Thursday, April 29, 2010

Mari Kita Memboikot Ujian Nasional (UN)

Assalamu'alaikum wr.wb.,

Waktu saya tanya di milis klub guru dulu apakah guru Indonesia berani melakukan boikot terhadap Ujian Nasional (UN), hampir tidak ada yang menjawab, dan topik itu mati dalam sekejap. Sekarang, milis itu (dan milis pendidikan yang lain) menjadi penuh dengan komentar kontra berkaitan dengan UN dari para guru dan orang tua.

Bagaimana kalau kita menciptakan sebuah gerakan dari sekarang, untuk memboikot UN pada tahun depan? Semua guru bisa diajak ikut, dan orang tua juga diajak untuk sama-sama tidak mengikuti UN lagi. Apakah Presiden, Mendiknas dan Depdiknas bersedia menyatakan seluruh anak bangsa tidak lulus dari UN, tetapi UN akan tetap dilaksanakan setiap tahun?

Sekarang sudah waktunya bagi rakyat Indonesia untuk bangkit, bersatu, dan melakukan boikot terhadap Ujian Nasional!

Guru bisa boikot dengan cara tidak membagikan ujiannya di dalam kelas.
Orang tua bisa boikot dengan tahan anak di rumah (tidak masuk sekolah) pada hari2 ujian.
Murid bisa boikot dengan tidak angkat pensil kalau gurunya lemah dan masih membagikan ujian (karena takut dipecat). Murid bisa diam saja di tempat dan baca buku, atau melamun, sampai waktu ujian selesai.

Kalau 2,7 juta guru melakukan boikot terhadap ujian ini, didukung oleh puluhan juta orang tua, dan puluhan juta siswa sekolah, saya mau melihat pemerintah berani memecat 2,7 guru itu dan menggantikannya dalam sekejap. Dari mana akan dapat guru segitu banyak untuk menggantikan guru yang lebih peduli pada hak siswanya daripada proyek ujian dari pemerintah?

Kenapa para guru dan orang tua rajin komplain tetapi tidak berani mencari solusi?
Bernegosiasi dengan pemerintah sudah terbukti tidak bisa dan percuma. Keputusan dari MK juga tidak cukup untuk menghilangkan niat pemerintah untuk meneruskan proyek ini.
Jadi guru dan orang tua harus berani bertindak, bukan sebatas bicara dan komplain terus.
Kalau tidak berani bersatu dan bertindak, lebih baik milis klub guru dikosongkan saja dari pembicaraan UN, karena semua pembicaraan itu adalah waktu yang sia-sia (hanya komplain tanpa mau berusaha untuk memperbaiki).

Dan sayang sekali tidak ada satu partai politik yang punya anggota di dalam DPR (maupun di luarnya) yang berdiri tegak dan bicara dengan jelas atas nama anak bangsa. Ujian Nasional itu sudah jelas tidak adil, tetapi belum ada partai politik satupun yang mengucapkan janji untuk menghilangkan ujian buruk itu, dan menggantikannya dengan sistem yang lebih adil bagi siswa.

Sekarang sudah saatnya untuk orang tua menekan partai politik dan anggota DPR supaya mereka akan mulai peduli pada sistem pendidikan nasional, dan bukan sebatas peduli pada kekuasaan yang bisa mereka garap untuk kepentingan sendiri. Orang tua harus kompak, guru harus kompak, dan anak bangsa juga harus kompak.

Apakah kita bisa menciptakan boikot nasional yang kuat terhadap UN untuk tahun depan?

Wassalam,
Gene Netto

2 comments:

  1. (lewat email)
    Tahap awal boikot UN adalah boikot terhadap partai yg tdk peduli terhadap issue ini dlm pilkada yg banyak dilakukan thn 2010.
    Jgn pilih partai yg mengusung issue 'peduli' tapi tdk ada langkah nyata.

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete