July 20, 2018, Sebuah perusahaan di Selandia Baru memberikan jadwal kerja 4 hari saja kepada 240 karyawan, tapi dibayar utk 5 hari. Dengan libur di hari Jumat, semua karyawan menikmati 3 hari libur untuk bermain dengan anak, berolahraga, kembangkan hobi pribadi, dan mengurus rumah tangga tanpa beban. Karena ini merupakan sebuah uji coba, direktur perusahaan minta bantuan profesor di Universitas Auckland melakukan penelitian, untuk melihat apakah benar2 ada manfaatnya atau tidak.
Hasilnya? Bermanfaat! Karyawan datang hari Senin dengan rasa segar dan semangat, tingkat kebahagiaan secara keseluruhan meningkat, tugas kantor dikerjakan dengan sikap lebih fokus, rapat yang biasanya makan waktu 2 jam menjadi 30 menit karena hanya membahas yang penting saja, dan produktivitas perusahaan meningkat. Ini disebut “win-win solution”. Sekarang sedang dibahas apakah mau menjadikan perubahan ini permanen. Semua karyawan belajar untuk kerja secara “cerdas”, bukan kerja secara “keras”. Indonesia bisa juga?
One inspired CEO just gave employees a 4-day workweek. It’s been a major success.
Search This Blog
Labels
alam
(8)
amal
(45)
anak
(316)
anak yatim
(75)
bilingual
(21)
bisnis dan pelayanan
(6)
budaya
(8)
dakwah
(86)
dhuafa
(6)
for fun
(12)
Gene
(168)
guru
(68)
hadiths
(9)
halal-haram
(24)
Hoax dan Rekayasa
(32)
hukum
(57)
hukum islam
(52)
indonesia
(488)
islam
(547)
jakarta
(27)
kekerasan terhadap anak
(373)
kesehatan
(94)
Kisah Dakwah
(13)
Kisah Sedekah
(9)
konsultasi
(13)
kontroversi
(5)
korupsi
(22)
KPK
(12)
Kristen
(14)
lingkungan
(18)
mohon bantuan
(13)
muallaf
(51)
my books
(2)
orang tua
(11)
palestina
(33)
parenting
(2)
pemerintah
(99)
Pemilu 2009
(36)
pendidikan
(499)
pengumuman
(23)
perang
(9)
perbandingan agama
(12)
pernikahan
(11)
pesantren
(48)
politik
(111)
Politik Indonesia
(29)
Progam Sosial
(15)
puasa
(35)
renungan
(192)
Sejarah
(5)
sekolah
(94)
Selandia Baru
(1)
shalat
(11)
sosial
(282)
tanya-jawab
(15)
taubat
(6)
umum
(13)
Virus Corona
(24)
Popular Posts
-
[Pertanyaan]: 1) Saya mau nanya nih, saya pernah melakukan onani setelah berbuka puasa. Apakah puasa saya pd hari itu di terima? 2) Saya per...
-
Assalamu'alaikum wr.wb. Kemarin saya sibuk ketemu orang bule yang masuk Islam karena mau menikah dengan wanita Indonesia. Saya diberi...
-
Assalamu’alaikum wr.wb. Ini Bab Pertama dari buku saya Mencari Tuhan, Menemukan Allah.(Baru terbit dalam bahasa Inggris. Bahasa Indonesia be...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Seperti biasa, ini kisah rekayasa, dengan menggunakan nama orang yang benar. Prof. Fidelma O'Leary mema...
-
Sabtu, 6 Okt 07 14:50 WIB Assalamu'alaikum Ustadz, Saya ingin menanyakantentang pemakaian Jilbab oleh muslimah, karena beberapa ...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Orang sering berkomentar kepada saya, kok banyak orang bisa melakukan korupsi padahal mereka shalat dan puasa. Ka...
-
Assalamu’alaikum wr.wb. Ada orang yang mengatakan dia capek dan kesiangan, jadi baru bangun jam 8 pagi, dan tidak bisa shalat subuh. Saya b...
-
Assalamu'alaikum wr.wb., Sudah berkali-kali, baik dalam post di blog, maupun dalam pertemuan atau ceramah, saya memberikan peringatan k...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Ada beberapa komentar di blog saya dari orang yang inginkan hukum syariah diterapkan dengan cepat, dan mereka kecew...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Ini satu bab dari buku saya "Mencari Tuhan, Menemukan Allah" (Searching for God and Finding Allah). Awal...
