Assalamu’alaikum wr.wb. Di bulan puasa, puluhan juta perokok aktif berhasil tinggalkan rokok selama 12 jam. Rokok sudah jelas tidak sehat, bahkan membahayakan (bisa menimbulkan kanker). Tapi selain itu, sebuah penelitian di luar negeri pernah menemukan darah babi dalam filter rokok. Sayangnya, perusahaan rokok tidak mau membahas hal itu dan pemerintah (di mancanegara yang mayoritasnya Muslim) juga tidak mau membahasnya. Katanya, hal itu merupakan "rahasia" perusahaan. Dan perusahaan rokok juga tidak wajib cantumkan isi produk di bungkusan rokok. Anehnya, untuk produk konsumen yang lain, wajib! Jadi kita tidak bisa tahu tentang kondisi rokok yang dijual di sini. Filter rokok di Indonesia diimpor, dan salah satu penelitian di luar negeri menemukan darah babi dalam filter rokok.
Jadi puasa 12 jam = tinggalkan darah babi selama 12 jam. Dan setelah maghrib, kembali nikmati darah babi, dalam perjalanan ke masjid untuk beriman kepada Allah dengan shalat Tarawih. Umat Islam punya kewajiban untuk jaga diri dari yang haram, tapi sebuah negara penuh orang Muslim bisa sulit dapat kepastian status produk yang dibeli di sini, apakah halal atau haram. Uang yang bicara, dan hak konsumen tidak ada. Jadi… Selamat berpuasa (dari darah babi dalam filter rokok selama 12 jam)!
Wassalamu’alaikum wr.wb.
-Gene Netto
Ada Darah Babi di Filter Rokok
Arfi Bambani Amri, VIVAnews - Seorang peneliti di Australia melansir penelitian mengenai rokok yang diduga mengandung darah babi. Kandungan babi yang diharamkan umat Islam ini ditemukan di filter rokok. Profesor di bidang Kesehatan Publik, Universitas Sydney, Simon Chapman, menunjuk pada riset terbaru yang mengidentifikasi 185 penggunaan hemoglobin atau bagian darah babi, termasuk dalam pembuatan filter rokok. Penemuan ini, kata Chapman kepada News.com.au, bisa berdampak pada kelompok Islam dan Yahudi.
http://dunia.vivanews.com
Cigarettes may contain pig blood
http://www.news.com.au
Search This Blog
Labels
alam
(8)
amal
(45)
anak
(315)
anak yatim
(75)
bilingual
(21)
bisnis dan pelayanan
(6)
budaya
(8)
dakwah
(84)
dhuafa
(6)
for fun
(12)
Gene
(168)
guru
(68)
hadiths
(9)
halal-haram
(24)
Hoax dan Rekayasa
(32)
hukum
(57)
hukum islam
(51)
indonesia
(487)
islam
(541)
jakarta
(27)
kekerasan terhadap anak
(371)
kesehatan
(94)
Kisah Dakwah
(13)
Kisah Sedekah
(9)
konsultasi
(13)
kontroversi
(5)
korupsi
(22)
KPK
(12)
Kristen
(14)
lingkungan
(18)
mohon bantuan
(13)
muallaf
(49)
my books
(2)
orang tua
(11)
palestina
(33)
parenting
(2)
pemerintah
(99)
Pemilu 2009
(36)
pendidikan
(497)
pengumuman
(23)
perang
(9)
perbandingan agama
(12)
pernikahan
(11)
pesantren
(48)
politik
(111)
Politik Indonesia
(29)
Progam Sosial
(15)
puasa
(35)
renungan
(187)
Sejarah
(5)
sekolah
(94)
shalat
(11)
sosial
(281)
tanya-jawab
(15)
taubat
(6)
umum
(13)
Virus Corona
(24)
Popular Posts
-
Assalamu'alaikum wr.wb. Kemarin saya sibuk ketemu orang bule yang masuk Islam karena mau menikah dengan wanita Indonesia. Saya diberi...
-
[Pertanyaan]: 1) Saya mau nanya nih, saya pernah melakukan onani setelah berbuka puasa. Apakah puasa saya pd hari itu di terima? 2) Saya per...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Ada beberapa komentar di blog saya dari orang yang inginkan hukum syariah diterapkan dengan cepat, dan mereka kecew...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Orang sering berkomentar kepada saya, kok banyak orang bisa melakukan korupsi padahal mereka shalat dan puasa. Ka...
-
Pada saat saya jalan-jalan dengan teman, saya diajak makan es krim di Pisa Café, Menteng, lalu saya diberitahu bahwa sebagian dari es krim d...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Seperti biasa, ini kisah rekayasa, dengan menggunakan nama orang yang benar. Prof. Fidelma O'Leary mema...
-
Assalamu’alaikum wr.wb. Ada banyak guru yang setuju dengan kebiasaan memukul, menampar, menjewer, melempar barang, atau memberikan ...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Email yang menyatakan Sunita Williams menjadi Muslim adalah rekayasa dan sudah ada lebih dari satu versi...
-
[Pertanyaan]: Assalamualaikum pak ustad. Saya mau tanya nih. Malam ini saya minum bir bintang, apakah puasa saya besok dan seterusnya masih ...
-
Sumber: Era Muslim Assalamualikum wr. wb. Ustadz, ada teman saya non muslim menanyakan kenapa dalam Islam babi itu haram dimakan? ...
Showing posts with label puasa. Show all posts
Showing posts with label puasa. Show all posts
06 April, 2022
05 April, 2022
Puasa, Shalat, Dan Alkohol
[Pertanyaan]: Saya mau tanya kan nggak ada hubungannya antara malam dan siang hari masih puasa. Kalo setiap hari minum alkohol tapi shalat terus apakah shalatnya tetap diterima? Pak ustad bilang shalat tdk diterima 40 hari kalo minum alkohol. Dan setelah 40 hari apakah shalat diterima?
[Jawaban]: Assalamu’alaikum wr.wb. Yang dilakukan di malam hari tidak batalkan hal yang dilakukan di siang hari. Makan di waktu malam tidak membatalkan puasa di siang hari. Tapi kalau makan yang busuk di malam hari, maka bisa ada efek samping yang buruk pada waktu siang: diare dan muntah. Jadi kalau minum alkohol (yang haram) di malam hari, maka tidak ada hubungan langsung dengan puasa (yang wajib) di siang hari, tetapi ada efek samping yang buruk: Shalat ditolak selama 40 hari. Shalat masih WAJIB dikerjakan, tapi jangan berharap dapat pahala. Kalau berhenti minum alkohol, setelah 40 hari, shalatnya diterima kembali insya Allah. Dan shalat hanya ditolak 40 hari kalau belum bertaubat. Tetapi kalau bertaubat, insya Allah shalatnya diterima lagi, KARENA bertaubat.
Contohnya seperti orang yang menghina bosnya di malam hari. Dia tetap wajib absen di kantor jam 8 pagi, tapi jangan berharap dapat pujian dari bos. Tugas kantornya masih wajib dikerjakan, tapi kalau bosnya marah dan tidak mau diajak diskusi, jangan heran. Tetapi kalau dia MINTA MAAF kepada bosnya (bertaubat dan menyesal), insya Allah bosnya akan kembali baik hati. Shalat wajib, puasa wajib, tetapi alkohol haram. Yang haram dikerjakan, yang wajib juga dikerjakan. Lalu bertanya apa yang wajib masih diterima? Kalau anda berhenti melakukan yang haram, maka tidak perlu bertanya lagi.
Hidup di dunia ini tujuannya apa? Membuat Allah marah terus? Lalu setelah mati, dan hidup kembali di akhirat, mau tinggal di mana? Di Surga milik Allah? Tetapi selama di dunia malah sibuk membuat Allah marah? Kalau bos di kantor dibuat marah dan kesal terus, kenapa masih berharap akan dikasih kenaikan pangkat dan kenaikan gaji, dan fasilitas yang lengkap? Jadi orang yang minum alkohol harus berusaha sekuat mungkin untuk berhenti. Kalau ada alkohol di rumah, dibuang saja. Kalau terbiasa minum di kafe atau warung, jangan pergi ke sana lagi. Kalau ada teman yang sering ajak, hindari teman buruk itu yang merusak kehidupan anda. Cari teman baru, yang punya akhlak dan agama yang baik, yang bisa membantu anda masuk Surga.
53. Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu terputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(QS. Az-Zumar 39:53)
Masa lalu tidak penting. Anda bisa berubah hari ini, dan membuat Allah sangat bahagia. Anda harus posisikan Allah sebagai teman sejati yang selalu siap menolong anda. Bayangkan Allah seperti orang yang lebih kuat daripada presiden, yang mau dihubungi setiap hari, karena Dia sangat senang kalau ada orang yang minta tolong kepadanya. Kalau anda dikasih nomor HP presiden, dan disuruh telfon setiap hari, apa anda akan hubungi dia? Allah lebih mau ditelfon (diminta bantuan-Nya lewat doa kita) dibandingkan semua manusia! Kenapa anda yang malas hubungi Dia dan minta tolong, padahal Allah selalu siap menerima permintaan?
Diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Kebahagiaan Allah dengan taubat hamba-Nya lebih besar daripada kebahagiaan seseorang yang menemukan kembali untanya yang penuh dengan barang-barang setelah hilang di padang tandus." (HR. Bukhari No. 321, Muslim No. 6611)
Jangan banting dan injak HP (shalat) anda, yang merupakan jalur komunikasi antara manusia dengan Allah! Lebih baik kita pakai HP (shalat) itu dan rajin telfon Allah dan minta bantuan terus. Berusaha sekuat mungkin untuk tinggalkan yang haram, dan mohon bantuan Allah untuk menjadi orang yang lebih baik.
Semoga bermanfaat.
Wa billahi taufiq wal hidayah,
Wassalamu’alaikum wr.wb.
-Gene Netto
[Jawaban]: Assalamu’alaikum wr.wb. Yang dilakukan di malam hari tidak batalkan hal yang dilakukan di siang hari. Makan di waktu malam tidak membatalkan puasa di siang hari. Tapi kalau makan yang busuk di malam hari, maka bisa ada efek samping yang buruk pada waktu siang: diare dan muntah. Jadi kalau minum alkohol (yang haram) di malam hari, maka tidak ada hubungan langsung dengan puasa (yang wajib) di siang hari, tetapi ada efek samping yang buruk: Shalat ditolak selama 40 hari. Shalat masih WAJIB dikerjakan, tapi jangan berharap dapat pahala. Kalau berhenti minum alkohol, setelah 40 hari, shalatnya diterima kembali insya Allah. Dan shalat hanya ditolak 40 hari kalau belum bertaubat. Tetapi kalau bertaubat, insya Allah shalatnya diterima lagi, KARENA bertaubat.
Contohnya seperti orang yang menghina bosnya di malam hari. Dia tetap wajib absen di kantor jam 8 pagi, tapi jangan berharap dapat pujian dari bos. Tugas kantornya masih wajib dikerjakan, tapi kalau bosnya marah dan tidak mau diajak diskusi, jangan heran. Tetapi kalau dia MINTA MAAF kepada bosnya (bertaubat dan menyesal), insya Allah bosnya akan kembali baik hati. Shalat wajib, puasa wajib, tetapi alkohol haram. Yang haram dikerjakan, yang wajib juga dikerjakan. Lalu bertanya apa yang wajib masih diterima? Kalau anda berhenti melakukan yang haram, maka tidak perlu bertanya lagi.
Hidup di dunia ini tujuannya apa? Membuat Allah marah terus? Lalu setelah mati, dan hidup kembali di akhirat, mau tinggal di mana? Di Surga milik Allah? Tetapi selama di dunia malah sibuk membuat Allah marah? Kalau bos di kantor dibuat marah dan kesal terus, kenapa masih berharap akan dikasih kenaikan pangkat dan kenaikan gaji, dan fasilitas yang lengkap? Jadi orang yang minum alkohol harus berusaha sekuat mungkin untuk berhenti. Kalau ada alkohol di rumah, dibuang saja. Kalau terbiasa minum di kafe atau warung, jangan pergi ke sana lagi. Kalau ada teman yang sering ajak, hindari teman buruk itu yang merusak kehidupan anda. Cari teman baru, yang punya akhlak dan agama yang baik, yang bisa membantu anda masuk Surga.
53. Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu terputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(QS. Az-Zumar 39:53)
Masa lalu tidak penting. Anda bisa berubah hari ini, dan membuat Allah sangat bahagia. Anda harus posisikan Allah sebagai teman sejati yang selalu siap menolong anda. Bayangkan Allah seperti orang yang lebih kuat daripada presiden, yang mau dihubungi setiap hari, karena Dia sangat senang kalau ada orang yang minta tolong kepadanya. Kalau anda dikasih nomor HP presiden, dan disuruh telfon setiap hari, apa anda akan hubungi dia? Allah lebih mau ditelfon (diminta bantuan-Nya lewat doa kita) dibandingkan semua manusia! Kenapa anda yang malas hubungi Dia dan minta tolong, padahal Allah selalu siap menerima permintaan?
Diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Kebahagiaan Allah dengan taubat hamba-Nya lebih besar daripada kebahagiaan seseorang yang menemukan kembali untanya yang penuh dengan barang-barang setelah hilang di padang tandus." (HR. Bukhari No. 321, Muslim No. 6611)
Jangan banting dan injak HP (shalat) anda, yang merupakan jalur komunikasi antara manusia dengan Allah! Lebih baik kita pakai HP (shalat) itu dan rajin telfon Allah dan minta bantuan terus. Berusaha sekuat mungkin untuk tinggalkan yang haram, dan mohon bantuan Allah untuk menjadi orang yang lebih baik.
Semoga bermanfaat.
Wa billahi taufiq wal hidayah,
Wassalamu’alaikum wr.wb.
-Gene Netto
17 March, 2021
Fatwa MUI: Vaksinasi Covid-19 Tak Batalkan Puasa Ramadhan
Kompas.com - 17/03/2021, Penulis Dian Erika Nugraheny | Editor Diamanty Meiliana JAKARTA, KOMPAS.com - Majelis Ulama Indonesia menerbitkan fatwa Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 saat Berpuasa. Berdasarkan fatwa itu, vaksinasi yang dilakukan dengan penyuntikan vaksin tidak membatalkan puasa.
"Vaksinasi Covid-19 yang dilakukan dengan injeksi intramuskular tidak membatalkan puasa," ujar Ketua Komisi Bidang Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh. Adapun yang dimaksud injeksi intramuskular adalah injeksi yang dilakukan dengan cara menyuntikkan obat atau vaksin melalui otot.
https://nasional.kompas.com
11 May, 2020
Apa Narkoba Di Malam Hari Batalkan Pahala Puasa?
[Pertanyaan]: Assalamualaikum wr wb. selamat pagi pak ustad. saya td malam abis nyabu pak ustad. setelah buka puasa... dan hari ini saya berpuasa... apakah berkurangnya nilai puasa dan apakah sholat saya juga tidak diterima selama 40 hari.... ? mohon penjelasaanya pak ustad.
[Jawaban]: Wa ‘alaikum salam wr.wb. Ulama menilai narkoba sama dgn alkohol (karena tujuan dan efeknya sama). Makan dan minum (konsumsi sesuatu yg halal) di malam hari tidak ada hubungan langsung dgn puasa di siang hari. Tapi bisa ada hubungan karena Allah tidak butuh (mungkin tidak terima) puasa kita KALAU kita tidak tinggalkan perbuatan yang buruk.
Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang tidak meninggalkan kata-kata dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak memerlukan ia meninggalkan makan dan minumnya." (HR. Bukhari)
Anda sudah tahu bahwa pakai narkoba adalah suatu dosa, betul? Jadi anda ingin berdosa sekali di malam hari, tetapi sangat menjaga ibadah puasa di siang hari? Apa itu yang terbaik yg bisa dilakukan utk Allah? Kalau pakai narkoba atau minum alkohol, shalat tidak diterima oleh Allah selama 40 hari.
Dari Ibnu Umar ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang minum khamar [alkohol, dan narkoba], tidak diterima shalatnya 40 hari. Siapa yang bertaubat, maka Allah memberinya taubat untuknya. Namun bila kembali lagi, maka hak Allah untuk memberinya minum dari Sungai Khabal." Seseorang bertanya, "Apakah Sungai Khabal itu?" Beliau menjawab, "Nanahnya penduduk neraka." (HR. Ahmad)
Coba berpikir begini: Ibadah kita seperti seorang anak yang perlu dijaga terus. Anak butuh air dan makanan, dan kalau hanya dikasih air saja, akan mati. Jadi sikap anda terhadap ibadah ibaratnya seorang bapak yang rajin kasih air kepada anak, tapi tidak peduli pada makanan. Puasa penting, tapi shalat tidak penting (ditolak setelah pakai narkoba). Anak bisa mati tanpa makanan, dan ibadah anda juga bisa "mati", alias menjadi sia-sia dan tidak punya nilai di sisi Allah.
Coba merenung, dan berpikir apa anda ingin masuk surga atau tidak. Tujuan hidup di bumi ini adalah utk beriman kepada Allah dan berusaha masuk surga, betul? Di saat ini, kita sedang diuji. Anda sedang beli tiket masuk surga (dengan lakukan puasa), sambil juga sobek2 tiket masuk surga (saat shalat ditolak karena pakai narkoba). Apa mau hidup seperti itu terus? Coba sekuat mungkin tinggalkan narkoba. Berdoa terus, mohon bantuan Allah, tinggalkan teman lama yang ajak narkoba, cari teman baru yang beragama dengan baik, minta bantuan kepada teman dan keluarga untuk selamatkan anda, dan belajar tentang taubat. Pakai narkoba adalah pilihan. Shalat dan puasa adalah kewajiban. Kalau pilihan anda ganggu kewajiban, anda harus gantikan pilihan anda! Semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto
[Jawaban]: Wa ‘alaikum salam wr.wb. Ulama menilai narkoba sama dgn alkohol (karena tujuan dan efeknya sama). Makan dan minum (konsumsi sesuatu yg halal) di malam hari tidak ada hubungan langsung dgn puasa di siang hari. Tapi bisa ada hubungan karena Allah tidak butuh (mungkin tidak terima) puasa kita KALAU kita tidak tinggalkan perbuatan yang buruk.
Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang tidak meninggalkan kata-kata dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak memerlukan ia meninggalkan makan dan minumnya." (HR. Bukhari)
Anda sudah tahu bahwa pakai narkoba adalah suatu dosa, betul? Jadi anda ingin berdosa sekali di malam hari, tetapi sangat menjaga ibadah puasa di siang hari? Apa itu yang terbaik yg bisa dilakukan utk Allah? Kalau pakai narkoba atau minum alkohol, shalat tidak diterima oleh Allah selama 40 hari.
Dari Ibnu Umar ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang minum khamar [alkohol, dan narkoba], tidak diterima shalatnya 40 hari. Siapa yang bertaubat, maka Allah memberinya taubat untuknya. Namun bila kembali lagi, maka hak Allah untuk memberinya minum dari Sungai Khabal." Seseorang bertanya, "Apakah Sungai Khabal itu?" Beliau menjawab, "Nanahnya penduduk neraka." (HR. Ahmad)
Coba berpikir begini: Ibadah kita seperti seorang anak yang perlu dijaga terus. Anak butuh air dan makanan, dan kalau hanya dikasih air saja, akan mati. Jadi sikap anda terhadap ibadah ibaratnya seorang bapak yang rajin kasih air kepada anak, tapi tidak peduli pada makanan. Puasa penting, tapi shalat tidak penting (ditolak setelah pakai narkoba). Anak bisa mati tanpa makanan, dan ibadah anda juga bisa "mati", alias menjadi sia-sia dan tidak punya nilai di sisi Allah.
Coba merenung, dan berpikir apa anda ingin masuk surga atau tidak. Tujuan hidup di bumi ini adalah utk beriman kepada Allah dan berusaha masuk surga, betul? Di saat ini, kita sedang diuji. Anda sedang beli tiket masuk surga (dengan lakukan puasa), sambil juga sobek2 tiket masuk surga (saat shalat ditolak karena pakai narkoba). Apa mau hidup seperti itu terus? Coba sekuat mungkin tinggalkan narkoba. Berdoa terus, mohon bantuan Allah, tinggalkan teman lama yang ajak narkoba, cari teman baru yang beragama dengan baik, minta bantuan kepada teman dan keluarga untuk selamatkan anda, dan belajar tentang taubat. Pakai narkoba adalah pilihan. Shalat dan puasa adalah kewajiban. Kalau pilihan anda ganggu kewajiban, anda harus gantikan pilihan anda! Semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto
29 April, 2020
Apa Onani Di Malam Hari Hapus Pahala Puasa?
[Pertanyaan]: Assalamu'alaikum, pak ustadz, saya onani di waktu malam hari tetapi sesudah itu saya langsung mandi wajib karena mau sahur dan shalat subuh. Apakah pahala puasa saya di hari sebelumnya akan dihapus?
[Jawaban]: Wa‘alaikumsalam wr.wb., Coba dipahami bahwa 95% dari semua anak remaja laki2 di seluruh dunia melakukan onani (masturbasi) selama beberapa tahun sampai menjadi dewasa. Yang berikan nafsu itu juga Allah, betul? Artinya, sebelum anda diciptakan, Allah sudah tahu anda akan melakukan onani. Ada banyak pemuda lain yang nonton film porno di siang hari dan onani sampai puasanya batal. Ada yang berzina. Jadi kalau hal yang "paling buruk" yang anda lakukan adalah onani di malam hari, kondisi anda tidak begitu buruk, dan bahkan sangat normal untuk pemuda laki-laki.
Yang tahu jumlahnya pahala puasa dan jumlah dosanya onani hanya Allah. Yang jelas, tidak ada hadits yang mengatakan, "Anak remaja yang onani akan masuk neraka!" Artinya, jangan menjadikan hal itu suatu perkara yang besar. Hindari sebanyak mungkin, dan kalau merasa tidak tahan, lebih baik anda lakukan di malam hari daripada di siang hari yang akan batalkan puasa.
Jangan berpikir, "Apa semua pahala puasa saya hilang?" karena tidak ada manusia yang tahu. Dan insya Allah pahalanya puasa tidak akan hilang begitu saja. Coba berpikir sebaliknya. Setelah onani di malam hari, dengan puasa besok, seluruh dosanya dihapus! Allah adalah Tuhan Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Jadi coba merasa tenang!
53. Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. Az-Zumar 39:53)
Berusaha untuk menjadi anak saleh, memperbanyak semua ibadah, dan fokus pada puasa di siang hari. Jaga hati, jaga mulut, dan jaga sikap. Berbaik hati sama orang lain, bantu orang tua, bersedekah, hindari semua dosa besar, dan tidak perlu menjadikan onani di malam hari sebagai beban hati. Insya Allah dengan banyak ibadah, pahalanya akan banyak juga dan dosa cepat terhapus. Kl takut berdosa, itu bagus, tapi tidak ada manusia yang hidup tanpa dosa. Jadi fokus pada yang baik, dan yakinlah bahwa Allah akan berikan pahala yang banyak kepada anda. Semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto
[Jawaban]: Wa‘alaikumsalam wr.wb., Coba dipahami bahwa 95% dari semua anak remaja laki2 di seluruh dunia melakukan onani (masturbasi) selama beberapa tahun sampai menjadi dewasa. Yang berikan nafsu itu juga Allah, betul? Artinya, sebelum anda diciptakan, Allah sudah tahu anda akan melakukan onani. Ada banyak pemuda lain yang nonton film porno di siang hari dan onani sampai puasanya batal. Ada yang berzina. Jadi kalau hal yang "paling buruk" yang anda lakukan adalah onani di malam hari, kondisi anda tidak begitu buruk, dan bahkan sangat normal untuk pemuda laki-laki.
Yang tahu jumlahnya pahala puasa dan jumlah dosanya onani hanya Allah. Yang jelas, tidak ada hadits yang mengatakan, "Anak remaja yang onani akan masuk neraka!" Artinya, jangan menjadikan hal itu suatu perkara yang besar. Hindari sebanyak mungkin, dan kalau merasa tidak tahan, lebih baik anda lakukan di malam hari daripada di siang hari yang akan batalkan puasa.
Jangan berpikir, "Apa semua pahala puasa saya hilang?" karena tidak ada manusia yang tahu. Dan insya Allah pahalanya puasa tidak akan hilang begitu saja. Coba berpikir sebaliknya. Setelah onani di malam hari, dengan puasa besok, seluruh dosanya dihapus! Allah adalah Tuhan Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Jadi coba merasa tenang!
53. Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. Az-Zumar 39:53)
Berusaha untuk menjadi anak saleh, memperbanyak semua ibadah, dan fokus pada puasa di siang hari. Jaga hati, jaga mulut, dan jaga sikap. Berbaik hati sama orang lain, bantu orang tua, bersedekah, hindari semua dosa besar, dan tidak perlu menjadikan onani di malam hari sebagai beban hati. Insya Allah dengan banyak ibadah, pahalanya akan banyak juga dan dosa cepat terhapus. Kl takut berdosa, itu bagus, tapi tidak ada manusia yang hidup tanpa dosa. Jadi fokus pada yang baik, dan yakinlah bahwa Allah akan berikan pahala yang banyak kepada anda. Semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto
Isap Ganja Di Bulan Puasa
Pertanyaan: Assalamualaikum, Saya mudah tergoda pak ustadz, berniat untuk tidak melakukan maksiat ini (ganja) di bulan puasa. Tapi digoda oleh teman, dan akhirnya saya hisap. Setelah itu saya tidak mandi junub langsung sahur dan niat puasa. Bagaimana dgn memperbaikinya? Apa bisa mandi setelah subuh / sekitar jam 9an?
