Monday, September 30, 2019

Paksa Cukur Rambut Siswa, Tiga Guru di Banyuwangi Ditahan

Berita ini menyedihkan. Bukan karena kejadian potong rambut. Itu sudah biasa. Bukan karena penangkapan guru. Itu juga biasa sekarang. Yang menyedihkan adalah reaksi banyak guru terhadap berita ini. Di sebuah group guru, dengan hampir 100 ribu anggota, berita ini dikomentari banyak orang, dan komentarnya bisa copy-paste dari semua kejadian yang lama. Soalnya, komentarnya selalu sama: Siswa dan orang tua yang salah!

Katanya, rambut anak laki-laki harus "rapi dan pendek". (Anehnya, rambut perempuan tidak dibahas.) Tidak ada definisi rapi atau pendek. Pokoknya guru pasti tahu yang benar, dan siswa sama orang tua dijamin salah. Rambut anak laki-laki harus dipotong sesuai jadwal dari guru. Orang tua sibuk, sakit, atau yang lain, guru tidak mau tahu. Setiap dua minggu, wajib dipotong pendek! Hubungannya dgn "pendidikan" apa? Jangan bertanya! Guru selalu benar! Siswa dan orang tua harus diam dan taat.

Komentar para guru selalu sama. Siswa kurang ajar. Orang tua tidak tahu diri. Foto dan nama orang tua itu perlu disebarkan. Siswa perlu dikeluarkan dari sekolah. Siswa dididik di rumah saja kl tidak taat sama guru. Dan seterusnya. Setiap kali ada kejadian baru, komentar para guru selalu sama. Siswa dan orang tua perlu taat sama kemauan guru. Hampir tidak ada guru yang mau introspeksi diri dan membahas apakah mungkin guru dalam berita itu bersalah.

Yang membuat saya sedih adalah fakta ini: Ketika dulu saya berusaha membahas kekerasan dan kekerasan seks terhadap siswa oleh guru, saya dimarahi dan disuruh jangan membahas topik itu lagi. Tapi untuk urusan "rambut laki-laki" dan guru yang bisa kena pasal, ternyata banyak guru peduli sekali. Mungkin setiap kali ada kasus baru belasan anak laki-laki disodomi oleh guru agamanya, guru yang lain akan langsung bertanya, "Rambutnya anak itu gondrong atau tidak?" Kasihan anak Indonesia.
-Gene Netto

Paksa Cukur Rambut Siswa, Tiga Guru di Banyuwangi Ditahan
Rabu, 25 September 2019
https://www.viva.co.id

Bapak Tiri Perkosa Siswi SD, Ibu Kandung Pegangi Kaki Korban

Sudah banyak berita ttg bapak tiri yang memperkosa anak tirinya. Sekarang juga sering ada berita ttg ibu kandung yang mengetahui hal itu dan bahkan kadang juga "menolong" (atau abaikan) suaminya ketika cabuli korban. Kenapa? Karena takut diceraikan. Kenapa takut diceraikan? Karena setelah cerai, tidak akan ada nafkah hidup lagi. Pemerintah cuek saja terhadap janda yang punya anak. Jadi ibu2 itu punya dua pilihan: Mau melindungi anak, lalu diceraikan dan jatuh miskin? Atau mau biarkan suami perkosa anak, dan tetap punya rumah dan bisa makan besok?

Kasus seperti ini merupakan kegagalan dari banyak sisi. Kegagalan pendidikan, agama, sosial, budaya, dll. Juga kegagalan pemerintah untuk perhatikan kondisi semua anak Indonesia. Ketika cerai, pemerintah cuek saja kl ibu dan anak jatuh miskin tanpa nafkah hidup. Di banyak negara lain, semua bapak wajib membiaya kehidupan anaknya sampai usia 18. Walaupun cerai. Tetap wajib kirim nafkah hidup setiap bulan. Pemerintah memaksa!

Di Indonesia tidak. Setiap pria boleh menciptakan anak sepuasnya, lalu ceraikan isteri, dan membuang isteri dan semua anak itu ke jalan, tanpa nafkah hidup. Bapak itu tinggal menikah lagi, dan mulai lagi. Sikap pemerintah: EGP. Hasilnya, negara ini menjadi penuh dgn anak yang tidak dapat nafkah hidup, ataupun perlindungan dari pemerintah. Menunggu mereka diperkosa atau disodomi dulu, baru pemerintah siap bertindak. Kasihan anak Indonesia.
-Gene Netto

Pria Setengah Abad di Samarinda Setubuhi Siswi SD, Tragisnya Ibu Kandung Ikut Pegangi Kaki Korban
Rabu, 25 September 2019 SURYA.co.id | SAMARINDA - Siswi SD kelas V Sekolah Dasar (SD) di Samarinda masih trauma setelah menjadi korban persetubuhan oleh ayah tirinya. Mirisnya, sang ibu kandung justru ikut memegangi korban agar dicabuli RM. Saat ditanya, RM mengaku ikut membantu suaminya mencabuli putrinya lantaran takut dicerai.
https://surabaya.tribunnews.com

Usaha Kurangi Sampah dan Peduli Pada Lingkungan (Di Negara Lain)

Enak melihat info seperti ini. Makin banyak orang di dunia berusaha kurangi sampah, dan pakai ide kreatif utk menjaga lingkungan. Sayangnya kebanyakan orang yang saya kenal di Indonesia tidak peduli pada hal seperti ini. Yang penting bisa beli, buang sampahnya, lalu EGP. Selama rumah saya bersih, dan sampah masih diambil terus dari depan rumah, kenapa harus anggap ada masalah? Menunggu ada dampak yang menimpa keluarga sendiri, baru mau peduli (sedikit).

Tapi selama masih bebas buang sampah sepuasnya setiap hari, dan selalu diambil oleh orang lain, maka tidak usah peduli sampah itu hilang ke mana. Yang penting tidak terlihat lagi. Bersih! Mungkin nanti, semua cucu kita akan punya pendapat buruk terhadap orang dewasa yang hidup di zaman ini
-Gene Netto

45 Times People Did Something Clever About Saving The World Instead Of Just Talking
https://www.boredpanda.com

Thursday, September 26, 2019

Guru Agama Sodomi 10 Anak SD, Korban Menjadi Pelaku, Dan Korban Anak Itu Juga Menjadi Pelaku

Baca pelan-pelan agar tidak menjadi bingung. Dua anak, berusia 6 dan 7 tahun, lapor mereka disodomi oleh seorang anak berusia 11 tahun (sebutkan Pelaku A). Pelaku A ditangkap polisi, dan dia mengaku juga disodomi oleh anak lain berusia 12 tahun (sebutkan Pelaku B). Pelaku B ditangkap, dan dia mengaku juga disodomi oleh guru agamanya, bernama HA, usia 43 tahun (sebutkan Pelaku C). Kemudian, Pelaku C ditangkap, dan ketika itu ada dua anak asuh di rumahnya. Pelaku C mengaku dia telah cabuli mereka selama 3 bulan. Kata guru agama itu, dia juga menjadi korban sodomi dulu di SMA, tahun 1993. Dan sejak tahun 2006, dia menjadi pelaku sodomi terhadap anak SD. Totalnya 10 anak.

Mungkin ada banyak orang dewasa di sini yang disodomi ketika kecil. Tapi di Indonesia, tabu membahas hal terkait seks (walaupun pencarian pornografi termasuk paling tinggi di dunia). Jadi anak yg menjadi korban merasa malu dan tidak berani membahas kejadian itu dgn orang tuanya. Artinya, mereka juga tidak dapat terapi psikologi. Lalu ketika dewasa, sebagian korban menjadi pelaku. Sekarang ada "bantuan pemerintah" alias anak bisa dapat terapi bbrp kali. Tapi setahu saya, puluhan ribu anak yang menjadi korban itu tidak dipantau terus untuk memastikan mereka tidak menjadi pelaku.