30 July, 2018
Bocah 13 Tahun Bunuh Nenek Kandung dan Perkosa Mayatnya
Hampir tidak percaya pada berita ini. Apa yang sedang terjadi pada anak-anak di seluruh Indonesia? Kok berita anak berbuat sadis makin banyak? Sudah berapa banyak anak yang menjadi pemerkosa, pelaku sodomi, pelaku tawuran, menjadi begal, dll. Apa ini kegagalan sistem pendidikan? Masalah budaya? Masalah stres dari ekonomi? Kekurangan pendidikan agama? Ketika kita kecil dulu, rasanya tidak ada berita anak bisa berbuat sadis seperti ini. Apa yang sedang terjadi?
-Gene Netto
Bocah 13 Tahun Bunuh Nenek Kandung dan Perkosa Mayatnya
Reza Gunadha, Selasa, 24 Juli 2018 | Suara.com - Bocah berusia 13 tahun berinisial ST, menjadi tersangka pembunuhan serta pemerkosaan terhadap AP, yang tak lain dan tak bukan adalah nenek kandungnya senidiri. ST diduga merudapaksa serta membunuh neneknya yang berusai 73 tahun pada Minggu (22/7) akhir pekan lalu.
Setelah puas melampiaskan nafsunya, ST membunuh serta membuang jasad sang nenek ke Jalan Padat Karya, Dusun Asam Lubang, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung.
-Gene Netto
Bocah 13 Tahun Bunuh Nenek Kandung dan Perkosa Mayatnya
Reza Gunadha, Selasa, 24 Juli 2018 | Suara.com - Bocah berusia 13 tahun berinisial ST, menjadi tersangka pembunuhan serta pemerkosaan terhadap AP, yang tak lain dan tak bukan adalah nenek kandungnya senidiri. ST diduga merudapaksa serta membunuh neneknya yang berusai 73 tahun pada Minggu (22/7) akhir pekan lalu.
Setelah puas melampiaskan nafsunya, ST membunuh serta membuang jasad sang nenek ke Jalan Padat Karya, Dusun Asam Lubang, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung.
24 July, 2018
Geger, Bocah Usia Enam Tahun Diperkosa Dua Siswa SD
Banyak orang tua mengatakan tidak mau memberikan HP kepada anaknya. Berbahaya katanya. Tapi ini hanya bisa efektif kalau semua orang tua tidak berikan HP kepada semua anak sekaligus. Ketika anak anda tidak diberikan HP, tapi anak tetangga dikasih, anak anda tetap bisa nonton film porno.
Karena di tingkat SD kebanyakan anak tidak dapat pendidikan seks, baik dari orang tua maupun dari sekolah, maka ketika melihat film porno, mereka bisa menjadi terangsang dan ingin meniru. Sasarannya siapa? Anak tetangga yang lebih mudah.
Yang menyedihkan adalah berapa banyak anak yang melihat orang lain (terutama perempuan) dan ingin “memakainya” seakan-akan korban sebuah barang, tanpa hak. Artinya, dalam hati pelaku, tidak ada EMPATI. Dari mana anak bisa belajar merasakan empati terhadap manusia yang lain?
Sudah berkali-kali ada berita ttg anak SD yang menjadi pemerkosa di Indonesia. Tapi tidak ada rasa darurat di tingkat nasional. Kebanyakan pemimpin masih sibuk bersaing utk dapat harta dan kekuasaan. Soalnya bukan anak mereka yang menjadi korban. Anak siapa yang perlu diperkosa sebelum para pemimpin negara merasa ada masalah yang sangat serius di sini, dalam hal kekerasan terhadap anak?
-Gene Netto
Geger, Bocah Usia Enam Tahun Diperkosa Dua Siswa SD
Jumat, 20 Juli 2018 | JAKARTA, NNC - Dua anak yang masih duduk di sekolah dasar (SD) melakukan kekerasan seksual, terhadap dua perempuan berusia enam tahun warga Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten. Diduga kedua bocah SD itu melakukan kekerasan seksual karena terpengaruh video porno yang ditontonnya pada sebuah ponsel. Kapolres Serang Kota, AKBP Komarudin mengatakan, dari pengakuan pelaku, keduanya melakukan kekerasan seksual karena terpengaruh video porno yang ada pada telepon ponselnya.
Karena di tingkat SD kebanyakan anak tidak dapat pendidikan seks, baik dari orang tua maupun dari sekolah, maka ketika melihat film porno, mereka bisa menjadi terangsang dan ingin meniru. Sasarannya siapa? Anak tetangga yang lebih mudah.
