Search This Blog

Labels

alam (8) amal (45) anak (315) anak yatim (75) bilingual (21) bisnis dan pelayanan (6) budaya (8) dakwah (84) dhuafa (6) for fun (12) Gene (168) guru (68) hadiths (9) halal-haram (24) Hoax dan Rekayasa (32) hukum (57) hukum islam (51) indonesia (487) islam (541) jakarta (27) kekerasan terhadap anak (371) kesehatan (94) Kisah Dakwah (13) Kisah Sedekah (9) konsultasi (13) kontroversi (5) korupsi (22) KPK (12) Kristen (14) lingkungan (18) mohon bantuan (13) muallaf (49) my books (2) orang tua (11) palestina (33) parenting (2) pemerintah (99) Pemilu 2009 (36) pendidikan (497) pengumuman (23) perang (9) perbandingan agama (12) pernikahan (11) pesantren (48) politik (111) Politik Indonesia (29) Progam Sosial (15) puasa (35) renungan (187) Sejarah (5) sekolah (94) shalat (11) sosial (281) tanya-jawab (15) taubat (6) umum (13) Virus Corona (24)

Popular Posts

Showing posts with label amal. Show all posts
Showing posts with label amal. Show all posts

26 February, 2026

Sedekah Untuk Anak Yatim Dibalas 18 Kali Lipat Dalam 18 Jam, Dalam Bentuk HP Baru

Assalamu’alaikum wr.wb. Pada suatu hari, saya makan malam dengan seorang anak yatim yang saya kenal. Saat mau pulang, saya kasih dia Rp.150 ribu sebagai uang saku. Alhamdulillah, sudah bisa membuat anak yatim kenyang, sudah berikan uang saku, dan juga menghibur hatinya dengan diskusi agar dia dapat wawasan yang luas. Besok harinya, ada teman yang ajak saya minum kopi, tetapi katanya harus mampir ke Mall Ambassador dulu. Saya merasa capek, tetapi sudah lama tidak bertemu dia, jadi tidak enak menolak, jadi saya paksakan diri keluar. Saat ketemu, dia bilang mau lihat HP baru dulu. Yahhh, capek deh, kalau harus menunggu teman melihat HP berjam-jam. Tetapi ternyata, dia hanya mau lihat satu HP saja. 

Di tokonya, saya duduk dan berdzikir saja karena bosan melihat HP padahal tidak bisa beli. Setelah dia sudah periksa semuanya, teman saya berpesan, “Minta DUA ya Mbak!” Saya kaget. Baru saja lihat, kok langsung beli dua? Saya bertanya, apa buat istrinya? Teman saya senyum. “Nggak. Buat kamu saja, biar kita sama!!” Sebelumnya, saya sudah sering bilang bahwa HP lama saya kurang enak dipakai dan sering error saat instal aplikasi terbaru. Ternyata, teman itu juga alami masalah yang sama, jadi dia sudah berniat beli dua HP baru, biar kami bisa senang pakai HP yang bagus.

Setelah dipikirkan, saya merasa kaget. Kok bisa? Waktu diajak, saya tidak mau pergi karena capek, tetapi paksakan diri karena ingin silaturahim. Lalu dapat HP baru. Tiba-tiba saya ingat anak yatim dari satu hari sebelumnya. Saya kasih dia Rp.150 ribu saja, dan besok harinya saya dapat HP baru, dengan harga 2,7 juta. Saya pakai kalkulator. Rp. 2,7 juta / 150rb = 18. Jadi uang yang diberikan kepada anak yatim dibalas 18 kali lipat, dan dibalas persis 18 jam sesudahnya juga. KEBETULAN? Kalau kita yakin kepada Allah, tidak ada kebetulan.

Kalau anda punya banyak uang, atau sedikit, jangan lupa anak yatim dan dhuafa. Uang yang diberikan kepada mereka tidak akan hilang. Tetapi itu adalah investasi yang paling aman, karena Allah SWT yang menjamin akan bayar kembali dengan berlipat ganda! Coba saja, dan jangan takut. Doa dari anak yatim itu lebih berharga daripada deposito yang paling bagus di bank. Doa itu membawa manfaat yang luas di dunia dan juga di akhirat, sedangkan deposito mungkin bermanfaat di dunia, tetapi tidak bisa selamatkan kita di akhirat.