Dan yang lebih mendesak, sudah terbukti dari berita ini bahwa anak yang menjadi korban sodomi juga bisa menjadi pelaku dengan cepat, sebelum menjadi dewasa! Saat ini, ada demo ttg RUU KUHP. Kapan akan ada demo dari 100 juta orang tua untuk menuntut semua anak Indonesia harus dilindungi? Pejabat pemerintah, tokoh agama, guru sekolah, dan orang tua belum mau peduli, lalu anak menjadi korban sodomi dan pemerkosaan terus. Siapa yang mau melindungi anak Indonesia? Tolong peduli pada semua anak, sebelum anak yang anda kenal menjadi korban.
-Gene Netto

Oknum Guru Honorer Cabuli 10 Bocah Laki-laki
Kompas.com - 25/09/2019
https://regional.kompas.com

Wednesday, September 25, 2019

Saran Untuk Mahasiswa: Kalau Mau Demo, Duduk Saja!

Kalau merasa harus protes, silahkan. Hak umum bagi rakyat di negara demokrasi. Saran saya, bagaimana kalau besok mau protes lagi, datang saja, bawa makanan dan minuman, lalu DUDUK di situ. Mau orasi, teriak, nyanyi, atau dzikir bersama, silahkan. Yang penting duduk saja. Tidak menyerang polisi. Tidak merusak. Tidak membakar.

Polisi juga manusia, punya isteri, anak, keluarga, dan harus melakukan tugasnya, yaitu melindungi barang milik negara (gedung DPR). Tidak mungkin mereka bubar dan tidak melindungi gedung itu. Jadi jangan melihat Polisi sebagai musuh. Bukan Polisi yang membuat RUU KUHP. Jadi kenapa harus marah2 dan menyerang Polisi?

Kalau semua mahasiswa sepakat untuk duduk, maka secara otomatis, Polisi tidak perlu tembakkan gas air mata, karena tidak ada kerusuhan atau penyerangan. Dan Polisi juga tidak perlu menyerang mahasiswa. Dan kalau ada kelompok kecil yang menyerang polisi atau merusak pagar, suruh Polisi tangkap saja, karena mereka bukan mahasiswa.

Protes itu akan menjadi sederhana. Dan aman. Dan nyaman. Mahasiswa jadi tenang. Polisi jadi tenang. Rakyat jadi tenang. Protes tetap disampaikan, tanpa kerusakan atau kemarahan atau penyerangan. Kalau mau ajak rakyat bersatu dan peduli pada kemajuan negara, coba mulai dulu dengan contohkan sikap yang terbaik. Protes dengan cara yang damai dan tenang, yaitu duduk. Semoga bermanfaat.
-Gene Netto

Korban Sodomi, Anak Yatim Usia 9 Tahun Butuh Jahitan di Anus

Anak yatim disodomi? Biasa. Ini Indonesia. Anak yatim hanya perlu dipedulikan di bulan puasa saja! Cukup undang bbrp anak buka puasa bersama, dan simsalabim, kepedulian terhadap anak yatim sudah cukup utk 12 bulan ke depan. Anak yatim di seluruh negara hidup dalam keadaan miskin, lapar, dan rawan jadi korban sodomi dan pemerkosaan. Apakah para pemimpin negara peduli?

Jangankan pemimpin negara, apakah para pemimpin agama peduli? Coba sebutkan seorang tokoh agama yang sudah berkali2 membahas masalah kekerasan dan kekerasan seks terhadap anak yatim. Jangankan anak yatim. Santri sering menjadi korban, dan tokoh agama masih diam saja. Apalagi peduli pada anak yatim. Apalagi pemimpin negara juga peduli.

Welcome to Indonesia. Negara mayoritas Muslim di mana 200 juta Muslim tidak punya waktu untuk pedulikan anak yatim, yang bisa disodomi atau diperkosa kapan saja. Dan para tokoh agama sibuk ceramah tentang "kemenangan di akhirat" sehingga mereka juga tidak bisa bangkitkan umat untuk peduli pada kondisi hidup anak yatim yang sangat memprihatinkan. Kalau Rasulullah SAW tahu umatnya tidak serius melindungi anak yatim di Indonesia, mungkin air matanya Nabi bisa mengisi Danau Toba.
-Gene Netto

Jadi Korban Sodomi, Bocah 9 Tahun di Bangka Luka hingga Dapat Beberapa Jahitan

Senin, 23 September 2019 TRIBUN-VIDEO.COM - Kasus asusila terjadi di Sungailiat, Kabupaten Bangka. Pelaku diduga menyodomi bocah usia sembilan tahun hingga mengalami menderita luka serius di anus dan mendapat beberapa jahitan. Seorang pemuda berinisial AS alias AN (25), Warga Sungailiat, Bangka, ditangkap.

Kanit Reskrim Aiptu Reka Otorida menyatakan, tersangka pelaku merupakan residivis yang sudah empat kali masuk penjara dan juga pernah menyodomi korban lainnya, beberapa waktu lalu. Korban diancam bakal dibunuh oleh pelaku jika tak menuruti nafsunya. (Bangka Pos/ Fery Laskari)
https://video.tribunnews.com

Tuesday, September 24, 2019

Anak Usia 5 Tahun Diperkosa Dan Dibunuh Oleh Dua Kakak Angat Dan Ibu Angkatnya

Mau katakan apa? Kenapa orang tua angkat masuk berita terus sebagai kaum yang sadis? Kenapa bapak dan kakak angkat masuk berita terus sebagai pelaku pemerkosaan terhadap anak kecil? Apa ada di negara ini yang menghasilkan begitu banyak kasus kekerasan dari orang2 yang paling dekat? Hal seperti ini bisa terjadi terus karena ada kegagalan pendidikan, atau agama, atau budaya, atau apa? Ibu angkat ini jelas sakit jiwa. Tapi anak laki-lakinya juga mau memperkosa seorang anak kecil. Selama ini mereka bersekolah di mana? Dapat pendidikan seperti apa? Punya teman seperti apa? Kenapa mereka tidak menolak?


Ketika pemerintah sibuk utamakan jalan tol, pelabuhan, bandara, batu bara, kelapa sawit, dan lain-lain, anak Indonesia yang tidak berdosa menjadi korban terus. Yang aman hanya anaknya orang elit! Kenapa rakyat diam saja, ketika para pemimpin negara, pemimpin agama, dan tokoh masyarakat cuek terhadap masa depan jutaan anak? Siapa yang akan maju untuk melindungi semua anak Indonesia, SEBELUM mereka menjadi korban pemerkosaan, sodomi dan pembunuhan?

-Gene Netto


[Kalau sanggup membaca beritanya, buka link sendiri].


Detik-detik Aksi Keji Ibu dan 2 Anak Kandung Bunuh Bocah Sukabumi

Selasa 24 September 2019, Syahdan Alamsyah – detikNews. Sukabumi - Bocah perempuan, NP (5), tewas di tangan ibu angkatnya, SR (36). SR juga melibatkan dua anak kandungnya yang berusia 16 dan 14 tahun untuk memerkosa dan menghabisi korban. Para pelaku sengaja membuang jasad bocah tersebut ke Sungai Cimandiri Sukabumi.

https://news.detik.com


Gila! Usai Bunuh Bocah, Ibu dan Putranya Inses di Samping Mayat

https://news.detik.com


Ibu Pembunuh Anak Angkat Perintahkan 2 Putranya Memerkosa Korban

https://news.detik.com

Monday, September 23, 2019

Pengobatan Alternatif Ningsih Tinampi

Kemarin saya lihat berita ini dan langsung ingat pada Ponari. Dulu, anak bernama Ponari bisa "mengobati" orang, disebabkan sebuah batu yang dia temukan. Menjadi bisnis besar, karena ribuan orang datang untuk "berobat". Sekarang ada ibu ini, Ningsih Tinampi, yang sepertinya mirip.

Ibu Ningsih jelaskan dia bisa mulai mengobati orang setelah suaminya selingkuh, lalu dia rajin datangi dukun2 setiap hari. Dia berharap para dukun itu bisa membuat suaminya berubah. Lalu dia dengar sebuah bisikan, yang mengatakan suami tidak bisa "diobati" tapi ibu Ningsih bisa obati orang lain, "karena ada suatu ilmu." Disebabkan bisikan itu, dia mulai belajar "ilmu Al Fatihah" sama dukun2 agar ilmu itu mau masuk ke dalam badannya. Dia juga mengatakan bahwa setelah pergi ke Makkah kemarin, dia "komunikasi terus sama Rasul".

