31 December, 2019

Ahmad Dhani Bebas dari Penjara

Mengucapkan satu kata seperti "idiot" dan pelaku bisa masuk penjara 1 tahun, bersama pembunuh, perampok dan pemerkosa. Pemerintah melindungi rakyat dari perasaan sakit hati, seperti halnya orang tua melindungi balita dari perasaan sakit hati. Orang tua tahu anak mereka ber-IQ rendah, tidak bisa berlapang dada, dan tidak bisa kontrol emosinya karena belum dewasa. Lalu pemerintah mengharapkan apa dari rakyat kalau sikapnya sama seperti orang tua terhadap balita? Kapan boleh menjadi dewasa?

Sayang sekali kalau tidak boleh ada hak bicara bebas di negara ini. UUnya sudah ada, tetapi dipangkas oleh DPR dan pemerintah! Membahas agama lain masuk penjara, membahas agama sendiri masuk penjara, menyampaikan pendapat pribadi secara jujur masuk penjara. Rakyat diharapkan selalu takut bicara jadi lebih baik rakyat berbohong terus. Itu lebih aman daripada ungkapkan pendapat dan perasaan secara jujur.

Pasal pencemaran nama baik dan pasal2 lain selalu menanti kalau ada yang berani bahas apa yang dipikirkan secara jujur. Terbukti satu kata sudah cukup untuk menjadi penyebab masuk penjara! Di negara2 maju, orang yang paling berbahaya yang masuk penjara. Di Indonesia, orang yang membuat satu orang lain merasa sakit hati juga bisa masuk penjara! Aneh betul. Tapi rakyat takut protes. Di negara barat, ada hak bicara bebas, dan hal itu menghasilkan perdebatan pro dan kontra. Di Indonesia, diam dan taat lebih diutamakan daripada berpikir sendiri dan banyak bertanya.

Korea Utara, Rusia dan Cina akan kirim pujian bagi pemerintah Indonesia! Mereka sudah duluan membuat rakyatnya takut bicara! Tapi apa ada yang bisa menjelaskan kenapa Indonesia mau meniru mereka? Yang sangat takut pada hak bicara bebas selalu membahas "kerukunan". Tapi yang mereka puji adalah kerukunan palsu, di mana orang senyum di depan muka kita (karena terpaksa, karena takut jujur) dan menghujat kita di belakang punggung. Itu bukan kerukunan.

Terlihat di negara maju. Orang naik panggung, saling menghujat dan menghinakan dan mengatakan ide2 pihak lawannya jelek dan buruk. Lalu setelah acara selesai, mereka ngopi bersama dan diskusi sebagai kawan. Kenapa? Karena ada kerukunan yang benar. Mereka saling tidak setuju, tapi bisa menghargai hak orang lain. Di Indonesia tidak. Kita harus pura2 rukun, padahal membenci orang lain, tapi kebencian itu tidak boleh diungkapkan. Kasihan anak Indonesia yang tidak mau dikasih kebebasan dari pemerintahnya sendiri. Apa ini hasil perjuangan kemerdekaan? Rakyat yang takut bicara? Apa bedanya dengan zaman penjajahan?  
-Gene Netto

Ahmad Dhani Bebas dari Penjara
https://www.kompas.com

Kenalan di Facebook, Gadis Belia Diperkosa 8 Pria Lalu Ditinggal di Jalan

Setiap hari, kalau baca berita kekerasan terhadap anak, satu frase muncul terus: "Kenalan Facebook!" Salah satu sumber hubungan antara pemerkosa dan korban adalah Facebook. Seorang perempuan di desa atau kota kecil dapat "kenalan baru di facebook" yang ajak dia menjadi teman, dan juga bertemu. Anak laki-laki itu sekaligus panggil teman2nya dan kasih tahu mereka akan ada kesempatan memperkosa seorang perempuan malam itu. Teman2nya bergembira (tentu saja) dan berkumpul di suatu lokasi seperti rumah kosong, hutan, kuburan, tempat wisata, dll.

Korban dijemput "kenalan baru Facebook" itu, ikut jalan2 naik motor, dan ketika tiba di lokasi, ada 8 anak remaja yang sudah siap dan menunggu dengan sabar, karena siapa yang tidak mau dapat kesempatan memperkosa seorang anak perempuan kalau bisa? Sepertinya ini sudah menjadi salah satu hobi kesukaan anak Indonesia di zaman ini: main bola, main game online, dan memperkosa kenalan baru Facebook.

Dan dari berita seperti ini yang muncul setiap hari, tidak pernah sekalipun ada berita yang mengatakan seorang remaja laki-laki diajak temannya memperkosa kenalan baru Facebook, lalu anak itu MENOLAK, dan lapor ke orang tua dan polisi. Saya sudah baca ribuan buah berita yang menyebutkan perempuan diperkosa bergilir oleh kenalan baru Facebook dan beberapa temannya, dan tidak pernah ada satupun dari puluhan ribu anak remaja laki-laki itu yang lapor ke polisi dengan niat gagalkan pemerkosaan.

Coba anda jelaskan KENAPA begitu banyak anak remaja laki-laki di Indonesia punya penilaian yang begitu rendah terhadap perempuan, dan begitu nafsu main seks sehingga siap memperkosa seorang anak yang tidak dikenal, dan hanya perlu diajak sekali saja (bukan dibujuk berkali2)? Hilang ke mana budaya timur, sopan santun, agama dan adat yang dibanggakan orang dewasa di sini? Atau apakah semua itu hanya pencitraan saja, dan selama anak remaja terlihat rajin cium tangan dan shalat kalau disuruh, orang tua tidak memikirkan apa hatinya anak mereka busuk atau mulia? Kenapa penampilan luar yang diutamakan, dan bukan isi hati, akhlak dan kemuliaan?
-Gene Netto

Kenalan di Facebook, Gadis Belia Diperkosa 8 Pria Lalu Ditinggal di Jalan
Minggu, 29 Desember 2019. Dikatakannya peristiwa terjadi setelah korban berusia 16 tahun berkenalan dengan salah satu tersangka melalui facebook. Kemudian, korban diajak ke rumah kosong dan diperkosa secara bergantian oleh 8 laki-laki. Bocah perempuan malang ini kemudian ditinggalkan di pinggir jalan.
https://batam.tribunnews.com

18 December, 2019

Kenapa Isra Miraj Dianggap Tidak Logis?

Ada orang yang merasa peristiwa Isra Miraj tidak logis, jadi ajaran Islam tidak boleh dikatakan logis. Bagaimana Nabi Muhammad SAW bisa hidup di luar angkasa? Atau lewati jarak jauh dengan cepat? Kalau ajaran Islam dan logika manusia bentrok, kita perlu "periksa logika manusia", bukan membantah ajaran Islam. Kita harus "mencari penjelasan logis" sendiri, dan belum tentu ketemu. Ini usaha saya menjelaskan Isra Miraj secara logis.

Pertanyaan: Apa Allah Maha Kuasa, atau Kuasa Dikit-dikit? Kalau Allah Maha Kuasa, segala sesuatu bisa dikerjakan tanpa halangan, betul? Manusia hidup dalam air ketuban selama 9 bulan. Manusia bisa ke dasar laut dalam kapal selam. Jadi secara prinsip, manusia bisa "hidup dalam air" (dengan berbagai cara). Kenapa tidak mungkin hidup di luar angkasa? Allah bisa menciptakan sesuatu sebagai "alat penampungan, penuh oksigen" agar Nabi bisa tinggalkan bumi.

Atau, Allah juga bisa perintahkan badan Nabi "tahan nafas" agar tidak perlu oksigen untuk sekian jam. Ada seorang penyelam yg bisa tahan nafas untuk 24 menit. Jadi kalau Allah perintahkan badan Nabi berfungsi terus tanpa oksigen, siapa yang bisa membatalkan Perintah Allah itu?

Kenapa Nabi bisa melintas alam semesta dengan cepat? Karena diantar oleh malaikat Jibril secara langsung. Bukan naik ojek. Malaikat secepat cahaya? Lebih cepat? Kalau tangan Nabi dipegang oleh malaikat, maka sama dengan kita duduk di pesawat: Akan ikut dengan kecepatan yang sama.

Tapi siapa bilang jaraknya "jauh"? Ahli fisika membahas "wormhole" atau "lubang cacing" yang merupakan jalan pintas melalui ruang dan waktu. Ambil sebuah halaman A4, dan membuat titik di dua ujung yg berbeda. Satu titik adalah bumi, dan titik lain berjarak 1 milyar tahun cahaya dari sini. Lipatkan kertas itu, sehingga kedua titik itu "berdampingan". Lalu tusuk kertasnya dgn pensil, membuat lubang. Itu penjelasan yang diberikan oleh ilmuwan ttg lubang cacing di alam semesta.

