Friday, April 07, 2006

Bab 1: Tentang Saya

Assalamu’alaikum wr.wb.,
Ini Bab Pertama dari buku saya Mencari Tuhan, Menemukan Allah. Saya sudah selesai menulisnya tapi masih editing, dan Insya Allah akan siap terbit dalam bulan-bulan mendatang. Sekarang, kedua bab pertama ini ada di Blog dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Karena buku ini menjadi cukup panjang, sudah dipecahkan menjadi dua buku. Buku yang pertama ini mengenai agama Kristen dan Islam, dan yang kedua (yang Insya Allah akan datang) lebih terfokus pada kehidupan ummat Islam di Indonesia.
Semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene 

MENCARI TUHAN, MENEMUKAN ALLAH
Perjalanan Spiritual Seorang Mualaf yang Membandingkan Agama Kristen dan Islam Dalam Mencari Kebenaran
Oleh Gene Netto

DAFTAR ISI
1. Tentang Saya
2. Ingin Melihat Tuhan
3. Rangkaian Nabi-Nabi
4. Tanda Dari Tuhan
5. Para Pengikut Yesus
6. Pengikut Yesus Dan Pengikut Muhammad
7. Kebenaran Islam
8. Ini Yang Allah Katakan Mengenai Al Qur'an
9. Sebuah Agama Yang Logis
10. Kebutuhan Spiritual Kita Dan Solusi Allah
11. Anda Yang Menentukan Langkah Selanjutnya

Bab 1. TENTANG SAYA

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarahkatu.
Hampir setiap kali berkenalan dengan orang baru dan berbincang mengenai Islam, perbincangan itu menjadi terhenti hanya untuk menjawab sejumlah pertanyaan seputar latar belakang saya. Setiap orang ingin mengetahui hal yang sama: bagaimana saya bisa masuk Islam? Saya telah tinggal di Indonesia sejak tahun 1995 dan karenanya sebagian besar perbincangan dilakukan dalam bahasa Indonesia, dan kadang dalam Bahasa Inggris. Lalu, saya juga harus menjawab sederet pertanyaan lain tentang bagaimana saya belajar bahasa Indonesia dan bisa tinggal di Indonesia. Melalui bab ini, saya ingin menjawab sejumlah pertanyaan itu sehingga saya dapat beranjak lebih jauh menuju pembahasan mengenai agama Kristen dan Islam. Saya ingin menjelaskan mengapa saya menganggap agama Kristen tidak dapat diterima dari sudut pandang logika dan mengapa Islam merupakan sebuah agama logis yang tidak dapat disangkal kebenarannya.

Saya lahir di kota Nelson, sebuah kota kecil di Pulau Selatan Selandia Baru (New Zealand), pada tanggal 28 April, 1970. Orang tua saya bertemu di Nelson, yang jaraknya cukup dekat dengan tempat lahir ibu saya, tapi jauh dari tempat lahir bapak saya di Birma (sekarang dinamakan Myanmar ). Kakek saya meninggalkan Birma beberapa tahun setelah Perang Dunia II berakhir. Setelah tinggal di Australia untuk beberapa tahun, akhirnya kakek menetap di Selandia Baru. Orang tua saya mempunyai tiga orang anak, dan saya nomor dua. Kakak dan adik saya bermata biru, tapi mata saya campuran antara coklat dan hijau. Jadi nampaknya saya sudah “berbeda” sejak saat dilahirkan.

Pada waktu kecil, saya merasa kurang betah tinggal di Selandia Baru. Keluarga saya beragama Katolik, Ibu saya berkulit putih dan seharusnya itu membuat semuanya baik-baik saja, tetapi saya selalu teringat pada orang-orang yang seringkali bertanya tentang asal saya atau asal orang tua saya. Saudara-saudara saya dapat bergaul dengan mudah karena mereka bermata biru. Dengan mata dan rambut yang lebih gelap, saya terlihat berbeda dengan mereka. Saya selalu merasa bahwa saya bukan benar-benar orang kulit putih, tetapi juga bukan orang Asia. Jadi saya ini orang mana? Hal ini terus mengganggu pikiran saya dari waktu ke waktu. Saat itu, saya sudah mulai berpikir banyak tentang dunia, bangsa, budaya dan agama yang berbeda-beda. Ini semua mungkin lebih karena saya merasa tidak menjadi bagiannya.

Seiring dengan bertambahnya usia, saya mulai banyak berfikir tentang topik-topik yang lebih serius: piramida, dinosaurus, peradaban yang berbeda, dunia, agama, bintang-bintang di angkasa, dan juga alam semesta. Saya teringat saat memandang bintang-bintang dalam kesunyian malam dan memikirkan darimana mereka berasal. Saat itu saya berumur sekitar 9 atau 10 tahun dan sudah mulai ingin mengetahui segala sesuatu. Pada saat itu film “Jurassic Park” belum dibuat, dan seingat saya, diantara teman-teman sekelas hanya saya lah yang tertarik pada dinosaurus. Saya tidak mengerti mengapa teman-teman saya yang lain tidak tertarik dengan binatang raksasa itu, padahal dinosaurus itu asyik! Saya ingin tahu darimana mereka berasal dan mengapa mereka menghilang. Pada dasarnya, saya adalah seorang anak kecil yang selalu penasaran terhadap segala sesuatu.

Seperti anak kecil lainnya, saya juga diajarkan agama. Saya ingat waktu pergi ke Sekolah Minggu yang hanya sebentar saja. Saya harus menghafal seluruh cerita standar Al Kitab, tentang Nabi Ibrahim as, Nabi Musa as, Nabi Nuh as, dan Nabi Isa as (atau Yesus). Saya selalu bingung bagaimana mungkin Nabi Nuh as bisa memasukkan begitu banyak binatang ke dalam sebuah kapal. Bagaimana dia bisa mendapatkan jerapah dari Afrika? Lalu di mana ular yang berbisa ditempatkan? Ada banyak hal yang membuat saya bingung. Namun begitu, kisah Nabi Nuh as merupakan masalah yang sangat kecil dibandingkan dengan hal lainnya yang ingin saya ketahui.

Setiap kali bertanya tentang agama, saya merasa tidak begitu puas dengan jawaban yang didapatkan. Tetapi saya tidak selalu memaksa untuk mendapatkan jawaban yang lebih lengkap. Saya sudah cukup dewasa untuk mengerti ketika seorang dewasa mengalami kesulitan menjawab pertanyaan yang membuat dia menjadi malu. Jadi, saya sering merasa bingung tetapi juga tidak terlalu ingin membicarakannya. Saya ingin paham, tetapi hal itu tidaklah begitu mudah.

Saya belajar tentang konsep Trinitas, dimana Tuhan itu adalah Yesus dan juga Roh Kudus. Tiga-tiganya terpisah, tetapi tiga-tiganya adalah satu. Tiga tapi satu. Ketiganya adalah Tuhan, tapi hanya ada satu Tuhan. Tuhan menjadi seorang manusia yang bernama Yesus, dan manusia ini adalah anak Tuhan. Manusia itu wafat, tetapi Tuhan tidak bisa wafat. Tetapi manusia itu adalah Tuhan. Dia wafat. Tapi Tuhan tidak bisa wafat. Tetapi manusia itu adalah Tuhan. Berarti manusia itu wafat walaupun dia tidak bisa wafat. Dia hidup kekal, dan sekaligus tidak hidup kekal pada saat yang sama. Tidakkah ini membingungkan?

Saya juga bingung dengan peran pastor yang dengan mudahnya mengampuni dosa setiap orang tanpa membicarakannya terlebih dahulu dengan Tuhan. Bagaimana kalau pastor itu salah dan dosa saya belum diampuni? Apakah saya bisa mendapatkan bukti tertulis dari Tuhan yang menyatakan bahwa saya sudah terbebas dari dosa? Bagaimana kalau saya bertemu dengan Tuhan di Hari Akhir dan Dia menyatakan bahwa dosa saya belum diampuni? Kalau saya protes dan menunjuk pada pastor yang meyakinkan bahwa saya tidak punya dosa lagi, Tuhan cukup bertanya “Siapa yang menyuruh kamu percaya pada perkataan dia?” Siapa yang sanggup menyelamatkan saya kalau pastor itu keliru dan dosa saya tetap ada dan malah dihitung secara terperinci oleh Tuhan? Tidak seperti Nabi-Nabi Tuhan, para pastor tidak diangkat langsung oleh Tuhan. Mereka hanyalah sekelompok manusia yang bisa berbuat salah, yang bercerita tentang banyak hal dan kemudian seringkali melarang kita untuk mempertanyakan peran mereka atau peran Gereja.

Saya mulai berfikir bagaimana caranya mendapatkan sebuah jawaban yang gamblang atas semua pertanyaan mengenai agama yang mengganggu pikiran saya. Akhirnya, saya menemukan cara untuk mendapatkan sebagian jawaban atas pertanyaan itu: saya harus bicara empat mata dengan Tuhan! Hanya Tuhan yang bisa menjawab semua pertanyaan saya.

Pada suatu hari, saya menunggu sampai larut malam disaat semua orang sudah terlelap. Saya duduk di atas tempat tidur dan mulai berdoa kepada Tuhan. Saya meminta Tuhan untuk datang dan menampakkan Diri agar saya bisa melihat-Nya dengan mata kepala sendiri. Saya menyatakan bahwa saya siap percaya dan beriman kepada Tuhan kalau saya bisa melihat-Nya sekali saja dan mendapatkan jawaban yang benar dari semua pertanyaan saya. Kata orang, Tuhan bisa melakukan apa saja! Kalau benar, berarti Tuhan juga bisa muncul di kamar saya pada saat diminta. Saya terus berdoa dengan sungguh-sungguh dan menatap jendela kamar, menanti untuk melihat “cahaya” atau tanda “Ketuhanan” lainnya.