Salah satu videonya di YouTube sudah ditonton 11 juta orang. Mungkin banyak orang Muslim merasa bahwa perbuatan itu merupakan keajaiban yang sesuai agama Islam. Saya malah fokus pada gerakan tangan ibu2 tua yang terlihat mirip jurus2 tangan tukang sihir dalam film2. Saya jadi berpikir, masa untuk "mengusir setan" harus loncat2 dan lambaikan tangan ke mana2, sambil ajak setan diskusi selama 1 jam? Tidak cukup dengan berdoa kepada Allah SWT saja? Ribuan orang siap datang, utk "berobat", dengan cara apa saja, dari siapa saja, asal dapat yang diharapkan. Kalau ini caranya banyak orang Muslim mau berobat, jangan heran kalau Rahmat Allah jauh dari kita.
-Gene Netto

Video 1 jam, penuh diskusi dengan setan, dan gerakan tangan ibu2 untuk mengobati pasien:
SANTET....DUKUNE NGAMUK REK, PENGOBATAN NINGSIH TINAMPI
https://www.youtube.com

Fakta Pengobatan Alternatif Ningsih Tinampi Antrian Pasien Hingga 2020
Rabu, 18 September 2019
https://www.tribunnews.com

Mengintip Pengobatan Alternatif Ningsih Tinampi yang Viral di Medsos
Rabu 18 September 2019, Muhajir Arifin - Detiktv
https://news.detik.com

Kakak Adik Siswa TK dan SD Disodomi Tetangganya, Diimingi-imingi Game HP

Begitu gampang. Anak kecil "main ke rumah tetangga", mungkin tanpa sepengetahuan orang tua, dan menjadi korban. Orang tua sibuk dan lepaskan anak utk main di sekitar rumah. Dianggap "aman". Tapi anak Indonesia tidak aman. Anaknya orang elit dijaga penuh. Tapi anak kampung hanya bisa menunggu giliran diperkosa atau disodomi oleh orang2 yang terdekat. Ketika terjadi, orang tua selalu menyatakan, "Saya tidak menyangka bisa terjadi." Dan pemerintah hanya tangani SESUDAH kejadian. Tindakan preventif nol.

Coba kita bawa pemikiran itu ke ranah yang lain. Anak digigit nyamuk, kena demam berdarah (DBD). Nyamuk tidak begitu dipikirkan, dan tidak semuanya "berbahaya". Tapi ketika ada wabah DBD, ternyata dengan cepat ada tindakan preventif dari pemerintah dan pemda. Ada iklan tivi, poster, pendidikan di sekolah, dan kegiatan di puskesmas, kelurahan, dsb. Tapi kalau anak disodomi atau diperkosa, tindakan preventif dari pemerintah nol. Tidak ada iklan tivi yang berikan peringatan. Tidak ada pendidikan di sekolah yang membuat anak kecil waspada terhadap orang lain. Tidak ada pendidikan bagi anak untuk tidak pergi bersama orang yang tidak (atau baru) dikenal.

Sikap pemerintah hadapi DBD dan kekerasan seks terhadap anak sangat berbeda sekali. Mungkin sebabnya hanya satu: Anaknya orang elit juga bisa kena DBD dan masuk ICU. Jadi bahaya. Dan rumah sakit juga menjadi penuh, orang tua cuti kerja, jadi ada beban di sistem kesehatan dan beban ekonomi. Tapi kalau anak miskin disodomi atau diperkosa, maka rumah sakit tidak menjadi penuh. Orang tua tidak cuti kerja. Dan yang paling penting, anaknya orang elit aman! Jadi tidak terasa harus ada tindakan preventif apapun dari pemerintah.