Jawaban: Wa‘alaikumsalam wr.wb. Isap ganja setara dengan minum alkohol (semua narkoba sama), karena membuat pemakainya “mabuk”. Tidak ada hubungan dengan mandi wajib (junub). Mandi wajib itu bagi orang dalam kondisi “junub” karena sperma keluar, haid, dsb. Kl sudah selesai isap ganja sebelum waktu subuh, maka itu menjadi dosa di malam hari, dan bukan hal yang batalkan puasa, kecuali dilakukan di siang hari juga. Tapi isap ganja menjadi dosa yang serius, sama seperti semua narkoba, alkohol, dll. yang bisa hapus pahala puasa. Jadi anda mungkin hanya dapatkan lapar dan haus tanpa pahala.
Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan bohong dan ia masih melakukannya, maka Allah Ta’ala tidak mempedulikan baginya meninggalkan makan dan minumnya (di siang hari).” (HR. Bukhari dan Abu Daud)
Dari hadiths ini jelas bahwa perkataan (dan perbuatan) yang buruk adalah hal yang bisa membuat puasa bisa menjadi percuma. Berbohong saja bisa membuat puasa sia-sia (tidak dapat pahala). Apalagi melakukan dosa lebih besar dari itu. Sebagai perumpamaan, bagaimana kl anda pukul muka ibu anda sekeras mungkin, lalu usap kepalanya dengan kasih sayang? Ibu menjadi senang atau marah? Bagaimana bisa kejam dan sayang kepada ibu pada saat yg sama? Itu yang anda lakukan terhadap Allah. Isap ganja karena TIDAK PEDULI pada Allah, lalu puasa karena PEDULI pada Allah. Apa masuk akal?
Coba tinggalkan kebiasaan isap ganja itu, dan jangan dilakukan di bulan puasa. Berusaha utk tinggalkan secara total. Jangan dekati teman2 buruk yang selalu tawarkan ganja. Cari teman yang lain, dan cari kegiatan yang lain. Semoga Allah memberikan kemudahan kepada anda utk memperbaiki diri. Amin.
Wassalamu’alaikum wr.wb.
Gene Netto
Jawaban: Wa‘alaikumsalam wr.wb. Isap ganja setara dengan minum alkohol (semua narkoba sama), karena membuat pemakainya “mabuk”. Tidak ada hubungan dengan mandi wajib (junub). Mandi wajib itu bagi orang dalam kondisi “junub” karena sperma keluar, haid, dsb. Kl sudah selesai isap ganja sebelum waktu subuh, maka itu menjadi dosa di malam hari, dan bukan hal yang batalkan puasa, kecuali dilakukan di siang hari juga. Tapi isap ganja menjadi dosa yang serius, sama seperti semua narkoba, alkohol, dll. yang bisa hapus pahala puasa. Jadi anda mungkin hanya dapatkan lapar dan haus tanpa pahala.
Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan bohong dan ia masih melakukannya, maka Allah Ta’ala tidak mempedulikan baginya meninggalkan makan dan minumnya (di siang hari).” (HR. Bukhari dan Abu Daud)
Dari hadiths ini jelas bahwa perkataan (dan perbuatan) yang buruk adalah hal yang bisa membuat puasa bisa menjadi percuma. Berbohong saja bisa membuat puasa sia-sia (tidak dapat pahala). Apalagi melakukan dosa lebih besar dari itu. Sebagai perumpamaan, bagaimana kl anda pukul muka ibu anda sekeras mungkin, lalu usap kepalanya dengan kasih sayang? Ibu menjadi senang atau marah? Bagaimana bisa kejam dan sayang kepada ibu pada saat yg sama? Itu yang anda lakukan terhadap Allah. Isap ganja karena TIDAK PEDULI pada Allah, lalu puasa karena PEDULI pada Allah. Apa masuk akal?
Coba tinggalkan kebiasaan isap ganja itu, dan jangan dilakukan di bulan puasa. Berusaha utk tinggalkan secara total. Jangan dekati teman2 buruk yang selalu tawarkan ganja. Cari teman yang lain, dan cari kegiatan yang lain. Semoga Allah memberikan kemudahan kepada anda utk memperbaiki diri. Amin.
Wassalamu’alaikum wr.wb.
Gene Netto
03 June, 2019
Viral Anak-anak Yatim Belanja Baju Lebaran hingga Bikin Karyawan Toko Nangis
Jumat, 31 Mei 2019 Penulis: Daryono, Editor: Siti Nurjannah Wulandari
TRIBUNNEWS.COM - Beberapa hal ini viral cerita mengharukan tentang anak-anak yatim yang diajak berbelanja baju dan sepatu untuk Lebaran 2019. Cerita anak-anak yatim itu mengharukan lantaran sampai membuat salah seorang karyawan toko, tempat anak-anak yatim berbelanja, menangis. Menurut cerita yang beredar, wanita karyawan toko itu menangis karena tidak tahan melihat ekpresi anak-anak yatim saat melihat barang-barang yang dijual. Hal ini karena anak-anak yatim itu takut memegang dan saat disuruh memilih baju atau sepatu justru bingung.
Berikut ini, ada beberapa kejadian dan fakta tentang adek2 yatim yang berpartisipasi pada kegiatan belanja baju lebaran:
1. Ada yg baru pertama kali masuk mall
2. Ada yg baru pertama kali naik eskalator
3. Ada yg baru pertama kali naik mobil
4. Ada yg tegang masuk mall sampai muntah2
5. Ada yg tidak bisa tidur semalaman karena bingung mau belanja
6. Ada yg bingung melihat baju yg sangat banyak, bingung mau memilih yg mana karena selama ini mereka Tidak Bisa Memilih
7. Beberapa Karyawati Matahari Dept Store menangis terharu melihat Anak Yatim gembira dalam belanja baju Lebaran
8. Ada yg baru pertama mengalami memakai sepatu tetapi dibantu dipasangkan oleh orang lain (Karyawati Matahari Dept Store dan para relawan)
9. Ada yang diajak keliling muter2 liat sweater dan baju2 yg gaul, tapi adeknya nolak dan maunya gamis. Karena dia dari dulu endak punya gamis.
10. Ada yg tidak pernah makan KFC, sehingga sangat gembira karena mendapatkan bingkisan paket makanan dari KFC.
11. Ada yg minta izin beli baju 2, soalnya ada temen nya dirumah yg ndak ikut, mau dibagiin katanya.
[Baca selengkapnya]
http://www.tribunnews.com
Lihat foto dan video di sini:
https://www.instagram.com/majelisanakindonesia
TRIBUNNEWS.COM - Beberapa hal ini viral cerita mengharukan tentang anak-anak yatim yang diajak berbelanja baju dan sepatu untuk Lebaran 2019. Cerita anak-anak yatim itu mengharukan lantaran sampai membuat salah seorang karyawan toko, tempat anak-anak yatim berbelanja, menangis. Menurut cerita yang beredar, wanita karyawan toko itu menangis karena tidak tahan melihat ekpresi anak-anak yatim saat melihat barang-barang yang dijual. Hal ini karena anak-anak yatim itu takut memegang dan saat disuruh memilih baju atau sepatu justru bingung.
Berikut ini, ada beberapa kejadian dan fakta tentang adek2 yatim yang berpartisipasi pada kegiatan belanja baju lebaran:
1. Ada yg baru pertama kali masuk mall
2. Ada yg baru pertama kali naik eskalator
3. Ada yg baru pertama kali naik mobil
4. Ada yg tegang masuk mall sampai muntah2
5. Ada yg tidak bisa tidur semalaman karena bingung mau belanja
6. Ada yg bingung melihat baju yg sangat banyak, bingung mau memilih yg mana karena selama ini mereka Tidak Bisa Memilih
7. Beberapa Karyawati Matahari Dept Store menangis terharu melihat Anak Yatim gembira dalam belanja baju Lebaran
8. Ada yg baru pertama mengalami memakai sepatu tetapi dibantu dipasangkan oleh orang lain (Karyawati Matahari Dept Store dan para relawan)
9. Ada yang diajak keliling muter2 liat sweater dan baju2 yg gaul, tapi adeknya nolak dan maunya gamis. Karena dia dari dulu endak punya gamis.
10. Ada yg tidak pernah makan KFC, sehingga sangat gembira karena mendapatkan bingkisan paket makanan dari KFC.
11. Ada yg minta izin beli baju 2, soalnya ada temen nya dirumah yg ndak ikut, mau dibagiin katanya.
[Baca selengkapnya]
http://www.tribunnews.com
Lihat foto dan video di sini:
https://www.instagram.com/majelisanakindonesia
13 May, 2019
Apa Puasa Masih Diterima Kalau Minum Alkohol Di Malam Hari?
[Pertanyaan]: Assalamualaikum pak ustad. Saya mau tanya nih. Malam ini saya minum bir bintang, apakah puasa saya besok dan seterusnya masih diterima oleh Allah SWT?
[Jawaban]: Wa ‘alaikum salam wr.wb. Kalau anda memenuhi syarat2 sahnya puasa (tidak makan, minum, merokok dsb. dari subuh sampai maghrib), insya Allah puasa bisa diterima di sisi Allah. Yang dilakukan di malam hari tidak ada hubungan dgn puasa. TETAPI, dgn minum bir (atau pakai narkoba) di malam hari, shalat anda tidak akan diterima selama 40 hari, walaupun masih wajib dikerjakan. Pahala untuk shalat nol, tetapi anda hanya mau memikirkan puasa. Apakah itu bagus?
Dari Ibnu Umar ra. bahwa Nabi SAW bersabda, "Orang yang minum khamar [alkohol, dan narkoba juga], tidak diterima shalatnya 40 hari. Siapa yang bertaubat, maka Allah memberinya taubat untuknya. Namun bila kembali lagi, maka hak Allah untuk memberinya minum dari Sungai Khabal." Seseorang bertanya, "Apakah Sungai Khabal itu?" Beliau menjawab, "Nanahnya penduduk neraka." (HR. Ahmad)
Coba berpikir: Anda mau naik pesawat ke Amerika. Baru masuk pesawat, dan pilot bilang “Maaf, mesin sebelah kanan rusak, dan mungkin meledak nanti, tapi syukurnya, mesin sebelah kiri oke! Kalau penumpang merasa was-was, silahkan keluar sekarang!” Bagaimana? Takut? Mau buru-buru keluar? Atau tetap terbang, karena hanya satu mesin yang penting, dan tidak perlu peduli pada yang lain?
Anda bersikap seperti itu dgn ibadah anda. Minum bir, shalat ditolak 40 hari, tapi anda cuek saja, dan masih ingin berpuasa, dan berharap puasanya diterima, tapi tidak peduli kl shalat ditolak. Di pesawat itu, ada DUA mesin dan sayap, karena SATU TIDAK CUKUP. Dan ibadah kita sama, shalat dan puasa sama-sama wajib, jadi berpuasa saja tidak cukup. Shalat juga wajib dan dibutuhkan oleh kita.
Semoga puasa anda diterima. Dan kl ingin shalat anda diterima, anda harus berhenti minum alkohol (atau berhenti pakai narkoba), dan bertaubat kepada Allah. Kalau anda ingin abaikan shalat (yang merupakan ibadah wajib nomor satu, yang anda anggap tidak penting), dan hanya mau pikirkan puasa (ibadah wajib nomor dua, yang anda anggap penting sekali), apa anda berharap bisa selamat di akhirat? Itulah tujuan hidup kita: Selamat di akhirat, betul? Coba buktikan dulu bisa selamat di dunia, dgn cara terbang ke Amerika dalam pesawat yg hanya punya satu mesin yang bagus dan yang lain kebakaran. APAKAH MAU? Atau takut?
Kalau takut terbang dalam kondisi itu, seharusnya juga takut abaikan shalat sebagai ibadah wajib, dan hanya utamakan puasa. Tidak cukup. Shalat dan puasa sama-sama dibutuhkan. Jangan memikirkan satu saja. Semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum wr.wb.
- Gene Netto
[Jawaban]: Wa ‘alaikum salam wr.wb. Kalau anda memenuhi syarat2 sahnya puasa (tidak makan, minum, merokok dsb. dari subuh sampai maghrib), insya Allah puasa bisa diterima di sisi Allah. Yang dilakukan di malam hari tidak ada hubungan dgn puasa. TETAPI, dgn minum bir (atau pakai narkoba) di malam hari, shalat anda tidak akan diterima selama 40 hari, walaupun masih wajib dikerjakan. Pahala untuk shalat nol, tetapi anda hanya mau memikirkan puasa. Apakah itu bagus?
Dari Ibnu Umar ra. bahwa Nabi SAW bersabda, "Orang yang minum khamar [alkohol, dan narkoba juga], tidak diterima shalatnya 40 hari. Siapa yang bertaubat, maka Allah memberinya taubat untuknya. Namun bila kembali lagi, maka hak Allah untuk memberinya minum dari Sungai Khabal." Seseorang bertanya, "Apakah Sungai Khabal itu?" Beliau menjawab, "Nanahnya penduduk neraka." (HR. Ahmad)
Coba berpikir: Anda mau naik pesawat ke Amerika. Baru masuk pesawat, dan pilot bilang “Maaf, mesin sebelah kanan rusak, dan mungkin meledak nanti, tapi syukurnya, mesin sebelah kiri oke! Kalau penumpang merasa was-was, silahkan keluar sekarang!” Bagaimana? Takut? Mau buru-buru keluar? Atau tetap terbang, karena hanya satu mesin yang penting, dan tidak perlu peduli pada yang lain?
