu… Ternyata harta mereka memberikan rasa hangat di dalam hatinya, dan guru yang hidup dalam kemisikinan selalu siap “diam dan taat” terhadap pihak yang berkuasa, jadi tidak berani komplain… Kapan anak Indonesia bisa dapat pemimpin sejati yang peduli terhadap masa depan negara, di atas kepeduliannya terhadap harta dan kekuasaan partainya?
-Gene Netto

70 Persen Guru Swasta di Surabaya Bergaji di Bawah Rp 300 Ribu Sebulan
Senin, 3 September 2018 TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Sebanyak 70 persen guru swasta di SD dan SMP Surabaya masih bergaji antara Rp 150 ribu hingga Rp 300 ribu. Gaji guru itu jauh lebih kecil dibandingkan gaji bulanan tenaga teknis kebersihan maupun outsourcing Pemkot Surabaya yang sudah menerima gaji sebesar UMK sekitar Rp 3,5 juta. Menanggapi kondisi itu, Pemerintah Kota Surabaya memiliki tekad untuk bisa memberikan dana jaspel atau Bopda untuk sekolah swasta agar bisa membuat gaji guru swasta mencapai UMK.

Gadis 11 Tahun di Mojokerto Dibunuh kemudian Diperkosa Tetangganya

Sangat mudah mencari anak untuk dicabuli di Indonesia. Cukup panggil calon korban, dan anak itu akan datang sendiri karena dipanggil. “Diam dan taat” diajarkan di kebanyakan sekolah sebagai prinsip mutlak. Siswa diajarkan untuk diam, jangan berani protes, dan jangan berbeda pendapat. Guru selalu benar, orang dewasa selalu benar. Harus diam dan taat, dan takut dihukum. (Dan kebanyakan guru dan orang tua juga diam dan taat pada pemerintah.)

Lalu, ketika ada orang yg ingin perkosa anak, tidak sulit mencari calon. Panggil saja anak di jalan. Janjikan mau belikan makanan. Berikan perintah belikan sesuatu di warung. Tawarkan 2 ribu rupiah. Banyak sekali modusnya. Tapi hasilnya sama. Anak kecil itu datang sendiri (tidak perlu diculik), diam dan taat pada orang dewasa yang memanggilnya.

Banyak orang tua dan guru sangat idolakan seorang anak yang diam dan taat dan tidak sulit diperintahkan. Dan mereka kesal dengan anak yang mandiri, berani berpikir sendiri, banyak protes, sulit diatur, dan tidak mau asal taat tanpa dijelaskan dulu alasannya. Tetapi justru anak seperti itu yang malah lebih mungkin selamat dari bahaya dunia.

Setiap minggu, makin banyak anak Indonesia menjadi korban kekerasan, pemerkosaan, sodomi, dan pembunuhan. Dan sering terbaca dari berita bahwa perkara bermulai ketika seorang anak taat pada orang dewasa yang tidak dikenal. Kalau mau selamatkan anak Indonesia dari bahaya kekerasan yang jelas ada, mungkin pola pendidikan di sini perlu diperiksa kembali.
-Gene Netto

Gadis 11 Tahun di Mojokerto Dibunuh kemudian Diperkosa Tetangganya
Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Jum'at 17 Agustus 2018, MOJOKERTO - Tindakan yang dilakukan Rosat (48), sungguh sadis. Demi ingin memerkosa bocah tetangganya, ia harus membunuhnya terlebih dahulu. Pembunuhan disertai pemerkosaan yang dilakukan Rosat ini berhasil diungkap jajaran Polres Mojokerto Kota sebulan lebih setelah kejadian pada 13 Juli lalu.

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Sigit Dany mengungkapkan, setelah menemukan jenazah korban Elsa Marsiah (11) terapung di aliran Sungai Brantas, Kota Mojokerto, pihaknya langsung melakukan penyelidikan. Dari hasil visum, diketahui korban yang masih duduk di bangku kelas 1 SD ini adalah korban pembunuhan. Terungkap, tersangka terlebih dahulu membunuh korban sebelum melakukan pemerkosaan. Setelah berhasil menyalurkan hasrat seksualnya di rumah Nur Ali, tetangganya, tersangka lalu membuang jenazah korban di sungai.