Anda tidak mau bahas topik ini? Merasa sudah cukup menyatakan, "Insya Allah anak saya aman"? Semua orang tua yang lain juga mengatakan hal yang sama. Lalu tiba2 suatu hari, mereka harus dengar kisah anaknya yg disodomi atau diperkosa, lalu orang tua itu selalu mengatakan, "Saya tidak menyangka bisa terjadi!"

Mendidik anak anda sebelum mereka menjadi korban juga! Dan jangan anggap mereka "aman" dgn saudara, tetangga, guru agama, guru les, dll. Ada bahaya di mana2 dan kita tidak tahu siapa yang berbahaya sampai anak kita menjadi korban. Jadi orang tua harus waspada dan harus mendidik anak utk waspada. Kita juga perlu protes terhadap pemerintah, yang fokus pada proyek besar utk ekonomi, ketika anak Indonesia diperkosa dan disodomi setiap hari.
-Gene Netto

Kakak Adik Siswa TK dan SD Disodomi Tetangganya di Cilacap selama 7 Bulan, Diimingi-imingi Game HP
https://wow.tribunnews.com

Bahayanya Pasal Penghinaan Presiden: Hina Erdogan, Politikus Turki Divonis 10 Tahun Penjara

Ibu Canan Kaftancioglu adalah anggota partai oposisi, Partai Rakyat Republik (CHP), di Istanbul. Dia punya peran penting dalam kekalahan partainya Erdogan (AKP) dalam pilkada yang memilih walikota baru utk Istanbul. Karena CHP menang, Erdogan jadi malu sekali. Simsalabim, tweet dari 2012 menjadi dasar untuk tangkap Canan Kaftancioglu, dengan pasal "menghinakan presiden" ditambahkan pasal "mendukung terorisme". Pengadilan tunduk dengan kemauan Erdogan, dan Ibu Canan Kaftancioglu dihukum 9 tahun 8 bulan penjara.

Kemarin banyak orang yang protes ketika saya bahas pasal penghinaan presiden di sini. Katanya Indonesia negara timur, dan tidak usah peduli pada hukum di negara lain. Saya jelaskan bahwa dulu di negara lain juga ada pasal penghinaan pemimpin, biasanya utk raja, dan dipakai utk penjarakan orang yang berani lawan raja. Di semua negara diktator, pasal itu masih digunakan dgn tujuan yang sama. Diktator selalu berusaha kontrol pemikiran dan perkataan rakyat, dan membuat rakyat takut melawan.

Sejarah dunia penuh dengan contoh, tapi mohon maaf, banyak orang Indonesia tidak belajar sejarah dunia. Hasilnya, mereka merasa presiden perlu dilindungi dari kata2 yang membuatnya sakit hati. Ini dianggap masalah "hormat", tapi sangat keliru. Hormat itu seharusnya merupakan pilihan. Bukan paksaan. Diktator tidak berikan pilihan, dan memaksa rakyat menghormati pemimpin. Sayangnya, banyak orang Indonesia tidak mau belajar dari sejarah kelam di negara lain, dan mau ulangi kesalahan yang sama, yang rata2 menghasilkan kerusakan pada sistem politik.
-Gene Netto

Hina Presiden Erdogan, Politikus Turki Divonis 10 Tahun Penjara
Minggu, 08 September 2019. Tak lama setelah putusan pengadilan dibacakan, politikus CHP Ekrem Imamoglu mengatakan, "Tidak ada keadilan di negara ini. Di Turki, bukannya mendengarkan suara hati mereka, hakim condong ke istana (kantor Presiden)." Dia mengklaim, Kaftancioglu dijatuhi hukuman "karena keberhasilannya dalam pemilu di Istanbul".
https://www.suara.com

Gadis Baduy Diperkosa 3 Pelaku Meski Sudah Tewas

Anak Indonesia sangat luar biasa. Sudah beberapa kali ada berita ttg seorang anak perempuan yang dibunuh, lalu mayatnya diperkosa. Dan juga sering terjadi, mayatnya diperkosa bergilir. Jadi setelah pelaku pertama, masih ada beberapa anak yang lain, yang diam dan sabar, menunggu gilirannya untuk memperkosa sebuah mayat. Dalam kasus ini, mayatnya juga berlumuran darah. Apakah itu mengurangi niatnya para pelaku? Tidak! Tetap saja mau memperkosa…