245. Siapakah yang mau memberi PINJAMAN kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan MELIPAT GANDAKAN PEMBAYARAN KEPADANYA dengan LIPAT GANDA YANG BANYAK. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki), dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.
(QS. Al-Baqarah 2:245)

Rasulullah SAW bersabda, “Aku dan pemelihara anak yatim di surga seperti ini (dan beliau memberi isyarat dengan telunjuk dan jari tengahnya, lalu membukanya.” (HR. Bukhari, Tirmidzi, Abu Daud)

Semoga bermanfaat sebagai renungan.
Wa billahi taufiq wal hidayah,
Wassalamu’alaikum wr.wb.
-Gene Netto



08 August, 2022

Bersedekah Karena Allah Tanpa Rasa Takut

133. Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang BERTAQWA,
134. (yaitu) orang-orang yang MENAFKAHKAN (hartanya), baik di waktu LAPANG maupun SEMPIT, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”
(QS. Ali Imran 3:133-134)

Assalamu’alaikum wr.wb. Tadi siang saya mau transfer uang kepada anak yatim piatu. Terkumpul 2,8 juta. Di rekening pribadi saya tersisa 208 ribu. Muncul niat bersedekah karena terasa sudah lama tidak bantu anak yatim, disebabkan kebutuhan saya sendiri juga banyak. Lalu muncul rasa ragu-ragu… Saya juga butuh uang! Tapi saya ingat: Sedekah kita akan dibalas oleh Allah SWT! Dan RAHMAT ALLAH yang didapatkan tidak bisa dihitung oleh akal manusia. Saya bismillah, dan pindahkan 200 ribu. Rekening saya tersisa 8 ribu. Saya transfer 3 juta, dan memberi tahu teman ustadz agar dicek.

Setelah lihat rekening saya kosong, dan berpikir tentang kebutuhan beberapa juta per bulan, saya senyum saja. Sudah terlanjur! Harus yakin pada Allah. Lalu, sambil chatting di WA dengan teman, saya ketawa dan bilang rekening saya kosong. Tiba-tiba, dia kasih tahu sudah kirim 250 ribu ke saya! Baru lewat 5 menit, dan sedekah saya sudah dikembalikan. Tetapi hati saya lebih tenang lagi memikirkan anak yatim piatu yang insya Allah akan dikejutkan melihat 3 juta! Rahmat Allah sebesar apa kalau bisa menyantuni, menghibur, menjaga, dan berikan semangat kepada anak yatim piatu?

Teman-teman, jangan mengira bahwa tugasnya "bersedekah" hanya untuk orang "kaya" saja. Kita semua sanggup, walaupun hanya dengan 5 ribu, walaupun hanya dengan bagikan makanan, walaupun hanya dengan senyum kepada orang lain, atau berikan waktu 5 menit untuk dengarkan masalah teman dan berikan nasehat. Bersedekah. Karena Allah. Seberapa bisanya. Dan YAKIN bahwa Allah SWT akan membalas.
Semoga bermanfaat. Wassalamu’alaikum wr.wb.
-Gene Netto



02 July, 2017

Bersedekah Kepada Siapa?


Assalamu’alaikum wr.wb., Kl ingin bersedekah, maka mudah sekali untuk menentukan sasarannya.

1. Diri sendiri, isteri, anak, dan orang tua. (Keluarga inti, dan orang tua).  Kl semuanya sudah makmur, pilih yg berikutnya.
2. Saudara. Kalau ada saudara yg yatim atau miskin, mrk harus diutamakan, bukan org yang jauh yg tidak dikenal. Bayangkan kl ada saudara yg yatim, yg tahu kita sering kirim dana ke lokasi jauh tapi abaikan dia. Pasti sakit hati. Utamakan saudara dulu. Kl saudara cukup makmur, pilih yg berikutnya.
3. Anak Yatim dan Tetangga. Berkali2 Rasulullah SAW berpesan ttg kewajiban berbuat baik dgn tetangga. Kl tetangga sangat miskin dan tahu kita sering kirim uang ke daerah, dan abaikan kesulitan mrk, bagaimana mrk tidak sakit hati? Kl semua tetangga sudah cukup  makmur, pilih yg berikutnya.
4. Semua kategori yang lain. Orang yang berjuang di jalan Allah, seperti santri atau ustadz. Orang yg berdakwah. Orang yang punya hutang. Orang tanpa penghasilan. Orang dgn penghasilan tapi tidak cukup. Orang sakit. Dan seterusnya.