Saya menunggu lama sekali. 10 menit, 20 menit, di manakah Tuhan? Kata orang, Tuhan itu Maha Mendengar, berarti Dia pasti dapat mendengarkan doa-doa saya. Saya menunggu lagi, menatap jendela tiada henti. Menunggu dan terus menunggu lagi. Kenapa Tuhan belum juga datang? Barangkali Dia sibuk? Terjebak macet? Saya terus menatap jendela tanpa henti. Saya menunggu sekian lama dan benar-benar memberi kesempatan kepada Tuhan untuk muncul. Tetapi kelihatannya Tuhan terlalu sibuk pada malam itu karena Dia tidak pernah hadir.

Hal itu membuat saya bingung. Saya sudah berjanji akan percaya kepada-Nya, dan yang perlu Dia lakukan hanya datang ke ruangan saya dan membuktikan kepada saya bahwa Dia benar-benar ada. Bukankah itu cukup adil? Hari berikutnya, saya berdoa lagi memohon agar Dia hadir. Mungkin kemarin Dia benar-benar sibuk. Saya tidak boleh menyerah begitu saja. Namun, hasilnya pun tetap sama: Tuhan tidak datang.

Pada saat itu, terperangkap dalam kebingungan, saya memutuskan hanya ada satu cara tersisa: Saya harus menyatakan diri “ateis” dan tidak percaya pada Tuhan manapun. Keputusan ini pasti akan membuat Tuhan menjadi kesal saat mengetahuinya. Saya memberitahu Tuhan (dalam hati) bahwa Tuhan itu tidak ada dan semua orang yang percaya kepada-Nya adalah orang bodoh yang hanya membuang waktunya dengan sia-sia. Di dalam hati, saya berbicara kepada Tuhan dengan suara yang keras supaya Dia bisa mendengar dengan jelas pernyataan saya. Saya ingin memastikan Tuhan tahu bahwa saya tidak lagi percaya kepada-Nya.

Pada hari-hari berikutnya, saya menunggu sebuah balasan. Saya memberi waktu kepada Tuhan untuk datang dan meminta maaf karena tidak sempat datang dan menampakkan diri di hari sebelumnya. Saya sudah membuat sebuah pernyataan yang jelas. Tuhan semestinya mendengar pernyataan saya itu dan memberi tanggapan. Saya tidak akan melakukan hal lain sampai Tuhan meminta maaf atau memberikan penjelasan. Hari demi hari, minggu demi minggu bahkan bulan demi bulan berlalu tanpa ada tanggapan dari Tuhan, dan akhirnya saya mencapai kesimpulan bahwa Tuhan itu memang tidak ada. Saya sudah membuktikannya “secara ilmiah”. Kalau Tuhan itu benar ada, Dia pasti akan mendengar doa saya dan menampakkan diri di kamar saya saat diminta. Kenyataan bahwa Tuhan tidak menampakkan diri telah membuktikan bahwa Tuhan memang tidak ada! Bukti ini benar adanya. Bukti ini logis. Bukti ini ilmiah. Saya telah membuktikannya. Saat itu, saya berumur 10 tahun.

Saya terus melanjutkan sekolah dan menyembunyikan kenyataan bahwa saya tidak percaya kepada Tuhan. Kalau ada yang menanyakan agama saya maka saya cukup menjawab “Katolik” supaya tidak perlu menjelaskan bahwa saya ateis. Selama masa SD, SMP, dan SMA saya belajar terus tentang masalah dunia tetapi sudah malas mempelajari agama secara serius (kecuali untuk mencari kekurangannya) karena saya menganggap agama itu hanya membuang waktu saja tanpa membawa hasil. Setelah lulus SMA, orang tua saya memutuskan untuk pindah ke Brisbane, Australia. Saya ditanya apakah mau ikut mereka atau tetap tinggal di Selandia Baru. Saya memutuskan mengikuti mereka untuk sementara waktu dan merasakan kehidupan di Australia.

Pada tahun 1990, di Brisbane Australia, saya tiba-tiba memutuskan untuk masuk jurusan Psikologi di Universitas Queensland. Saya ingin menjadi seorang psikolog anak. Namun saya tidak diterima karena nilai masuk saya kurang tinggi. Sulit sekali untuk masuk di jurusan itu. Sebagai pilihan kedua, saya ditawari untuk masuk di Fakultas Kajian Asia di Universitas Griffith, Brisbane. Saya diberitahu jika menerima tawaran itu, saya dapat mengambil Kajian Asia selama 1 tahun, meningkatkan nilai saya, dan mendaftar lagi ke jurusan Psikologi. Rencana ini tampak masuk akal dan karenanya saya menerima tawaran untuk belajar di Fakultas Kajian Internasional Asia (Faculty of Asian International Studies) di Universitas Griffith, dengan niat akan pindah ke Fakultas Psikologi setahun kemudian.

Pada tahun pertama kuliah di Fakultas Kajian Asia, semua mahasiswa wajib mengikuti mata kuliah salah satu bahasa Asia untuk satu tahun. Ada pilihan Bahasa Jepang, Cina, Korea, atau Indonesia. Saya memilih Bahasa Indonesia karena sepertinya paling mudah dari yang lain. Lagipula, saya hanya perlu mengikuti mata kuliah itu selama satu tahun saja. Dalam waktu enam bulan, saya mendapatkan nilai yang sangat baik dan termasuk yang paling tinggi. Saat itu, kami diberitahu bahwa ada 3 beasiswa untuk belajar di Indonesia selama 6 bulan. Saya tidak mengikuti seleksi karena masih berniat pindah ke fakultas Psikologi di akhir tahun. Tiga teman saya kemudian dipilih, tetapi salah satunya tiba-tiba menyatakan ada halangan dan mengundurkan diri. Proses seleksi dibuka lagi, tetapi sekarang hanya untuk satu orang. Ada seorang dosen yang memanggil saya ke kantornya dan bertanya kenapa saya tidak mengikuti seleksi beasiswa itu. Saya jelaskan niat saya untuk pindah fakultas di akhir tahun pertama. Namun begitu, dosen itu menyarankan agar saya tetap melanjutkan kuliah Kajian Asia dan mata kuliah bahasa Indonesia karena menurutnya saya memiliki bakat untuk bahasa.

Setelah berfikir secara mendalam dan sesuai dengan apa yang disarankan, akhirnya saya memutuskan untuk meneruskan kuliah di Fakultas Kajian Asia dan juga mengikuti proses seleksi untuk beasiswa belajar di Indonesia. Setelah proses selesai, saya dinyatakan lulus dan akan diberangkatkan ke Indonesia pada tahun berikutnya (1991). Mulai saat itu, saya menjadi lebih serius belajar karena ada tujuan yang lebih jelas.
Pada suatu hari, Klub Indonesia di kampus mengadakan acara barbeque dan mengundang seluruh mahasiswa Australia yang belajar tentang Indonesia, dan juga seluruh mahasiswa Indonesia yang ada di kampus untuk datang ke acara itu. Pada saat sedang makan, ada orang Indonesia yang datang menghampiri dan duduk di samping saya, kemudian mengajak ngobrol. Dia bertanya apakah saya belajar tentang Indonesia dan saya jawab ya. Kemudian, tiba-tiba saja dia bertanya tentang sesuatu yang tidak pernah saya duga; dia bertanya apakah saya juga belajar tentang agama Islam. Saya menjawab, tentu saja, kami harus mempelajari dasar-dasar semua agama di Asia termasuk agama Islam dalam salah satu mata kuliah kami.

Lalu dia benar-benar membuat saya terkejut dengan bertanya, “Apakah kamu sudah tahu bahwa di dalam Islam hanya Tuhan yang bisa mengampuni dosa? Tidak ada pendeta atau pastor yang bisa mengampuni dosa manusia!” Saya tidak tahu harus berkata apa. Saya masih ingat duduk di bangku kayu dengan sepotong hotdog yang masih berada di dalam mulut. Saya begitu terkesima. Waktu seolah terhenti untuk sesaat. Kemudian saya menyadari bahwa inilah sebuah jawaban yang telah saya cari selama 10 tahun. Di dalam Islam, hanya Tuhan yang berhak mengampuni dosa. Saya mulai berfikir: Apakah mungkin ada suatu agama yang didasarkan pada logika? Adakah Islam mengandung ajaran-ajaran yang dapat dianalisa secara kritis tanpa menimbulkan kebingungan, dan dapat menjawab sejumlah pertanyaan saya selama ini? Apakah mungkin sebuah agama yang pernah saya tolak sebenarnya mengandung kebenaran yang mutlak? Apakah mungkin ada satu agama yang benar di dunia ini?

Sejak saat itu, saya mulai mempelajari dan menganalisa agama Islam secara mendalam. Saya mulai membaca buku dan mencari teman dari Indonesia yang beragama Islam. Secara perlahan, saya mulai memperluas pengetahuan saya tentang Islam dengan bertanya, berfikir, membaca, dan terus mencari jawaban. Saya mempelajari Islam lebih dalam untuk mencari tahu apakah agama ini benar-benar masuk akal atau tidak.

Pada tahun 1991, saya dan dua orang teman kuliah mengikuti program beasiswa untuk kuliah di Indonesia. Saya belajar di Universitas Atma Jaya, sebuah Iniversitas Katolik swasta di pusat kota Jakarta. Selama 6 bulan kuliah di Atma Jaya, sebagian besar teman saya adalah orang Islam. Saya melihat mereka melakukan shalat dan mulai bertanya lebih jauh mengenai agama Islam. Saya ingin tahu apa yang mereka lakukan, mengapa, dan apa yang mereka yakini sebagai orang Islam.

Setelah 6 bulan tinggal di Jakarta dan kembali ke Brisbane, ternyata saya menjadi salah satu mahasiswa yang bahasa Indonesianya paling lancar di kampus. Oleh karena itu, saya seringkali bergaul dengan orang-orang Islam dari Indonesia. Saya tidak aktif mempelajari Islam secara rutin, namun saat itu saya sudah mulai merasa tertarik. Kapanpun kami harus menulis essay, saya selalu mencari topik yang ada hubungannya dengan Islam. Biasanya ada satu topik pilihan tentang Islam dalam daftar yang diberikan. Untuk menulis essay tersebut, saya harus membaca belasan buku dan artikel tentang aspek-aspek Islam di Indonesia. Semakin sering saya baca, semakin mampu saya berpikir secara mendalam tentang Islam.

Meskipun saya dapat melihat banyak aspek positif dalam Islam, diam-diam saya juga mencari titik kelemahannya yang fatal. Saya yakin, cepat atau lambat saya akan menemukan sesuatu yang dapat meyakinkan saya bahwa Islam itu tidak benar. Saya ingin menemukan sesuatu yang membuktikan bahwa Islam adalah agama yang tidak masuk akal seperti apa yang saya pikirkan sebelum bertemu dengan orang Indonesia di acara barbeque. Saya merasa yakin bahwa pasti ada sesuatu yang salah dengan Islam dan saya ingin menemukannya.

Setelah menyelesaikan kuliah Bachelor of Arts (BA) pada tahun 1993, saya mengambil kuliah tambahan Graduate Diploma of Education (GDipEd) pada tahun 1994 di Fakultas Pendidikan untuk menjadi seorang guru bahasa dan sejarah. Pada saat yang sama, saya mengikuti seleksi untuk sebuah beasiswa baru dari Perkumpulan Pembantu Rektor Australia (Australian Vice-Chancellors Committee). Beasiswa ini hanya untuk satu orang dan penerimanya boleh memilih lokasi kuliah di mana saja di Indonesia.
Pada tahun 1995, saya kembali mendapatkan beasiswa untuk kuliah selama satu tahun di Indonesia dan kali ini saya memilih kuliah di Universitas Indonesia. Seperti saat kuliah di Atma Jaya, saya menghabiskan waktu bergaul dengan orang Islam dan memperhatikan apa yang mereka lakukan.

Malam hari pada bulan Februari tahun 1995, saya duduk seorang diri di lantai menonton shalat Tarawih yang ditayangkan TV langsung dari Mekkah. Saya mendengarkan komentator yang berbicara dalam bahasa Indonesia. Dia menyatakan bahwa pada tahun itu diperkirakan ada sekitar 3 juta orang di Masjidil-Haram dan wilayah sekitarnya (yang terdiri dari lapangan yang ada di luar masjid, jalan-jalan, dan bahkan lobi-lobi hotel). Semua orang itu sedang melakukan sholat bersama. Sekitar 3 juta orang melakukan gerakan yang sama, menghadap arah yang sama, mengikuti imam yang sama, berdoa dengan ucapan yang sama, dan berdoa kepada Tuhan yang sama pada saat yang sama. Saya berfikir: Mana ada hal seperti ini di negara Barat? Jumlah orang yang berkumpul untuk menyaksikan pertandingan bola yang paling hebat sekalipun di dunia ini paling-paling hanya sekitar seratus ribuan. Saya belum pernah melihat orang sebanyak itu berkumpul di satu lokasi untuk melakukan hal yang sama, pada waktu yang sama, dalam bahasa yang sama dan semuanya melakukan gerakan-gerakan secara bersamaan. Ini sungguh sebuah pandangan yang tidak ada tandingannya. Sampai sekarang, saya masih belum menemukan suatu kejadian yang serupa di dunia Barat.

Saya mulai berfikir tentang berapa banyak orang yang bisa berkumpul di satu bangunan untuk mendengarkan Paus bicara. Saya mulai bayangkan apakah mungkin semuanya bisa memahami kata-kata yang diucapkan Paus karena tidak ada bahasa yang mempersatukan orang Kristen dari manca negara. Mereka berdoa di dalam bahasanya masing-masing. Tidak ada suatu kejadian di dalam agama Kristen yang dapat menandingi apa yang saya saksikan dari Mekah.

Selama satu tahun itu saya terus mempelajari agama Islam, tidak secara formal, tetapi dengan memperhatikan apa yang saya lihat di sekitar. Kalau ada ceramah agama di TV, maka saya akan mendengarkan dan memikirkan apa yang disampaikan penceramahnya. Tidak ada yang dapat saya salahkan dari apa yang disampaikan dalam ceramah itu. Perlahan, saya mulai memahami Islam dengan lebih baik. Pada akhir tahun 1995, saya sudah merasa sulit dan lebih sulit lagi untuk menolak agama Islam. Saya terus mencari kelemahan dalam dasar ajaran Islam dari sudut pandang logika. Namun, saya tidak dapat menemukan titik kelemahan itu. Semua yang ada di dalam Islam begitu jelas dan tak pelak lagi memang didasarkan pada logika.

Akhirnya saya merasa bahwa saya tidak mempunyai pilihan. Saya tidak bisa terus menyangkal apa yang telah saya pelajari tentang Islam. Saya mengambil keputusan untuk segera masuk Islam. Akan tetapi, bagaimana dengan masa depan saya? Kuliah saya di Universitas Indonesia hampir usai. Saya harus kembali ke Australia dan mengajar di sekolah di sana. Bagaimana saya bisa mempelajari agama Islam jika tinggal di sana? Di mana saya bisa sholat? Ada berapa masjid di Brisbane? Dari mana saya bisa mendapatkan guru agama? Sepertinya saya akan sulit hidup sebagai orang Islam kalau harus tinggal di Brisbane. Semakin saya berfikir, semakin jelas kalau saya tidak memiliki pilihan kecuali terus tinggal di Indonesia. Dengan begitu, saya bisa berada diantara orang-orang Islam. Akhirnya saya mengambil keputusan untuk masuk Islam dan menetap di Indonesia. Saya sudah membuat keputusan, dan selanjutnya tinggal mengurus detilnya.

Pada bulan Februari tahun 1996, saya mengucapkan syahadat dan menjadi seorang Muslim. Saya lupa kapan saat persisnya saya memberitahu orang tua bahwa saya sudah masuk Islam. Namun seingat saya, itu terjadi beberapa bulan kemudian dan saat itu saya telah sanggup melakukan sholat sendiri. Sudah pasti mereka menganggap saya telah “kehilangan akal” tetapi alhamdulillah, mereka tetap bersikap baik kepada saya dan tidak pernah menjelekkan agama Islam di depan saya. Saya tidak diusir, tidak dimusuhi dan tidak dikeluarkan dari keluarga saya. Ini sangat berbeda dengan cerita yang seringkali saya dengar di Indonesia tetang sebagian dari orang Kristen yang masuk Islam. Mereka dipukuli, diusir dari rumah dan dianggap telah keluar dari keluarganya. Keluarga saya pasti menganggap saya sudah menjadi “gila”. Tidak apa apa. Nabi Muhammad saw juga pernah dianggap “gila” oleh kaum Quraisy di Mekkah, jadi dalam konteks ini, disebut “gila” akan lebih seperti sebuah pujian.

Sejak tahun 1995, saya telah menetap di Jakarta dan bekerja sebagai seorang guru bahasa Inggris (setelah menyelesaikan kuliah di UI). Banyak orang Barat yang saya kenal di sini merasa heran mengapa saya mau menetap di negara yang miskin, kotor, penuh dengan korupsi, dan sebagainya. Orang Barat itu memiliki pandangan yang keliru; mereka tidak mengerti. Komentar negatif mereka tentang Indonesia memang benar adanya, tetapi saya juga melihat banyak masjid, orang yang rajin sholat, adzan, Al Qur'an di setiap rumah, makanan yang halal, dan juga anak muda yang tidak mau berzina, menolak aborsi, menolak alkohol dan mabuk-mabukan, menjauhi narkoba, menolak perjudian, dan banyak hal negatif lainnya yang dilarang oleh agama mereka. Oleh karena itu, semua kekurangan yang disebut-sebut oleh orang asing itu menjadi tidak bermakna dan kurang berasa. Semua kekurangan itu memang menjadi masalah dan karenanya harus diperbaiki. Namun begitu, sejumlah kecil masalah yang ada menjadi jauh tidak berarti jika dibandingkan dengan kehidupan religius yang dilakukan orang-orang Islam yang baik yang saya kenal di Jakarta. Keindahan dan kebenaran tentang Islam tidak bisa dirusak oleh tindakan buruk dari sebagian manusia yang tinggal di negara ini.

Alhamdullilah, di sini saya mendapatkan beberapa teman terbaik di dunia. Bagi saya, persahabatan dan perilaku mereka merupakan bukti nyata kebenaran Islam. Persahabatan dengan mereka adalah suatu hal yang sangat nikmat. Mereka ibarat keluarga bagi saya dan mereka juga memperhatikan saya seperti anggota keluarganya sendiri, hanya karena saya beragama Islam. Mereka selalu membantu saya untuk menjadi seorang Muslim yang baik dengan cara memberikan contoh yang baik. Alhamdulillah, di Jakarta saya juga mendapatkan beberapa guru yang sangat baik, yang insya Allah memiliki ilmu dan wawasan yang luas. Ilmu agama yang saya dapatkan dari mereka selalu menyambung dengan akal saya dan kenyataan itu merupakan bukti bagi saya bahwa Islam memang diciptakan sebagai rahmat bagi ummat manusia.