Kalau ilmuwan anggap hal itu "logis", dan suatu barang bisa melintas jarak jauh dengan cepat, masa Allah tidak sanggup melakukannya juga? Bagaimana kalau Allah mengatakan, "Ada puluhan cara lain utk melintas jarak 1 milyar tahun cahaya dalam 1 detik!" Mau katakan apa? Allah Maha Kuasa? Atau, Allah Kuasa Dikit-dikit, dan Isra Miraj "tidak mungkin" terjadi karena Allah "tidak sanggup" memindahkan 1 manusia di alam semesta secara cepat?

Saya mau gunakan AKAL YANG SEHAT untuk mengakui bahwa ALLAH MAHA KUASA. Kalau Allah menghendaki, segala sesuatu yang kita pahami ttg biologi, fisika, kimia, kehidupan, jarak, waktu, dan lain-lain, bisa BERUBAH. Kenapa? Karena Allah Maha Kuasa. Jadi kalau ada orang yg anggap Isra Miraj tidak logis, dan Allah "tidak bisa" melakukannya, maka hanya ada satu penjelasan: Orang itu belum beriman kepada Allah Yang Maha Kuasa!
-Gene Netto

17 December, 2019

Banyak Situs Muslim Di Negara Barat Kurang Berkualitas

Saya baru selesai kerja berjam2 hari ini, kirim info buku saya ke lembaga dan organisasi Islam, Islamic center, universitas, perkumpulan Muslim, dan masjid besar. Di Amerika, Kanada, Inggris, Irlandia, Australia, Selandia Baru, Uni Eropa, Perancis, Belgia, Jerman, Itali, dan lain-lain. Mungkin totalnya 80-100 lembaga.

Dan sama seperti kemarin, ada banyak kesulitan hubungi mereka. Situsnya error, tidak bisa kirim pesan, atau alamat email salah, jadi setelah dikirim dapat pesan emailnya tidak bisa sampai. Ada banyak sekali website dengan info kontak terbatas, seperti alamat, nomor telfon lokal, dan NOMOR FAX! Baru tahu fax masih berlaku di negara2 barat. Haha. Di sini saja saya tidak pernah melihat orang memakainya. Jangan2 nomor faxnya juga mati. Dan ada banyak sekali akun Facebook untuk komunitas Muslim, tapi post terbaru? Tahun 2012 atau 2015.

Saya merasa sedih melihat hal ini. Kesimpulan sekilas saja, umat Islam di manca negara terkesan cukup gaptek, dan tidak manfaatnya internet dan media sosial untuk berdakwah. Ada post di sebuah facebook atau situs ttg acara "buka puasa bersama bulan Ramadhan tahun 2015". Tapi tidak ada penjelasan ttg agama Islam, atau info ttg apa yang mesti dilakukan seorang warga lokal yang ingin bertanya tentang Islam. Jadi tujuan utama banyak situs sepertinya internal saja utk umat Islam, dan mereka tidak memikirkan orang di luar Islam yang mau cari komunitas Muslim untuk mengenalnya lebih dalam sambil belajar agama Islam.

Kasihan orang non-Muslim. Kalau mau bertanya, belum tentu bisa dapat bantuan dari Muslim yang dekat. Padahal medsos dan internet seharusnya membuat tugas belajar tentang Islam menjadi sangat mudah sekali. Semoga bermanfaat sebagai renungan bagi kita semua.
-Gene Netto 

Saya Bisa Masuk Islam Gara-Gara Sinterklas!

Seorang guru di Amerika dipecat karena memberitahu anak sekolah bahwa Sinterklas tidak nyata. Ada prinsip di negara2 barat: Orang dewasa wajib ikut membohongi anak dengan alasan “budaya”, dll. Kalau menyatakan Sinterklas tidak nyata, orang lain jadi marah karena mereka masih sibuk bohongi anaknya.

Waktu kecil, saya pernah berdebat keras dgn ibu saya. Kami menginap di rumah paman yg tidak ada cerobong asap, yang katanya dipakai Sinterklas utk masuk rumah. Bagaimana saya bisa dapat kado kalau tidak ada cerobong asap??!! Ibu ketawa, dan bilang mau buka jendela. Saya bingung! Saya anak yang logis! Kalau Sinterklas bisa pakai jendela, kenapa tidak lewat pintu, dan kenapa selalu pakai cerobong asap yang sempit dan kotor? Tidak masuk akal!! Sinterklas tidak beres! Ada yang ganjil.

Beberapa tahun kemudian, kakak saya tunjukkan kado2 di lemarinya orang tua, dan dia jelaskan bahwa Sinterklas adalah kebohongan orang tua. Saya marah! Kenapa saya dibohongi?! Kalau saya berbohong, orang tua marah dan menghukum saya. Tapi ternyata mereka tukang bohong yang lebih besar, dan tidak bisa dipercayai lagi! Saya mulai memeriksa semua hal yang pernah diajarkan kepada saya. Kelinci Paskah yang antar telur coklat tidak nyata, dan Peri Gigi yang kasih uang utk gigi yang copot juga tidak nyata.

Dan Yesus tidak lahir pada 25 Desember. Asal usul Alkitab tidak diketahui dan tidak ditulis oleh "sahabatnya Yesus". Gereja pilih sendiri kitab2 yang boleh masuk Alkitab, atau diabaikan, atau dirahasiakan. Dan ada banyak perkara yang lain. Saya seorang anak SD, tapi menjadi kecewa dengan orang tua dan orang dewasa di masyarakat yang bohongi saya terus. Tidak ada pilihan: Saya menjadi ateis. Setelah 10 tahun berlalu, dan saya pindah ke Australia, akhirnya saya ketemu seorang Muslim. Dia menjelaskan Islam adalah agama logis. Saya kaget.

Setelah saya belajar ttg Islam selama 5 tahun, saya merasa "terpaksa menjadi seorang Muslim" karena hanya Islam yang masuk akal. Saya harus menerima dasar logis dalam ajaran Islam. Jadi, saya bisa masuk Islam gara-gara Sinterklas! Lebih tepatnya, setelah tahu Sinterklas itu adalah bohongan orang tua, saya bisa tinggalkan agama Kristen, dan mencari ajaran agama yang logis, benar, dan tanpa kebohongan. Semuanya ditemukan dalam Islam. Orang tua Muslim suruh anaknya selalu jujur, dan mereka juga sampaikan ajaran Islam secara jujur, tanpa perlu bohongi anaknya.

Sinterklas yang masuk semua rumah, lewat cerobong asap, dan mengantarkan puluhan milyar kado, para semua anak Kristen, dalam 1 malam tidak logis! Dan semua orang tua Kristen akhirnya terpaksa mengaku bahwa mereka telah bohongi anaknya. Semoga semua anak yang tidak suka dibohongi mau mencari kebenaran dalam Islam. Saya menjadi yakin pada Islam karena hanya Islam yg logis. Terima kasih Sinterklas, karena membantu saya masuk Islam!
-Gene Netto

16 December, 2019

Hukum Mengucapkan Selamat Natal

Assalamu’alaikum wr.wb., Ucapan “Selamat Natal” ditentukan haram oleh sebagian besar ulama di manca negara. Sebaliknya, ada juga yang membolehkan. Saya sepakat dgn ulama yang melarang. Coba berpikir begini: Mengucapkan “Selamat Natal” sama dengan mengucapkan “Selamat Atas Kelahiran Tuhan Dalam Bentuk Manusia Yang Disalibkan Untuk Menebus Dosa Kita!”

Bagi Muslim, kalimat itu syirik. Muslim tidak boleh percaya Tuhan lahir sebagai manusia. Juga tidak boleh percaya Tuhan bisa dibunuh dgn tiga paku. Jadi, kalau kalimat panjangnya jelas syirik, dan merupakan penyembahan terhadap sosok selain Allah SWT, apa versi singkatnya "Selamat Natal" berbeda? Mau diucapkan untuk hormati orang kafir?

98. Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat- Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir. (Al-Baqarah QS. 2:98)

Allah SWT adalah musuhnya orang kafir. Tetapi kl mereka baik hati, maka kita harus sama. Apa berarti kita harus ucapkan Selamat Natal pada saat mereka menyembah Yesus sebagai Tuhan? Mau jaga diri atau ikut2an? Mau setia pada Kemauan Allah, atau kemauan manusia?

Dari Ibnu Umar ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk di antara mereka. (HR. Abu Daud)

Kalau dpt ucapan Selamat Natal, saya jawab “Terima Kasih”. Belum pernah ada orang Kristen yg menjadi marah. Kl orang tua kirim kado Natal, saya terima, tapi tidak balas. Tidak menjadi masalah.

TETAPI, kl ada anggota keluarga atau bos yang Kristen, dan merasa perlu menjaga kerukunan, maka bismillah dalam hati dan jawab "Selamat Natal". Tidak berarti harus aktif ucapkan pada semua orang Kristen di mana2. Kl diajak makan silahkan ikut. Kl ada acara2 doa bersama, nyanyi, dll. yg lebih terasa spt perayaan agama, minta maaf dan tidak ikut. Jadi gunakan sikap mulia dan bijaksana. Hindari kl bisa, dan berusaha utk tidak ikut dalam kegiatan ibadah.

85. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (Ali-Imron QS. 3:85)

Agama Allah jelas. Ikuti contoh Nabi Muhammad SAW dengan berhati-hati kl ada hal yang kurang jelas hukumnya (syubhat). Sepertinya Rasulullah SAW tidak ucapkan Selamat Natal. Tidak ucapkan selamat pada pengikut ratusan agama lain (yg berhalanya di Kabah sebelumnya). Kebebasan beragama dijamin oleh Nabi, tapi dia tidak ikut kegiatan agama mereka, walaupun sebatas ucapan.

Ada dua pilihan:
1. Memilih jalan Allah yang jelas dengan tinggalkan perkara yg meragukan. Ikuti contoh Nabi SAW yg tidak ucapkan Selamat pada pengikut agama lain. 
2. Atau silahkan mengucapkan Selamat Natal, kl yakin itu yang terbaik, krn memang ada sebagian ulama yang membolehkan.

Wallahu a’lam bish-shawab. Semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto

11 December, 2019

Kronologi Siswi SMA di Nias Sudah Tewas Lalu Diperkosa

Saya sudah lupa berapa kali saya baca berita tentang seorang anak yang "dibunuh lalu diperkosa". Coba anda jelaskan fenomena ini dari sisi pendidikan, agama, budaya atau yang lain. Dari mana sebagian pemuda Indonesia menjadi begitu gila terhadap seks, sehingga mereka sanggup memperkosa sebuah mayat dari orang yang baru saja mereka bunuh?

Di benak saya, kalau seandainya baru saja membunuh seseorang, seharusnya ada rasa syok, atau rasa ketakutan yang tinggi. Malah di saat itu, sebagian pemuda Indonesia bisa buka celana, mendapat ereksi, telanjangi mayat, dan memperkosanya. Kenapa bisa?

Makin lama, rasanya makin umum terjadi. Minggu ini ada dua kasus. Dan coba ingat juga, semua pemuda ini berasal dari Indonesia, negara timur, yang katanya penuh adat sopan santun dengan budi pekerti yang luhur. Mereka punya orang tua, kakek nenek, om dan tante, guru sekolah, guru agama, dan tetangga yang banyak. Tapi juga bisa memperkosa mayat. Siapa yang mendidik mereka (atau gagal mendidik mereka) sampai mereka bisa menjadi begitu biadab? Dan siapa yang mau bertanggung jawab?
-Gene Netto

Kronologi Siswi SMA di Nias Sudah Tewas Lalu Diperkosa
Rabu, 11 Desember 2019 | VIVA – Pelaku pembunuhan siswa kelas 3 SMA, Tolonasokhi Halawa (27) berhasil diringkus polis. Diduga tersangka melakukan pemerkosaan terhadap korban, yang sudah tewas dengan kondisi berlumuran darah, di Desa Hiwaebu Kecamatan Susua Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara.

Kapolres Nias Selatan, AKBP I Gede Nakti, menjelaskan pada hari itu, sekitar Pukul 19.00 WIB. Di lokasi kejadian, antara pelaku dan korban berpapasan saat jalan kaki. Saat itu korban L (20), hendak pulang ke rumahnya. Entah setan apa merasuki, pelaku memeluk korban dari belakang. Namun, L langsung memberikan perlawanan.

Gede mengungkapkan karena korban terus meronta dan melawan. Pelaku dengan sadis menikam kepala wanita itu dengan pisau, yang disimpannya di kantong celananya. Setelah korban dipastikan tewas, pelaku kemudian memperkosanya.
https://www.viva.co.id

10 December, 2019

Saat Menteri Adu Akting di depan Presiden

Saya sudah berusaha berkali-kali untuk melihat sisi "baik" dari acara ini. Belum berhasil. Seorang menteri pendidikan yang baru dilantik punya waktu kosong untuk menjadi pelawak dan menghibur presiden. Jokowi diundang ke acara anti-korupsi dengan KPK tapi tidak mau hadir. Malah pergi ke sebuah sekolah dan nonton menteri menjadi pelawak.

Wartawan selalu tanya ttg program kerja 100 hari dari menteri baru. Mungkin ini pertama kali dalam 70 tahun merdeka seorang menteri punya program "menjadi pelawak untuk menghibur presiden". Begitu tidak sibuk? Begitu sedikit tugasnya? Manfaatnya apa dari menjadi pelawak satu hari? Setahu saya tidak ada hubungan antara acara komedi dari menteri dan pencegahan korupsi di masa depan.

Ada atap sekolah yang ambruk, anak dan guru luka-luka, dan ada yang wafat. Ada sekolah dengan 3 guru PNS dan 25 guru honorer. Ada guru honorer yang digaji 300 ribu per bulan, dan menunggu 6 bulan untuk dapat gaji itu. Guru di pelosok bisa habis gajinya untuk beli sembako, karena begitu mahal tinggal di sana. Setiap kali ganti menteri, ganti kurikulum juga, dan membuat 3 juta guru pusing. Setiap ganti kurikulum, buku teks ganti juga, dan membuat 100 juta orang tua pusing. Dari 60 juta siswa, ada jutaan yang tidak sampai kelas 3 SMA karena biaya sekolah begitu mahal. Dana pendidikan korupsi. Dana BOS dikorupsi. Ujian Nasional sudah dilarang oleh MA karena melanggar konstitusi, tapi masih perlu "dikaji dulu" oleh menteri pendidikan yang mengaku tidak mengerti pendidikan.

Tapi menteri pendidikan dan dua menteri lain punya waktu kosong untuk menjadi pelawak dan menghibur presiden selama 1 hari. Maaf, saya tidak bisa melihat sisi baiknya. Kasihan anak Indonesia yang dapat pemimpin negara seperti ini. Kerja, kerja, kerja. Daripada minta menteri menjadi pelawak, lebih baik presiden dan para menteri fokus pada masa depan 80 juta anak Indonesia.
-Gene Netto

Saat Menteri Adu Akting di depan Presiden: Pentas Prestasi Tanpa Korupsi
https://www.youtube.com/watch?v=GsaSOrP0leo

Pembunuhan Keji Bocah SD di Kalteng, Disodomi lalu Dipenggal

Seorang anak SD minta rokok dari pelaku, yang sudah menikah dan punya anak. Tiba2 pelaku ingin sodomi korban, tapi dilawan. Jadi anak kecil itu dicekik, dan setelah mati, disodomi juga. Lalu pelaku jalan pulang ke rumah dengan santai, ambil mandau (pedang), kembali ke jenazah dan potong kepalanya. Jangan terlalu heran. Kekerasan terhadap anak sangat "normal" di Indonesia.

Mungkin besok Kapolri dan dua menteri lain bisa menjadi pelawak di depan presiden, dan membuat drama anti-kekerasan terhadap anak, dan presiden dan para menteri bisa ketawa2, lalu menyatakan niat baiknya untuk melindungi 80 juta anak Indonesia dari kekerasan.

Kita harus selalu ingat pada prinsip yang utama: "Bukan anak saya jadi bukan urusan saya!" Yang penting adalah anaknya orang elit selalu aman dan dilindungi 24 jam. Jadi tidak ada yang perlu peduli pada anaknya orang miskin…
-Gene Netto

Kronologi Pembunuhan Keji Bocah SD di Katingan Kalteng, Disodomi lalu Dipenggal
Ade Sata · Selasa, 10 Desember 2019 - PALANGKARAYA, iNews.id – Polisi mengungkap kasus penemuan mayat bocah sekolah dasar (SD) tanpa kepala di Desa Tumbang Mahup, Kecamatan Katingan Hulu, Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng). Sebelum dibunuh dengan cara dipenggal, korban lebih dahulu disodomi pelaku.
Hasil penyidikan, identitas pelaku kejahatan keji ini berinsial A, warga yang masih satu kampung dengan korban dan telah berkeluarga serta memiliki tiga anak.
https://www.inews.id

Laporan: Ada 56 Orang Korban Pelecehan Seksual di Gereja Katolik Indonesia, Termasuk Seminaris dan Suster

10 Desember 2019. Katoliknews.com – Majalah Warta Minggu yang diterbitkan oleh Paroki Tomang – Gereja Maria Bunda Karmel (MBK), Keuskupan Agung Jakarta menyajikan laporan yang memicu pembicaraan luas, terkait pelecehan seksual di dalam Gereja Katolik di Indonesia.

Majalah milik paroki yang dilayani para imam Karmel itu melaporkan setidaknya 56 orang mengalami pelecehan seksual di dalam Gereja Katolik di seluruh Indonesia. Laporan yang berjudul “Pelecehan Seksual di Gereja Indonesia: Fenomena Gunung Es?” itu, diterbitkan pada edisi Minggu, 7 Desember 2019.

Dijelaskan dalam majalah itu yang file dalam formatnya PDF-nya diperoleh Katoliknews.com bahwa laporan itu berdasarkan sebuah diskusi yang diadakan di Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta pada akhir November untuk menandai kampanye 16 hari penghapusan kekerasan terhadap perempuan.