Anda bersikap seperti itu dgn ibadah anda. Minum bir, shalat ditolak 40 hari, tapi anda cuek saja, dan masih ingin berpuasa, dan berharap puasanya diterima, tapi tidak peduli kl shalat ditolak. Di pesawat itu, ada DUA mesin dan sayap, karena SATU TIDAK CUKUP. Dan ibadah kita sama, shalat dan puasa sama-sama wajib, jadi berpuasa saja tidak cukup. Shalat juga wajib dan dibutuhkan oleh kita.
Semoga puasa anda diterima. Dan kl ingin shalat anda diterima, anda harus berhenti minum alkohol (atau berhenti pakai narkoba), dan bertaubat kepada Allah. Kalau anda ingin abaikan shalat (yang merupakan ibadah wajib nomor satu, yang anda anggap tidak penting), dan hanya mau pikirkan puasa (ibadah wajib nomor dua, yang anda anggap penting sekali), apa anda berharap bisa selamat di akhirat? Itulah tujuan hidup kita: Selamat di akhirat, betul? Coba buktikan dulu bisa selamat di dunia, dgn cara terbang ke Amerika dalam pesawat yg hanya punya satu mesin yang bagus dan yang lain kebakaran. APAKAH MAU? Atau takut?
Kalau takut terbang dalam kondisi itu, seharusnya juga takut abaikan shalat sebagai ibadah wajib, dan hanya utamakan puasa. Tidak cukup. Shalat dan puasa sama-sama dibutuhkan. Jangan memikirkan satu saja. Semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum wr.wb.
- Gene Netto
03 June, 2017
Mabuk Di Malam Hari, Apa Puasa Masih Dapat Pahala?
[Pertanyaan]: asalamualaikum.. saya mau bertanya: malamnya saya mabok lalu siangnya puasa. puasanya kan tidak dapat pahala ..lalu besok nya puasa lagi apakah puasa nya masih tidak dapat pahala.. mohon dijawab pak terima kasih
[Jawaban]: Wa'alaikumsalam wr.wb. Yang tahu ada pahala atau tidak, hanya Allah. Hukum puasa adalah wajib, sama seperti shalat 5 waktu. Jadi kalau bisa berpuasa, anda harus berpuasa. Tetapi dengan minum alkohol, ada risiko shalat anda tidak diterima selama 40 hari (berdasarkan hadits). Jadi mungkin saja anda dapat pahala dari puasa, atau mungkin tidak dapat (hanya ada lapar dan haus saja), dan juga dapat dosa dari minum alkohol, dan tidak dapat pahala dari shalat (karena ditolak oleh Allah selama 40 hari).
Tetapi perlu dipahami bahwa semua itu bisa berubah secara langsung kalau anda bertaubat! Lakukan shalat taubat 2 raka'at kapan saja, lalu duduk dan berdzikir. Istighfar terus dengan membaca: "Astaghfirullah al Adzim" (Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung) sebanyak mungkin dan merenung tentang perbuatan anda. Berdoa kepada Allah dalam bahasa Indonesia. Jelaskan perasaan dan penyesalan anda, dan mohon bantuan Allah untuk hindari alkohol dan dosa lain di masa depan.
Coba berpikir tentang kenapa anda mau minum alkohol terus, lalu kehilangan pahala dari shalat, tapi malah peduli pada pahala dari puasa? Ibaratnya mobil, anda sangat perhatikan ban sebelah kiri, dan cuek saja kalau ban sebelah kanan bocor dan kempes. Kenapa hanya peduli pada satu sisi saja? Dua-duanya penting, shalat dan puasa, bukan salah satunya.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Segala amal kebajikan anak Adam itu dilipat-gandakan pahalanya kepada sepuluh hinggalah ke 700 kali ganda. Allah berfirman: 'Kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu adalah untuk-Ku dan Aku memberikan balasan (pahala) kepadanya, (karena) dia (orang yang berpuasa) telah meninggalkan syahwat dan makan minumnya karena Aku." (HR. Muslim)
Coba introspeksi dan berusaha untuk memperbaiki diri. Hindari teman-teman yang ajak anda menjadi mabuk. Cari teman baru, di tempat baru, yang akan ajak anda beribadah, dan membantu anda mendekatkan diri kepada Allah. Kalau sudah merasa dekat dengan Allah, dan merasa doa anda cepat dikabulkan terus, insya Allah anda tidak akan peduli pada alkohol lagi, karena persahabatan anda dengan Allah akan menjadi solusi terhadap semua masalah dalam kehidupan anda, dan akan terasa Allah selalu hadir untuk menolong anda.
Kalau anda dikasih nomor telfon presiden, dan boleh telfon kapan saja, minta apa saja, dan kalau baik dan bermanfaat, anda akan dikasih, atau dikasih yang serupa, masa anda akan menolak? Tetapi ada syarat: Dilarang minum alkohol. Tetapi dengan tinggalkan alkohol, anda bisa dapat pertolongan dari orang yang paling berkuasa di negara ini. Mau berusaha? Saya yakin anda mau. Allah SWT lebih berkuasa dari semua pemimpin negara yang pernah ada. Dan anda sudah dikasih “nomor telfon Allah” sejak kecil. Anda saja yang malas menggunakannya, padahal bebas.
Silahkan “telfon Allah” sekarang juga. Caranya, berdoa dalam bahasa Indonesia, dan yakin bahwa Allah selalu dengar. Dan apa saja yang diminta, kalau baik, Allah bisa kasih. Dan kalau hubungan anda dengan Allah makin dekat, makin mungkin permintaan anda akan dipenuhi. Tetapi ada syarat: Dilarang minum alkohol. Apa ruginya kalau dicoba dulu? Mulai berdoa sekarang. Dan mohon bantuan Allah untuk tinggalkan alkohol untuk selama-lamanya. Dan Allah bisa penuhi permintaan itu dengan sangat mudah. Coba saja. Dan siap-siap menjadi “sahabat Allah”, lalu dikasih kehidupan penuh dengan rahmat, mulai hari ini!
Semoga bermanfaat.
Wa billahi taufiq wal hidayah,
Wassalamu'alaikum wr.wb.
-Gene Netto
[Jawaban]: Wa'alaikumsalam wr.wb. Yang tahu ada pahala atau tidak, hanya Allah. Hukum puasa adalah wajib, sama seperti shalat 5 waktu. Jadi kalau bisa berpuasa, anda harus berpuasa. Tetapi dengan minum alkohol, ada risiko shalat anda tidak diterima selama 40 hari (berdasarkan hadits). Jadi mungkin saja anda dapat pahala dari puasa, atau mungkin tidak dapat (hanya ada lapar dan haus saja), dan juga dapat dosa dari minum alkohol, dan tidak dapat pahala dari shalat (karena ditolak oleh Allah selama 40 hari).
Tetapi perlu dipahami bahwa semua itu bisa berubah secara langsung kalau anda bertaubat! Lakukan shalat taubat 2 raka'at kapan saja, lalu duduk dan berdzikir. Istighfar terus dengan membaca: "Astaghfirullah al Adzim" (Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung) sebanyak mungkin dan merenung tentang perbuatan anda. Berdoa kepada Allah dalam bahasa Indonesia. Jelaskan perasaan dan penyesalan anda, dan mohon bantuan Allah untuk hindari alkohol dan dosa lain di masa depan.
Coba berpikir tentang kenapa anda mau minum alkohol terus, lalu kehilangan pahala dari shalat, tapi malah peduli pada pahala dari puasa? Ibaratnya mobil, anda sangat perhatikan ban sebelah kiri, dan cuek saja kalau ban sebelah kanan bocor dan kempes. Kenapa hanya peduli pada satu sisi saja? Dua-duanya penting, shalat dan puasa, bukan salah satunya.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Segala amal kebajikan anak Adam itu dilipat-gandakan pahalanya kepada sepuluh hinggalah ke 700 kali ganda. Allah berfirman: 'Kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu adalah untuk-Ku dan Aku memberikan balasan (pahala) kepadanya, (karena) dia (orang yang berpuasa) telah meninggalkan syahwat dan makan minumnya karena Aku." (HR. Muslim)
Coba introspeksi dan berusaha untuk memperbaiki diri. Hindari teman-teman yang ajak anda menjadi mabuk. Cari teman baru, di tempat baru, yang akan ajak anda beribadah, dan membantu anda mendekatkan diri kepada Allah. Kalau sudah merasa dekat dengan Allah, dan merasa doa anda cepat dikabulkan terus, insya Allah anda tidak akan peduli pada alkohol lagi, karena persahabatan anda dengan Allah akan menjadi solusi terhadap semua masalah dalam kehidupan anda, dan akan terasa Allah selalu hadir untuk menolong anda.
Kalau anda dikasih nomor telfon presiden, dan boleh telfon kapan saja, minta apa saja, dan kalau baik dan bermanfaat, anda akan dikasih, atau dikasih yang serupa, masa anda akan menolak? Tetapi ada syarat: Dilarang minum alkohol. Tetapi dengan tinggalkan alkohol, anda bisa dapat pertolongan dari orang yang paling berkuasa di negara ini. Mau berusaha? Saya yakin anda mau. Allah SWT lebih berkuasa dari semua pemimpin negara yang pernah ada. Dan anda sudah dikasih “nomor telfon Allah” sejak kecil. Anda saja yang malas menggunakannya, padahal bebas.
Silahkan “telfon Allah” sekarang juga. Caranya, berdoa dalam bahasa Indonesia, dan yakin bahwa Allah selalu dengar. Dan apa saja yang diminta, kalau baik, Allah bisa kasih. Dan kalau hubungan anda dengan Allah makin dekat, makin mungkin permintaan anda akan dipenuhi. Tetapi ada syarat: Dilarang minum alkohol. Apa ruginya kalau dicoba dulu? Mulai berdoa sekarang. Dan mohon bantuan Allah untuk tinggalkan alkohol untuk selama-lamanya. Dan Allah bisa penuhi permintaan itu dengan sangat mudah. Coba saja. Dan siap-siap menjadi “sahabat Allah”, lalu dikasih kehidupan penuh dengan rahmat, mulai hari ini!
Semoga bermanfaat.
Wa billahi taufiq wal hidayah,
Wassalamu'alaikum wr.wb.
-Gene Netto
Apa Puasa Sah Kl Minum Alkohol Di Malam Hari?
[Pertanyaan]: Assalamualaikum wr. Wb, Sore
pa ustad saya mau tanya, saya kerja dihiburan malam waktu puasa. Jika saya
minum alkohol di malam hari tapi saya ingin puasa apakah puasa saya
diterima/tidak? Dan apakah saya harus menjalani mandi besar dulu? Mohon dijawab
ya paa, trims
[Jawaban]: Wa ‘alaikum salam wr.wb., Kalau
minum alkohol (atau pakai narkoba) di malam hari, maka tidak ada hubungan
langsung dgn puasa di siang hari. Itu dua hal yang terpisah. Jadi apa yang
dimakan dan diminum di malam hari tidak ada hubungan dgn puasa. Mandi wajib/
besar tidak perlu. Anda sudah tahu bahwa minum alkohol adalah suatu dosa,
betul? Jadi anda ingin berdosa di malam hari, dan jaga puasa di siang hari? Apa
itu yang terbaik yg bisa dilakukan utk Allah?
Apa Narkoba Di Malam Hari Batalkan Pahala Puasa?
[Pertanyaan]: Assalamualaikum wr wb. selamat pagi pak ustad. saya td malam abis nyabu pak ustad. setelah buka puasa... dan hari ini saya berpuasa... apakah berkurangnya nilai puasa dan apakah sholat saya juga tidak diterima selama 40 hari.... ? mohon penjelasaanya pak ustad.
[Jawaban]: Wa ‘alaikum salam wr.wb. Ulama menilai narkoba sama dgn alkohol (karena tujuan dan efeknya sama). Makan dan minum (konsumsi sesuatu yg halal) di malam hari tidak ada hubungan langsung dgn puasa di siang hari. Tapi bisa ada hubungan karena Allah tidak butuh (mungkin tidak terima) puasa kita KALAU kita tidak tinggalkan perbuatan yang buruk.
Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang tidak meninggalkan kata-kata dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak memerlukan ia meninggalkan makan dan minumnya." (HR. Bukhari)
Anda sudah tahu bahwa pakai narkoba adalah suatu dosa, betul? Jadi anda ingin berdosa sekali di malam hari, tetapi sangat menjaga ibadah puasa di siang hari? Apa itu yang terbaik yg bisa dilakukan utk Allah? Kalau pakai narkoba atau minum alkohol, shalat tidak diterima oleh Allah selama 40 hari.