Guru utama saya sampai sekarang ini adalah Kyai Haji Masyhuri Sahid MA, yang telah membimbing dan memperhatikan saya seperti anak kandung. Selain menjadi anggota Majelis Ulama Indonesia, Kyai Masyhuri juga menjadi Pemimpin Pondok Pesantren Yatim-Piatu Daarul Qur’an yang berlokasi di Tebet, Jakarta Selatan.

Di dalam buku ini, saya ingin memberikan komentar atas apa yang saya lihat dan pelajari mengenai agama Kristen dan Islam. Banyak orang yang saya kenal di sini mengatakan bahwa saya melihat agama dari sudut pandang yang berbeda dari mereka, karena mereka semuanya terlahir sebagai Muslim dan tidak pernah mengetahui kehidupan lain di luar Islam. Tidak seperti orang-orang ini, saya harus menganalisa agama Kristen dan Islam dan membuat sebuah pilihan. Saya harus mencari logika di dalam Islam sebelum dapat menerimanya. Mungkin setelah membaca pandangan saya di dalam buku ini, beberapa orang Islam akan melihat sisi lain dari Islam yang tidak mereka pikirkan sebelumnya, dan bila itu terjadi semoga mereka akan semakin kuat dalam keimanannya. Boleh jadi, beberapa orang Kristen juga akan lebih terbuka dan menyambut Islam setelah memahami bahwa Islam adalah lanjutan dari segala sesuatu yang diajarkan oleh Yesus as.

Saya tidak tahu jika pandangan dan analisa saya ini akan memberikan pengaruh besar bagi orang lain. Itu bukanlah tujuan saya. Saya hanya ingin menjelaskan apa yang saya pahami dan berharap hal itu dapat memberikan manfaat bagi orang Islam yang lain dalam proses mempelajari Islam. Al Quran dan Nabi Muhammad saw mengemukakan bahwa umat Islam adalah sebuah keluarga besar. Namun kita tidak bertindak seperti satu keluarga. Kita bertindak individual. Terlalu banyak orang Islam menganggap bahwa pengetahuan, kekayaan, dan kekuasaan yang mereka miliki adalah untuk kepentingan mereka saja, dan karena itu mereka tidak ingin membaginya dengan orang lain. Saya tidak memiliki banyak kekayaan atau kekuasaan, namun saya ingin membagi pengetahuan yang sudah saya dapatkan dan berharap itu akan memberikan manfaat bagi orang lain.

Saya telah tinggal di Indonesia sejak 1995 dan telah menyaksikan yang terbaik dan yang terburuk dari perbuatan orang Islam. Kadangkala saya merasa sedih saat melihat keadaan masyarakat di sini karena perilaku sejumlah umat Islam yang tidak islamiah.
Kalau kita menganggap diri kita sebagai “penjual” dan produk yang kita “jual” itu adalah Islam, maka saya akan sangat heran kalau orang lain ingin “membeli” apa yang kita “jual”. Dengan kata lain, kita seringkali gagal dalam tugas “marketing” Islam agar agama ini lebih mudah dapat diterima oleh orang-orang yang tidak memahaminya. Kalau seandainya orang Barat ingin berdebat dengan saya tentang kebenaran Islam, maka dia cukup menunjuk tingkat korupsi yang sangat tinggi di Indonesia dan menyatakan “Bukannya hal itu membuktikan bahwa agama anda tidak bagus?” Tentu saja yang dia komentari itu adalah perbuatan manusia, dan bukan ajaran Islam. Tetapi untuk meyakinkan dia tidaklah mudah.

Dengan demikian, saya melihat bahwa sebagai umat Islam kita memiliki sebuah tanggung jawab untuk menjelaskan Islam dengan cara terbaik sehingga dapat lebih mudah dipahami oleh orang yang ingin tahu tentang Islam. Cara termudah bagi kita untuk melakukan tugas itu adalah dengan menunjukkan Islam melalui perilaku kita. Jika kita dapat melakukan strategi ini, maka orang mungkin akan mulai memandang Islam dengan cara yang lebih baik karena mereka akan melihat kebenaran Islam yang dicerminkan melalui tindakan-tindakan kita. Setelah itu, kita perlu menjelaskan dengan gamblang mengapa kita meyakini Islam dan apa yang Islam ajarkan mengenai agama lain, khususnya agama Kristen sebagai agama monoteisme terdekat dengan Islam. Agar dapat melakukan tugas itu, seorang Muslim harus memahami masalah-masalah yang berkaitan dengan agama Kristen sehingga sanggup berbincang dengan cara yang konsruktif. Jika kita berhasil dengan “marketing” agama kita ini, maka insya Allah jumlah musuh Islam akan berkurang dan jumlah penganut Islam akan bertambah.

Perjalanan saya dari Selandia Baru ke Australia kemudian ke Indonesia sudah tentu adalah bagian dari Rencana Allah. Saya belum tahu kenapa Allah membawa saya ke Indonesia dan memberikan saya kemudahan dalam berbahasa Indonesia. Saya tidak tahu apa yang seharusnya saya lakukan. Yang jelas, saya menyadari ilmu tentang agama Islam yang saya miliki masih sangat sedikit. Dengan begitu, apa yang saya tulis di dalam buku ini hanyalah usaha terbaik saya untuk menjelaskan bagaimana saya menganalisa agama Kristen dan Islam dan menyimpulkan bahwa Islam adalah agama yang harus diterima.

Saya mohon kepada Allah untuk melindungi dan membimbing saya, dan juga memberikan saya kemudahan untuk lebih memahami Islam disebabkan apa yang saya tulis. Semoga buku ini menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kita semua dan menjadi rahmat Allah untuk seluruh ummat Islam. Amin amin ya robbal alamin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dua Bab Pertama Buku Saya
Dua bab pertama dari buku saya sudah ada di Blog dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Insya Allah buku pertama ini akan diselesaikan segera, dan ada niat menulis buku2 yang lain. Semoga bermanfaat.

Mencari Tuhan, Menemukan Allah (belum terbit)
Bab 1: Tentang Saya
Bab 2: Ingin Melihat Tuhan
  
Searching For God and Finding Allah (unpublished)
Chapter 1: About Me
Chapter 2: Wanting To See God

82 comments:

  1. Allahu Akbar,
    teruskan tulisannya saudaraku,
    Allah selalu menyertai kita semua.

    Wassalam,

    ReplyDelete
  2. Salam....
    Kisah Anda sangat menarik. Lanjutkan Saudaraku.
    Wassalam....

    ReplyDelete
  3. subhanallah.....
    allah telah melimpahkan karunia-Nya yang begitu besar pada anda, semoga allah senantiasa memberika keberkahan dalam hidup anda...amiin

    ReplyDelete
  4. Such a wonderful life ! Whatta man...

    ReplyDelete
  5. membacanya air mata saya menetes,
    sedih karena sebagai orang yg sejak kecil terlahir dilingkungan Islam tingkat keyakinan saya masih amat jauh dibanding sahabat Gene.
    Selamat dan berbahagialah sahabat Gene, Allah telah membawa sahabat Gene ke dalam Islam, mengaruniakan keyakinan yg demikian tinggi.
    Sebenarnyalah saya iri dan ingin banyak belajar kepada Sahabat Gene.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  6. Gene, anda menulis bahwa telah sekian lama bekerja keras memahami "logika" islam. Tetapi masya Allah, anda juga mendapat karunia Allah memperoleh "jiwa" islam - sesuatu yang hilang dari kebanyakan ummat islam di Indonesia.

    Gene, kehadiran anda sebagai bagian dari muslim Indonesia saya tafsirkan sebagai isyarat Allah bahwa ada masa depan yang jauh lebih cerah bagi ummat islam khususnya dan bangsa Indonesia serta warga dunia. Islam akan memancarkan cahaya yang membebaskan manusia dari belenggu kegelapan dirinya sendiri.

    wassalam,
    - hp -

    ReplyDelete
  7. assalamualaikum,

    saya suka membaca tulisan anda. jika anda membutuhkan editor bahasa untuk menerbitkan buku ini, saya tertarik.

    wassalamualaikum
    dania

    ReplyDelete
  8. Assalamu'alaikum wr.wb.

    Saudaraku Gene, kemaren sore (21/3/07) aku mendengarkan suara Anda langsung dari radio Delta FM jakarta, sejujurnya....saya merasa terharu ketika Anda mengatakan "...saya kan Orang Indonesia..." "..saya sdh 11 tahun tinggal di Indonesia...dan saya mualaf..."
    Sepanjang acara itu, saya senantiasa mengucap syukur dan merasakan menemukan oase pemikiran jernih dari seorang Gene Netto dalam pandangan tentang pendidikan dan Islam dengan bahasa Indonesia yang sangat baik, lugas, dan mudah dimengerti.
    Hari ini, saya penasaran dengan Gene, karena kemaren sore, selepas sholat Maghrib, Anda sampaikan bahwa ada buku yang tengah digarap, sebagian sudah ada di blog, maka saya buka blog Anda hari ini, dan...Subhanallah ! dengan bahasa original gaya Gene, Anda mampu menyadarkan saya akan pentingnya mendalami Agama Islam, pentingnya menjadi Muslim yang Kaffah, dan pentingnya menghidupkan ukuwah islamiyah.
    Teruskan saudaraku untuk pencarian kebenaran dan dakwah lewat tulisan yang sangat baik ini, semoga Allah melancarkan usaha dan niat yang baik ini, dan semoga kita bisa menikmati "rencana" Allah yang indah untuk kehidupan ummat.
    wassalam...