Selama diskusi itu, Sekretaris Eksekutif Komisi Seminari KWI, RD Joseph Kristanto mengatakan, walaupun dia tidak memiliki data pasti tentang jumlah korban pelecehan seksual di Gereja Katolik di Indonesia, timnya telah menerima laporan dari informan yang merinci setidaknya 56 korban.

“Dari jumlah itu, ada 21 korban dari kalangan seminaris dan frater, 20 orang suster dan 15 korban nonreligius,” kata RD Kristanto seperti dikutip Warta Minggu. “Pelakunya siapa? Ada 33 imam dan 23 pelaku bukan imam. Ternyata banyak juga kejadian di tempat-tempat pendidikan calon imam.”

Kristanto mengatakan ia meyakini bahwa ini adalah fenomena gunung es. “Hitung saja, di Indonesia ada 37 keuskupan, kalau masing-masing keuskupan lima atau sepuluh kasus, silahkan hitung sendiri. Itu baru di keuskupan. Belum di sekolah-sekolah atau panti-panti asuhan,” katanya.
https://katoliknews.com

09 December, 2019

Anak Ceria Bermain Layang-Layang? Atau Pendidikan Agama Anak Kurang Baik?

Kemarin saya lihat berita dengan judul, "Cerianya Anak-anak di Ibu Kota Bermain Layang-layang." Saya buka karena ingin lihat bentuk layang2 yang dipakai. Ketika melihat fotonya, saya langsung abaikan layang2nya. Fokus saya pindah ke tempat berdirinya anak2 itu: Di tengah kuburan.

Saya langsung dapat dua buah pemikiran dari semua foto itu. Pertama, Pemda DKI begitu gagal menciptakan taman kota dan lokasi terbuka yang bisa dipakai oleh anak, sehingga kuburan dijadikan tempat bermain. Mereka bisa main di mana lagi? Dengan jutaan anak di seluruh kota, seharusnya menjadi prioritas menciptakan lokasi bermain untuk anak2 itu, daripada bangun sekian banyak mall lagi.

Kedua, bagaimana pendidikan agamanya bagi anak ini sehingga mereka tidak bisa menghormati tempat pemakaman? Terlihat keasyikan mereka main layang2, dan kuburan orang diinjak2. Apa orang tua dan gurunya tidak mendidik mereka untuk hormati kuburan? Bagaimana kalau anda datang utk berziarah ke kuburan saudara, dan ada 3 anak yang sedang injak2 dan loncat2 di atas kuburan itu?

Anak Indonesia perlu diperhatikan oleh pemerintah dan pemda. Bukan seragamnya yang perlu dipikirkan terus, atau PRnya, atau jam datang ke sekolah. Akhlak yang paling penting utk diutamakan, karena dengan akhlak yang baik, insya Allah semua yang lain akan menjadi baik juga.
-Gene Netto

Cerianya Anak-anak di Ibu Kota Bermain Layang-layang
Sabtu 07 Desember 2019, Rifkianto Nugroho - detikNews
https://news.detik.com

Warga NTT Sangkal Menista Yesus: Saya Pertanyakan Agama Saya, Kok Dipenjara?

Dengan adanya UU 156 penistaan agama (tanpa definisi yg jelas) dan UU ITE, kita hanya perlu tunggu saja pemeluk agama yang sama saling melaporkan. UU ini sangat buruk, dan merusak masyarakat. Pemerintah anggap UU itu menjaga kerukunan. Tapi yang didapatkan hanya kerukunan palsu. Orang yang diam karena takut masuk penjara tidak sama dengan orang yang menerima pendapat yang berbeda.

Kondisi ini membuat rakyat Indonesia setara dengan anak balita. Banyak orang tua melihat anaknya lari, tabrak kursi, jatuh, dan menangis. Orang tua datang ke balita, dan suruh jangan menangis. Kursi yang jahat! Anak tidak bersalah! Kursinya ditampar dan disalahkan. Ini sebuah pola pendidikan yang umum, tapi salah. Anak tidak dididik untuk bersikap dewasa, berlapang dada, dan menjaga diri sendiri. Kesalahan dilimpahkan pada pihak yang lain. Anak yang sakit hati harus dilindungi dari "kejahatan" pihak lain yang menjadi penyebab sakit hati.

Pemerintah Indonesia sepertinya senang dengan sistem pemikiran seperti itu sejak masa Orde Baru. Rakyat dianggap setara dengan anak balita, yang perlu diarahkan dan dilindungi oleh pemerintah. Rakyat tidak bisa mengurus diri sendiri, atau menjadi dewasa. Ketika terjadi masalah, rakyat diharapkan menunggu pemerintah datang, mengusap kepala rakyat, dan "memukul" pihak yang bikin rakyat sakit hati. Rakyat tidak perlu dewasa dan menerima kenyataan ada orang yang punya pendapat yang buruk di dunia ini. Pemerintah akan melindungi rakyat, agar rakyat selalu "senang" dan tidak perlu diganggu dengan pemikiran yang berat.

Indonesia akan maju lebih cepat, dan lebih siap menjadi pemimpin dunia, kalau ada kebebasan bicara di sini. Yang sangat takut memberikan hak bicara bebas pada rakyat hanyalah para diktator di seluruh dunia.
-Gene Netto

Warga NTT Sangkal Menista Yesus: Saya Pertanyakan Agama Saya, Kok Dipenjara?
2019/11/10 Andi Saputra – detikNews. Alor - Lamboan Djahamao dinyatakan Mahkamah Agung (MA) telah menista agama dan dijatuhi hukuman 6 bulan penjara. Lamboan yang juga penganut Protestan itu merasa janggal dengan putusan itu karena ia mempertanyakan keyakinan yang dianutnya yaitu kelahiran Yesus pada 25 Desember.
https://news.detik.com

07 December, 2019

Kegagalan Sistem Pendidikan Indonesia = Anak Gampang Dicabuli

Di dalam berita ini, dan ribuan buah berita serupa, anak2 SMP merasa "terpaksa" taat pada gurunya. Oleh karena itu, 18 anak dicabuli, berkali-kali, karena tidak punya daya pikir logis atau akal yang sehat yang akan membuat mereka menolak. Mereka takut pada gurunya karena semua anak Indonesia sudah tahu: 1) wajib "diam dan taat" pada guru; 2) Guru selalu benar; 3) Guru bisa mengubah nilai siswa tanpa alasan; 4) Jangan berharap dapat bantuan atau keadilan dari guru yang lain.
Ini daftarnya semua hal yang terjadi, sehingga anak ini menjadi korban pencabulan:

1.    Guru itu suruh anak ikut kegiatan modelling. Anak menolak, tidak tertarik, tapi disuruh terus, jadi dia diam dan taat sama gurunya.
2.    Disuruh masuk ruangan guru BK, lalu pintu dikunci, jendela dan gorden ditutup. Anak seharusnya protes, tapi dia diam dan taat.
3.    Anak diminta bantu guru dengan penelitian S3 karena membutuhkan contoh sperma dan bulu kemaluan, dan harus mengukur penis anak. Anak mengaku ketakutan, dan tidak mau ikut penelitian itu, tapi diam dan taat.
4.    Sebelum dicabuli, anak disumpah dengan Al Quran agar kegiatan "berikan contoh sperma untuk penelitian" tidak boleh diceritakan kepada orang lain. Anak tidak mau setuju, tapi diam dan taat.

5.    Anak disuruh berbaring di atas meja. Anak tidak mau, tapi diam dan taat.
6.    Anak telanjangi oleh gurunya. Anak tidak mau, tapi diam dan taat.
7.    Penis anak itu dikocok gurunya terus, sampai dapat ereksi. Anak tidak mau, tapi diam dan taat.
8.    Guru itu tidak izinkan anak keluar ruangan, kalau spermanya belum keluar. Jadi anak harus diam di atas meja, telanjang, dimasturbasi oleh gurunya, hingga alami klimaks. Anak tidak mau, tapi diam dan taat.
9.    Di lain waktu, beberapa anak dipanggil lagi untuk ikut "penelitian" lagi. Anak2 itu tidak mau, tapi diam dan taat.

Coba kita kembali ke anak yang pertama. Ketika pintu dikunci, dan dia ditelanjangi gurunya, dan disuruh kasih contoh sperma (yang harus dihasilkan dengan cara dimasturbasi oleh gurunya), anak itu bisa saja berontak, melawan, dobrak pintu, pecahkan jendela, teriak, lari, dan mencari pertolongan. Atau kalau tidak berani, setelah selesai, dia bisa langsung lari ke ruangan kepala sekolah, atau cari guru untuk dapat pertolongan.

Apakah terjadi? Tidak. Setiap anak diam dan taat, selama 2 tahun, sehingga 18 anak menjadi korban. Kenapa? Karena semua anak diajarkan untuk diam dan taat pada gurunya, jangan berani melawan, dan tidak ada anak yang melihat para guru sebagai sahabat atau pelindung atau penolong. Mereka juga tidak sanggup menggunakan akal yang sehat dan berpikir sendiri, "Ini tidak normal, saya harus melawan!" Mereka diam dan taat. Walaupun disuruh melakukan hal yang sangat buruk.