20 January, 2017

Berhasil: 30 Juta Utk Tuti, Yatim Yg Kena Luka Bakar



Assalamu’alaikum wr.wb., Alhamdulillah sudah terkumpul 30 juta utk Tuti, anak yatim yg kena luka bakar besar di kakinya, saat kerja di Jakarta sebagai pembantu. Tuti yg menjadi anak yatim sejak usia 6 tahun sekarang mau menetap di Desa Karangdawa, Tegal, bersama Ibu dan adiknya. Mrk mau dagang sayuran dan buah. Dan bersama pamannya, mau ternak kambing dan bagi hasil.
Sekarang Tuti, 4 kakak-adik, dan ibu punya kesempatan utk hidup mandiri, dan anak2 tidak perlu tinggalkan ibu sendirian di kampung. Tuti masih berobat dan luka bakar di kakinya sudah mulai sembuh. Kl mau kasih tambah ke Tuti dan keluarganya, silahkan kirim ke rekeningnya. Terima kasih kepada semua teman yang turut membantu dalam program ini. Semoga Allah SWT membalas dgn berlipat ganda. Amin..
Wassalamu’alaikum wr.wb., Gene Netto

BRI, No. 6066-0100-2086-507, a/n Tuti umaroh


30 May, 2016

Nizam, Anak Yatim Yg Tuli, Belajar Bicara



Masih ingat sama Nizam? Anak yatim yg tuli usia 5 tahun di Bekasi. Nizam tuli dari lahir, dan setelah ada dana yang dikumpulkan dari teman2 Facebook saya, Nizam dibawa ke dokter THT utk pemeriksaan telinga. Tapi sayangnya syarafnya mati, jadi tidak bisa dibantu dgn pasang Alat Bantu Dengar. Sekarang, Nizam sudah masuk TK-SLB, dan ada anak2 tuli lain di situ. Jadi dia sudah mulai belajar bahasa isyarat dan belajar ucapkan beberapa kata walaupun dia sendiri tidak bisa mendengarnya (lihat video). Karena antar Nizam ke TK, Ibu Rani tidak lagi jualan nasi uduk setiap pagi seperti biasa, dan hanya kerja pada sabtu minggu saja. Kalau ada yang mau menolongnya, ada nomor rekening untuk Nizam di bawah. Dan di bulan puasa, kl ada orang Bekasi yang mau bagikan mainan, buku atau baju buat Nizam, ada alamat rumahnya juga. (Nizam juga punya dua kakak, laki dan perempuan, usia SMP-SMA).

02 December, 2015

Zuckerberg Akan Limpahkan 99% Saham Facebook



Mark Zuckerberg akan menyumbangkan 99% dari sahamnya dalam Facebook utk amal. Disumbangkan ke yayasan yang dia dirikan dgn isterinya, Priscilla Chan, yang akan fokus pada program yang memajukan umat manusia. Saat melihat berita ini, saya tidak tahan utk berpikir: “Untung Zuckerberg bukan pengusaha Muslim di Indonesia!”
Soalnya, kl dia pengusaha Muslim yang kaya di sini, hartanya akan digunakan utk beli saham batu bara, kelapa sawit, minyak, gas, saham Freeport, dan dia akan masuk partai politik. Lalu dia akan bayar terus utk menjadi ketua partai, dan berusaha menjadi menteri, karena dgn demikian hartanya bisa lebih dijaga dan dia bisa aman dari penyelidikan KPK.

Untung Zuckerberg bukan orang Muslim dari Indonesia. Dan untung ada beberapa “orang kafir” seperti dia, dan Bill Gates, dan Warren Buffet yang mau mengajarkan orang Muslim ttg sikap kedermawanan dan usaha memajukan umat manusia.
Kalau tidak ada orang kafir yang mau berikan contoh itu, dari mana pengusaha Muslim akan belajar untuk beramal dan memajukan umat manusia? Jangan bilang dari Rasulullah SAW karena kebanyakan pengusaha kaya yang Muslim di Indonesia hanya sanggup berbasa-basi kalau mereka membahas Nabi Muhammad SAW dan contohnya!  
-Gene Netto

Zuckerberg Akan Limpahkan 99% Saham Facebook
Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, beserta istrinya, Priscilla Chan, mengatakan bakal melepas 99% saham mereka di perusahaan jejaring sosial itu. Pengumuman itu dikemukakan seiring dengan kelahiran putri mereka, Max.