Coba ingat bahwa setiap anak muda yang melakukan hal ini punya orang tua, om dan tante, kakek nenek, guru sekolah, kadang juga guru agama, tetangga, dan teman. Lalu mereka bisa membunuh seorang anak perempuan berusia 13 tahun, dan menunggu dengan sabar utk dapat giliran memperkosa mayatnya. Coba jelaskan kenapa bisa terjadi. Dan juga jelaskan latar belakang, pengasuhan dan pendidikan yang diterima oleh para pemuda itu yang memungkinkan mereka berpikir utk melakukan hal seperti itu.

Ketika para pemimpin bangsa sibuk banggakan diri atas keberhasilan membuat proyek jalan tol dan bandara, makin banyak anak Indonesia menjadi pelaku pemerkosaan dan sodomi. Dan rakyat hanya diam dan taat pada pemerintah, sambil menunggu "orang lain" mengurus masalah ini nanti. Yang terpenting bagi kebanyakan orang adalah mantra sakti, "Bukan anak saya, jadi bukan urusan saya!" Kalau hal seperti ini terjadi di Australia, Singapura, atau Malaysia (misalnya), saya kira seluruh negara akan geger. Tapi ketika terjadi di sini, dalam satu hari sudah dilupakan dan tidak dibahas lagi. Sampai terjadi lagi… Kenapa?
-Gene Netto

Gadis Baduy Diperkosa 3 Pelaku Meski Sudah Tewas
2019/09/05 Bahtiar Rifa'i - detikNews
Serang - Tiga pelaku pembunuhan gadis Baduy Luar memperkosa korban dalam kondisi sudah tewas. Ketiga pelaku memerkosa korban secara bergantian. Korban yang masih berusia 13 tahun itu kemudian sempat berteriak, lalu pelaku langsung membacok korban di bagian leher. Setelah tewas, korban lalu diperkosa para pelaku secara bergilir. "Dalam keadaan sudah tidak bernyawa dan berlumuran darah," katanya. Ketiga tersangka yakni AMS alias E (20), F (19) dan A (16) yang berstatus pelajar.
https://news.detik.com

Dianiaya Ayah Tirinya, Dimasukkan Karung, Digantung, Bocah 2 Tahun Tewas

Anak Indonesia dianiaya, dihajar, disiksa, disodomi, diperkosa dan dibunuh. Tapi para pemimpin negara, pemimpin agama, dan tokoh masyarakat sepertinya tidak tahu, atau tidak mau tahu. Ternyata setelah penjajah Belanda pergi, orang pribumi yang menjadi sibuk menyiksa anak2 Indonesia. Lebih miris lagi, ayah kandung dan ayah tiri termasuk kaum yang paling sadis terhadap anak yang tidak berdosa. Siapa yang mau melindungi anak Indonesia?

Korbannya Muslim, bapak tirinya Muslim, Ibu kandung (yang diam dan tidak laporkan suami) juga Muslim. Lalu tanggapan dari para pemuka agama ttg masalah kekerasan terhadap anak adalah… NOL. Siapa yang mau pedulikan anak2 Indonesia, sebelum mereka dianiaya, diperkosa, disodomi atau dibunuh? Dan kalau ayah kandung dan ayah tiri termasuk pelaku yang paling umum, bagaimana caranya mengatasi masalah ini? Jangankan mencari solusi. Dibahas saja belum ada pemimpin yang mau… Mungkin para pejuang kemerdekaan sedang menangis di kuburan, dan menyesal mereka dulu siap mati. Apa perjuangan mereka sia-sia? Hasilnya kemerdekaan adalah banyak jalan tol baru, tapi anak Indonesia tidak aman di rumah sendiri?
-Gene Netto

Dianiaya Ayah Tirinya, Dimasukkan Karung, Digantung, Bocah 2 Tahun Tewas
2019/09/05 Budi Warsito – detikNews Langkat - Seorang bocah berusia 2 tahun 5 bulan, Muhammad Ibrahim Ramadan Alias Akil ditemukan tewas setelah kerap dianiaya ayah tirinya, Riki Ramadhan Sitepu (30). Pelaku tega memukul hingga memasukkan korban ke dalam karung karena kesal dengan tingkah laku korban. Akil dipukul oleh pelaku mulai dari bagian kaki, tangan, hingga bahu. Tak sampai di situ, pelaku juga menyundutkan rokok di bagian tangan, telinga, hingga bahu korban.