Ini bukti kegagalan sistem pendidikan, yang dibangun oleh para guru, dan didukung oleh para orang tua, selama puluhan tahun. Kalau sistem ini tidak diubah, makin banyak anak Indonesia akan menjadi korban. Ajarkan anak anda utk berdebat, berpikir secara logis, berani tidak setuju, dan berani melawan kedzholiman, walaupun takut. Kalau tidak mau, karena anda lebih suka anak yang "diam dan taat", risikonya adalah anak anda yang menjadi korban besok.
-Gene Netto

Sebelum Dicabuli, Belasan Siswa SMP Dipaksa Oknum Guru BK Cabul Ikut Kegiatan Modelling
https://malangtimes.com

“Nggak menyangka sama sekali kita. Dia itu orangnya rajin, ramah, suka membantu."

Coba perhatikan kalimat di atas. Ini kalimat yang hampir SELALU diucapkan dalam hampir semua kasus pencabulan terhadap anak di seluruh negara setiap hari. Saya sudah baca kalimat itu ribuan kali dalam beberapa tahun terakhir. Seorang guru, guru ngaji, bapak tiri, bapak kandung, kakek kandung, tetangga atau pria tua usia 55 ke atas (sudah menjadi kakek) ditangkap polisi. Anak remaja usia 12-18 juga ditangkap terus. Mereka telah perkosa, sodomi, atau cabuli (meraba kemaluan dsb.) seorang anak kecil. Apa kata keluarga, tetangga, kenalan, rekan kerja, atasan, teman, dan lain-lain? Mereka semua selalu mengatakan hal yang sama." Nggak menyangka."

Zaman ini, kalau anda berani lepaskan anak anda di bawah pengasuhan orang lain, siapapun orang itu, remaja atau dewasa, maka diharapkan selalu waspada. Jangan anggap orang lain "aman" hanya dengan alasan terlihat remaja yang baik dan biasa, atau dewasa yang telah menikah dan punya anak, atau sudah menjadi kakek, atau bersikap baik hati dan ramah terhadap tetangga dan rekan kerja. Sikap "baik" terhadap orang lain tidak merupakan jaminan apapun. Dia tetap bisa berbuat jahat terhadap anak kecil, lalu sembunyikan.

Dan kalau anda merasa cukup ucapkan "insya Allah aman", maka perlu dipahami bahwa semua orang tua korban dalam semua kasus pencabulan juga menganggap anak mereka aman, dan juga merasa insya Allah aman. Dan anak mereka aman bertahun-tahun, sampai tiba suatu hari di mana mereka tidak aman lagi… Tidak ada solusi jangka pendek selain selalu waspada dan selalu curiga terhadap semua orang yang lain, dari usia 12 ke atas, karena anak usia 12 sudah bisa menjadi pemerkosa sekarang. Bahkan terhadap suadara kandung sendiri juga perlu waspada. Dan kalau anda tidak mau, semoga suatu hari anda tidak masuk berita dengan mengatakan, "Saya tidak menyangka…"
-Gene Netto

Belasan Siswa Laki Dicabuli Guru, Ini Kata Kepsek SMPN 4 Kepanjen
“Pak CH ini sudah 5 tahun mengajar disekolah kami. Kita tidak menduga jika perangainya seperti itu. Siapapun pasti tidak akan menduga. Sebab selama disekolah, orangnya baik, disiplin dan suka membantu,” ungkap Supriyanto pada awak media, Jumat (6/12/2019). “Nggak menyangka sama sekali kita. Dia itu orangnya rajin, ramah, suka membantu. Terus kalau ada acara apapun di sekolah selalu tampil di depan. Kalau datang pagi, salam-salaman dengan siswa yang tiba di sekolah. Sama sekali kita nggak nyangka,” Supriyanto mengakhiri. (yog/ted)
https://beritajatim.com

05 December, 2019

Apa Cina Akan Segera Pecah?

Apa ada orang lain yang juga berpikir seperti saya, bahwa Cina akan segera pecah, perang saudara, dan menjadi bbrp negara kecil? Saya sudah lama menunggu perpecahan Cina. Pemerintahan yang diktator akan dilawan oleh rakyat ketika kekayaan rakyat dan pengalaman rakyat merasakan kebebasan di lain negara mencapai suatu titik kritikal (tipping point). Dalam sejarah, semua pemerintahan diktator ada masa runtuhnya.

Melihat gejolak di Hong Kong sekarang, saya merasa ini adalah awal dari perpecahan yang sudah lama saya tunggu. Hong Kong akan menyatakan diri merdeka. Beijing akan kirim tentara. Terjadi perang saudara di Hong Kong. Negara lain akan tawarkan bantuan untuk membela Hong Kong. Industri di Cina akan mulai terganggu. Lalu Taiwan akan menyatakan diri merdeka juga. Lalu ada propinsi2 di dalam Cina yang kaya dan juga ingin merdeka yang akan mulai berontak.

Lama-lama, Beijing akan mengalami kesulitan menahan demo dan pemberontakan yang mulai terjadi di berbagai wilayah, dan orang elit akan mulai kabur untuk selamatkan uangnya. Yang dipedulikan diktator dan kalangan elit hanya uangnya saja. Dan saya kira ada banyak orang yang ingin menjadi "pemimpin baru" di Cina, dan mereka juga kaya, dan punya kekuasaan. Jadi mereka akan ambil kesempatan untuk ciptakan negara baru.

Kalau misalnya sekelompok orang kaya di Shanghai membuat garis baru di peta, mencetak negara baru, maka pemimpin tentara bisa menjadi Panglima baru. Gubenur bisa menjadi presiden. Mata uang bisa dicetak sendiri. Dan ada banyak hal lain yang akan membuat mereka gembira ambil kesempatan untuk memperkaya diri, dan lepaskan diri dari Beijing.

Tapi perang saudara di Cina akan ganggu seluruh ekonomi dunia sekaligus, karena sudah terlalu lama banyak perusahaan skala besar pindahkan seluruh kegiatannya ke pabrik2 di Cina, yang di saat itu, tidak akan bisa diakses lagi, dan barang2 di situ mungkin akan dicuri juga. Jadi setiap negara akan alami berbagai kesulitan ekonomi kalau Cina pecah. Tapi mungkin rakyat di sana sudah tidak bisa ditahan lagi, dan perpecahan akan segera terjadi. Hanya perlu menunggu waktunya. Bagaimana? Setuju?
-Gene Netto 

04 December, 2019

Pemerintah Amerika Menculik Anak-anak Suku Indian Dulu

Ada sejarah gelap Amerika di mana pemerintah menculik anak dari suku Indian dan taruhnya di panti untuk dididik menjadi setara orang kulit putih. Orang kulit putih dianggap lebih beradab. Hal ini terjadi di Amerika, dan juga di Kanada, Australia, Selandia Baru, dan beberapa negara lain. Tujuannya agar suku asli bisa "diasimilasi" menjadi setara dgn suku kulit putih.

Setelah banyak panti ditutup karena penuh kekerasan dan pencabulan, diubah menjadi sistem "adopsi" di mana keluarga Kristen diyakini utk adopsi anak suku Indian (yang diculik) untuk "memperbaikinya". Anak itu dilarang ketemu orang tua kandung, kakek nenek, dan keluarga besar. Dilarang pakai bahasa Ibu, dipaksakan pakai bahasa Inggris, harus pakai baju barat, dan beragama Kristen. Mereka dididik bahwa suku aslinya dan keluarga kandungnya adalah bagian dari budaya primitif yang harus ditinggalkan. Ini sejarah yang sangat buruk, dan menimbulkan banyak trauma bagi anak itu.

Kenapa kita perlu peduli? Mungkin karena ada orang Muslim yang melakukan hal serupa di Indonesia. Bukan pemerintah, tapi lembaga swasta. Di sebuah panti asuhan di Jakarta, saya kaget karena sebagian dari anak itu bukan anak yatim. Ada anak yang punya orang tua, beragama Kristen, dan dibawa dari wilayah sangat jauh seperti pulau Nias untuk dapat "pendidikan". Lalu, mereka dibujuk terus utk menjadi muallaf "agar sama" dgn anak lain (saya lihat sendiri dulu). Donator mengira "panti asuhan anak yatim" akan penuh anak yatim. Ternyata, tidak semuanya begitu.

Saya dapat kabar tentang seorang anak yang keluar dari panti dan kembali ke orang tua kandungnya. Dia sudah kembali ke agama Kristen. Saya tidak tahu skalanya kondisi seperti itu, dan juga tidak tahu apakah ada pihak yang mau peduli atau periksa. Anak itu memang diserahkan oleh orang tuanya, untuk dapat makanan dan pendidikan gratis. Tapi saya kira orang tuanya tidak dikasih tahu bahwa anaknya akan dibujuk masuk Islam, tinggalkan bahasa dan budaya orang tuanya, untuk menjadi "sama" dengan mayoritas penduduk Indonesia yang Muslim. Setahu saya, pemerintah tidak peduli pada asal usul anak yang masuk "panti asuhan", karena anak itu sudah diserahkan orang tua, jadi pemerintah bersikap EGP.