23 February, 2014

Sedekah 100 Dolar Untuk Anak Yatim Dibalas Dalam 1 Jam



Assalamu'alaikum wr.wb. Saya pernah dikasih sedekah $US 100 dari seorang teman. Tiba-tiba, saya memikirkan seorang anak yang saya kenal yang baru menjadi yatim, jadi saya langsung berniat untuk menghibur hatinya. (Kapan lagi bisa pegang $US 100?) Saat ketemu saya dan melihat uangnya, senyumnya lebar sekali. Dipegang seperti barang antik seolah-olah takut "pecah". 

Dia tidak percaya semuanya mau dikasih kepada dia, dan dikira harus dibagi sama saya. Saya sarankan dia simpan dulu, tetapi dia tunjukkan sepatunya yang "kebetulan" rusak. (Apakah ada kebetulan di dunia ini?) Sepertinya sudah menjadi takdir dia untuk dapat uang untuk beli sepatu baru pada hari itu. 

Ketika berangkat pulang, saya cek email di HP, dan menjadi kaget. Ada orang yang kirim Rp 1 juta kepada saya karena merasa terbantu oleh nasehat saya. Jadi uang yang dikasih kepada anak yatim dibalas dalam SATU JAM saja dengan jumlah yang sama (sesuai nilai kurs di saat itu).

Kalau dianggap uang di tangan kita adalah milik kita, maka keliru sekali. Setiap atom di seluruh alam semesta adalah milik Allah SWT. Berarti semua uang di seluruh dunia juga milik Allah. Badan setiap manusia yang memegang uang juga milik Allah. Dan karena Allah baik hati, setiap manusia mendapatkan "titipan" uang untuk sementara. Jumlahnya terserah Allah, tetapi juga terkait dengan usaha kita. Jadi kalau melihat anak yatim dan dhuafa lalu berpikir, "Saya tidak mau bagikan UANG SAYA dengan mereka," maka pemikiran itu merugikan diri sendiri. 

Uang yang diberikan kepada anak yatim dan dhuafa akan dibalas oleh Allah, dengan berlipat ganda, dan kita juga akan diberikan berbagai kebaikan di atas itu lagi disebabkan pahala yang terkumpul, seperti kesehatan, kemudahan dalam urusan, dan banyak hal lain yang sulit kita hitung nilainya. Jadi kalau uang kita lebih dari kebutuhan, jangan takut untuk menolong anak yatim dan dhuafa, dan harus merasa YAKIN bahwa Allah SWT akan membalas. 

Sebaiknya dimulai dengan anak yatim dan dhuafa yang masih saudara (kalau ada), lalu tetangga, dan yang jauh. Coba mulai saja dengan 1 orang, atau membantu pesantren, masjid, muallaf, pengobatan, bakti sosial, dan hal-hal lain. Insya Allah akan cepat terasa manfaatnya, dan cepat juga balasannya, yang berlipat ganda.  

Rasulullah SAW bersabda, “Aku dan pemelihara anak yatim di surga seperti ini (dan beliau memberi isyarat dengan telunjuk dan jari tengahnya, lalu membukanya).” (HR. Bukhari, Tirmidzi, Abu Daud)

245. Siapakah yang mau memberi PINJAMAN kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan MELIPAT GANDAKAN PEMBAYARAN KEPADANYA DENGAN LIPAT GANDA YANG BANYAK. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki), dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.
(QS. Al-Baqarah 2:245)

Semoga bermanfaat. 
Wabillahi taufik walhidayah, 
Wassalamu'alaikum wr.wb.
-Gene Netto

23 January, 2014

Kekayaan Yang Kita Miliki Berasal Dari Allah

Assalamu'alaikum wr.wb. Ada orang yang mengatakan bahwa dia tidak pernah kasih uang kepada keponakannya yang anak yatim. Uangnya dipakai dulu untuk membangun usaha, dan diniatkan akan bantu anak yatim itu NANTI setelah menjadi kaya. Sebaliknya, Rasulullah SAW malah merasa "tidak tenang" kalau simpan uang di rumah daripada dibelanjakan di jalan Allah untuk menolong orang lain.

