Wednesday, November 29, 2017

Apakah PGRI Bermanfaat Untuk Pendidkan Di Indonesia?



Kemarin di Facebook Page saya, saya post info berita ttg dana hibah dari Pemda DKI, termasuk info bahwa PGRI dikasih 23 milyar. Dan saya bertanya, apa manfaat sebenarnya dari PGRI, sampai harus dikasih dana begitu besar? Saya tidak ingin jelekkan PGRI, dan hanya sebutkan info itu sebagai contoh. Lalu ada orang yang kirim pesan kepada saya. Dia ceritakan berbagai keburukan PGRI, yang disaksikan oleh saudarnya selama bertahun-tahun ketika punya jabatan tinggi di PGRI. Dia juga bahas mantan ketua PGRI yang tewas terbakar hidup-hidup di RS Mintohardjo, dan mengatakan “tidak heran” seorang pemimpin PGRI bisa dimatikan Allah dgn cara begitu….

Apa benar PGRI penuh keburukan? Saya tidak bisa menilai, karena tidak ada info. Saya ingin bahas semua komentar orang itu di sini, tapi di Indonesia tidak ada hak rakyat utk bicara secara bebas. Siapapun yang berani buka rahasia dari pejabat atau organisasi bisa kena pasal pencemaran nama baik. Sering digunakan orang kuat dan kaya utk bungkamkan orang kecil.

Pelajar Kelas 5 SD Meninggal Akibat Dipukuli Temannya Saat Akan Main Sepak Bola



Sudah berapa banyak anak Indonesia yang mati dengan sia-sia pada tahun ini? Ada yang hitung? Mungkin tidak. Mereka bukan anaknya orang elit, jadi tidak ada yang peduli. Di seluruh negara ada berita tawuran, duel, dan KDRT. Setiap hari di tivi ada berita pembunuhan yang tampilkan mayat, dan disaksikan oleh anak (jam tayang berita sadis tidak dibatasi spt di negara barat, jadi anak di sini bebas nonton). Di jalan banyak orang terlihat cepat marah dan mengancam. Tapi di saat yg sama, banyak orang Indonesia sibuk banggakan diri sebagai anggota “negara timur” yang penuh kesantunan, kesopanan, dan kehalusan. Mungkin sebelum anak SD bunuh anak SD, dia “permisi” dulu, karena dididik utk menjadi sopan! (“Mohon maaf, permisi deh, mau bunuh dikit2, maaf ya deh!”) Syukur kl anak Indonesia bisa ingat untuk bersikap sopan pada saat membunuh anak lain!

Kapan rakyat Indonesia akan bangun dari dunia mimpi, dan sadari betapa luas masalahnya kekerasan terhadap anak di seluruh negara? Berapa banyak anak harus mati dengan sia-sia setiap tahun, sebelum orang dewasa dan para pemimpin menjadi sadar? Kapan mau bersatu untuk mencari solusi berbasis pendidikan akhlak? Kurikulum sudah berat, ujian sekolah banyak, guru sudah pusing, dan kematian anak, pemerkosaan, sodomi dan pencabulan tetap meningkat. Anak siapa yang harus dibunuh agar bisa terjadi perubahan di sini?
-Gene Netto

Menkes Minta Peneliti Lakukan Riset Lebih Mendalam



Seorang menteri mau bahas bahayanya rokok bagi kesehatan masyarakat. Tapi hasil riset dari puluhan negara dari peneliti berkualitas tinggi tidak mau diterima. Harus diciptakan “proyek” di Indonesia untuk ULANGI semua riset yang sama, agar bisa DIPAHAMI dampaknya rokok bagi rakyat Indonesia.
 
Apa kalau ada riset di luar negeri ttg dampak kecelakaan motor tanpa helm, ditunda membuat aturan baru, sampai ada banyak proyek penelitian di sini? Riset asing Tidak cukup? Tengkorak manusia beda di Indonesia? Paru-paru juga beda?
Atau apa hanya mencari-cari kesempatan utk menciptakan proyek baru, dan tunda2 kewajiban membuat kebijakan?

Kalau besok harga rokok menjadi 500 ribu per paket, dengan pajak sekian ribu persen, dilarang rokok di semua tempat umum, dgn tilang 5 juta kalau melanggar, dan syarat2 lain seperti itu, kira2 APA yang akan terjadi? Jumlah perokok bertambah, atau berkurang secara cepat? (Hasil riset di manca negara membuktikan banyak orang langsung tinggalkan rokok, terutama orang miskin).