Yang menyedihkan adalah berapa banyak anak yang melihat orang lain (terutama perempuan) dan ingin “memakainya” seakan-akan korban sebuah barang, tanpa hak. Artinya, dalam hati pelaku, tidak ada EMPATI. Dari mana anak bisa belajar merasakan empati terhadap manusia yang lain?
Sudah berkali-kali ada berita ttg anak SD yang menjadi pemerkosa di Indonesia. Tapi tidak ada rasa darurat di tingkat nasional. Kebanyakan pemimpin masih sibuk bersaing utk dapat harta dan kekuasaan. Soalnya bukan anak mereka yang menjadi korban. Anak siapa yang perlu diperkosa sebelum para pemimpin negara merasa ada masalah yang sangat serius di sini, dalam hal kekerasan terhadap anak?
-Gene Netto
Geger, Bocah Usia Enam Tahun Diperkosa Dua Siswa SD
Jumat, 20 Juli 2018 | JAKARTA, NNC - Dua anak yang masih duduk di sekolah dasar (SD) melakukan kekerasan seksual, terhadap dua perempuan berusia enam tahun warga Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten. Diduga kedua bocah SD itu melakukan kekerasan seksual karena terpengaruh video porno yang ditontonnya pada sebuah ponsel. Kapolres Serang Kota, AKBP Komarudin mengatakan, dari pengakuan pelaku, keduanya melakukan kekerasan seksual karena terpengaruh video porno yang ada pada telepon ponselnya.
Siswa SMK Perkosa Teman di Toilet Sekolah
Sekolah juga bisa menjadi tempat berbahaya bagi siswa/siswi. Hal yang menyedihkan adalah perkara ini terjadi di bulan Februari 2018 tetapi baru ketahuan sekarang. Setiap kali ada berita ttg siswa atau siswi yang menjadi korban kekerasan, biasanya mereka tidak lari ke guru untuk mencari perlindungan dan bantuan. Berarti banyak siswa tidak melihat guru sebagai seorang sahabat, pelindung, pendukung, atau penolong.
Ketika saya tanya kepada seorang anak SD, “Bagaimana sekolah kamu?” dan dia jawab sekolahnya penuh penderitaan karena dapat “guru killer” yang dia benci, maka tentu saja dia tidak akan lari ke guru itu ketika mengalami masalah. Guru bukan tempat cari solusi.
Perasaan ini di dalam hati banyak siswa harus diubah. Guru harus menjadi kaum yang terlihat sebagai sahabat dan pelindung bagi siswa, sehingga siswa yang mengalami suatu kejadian buruk bisa langsung dibantu oleh gurunya di hari itu juga. Orang tua juga perlu dididik untuk memperhatikan perubahan sikap anaknya, dan segera mencari penyebabnya. Hal itu menjadi mudah kl orang tua juga dekat, terbuka dan bersahabat dgn anaknya. Berapa banyak anak yang merasa “sendirian” dan menderita setiap hari karena semua orang dewasa di sekitar mereka tidak dinilai sebagai penolong dan sahabat?
-Gene Netto
Siswa SMK Perkosa Teman di Toilet Sekolah
Jumat, 20 Jul 2018 | editor : Agus Purwahyudi, ADARSEMARANG.ID, SEMARANG - Sungguh ironis. Seorang siswa SMK swasta di Semarang Barat dilaporkan telah melakukan perkosaan terhadap temannya sendiri. Pelaku berinisial RSP, 17, siswa kelas X. Sedangkan korbannya, C, 14, yang masih satu sekolah dengan RSP. Ironisnya, perbuatan bejat itu dilakukan di kamar mandi sekolah pada Kamis, 15 Febuari 2018 silam.
Ketika saya tanya kepada seorang anak SD, “Bagaimana sekolah kamu?” dan dia jawab sekolahnya penuh penderitaan karena dapat “guru killer” yang dia benci, maka tentu saja dia tidak akan lari ke guru itu ketika mengalami masalah. Guru bukan tempat cari solusi.
Perasaan ini di dalam hati banyak siswa harus diubah. Guru harus menjadi kaum yang terlihat sebagai sahabat dan pelindung bagi siswa, sehingga siswa yang mengalami suatu kejadian buruk bisa langsung dibantu oleh gurunya di hari itu juga. Orang tua juga perlu dididik untuk memperhatikan perubahan sikap anaknya, dan segera mencari penyebabnya. Hal itu menjadi mudah kl orang tua juga dekat, terbuka dan bersahabat dgn anaknya. Berapa banyak anak yang merasa “sendirian” dan menderita setiap hari karena semua orang dewasa di sekitar mereka tidak dinilai sebagai penolong dan sahabat?
