Sabtu, 6 Okt 07 14:50 WIB
Assalamu'alaikum
Ustadz,
Saya ingin menanyakantentang pemakaian Jilbab oleh muslimah, karena beberapa waktu yang lalu kantor saya mengadakan tausyi'ah ramadhan mengenai jilbab.
Penceramah menjelaskan bahwa pemakaian jilbab itu tidak wajib hanya dianjurkan dengan mengutip ayat Alqur'an (saya lupa ayat & suratnya), banyak teman-teman yang tidak setuju dengan pernyataan penceramah tersebut, kalau tidak salahpenceramahnya berasal dari UIN.
Saya mohon pencerahan dari Ustadz mengenai masalah tersebut.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb
Taufik
Jawaban
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Memang ada sedikit hal yang perlu diluruskan dari istilah jilbab. Sebab ternyata di dunia Islam, penggunaan istilah jilbab ini dipahami dengan berbagai bentuk yang berbeda.
Yang lainnya lagi mengatakan bahwa jilbab adalah cadar, yaitu kain yang menutup wajah para wanita.
Maka dengan perbedaan-perbedaan penggunaan istilah di atas, wajar pula kalau ada banyak perbedaan pandangan dari segi hukum untuk mengenakannya.
Hukum memakai cadar atau baju besar terusan dari atas ke bawah memang masih menjadi perbedaan pendapat. Demikian juga, pakaia wanita yang menutup seluruh tubuh tanpa kecuali, masih menjadi perbedaan pendapat.
Jilbab = Pakaian penutup aurat
Yang disepakati oleh para ulama adalah bahwa setiap orang, baik pria atau wanita, diwajibkan untuk menutup aurat. Dan bukan hanya selama mengerjakan shalat saja, melainkan ketika berhadapan dengan lawan jenis yang bukan mahram.
Sementara, batasan aurat wanita itu adalah seluruh tubuhnya, kecuali wajah dan kedua tapak tangannya. Batasan ini sudah sampai tingkat ijma' dari kebanyakan para ulama. Sehingga bukan pada tempatnya lagi untuk diperdebatkan. Sama dengan ijma' para ulama tentang wajibnya shalat
Kalau masih ada orang yang mempertanyakan kewajiban shalat
Menutup Aurat = Etika dan Kewajiban Paling Dasar
Sebagai seorang muslim, seharusnya kita sudah tidak lagi bermain-main di wilayah yang sudah bersifat
Oleh karena itu ketika nabi Adam alaihissalam melanggar larangan Allah, nampaklah aurat mereka. Maka secara insting beliau segera menutup auratnya dengan daun-daun surga.
Maka syaitan membujuk keduanya dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. (QS. Al-A'raf: 22)
Dan ketika nabi Adam diturunkan ke bumi, Allah SWT pun menginformasikan bahwa telah diturunkan pakaian untuk menutup aurat. Bahkan pakaian itu juga berfungsi sebagai perhiasan.
Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup 'auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan (QS. Al-A'raf: 26)
Hanya manusia saja yang punya insting untuk menutup aurat dan mengenakan pakaian. Hewan dan tumbuhan sama sekali tidak punya naluri itu. Apakah sekarang kita inginmenghilangkan naluri manusia untuk berpakaian dan menutup aurat?
Apakah kita ingin mengatakan bahwa wanita tidak perlu menutup auratnya? Apakah kita ingin mengatakan bahwa agama Islam tidak mewajibkan wanita menutup aurat? Lalu kita ingin mengingkari Al-Quran dan sunnah Rasulullah SAW? Apakah kita tega membodohi umat dengan mengatakan bahwa tidak ada dalil yang mewajibkan menutup aurat?
Padahal Rasulullah SAW telah bersabda:
Maka sebaiknya kita berhenti dari dosa sistem yang ingin mengubah paradigma berpikir umat Islam dengan mengatakan bahwa menutup aurat tidak wajib. Berhentilah dari kesalahan berpikir yang fatal dan memalukan ini, selagi ajal belum datang menjemput. Sudah bukan zamannya lagi kita membodohi umat dengan argumentasi lemah buah karya setan sekulerime dan liberalisme.
Karena sekulerisme dan liberalisme sudah mati terkubur oleh zaman. Mungkin 20 tahun yang lalu boleh mereka berbangga, tapi Allah SWT telah berkehendak lain. Hari ini gelombang orang menutup aurat nyaris tidak terbendung lagi. Hari ini adalah hari penyesalan bagi kalangan sekuleris dan liberalis karena kampanye anti jilbab yang mereka usung berpuluh tahun telah mengalami kegagalan total.
Kalau hari ini masih ada orang yang mengatakan menutup aurat tidak wajib, maka sebenarnya ajaran ini telah out of date, ketinggalan zaman, kuno, konvensional, sudah tidak musim lagi.
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc
Sumber: Era Muslim
WAJIB TAHU....RASAIN YANG TDK PAKAI JILBAB,DOSA LU.....MELANGGAL PERINTAH ALLAH,DOSA TAHU
ReplyDeleteih....blog ini agak tidak seru.ke blog-ku,yuk yang bagus banget :
ReplyDeletehttp://kakcipa.blogspot.com
seru,deh..
ke blogku youk...
ReplyDeletehttp://kakcipa.blogspot.com
hehehe...sorry aku itu lagi promosi doang. blognya bagus kok
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteJadi maksudnya, tidak perlu menutup aurat tidak perlu berjilbab/berkerudung ya ?