    ReplyDelete
  9. subhanallah...
    saya mendengar obrolan dengan mbak ida rabu sore kemarin, luar biasa! saya, mungkin kita semua yang mendengar akan malu, gene 1000% orang indonesia ya? lebih indonesia daripada orang indonesia, salut untukmu.

    wassalam,
    -prb-

    ReplyDelete
  10. Assalamu'alaikum

    Subhanallah, brother Gene...sungguh kisah yang sangat menarik, terkadang sembari membaca tulisan saudaraku ini, hati ini malu , walaupun terlahir dalam keadaan Islam namun masih kalah semangat mempelajari Islam dibandingkan brother...Subhanallah. Semoga Allah selalu memberikan kemudahan dan keberkahan. Amiin

    ReplyDelete
  11. Assalamu Alaikum Wr. Wb.

    Hello brother Gene, mata saya berkaca-kaca saat membacanya....
    Perjalanan masih panjang, banyak yang harus diceritakan dan dishare ke seleruh umat di dunia... Saya mengucap syukur Alhamdulillah, masih ada orang seperti bro Gene.
    Saya ga sabar, kapan bukunya akan terbit.

    Wassalamu 'Alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  12. dear gene,

    good writing!! hebat!! keep on going!!

    sebagai umat islam sy merasa bersyukur!! hidup ini indah karena kita bersyukur!!

    harap banyak orang2 seperti kamu yg bisa memberikan penjelasan tentang islam dengan ringan dan menyejukan!!

    amin..

    ReplyDelete
  13. Can't wait to read the whole book... let me know when it's published...

    salam,
    fitri

    ReplyDelete
  14. Ass.wr.wb Pak Gene
    Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar,
    Alhamdulillah, Saya sangat bersyukur bisa mengenal anda lewat tulisan ini, ingin rasanya bisa belajar seperti anda dalam memahami Islam dalam keadaan Iman kepada Allah SWT.
    Banyak yang dapat saya pelajari di sini terutama yang tidak dapatkan di luar sana. Salut saudaraku.
    Wass.wr.wb
    dei

    ReplyDelete
  15. Assalamu'alaikum, Gene...
    Tulisannya sangat inspiratif. Menyadarkan kembali, betapa selama ini saya (juga muslim lain yang sejak lahir telah muslim) telah menyia-nyiakan berkah Allah tsb.
    Kapan bukunya terbit?
    salam,
    Dian

    ReplyDelete
  16. assalamualaikum wr wb

    SubhanAllah..
    saya dapet e-mail dr kk ipar saya soal tulisan anda , dan saya search nama anda di web browser dan ketemu blog ini.

    Di saat yang sama saya sedang membaca buku "Ayat-ayat Cinta" Habiburrahman El Shirazy.

    SubhanAllah..

    Begitu besar cinta Allah kepada hambanya yang sabar dan tulus beriman.
    Hidayah yang anda terima , semoga menjadi pembuka bagi semua yang mencari hidayahNya.

    Semoga Anda selalu dalam Kasih Sayang Allah

    saya dan kel. mendoakan anda bahagia dunia akhirat.. amin

    ReplyDelete
  17. Assalaamu 'alaikum,
    Akhi Gene, begitulah rencana Allah SWT bahkan dengan belajar bahasa Indonesia-pun, bisa menjadi sarana tuk mempertemukan Antum dengan Islam.
    Bila kita serius beramal, maka insya Allah pada akhirnya Allah SWT akan menunjukkan kepada kita JalanNya, suatu waktu kita akan ditunjukkan apa hikmah dibalik semua kejadian. Orang-orang kafir selalu menjadikan kondisi 'muslim' di indonesia sebagai excuses mengapa mereka benci dengan Islam. Tapi apakah mereka buta dengan kenyataan bahwa kaum muslimin terdahulu sempat berkuasa di atas bumi selama hampir 1400 tahun dengan peradaban gemilang? Apakah mereka buta dengan bagaimana sampai sekarang Arab muslim tetap menguasai sebagian besar kekayaan dunia? Teruskan perjuanganmu semoga Allah memberikan kemudahan jalan!

    ReplyDelete
  18. Nuning HallettMonday, 25 June, 2007

    Assalaamu'alaikum Gene,

    Sudah lama saya mendengar tentang Anda, tapi baru lewat blog ini saya mengenal Anda.
    Saya salut karena tidak banyak westerner menjadi Mualaf di usia muda dan menjadi begitu kaffah..

    Saya menunggu bukunya diterbitkan.

    ReplyDelete
  19. yah, alhamdulillah, semestinya kita kita yang sudah islam dari sononya memang kudu banyak2 bersyukur ga usah repot repot sampai menyebrangi benua atw repot repot belajar bahasa indonesia. Alhamdulillah Kita sudah di lingkungan islam yang cukup damai dan aman, yah compang camping umat muslim indo anggap process menuju ummat terbaik yang belum sempuran. Yah PR lah buat kita2 semua untuk saling memperindah apa yang kurang indah di umat islam indo, jangan sampai Islam di caci maki oleh orang islam sendiri. W.O.W T.O.P B.G.T GENE !!!
    lizaz

    ReplyDelete
  20. Alhamdulillah...
    Yuk terus belajar...

    ReplyDelete
  21. Saudara ku GENE yang saya banggakan...

    Aku iri padamu, saudara baru masuk islam, tapi benar-benar memahami... subhanallah.

    Meski banyak yg ingin memadamkan `cahaya` islam, namun `Cahaya` itu takkan pernah dan tak akan pernah padam, karna ia adalah sumber `cahaya`

    restu

    ReplyDelete
  22. Alhamdulillaah...
    Dari dulu aku suka banget mendengar & membaca cerita dari muallaf, apalagi bule. Dalam banget kesannya, beda sama kita2 yang terlahir sebagai muslim. Semoga Pak Gene bisa berdakwah di kalangan bule agar persepsi mereka tentang Islam tidak negatif lagi. Amiin.

    ReplyDelete
  23. Subhanallah...
    semoga anda dimudahkan dalam segala urusan,dan diperkaya dengan nikmat Allah SWT,

    dan jangan lupa, untuk mengenalkan citra Islam,yang sesungguhnya,yang penuh kasih dan santun kepada saudara-saudara anda di negara barat.

    ReplyDelete
  24. Alhamdulillah hampir selesai juga buku Gene ini, saya terharu membaca kisah anda, indah sekali perjalanan anda. Insyaallah saya akan membeli buku anda. Inspirational, kalau bisa disebut penyejuk hati di rantau orang.
    dari seorang pembaca di Canada Utara.

    ReplyDelete
  25. Subhanallah, wa Huwa 'ala qulli syain qadir.
    Allah maha berkehendak atas segala sesuatu, engkau menemukan Cahaya ke-Islaman karena kekuasaan-Nya.
    Saya betul-betul kagum setelah membaca kisah anda ketika anda ngambek kepada Tuhan (Allah) hanya karena anda tidak bisa menjumpai-Nya saat itu. Anda juga meragukan hak atas pastor untuk mengampuni dosa jemaat dengan logika (penalaran) yang rasional. Anda juga menyatakan kebingungan tentang konsep trinitas yang bingung lagi membingungkan. Lalu kesungguhan anda dalam mempelajari Islam (meskipun pada awalnya anda ingin mencari kelemahan Islam tapi hasilnya nihil). Anda menemukan Islam dengan logika dan penyelaman rohani yang mendalam. Sungguh luar biasa untuk seorang "bule" menjadi seperti itu. Lalu yang juga saya kagumi, ada mampu untuk istiqomah dalam menjaga ke-Islaman anda.

    Semoga Allah melimpahkan keselamatan dan keberkahan kepada anda.

    posted by
    Duratul Arifin Citra Chairana Noutarissa Soekri Putra Munaf (nickname=Dito, age=17 years, live in= Jakarta)

    ReplyDelete
  26. Nama Dito panjang banget! Nggak cape tangannya kalau isi formulir? Hehehe.
    Kalau Dito adalah anak muda yang tidak meragukan agamanya, taat pada ajaran Islam dan contoh Nabi SAW, maka justru saya yang kagum dengan Dito!

    ReplyDelete
  27. Assalamualaikum ..wr wb ...

    SubhanAllah ....
    Saya samapi teharu niiih membacanya ....
    Terus berjuang semoga saudara dalam lindungan dan rahmatNya ...Amiiin ...
    Aku sebagai org islam merasa salutt dgn perjuangan saudara tuk mengenal islam .....

    Wassalam ....

    ReplyDelete
  28. Hi Gene, cerita anda menarik. Apa pun yang akhirnya menuntun anda ke Islam semoga itu merupakan pertanda dari Allah yang anda imani. I am a catholic and i really sure if all her teachings are logic. Soal beberapa pertanyaan anda dan harapan anda tentang Tuhan yang disampaikan pada bagian awal sharing anda semuanya dapat dipahami sebagai upaya seorang anak mencari kebenaran dn bukti. Sayang anda tidak menemukannya. Sedangkan saya, dari pengalaman hidup saya, saya menemkannya. Saya bahkan bisa menjamin He answers my prayer.

    Kita bisa sharing lebih jauh tentang ini. Tetapi saya pastikan untuk tidak mau mengganggu atau mempengaruhi anda berkaitan dengan apa yang anda imani. Saya selalu menghormati orang-orang yang menjalankan dan menghayati imannya dengan sungguh-sungguh. Bila anda Gene, bisa menjadi pribadi yang utuh dalam islam, hayati iman anda dan jadilah seorang muslim yang benar.

    ReplyDelete
  29. " Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar... " Terima Kasih Ya Allah, terima kasih om Gene.

    slm,
    Raf

    ReplyDelete
  30. Subhanallah.....membaca tulisan Pak Gene tak terasa air mata saya menetes..., menyadari bhw saya yang sudah Islam lebih lama ini sangat kurang sekali mendalami Islam. Ya Allah bimbinglah kami...., dan sedikit pesan utk Pak Gene tetaplah istiqomah dan rendah hati......Semoga kita dapat bertemu di surga-NYA di hari akhir nanti....