Kenapa Korban Palu Tidak Melihat Puluhan Helikopter Yg Datang Untuk Menolong Mereka?

Ini contoh skuadron helikopter yang ada di negara lain:

CH-53E Super Stallion Helicopters Mass Formation Flight Over San Diego

Coba jelaskan kenapa tidak ada korban di Palu, atau Lombok sebelumnya, yang melihat hal seperti ini. Puluhan helikopter milik TNI bisa langsung turun ke lokasi. Bisa antar pasukan ke atas setiap bukit, dgn jarak 1-2km antar pleton, dan di situ mereka mendirikan pos komunikasi dulu, karena yang paling penting adalah informasi.
Setelah jelas di setiap wilayah ada masalah apa, dan ada kebutuhan apa, bisa diterbangkan lagi pasukan yg lain ke setiap wilayah sesuai kebutuhan. Misalnya, untuk mendirikan rumah sakit lapangan, antar dokter dan tim medis, antar alat berat spt backhoe untuk menyelamatkan korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan, dll.

Fungsinya banyak sekali. Tidak perlu menunggu jalan umum dibuka dulu. TNI bisa langsung atasi ratusan maslah dengan bergerak sendiri, KALAU punya seribu helikopter yang tersebar di seluruh negara. Coba jelaskan kenapa tidak ada? Jangan bilang TNI tidak bisa, atau sudah punya, atau sulit beli helikopter, atau anggaran belum ada, atau alasan2 yang lain. Masalahnya hanya satu: KEPEDULIAN PEMERINTAH. Sejak dulu ada gempa bumi di Indonesia, dan kondisinya selalu sama: jalan putus, dan rakyat menderita berminggu-minggu menunggu bantuan datang. Masalah yang paling besar itu bisa diatasi dengan menggunakan helikopter, yang perlu dibeli, dan disebarkan di seluruh negara, siap bertindak setalah ada gempa bumi lagi nanti. Dan itu hanya akan terjadi kalau suatu hari rakyat bangun dari dunia mimpi, dan mulai memilih pemimpin yang peduli pada rakyat, daripada peduli pada depositonya sendiri.
-Gene Netto

Di Negara Lain, Helikopter Dipakai Pasca Bencana. Di Sini, Pejabat Yang Kaya Suruh Rakyat Bersabar!

Ada yang bilang helikopter bukan solusi untuk menolong rakyat setelah bencana di Indonesia karena cepat kehabisan bensin. Helikopter bermanfaat karena bisa memindahkan barang2 berat dengan cepat, dan bisa bawa pasukan, peralatan, rumah sakit lapangan, obat, dll. dengan mudah ke semua lokasi, karena tidak perlu jalan.
Tapi di Indonesia, bantuan seperti itu tidak ada karena helikopter di sini sedikit.
Lalu kenapa dianggap tidak cocok (selain karena stok tidak ada)? Katanya helikopter tidak bisa terbang jauh, dan akan kehabisan bensin.

Di negara2 lain, di mana pemimpin sipil dan militer tidak sibuk korupsi, sudah ada solusi: Helikopter bisa isi bensin di udara. Indonesia belum bisa seperti ini, karena para pemimpin negara, yang sipil dan militer, lebih suka korupsi daripada melakukan PERSIAPAN MENOLONG RAKYAT pasca bencana. Para jenderal, polisi, pejabat, anggota DPR/DPRD, politikus dan kalangan elit, ternyata sangat kaya, tetapi setelah bencana, ketika fasilitas untuk menolong rakyat sangat kurang (karena dana utk beli fasilitas itu sudah dicuri duluan oleh banyak pemimpin), rakyat disuruh sabar saja.

Kapan Indonesia akan dapat pemimpin sejati, yang lebih utamakan keselamatan dan kesejahteran warga, daripada keselamatan dan kesejahteraan deposito mereka masing-masing, di atas segala-galanya? Pemimpin negara yang korupsi adalah pengkhianat bangsa. Tapi anehnya, rakyat masih senyum dan minta selfie ketika bertemu! Kapan rakyat akan bangun dari dunia mimpi?
-Gene Netto