-Gene Netto
Siswa SMK Perkosa Teman di Toilet Sekolah
Jumat, 20 Jul 2018 | editor : Agus Purwahyudi, ADARSEMARANG.ID, SEMARANG - Sungguh ironis. Seorang siswa SMK swasta di Semarang Barat dilaporkan telah melakukan perkosaan terhadap temannya sendiri. Pelaku berinisial RSP, 17, siswa kelas X. Sedangkan korbannya, C, 14, yang masih satu sekolah dengan RSP. Ironisnya, perbuatan bejat itu dilakukan di kamar mandi sekolah pada Kamis, 15 Febuari 2018 silam.
23 July, 2018
Tiga Juta Guru Bisa Mengubah Negara ini! Atau Bisa “Diam Dan Taat”!
Ada seorang guru yang menyatakan sudah 6 bulan tidak dapat gajinya. Saya jawab, kalau seandainya 3 juta guru di Indonesia siap bersatu, dan saling pedulikan satu sama lain, maka tidak akan terjadi lagi. Kalau 3 juta guru mau kompak, seluruh negara akan mau dengarkan aspirasi mereka. Contohnya:
- - Menteri Pendidikan wajib bergelar pendidikan dan pernah mengajar di sekolah, bukan asal dosen, bukan dari ormas Islam saja. (Menteri Kesehatan dari kedokteran. Menteri Pertahanan dari militer. Menteri Pendidikan kenapa boleh siapa saja?)
- - Jaminan semua guru termasuk honorer dapat gaji bulanan yg layak. Kalau gaji tidak cair, semua guru dan siswa di propinsi itu kompak dan mogok.
- - "Ganti menteri, ganti kurikulum" dihentikan. Dibuat lembaga independen yg menyusun kurikulum, sebarkan, terima masukan, direvisi, dan diimplementasikan utk 10 tahun.
- - Program renovasi sekolah dan pembangunan perpustakaan sekolah dan umum diutamakan di atas program2 lain.
Silahkan tambahkan terus. Kalau 3 juta guru kompak, banyak yg bisa dicapai demi kemajuan bangsa dan negara. Tapi selama ini, banyak orang hanya mau “diam dan taat” pada pihak2 yang berkuasa. (Kepsek, Dinas, Pemda, Dirjen, Menteri, dsb.) Dan mendidik siswa utk diam dan taat juga. Lalu kebanyakan dari 3 juta guru, 60 juta siswa, dan 100 juta orang tua, TIDAK BERANI bertindak. Sudah takut duluan: Takut dimarahi. Takut diancam. Takut dipersulit. Takut dimutasi. Takut dipecat. Katanya ini “negara demokrasi”….? Kenapa takut menyampaikan aspirasi ke pemimpin?
Mungkin di dalam kuburannya, puluhan ribu pejuang kemerdekaan yang rela MATI agar Indonesia bisa merdeka sedang teriak, “Buat apa nyawa saya dikorbankan kalau rakyat kita jadi penakut dan menderita terus? Siapa yang berani berjuang sekarang utk memajukan bangsa? Malu saya!”
Semoga bermanfaat bagi orang yang berani merenung. Tapi kalau takut karena belum ada Surat Izin Merenung dari dinas pendidikan, maka tidak usah! Diam saja dan berharap gaji masih dibayar terus. Dan kalau gaji dipotong, sebaiknya diam dan taat saja…! MERDEK!!
(Merdeka dipotong 15% menjadi “Merdek” saja. Anda tidak boleh merdeka dengan sepenuhnya! Jangan berani protes ya!)
-Gene Netto
- - Menteri Pendidikan wajib bergelar pendidikan dan pernah mengajar di sekolah, bukan asal dosen, bukan dari ormas Islam saja. (Menteri Kesehatan dari kedokteran. Menteri Pertahanan dari militer. Menteri Pendidikan kenapa boleh siapa saja?)
- - Jaminan semua guru termasuk honorer dapat gaji bulanan yg layak. Kalau gaji tidak cair, semua guru dan siswa di propinsi itu kompak dan mogok.
- - "Ganti menteri, ganti kurikulum" dihentikan. Dibuat lembaga independen yg menyusun kurikulum, sebarkan, terima masukan, direvisi, dan diimplementasikan utk 10 tahun.
