Friday, March 29, 2019

Sandi Habiskan Rp 1,4 Triliun Untuk Kampanye, Anak Yatim Masih Lapar dan Miskin

Menyedihkan. Siap habiskan 1,4 Triliun untuk dapat jabatan dunia. Tapi kalau ada yang minta triliunan rupiah untuk anak yatim, saya yakin Sandi dan elit politik yang lain akan menolak. Anak yatim dianggap tidak bermanfaat di dunia ini. Mereka lemah, dan juga bukan pemiliih. Jadi kalau kejar kekuasaan dunia, apa gunanya habiskan dana besar untuk anak yatim?

Banyak pemimpin elit sangat mirip. Punya kekayaan besar yang dipakai untuk mengejar kekuasaan dunia. Walaupun agamanya dinilai "bagus" (rajin shalat, berakhlak baik, dsb.), tetap saja yang dikejar adalah dunia. Dan di akhirat mereka harus bertanggung jawab atas harta itu; ditanyakan dari mana dapatnya (halal 100%?) dan ke mana belanjanya. Lalu mereka akan dihakimi oleh Allah SWT.

Kalau saya adalah orang kaya yang ingin menjadi pemimpin, saya akan coba melakukan suatu hal yang unik. Selama tidak melanggar aturan, saya akan umumkan bahwa dana sekian triliun akan disumbangkan kepada anak yatim sesudah pemilu! Lalu saya akan kampanye secara sederhana, tanpa keluarkan banyak dana. Tidak sebarkan spanduk, stiker, kaos, iklan tivi, tidak pasang panggung, dsb. Cukup saya datang, bicara, dan janjikan harta dan ilmu saya utk kemajuan negara.

Lalu saya akan MOHON DOA DARI ANAK YATIM agar negara ini dapat pemimin yang terbaik, walaupun bukan saya! Doa anak yatim itu sangat luar biasa, dan lebih bermanfaat bagi seorang pemimpin Muslim daripada jabatan dunia.
-Gene Netto

Sandiaga Sudah Habiskan Rp 1,4 T untuk Dana Kampanye
Rabu, 27 Mar 2019 Fadhly Fauzi Rachman – detikFinance, Jakarta - Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno telah menghabiskan dana hampir US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,4 triliun (kurs Rp 14.000) untuk Pilpres 2019. "Nilai (kekayaan) menurun secara signifikan pada 2018. Saya kehilangan mungkin sepertiga dari kekayaan bersih saya," kata Sandiaga sambil menyebut telah menghabiskan sekitar 100 juta dolar untuk kampanye. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada Agustus lalu, kekayaan Sandiaga sebesar Rp 5 triliun.
https://finance.detik.com

Thursday, March 28, 2019

Apa Peran Saya Di Sebuah Grup?

[Komentar]: Saya kecewa dengan grup ini!

[Gene]: Grup ini adalah sebuah komunitas online. Bukan sebuah website di mana "pemiliknya" bertanggung jawab atas kontennya, spt situs berita. Yang datang ke sini dan mengharapkan orang lain akan "memberi" terus salah paham makna dari "komunitas". Dalam sebuah komunitas, setiap individu seharusnya bertanggung jawab sendiri, dan tidak ada pemiliknya yang harus beri terus. Jadi yang merasa kurang puas dengan isinya grup ini (atau grup lain) punya tanggung jawab sendiri untuk berikan isi yang bermakna.

Begitu juga sebuah sekolah. Seharusnya menjadi sebuah komunitas. Malah banyak siswa bilang sekolah mirip penjara. Dari masuk sampai pulang, siswa dipaksakan bersikap pasif, dan hanya boleh terima. Aturan sudah dibuat, terpaksa diterima, jangan berani melawan atau berbeda pendapat. Semua yang diberikan berasal dari atas. Dari pemerintah, dari guru, dari buku teks, dan lain-lain, dan tidak ada banyak kesempatan utk memberikan masukan sendiri. Harus diam dan taat dengan sistem yang berlaku. Bersikap pasif, lalu pulang dan komplain.

Yang masuk di sebuah grup dan komplain mungkin sudah terindoktrinasi dari perannya sebagai siswa di sekolah dulu. Bergabung = menunggu diberikan oleh yang lain (yang di atas). Seharusnya masuk grup = menjadi bagian dari komunitas = berusaha memberikan ide dan info yang terbaik untuk kemajuan bersama. Jadi kalau kecewa dengan sebuah grup, coba angkat cermin dan periksa diri sendiri. Lalu evaluasi peran anda sebagai guru di sekolah dan orang tua di rumah.

Apa anda lebih banyak berusaha "membangun komunitas" di mana anak2 punya peran yang aktif, dan ikut bertanggung jawab atas hasil yang dicapai? Atau lebih banyak membangun "penjara" di mana anda yang memberi terus, anda yang membuat semua aturan, anda yang berkuasa mutlak, dan yang di bawah anda tidak punya peran selain terima dan taat saja?