Dari Ibnu Umar ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang minum khamar [alkohol, dan narkoba], tidak diterima shalatnya 40 hari. Siapa yang bertaubat, maka Allah memberinya taubat untuknya. Namun bila kembali lagi, maka hak Allah untuk memberinya minum dari Sungai Khabal." Seseorang bertanya, "Apakah Sungai Khabal itu?" Beliau menjawab, "Nanahnya penduduk neraka." (HR. Ahmad)
Coba berpikir begini: Ibadah kita seperti seorang anak yang perlu dijaga terus. Anak butuh air dan makanan, dan kalau hanya dikasih air saja, akan mati. Jadi sikap anda terhadap ibadah ibaratnya seorang bapak yang rajin kasih air kepada anak, tapi tidak peduli pada makanan. Puasa penting, tapi shalat tidak penting (ditolak setelah pakai narkoba). Anak bisa mati tanpa makanan, dan ibadah anda juga bisa "mati", alias menjadi sia-sia dan tidak punya nilai di sisi Allah.
Coba merenung, dan berpikir apa anda ingin masuk surga atau tidak. Tujuan hidup di bumi ini adalah utk beriman kepada Allah dan berusaha masuk surga, betul? Di saat ini, kita sedang diuji. Anda sedang beli tiket masuk surga (dengan lakukan puasa), sambil juga sobek2 tiket masuk surga (saat shalat ditolak karena pakai narkoba). Apa mau hidup seperti itu terus? Coba sekuat mungkin tinggalkan narkoba. Berdoa terus, mohon bantuan Allah, tinggalkan teman lama yang ajak narkoba, cari teman baru yang beragama dengan baik, minta bantuan kepada teman dan keluarga untuk selamatkan anda, dan belajar tentang taubat. Pakai narkoba adalah pilihan. Shalat dan puasa adalah kewajiban. Kalau pilihan anda ganggu kewajiban, anda harus gantikan pilihan anda! Semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto
[Jawaban]: Wa ‘alaikum salam wr.wb. Ulama menilai narkoba sama dgn alkohol (karena tujuan dan efeknya sama). Makan dan minum (konsumsi sesuatu yg halal) di malam hari tidak ada hubungan langsung dgn puasa di siang hari. Tapi bisa ada hubungan karena Allah tidak butuh (mungkin tidak terima) puasa kita KALAU kita tidak tinggalkan perbuatan yang buruk.
Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang tidak meninggalkan kata-kata dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak memerlukan ia meninggalkan makan dan minumnya." (HR. Bukhari)
Anda sudah tahu bahwa pakai narkoba adalah suatu dosa, betul? Jadi anda ingin berdosa sekali di malam hari, tetapi sangat menjaga ibadah puasa di siang hari? Apa itu yang terbaik yg bisa dilakukan utk Allah? Kalau pakai narkoba atau minum alkohol, shalat tidak diterima oleh Allah selama 40 hari.
Dari Ibnu Umar ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang minum khamar [alkohol, dan narkoba], tidak diterima shalatnya 40 hari. Siapa yang bertaubat, maka Allah memberinya taubat untuknya. Namun bila kembali lagi, maka hak Allah untuk memberinya minum dari Sungai Khabal." Seseorang bertanya, "Apakah Sungai Khabal itu?" Beliau menjawab, "Nanahnya penduduk neraka." (HR. Ahmad)
Coba berpikir begini: Ibadah kita seperti seorang anak yang perlu dijaga terus. Anak butuh air dan makanan, dan kalau hanya dikasih air saja, akan mati. Jadi sikap anda terhadap ibadah ibaratnya seorang bapak yang rajin kasih air kepada anak, tapi tidak peduli pada makanan. Puasa penting, tapi shalat tidak penting (ditolak setelah pakai narkoba). Anak bisa mati tanpa makanan, dan ibadah anda juga bisa "mati", alias menjadi sia-sia dan tidak punya nilai di sisi Allah.
Coba merenung, dan berpikir apa anda ingin masuk surga atau tidak. Tujuan hidup di bumi ini adalah utk beriman kepada Allah dan berusaha masuk surga, betul? Di saat ini, kita sedang diuji. Anda sedang beli tiket masuk surga (dengan lakukan puasa), sambil juga sobek2 tiket masuk surga (saat shalat ditolak karena pakai narkoba). Apa mau hidup seperti itu terus? Coba sekuat mungkin tinggalkan narkoba. Berdoa terus, mohon bantuan Allah, tinggalkan teman lama yang ajak narkoba, cari teman baru yang beragama dengan baik, minta bantuan kepada teman dan keluarga untuk selamatkan anda, dan belajar tentang taubat. Pakai narkoba adalah pilihan. Shalat dan puasa adalah kewajiban. Kalau pilihan anda ganggu kewajiban, anda harus gantikan pilihan anda! Semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto
Apa Puasa Masih Diterima Kl Minum Alkohol Di Malam Hari?
[Pertanyaan]: Assalamualaikum pak ustad. Saya mau tanya nih. Malam ini saya minum bir bintang, apakah puasa saya besok dan seterusnya masih diterima oleh Allah SWT?
[Jawaban]: Wa ‘alaikum salam wr.wb. Kalau anda memenuhi syarat2 sahnya puasa (tidak makan, minum, merokok dsb. dari subuh sampai maghrib), insya Allah puasa bisa diterima di sisi Allah. Yang dilakukan di malam hari tidak ada hubungan dgn puasa. TETAPI, dgn minum bir (atau pakai narkoba) di malam hari, shalat anda tidak akan diterima selama 40 hari, walaupun masih wajib dikerjakan. Pahala untuk shalat nol, tetapi anda hanya mau memikirkan puasa. Apakah itu bagus?
Dari Ibnu Umar ra. bahwa Nabi SAW bersabda, "Orang yang minum khamar [alkohol, dan narkoba juga], tidak diterima shalatnya 40 hari. Siapa yang bertaubat, maka Allah memberinya taubat untuknya. Namun bila kembali lagi, maka hak Allah untuk memberinya minum dari Sungai Khabal." Seseorang bertanya, "Apakah Sungai Khabal itu?" Beliau menjawab, "Nanahnya penduduk neraka." (HR. Ahmad)
Coba berpikir: Anda mau naik pesawat ke Amerika. Baru masuk pesawat, dan pilot bilang “Maaf, mesin sebelah kanan rusak, dan mungkin meledak nanti, tapi syukurnya, mesin sebelah kiri oke! Kalau penumpang merasa was-was, silahkan keluar sekarang!” Bagaimana? Takut? Mau buru-buru keluar? Atau tetap terbang, karena hanya satu mesin yang penting, dan tidak perlu peduli pada yang lain?
Anda bersikap seperti itu dgn ibadah anda. Minum bir, shalat ditolak 40 hari, tapi anda cuek saja, dan masih ingin berpuasa, dan berharap puasanya diterima, tapi tidak peduli kl shalat ditolak. Di pesawat itu, ada DUA mesin dan sayap, karena SATU TIDAK CUKUP. Dan ibadah kita sama, shalat dan puasa sama-sama wajib, jadi berpuasa saja tidak cukup. Shalat juga wajib dan dibutuhkan oleh kita.
Semoga puasa anda diterima. Dan kl ingin shalat anda diterima, anda harus berhenti minum alkohol (atau berhenti pakai narkoba), dan bertaubat kepada Allah. Kalau anda ingin abaikan shalat (yang merupakan ibadah wajib nomor satu, yang anda anggap tidak penting), dan hanya mau pikirkan puasa (ibadah wajib nomor dua, yang anda anggap penting sekali), apa anda berharap bisa selamat di akhirat? Itulah tujuan hidup kita: Selamat di akhirat, betul? Coba buktikan dulu bisa selamat di dunia, dgn cara terbang ke Amerika dalam pesawat yg hanya punya satu mesin yang bagus dan yang lain kebakaran. APAKAH MAU? Atau takut?
Kalau takut terbang dalam kondisi itu, seharusnya juga takut abaikan shalat sebagai ibadah wajib, dan hanya utamakan puasa. Tidak cukup. Shalat dan puasa sama-sama dibutuhkan. Jangan memikirkan satu saja. Semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum wr.wb.
- Gene Netto
[Jawaban]: Wa ‘alaikum salam wr.wb. Kalau anda memenuhi syarat2 sahnya puasa (tidak makan, minum, merokok dsb. dari subuh sampai maghrib), insya Allah puasa bisa diterima di sisi Allah. Yang dilakukan di malam hari tidak ada hubungan dgn puasa. TETAPI, dgn minum bir (atau pakai narkoba) di malam hari, shalat anda tidak akan diterima selama 40 hari, walaupun masih wajib dikerjakan. Pahala untuk shalat nol, tetapi anda hanya mau memikirkan puasa. Apakah itu bagus?
Dari Ibnu Umar ra. bahwa Nabi SAW bersabda, "Orang yang minum khamar [alkohol, dan narkoba juga], tidak diterima shalatnya 40 hari. Siapa yang bertaubat, maka Allah memberinya taubat untuknya. Namun bila kembali lagi, maka hak Allah untuk memberinya minum dari Sungai Khabal." Seseorang bertanya, "Apakah Sungai Khabal itu?" Beliau menjawab, "Nanahnya penduduk neraka." (HR. Ahmad)
Coba berpikir: Anda mau naik pesawat ke Amerika. Baru masuk pesawat, dan pilot bilang “Maaf, mesin sebelah kanan rusak, dan mungkin meledak nanti, tapi syukurnya, mesin sebelah kiri oke! Kalau penumpang merasa was-was, silahkan keluar sekarang!” Bagaimana? Takut? Mau buru-buru keluar? Atau tetap terbang, karena hanya satu mesin yang penting, dan tidak perlu peduli pada yang lain?
Anda bersikap seperti itu dgn ibadah anda. Minum bir, shalat ditolak 40 hari, tapi anda cuek saja, dan masih ingin berpuasa, dan berharap puasanya diterima, tapi tidak peduli kl shalat ditolak. Di pesawat itu, ada DUA mesin dan sayap, karena SATU TIDAK CUKUP. Dan ibadah kita sama, shalat dan puasa sama-sama wajib, jadi berpuasa saja tidak cukup. Shalat juga wajib dan dibutuhkan oleh kita.
Semoga puasa anda diterima. Dan kl ingin shalat anda diterima, anda harus berhenti minum alkohol (atau berhenti pakai narkoba), dan bertaubat kepada Allah. Kalau anda ingin abaikan shalat (yang merupakan ibadah wajib nomor satu, yang anda anggap tidak penting), dan hanya mau pikirkan puasa (ibadah wajib nomor dua, yang anda anggap penting sekali), apa anda berharap bisa selamat di akhirat? Itulah tujuan hidup kita: Selamat di akhirat, betul? Coba buktikan dulu bisa selamat di dunia, dgn cara terbang ke Amerika dalam pesawat yg hanya punya satu mesin yang bagus dan yang lain kebakaran. APAKAH MAU? Atau takut?
Kalau takut terbang dalam kondisi itu, seharusnya juga takut abaikan shalat sebagai ibadah wajib, dan hanya utamakan puasa. Tidak cukup. Shalat dan puasa sama-sama dibutuhkan. Jangan memikirkan satu saja. Semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum wr.wb.
- Gene Netto
13 July, 2016
Kecanduan Nonton Film Porno, Bulan Puasa Tetap Nonton
[Pertanyaan]: Assalamualaikum, mau nanya, kita sedang berpuasa terus menonton film porno. Apakah puasa dari awal diterima atau nggak dapat apa2? Mohon di jawab pak.
[Jawaban]: Wa'alaikumsalam wr.wb., Sangat mungkin anda dapat puasa yang kosong, tanpa pahala sama sekali. Jadi anda hanya dapat rasa lapar dan haus.
Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang tidak meninggalkan kata-kata dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak memerlukan ia meninggalkan makan dan minumnya." (HR. Bukhari)
Rasulullah SAW bersabda, "Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan haus." (HR. At-Thabrani)
Bulan puasa mendidik kita untuk MENAHAN hawa nafsu kita terhadap hal-hal yang terasa nikmat di dunia ini, agar kita bisa ingat kepada Allah dan akhirat. Jadi kalau bisa menahan diri dan tidak makan, minum, atau merokok, anda juga harus coba menahan rasanya untuk nonton film porno! Puasa membawa pahala, film porno bawa dosa. Mau kumpulkan pahala atau dosa di tengah bulan SUCI Ramadhan?
Caranya berhenti nonton begini: Jangan sendirian di kamar. Keluar ke ruangan depan. Banyak bergaul dengan keluarga atau teman. Kalau bisa, pergi dari rumah, dan lakukan kegiatan yang baik seperti main bola, atau ikut pengajian di masjid, dll. Berdoa terus dan minta Allah bantu anda berubah, dan juga kirim teman-teman Muslim baru yang bisa ajak anda melakukan kegiatan baik. Kalau punya koleksi film, baca bismillah dan hapus atau hancurkan semua. Dan kalau anda berusaha untuk berubah, Allah akan membantu anda.
Yang penting sekarang adalah usaha anda. Coba lakukan shalat taubat, banyak istighfar, banyak berdzikir, dan baca Al Quran. Mohon ampunan dari Allah, dan fokus pada puasa. Kalau berhasil, anda dapat pahala dari puasa, dan di akhir bulan Ramadhan, semua dosa akan dihapus juga!
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
-Gene Netto
Silahkan baca ini juga:
Melihat gambar porno pada saat puasa
http://genenetto.blogspot.co.id/2008/09/melihat-gambar-porno-pada-saat-puasa.html
[Jawaban]: Wa'alaikumsalam wr.wb., Sangat mungkin anda dapat puasa yang kosong, tanpa pahala sama sekali. Jadi anda hanya dapat rasa lapar dan haus.
Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang tidak meninggalkan kata-kata dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak memerlukan ia meninggalkan makan dan minumnya." (HR. Bukhari)
Rasulullah SAW bersabda, "Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan haus." (HR. At-Thabrani)
Bulan puasa mendidik kita untuk MENAHAN hawa nafsu kita terhadap hal-hal yang terasa nikmat di dunia ini, agar kita bisa ingat kepada Allah dan akhirat. Jadi kalau bisa menahan diri dan tidak makan, minum, atau merokok, anda juga harus coba menahan rasanya untuk nonton film porno! Puasa membawa pahala, film porno bawa dosa. Mau kumpulkan pahala atau dosa di tengah bulan SUCI Ramadhan?
Caranya berhenti nonton begini: Jangan sendirian di kamar. Keluar ke ruangan depan. Banyak bergaul dengan keluarga atau teman. Kalau bisa, pergi dari rumah, dan lakukan kegiatan yang baik seperti main bola, atau ikut pengajian di masjid, dll. Berdoa terus dan minta Allah bantu anda berubah, dan juga kirim teman-teman Muslim baru yang bisa ajak anda melakukan kegiatan baik. Kalau punya koleksi film, baca bismillah dan hapus atau hancurkan semua. Dan kalau anda berusaha untuk berubah, Allah akan membantu anda.
Yang penting sekarang adalah usaha anda. Coba lakukan shalat taubat, banyak istighfar, banyak berdzikir, dan baca Al Quran. Mohon ampunan dari Allah, dan fokus pada puasa. Kalau berhasil, anda dapat pahala dari puasa, dan di akhir bulan Ramadhan, semua dosa akan dihapus juga!
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
-Gene Netto
Silahkan baca ini juga:
Melihat gambar porno pada saat puasa
http://genenetto.blogspot.co.id/2008/09/melihat-gambar-porno-pada-saat-puasa.html
24 July, 2015
Buat Apa I’tikaf Di Masjid?
Teman ajak saya I’tikaf di masjid kesukaan dia. Malam
pertama sepi. Katanya sepi karena malam genap, hanya ramai di malam ganjil. Ada
semacam “door prize” bernama Lailatul Qadar, yang hanya dibagikan di malam
ganjil bagi orang2 yg beruntung, jadi ternyata banyak org cuek pada masjid di
hari genap. (Sunnah Nabi begitu ya?)
Di masjid itu, saya kurang senang, karena ada program tetap
utk seluruh jemaah. Di tahun2 yang lalu, saya i’tikaf di masjid dekat rumah dgn
niat mendekatkan diri kepada Allah. Saya mau lakukan shalat2 sunnah, baca Al
Qur'an, baca terjemahan Al Qur'an, berdzikir dan banyak berdoa dalam bahasa yg
dipahami, bukan hanya baca “Amin” tanpa paham. Tapi krn di masjid itu ada program,
kl mau baca Al Qur'an sendiri atau shalat sendiri, menjadi kurang nyaman karena
95% dari jemaah yang lain sedang ngaji bersama, dzikir bersama, shalat bersama,
atau ketawa bersama saat mendengarkan ceramah.
14 July, 2015
Isap Ganja Di Bulan Puasa
Pertanyaan: Assalamualaikum, Saya mudah tergoda pak ustadz, berniat untuk tidak melakukan maksiat ini (ganja) di bulan puasa. Tapi digoda oleh teman, dan akhirnya saya hisap. Setelah itu saya tidak mandi junub langsung sahur dan niat puasa. Bagaimana dgn memperbaikinya? Apa bisa mandi setelah subuh / sekitar jam 9an?
Jawaban: Wa‘alaikumsalam wr.wb. Isap ganja setara dengan minum alkohol (semua narkoba sama), karena membuat pemakainya “mabuk”. Tidak ada hubungan dengan mandi wajib (junub). Mandi wajib itu bagi orang dalam kondisi “junub” karena sperma keluar, haid, dsb. Kl sudah selesai isap ganja sebelum waktu subuh, maka itu menjadi dosa di malam hari, dan bukan hal yang batalkan puasa, kecuali dilakukan di siang hari juga. Tapi isap ganja menjadi dosa yang serius, sama seperti semua narkoba, alkohol, dll. yang bisa hapus pahala puasa. Jadi anda mungkin hanya dapatkan lapar dan haus tanpa pahala.
Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan bohong dan ia masih melakukannya, maka Allah Ta’ala tidak mempedulikan baginya meninggalkan makan dan minumnya (di siang hari).” (HR. Bukhari dan Abu Daud)
Dari hadiths ini jelas bahwa perkataan (dan perbuatan) yang buruk adalah hal yang bisa membuat puasa bisa menjadi percuma. Berbohong saja bisa membuat puasa sia-sia (tidak dapat pahala). Apalagi melakukan dosa lebih besar dari itu. Sebagai perumpamaan, bagaimana kl anda pukul muka ibu anda sekeras mungkin, lalu usap kepalanya dengan kasih sayang? Ibu menjadi senang atau marah? Bagaimana bisa kejam dan sayang kepada ibu pada saat yg sama? Itu yang anda lakukan terhadap Allah. Isap ganja karena TIDAK PEDULI pada Allah, lalu puasa karena PEDULI pada Allah. Apa masuk akal?
Coba tinggalkan kebiasaan isap ganja itu, dan jangan dilakukan di bulan puasa. Berusaha utk tinggalkan secara total. Jangan dekati teman2 buruk yang selalu tawarkan ganja. Cari teman yang lain, dan cari kegiatan yang lain. Semoga Allah memberikan kemudahan kepada anda utk memperbaiki diri. Amin.
Wassalamu’alaikum wr.wb.
Gene Netto
Jawaban: Wa‘alaikumsalam wr.wb. Isap ganja setara dengan minum alkohol (semua narkoba sama), karena membuat pemakainya “mabuk”. Tidak ada hubungan dengan mandi wajib (junub). Mandi wajib itu bagi orang dalam kondisi “junub” karena sperma keluar, haid, dsb. Kl sudah selesai isap ganja sebelum waktu subuh, maka itu menjadi dosa di malam hari, dan bukan hal yang batalkan puasa, kecuali dilakukan di siang hari juga. Tapi isap ganja menjadi dosa yang serius, sama seperti semua narkoba, alkohol, dll. yang bisa hapus pahala puasa. Jadi anda mungkin hanya dapatkan lapar dan haus tanpa pahala.
Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan bohong dan ia masih melakukannya, maka Allah Ta’ala tidak mempedulikan baginya meninggalkan makan dan minumnya (di siang hari).” (HR. Bukhari dan Abu Daud)
Dari hadiths ini jelas bahwa perkataan (dan perbuatan) yang buruk adalah hal yang bisa membuat puasa bisa menjadi percuma. Berbohong saja bisa membuat puasa sia-sia (tidak dapat pahala). Apalagi melakukan dosa lebih besar dari itu. Sebagai perumpamaan, bagaimana kl anda pukul muka ibu anda sekeras mungkin, lalu usap kepalanya dengan kasih sayang? Ibu menjadi senang atau marah? Bagaimana bisa kejam dan sayang kepada ibu pada saat yg sama? Itu yang anda lakukan terhadap Allah. Isap ganja karena TIDAK PEDULI pada Allah, lalu puasa karena PEDULI pada Allah. Apa masuk akal?
Coba tinggalkan kebiasaan isap ganja itu, dan jangan dilakukan di bulan puasa. Berusaha utk tinggalkan secara total. Jangan dekati teman2 buruk yang selalu tawarkan ganja. Cari teman yang lain, dan cari kegiatan yang lain. Semoga Allah memberikan kemudahan kepada anda utk memperbaiki diri. Amin.
Wassalamu’alaikum wr.wb.
Gene Netto
08 July, 2013
Minum Miras, Ibadah 40 Hari Ditolak Allah
Tanya:
Assalamu’alaikum wr wb
Saya mau tanya, saya pernah mendengar ada orang yang mengatakan bahwa apabila kita pernah meminum alkohol maka selama 40 hari ibadah kita tidak akan diterima, betul tidak? Kalau betul, misalnya kita puasa 30 hari juga tidak akan diterima?
Terima kasih.
(Antok)
Jawab:
Wa’alaikumussalam wr wb
Benar. Ada sebuah hadis Nabi saw yang menyatakan bahwa orang yang meminum khamr (minuman keras yang memabukkan, termasuk minuman beralkohol) salatnya tidak diterima selama empat puluh hari. Pakar-pakar hadist dan hukum Islam berupaya mencari alasan di balik itu. Mereka mengatakan, bahwa selama masa itu -empat puluh hari- darah, urat, dan tubuh secara umum orang yang meminum khamr masih dialiri oleh minuman kotor itu. Ini, misalnya, seperti pernah disebut oleh As-Suyuthi dalam Hasyiyah at-Tirmidziy. Para ulama juga mengatakan, bahwa meskipun yang disebut di dalam hadis itu hanya salat, tetapi pada hakikatnya mencakup ibadah-ibadah yang lain, termasuk puasa.
Saya mau tanya, saya pernah mendengar ada orang yang mengatakan bahwa apabila kita pernah meminum alkohol maka selama 40 hari ibadah kita tidak akan diterima, betul tidak? Kalau betul, misalnya kita puasa 30 hari juga tidak akan diterima?
Terima kasih.
(Antok)
Jawab:
Wa’alaikumussalam wr wb
Benar. Ada sebuah hadis Nabi saw yang menyatakan bahwa orang yang meminum khamr (minuman keras yang memabukkan, termasuk minuman beralkohol) salatnya tidak diterima selama empat puluh hari. Pakar-pakar hadist dan hukum Islam berupaya mencari alasan di balik itu. Mereka mengatakan, bahwa selama masa itu -empat puluh hari- darah, urat, dan tubuh secara umum orang yang meminum khamr masih dialiri oleh minuman kotor itu. Ini, misalnya, seperti pernah disebut oleh As-Suyuthi dalam Hasyiyah at-Tirmidziy. Para ulama juga mengatakan, bahwa meskipun yang disebut di dalam hadis itu hanya salat, tetapi pada hakikatnya mencakup ibadah-ibadah yang lain, termasuk puasa.
12 September, 2010
Renungan Ramadhan 2: Wahai Anak Yatim, Kamu Tidak Dibutuhkan Lagi
[re-post dari tahun kemarin]
Renungan Ramadhan 2: Wahai Anak Yatim, Kamu Tidak Dibutuhkan Lagi
(Pesan dari orang kaya kepada semua anak yatim di tanah air)
Kepada yang terhormat
Anak yatim
Di tempat
Tanggal: Hari Raya Idul Fitri
Dear Anak Yatim,
Alhamdulillah, telah berlalu bulan suci Ramadhan. Selama satu bulan, kita semua berpuasa untuk mencari keridhaan Allah dan belajar bagaimana rasanya hidup tanpa makanan sepanjang hari. Seharusnya ada pelajaran sosial di dalam ibadah puasa tersebut, tetapi hal itu sudah tidak kami perhatikan lagi.
Dengan surat ini, kami, orang kaya se-indonesia, ingin mengucapkan terima kasih atas kedatangan anak yatim pada acara buka puasa bersama dengan kami di rumah-rumah mewah, aula, hotel dan lain sebagainya. Kami sangat nikmati kedatangan anak yatim pada acara-acara tersebut bersama dengan kami. Sangat bermanfaat tambahan pahala yang kami dapatkan dari memberi makanan kepada anak yatim yang buka puasa.
Tetapi sekarang bulan suci sudah berlalu, dan karena itu kami ingin berpesan kepada anak yatim untuk tidak mengganggu kami lagi. Mulai minggu depan, kami akan kembali dari liburan kami di luar kota dan di luar negeri. Uang tabungan kami sudah berkurang puluhan sampai ratusan juta rupiah (dihabiskan untuk jalan-jalan dan belanja), dan oleh karena itu, kami akan sibuk dengan bisnis kami dan korupsi kami, sehingga kami tidak mau diganggu lagi oleh anak yatim sampai bulan puasa tahun depan.
Kalau kamu bertanya bisa makan dari mana besok hari, maka kami menjawab: “Kehidupan kamu bukan urusan kami”. Kalau ada 365 hari dalam 1 tahun, dan dihitung 3 x makan per hari, maka jumlah tersebut adalah 1.095 kali makan dalam satu tahun untuk setiap anak yatim. Di bulan puasa, kami menyediakan 1x makan untuk ratusan anak yatim sekaligus, dengan mengundang semua teman kaya kami, saudara kami, rekan kerja, dan lain-lain. Kami banggakan diri di depan mereka dengan satu kali memberikan makanan kepada 100 anak yatim yang ikut buka puasa. Tetapi kami tidak mau tahu kamu dapat makanan dari mana untuk 1.094 kali yang tersisa pada tahun yang akan datang. Yang jelas, dengan memberikan makanan satu kali saja, kewajiban kami untuk peduli pada kamu sudah lunas untuk 11 bulan dan 29 hari, dan kamu dipersilahkan cari makanan sendiri untuk 1.094 waktu makan yang tersisa. “Kehidupan kamu bukan urusan kami”.