- - Program renovasi sekolah dan pembangunan perpustakaan sekolah dan umum diutamakan di atas program2 lain.
Silahkan tambahkan terus. Kalau 3 juta guru kompak, banyak yg bisa dicapai demi kemajuan bangsa dan negara. Tapi selama ini, banyak orang hanya mau “diam dan taat” pada pihak2 yang berkuasa. (Kepsek, Dinas, Pemda, Dirjen, Menteri, dsb.) Dan mendidik siswa utk diam dan taat juga. Lalu kebanyakan dari 3 juta guru, 60 juta siswa, dan 100 juta orang tua, TIDAK BERANI bertindak. Sudah takut duluan: Takut dimarahi. Takut diancam. Takut dipersulit. Takut dimutasi. Takut dipecat. Katanya ini “negara demokrasi”….? Kenapa takut menyampaikan aspirasi ke pemimpin?
Mungkin di dalam kuburannya, puluhan ribu pejuang kemerdekaan yang rela MATI agar Indonesia bisa merdeka sedang teriak, “Buat apa nyawa saya dikorbankan kalau rakyat kita jadi penakut dan menderita terus? Siapa yang berani berjuang sekarang utk memajukan bangsa? Malu saya!”
Semoga bermanfaat bagi orang yang berani merenung. Tapi kalau takut karena belum ada Surat Izin Merenung dari dinas pendidikan, maka tidak usah! Diam saja dan berharap gaji masih dibayar terus. Dan kalau gaji dipotong, sebaiknya diam dan taat saja…! MERDEK!!
(Merdeka dipotong 15% menjadi “Merdek” saja. Anda tidak boleh merdeka dengan sepenuhnya! Jangan berani protes ya!)
-Gene Netto
22 July, 2018
Diperkosa Kakak dan Dipenjara karena Aborsi, Remaja Indonesia Jadi Sorotan Media Asing
22 Juli 2018, FAJARONLINE.CO.ID, JAMBI—Seorang gadis berusia 15 tahun yang diperkosa kakak laki-lakinya yang berusia 17 tahun menjadi top news dunia. Itu setelah gadis itu divonis penjara enam bulan akibat melakukan aborsi. Gadis itu muncul di pengadilan baru-baru ini bersama saudara kandungnya yang berumur 17 tahun, yang dijatuhi hukuman dua tahun karena melakukan penyerangan seksual pada anak di bawah umur.
Polisi menangkap pasangan itu pada bulan Juni setelah seorang janin laki-laki ditemukan di sebuah perkebunan kelapa sawit dekat desa Pulau di provinsi Jambi. Gadis itu melakukan aborsi saat kehamilannya enam bulan hamil setelah diperkosa delapan kali oleh kakaknya September lalu, kata pejabat pengadilan. Jaksa mempertimbangkan untuk mengajukan banding setelah awalnya menuntut gadis itu dipenjara selama satu tahun dan saudara laki-lakinya selama tujuh tahun.
http://www.fajaronline.co.id
Indonesia girl jailed for abortion after being raped by brother
Polisi menangkap pasangan itu pada bulan Juni setelah seorang janin laki-laki ditemukan di sebuah perkebunan kelapa sawit dekat desa Pulau di provinsi Jambi. Gadis itu melakukan aborsi saat kehamilannya enam bulan hamil setelah diperkosa delapan kali oleh kakaknya September lalu, kata pejabat pengadilan. Jaksa mempertimbangkan untuk mengajukan banding setelah awalnya menuntut gadis itu dipenjara selama satu tahun dan saudara laki-lakinya selama tujuh tahun.
http://www.fajaronline.co.id
Indonesia girl jailed for abortion after being raped by brother
Siswi SMAN 1 Gondang Mojokerto Terancam Lumpuh Setelah Dihukum Skot Jump Puluhan Kali
Kamis, 19 Juli 2018 SURYA.co.id | MOJOKERTO - Seorang siswi kelas XI di SMAN 1 Gondang, Kabupaten Mojokerto, mengalami cedera parah pada syaraf tulang belakang setelah diberi hukuman melakukan skot jump. Siswi bernama Mas Hanum Dwi Aprilia itu bahkan sampai tidak bisa berjalan dan berpotensi mengalami kelumpuhan.
Informasinya, korban menerima hukuman sebanyak 120 kali skot jump karena datang terlambat ketika mengikuti Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) di sekolahnya pada Jumat (12/7/2018). "Anaknya (korban) sudah selesai menjalani hukuman 60 skot jump tetapi karena ada temannya yang tidak menjalani hukuman maka hal itu ditanggung korban sebanyak 120 kali. Ia bisa melakukan sekitar 90 kali skot jump dan sudah tidak sanggup lagi."