Kita mengutuk orang kafir atas perbuatannya mengganggu keluarga dan budaya orang lain. Tapi kita tidak mau introspeksi dan berpikir apakah kita lebih baik dari mereka.
-Gene Netto

How The US Stole Thousands Of Native American Children
https://www.youtube.com/watch?v=UGqWRyBCHhw

Tangan Bionik (Robot) Untuk Manusia Sudah Menjadi Kenyataan

Banyak orang Muslim menjadi ahli korupsi di semua bidang, di semua lapisan, di seluruh dunia, dan mencuri uang terus untuk memperkaya diri. Di saat yang sama, banyak orang kafir mengembangkan ilmu dan teknologi untuk kemajuan umat manusia, yang nanti hanya bisa dibeli oleh orang Muslim. Kalau mau jujur, harus diakui bahwa kita tidak sumbangkan apapun dalam kemajuan umat manusia dalam 100 tahun terakhir.

Listrik, lampu, komputer, internet, Google, HP, GPS, mobil, pesawat, alat2 medis, dan ratusan barang lain diciptakan oleh orang kafir dan menjadi bermanfaat untuk umat Islam sekaligus. Sedangkan umat Islam sibuk ribut, berpecah-belah, saling menjatuhkan, dan menggali ilmu korupsi untuk memperkaya diri. Banyak orang kafir menciptakan barang yg bermanfaat, dan banyak orang Muslim hanya bisa mencuri uang milik orang lain, tanpa berniat menciptakan apapun.

Seharusnya kita malu. Tapi tidak. Malah marah2 terus pada orang kafir, padahal kita hanya tahu tentang perbuatan mereka karena MEREKA yang ciptakan listrik, radio, TV, internet, YouTube, Facebook, WA, Instagram, dll. agar kita bisa melihat mereka secara langsung. Dan sekarang mereka ciptakan tangan bionik (yaitu tangan robot yang disambungkan dgn tangan manusia).

Seharusnya kita malu. Seharusnya kita yang gali ilmu terus karena semua ilmu itu berasal dari Allah. Tetapi untuk kerjakan hal sederhana seperti menjaga kebersihan kita tidak bisa. (Coba bandingkan WC masjid kita dgn WC umum di Jepang). Apalagi menciptakan tangan bionik. Kalau dalam 100 tahun terakhir, kemajuan umat manusia berasal dari kalangan Muslim, dan korupsi di sini termasuk paling rendah di dunia, saya jamin jutaan orang kafir akan tertarik pada Islam. Malah mereka melihat kita, dan ketawa saja! Siapa yang mau gabung sama kita?

Kita harus bangkit dari dunia mimpi, bersatu, saling tolong menolong, peduli pada anak yatim dan dhuafa, marah pada koruptor (daripada merasa terpesona dengan pejabat yang super kaya), dan mendidik anak kita untuk tidak hanya fokus pada "ritual agama" saja, tapi menghidupkan ajaran Islam, dan membawanya dalam perbuatan kita sehari-hari, terutama ketika menggali semua ilmu yang ada di bumi ini. Kalau kita mau kerja sama untuk mendidik anak kita begitu, insya Allah Indonesia menjadi pemimpin dunia, dan orang kafir akan datang sendiri dan bertanya, "Kenapa masyarakat kalian begitu baik?"
-Gene Netto

These Customized 3D-Printed Bionic Hands Are Changing Lives
https://www.youtube.com/watch?v=K8YwiRBTp28

23 November, 2019

11 Anak Yang Disodomi Anggap Itu Hal Biasa??

Sebelas anak, usia 4 sampai 11 tahun, diiming-iming ikan cupang. Lalu disodomi oleh seorang pemuda usia 19 tahun. Itu sudah merupakan suatu kejadian yang sangat umum di seluruh Indonesia sekarang. Tapi dalam berita kali ini, ada satu kalimat yang mengejutkan: "Sebagian besar korban banyak menganggap perbuatan keji tersebut [disodomi pelaku] adalah sesuatu yang biasa."

Jadi anak SD, yang polos dan tidak berdosa, menggangap disodomi oleh seorang anak besar adalah hal "biasa" dan tidak mengherankan bagi mereka. Coba renungkan pernyataan itu secara dalam. Lalu memikirkan masa depan anak bangsa ini. Dan coba jelaskan kepada para pemimpin negara dan pemimpin agama belum merasa ada keadaan darurat kekerasan seks terhadap anak di negara ini.
-Gene Netto

Kasus Sodomi 11 Bocah, Remaja di Cirebon Ancam Bunuh Para Korban Jika Melapor
Jumat, 22 November 2019 19:37 RIBUNJABAR.ID, CIREBON-  Pelaku sodomi terhadap 11 bocah, MN (19), ditangkap petugas dari Kepolisian Resor (Polres) Cirebon.
Warga Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, itu mengaku perbuatan cabulnya terhadap belasan bocah lantaran ia sering menonton film porno.

Ke-11 korban yang dicabuli oleh MN, setiap hari sering bermain di dekat rumah korban, kemudian satu per satu korban tersebut dibujuk oleh MN, diming-imingi hadiah berupa ikan cupang. Selain diiming-imingi ikan cupang oleh tersangka, korban pun diancam akan dibunuh kalau melaporkan perbuatannya tersebut ke orangtua atau pun kepolisian. Dalam hasil pemeriksaan pun, kata Suhermanto, SEBAGIAN BESAR KORBAN BANYAK MENGANGGAP PERBUATAN KEJI TERSEBUT ADALAH SESUATU YANG BIASA.
https://jabar.tribunnews.com



21 November, 2019

Biarawati di Perancis Dilarang pakai Kerudung Suster di Rumah Jompo

Seorang biarawati di Perancis sudah masuk usia pensiun. Setelah mengabdi di Gereja 50 tahun, dia kembali ke kota asalnya, dan lamar untuk masuk rumah jompo milik negara (seperti haknya semua warga biasa di sana). Mereka mau terima, tetapi dengan syarat: kerudung suster yang dipakai sebagai simbol pengabdian dalam agamanya wajib dicopot. Juga dilarang memakai kalung salib kalau "terlalu besar".

Ini efek dari hukum di Perancis yang melarang semua simbol agama dalam semua instansi milik negara (sekolah, universitas, gedung pemerintah dan pemda, dll.). Dianggap hukum "sekuler" ini membuat semua orang menjadi "sama" dan "bebas" karena tidak "terganggu" oleh agamanya orang lain. Di sana diperdebatkan oleh rakyat, tapi sampai saat ini, pihak yang melarang menang di atas pihak yang ingin memberikan kebebasan untuk memakai pakaian apa saja, termasuk pakaian agama.

Di banyak negara barat, kebebasan merupakan hasil perjuangan ratusan tahun, karena dulu rakyat ditindas dengan banyak larangan oleh raja, penguasa, atau pemerintah yang tidak peduli pada rakyat. Dari perjuangan melawan penindasan itu, muncul kebebasan mutlak (dengan beberapa larangan khusus saja). Perancis malah memaksa rakyat taat pada kemauan pemerintah utk sembunyikan agama, dan mereka anggap itu "paling bebas". Ini salah satu efek negatif ketika agama dibuang jauh2 dari pemerintahan.
-Gene Netto

French nun misses out on retirement home place over veil ban

19 November, 2019

Atta Halilintar Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Penistaan Agama


Ini kondisi Indonesia sekarang. Satu kalimat, satu tindakan, bisa menjadi penyebab  pelaku kena pasal penistaan agama dan masuk penjara. Cukup satu orang yang merasa dalam hatinya, "Saya tersinggung atas nama agama saya" dan pelaku bisa ditangkap. Tidak ada kebebasan bicara. Tidak ada kebebasan beragama. Yang ada hanyalah kebebasan untuk "tidak pernah berbeda pendapat dengan semua orang yang lain". Hanya ada satu bentuk kebenaran, yang dimiliki orang yang merasa sebagai korban. Pendapat orang lain tidak penting.

Satu orang yang merasa "tersinggung", atas nama sebuah agama dengan 1,8 milyar pengikut, berhak penjarakan orang lain untuk mengatasi rasa sakit hati pribadinya. Definisi "penghinaan" milik 3 hakim. Niat dan tujuan pelaku tidak penting. Permintaan maaf dari pelaku tidak penting. Yang penting hanya "korban" yang merasa agamanya telah disakiti oleh 1 kalimat atau 1 tindakan. Toleransi berasal dari kemampuan untuk tidak setuju dengan orang lain dan tetap sopan dan bersahabat. Sedangkan di sini, toleransi diartikan semua orang takut membahas agama karena terancam masuk penjara.