    ReplyDelete
  31. Gene, have u ever think that perhaps, in some mind-blowing coinscidence, that God actually answering your childhood question of "where are You?", insyaAllah? Perhaps He din't go easy on you and let you serch Him instead of the otherwise... Wallahu'alam

    Its a wonderful story of yours. I keep wondering what did u feel mentally and spiritually during the process of sacrificing, learning, and finally accepting a belief (i.e. Islam)

    ReplyDelete
  32. Begitulah kebesaran Allah SWT,Allah memberikan hidayah kpd siapa saja yang Dia kehendaki begitu pula sebaliknya.Tapi proses datangnya hidayah juga harus dicari melalui 'berfikir' dan perenungan yang dalam,hidayah bukanlah sesuatu ilham yang datang tiba2,membaca kisah anda bukankah begitu Pak Gene,tetap istiqomah!

    ReplyDelete
  33. Subhaanallah.. Maha besar Engkau ya Rabbiii yang memberikan hidayah kepada siapa yang Engkau kehendaki dan beruntunglah mereka yang mau berfikir... dan Kau adalah salah satu dari mereka pak Gene... Bersyukurlah dan istiqamahlah. Semoga Allah mudahkan segala urusanmu. ameen.

    ReplyDelete
  34. gene, heard from one of my collegue here in cognis, that you are one hell of the 'debator'that my collegue also admit that he will stand no chance at all, i would like to meet you sometime and to have a cup cofee (or two) discussing islam that i know (for now) and also to have your knowledge to enrich my knowledge, and definitly to accomplish silahturahmi ..

    ReplyDelete
  35. Send me an email, rather than an anonymous comment.

    ReplyDelete
  36. Assalamu alaikum Mr. Gene
    Maha Suci Allah Yang Telah memberimu Taufiq & Hidayah Nya, semoga kamu selalu merasa bersyukur,bahagia & sejahtera,dalam menjalani kehidupan di dalam Islam
    Wassalamu alaikum,
    Big Family H. Abd. Rozak ( Pancoran Jak-Sel )

    ReplyDelete
  37. ass..

    semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa anda yang telah lalu...

    Amin.......

    ReplyDelete
  38. Assalamualaikum السلام عليكم ..membaca kisah saudara..aku sangat terharu...jazaka allohu hoeron kastiro.....

    ReplyDelete
  39. Assalamu'alaikum.Warahmatullahi.Wabarakatuh.

    Subhanallah....Alhamdulillah.

    Semoga Allah menetapkan Islam dalam hati Bro Gene. Amin.

    Membaca kisah bro, mengingatkan saya pada seorang teman yang bernama Oktavianus. Kami pernah berdiskusi mengenai agama kami masing-masing. Setelah itu kami berpisah, tidak pernah ada kontak selama hampir 10 tahun. Tiba-tiba dia menelpon saya, dan memberitahukan bahwa dia sudah menjadi muslim. Yang saya kaget,dia juga bercerita betapa dahulu sebenarnya dia begitu membenci Islam, membenci suara bedug ketika malam takbiran di bulan Ramadhan,dan sangat membenci suara adzan yang selalu mengganggu tidurnya.
    Dia juga dengan bangga dan bahagianya, setelah menjadi muslim malah senang sekali menjadi muadzin yang mengumandangkan adzan sholat subuh.

    Sungguh sangat bertolak belakang dengan kebenciannya dahulu, saya hampir tidak percaya mendengarnya. Semoga Allah juga menetapkan iman Islam di hati teman saya tsb. Amin. Dan semoga keluarga besarnya dapat menerima dia kembali dengan tulus.

    Wassalam.

    ReplyDelete
  40. SUBHAANALLOH WALHAMDULILLAH ALLOHU AKBAR, SEMOGA ALLOH SELALU MELINDUNGIMU AMIIIN.

    ReplyDelete
  41. alhamdulilah, bertambah lagi saudara ku.

    welcome brother, ada kesulitan dan pertanyaan tidak usah segan2x bertanya.

    kapan2x bikin acara buka puasa bersama.

    wassalam

    zul amri

    ReplyDelete
  42. Alhamdulillah, lewat komentar antum di blog saya, saya jadi pengen mengenal Pak Gene. Mampirlah saya di blog ini. Insya Allah ini adalah taaruf yang lengkap, setelah membaca tulisan ini.

    Semoga hidayah Allah selalu terpelihara untuk kita semua.

    ReplyDelete
  43. assalamu'alaikum wr.wb
    subhanallah...hebat...cuma kata itu yang bisa terlontar dari saya...
    semoga bapak selalu di limpahi hidayah Allah, SWT...aamiinn...
    wassalamu'alaikum wr.wb

    ReplyDelete
  44. assalamu'alaikum wr.wb
    saya tidak bisa berkomentar karena ketakjuban saya atas peristiwa yang Pak Gene alami.
    Allah, SWT Maha Segalanya...
    selamat berjuang di jalan ALLAH, SWT...
    wassalamu'alaikum wr.wb

    ReplyDelete
  45. Dear Pa Gene,

    Takjub, Salut membaca riwayat anda, Alhamdulillahirraabbil'alamin, terima kasih ya Allah, Anda begitu istiqomah, saya punya masalah dengan seseorang untuk urusan akidah, mohon sarannya, bagaimana kita bisa bercoresspondence lewat email ? email saya lilis_suyanti@polysindo.co.id

    iie

    ReplyDelete
  46. Mbak Lilis Suyanti, kalau mau curhat dan ngobrol2 serta silaturahmi dgn mas Gene, maka sering2 aja berkunjung ke Blog ini, kita berinteraksi, bersilaturahmi, belajar, bertanya dan menjawab setiap isu yg dikemukakan semua temen di blog ini. Wassalamualaikum


    Temen di bloger

    Arif / ardobinardi.blogspot.com

    ReplyDelete
  47. Mr. Gene..
    bukunya belum terbit, fansnya udah antri he..hehe..,
    saya udah pernah baca tulisan ini tentang Mr. Gene dari mualaf.com,terus ramadhan kemarin beli koran sindo, ada foto gede Mr. Gene netto(ga mau masuk TV, masuk koran tuh:) sampai akhirnya bisa mampir ke blognya Mr. Gene..., inspiratif

    Terus berkarya Mr. Gene:)

    Postet By: Inot a.ka. Rahma

    ReplyDelete
  48. Assalamuaikum wr.wb

    Akhi Gene.. Maha Besar Allah yang telah menyetuh kalbumu dengan Nikmat Islam dan Iman kepada-Nya.Tulisan mu membuat saya semakin sadar untuk selalu dekat dengan Allah SWT.Karena nikmat islam sudah saya rasakan sejak lahir,sementara akhi harus mencarinya walau akhirnya menemukannya.Teruskan perjuanganmu akhi gene,percayalah pilihan akhi sudah tepat....SUBHANALLAH...salut buat akhi.terimakasih tulisan anda sudah membuat mata ini menaggis..menanggis karena rasa syukur yang telah Allah beri akan nikmat Iman ini.

    Wassalam

    ReplyDelete
  49. Mas Gene Netto,...
    Membaca tulisan panjenengan saya menjadi tertarik untuk membuat penelitian. Khususnya tentang muallaf. Semoga Allah senantiasa memberkati kita, amiin. Achmad Maimun alamat saya (http:\\achmadmaimun.blogspot.com) (email: pakeakmal03@yahoo.co.id), ato di face book saya, Achmad Maimun.

    ReplyDelete
  50. Terima kasih Bapak Gene Netto, karena sudah memuat artikel2 yang penuh dengan "KEBENCIAN" terhadap kami, umat manusia yang "kebetulan" berbeda agama dengan Bapak.

    Semoga Allah selalu memberi berkah dan rahmat kepada Bapak.

    Anda secara langsung atau tidak langsung telah membuat orang2 yang tidak tahu apa2, telah mengalami kekerasan fisik.

    Indonesia berbeda dengan Australia atau Selandia Baru, dimana orang2 lebih maju dan menghargai perbedaan.

    Di Indonesia, seseorang minoritas dapat begitu mudahnya dibunuh atau dibakar atau dibom rumah/tempat ibadahnya.

    Atau setidaknya mengalami diskriminasi masif di sekolah, tempat kerja, dan lingkungannya.

    Bapak Gene telah menjadi salah seorang provokator dan propagandis, yang membuat sebagian dari kami mengalami kekerasan fisik dan psikis.

    Sekali lagi terima kasih, semoga Allah selalu memberkati Anda, melimpahkan rejeki dan kesehatan.

    ReplyDelete
  51. Komentar dari Jonathan:
    >>>Terima kasih Bapak Gene Netto, karena sudah memuat artikel2 yang penuh dengan "KEBENCIAN" terhadap kami, umat manusia yang "kebetulan" berbeda agama dengan Bapak.

    Hai Jonathan, Terima kasih atas waktunya berkomentar di sini. Tetapi saya kira perlu dikoreksi. Komentar anda tidak ada hubungan dengan bab 1 dari buku saya. Di seluruh buku saya Mencari Tuhan, Menemukan Allah, tidak ada satupun kalimat atau kata yang menyuruh orang Islam membenci orang Kristen. Jadi tidak ada unsur “kebencian” di dalam semua tulisan saya, baik dalam buku, maupun di blog. Buat apa saya mau menyuruh orang Muslim membenci orang Kristen yang baik hati? Tidak masuk akal kalau saya mau begitu.

    >>>Semoga Allah selalu memberi berkah dan rahmat kepada Bapak.

    Terima kasih. Amin.

    >>>Anda secara langsung atau tidak langsung telah membuat orang2 yang tidak tahu apa2, telah mengalami kekerasan fisik.