18 July, 2018
Dulu Ada Masa Emas Umat Islam. Apa Bedanya Dengan Sekarang?
[Pertanyaan]: Pak Gene. Di zaman “Islamic Golden Age” ada banyak ilmuwan Muslim yang Polymath [= ahli di berbagai bidang]. Contohnya, Ibn Rushd, Alhazen, Ibn Sina, Al Khwarizmi dsb. Bagaimana para orang tua mereka bisa mendidik anaknya menjadi cerdas begitu?
[Gene]: Assalamu'alaikum wr.wb. Mungkin orang tua di zaman itu sering diskusi dan membaca, dan mendidik anaknya dengan cara itu. Sedangkan sekarang, anak dibiarkan nonton video di HP, main game, nonton TV, main di luar sampai malam, merokok seperti bapaknya, dan pacaran di usia SMP. Hal-hal itu lebih umum daripada membaca buku. Dari mana semua anak akan dapat kebiasaan baca buku, menggali ilmu, dan diskusi dengan logika kalau tidak diberi contoh? Apalagi kalau banyak orang tua paling senang dengan anak yang selalu diam, nurut, dan tidak berani berbeda pendapat atau berdebat? Tata cara berdebat dengan logika adalah sebuah keahlian yang perlu dipelajari.
Jadi mungkin kunci utamanya untuk dapat masa emas umat Islam lagi adalah sistem pendidikan yang baik di dalam keluarga, dan juga sistem pendidikan yang baik di sekolah, pesantren, universitas, dan masjid. Buku, artikel, dan karya tulis yang berikan wawasan perlu diutamakan. Perbedaan pendapat dan kritikan dari anak harus diterima dengan lapang dada. Semua anak harus diberi semangat untuk mencari ilmu dari para ahlinya, lalu ditambahkan lagi oleh para anak dengan analisis dan pendapat dari diri sendiri, daripada sebatas menerima secara taklid buta, tanpa pernah dipikirkan lagi.
Pada saat ini, buku tidak diminati secara umum, dan pendidikan bagi anak di rumah bukan untuk sering baca buku, tapi sebatas "cepat selesaikan PR", tanpa perlu tahu apakah bermanfaat atau tidak! Bagi para orang tua, perlu dipahami bahwa riset membuktikan bahwa mayoritas dari PR (di seluruh dunia) kurang penting, dan bedanya di ujian akhir antara anak yang dikasih ribuan jam PR, dan anak yang jarang dikasih, hanya sebatas 4 poin saja. Jadi anak yang hampir tidak pernah kerjakan PR dapat skor 84% daripada 88%. Segitu saja bedanya.
Lalu setelah selesaikan PR, banyak anak boleh main HP, main game, dan nonton TV berjam-jam setiap hari. Kalaupun ada sebagian anak yang membaca buku, penelitian menunjukkan bahwa anak Indonesia pada umumnya tidak memahami apa yang mereka baca! Disebut “buta huruf secara fungsional” (functionally illiterate). Artinya, mereka bisa baca teks, tetapi tidak akan memahami maknanya secara mendalam.
Perbedaan pendapat bisa membuat sebagian orang marah. Hasilnya, seringkali, orang yang teriak paling keras dan menjadi paling marah dibiarkan “menang” dalam sebuah diskusi. Orang lain mundur karena takut ribut dengan pemarah itu. Dan orang-orang yang berpendapat di TV atau media sosial bisa dianggap lebih utama dan lebih memahami perkaranya, daripada ahli yang berilmu. Contohnya, ada yang berkata, “Saya tidak peduli ulama MUI ngomong apa, saya tetap anggap artis itu benar!” Jadi kalau mau menciptakan generasi emas lagi, mungkin kita harus kembali pada buku dan pendidikan yang berkualitas, terutama pendidikan agama!