Jangan Biarkan Masa Lalu Terulang Lagi



Seratus tahun yang lalu, kehidupan di Inggris sangat sulit. Orang miskin dibiarkan saja sakit dan mati karena tidak ada uang utk berobat. Lalu setelah Perang Dunia II, Inggris menciptakan NHS (mirip BPJS) yg berikan pengobatan gratis utk semua warga. Bapak Harry ini lahir di sebelum ada NHS, dan melihat adik perempuannya wafat dari TBC di usia 15 tahun karena tidak bisa berobat. Harry juga merasakan kelaparan setiap hari, dan sekarang masih ada jutaan anak di Inggris yang kelaparan setiap hari.

Harry sudah hidup sampai usia 94 tahun, dan dia mengatakan zaman yang dia alami dulu mulai terjadi lagi sekarang. (NHS di Inggris lagi alami kondisi buruk, karena pemerintah pangkas pendanaan utk menghemat uang. Tapi dana utk bom nuklir tidak mau dikurangi.)

Harry juga melihat kekejaman manusia pada zaman perang, dan korban perang yg kabur ke negara lain utk mencari keselamatan. Dan sekarang masih terjadi. Dia melihat bagaimana kebanyakan orang sibuk buang muka, dan tidak mau direpotkan dgn mengurus semua pengungsi itu, walaupun mereka adalah manusia juga.
Di usia 94, Harry telah menulis buku penuh petunjuk utk generasi muda, dgn judul, "Jangan Biarkan Masa Lalu Saya Menjadi Masa Depan Anda".

Duel ala Gladiator Terulang Lagi di Bogor, Satu Pelajar Tewas

Satu lagi anak Indonesia mati dengan sia-sia, tapi rakyat bisa tenang. Kita hanya perlu peduli kl anaknya orang elit yg mati. Di YouTube, ada ribuan video duel antar anak sekolah, dan video tawuran. Mereka simpan di YouTube dgn rasa bangga, karena senang kl perbuatan mereka terlihat dan menjadi inspirasi. Mereka bangga kl bisa banting anak lain, atau bacok anak dari sekolah lain.

Sangat menyedihkan bahwa negara yang penuh dengan ratusan sekolah Silat tidak bisa menarik perhatian anak2 itu agar ikut latihan silat dan pertandingan silat, daripada main bunuh-bunuhan di jalan. Anak yang ikut latihan bela diri tidak ikut tawuran dan duel, karena di dalam latihan bela diri itu diajarkan disiplin, hormat, agama, moralitas, etika, kepedulian terhadap orang lain, dsb.

Orang tua sibuk cari nafkah hidup.  Guru sibuk tuntaskan kurikulum, ujian dan beban administrasi. Ustadz sibuk ajarkan fiqih di masjid masing2 dan tidak ketemu dengan anak2 ini yang paling butuhkan ilmu agama. Hasilnya? Indonesia penuh dengan anak “liar” yang tidak dapat pendidikan agama, akhlak, moralitas, etika, kepedulian sosial, atau disiplin. Mereka menjadi anak liar yang siap saja membunuh anak Indonesia yang lain. Mereka tidak peduli kl anak itu punya ibu yang akan menderita.

Tidak Ada Krisis Kekerasan Terhadap Anak Di Sini, Selama Hanya Anak Miskin Yang Mati!



Satu anak SMP mati karena ditusuk anak SMP lain saat pulang sekolah? Gara2 perkelahian di sekolah? Korbannya mati dekat sekolah saat masih pakai seragam? Ahhh, biasa saja lah. Ini Indonesia!! Anak yang mati pakai seragam sekolah adalah hal biasa di sini. Rakyat tidak usah peduli. Tidak usah pikirkan ibu dan bapak korbannya. Masih banyak anak lain yang belum mati.  Yang penting adalah pikirkan orang elit saja. Lihat tuh, anak presiden menikah. Wow, keren. Lihat tuh, ada artis masuk busway! Wow, heboh. Lihat tuh, ada pengacara Setnov yang hidup mewah. Wow, ajaib.

Tidak usah peduli kalau SETIAP HARI ada anak Indonesia yang dibunuh oleh anak Indonesia yang lain. Mereka bukan anaknya orang elit, jadi para pemimpin negara tidak perlu peduli. Kalau seandainya besok anaknya Anies Baswedan atau anaknya Sandi Uno dibunuh oleh teman sekolah, dalam satu hari seluruh negara akan teriak ttg krisis kekerasan terhadap anak!! Tapi kalau hanya anaknya orang miskin yang dibunuh terus, tidak ada yang peduli. Nilai nyawa mereka tidak tinggi. Kasihan anak Indonesia dapat orang dewasa seperti kita yang tidak peduli pada kondisi hidup mereka!
-Gene Netto