CH-53E Helicopter Perform Air Refueling While Carrying A Humvee

Balita Berusia 1,5 Tahun Tewas Usai Disodomi Bocah Berusia 10 Tahun

Kenapa kasus seperti ini terjadi terus? Sederhana. Disebabkan akses bebas pada film porno di HP, sedangkan tidak ada pendidikan seks di sekolah sejak SD, dan orang tua merasa terlalu "malu" utk membahas seks dengan anaknya. Hasilnya, anak SD bisa melihat seks di HP, sudah mulai merasa terangsang karena masuk usia puber, ingin melakukan seks, tapi tidak paham seks karena tidak ada orang dewasa yang mau ajarkan mereka ttg semua hal terkait dengan ereksi, onani, haid, seks, kehamilan, dll. Karena sudah rawan akses terhadap film porno, maka anak SD juga perlu diberikan pengertian dasar. Yang paling penting adalah pendidikan bagi anak laki-laki bahwa perasaan terangsang itu normal, ereksi normal, tetapi mereka mereka tidak boleh menyentuh kemaluan atau badan anak lain hanya demi melepaskan perasaan terangsang itu. Karena tidak ada pendidikan seperti itu bagi anak SD, maka terus-terusan, anak kecil menjadi korban, di tangan anak yg lebih besar. Dan dalam kasus ini,
seorang anak balita disodomi dan tewas. Tidak ada solusi selain Pendidikan.
-Gene Netto

Balita Berusia 1,5 Tahun Tewas Usai Disodomi Bocah Berusia 10 Tahun
Jumat, 28 September 2018 Reporter : Bram Salam, Merdeka.com - Seorang balita berinisial MAH yang berusia 1,5 tahun ditemukan pingsan di toilet salah satu musholla di Perum Taman Sakinah di Desa Duren, Kecamatan Klari, Karawang. Kapolsek Klari Kompol Relisman Nasution mengatakan korban ditemukan saksi di toilet Musholla dalam keadaan lemas. Diduga korban disodomi seorang gelandangan berinisial MSM (10).
Relisman menuturkan kronologis kejadian ketika korban sedang main di depan rumahnya, tiba-tiba datang pelaku dan korban dibawa ke toilet musala yang berada di depan rumah. Kata Relisman, korban ditemukan oleh saksi bernama Yadi Karyadi (41), dalam keadaan pingsan. "Korban ditemukan saksi sudah pingsan sambil dibekap oleh pelaku," tandasnya. Saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Polisi. Balita dibawa ke RS Fikri, tetapi korban tidak tertolong dan meninggal dunia.

Satu Lagi Kecelakaan Pesawat? Kenapa Kita Heran?

Saya pernah diskusi dengan seorang pilot. Dia ceritakan banyak hal yang membuat saya "kaget" sekaligus, tidak kaget, karena sudah terbiasa dengan "kondisi Indonesia". Artinya, hal2 yang tidak mungkin ditemukan/dibiarkan di negara2 maju ataupun di negara tetangga menjadi umum dan biasa di sini. Dia ceritakan kapten pesawat yang bersifat cuek, tidak profesional, tidak kerjakan semua tugas yang semestinya, salah bertindak ketika mau tinggal landas maupun mendarat, dll.

Lalu dijelaskan ttg radar yang rusak atau tidak dinyalakan di bandara, atau alat2 lain di bandara yang dibutuhkan pilot, tapi rusak atau tidak maksimal, atau tidak dipakai karena suatu alasan. Ditambahkan lagi info2 ttg berbagai hal teknis yang seharusnya tidak terjadi atau tidak dibiarkan, tapi malah menjadi umum dan standar di seluruh Indonesia. Lalu dia jelaskan bahwa semua hal ini merupakan “rahasia para pilot” dan sebenarnya, penumpang tidak boleh tahu.

Mau protes, tidak ada yang peduli. Baik itu pemerintah, maupun pilot senior yg benar (yang sudah terbiasa dgn kondisi itu juga), ataupun maskapai penerbangan, atau yg lain. Jadi hanya ada pilihan: 1) “diam dan taat” saja (seperti yang diajarkan banyak guru sekolah, dan juga berlaku secara umum bagi PNS dalam kementerian dan lembaga negara), atau 2) silahkan protes, dan siap2 di musuhi atau dipecat karena “mengganggu”. Yang penting adalah uang masuk. BUKAN profesionalisme!