11. […] Niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Teliti apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Mujadilah 58:11)
Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan dunia, wajiblah ia memiliki ilmunya; dan barang siapa yang ingin (selamat dan berbahagia) di akhirat, wajiblah ia mengetahui ilmunya pula; dan barang siapa yang menginginkan kedua-duanya, wajiblah ia memiliki ilmu kedua-duanya pula." (HR. Bukhari dan Muslim)
Kembalikan anak Muslim ke buku dan cara diskusi yang baik, yang akan mencerdaskan mereka. Mendidik anak bahwa ilmu dan fakta yang benar adalah kebenaran, dan tidak berubah hanya karena orang yang berkuasa (seperti bapak, guru, dosen, atasan, dll.) punya pendapat yang berbeda. Orang tua dan guru harus siap "disalahkan" (pendapatnya diprotes dan dibantah) agar bisa menerima pendapat yang berbeda dari anak-anak. Kalau tidak mau berubah, dan tetap menganggap tugas anak yang paling utama adalah “nurut”, dan dilarang berpikir sendiri, generasi emas tidak akan muncul lagi. Tetapi dijamin kita bisa dapat generasi “penurut”, yang rajin lihat HP, media sosial, dan TV, rajin main game, rajin pakai AI daripada belajar dan berpikir sendiri, dan selalu siap “Diam Dan Taat” dengan siapa saja yang berkuasa di atasnya, walaupun orang itu salah.
Semoga banyak orang tua dan guru punya kemauan untuk belajar, dan juga siap berubah (memperbaiki diri dulu) agar sanggup membangun generasi emas umat Islam yang baru. Lalu masa depan dunia ini akan berada di depan kakinya anak Muslim yang cerdas dan berwawasan luas. Aamiin, Aamiin, ya Rabbal ‘Aalamiin.
Semoga bermanfaat sebagai renungan.
Wa billahi taufiq wal hidayah,
Wassalamu'alaikum wr.wb.,
-Gene Netto
[Gene]: Assalamu'alaikum wr.wb. Mungkin orang tua di zaman itu sering diskusi dan membaca, dan mendidik anaknya dengan cara itu. Sedangkan sekarang, anak dibiarkan nonton video di HP, main game, nonton TV, main di luar sampai malam, merokok seperti bapaknya, dan pacaran di usia SMP. Hal-hal itu lebih umum daripada membaca buku. Dari mana semua anak akan dapat kebiasaan baca buku, menggali ilmu, dan diskusi dengan logika kalau tidak diberi contoh? Apalagi kalau banyak orang tua paling senang dengan anak yang selalu diam, nurut, dan tidak berani berbeda pendapat atau berdebat? Tata cara berdebat dengan logika adalah sebuah keahlian yang perlu dipelajari.
Jadi mungkin kunci utamanya untuk dapat masa emas umat Islam lagi adalah sistem pendidikan yang baik di dalam keluarga, dan juga sistem pendidikan yang baik di sekolah, pesantren, universitas, dan masjid. Buku, artikel, dan karya tulis yang berikan wawasan perlu diutamakan. Perbedaan pendapat dan kritikan dari anak harus diterima dengan lapang dada. Semua anak harus diberi semangat untuk mencari ilmu dari para ahlinya, lalu ditambahkan lagi oleh para anak dengan analisis dan pendapat dari diri sendiri, daripada sebatas menerima secara taklid buta, tanpa pernah dipikirkan lagi.
Pada saat ini, buku tidak diminati secara umum, dan pendidikan bagi anak di rumah bukan untuk sering baca buku, tapi sebatas "cepat selesaikan PR", tanpa perlu tahu apakah bermanfaat atau tidak! Bagi para orang tua, perlu dipahami bahwa riset membuktikan bahwa mayoritas dari PR (di seluruh dunia) kurang penting, dan bedanya di ujian akhir antara anak yang dikasih ribuan jam PR, dan anak yang jarang dikasih, hanya sebatas 4 poin saja. Jadi anak yang hampir tidak pernah kerjakan PR dapat skor 84% daripada 88%. Segitu saja bedanya.
Lalu setelah selesaikan PR, banyak anak boleh main HP, main game, dan nonton TV berjam-jam setiap hari. Kalaupun ada sebagian anak yang membaca buku, penelitian menunjukkan bahwa anak Indonesia pada umumnya tidak memahami apa yang mereka baca! Disebut “buta huruf secara fungsional” (functionally illiterate). Artinya, mereka bisa baca teks, tetapi tidak akan memahami maknanya secara mendalam.
Perbedaan pendapat bisa membuat sebagian orang marah. Hasilnya, seringkali, orang yang teriak paling keras dan menjadi paling marah dibiarkan “menang” dalam sebuah diskusi. Orang lain mundur karena takut ribut dengan pemarah itu. Dan orang-orang yang berpendapat di TV atau media sosial bisa dianggap lebih utama dan lebih memahami perkaranya, daripada ahli yang berilmu. Contohnya, ada yang berkata, “Saya tidak peduli ulama MUI ngomong apa, saya tetap anggap artis itu benar!” Jadi kalau mau menciptakan generasi emas lagi, mungkin kita harus kembali pada buku dan pendidikan yang berkualitas, terutama pendidikan agama!