Pemkot Bandung Bagikan 1.500 Kacamata kepada Ribuan Murid SD

Ini seharusnya menjadi program nasional, yang bagikan kacamata gratis kepada anak yang tidak mampu. Anak yang miskin diwajibkan belajar oleh pemerintah, tapi kl perlu kacamata dan tidak punya dana, dijamin anak miskin itu akan mengalami banyak masalah di sekolah. Bagaimana anak miskin bisa berhasil kl dari pertama kali masuk kelas, ketidakmampuan beli kacamata menjamin kegagalan akademis mereka?
-Gene Netto  

Pemkot Bandung Bagikan 1.500 Kacamata kepada Ribuan Murid SD di Kota Bandung
Jumat, 24 November 2017 TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Senyum bahagia terlihat di wajah Yaya Marlina, guru kelas 1 SDN 059 Cirangrang, Kota Bandung, Jumat (24/11/2017). Berkat bantuan dari Pemkot Bandung, para murid SDN 059 Cirangrang yang mengalami masalah dengan matanya kini bisa bernapas lega. Bekerjasama dengan Essilor Vision Foundation serta Lions Club Bandung Merdeka, Pemkot Bandung membagikan 1.500 buah kacamata gratis kepada murid SD se-Kota Bandung.

Wednesday, November 08, 2017

Oknum Guru Olahraga Ini Cabuli 42 Murid Laki-laki (Lampung)


Jakarta - Endi Oktriawan (32), seorang guru di Desa Pulau Legundi, Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran, Lampung, ditangkap karena kasus pencabulan. Endi disangka mencabuli 42 murid lelakinya. "Pemeriksaan yang sejauh ini dilakukan sudah mengumpulkan 42 anak yang jadi korban pencabulan. Aksi bejat tersangka sudah berlangsung lama," kata Kapolda Irjen Suroso Hadi Siswoyo dalam keterangannya, Rabu (8/11/2017).

Suroso mengatakan 42 murid itu rata-rata berumur 12-17 tahun. Tidak hanya itu, 11 korban di antaranya menjadi kecanduan seks oral akibat ulah pelaku. Tersangka Endi menggunakan beragam modus dan lokasi setiap beraksi. Misalnya, korban diajak menginap karena tersangka sendirian di rumah ditinggal pergi istri dan anak. Lokasi pencabulan dari rumah tersangka, ladang, sampai rumah kosong. Tersangka hanya menyasar anak laki-laki.

Polisi menyebut tersangka memanfaatkan kewenangannya sebagai guru olahraga bidang bola voli untuk mendekati murid-muridnya, lalu bertindak asusila. Modus operandinya ialah menjanjikan nilai bagus kepada calon korban yang mau dicabuli dengan seks oral.


Cabuli 42 Murid, Guru Olahraga di Lampung Ditangkap
Rabu 08 November 2017, Idham Kholid - detikNews
Guru Cabuli 42 Murid, Motivasinya Ritual Ilmu Hitam
Rabu, 8 November 2017 | 16:55 WIB

Monday, November 06, 2017

Guru Olahraga Jadi Predator Anak, Korbannya 31 Siswa SD



Jumlah korban meningkat menjadi 31 siswa SD dari dua sekolah. Pelakunya guru olahraga, dan melakukan pencabulan pada saat jam pelajaran di sekolah dan sekitarnya. Seharusnya hal seperti ini hampir mustahil terjadi. Seharusnya guru Indonesia berkualitas tinggi. Seharusnya guru lain siap memantau dan laporkan guru yang diduga tidak benar. Seharusnya kalau terjadi satu kasus, ada anak yang berani lapor ke guru lain atau ke orang tuanya, dan dapat bantuan dan perlindungan agar jumlah korban tidak bertambah. Tapi ternyata, setiap minggu ada kasus baru. Kondisi ini tidak akan berubah sampai ada perbaikan terhadap sistem pendidikan nasional, dimulai dgn perhatikan kualitas guru sekolah.
-Gene Netto

Guru Olahraga Jadi Predator Anak, Korbannya 31 Siswa SD
Selasa, 31 Oct 2017 | editor : Ilham Safutra, JawaPos.com - Aparat kepolisian terus melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh oknum guru olah raga berinisial S di Girimarto, Wonogiri. Dari hasil terakhir diketahui jumlah korban predator itu mencapai 31 siswa sekolah dasar (SD).
Kasatreskrim AKP M Kariri menyatakan, berdasar hasil pemeriksaan tersangka dan saksi, ternyata jumlah korban bertambah. Setidaknya, korban berasal dari dua SD di Girimarto, tempat tersangka mengajar. "Dari satu SD ada 18 korban, sedangkan di sekolah lain ada 13. Rata-rata usia kelas 5 dan 6. Tadi langsung kami mintakan visum," kata Kariri.
Selain di tanah lapang, tersangka juga melakukan aksi bejat pencabulan di kamar mandi sekolah dan kolam renang saat jam pelajaran olah raga.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...