Sepertinya banyak orang selalu takut uangnya akan "hilang". Hasilnya, mereka simpan uangnya terus, dan keberatan membantu anak yatim dan dhuafa. Alasannya: Takut jatuh miskin. Alasan lain: Uang itu "milik mereka" (hasil usaha keras mereka). Tetapi kalau mau dipahami, semua uang di dunia ini sebenarnya "milik Allah". Semua atom dalam tubuh kita, dan di seluruh alam semesta, juga milik Allah. Tapi banyak orang tidak sadar. Mereka anggap bahwa kekayaan mereka muncul disebabkan mereka sangat pintar dan kerja keras. Tetapi pola pikir ini keliru. Ada banyak orang yang sangat pintar tapi tidak kaya. Banyak orang kerja keras seumur hidup tapi masih miskin. Jadi selalu ada "faktor lain" di belakang kekayaan seorang manusia.

Banyak orang berkomentar: "Saya akan lebih banyak bersedekah SESUDAH menjadi kaya". Tapi berapapun kekayaan mereka, selalu terasa "belum cukup". Pekerja biasa merasa hidup pas-pasan (uangnya habis untuk makan, rokok, transportasi, dan baju). Manajer juga merasa hidup pas-pasan (uangnya habis untuk beli mobil baru, renovasi rumah, liburan ke luar kota, umrah lagi, dsb.). Jadi berapapun yang mereka dapatkan dari Allah, selalu terasa "belum cukup", dan mereka belum mau pedulikan anak yatim dan dhuafa. Harus menjadi "kaya" dulu, lalu bantu anak yatim sesudah itu.

Ajaran dari Rasulullah SAW adalah yang sebaliknya. Berikan kepada anak yatim dan dhuafa SEKARANG, dengan janji akan dapat balasan berlipat ganda dari Allah. Dan uang itu yang sebenarnya menjadi harta kekayaan kita, karena sudah dicatat di sisi Allah dan para malaikat, dan tidak ada yang bisa merampas harta itu dari kita. Sudah disimpan dalam sistem investasi yang paling aman dan makmur di dunia. Jadi kalau anda belum merasa berani untuk bantu banyak orang, mulai dengan satu saja. Cari satu anak yatim atau satu orang dhuafa. Tanya dia ingin dibelikan apa, atau membutuhkan apa, dan berusaha menolongnya. Atau berjanji akan menolongnya kalau dapat rezeki baru, dan mohon dia bantu berdoa kepada Allah agar anda dapat rezeki. Coba dulu dengan satu orang, dan yakinlah bahwa Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya.  

245. Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan MELIPAT GANDAKAN pembayaran kepadanya dengan LIPAT GANDA YANG BANYAK. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.
(QS. Al-Baqarah 2:245)

Rasulullah SAW bersabda, "Aku dan pemelihara anak yatim di surga seperti ini (dan beliau memberi isyarat dengan telunjuk dan jari tengahnya, lalu membukanya." (HR. Bukhari, Tirmidzi, dan Abu Daud)

Semoga bermanfaat. Wa billahi taufiq wal hidayah,
Wassalamu'alaikum wr.wb.,
-Gene Netto

21 January, 2014

Terkumpul 40 Juta Untuk Anak Tumor Mata



Assalamu’alaikum wr.wb.,
Terima kasih kepada teman2 yang bersedekah kemarin untuk anak yang kena tumor mata sebesar melon. Sudah terkumpul 40 juta dan sudah dikirim ke teman saya yang dokter mata di RSCM. Diutamakan untuk anak bernama Arya (kasus pertama yang disampaikan ke saya) karena tumor dia paling besar, dan bapaknya yang tukang ojek sudah jual motor agar ada biaya.
Sudah ada kabar dari teman lain bahwa ada orang di Baznas yang mengatakan mau periksa kasus2 anak tumor mata itu, dan insya Allah mereka akan mulai membantu juga nanti. Semoga bisa menjadi bantuan rutin karena ada banyak anak yang kena tumor mata, miskin, dan kl mau berobat, tidak ada biaya transportasi atau penginapan atau nafkah hidup untuk orang tua yang datang menemani anaknya berobat di RSCM.