Semoga pemerintah punya rencana bangun banyak penjara baru. Soalnya, dengan pasal penistaan agama, pembahasan agama apapun oleh siapapun (termasuk membahas agama sendiri) menjadi penuh risiko. Kasihan anak Indonesia yang harus hidup di negara seperti ini.
-Gene Netto


Kalau Presiden Buruk, Di Amerika Boleh Ditampilkan, Di Indonesia Bisa Masuk Penjara

Dalam video ini, HANYA ada perkataan Presiden Trump sendiri. Tapi dikemas kembali untuk menunjukkan beberapa sifat buruknya. Dia selalu cap diri "paling baik" dalam berbagai hal. Dia mengaku punya banyak "teman". Dia menghitung sampai "nomor paling besar". Dia selalu berlebihan, selalu menyatakan "milyaran" tentang hal apapun.

Trump terbukti berbohong lebih dari 10 ribu kali sejak menjadi presiden. Video ini menjadi bagian dari sifat buruk Trump, yang ingin ditampilkan. Di Amerika boleh. Ada hak bicara bebas. Tetapi di Indonesia, presiden wajib "dihormati" dan definisi hormat terserah pemerintah. Jadi kalau ada video seperti ini yang dibuat tentang Jokowi, walaupun bermanfaat untuk rakyat, maka pelaku dan orang yang sebarkan bisa terancam dengan penjara. Terserah pemerintah menggangap suatu video sebagai penghinaan atau tidak.

Indonesia akan menjadi lebih baik kalau ada hak bicara bebas. Kalau kita tidak suka pendapat orang lain dalam suatu hal, cukup kita berhenti mendengarkan mereka. Penjara bukan solusi, karena hanya membuat rakyat takut bicara, tanpa manfaat yang jelas bagi negara. Negara yang paling anti terhadap hak bicara bebas hanyalah negara diktator. Kenapa Indonesia tidak berani memberikan kebebasan terhadap rakyat? Indonesia adalah negara demokrasi milik rakyat, bukan milik orang yang menjadi pejabat sementara.
-Gene Netto

Trump Talk: All Our Best Mashups In One Video

Nabi Muhammad Dibandingkan, Sukmawati Dipolisikan

Ini efek buruk dari pasal 156 dan UU ITE. Orang yang "bicara" bisa masuk penjara, selama 2 tahun, ditaruh di sel yang sama dengan pembunuh, pemerkosa, dan perampok. Kalau membahas agama lain, cukup mengucapkan 1 kalimat, dan cukup 1 orang merasa tersinggung, kita bisa masuk penjara. Ditangkap polisi, ditahan menunggu persidangan, lalu 3 hakim akan memutuskan sendiri apa 1 kalimat itu telah "menistakan agama" tersebut. Membahas agama lain berbahaya. Membahas agama sendiri berbahaya. Siapapun, di mana pun, dari ucapan apapun, dengan niat apapun, bisa masuk penjara.

Tidak ada pengecualian untuk orang yang melakukan "diskusi agama". Atau untuk orang yang melakukan perbandingan agama secara akademis. Cukup 1 kalimat. Cukup 1 orang yang mengangkat diri menjadi korban. Tidak penting niat pelaku apa. Tidak penting 2 milyar manusia lain TIDAK merasa tersinggung. Satu orang yang angkat diri menjadi "korban sakit hati" menjadi cukup untuk penjarakan orang lain.

Pasal2 ini merusak kemajuan Indonesia, dan membuat rakyat takut bicara. Kita tidak bisa tahu isi hati orang yang sebenarnya, karena kebanyakan orang akan takut buka mulut dan bicara dgn jujur ttg apa yang mereka pikirkan. Negara ini menjadi penuh dengan pembohong dan orang munafik, yang terpaksa rahasiakan isi hati mereka agar tidak masuk penjara. Sejarah di negara lain membuktikan bahwa kondisi seperti itu akan timbulkan kerusakan dan perpecahan di jangka panjang. Indonesia akan maju lebih cepat kalau rakyat boleh bicara secara bebas dan kita bisa tahu secara pasti siapa teman dan siapa yang musuh. Tapi dalam kondisi sekarang, semua orang terpaksa pasang topeng, dan kita tidak tahu apa-apa...
-Gene Netto

Nabi Muhammad Dibandingkan, Sukmawati Dipolisikan

15 November, 2019

Facebook Page "Gene Netto – Author" (dalam bahasa Inggris)

Saya sudah membuat Facebook Page baru untuk saya sebagai penulis. Namanya "Gene Netto - Author". Pembahasan di situ hanya tentang isi buku saya, agama Islam, dan semuanya dalam bahasa Inggris untuk pembaca manca negara. Kalau ada yang ingin bergabung di situ silahkan.

Tapi mohon selalu diingat, nanti akan muncul orang asing yang ingin menghujat Islam, Al Quran, Rasulullah SAW dan umat Islam. Kalau ingin ikut diskusi di situ dalam bahasa Inggris, jangan mudah terpancing utk berdebat. Mohon maaf, tapi kebanyakan orang Indonesia tidak pernah boleh dapat pengalaman "berdebat keras" tentang agama, karena pemerintah melarang lewat pasal 156 Penistaan Agama. Sebaliknya di sana, ada hak bicara bebas (termasuk hak menghinakan keyakinan orang lain).

Jadi orang asing harus berdebat dengan argumen yang kuat dan logis (dan sebagian menghinakan yg lain kalau tidak punya argumen yang baik). Sayangnya di Indonesia, pemerintah melarang orang berbeda pendapat secara bebas untuk menjaga "kerukunan". Sebagai efek samping, banyak orang Indonesia tidak bisa berdebat secara logis, dan hanya bisa menjadi emosi kl berhadapan dengan pendapat yang berbeda. Jadi, kalau anda merasa tidak sanggup terima pendapat keras dari orang lain agama dan ateis, lebih baik anda tidak ikut diskusi di sana, karena hanya akan menjadi emosi.

Gene Netto – Author
https://www.facebook.com/Gene-Netto-Author-100917794712188/

06 November, 2019

Gedung Sekolah Dasar di Pasuruan Ambruk, 1 Guru dan 1 Murid Tewas

Seorang guru wafat di kelas? Pemerintah akan bertindak secepatnya, dan segera melakukan penyelidikan… untuk cek apa celananya guru itu cingkrang atau tidak! Setelah diselediki, ternyata, hanya seorang guru biasa dan anak yang tewas bukan anaknya orang elit. Jadi apa lagi yang sekiranya perlu dipedulikan oleh pemerintah?

Atap sekolah ambruk sudah BIASA! Ini Indonesia. Siapa yang mengharapkan sekolah dibangun tanpa korupsi pembangunan? Yang penting, celana para gurunya tidak cingkrang, dan para anak yang menjadi korban tidak punya hubungan dengan keluarga orang elit. Anak Indonesia bisa mati, atau diperkosa, atau disodomi, setiap hari, di seluruh negara, tapi fokus pemerintah ada pada busana pria.

Dari ratusan kali ada berita tentang atap ambruk, setahu saya, jumlah orang dari dinas pendidikan dan kontraktor yang ditangkap polisi dan masuk penjara adalah NOL. Mungkin karena korbannya bukan keluarga orang elit. Coba bayangkan hebohnya negara ini, kalau kemarin cucu presiden mati di sekolah setelah atap ambruk. Mungkin seratus orang akan ditangkap langsung dan ada berita non-stop selama satu minggu ttg korupsi pembangunan!

Di Jepang, sekalipun ada gempa 7 skala richter, sekolah 4 lantai tetap berdiri kokoh. Sebaliknya, di Indonesia, tanpa gempa, tanpa badai, tanpa angin, gedung sekolah 1 lantai bisa ambruk sendiri! Luar biasa! Mungkin suatu hari akan bisa masuk buku Rekor Guinness, mendapatkan "rekor dunia paling banyak atap sekolah ambuk dalam satu tahun". Kasihan anak Indonesia dapat pemimpin seperti ini.
-Gene Netto

Gedung Sekolah Dasar di Pasuruan Ambruk, 1 Guru dan 1 Murid Tewas
Reporter: Antara. Editor: Yudono Yanuar. Rabu, 6 November 2019 TEMPO.CO, Jakarta - Atap gedung Sekolah Dasar Negeri Gentong, Kota Pasuruan, Jawa Timur, ambruk, menyebabkan seorang guru dan seorang murid tewas. Insiden, yang terjadi Selasa pagi, 5 November 2019 ini, juga menyebabkan 11 murid lainnya cedera.

Video:
Gedung Sekolah di Pasuruan ini Roboh

Atap SDN Gentong di Pasuruan Ambruk


01 November, 2019

Siapa Yang Mau Melindungi Anak Indonesia?

Saya lagi membuat sebuah presentasi untuk membahas bahayanya bullying dan kekerasan seks, untuk siswa tingkat SMP-SMA. Tujuannya agar mereka sadar, dan bisa waspada. Saya mau berikan contoh2 berita pemerkosaan dan sodomi, agar mereka memahami bahayanya, dan juga agar mereka bisa mencari tanda2nya seorang teman sudah menjadi korban.