    Kenapa begitu? Tidak ada anjuran dari saya untuk membenci orang Kristen dan juga tidak ada anjuran untuk melakukan kekerasan fisik terhadap mereka.

    >>>>Indonesia berbeda dengan Australia atau Selandia Baru, dimana orang2 lebih maju dan menghargai perbedaan.

    Hmmm, benar dan salah. Masih ada banyak sekali orang rasis di negara barat, termasuk Australia dan Selandia Baru, hanya saja hal seperti itu jarang masuk berita di sini, kecuali ada perkelahian di jalan, seperti yang pernah terjadi di Sydney 2-3 tahun yang lalu antara orang Muslim dan orang berkulit putih. Indonesia juga tidak identik dengan kebencian terhadap orang dari lain agama. Ada teman saya dari Ambon, dan dia sering bercerita tentang kerukunan yang ada antara Muslim dan Kristen selama masa kecil dia di sana, dan orang tuanya mengatakan yang sama tentang masa kecil mereka puluhan tahun yang lalu. Jadi, katanya, yang terjadi peperangan antara Muslim dan Kristen di Ambon beberapa tahun yang lalu adalah rekayasa dari orang luar, dan ada juga unsur politik pada saat itu. Katanya, orang Muslim dan Kristen di Ambon yang asli tidak membenci yang lain agama, dan sebelum ada intervensi tersebut mereka hidup dengan sangat rukun.

    >>>>Di Indonesia, seseorang minoritas dapat begitu mudahnya dibunuh atau dibakar atau dibom rumah/tempat ibadahnya.

    Hmmm, nggak juga kayanya. Di sini ada minoritas seperti orang Kristen. Berapa banyak dari mereka yang dibunuh? Anda kenal secara pribadi berapa orang yang dibunuh (bukan cerita dari orang lain)? Ada berapa yang tempat ibadahnya dibakar atau dibom? Hal seperti itu jarang sekali terjadi. Anda lebih mungkin wafat karena ditabrak metro mini daripada mati dibunuh oleh orang dari lain agama. Kemarin ada orang yang membakar masjid Ahmadiyah di Cikini. Itu salah dalam hukum negara dan juga dalam Islam. Tidak ada aturan dalam Islam untuk membakar masjid pada saat ada orang shalat di dalamnya, sekalipun mereka anggota sekte yang menyimpang dari ajaran Islam yang benar. Benar atau salahnya Ahmadiyah, tidak memberi izin kepada siapa pun untuk membakar tempat ibadah mereka saat mereka berada di dalamnya. Jadi tindakan itu tidak ada hubungan dengan Islam. Itu sebuah tindakan kriminal yang dilakukan oleh satu orang. Tidak ada hubungan dengan 200 juta orang Muslim lain di sini yang tidak suka bakar tempat ibadah dari orang lain. Jangan samakan 200juta orang baik dengan satu orang yang melanggar hukum.
    Kenyataan bahwa sewaktu-waktu ada orang yang mengalami masalah SARA tidak berarti semua orang perlu takut akan kena masalah yang sama.
    Lebih mungkin anda ditusuk preman saat anda belanja daripada dibunuh oleh orang Muslim. Jadi, kalau mau takut, takut pada Metro Mini dan preman saja. Islam tidak demikian.
    Dan kalau mengerti agama dengan baik, apakah ada hal yang bisa terjadi tanpa izin dari Tuhan? Kalau anda katakan tidak ada, berarti kebakaran suatu tempat ibadah atau pembunuhan terhadap satu orang adalah hal yang sudah diketahui oleh Tuhan sebelum kita semua lahir, dan tetap bisa terjadi, tanpa intervensi dari Tuhan. Jadi buat apa mau takut?

    ReplyDelete
  52. (Balas Komentar Jonathan bagian 2)
    >>>>Atau setidaknya mengalami diskriminasi masif di sekolah, tempat kerja, dan lingkungannya.

    Mungkin saja, dan di lain negara juga demikian, hanya saja anda belum tahu karena tidak mendapatkan pendidikan yang baik di Indoneisa. Kalau selama di sekolah, anda diajarkan secara baik tentang manca negara dan masalah2 yang dihadapi di sana, anda pasti sudah tahu sejarah diskriminasi yang terjadai di negara barat, bahkan sampai sekarang. Hal itu tidak hanya terjadi di Indonesia saja, dan menjadi tugas bagi kita semua yang baik hati untuk berusaha mengatasinya. Tetapi itu sulit, karena selalu ada, sepanjang sejarah manusia, di semua negara.
    Ada orang Muslim di beberapa negara yang tidak dapat izin untuk mendirikan masjid. Ada juga orang Muslim yang kesulitan mendapatkan pekerjaan karena bos2 tidak mau terima karyawan Muslim. Ada orang Muslim yang dibenci karena sudah dicap dari dulu sebagai pemalas dan tidak ada yang mau bantu mereka untuk maju secara ekonomi dan sosial. Dan sebagainya. Anda selalu sijual “mimpi” tentang kenikmatan dunia barat yang bebas dari segala bentuk diskriminasi. Tetapi itu sangat tidak benar, hanya saja anda belum tahu karena tidak punya pengalaman.

    >>>>>Bapak Gene telah menjadi salah seorang provokator dan propagandis, yang membuat sebagian dari kami mengalami kekerasan fisik dan psikis.

    Kalau mau berpendapat begitu silahkan. Sayangnya anda tidak hadir di masjid di Bekasi 2 minggu yang lalu. Saya berceramah selama 2 jam tentang kepeminpinan dalam Islam, dan salah satu hal yang saya bahas adalah kewajiban bagi ummat Islam untuk menjaga dan berbuat baik kepada non-Muslim supaya mereka merasa aman dan tenang hidup di sebelah kita. Saya menyuruh semua orang untuk berbuat baik sama orang Kristen dan tidak mengganggu mereka karena kita tidak bisa mengajak mereka ke Islam bila mereka membenci Islam disebabkan perbuatan kita sendiri. Saya menyuruh semua orang untuk menjadi contoh yang baik sehingga kita tidak perlu mencari orang kristen untuk berdakwah, karena mereka akan datang kepada kita dan bertanya kenapa ummat Islam begitu baik kepada mereka.
    Kalau anda mau mengatakan bahwa seorang provokator dan propagandis bisa bicara begitu di depan ratusan saksi yang Muslim, silahkan. Saya kira anda keliru dan belum kenal saya sama sekali.

    >>>>>Sekali lagi terima kasih, semoga Allah selalu memberkati Anda, melimpahkan rejeki dan kesehatan.

    Terima kasih. Amin.
    Salam,
    Gene

    ReplyDelete
  53. Go for it Pak Gene! Moga Allah SWT selalu memberi hidayah dan taufiqnya bagi anda. Fii amaaniLlah ...

    ReplyDelete
  54. Assalamu’alaikum.
    Untuk kesekian kalinya baca bab I ini lagi heheh. Dan sekarang, aku mau left comment disini.

    Alhamdulillah. Segala puji hanyalah milik Allah SWT.
    Gene yang baik, terimakasih sekali sudah mau meluangkan waktu anda yang begitu berharga untuk bertemu saya. Sungguh saya bersyukur sekali dan rasanya beruntung akhirnya bisa bertemu dengan muslim seperti Gene, salah seorang hamba Allah yang baik, penolong, begitu peduli dengan sesama. Dan ternyata pintar sekali. Masya Allah. Hebat.
    Sayangnya kalo berbicara terlalu cepat banget, belum sempa dicerna sudah lanjut lagi heheh.

    Sukses selalu untuk bukunya ini. Bener2 satu buku yang ditulis dengan keseriusan dan niat yang baik. Buku yang bagus, cerdas, dan menurut saya berani sekali. Dan berbagai risikonya pun sudah siap Gene hadapi. Insya Allah, semoga selalu sehat ya Gene.
    Saya tidak akan pernah lagi mau menanyakan kapan buku ini akan selesai penulisannya karena ada berbagai alasan mulia yang jadi penyebabnya dan berkisar pada hal2 yang sifatnya untuk membantu orang lain, which is hal itu berarti membantu bangsa saya.
    Mudah2an ya Allah ada banyak kesempatan lagi untuk saya bertemu dengan Gene Netto. Amin. Jadi saya bisa belajar banyak dari hambaMu yang baik dan pintar ini.

    Anyway, thank you banget ya Gene sudah mau meluangkan waktu ditengah2 kesibukanya.

    Wassalamu’alaikum.
    * dari teman yang bertemu di tgl 17 juni kemarin... maafkan karena memilih menjadi anonymous heheh. mudah2an belum lupa. duh kalo sudah lupa, sedih banget. hiks.

    ReplyDelete
  55. Assalamualaikum, hehehe, tuh ada yang kontroversi kan ^_^ biasa bro, orang yang sangat minim mengerti dan sangat sempit pemikiran memang begitu, InsyaAllah nih buku cepet jadi ya, dan memang sudah ditunggu tunggu oleh banyak orang, keep writing ^_^

    ReplyDelete
  56. Ass.wr.wb..

    Mr. Gene....bagus dan bermakna sekali cerita..anda untuk pencerahan bahwa agama islam lah ...merupakan agama yang di ridhoi Allah swt...
    Mudah-2an dengan kejadian-kejadian yang kurang baik akhir-2 ini ...tetap menguatkan Iman dan Islam kita ...amin ya robbal alamain..