Mungkin nanti akan ada kasus2 lain yang perlu bantuan, karena secara rutin ada pasien seperti itu yang sudah lama tidak berobat (tidak ada biaya) sehingga tumor di mata anak menjadi besar sekali. Orang tua menunda pengobatan terus, karena takut tidak akan ada dana dan harus tinggalkan pekerjaan untuk sekian hari. Hasilnya, anak menjadi lebih parah dan proses pengobatan lebih sulit.

Terima kasih pada semua teman yang telah membantu. Semoga Allah SWT membalas dengan berlipat ganda. Kalau kemarin tidak melihat foto anaknya, masih ada di Facebook dan blog saya. Kalau nanti masih ada yang mau bersedekah untuk anak2 itu, tetap bisa lewat saya. Tinggal email saja dan kasih tahu uang yang dikirim minta dikirim ke anak2 tumor mata.
Foto bisa dilihat di Facebook Page Gene Netto

Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto

08 November, 2013

Apa Benar Umat Islam Peduli Pada Anak Yatim?



Assalamu’alaikum wr.wb.,
Kemarin saya berusaha kumpulkan uang untuk seorang anak yatim yang lumpuh di Cilacap, dan belum pernah dibantu seumur hidup. Dia tidak pernah sekolah karena tidak ada kursi roda. Pertama saya berusaha kumpulkan uang, ternyata hanya 9 orang dari sekitar 20 ribu orang yang terima artikel saya yang mau bantu. Saya membuat artikel kedua, dan bertanya kenapa tanggapan dari begitu banyak orang Muslim bisa begitu minimal.

Beberapa orang merasa tersentuh dan setuju bahwa kita semua bisa lakukan lebih, dan mereka juga mulai bantu saya cari uang. Tapi ada pendapat lain dari beberapa orang. Katanya, jangan berburuk sangka. Jangan salahkan umat Islam. Mungkin saja 20 ribu orang punya program masing2 untuk menyantuni anak yatim sendiri, jadi tidak perlu lewat saya. Apakah mungkin itu benar?

Mohon maaf bagi yang tidak berkenan, tapi saya tidak percaya. Saya punya pengalaman luas bicara dengan ratusan ribu orang Muslim secara langsung. Ketika membahas anak yatim, mayoritas dari mereka (di atas 90%) mengatakan tidak ada santunan rutin untuk anak yatim, dan bahkan bertanya kepada saya bisa ketemu anak yatim di mana. Ada juga orang yang mengaku tidak pernah bantu anak yatim yang merupakan keponakannya sendiri.

14 October, 2013

Malam Mingguan Sama Anak Yatim? Siapa Takut!



Assalamu’alaikum wr.wb.,
Malam ini saya ada tugas antar uang ke anak yatim di Panti Yakin, Jati Padang. Uang itu titipan dari teman saya karena isterinya sakit. Sebenarnya ada banyak tugas yang perlu dikerjakan di rumah, tapi uang itu amanah, jadi harus segera diantar. Saya juga beli Pulpy Orange dan es krim Magnum buat semua (dari dana sosial di BCA saya).

Ternyata di Panti ada orang lain yang membuat acara syukuran. Mereka sudah kasih makan malam yang enak kepada anak2. Dan biasanya setelah itu, kebanyakan orang pamit dan pergi. Tapi orang2 ini masih di situ. Mereka sudah siapkan Games buat anak2. Dibentuk 4 tim, dan dibuat beberapa lomba. Anak2 teriak gembira dan ikuti semua lomba. Selama 1 jam saya lihat semuanya ketawa2 dan sangat senang.

Setelah teman2 itu pergi, saya diskusi sama ustadz di Panti. Saya bilang bahwa saya sangat kagum ada orang Muslim seperti itu. Pada malam minggu, kebanyakan orang sibuk dengan keluarga masing2, atau teman2, pergi ke mall untuk makan, nonton dan bersenang2. Tapi di saat yang sama, masih ada orang dewasa yang malah mau tinggalkan keluarga dan teman, untuk datang ke panti asuhan dan main dengan anak yatim. Mereka bisa saja kasih makanan dan uang, lalu pergi. Tapi ternyata, mereka rela habiskan waktu untuk bermain juga, membuat anak2 senang, bercanda dengan mereka, dan berikan mereka “suasana keluarga” yang menyenangkan.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...