Selain dianiaya, oleh pelaku Akil juga dimasukkan ke dalam karung goni dan digantung di luar gubuk yang mereka tempati. "Pada hari Selasa, tanggal 27 Agustus 2019, sekitar pukul 17.00 WIB, korban meninggal dunia. Pada pukul 18.00 WIB dikuburkan oleh Pelaku Riki Ramadan beserta istrinya di bawah lereng bukit dengan kedalaman sekitar 50 meter," jelas AKP Fathir.
https://news.detik.com

Thursday, September 19, 2019

Sulitnya Membahas Agama di Indonesia

Saya baru balas seorang pesan dari seorang pemuda Muslim yang bermimpi "melihat Yesus" lalu dia jadi malas shalat, dan meragukan Islam. Juga ada perasaan sakit hati dgn berbagai orang Muslim, yang menjadi landasan kenapa dia punya perasaan "anti-Islam". Lalu mimpi itu memperkuat keraguannya. Saya jelaskan kedudukan mimpi dalam Islam, dan ajaran Islam bahwa mimpi bisa berasal dari Setan. Hampir saja saya post di Facebook, tapi tiba2 ingat UU ITE dan UU Penistaan Agama. Di negara ini, SATU kalimat saja, yang diucapkan tanpa niat menghinakan kaum lain bisa dicap "penistaan agama".

Perbedaan antara ajaran agama selalu ada sejak ada manusia. Tapi di Indonesia, ada kriminalisasi terhadap cara bicara rakyat. Ketika kita mau jelaskan ajaran agama kita, dan ajaran itu mewajibkan kita menyalahkan semua agama lain, maka pemerintah tidak mengizinkan kita ucapkan kalimat yang dinilai sebagai "penghinaan". Tanpa berikan definisi penghinaan itu apa. Kita harus menunggu ditangkap dulu, baru bisa tahu batasnya antara boleh dan tidak boleh ada di mana.

Banyak orang merasa tidak ada masalah. Yang penting rakyat rukun. Tapi mereka salah paham. Rakyat tidak rukun. Rakyat takut bicara. Itu kerukunan PALSU, karena tidak ada landasan saling menghormati, tapi ada landasan saling takut masuk penjara. Dan yang paling aneh, para pemimpin yang Muslim yang membuat UU itu, yang merugikan orang Muslim ketika kita mau jelaskan dengan jujur kenapa seorang anak muda yang meragukan Islam tidak boleh meyakini agama lain. Kalau kita jelaskan "kesalahan dan kelemahan" dalam ajaran agama lain, menurut keyakinan kita sebagai Muslim, maka penjara menanti kita!

Jangan ditulis di sini, tapi coba berpikir sendiri, dari sisi ajaran Islam. Coba menjelaskan dua konsep "mimpi melihat Yesus" dan "mimpi dari Setan yang menyesatkan", TANPA risiko dianggap menistakan agama Kristen! Apakah bisa? Dalam Islam, semua mimpi yang membuat kita menjauhi Allah dan Islam harus dianggap tidak benar, dan pengaruh dari Setan. Sedangkan bagi orang Kristen, mimpi melihat Yesus akan dianggap suatu kemuliaan. Bagaimana orang Muslim bisa terangkan ajaran agamanya sendiri, tanpa risiko masuk penjara?

Kasihan umat Islam di Indonesia. Bangga sebagai rakyat Muslim terbesar di dunia, dengan pemerintah penuh pemimpin Muslim, tapi hak kita untuk membahas ajaran agama kita, yang tentu saja menyalahkan semua ajaran agama lain, diancam dengan penjara!
-Gene Netto
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...