11. […] Niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Teliti apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Mujadilah 58:11)
Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan dunia, wajiblah ia memiliki ilmunya; dan barang siapa yang ingin (selamat dan berbahagia) di akhirat, wajiblah ia mengetahui ilmunya pula; dan barang siapa yang menginginkan kedua-duanya, wajiblah ia memiliki ilmu kedua-duanya pula." (HR. Bukhari dan Muslim)
Kembalikan anak Muslim ke buku dan cara diskusi yang baik, yang akan mencerdaskan mereka. Mendidik anak bahwa ilmu dan fakta yang benar adalah kebenaran, dan tidak berubah hanya karena orang yang berkuasa (seperti bapak, guru, dosen, atasan, dll.) punya pendapat yang berbeda. Orang tua dan guru harus siap "disalahkan" (pendapatnya diprotes dan dibantah) agar bisa menerima pendapat yang berbeda dari anak-anak. Kalau tidak mau berubah, dan tetap menganggap tugas anak yang paling utama adalah “nurut”, dan dilarang berpikir sendiri, generasi emas tidak akan muncul lagi. Tetapi dijamin kita bisa dapat generasi “penurut”, yang rajin lihat HP, media sosial, dan TV, rajin main game, rajin pakai AI daripada belajar dan berpikir sendiri, dan selalu siap “Diam Dan Taat” dengan siapa saja yang berkuasa di atasnya, walaupun orang itu salah.
Semoga banyak orang tua dan guru punya kemauan untuk belajar, dan juga siap berubah (memperbaiki diri dulu) agar sanggup membangun generasi emas umat Islam yang baru. Lalu masa depan dunia ini akan berada di depan kakinya anak Muslim yang cerdas dan berwawasan luas. Aamiin, Aamiin, ya Rabbal ‘Aalamiin.
Semoga bermanfaat sebagai renungan.
Wa billahi taufiq wal hidayah,
Wassalamu'alaikum wr.wb.,
-Gene Netto
17 July, 2018
Sri Mulyani: Pertama dalam Sejarah, Kemiskinan RI di Bawah 10%
Alhamdulillah!
Semua orang miskin yang saya kenal ternyata tidak miskin!! Hanya saja tidak
punya uang, tapi jangan dikatakan miskin! Alhamdulillah! Sungguh luar biasa
mereka. Tidak punya uang, hidup pas-pasan, sulit beli makanan, banyak pengangguran, anaknya DO dari sekolah karena
terpaksa kerja agar keluarga punya
uang... Tapi
kata pemerintah, mereka “tidak miskin”.
Mungkin dengan begitu, tingkat kematian rakyat juga bisa dikatakan berkurang. Banyak orang yang mati dari penyakit dan kecelakaan
ternyata tidak mati. Hanya saja sedang hidup dalam keadaan tidak bernafas lagi.
Sungguh mudah menjadi seorang pemimpin! Segala sesuatu bisa diatur. Buat apa rakyat pusing memikirkan kondisinya? Ternyata tidak ada masalah….
-Gene
Netto
Sri
Mulyani: Pertama dalam Sejarah, Kemiskinan RI di Bawah 10%
Senin,
16 Jul 2018 Trio Hamdani – detikFinance, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menanggapi data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat angka kemiskinan
per Maret 2018 yang sebesar 9,82%. Angka kemiskinan ini adalah yang paling rendah sepanjang
sejarah. Sri Mulyani mengatakan capaian tersebut merupakan yang pertama dalam
sejarah Indonesia.
"Saya sambut dengan perasaan yang sangat istimewa karena selama saya jadi Menteri Keuangan dan di bank dunia, hari ini BPS umumkan tingkat kemiskinan 9,82%, the first time in the history Indonesia tingkat kemiskinannya di bawah 10%," kata Sri Mulyani pada Senin malam (16/7/2018).
"Saya sambut dengan perasaan yang sangat istimewa karena selama saya jadi Menteri Keuangan dan di bank dunia, hari ini BPS umumkan tingkat kemiskinan 9,82%, the first time in the history Indonesia tingkat kemiskinannya di bawah 10%," kata Sri Mulyani pada Senin malam (16/7/2018).
Subscribe to:
Posts (Atom)