Mungkin pada bulan-bulan yang akan datang, pada saat kami merasa bahagia, ada kemungkinan kami akan mengantarkan makanan buat kamu ke panti asuhan kamu. Yang kami sediakan: KFC, Dunkin Donuts, atau Hoka-Hoka Bento. Jangan berharap mendapatkan yang lain. Kami hanya ingin bagikan makanan kepada kamu kalau tidak terlalu merepotkan bagi kami. Kami hanya inginkan sesuatu yang bisa kami beli dengan cepat, dan berikan kepada sopir kami untuk mengantarkan ke tempat kamu. Jangan berharap bahwa kami akan datang duluan dan bertanya “Kamu mau dibelikan apa nak?” karena itu hanya akan menghabiskan waktu kami yang berharga, dan terus terang, kami tidak begitu peduli pada kamu. Kami hanya ingin merasa senang di dalam hati kami karena telah “memberikan sesuatu” kepada anak yatim. Kalau kamu tidak suka, atau tidak butuh, maka perlu diingat bahwa “Kehidupan kamu bukan urusan kami”.
11 August, 2010
Beberapa Hadiths Ramadhan
Memberi makan pada orang yang berbuka.
Rasulullah SAW bersabda, “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.”
(HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5/192, dari Zaid bin Kholid Al Juhani. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.)
Lebih banyak berderma dan beribadah di bulan Ramadhan
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,
“Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang yang paling gemar melakukan kebaikan. Kedermawanan (kebaikan) yang beliau lakukan lebih lagi di bulan Ramadhan yaitu ketika Jibril ‘alaihis salam menemui beliau. Jibril ‘alaihis salam datang menemui beliau pada setiap malam di bulan Ramadhan (untuk membacakan Al Qur'an) hingga Al Qur'an selesai dibacakan untuk Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Apabila Jibril ‘alaihi salam datang menemuinya, beliau adalah orang yang lebih cepat dalam kebaikan dari angin yang berhembus.”
(HR. Bukhari no. 1902 dan Muslim no. 2308.)
Rasulullah SAW bersabda, “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.”
(HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5/192, dari Zaid bin Kholid Al Juhani. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.)
Lebih banyak berderma dan beribadah di bulan Ramadhan
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,
“Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang yang paling gemar melakukan kebaikan. Kedermawanan (kebaikan) yang beliau lakukan lebih lagi di bulan Ramadhan yaitu ketika Jibril ‘alaihis salam menemui beliau. Jibril ‘alaihis salam datang menemui beliau pada setiap malam di bulan Ramadhan (untuk membacakan Al Qur'an) hingga Al Qur'an selesai dibacakan untuk Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Apabila Jibril ‘alaihi salam datang menemuinya, beliau adalah orang yang lebih cepat dalam kebaikan dari angin yang berhembus.”
(HR. Bukhari no. 1902 dan Muslim no. 2308.)
25 September, 2009
Renungan Ramadhan: Puasa Tanpa Shalat
Assalamu’alaikum wr.wb. Di bulan suci Ramadhan ada satu kelompok di tengah ummat Islam yang cukup aneh. Mereka adalah orang yang sangat peduli terhadap puasanya dan takut bisa batal, bahkan sampai mereka bertanya-tanya kepada ustadz tentang perkara ini dan itu karena takut puasanya akan dianggap batal atau nilainya berkurang. Kita bisa menyangka bahwa mereka adalah orang saleh karena sangat tampak kepedulian mereka terhadap puasa.
Tetapi anehnya, mereka itu justru tidak melakukan shalat wajib! Setiap hari, ada kewajiban shalat 5 kali, dan juga boleh ditambah dengan puluhan shalat sunnah. Tetapi orang-orang ini mengabaikan shalat wajib, dan juga shalat sunnah, dan hanya memberikan perhatian terhadap puasanya saja seakan-akan boleh pilih salah satunya.
Sebagai perumpamaan, bayangkan kalau hal seperti ini terjadi:
Seorang bapak pulang dari kantor dan ketemu istrinya di pinggir jalan, sedang memandang rumah mereka yang setengah hancur karena kebakaran. Istri menggendong anak perempuannya, tetapi anak laki-laki mereka tidak kelihatan di mana-mana. Si suami bertanya, “Mana anak laki-laki kita?” dan dengan enteng sekali istri menjawab, “Ohh, dia sudah mati Mas. Terbakar hidup-hidup.”
Sang suami kaget sekali, dan bertanya lagi, “Kenapa tidak diselamatkan juga?” Lalu dengan tenang si istri menjawab, “Emang dua-duanya penting? Masih ada yang satu ini. Kenapa harus peduli pada yang lain?”
Jadi anak perempuan yang diselamatkan itu seperti puasanya yang mau diamankan dan dijaga dengan sepenuh hati. Dan shalat wajibnya seperti anak laki-laki yang biarkan mati saja, terbakar hidup-hidup. seakan-akan kalah penting dengan anak yang lain.
Bisa bayangkan? Bagaimana perasaan Allah ketika ada sebagian dari hambanya yang menunjukkan sikap seperti ini terhadap puasa dan shalat? Satu sangat dijaga dan diutamakan, dan satu lagi diremehkan dan diabaikan. Bagaimana perasaan Allah? Kenyataan ini adalah suatu hal yang sungguh tidak masuk akal, dan sangat disayangkan kalau ada orang yang bisa utamakan puasa di atas shalat seakan-akan kita boleh pilih-pilih antara keduanya.
ANCAMAN TERHADAP ORANG YANG TIDAK SHALAT
38. Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya,
39. kecuali golongan kanan,
40. berada di dalam surga, mereka tanya menanya,
41. tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa,
42. "Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?"
43. Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat,
(QS. Al Mudatsir 74.38-43)
Saya ingat seorang teman kantor beberapa tahun yang lalu. Pada saat kami buka puasa bersama di kantor, dia maju ke posisi depan untuk ambil makanan dengan cepat. Dengan suara bercanda, saya tegur dia dan mengatakan, “Ehh, orang Kristen belakangan dong. Muslim yang puasa! Hahaha.” (Saya hanya bercanda, karena semua karyawan termasuk non-Muslim diajak makan malam bersama.) Tetapi saya kaget setengah mati ketika dia, dengan nada suara marah, mengatakan “SAYA ORANG ISLAM!”
Selama beberapa tahun di kantor yang sama, saya tidak pernah melihat dia di musholla, dan karena waktu shalat kami terbatas, saya yakin dia tidak shalat, jadi saya menyangka dia orang Kristen. Ternyata dia termasuk kaum yang saya sebutkan dia atas: shalat diabaikan, tetapi puasa dijaga dengan sangat hati-hati.
Kenapa bisa begitu? Saya tidak tahu ada berapa banyak orang Muslim seperti itu di Indonesia, tetapi jelas bukan sedikit. Semoga semua orang itu bisa segera menyadari pentingnya shalat sebelum waktu mereka di bumi ini sudah habis. Semoga mereka bisa segera bertaubat dan kembali melakukan shalat wajib yang tidak kalah pentingnya dengan puasa.
Alangkah baiknya saudara kita ini yang lebih peduli pada puasa di atas shalat bisa segera menjadi sadar dan kembali ke contoh Rasulullah SAW. Ibaratnya puasa dan shalat menjadi anak, masa satu anak diselamatkan dari api tetapi yang lain dibiarkan mati saja seakan-akan tidak punya nilai?
Semoga tahun depan, jumlah orang yang seperti itu sudah berkurang dan Insya Allah akan datang harinya di mana sudah tidak ada lagi orang Muslim yang bisa pilih-pilih antara dua ibadah yang Allah wajibkan bagi kita. Amin, amin, ya rabbal al amin.
Semoga bermanfaat sebagai renungan.
Wa billahi taufiq wal hidayah,
Wassalamu’alaikum wr.wb.
-Gene Netto
Tetapi anehnya, mereka itu justru tidak melakukan shalat wajib! Setiap hari, ada kewajiban shalat 5 kali, dan juga boleh ditambah dengan puluhan shalat sunnah. Tetapi orang-orang ini mengabaikan shalat wajib, dan juga shalat sunnah, dan hanya memberikan perhatian terhadap puasanya saja seakan-akan boleh pilih salah satunya.
Sebagai perumpamaan, bayangkan kalau hal seperti ini terjadi:
Seorang bapak pulang dari kantor dan ketemu istrinya di pinggir jalan, sedang memandang rumah mereka yang setengah hancur karena kebakaran. Istri menggendong anak perempuannya, tetapi anak laki-laki mereka tidak kelihatan di mana-mana. Si suami bertanya, “Mana anak laki-laki kita?” dan dengan enteng sekali istri menjawab, “Ohh, dia sudah mati Mas. Terbakar hidup-hidup.”
Sang suami kaget sekali, dan bertanya lagi, “Kenapa tidak diselamatkan juga?” Lalu dengan tenang si istri menjawab, “Emang dua-duanya penting? Masih ada yang satu ini. Kenapa harus peduli pada yang lain?”
Jadi anak perempuan yang diselamatkan itu seperti puasanya yang mau diamankan dan dijaga dengan sepenuh hati. Dan shalat wajibnya seperti anak laki-laki yang biarkan mati saja, terbakar hidup-hidup. seakan-akan kalah penting dengan anak yang lain.
Bisa bayangkan? Bagaimana perasaan Allah ketika ada sebagian dari hambanya yang menunjukkan sikap seperti ini terhadap puasa dan shalat? Satu sangat dijaga dan diutamakan, dan satu lagi diremehkan dan diabaikan. Bagaimana perasaan Allah? Kenyataan ini adalah suatu hal yang sungguh tidak masuk akal, dan sangat disayangkan kalau ada orang yang bisa utamakan puasa di atas shalat seakan-akan kita boleh pilih-pilih antara keduanya.
ANCAMAN TERHADAP ORANG YANG TIDAK SHALAT
38. Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya,
39. kecuali golongan kanan,
40. berada di dalam surga, mereka tanya menanya,
41. tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa,
42. "Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?"
43. Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat,
(QS. Al Mudatsir 74.38-43)
Saya ingat seorang teman kantor beberapa tahun yang lalu. Pada saat kami buka puasa bersama di kantor, dia maju ke posisi depan untuk ambil makanan dengan cepat. Dengan suara bercanda, saya tegur dia dan mengatakan, “Ehh, orang Kristen belakangan dong. Muslim yang puasa! Hahaha.” (Saya hanya bercanda, karena semua karyawan termasuk non-Muslim diajak makan malam bersama.) Tetapi saya kaget setengah mati ketika dia, dengan nada suara marah, mengatakan “SAYA ORANG ISLAM!”
Selama beberapa tahun di kantor yang sama, saya tidak pernah melihat dia di musholla, dan karena waktu shalat kami terbatas, saya yakin dia tidak shalat, jadi saya menyangka dia orang Kristen. Ternyata dia termasuk kaum yang saya sebutkan dia atas: shalat diabaikan, tetapi puasa dijaga dengan sangat hati-hati.
Kenapa bisa begitu? Saya tidak tahu ada berapa banyak orang Muslim seperti itu di Indonesia, tetapi jelas bukan sedikit. Semoga semua orang itu bisa segera menyadari pentingnya shalat sebelum waktu mereka di bumi ini sudah habis. Semoga mereka bisa segera bertaubat dan kembali melakukan shalat wajib yang tidak kalah pentingnya dengan puasa.
Alangkah baiknya saudara kita ini yang lebih peduli pada puasa di atas shalat bisa segera menjadi sadar dan kembali ke contoh Rasulullah SAW. Ibaratnya puasa dan shalat menjadi anak, masa satu anak diselamatkan dari api tetapi yang lain dibiarkan mati saja seakan-akan tidak punya nilai?
Semoga tahun depan, jumlah orang yang seperti itu sudah berkurang dan Insya Allah akan datang harinya di mana sudah tidak ada lagi orang Muslim yang bisa pilih-pilih antara dua ibadah yang Allah wajibkan bagi kita. Amin, amin, ya rabbal al amin.
Semoga bermanfaat sebagai renungan.
Wa billahi taufiq wal hidayah,
Wassalamu’alaikum wr.wb.
-Gene Netto
06 September, 2009
Siaran Shalat Tarawih Dari Mekkah Lebih Baik Jam 1 Pagi Atau Jam 4 Sore?
Assalamu'alaikum wr.wb.,
Dari beberapa tahun yang lalu, sudah menjadi kebiasaan saya untuk bergadang di bulan puasa, khususnya supaya bisa nonton siaran langsung Shalat Tarawih dari Masjid-il-Haram di Mekkah. Alhamdulillah saya sering bisa begitu kalau tidak ada kerjaan di pagi hari, sehingga bisa nonton sampai selesai dan tidur setelah subuh. Tetapi kebanyakan orang harus berangkat kerja pada waktu pagi, jadi hampir tidak mungkin kalau mereka menonton Shalat Tarawih dari Mekkah yang biasanya mulai pada jam 00:30 dan berakhir pada jam 02:20.