Kalau mengharapkan perubahan dalam sebuah grup, keluarga, sekolah, kota, negara, atau bahkan dunia, coba mulai dengan memahami peran anda sendiri sebagai anggota komunitas tersebut. Menjadi aktif dan memberi terus, bukan menunggu diberi oleh yang lain. Lalu mendidik semua teman agar mereka paham juga, dan ajak semuanya bersatu untuk kemajuan bersama. Semoga bermanfaat.
-Gene Netto

Friday, March 22, 2019

Adzan Disiarkan di Radio dan Tivi Di Selandia Baru

Seminggu setelah penembakan di dua masjid di Christchurch, warga Muslim kumpul lagi untuk shalat jumat. Tapi pemerintah ikut berduka, dan ikut menghormati umat Islam setempat. Mungkin untuk pertama kali dalam sejarah, adzan disiarkan di radio dan tivi nasional, yang diikuti dengan dua menit keheningan bagi orang yang ingin berdoa dan merenung.
Ketika umat Islam berkumpul di taman kota, di seberang masjid utk shalat jumat di Christchurch, ribuan orang non-Muslim turut hadir di pinggirnya tempat shalat dan ikut mendengarkan khutbah jumat. Banyak orang tahu ada islamophobia dan kebencian terhadap Muslim di negara2 barat. Tapi itu bukan sikap mayoritas warga di sana.
-Gene Netto

Azan Pun Berkumandang di Seluruh Selandia Baru
Kompas.com - 22/03/2019, WELLINGTON, KOMPAS.com — Tepat pukul 13.30 waktu setempat, azan shalat Jumat (22/3/2019) berkumandang di lapangan Hagley Park, Christchurch, Selandia Baru. Selain itu, stasiun televisi dan radio nasional TVNZ dan RNZ ikut menyiarkan azan secara langsung ke seluruh pelosok Selandia Baru.
https://internasional.kompas.com

VIDEO: Sepekan Pasca Teror, Azan Menggema di Selandia Baru
https://www.cnnindonesia.com

Tuesday, March 19, 2019

HOAX: 350 Orang TIDAK Masuk Islam Di Selandia Baru Setelah Penembakan Di Masjid

Setelah 50 orang dibunuh dalam penembakan di masjid di Selandia Baru, ada info hoax bahwa 350 orang malah masuk Islam dalam satu pertemuan dengan seorang ustadz. Dalam tulisan itu, nama ustadz, lokasi, tanggal kejadian, dll. tidak bisa disebutkan. Ada yg bagikan video di YouTube sebagai bukti. Tapi dalam video itu, sang ustadz berbicara dalam Bahasa Jerman, dan hanya 5 orang terlihat masuk Islam. Setelah dicek, video itu berasal dari Jerman dari 12 tahun yang lalu.
Jadi seluruh info ttg adanya 350 orang yang masuk Islam di Selandia Baru dalam satu hari adalah HOAX.
-Gene Netto

Fact Check: Did 350 people convert to Islam in New Zealand after the Christchurch Mosque attack?
A 12 year old video has been used to spread the fake news
https://www.opindia.com

[Berita hoax yang sedang disebarkan]:

50 Muslims were killed on Friday in New Zealand & 350 people accepted Islam today in New Zealand
https://loveforislamic.blogspot.com

Monday, March 18, 2019

Ma'ruf Ingin Indonesia Punya Gedung Opera Ala Sydney dan Festival Budaya

Anak yatim masih miskin dan lapar. Guru honorer menunggu berbulan-bulan untuk dapat gajinya yang lebih rendah dari tukang kebersihan di Jakarta. Anak disabilitas tidak ditolong oleh negara, dan banyak yang menderita sepanjang hari, tanpa bantuan atau fasilitas yang dibutuhkan.

Tapi seorang kyai ingin bangun gedung opera sebagai prioritas? Yang benar! Mungkin dia cuma ucapkan yang diperintahkan kepadanya, dan bukan ide sendiri. Tapi sebagai seorang kyai, seharusnya punya pendapat sendiri, wibawa sendiri, dan kemauan sendiri. Ketika disuruh berdiri di depan umum dan membahas gedung opera yang tidak dibutuhkan, seharusnya protes, dan ingatkan presiden dan timnya untuk utamakan anak yatim dan dhuafa sebagai prioritas negara yang terpenting. Ternyata tidak. Diam dan taat saja dgn ide2 tim sukses. Apapun yang mereka inginkan, harus ditaati. Besok jangan heran kalau kyai sepuh ini berdiri di depan umum dan minta Indonesia punya tim tarian ballet nasional sebagai prioritas. Anak yatim biarkan saja miskin dan lapar dulu!