Saya buka file2 saya yang telah dikumpulkan beberapa tahun. Ada ribuan buah berita, dalam beberapa tahun saja, dari seluruh Indonesia, dan juga ada beberapa daftar contoh yang pernah dibuat. Ini salah satu daftar itu, dari tahun kemarin. (Saya hapus links ke situs berita. Ini judulnya saja!) Saya tidak paham kenapa para pemimpin Indonesia dan pemimpin agama tidak mau membahas topik ini. Kasihan anak Indonesia. Bagaimana masa depan semua korban ini? Sekali lagi, ini hanya contoh saja.
-Gene Netto

Contoh Berita Pemerkosaan Dan Sodomi Terhadap Anak

•    Digilir 28 Remaja, Begini Kronologi Pemerkosaan Siswi Kelas 1 SMP di Walenrang Luwu
•    Gadis Manado Diperkosa 19 Pria
•    Siswi SMP Diperkosa Bergilir oleh 14 Pria (Kendari, Sulawesi Tenggara)
•    Gadis Desa Diperkosa 14 Pemuda
•    Siswi SMP Diperkosa 13 Siswa SMA, Hingga Pendarahan (Serang, Banten)
•    Siswi SMP Diperkosa 13 Pemuda, Dan Dibunuh. Setelah Tewas, Diperkosa Lagi (Rejang Lebong, Bengkulu)
•    Gadis Bawah Umur Digilir 11 Pria
•    Siswi SMP diperkosa 13 Remaja Hingga Pendarahan (Banten)
•    Kisah Pilu Gadis ABG Termakan Rayuan, Diperkosa 10 Pemuda Bergiliran di Kebun Teh
•    Siswi SMK di Parepare Diperkosa 9 Pelajar (Parepare)
•    Terungkap, Ini Peran 8 Pelaku Pemerkosaan Bergilir Gadis Belia (Pematangsiantar, Sumatera Utara)
•    Hendak Jalan-jalan ke Sinjai, Dua Gadis Belia Malah ‘Digilir’ 9 Pemuda di Sawah
•    Bocah 15 Tahun Diperkosa 7 Pria, Tubuhnya Dibuang di Bantaran Sungai
•    ABG Diperkosa Secara Bergilir, 9 Orang Ditangkap
•    Biadab, Dicekoki Miras, Siswi SMP Ini Digagahi 8 Pelajar
•    Cewek Banjar Diperkosa 7 Pemuda di Samping Gedung DPRD pada Malam Takbiran
•    Gadis di Bantaeng Diperkosa Mantan Pacar dan 7 Temannya
•    Bocah 5 Tahun Di Jatinegara Digilir 7 Temannya Di Rumah Kosong
•    TRAGIS!!! Bukan 3 Tapi Sinta Diperkosa Oleh 7 Orang
•    Siswi SMP Diduga Diperkosa 6 Remaja (Jatinegara, Jakarta)
•    Pelajar SMK Digilir 4 Siswa SMA Dan Mahasiswa (Situbondo)
•    Usai Diberi Miras, Gadis Belia Diperkosa 5 Pemuda (Cipatat, Kabupaten Bandung Barat)
•    Kenal di HP, Temu Darat Diperkosa 5 ABG (Pekalongan)
•    Gadis 15 Tahun Diperkosa 5 Pria di Tengah Hutan (Bangkalan, Jawa Timur)
•    Siswi SMK Dibunuh, Digilir 3 Pemuda, Disiram Bensin dan Dibakar (Langkat, Sumatera Utara)
•    Gara-gara Medsos, Kakak Beradik di Karawang Diperkosa 5 Pria
•    Anak SMP Diperkosa Hingga Tewas (Bekasi)
•    KEJAM..!! Bocah SD Diperkosa, Lalu Diikat di Pohon
•    Bocah Dibunuh, Dikubur, Dibongkar Lagi, Mayat Disodomi (Dairi, Sumatera Utara)
•    Kacau! Siswi Kelas 2 SD Digilir Teman Sekelasnya
•    Anak Perempuan Dibunuh Dan Mayatnya Disodomi 3 Kali
•    Mayat Bocah 8 Tahun di Dalam Karung Diduga Korban Kekerasan Seksual
•    Cabuli 50 Anak Murid, Guru Honorer Ini Harus Mendekam di Penjara
•    Pengusaha di Kediri Perkosa 58 Siswi SD dan SMP
•    Diduga Sodomi 12 Murid, Oknum Guru Olahraga Dibebastugaskan
•    Pedofil Cabuli 12 Anak di Lenteng Agung
•    Cabuli 7 Siswi, Guru SD Ini Ditangkap
•    Efek Nonton Film Porno di YouTube, 3 Anak Sodomi 6 Anak Lain, Dan Kambingpun Diperkosa (Karawang)
•    Korban Predator Seksual Anak Tapsel Capai 17 Bocah Laki-Laki
•    Korban Sodomi Guru Honor Jadi 10 Orang (Bengkulu Utara)
•    Pelatih Sepakbola Diduga Cabuli Puluhan Bocah Laki-laki di Karawang
•    25 Pelajar di Tasikmalaya Jadi Korban Sodomi Guru Agamanya (Tasikmalaya)
•    20 Siswa SMP Dicabuli Guru dengan Ancaman Tak Naik Kelas (Ambon)
•    Guru Honorer SMP di Bandung Diduga Cabuli 13 Siswinya (Bandung)
•    Diduga Cabuli 8 Siswanya, Kepala SD di Ketapang Kalbar Ditangkap Polisi
•    Sembilan Pelajar Dicabuli Oknum Komite Sekolah (Pasuruan)
•    Sembilan Santri di Bantaeng Mengaku Disodomi Gurunya (Makassar)
•    Dua Siswi MTs Diperkosa & Dibunuh karena Pelaku Sakit Hati (Gresik, Jawa Timur)


31 October, 2019

Nadiem Akan Melakukan Disrupsi Pada Sistem Pendidikan Kita?

Ada artikel baru yang membahas teori "disrupsi" (perubahan sistemik dan massal secara mendadak). Katanya, Pak Nadiem dilantik menjadi menteri pendidikan karena Jokowi yakin Nadiem bisa melakukan disrupsi pada sistem pendidikan kita. Jawaban saya: Emang begitu gampang ya?!

Pendapat dalam artikel itu hanya lihat masa depan pendidikan dari satu sisi saja. Semua guru tahu kebanyakan siswa justru SULIT belajar sendiri. Tergantung konteks, bahan, tingkat kesulitan bahan, tujuan unit pendidikan itu, dan sebagainya. Kemampuan banyak manusia untuk belajar sendiri terbatas. Dibutuhkan guru yang lebih ahli untuk menolong dan mengarahkan. MOOC (sistem bahan matakuliah gratis online) sudah lama ada. Dampak terhadap sistem pendidikan formal mimimal. Begitu juga Khan Academy. Menolong dan bermanfaat, tapi bukan penggantinya sebuah sistem pendidikan.

Dan perlu dipahami bahwa membaca dan memahami teks BUKAN pencapaian satu-satunya yang didapatkan dari sebuah pelajaran. Ada jauh lebih banyak aspek (perkembangan kognitif, sosial, budaya, bahasa, agama, dll.) yang didapatkan di dalam kelas ketika belajar sama guru. Dan tugas guru adalah untuk menyadari ketika siswa belum paham, atau bahkan salah paham, dan mengarahkan.

Saya bisa membaca teks ttg sistem keadilan negara dan merasa paham sendiri. Lalu bagaimana kalau tiba2 pemerintah mulai menahan ratusan ustadz untuk "dididik kembali agar tidak menjadi radikal"? Sekelompok orang yang belum bersalah apa boleh ditahan pemerintah? Kalau dibuat aturannya, apa saya harus taat pada pemerintah? Kapan saya harus taat? Kapan saya harus protes? Dasar protes saya dari mana? Dan sebagainya. Tugas guru bukan hanya untuk mendidik "tata cara" memahami dan melakukan suatu hal, tapi juga menyampaikan dan mengarahkan pengertian siswa. Ada tugas sosial-budaya-nasionalis yang tidak bisa diserahkan pada buku teks saja.

Mengatakan Nadiem bisa melakukan disrupsi terhadap sistem pendidikan nasional adalah sebuah ASUMSI tanpa dasar. Soalnya sistem itu penuh korupsi, fasilitas yang minim, guru yang gajinya rendah dan dibayar telat, siswa yang motivasi belajarnya rendah dan daya membaca dan berpikir juga rendah, dll. Mohon maaf, tapi membuat satu aplikasi yang meniru Uber dan tambahkan motor tidak memberikan kemampuan dan kualifikasi kepada Pak Nadiem untuk mengubah sistem pendidikan nasional.

Dan kalaupun dia berusaha melakukan perubahan, dari idenya sendiri, maka itu merupakan eksperimen terhadap puluhan juta anak Indonesia karena bisa berhasil dan juga bisa gagal total, jadi 5 tahun terbuang dalam eksperimen itu, dan siswa yang sudah lulus SMA tidak bisa diminta mulai sekolah lagi dgn sistem yang lain. Semua ahli pendidikan sudah tahu: perubahan terhadap sistem pendidikan negara TANPA didukung oleh riset merupakan eksperimen terhadap anak. Apakah orang tua Indonesia siap anak mereka menjadi kelinci percobaan?
-Gene Netto
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...