Ada beberapa alasan kenapa saya senang nonton Shalat Tarawih yang disiarkan langsung dari Mekkah. Pertama, saya bisa melihat Ka’bah secara langsung (walaupun hanya lewat tivi), tetapi tayangan di televisi terkesan lebih nikmat daripada foto Ka’bah yang ada di kamar. Kedua, saya bisa mendengarkan ayat-ayat suci Al Qur'an yang dibacakan oleh Imam Masjid-il-Haram, yang insya Allah termasuk imam yang paling baik di dunia. Kemarin, pada saat Imam bacakan ayat sajdah, saya juga ikut sujud, dan pada saat itu, di tengah malam yang sunyi, saya merasa ikut bersujud bersama dengan sekitar 3 juta orang yang juga sedang sujud di depan Ka’bah.
Bagi orang yang mungkin belum tahu, ayat sajdah (atau sajadah) adalah ayat-ayat dalam Al-Qur'an yang didalamnya mengandung kata sujud dan kaum muslimin yang membaca atau mendengarnya disunnahkan untuk sujud langsung pada saat membaca atau mendengarnya.
Dari Abu Hurairah yang berkata: Rasulullah SAW telah bersabda: “Apabila anak Adam membaca ayat sajdah kemudian ia bersujud, maka syaitan akan menjauhi dia sambil menangis dan berkata: ‘Celakalah aku. Anak adam diperintahkan untuk sujud lalu ia sujud maka baginya adalah surga. Dan aku diperintahkan untuk sujud lalu aku menolaknya maka bagiku api neraka.’” (HR. Muslim No. 81)
Walaupun saya berada di Indonesia, pada saat ikut sujud saya merasa dekat sekali dengan 3 juta saudara yang sedang sujud juga di Mekkah.
Salah satu alasan yang lain yang mendorong saya untuk nonton setiap tahun adalah kenyataan bahwa dulu saya nonton siaran langsung Shalat Tarawih dari Mekkah untuk pertama kali pada tahun 1995. Pada saat itu, saya masih orang non-Muslim dan masih belajar tentang Islam karena belum yakin bahwa Islam benar. Tetapi setelah saya melihat 3 juta orang melakukan Shalat Tarawih di dalam masjid yang sama, pada waktu yang sama, dalam bahasa yang sama, di belakang pemimpin yang sama, berdiri tegak mengarah ke kiblat yang sama (yaitu Ka’bah), dan mereka ruku dan sujud pada saat yang sama, dalam upaya berdoa kepada Tuhan yang sama, maka saya menjadi terkejut sekali karena tidak ada pemandangan yang setara di seluruh dunia, yang begitu rukun, indah dan mulia, selain di dalam Islam.
Melihat tayangan itu dulu membantu saya masuk Islam karena saya yakin manusia tidak bisa menciptakan kegiatan seperti itu sendiri. Kalau murni berasal dari manusia, pasti terjadi berbagai macam keributan, misalnya dari siapa yang boleh jadi imam, gerakan mana yang akan dipakai, arah mana yang dihadapi, sampai bahasa apa yang akan digunakan dan seterusnya. Tetapi kalau berasal dari Allah SWT, maka tidak terjadi keributan, dan semua orang masuk masjid secara rukun untuk berdoa kepada Allah.
Mungkin kebanyakan orang tidak memikirkan Shalat Tarawih dari sisi dakwah, tetapi itu yang saya alami sendiri. Melihat shalat yang satu itu yang begitu rukun dan indah, di tempat yang paling mulia di dunia, membantu saya masuk Islam pada tahun 1996.
Dari dulu sampai sekarang, tayangan itu selalu diadakan secara langsung, pada jam 00:30 pagi sampai jam 2:30 pagi. Dan saya yakin hanya ada sedikit orang seperti saya yang sanggup tahan ngantuk dan nonton sampai selesai.
Menurut saya, tayangan yang satu ini akan jauh lebih bermanfaat bila disiarkan pada jam 16:00 sore sampai waktu maghrib. Kalau ada di sore hari, maka banyak karyawan masuk tidak akan bisa nonton karena masih berada di kantor. Tetapi masih ada banyak orang lain di rumah pada saat itu. Ibu rumah tangga, anak sekolah, remaja, mahasiswa, orang yang sudah pensiun, orang yang lagi tidak kerja, orang yang jaga warung, dan seterusnya.
Alangkah baiknya bila ummat Islam diberikan sebuah tayangan yang begitu mulia, yang direkam dari malam sebelumnya dan disiarkan pada jam yang ramai, yaitu jam 16:00 sore. Selain kenikmatan yang akan dialami oleh ummat Islam yang bisa nontonnya, juga ada unsur dakwah yang insya Allah besar bila orang non-Muslim bisa melihat shalat yang begitu luar biasa setiap sore selama satu bulan.
Dulu tayangan itu ada di RCTI, lalu berhenti selama beberapa tahun setelah krismon, dan sekarang dimulai lagi di TVRI. Sayangnya, teksnya (terjemahan ayat) dalam bahasa Inggris sekarang. Dulu, waktu di RCTI, teksnya pakai bahasa Indonesia, dan kelihatan sekali bahwa ada seorang teknisi yang jaga teksnya dan sesuaikan dengan bacaan Imam.
Kalau ada yang peduli pada ummat Islam, dan ingin membantu ummat Islam mendapatkan tayangan yang terbaik di dalam bulan puasa, tolong sebarkan email ini kepada semua teman, khususnya yang kerja di stasiun televisi, lebih khusus lagi di TVRI. Tolong juga kirim ke semua politikus, pengurus partai, pejabat, ustadz, dan tokoh Islam. Kalau kita minta bantuan kepada mereka semua untuk memberikan tayangan ini kepada ummat Islam di sore hari, mungkin mereka akan segera begerak untuk geserkan acara-acara pelawak dan sinetron yang ditayangkan sekarang dan menggantikannya dengan tayangan Shalat Tarawih dari Masjid-il-Haram pada jam 16:00 sampai waktu maghrib.
Selain manfaatnya bagi anak-anak kita yang bisa melihat langsung kemuliaan Islam, juga sangat mungkin ada orang lain seperti saya yang akan merasa tertarik pada Islam setelah melihat pemandangan yang sangat mulia itu.
Wassalamu'alaikum wr.wb.,
Gene Netto
Dari beberapa tahun yang lalu, sudah menjadi kebiasaan saya untuk bergadang di bulan puasa, khususnya supaya bisa nonton siaran langsung Shalat Tarawih dari Masjid-il-Haram di Mekkah. Alhamdulillah saya sering bisa begitu kalau tidak ada kerjaan di pagi hari, sehingga bisa nonton sampai selesai dan tidur setelah subuh. Tetapi kebanyakan orang harus berangkat kerja pada waktu pagi, jadi hampir tidak mungkin kalau mereka menonton Shalat Tarawih dari Mekkah yang biasanya mulai pada jam 00:30 dan berakhir pada jam 02:20.
Ada beberapa alasan kenapa saya senang nonton Shalat Tarawih yang disiarkan langsung dari Mekkah. Pertama, saya bisa melihat Ka’bah secara langsung (walaupun hanya lewat tivi), tetapi tayangan di televisi terkesan lebih nikmat daripada foto Ka’bah yang ada di kamar. Kedua, saya bisa mendengarkan ayat-ayat suci Al Qur'an yang dibacakan oleh Imam Masjid-il-Haram, yang insya Allah termasuk imam yang paling baik di dunia. Kemarin, pada saat Imam bacakan ayat sajdah, saya juga ikut sujud, dan pada saat itu, di tengah malam yang sunyi, saya merasa ikut bersujud bersama dengan sekitar 3 juta orang yang juga sedang sujud di depan Ka’bah.
Bagi orang yang mungkin belum tahu, ayat sajdah (atau sajadah) adalah ayat-ayat dalam Al-Qur'an yang didalamnya mengandung kata sujud dan kaum muslimin yang membaca atau mendengarnya disunnahkan untuk sujud langsung pada saat membaca atau mendengarnya.
Dari Abu Hurairah yang berkata: Rasulullah SAW telah bersabda: “Apabila anak Adam membaca ayat sajdah kemudian ia bersujud, maka syaitan akan menjauhi dia sambil menangis dan berkata: ‘Celakalah aku. Anak adam diperintahkan untuk sujud lalu ia sujud maka baginya adalah surga. Dan aku diperintahkan untuk sujud lalu aku menolaknya maka bagiku api neraka.’” (HR. Muslim No. 81)
Walaupun saya berada di Indonesia, pada saat ikut sujud saya merasa dekat sekali dengan 3 juta saudara yang sedang sujud juga di Mekkah.
Salah satu alasan yang lain yang mendorong saya untuk nonton setiap tahun adalah kenyataan bahwa dulu saya nonton siaran langsung Shalat Tarawih dari Mekkah untuk pertama kali pada tahun 1995. Pada saat itu, saya masih orang non-Muslim dan masih belajar tentang Islam karena belum yakin bahwa Islam benar. Tetapi setelah saya melihat 3 juta orang melakukan Shalat Tarawih di dalam masjid yang sama, pada waktu yang sama, dalam bahasa yang sama, di belakang pemimpin yang sama, berdiri tegak mengarah ke kiblat yang sama (yaitu Ka’bah), dan mereka ruku dan sujud pada saat yang sama, dalam upaya berdoa kepada Tuhan yang sama, maka saya menjadi terkejut sekali karena tidak ada pemandangan yang setara di seluruh dunia, yang begitu rukun, indah dan mulia, selain di dalam Islam.
Melihat tayangan itu dulu membantu saya masuk Islam karena saya yakin manusia tidak bisa menciptakan kegiatan seperti itu sendiri. Kalau murni berasal dari manusia, pasti terjadi berbagai macam keributan, misalnya dari siapa yang boleh jadi imam, gerakan mana yang akan dipakai, arah mana yang dihadapi, sampai bahasa apa yang akan digunakan dan seterusnya. Tetapi kalau berasal dari Allah SWT, maka tidak terjadi keributan, dan semua orang masuk masjid secara rukun untuk berdoa kepada Allah.
Mungkin kebanyakan orang tidak memikirkan Shalat Tarawih dari sisi dakwah, tetapi itu yang saya alami sendiri. Melihat shalat yang satu itu yang begitu rukun dan indah, di tempat yang paling mulia di dunia, membantu saya masuk Islam pada tahun 1996.
Dari dulu sampai sekarang, tayangan itu selalu diadakan secara langsung, pada jam 00:30 pagi sampai jam 2:30 pagi. Dan saya yakin hanya ada sedikit orang seperti saya yang sanggup tahan ngantuk dan nonton sampai selesai.
Menurut saya, tayangan yang satu ini akan jauh lebih bermanfaat bila disiarkan pada jam 16:00 sore sampai waktu maghrib. Kalau ada di sore hari, maka banyak karyawan masuk tidak akan bisa nonton karena masih berada di kantor. Tetapi masih ada banyak orang lain di rumah pada saat itu. Ibu rumah tangga, anak sekolah, remaja, mahasiswa, orang yang sudah pensiun, orang yang lagi tidak kerja, orang yang jaga warung, dan seterusnya.
Alangkah baiknya bila ummat Islam diberikan sebuah tayangan yang begitu mulia, yang direkam dari malam sebelumnya dan disiarkan pada jam yang ramai, yaitu jam 16:00 sore. Selain kenikmatan yang akan dialami oleh ummat Islam yang bisa nontonnya, juga ada unsur dakwah yang insya Allah besar bila orang non-Muslim bisa melihat shalat yang begitu luar biasa setiap sore selama satu bulan.
Dulu tayangan itu ada di RCTI, lalu berhenti selama beberapa tahun setelah krismon, dan sekarang dimulai lagi di TVRI. Sayangnya, teksnya (terjemahan ayat) dalam bahasa Inggris sekarang. Dulu, waktu di RCTI, teksnya pakai bahasa Indonesia, dan kelihatan sekali bahwa ada seorang teknisi yang jaga teksnya dan sesuaikan dengan bacaan Imam.
Kalau ada yang peduli pada ummat Islam, dan ingin membantu ummat Islam mendapatkan tayangan yang terbaik di dalam bulan puasa, tolong sebarkan email ini kepada semua teman, khususnya yang kerja di stasiun televisi, lebih khusus lagi di TVRI. Tolong juga kirim ke semua politikus, pengurus partai, pejabat, ustadz, dan tokoh Islam. Kalau kita minta bantuan kepada mereka semua untuk memberikan tayangan ini kepada ummat Islam di sore hari, mungkin mereka akan segera begerak untuk geserkan acara-acara pelawak dan sinetron yang ditayangkan sekarang dan menggantikannya dengan tayangan Shalat Tarawih dari Masjid-il-Haram pada jam 16:00 sampai waktu maghrib.
Selain manfaatnya bagi anak-anak kita yang bisa melihat langsung kemuliaan Islam, juga sangat mungkin ada orang lain seperti saya yang akan merasa tertarik pada Islam setelah melihat pemandangan yang sangat mulia itu.
Wassalamu'alaikum wr.wb.,
Gene Netto
Subscribe to:
Comments (Atom)