Masuknya KH Ma'ruf ke dalam kubu Jokowi tidak memberikan manfaat apapun bagi umat Islam. Malah kyai yang dipaksakan berubah dan taati kemauan kubu Jokowi, bukan tim Jokowi yang berubah dan taati nasehat agama dari orang alim! Ibaratnya seorang dokter bergabung dalam acara bakti sosial pemuda, lalu dokter disuruh bagikan jamu yg tidak jelas isinya, dan tidak boleh bagikan obat! Segala sesuatu akan rusak kalau diserahkan kepada yang bukan ahlinya! Apalagi kalau yang ahlinya juga disuruh taat sama yang awam!
-Gene Netto

Ma'ruf Ingin Indonesia Punya Gedung Opera Ala Sydney dan Festival Budaya
Minggu, 17 Mar 2019
Jakarta - Cawapres Ma'ruf Amin menyampaikan visi membangun budaya Indonesia. Dia ingin festival Indonesia digelar di luar negeri dan membangun gedung opera.
https://travel.detik.com

Thursday, March 07, 2019

Anak Guru Ngaji Perkosa Murid Ayahnya

AZ (17) adalah anak dari seorang guru ngaji. Banyak murid bapaknya masih anak SD yang polos dan mudah diperintahkan. Melihat seorang murid yang berusia 10 tahun, AZ suruh dia ikut masuk ke dalam sebuah rumah kosong, lalu memperkosanya. Katanya terpengaruh oleh film porno. Bapaknya mendidik anak dari orang lain ttg agama, tapi sayangnya, dia gagal mendidik anak kandungnya sendiri untuk menghormati perempuan, melindungi anak kecil yang tidak berdosa, dan menjaga diri dari dorongan nafsu agar tidak menjadi seorang pemerkosa.

Seharusnya tanggung jawab utama dan pertama seorang bapak adalah mendidik anaknya sendiri. Semua anak remaja di Indonesia yang menjadi pemerkosa juga punya orang tua Muslim, keluarga besar Muslim, guru Muslim, tetangga Muslim, dan guru agama Muslim. Tapi masih bisa menjadi pemerkosa terhadap anak kecil. Jelas ini sebuah kegagalan sistem pendidikan, dan parenting, dan pendidikan agama. Orang tua merasa pendidikan shalat dan ngaji wajib diberikan, tapi pendidikan akhlak agar tidak menjadi pemerkosa tidak dipikirkan.
-Gene Netto

Anak Guru Ngaji Nekat Cabuli Murid Ayahnya karena Terpengaruh Video Porno
http://jakarta.tribunnews.com

Saturday, March 02, 2019

Pemuda Mau Bunuh Diri, Penonton Merekam Dan Suruh Loncat!

Seorang pemuda berdiri di atap gedung, mau loncat dan bunuh diri. Puluhan orang berkumpul di bawah, dan sambil ketawa2, mereka keluarkan HP, ambil foto dan video, dan suruh dia loncat. Satu orang naik ke atap gedung. Dikira akan menolong. Ternyata HANYA ingin ambil foto dan video dari DEKAT. Ini kualitas masyarakat Indonesia sekarang?
Semua orang yang berkumpul di bawa itu punya orang tua, guru sekolah, guru agama, dan menjadi bagian dari komunitas. Kenapa mereka tidak punya rasa empati terhadap manusia lain? Apakah tidak pernah diajarkan? Siapa yang mau bertanggung jawab terhadap kualitas masyarakat Indonesia? Para pejabat sibuk korupsi dan kejar pencitraan. Orang tua sibuk mencari uang karena biaya hidup mahal. Guru sibuk dengan beban administrasi dan banyak ujian. Dan guru agama sibuk membahas fiqih dan teori saja. Menjadi tanggung jawab siapa untuk memperbaiki kualitas masyarakat?
-Gene Netto

Banyak yang Merekam tetapi Tak Menolong, Ini Fakta Kasus Mahasiswa Bunuh Diri di Lampung
Michael Hangga Wismabrata Kompas.com - 23/02/2019, KOMPAS.com — Video rekaman seorang pemuda asal Lampung Selatan, TS (21), yang bunuh diri dengan cara melompat dari sebuah gedung swalayan di Kota Bandar Lampung, Jumat (22/2/2019), menjadi viral. Namun, apa yang terekam dalam video itu menimbulkan keprihatinan karena orang yang melihat peristiwa itu memilih untuk merekam TS saat melakukan bunuh diri dan tak membantu TS untuk mengurungkan niatnya. Menurut ahli hukum, membiarkan seseorang yang hendak bunuh diri melanggar undang-undang yang diatur dalam Pasal 531 KUHP.
https://regional.kompas.com


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...