    ReplyDelete
  57. Bagus sekali .... sebagai orang Islam sejati, yang namanya belajar (ngaji) tanpa mengenal batasan umur, terus dan selalu terus menerus sampai nyawa ditenggorokan

    ReplyDelete
  58. Islam agama yang paling sempurna,
    agama yang diridhoi Allah SWT

    ReplyDelete
  59. subhanallah.... googling sekolah alam malah nyasar ke blog ini... inspiring ... ijin ngelink ke blog ini

    ReplyDelete
  60. saya akhirnya bisa berkunjung ke blog saudara yang banyal manfaatnya , hidayah allah membuat setiap manusia bisa menggapai keselamatan dunia akhirat.

    ReplyDelete
  61. Assalamu'alaikum..
    how inspiring story.
    membaca cerita sahabat Gene membuat hati saya bergetar. mari kita berjuang bersama untuk menegakkan Agama Allah yang penuh keridhoan-Nya.

    Wassalamu'alaikum.

    ReplyDelete
  62. Hhhmmm setuju, inspiring dan membuat penasaran deh kapan secara keseluruhan semua bab akan bisa dibaca secara lengkap :)

    Pemilik blog ini sibuk sekali dengan berbagai tugas dan juga memikirkan post2 yang baru untuk blog-nya.
    Dan sebagai salah satu tamu & pembaca blog ini, saya do'akan Insya Allah semoga ngga lama lagi akan muncul post yang udah lama saya tunggu2 secara sudah hampir jelang 4 tahun setelah post Bab I diatas.

    Adapun post yang dinantikan tersebut adalah post yang judulnya :

    ”Telah Terbit buku Mencari Tuhan, Menemukan ALLAH !!!”
    ...segera dapatkan di toko-toko buku terdekat di kota anda...

    Hehehe .....come on, Mas Gene ! Ayo semangat terus :p

    Insya Allah buku ini akan menjadi karya master piece bagi anda ibarat seorang Leonardo da Vinci yang melukis Mona Lisa.... :)

    Wassalam.

    ReplyDelete
  63. very inspiring and good info, good work my friends

    ReplyDelete
  64. Saya hanya akan sedikit mengomentari pendapat dari Jonathan. Tanpa bermaksud SARA, saya adalah non-Muslim dan saya selalu mendapatkan pendidikan di lembaga pendidikan Katolik.

    Saya hendak sedikit meluruskan saja bahwa pada kenyataan yang hampir terjadi di seluruh wilayah, Minoritas akan selalu merasa diperlakukan diskriminasi oleh Mayoritas.

    Kebetulan di negara kita ini yang menjadi mayoritas adalah umat Muslim, sehingga banyak non-Muslim yang merasa mendapatkan perlakuan diskriminasi. Pada saat saya SMA, saya dijelaskan oleh seorang Pastor bahwa di beberapa negara dimana non-Muslim menjadi mayoritas, Muslim juga merasa mendapatkan perlakuan diskriminasi.

    Menurut pendapat saya, itu sudah menjadi hukum alam bahwa yang minoritas akan selalu merasa diperlakukan diskriminasi oleh yang mayoritas.

    Saya pribadi sendiri, sampai saat ini tidak pernah merasa diperlakukan diskriminasi. Antara saya yang non-Muslim dan teman-teman saya yang Muslim selalu saling menghargai akan keyakinan masing-masing. Kami tidak pernah meributkan akan hal tersebut.

    Semoga sedikit pengetahuan dan pengalaman saya dapat dipertimbangkan oleh Jonathan dan teman-teman.

    Terima kasih.
    Jerry

    ReplyDelete
  65. saya adalah seorang katolik

    sering kali jika kita berada di antara agama minoritas, kita akan merasa goyah dengan agama kita.
    tapi bila kita percaya, Tuhan akan menguatkan kita.

    Aku juga pernah mendapat pengalaman yang sama, tapi cobalah untuk bermenung dan minta petunjuk dari Tuhan

    Tuhan Yesus akan senantiasa mendapingi kita

    Kristanto

    ReplyDelete
  66. hi gene...nice to see u again..
    sy dulu prnh les di tempat kamu mengajar bahasa inggris..
    finally, i can found u..
    really glad 2 see u'r history yah

    ReplyDelete
  67. Blog Anda is awesome, pekerjaan yang besar. Saya sangat menikmati membacanya.

    Letters

    ReplyDelete
  68. BAGAIMANA PERASAAN ANDA SEKARANG TENTANG ISLAM APAKAH SAMA DENGAN SAAT ANDA MENGENAL DAN MULAI JATUH HATI PD ISLAM??
    APAKAH SAMA HIDUP ANDA SEKARANG SETELAH MJD MUALLAF DG DULU.APAKAH RUANG LINGKUP ANDA BEKERJA DAN BERAKTIVITAS MENJADI LBH SEMPIT ATAU JUSTRU LBH LUAS DAN FLEKSIBEL....SUBHANALLAH CERITA INI BUAT AKU TERHARU....

    ReplyDelete
  69. Good Blog! I have to wait little bit to translate it into english but after translation I found out that you are talking about God. Its amazing how deep your thinking is. I'm pretty much impressed. Thanks.

    ReplyDelete
  70. @MS Templates,
    You don’t have to wait for a translation. The first two chapters are on my blog in English and Indonesian language. The links are on the right, in the section “My Book”.

    My Book: Searching For God and Finding Allah (unpublished)
    Chapter 1: About Me
    http://genenetto.blogspot.com/2007/07/about-me.html
    Chapter 2: Wanting To See God
    http://genenetto.blogspot.com/2007/07/wanting-to-see-god.html

    ReplyDelete
  71. Pak Gene...salut dengan anda.....Pak Kristanto dan Pak Jerry saya bangga dengan anda. Islam sangat mencintai perdamaian dan sangat tidak suka permusuhan dan perpecahan. Kalau ada sebagian umat Islam melakukan diskriminasi kepada umat Kristiani, yang salah itu bukan Islamnya tapi orangnya.

    ReplyDelete
  72. Subhanalloh ! betapa indah perjalanan anda menemukan Islam, saudaraku !
    Semoga kita akan selalu 'menemukan' 'milyaran mutiara2 islam lainnya' dengan bimbingan dan kekuatan dari Nya......Amiiin

    ReplyDelete
  73. Assalamualaikum,Bung Gene.Saya rasa sayang sekali kalau orang spt Anda banyak yg tidak tahu.Kami di Jawa Timur(bukan di Surabaya)tdk bs menangkap Delta FM atau acara interaktif lainnya utk mendengarkan ceramah Anda dan pasti jg saudara2 yg jauh di pedesaan.Syukur kl yg ada internet spt saya,kl yg tidak?saya ingin lebih banyak orang2 disekitar saya jg mengenal sosok luar biasa spt Anda dan mencontoh yg Anda lakukan bukan terbatas di blog saja. Ada solusi Bung Gene?

    ReplyDelete
  74. Wa alaikum salam. Saya tidak ada undangan untuk masuk tivi atau radio. Jadi saya tidak punya solusi. Tidak masalah kalau banyak orang tidak mengenal saya. Masih ada banyak orang yang lebih baik dari saya.

    ReplyDelete
  75. Assalamualaikum wr wb

    tulisn mas gene sunguh inspiratif. pmikiran mas gene mgenai Islam membuat sy tercengang, trkejut n tertawa kr dilihat dr sudut pmikirn non muslim. hal tsb khususny ktika dibahas mengenai shalt 3 jta muslim. dg doa, bahasa, arah, gerak n Tuhan yg sama, 3 jta muslim shalt d makah. hal sederhana spt ini tdk prnah terpikirkn, membuat sy smkin ykin akn kedahsyatn Islam.


    kita jg perlu mnyampaikn akan kedahsyatn Islam kpd teman2 muslim bhw Islam sejalan dg ilmu pengetahuan, kesehatan n utk kebaikn mnusia itu sndri. hal sederhana adl, bhw dalm ajarn Islam kita dsarankn ketika minum dalam keadaan duduk. org muslim pd umumny hanya melihat kr etika semata. faktanya adl Air putih yang kita minum saat duduk akan disaring oleh sfringer. Sfringer adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup. Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada pos-pos penyaringan yang berada di ginjal.

    Sebaliknya, jika kita minum air putih dengan cara berdiri, maka air yang kita minum itu masuk tanpa disaring lagi. Air itu bisa langsung menuju kandung kemih. Ketika langsung menuju kandung kemih, maka terjadi pengendapan di saluran ureter. penjelasn tsb sekali lg membuktikn bhw Islam adl agama yg logik, sejalan dg ilmu pengetahuan n ksehatn.


    mohn mas gene mengupas n menjelskn bhw ajarn Islam sejalan dg ilmu pengetahuan n kesehatn sehinga mempertebal keyakinan teman2 muslim kita n mrk semakin cerdas spt mas gene harapkan.

    ttp smangat menularkn pengetahuan via tulisan n memberikn inspirasi khususny generasi muda. trimakasi byk

    julio

    ReplyDelete
  76. Sip. Thanks. Semoga terus memberi inspirasi bagi kebahagiaan hidup orang lain, buat Muslim ataupun non Muslim, yang belum sepenuhnya merasakan/melihat keindahan Islam.

    ReplyDelete
  77. pak gene... bukunya udah jadi belum? :)
    saya ingin sekali baca bukunya..

    ReplyDelete
  78. Belum terbit. Saya sulit mencari waktu untuk menulis dan melakukan editing.

    ReplyDelete
  79. ditunggu segera bukunya. semoga dapat menjadi jalan dakwah untuk keluarga saya yg sebagian masih non muslim. kebetulan saya juga mengalami pencarian agama seperti sdr gene. lahir dari orgtua muslim dan non muslim. dan juga bukan ikut2an atau terlanjur muslim, tapi "memilih" menjadi muslim. jadi saya bisa merasakan bgmn pencarian yg sdr rasakan. semoga bukunya segera terbit dan membawa keberkahan. barokallohu fiikum.

    ReplyDelete