Ketika dijelaskan semua hal ttg alat yang tidak berfungsi, pemeriksaan yg tidak benar, tindakan yg tidak benar, dan begitu banyak hal yang sengaja ditutupi oleh semua bandara, semua maskapai penerbangan dan semua pilot, saya bertanya kepadanya, “Kok tidak terjadi kecelakaan pesawat terus di negara ini!” Dia ketawa saja, dan bilang tidak tahu kenapa, tapi alhamdulillah sering selamat, walaupun secara teknis, seharusnya sering terjadi masalah.

Hal yang tidak mungkin dibiarkan terjadi di negara maju, menjadi sangat umum di Indonesia, karena semua orang yang punya jabatan, di semua bidang, telah dididik bertahun-tahun untuk “diam dan taat”. Dan kalau berani melawan, akan kena masalah sendiri. Rakyat yang jadi korban. Selalu. Dan tidak ada pemimpin negara atau lembaga yang ingin berusaha melakukan perbaikan, selain “bicara” saja tanpa ada tindakan nyata untuk memajukan negara dengan sungguh-sungguh. Semoga suatu hari, orang Indonesia yang seharusnya kerja profesional (di semua bidang) bisa mendapat kemauan dan dukungan untuk menjadi kaum profesional. Dan kalau belum terjadi, sebagai rakyat, kita harus siap-siap menjadi korban kapan saja di mana saja!
-Gene Netto

Nasib Anak Yatim, Di Negara Mayoritas Muslim

Assalamu’alaikum wr.wb., Hari ini saya diskusi dengan seorang teman. Dia ceritakan nasib 3 anak yatim yang dia kenal. Setelah bapaknya wafat, ibunya menikah lagi. Sayangnya, bapak tiri itu tidak mau terima 3 anak yatim yang bukan anak kandungnya. Jadi mereka ditempatkan di rumah saudara yang lain, seperti di rumah neneknya. Dan satu ditaruh di pesantren agar ada tempat tinggal. Tidak ada biaya hidup, tidak ada kepedulian yang dalam, dan kl sakit, teman saya yang harus mengurusnya.

Saya sudah sering dengar kisah2 seperti itu. Yang membuat saya heran adalah satu hal: Kok mau seorang ibu menikah dengan seorang pria yang tidak punya belas kasihan terhadap anak yatim? Kok bisa seorang janda mengatakan, “Iya, saya siap membuang anak saya, agar bisa menikah dengan anda!” Kalau saya seorang janda, dan Allah berikan amanah 3 anak yatim kepada saya, yang pahalanya luar biasa, lalu saya dilamar seorang pria tapi dia suruh saya usir ketiga anak yatim itu, maka saya akan mengusir pria itu dengan tegas.

Saya kurang paham kenapa banyak bapak dan ibu Muslim bisa “membuang” anaknya di negara ini. Apalagi anak itu yatim! Mau marah, mau sedih, mau protes pada pemerintah, semuanya tidak bermanfaat. Seharusnya pemerintah yg menjaga, mengawasi dan menolong semua anak yatim di sini, untuk jamin ada bantuan yang layak bagi mereka (dari uang pajak kita). Tapi malah sebaliknya, anak yatim harus cari tempat tinggal dan nafkah hidup sendiri, tanpa pengawasan atau kepedulian dari pemerintah.

Saya mau banggakan umat Islam kepada seorang muallaf asal Amerika, yang baru dua minggu masuk Islam di sini bersama saya. Malah saya terpaksa mengatakan kepadanya, “Jangan menilai Islam dari perilaku orang Muslim di sini ya! Tidak ada hubungannya! Yang diajarkan oleh Islam, jangan berharap bisa ditemukan di sini. Hanya menjadi ‘teori’ saja. Memang ada sedikit yang menjalankan, tapi mayoritas tidak!”

Semoga suatu hari negara ini akan dipimpin oleh orang Muslim yang beriman dan bertakwa, yang selalu sibuk berjuang di jalan Allah, daripada berjuang di jalan korupsi, partai dan kekuasaan bagi kalangan elit! Kalau pemimpin Muslim di sini menjalankan amanah dengan benar, Indonesia bisa menjadi pemimpin dunia. Tapi saya tidak tahu kapan umat Islam akan bangun dari dunia mimpi, dan mencari pemimpin seperti itu.
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...