ReplyDeleteKarena toh banyak juga muslimah yang bertebaran di muka bumi ini yang sangat taat padahal tidak menutup aurat, gitu ya ? Hehehe.
Aku jadi penasaran ... ini maksudnya yang memberi penilaian "taat", "sangat taat", "kurang taat", "tidak taat", adalah siapa ?
Manusiakah yang memberi penilaian itu atau sudah penilaian Allah SWT sang Khalik ?
Kalo itu penilaian Allah, memangnya Allah udah ngasitau ya hasil penilaiannya ? Kapan ? Hehehe.
Kutipan : Apakah dengan demikian berjibab itu parameter & indikator seorang perempuan disebut muslimah taat ?
Sudah jelas banget lah, menutup aurat dengan berjilbab dan berkerudung itu hanyalah salah satu dari sekian banyak perintah Allah SWT.
Jadi bukan satu-satunya parameter ketaatan kepada Allah, hanya salah satu parameter.
Tapi tetap aja akan Allah SWT perhitungkan nantinya.
Lah wong yang seperti atom saja akan Allah perhitungkan, apalagi ketaatan yang nampak kasat mata seperti itu.
Sekarang kalo dipikir dgn pemikiran yg paling gampang aja kali ya, ada seorang muslimah yang menaati perintah yang sudah ditetapkan oleh Dzat Maha Kuasa yang menciptakannya dengan menutup aurat dengan ikhlas dan istiqomah maka apakah kira2 di hadapan Allah SWT, dia akan dinilai sbg muslimah yang memiliki ketaatan yang sama dengan muslimah lain yang mengumbar auratnya di-mana2 ?
Coba pikirkan saja jawabannya sendiri.
Kutipan : Bila tidak mengenakan jilbab, amalan2 seorang muslimah tidak bakal diterima ?
Hhhmmm.... soal diterima atau tidaknya amalan seseorang, itu hak Allah semata.
Banyak faktor yang akan menentukannya.
Allah itu Maha Adil, ngga usah mengkhawatirkan & meragukan bagaimana perhitungan amalan2 kita, apakah akan diterima atau ngga.
Patuh, taat, istiqomah dan ikhlas aja semaksimal mungkin.
Kutipan : Tapi 'kan tidak ada yang mengatakan, "Kalau berjilbab, maka bagus pula amalan2nya."
Hehehe.
Komentar saya : cape dehhhh... :-)
Perasaan dari kemarin, argumentasi & upaya mencari pembenaran soal tidak perlu berjilbab kok begini terus deh.
Sorry kalo tidak berkenan.
Menurut saya, alasan-alasan dan upaya pembenaran untuk tidak berjilbab yang dikemukakan diatas ini adalah alasan2 & upaya pembenaran yang sangat tidak relevan, tidak logis, dan tidak berdasar.
Wassalam.
Assalamu'alaikum
ReplyDeleteDear Neng Farha.
Aku senang membaca tulisanmu, tulisan khas anak muda yang butuh penjelasan yang matang yang bisa memuaskan rasa penasaran. Harusnya Neng Farha bertanya langsung kepada ustadz yang sangat faham tentang aturan agama Islam.
Boleh ya aku ikut berkomentar.
Bahwa seorang muslim dikatakan taat apabila dia melakukan perintah Allah dan menjauhi segala yang dilarang. Bahwa memakai jilbab hukumnya sama dengan sholat 5 waktu, puasa dibulan Ramadhan dan kewajiban wajib lainnya. Salah satu wujud ketaatan seorang muslimah adalah menutup aurot saat keluar rumah atau saat berada diantara laki-laki yang bukan mahromnya.
Ibadah yang berkaitan dengan menutup aurot adalah Solat, karena kalau sholat tidak menutup aurot maka sholatnya tidak sah.
Sedangkan amalan lain yang tidak menuntut syarat harus memakai jilbab dalam pelaksanaannya tentu ya ngga ada hubungannya dengan jilbab.
Mengenai sholat yang bagus, ini berkaitan dengan hadist Nabi, bahwa amalan habluminalloh yang dihisab pertama kali di padang mahsyar adalah sholat, kalau sholatnya baik maka amalan yang lain akan baik.
Berdasarkan pengamatan, apabila seorang muslimah telah mengenakan hijab dengan sungguh hati, biasanya mereka akan mencoba untuk mempelajari ilmu agama dengan tujuan agar bisa semakin memperindah ahlaknya dan amalannya.
Neng Farha yang baik, jadikanlah Alquran dan As Sunnah sebagai panduan dalam hidup kita, karena Rosululloh bersabda, bahwa apabila kita mengikuti Al Quran dan As Sunnah maka kita tidak akan tersesat. Jadi ayo kita kembali kepada Al Quran dan As sunah. Janganlah manusia dijadikan acuan melakukan ibadah, kalau ucapan Ustadz sesuai al quran dan As sunah ayo kita ikuti, tapi kalau bertentangan ayo kita hindari.
Berdoalah memohon petunjuk kepada Allah yang maha berkehendak, agar Neng Farha segera dikuatkan azamnya untuk menggunakan busana muslimah, karena konsekwensi dari meninggalkan perintah yang wajib adalah berdosa dan nanti dihari penghisaban kita akan dimintai pertanggung jawaban.
Demikianlah komentar saya, mohon maaf bila tidak berkenan dan kepada pembaca kalau ada yang salah mohon diluruskan dan kepada Allah ya ghofur, hamba mohon ampun.
Assalamu'alaikum wr wb
ReplyDelete(saya setuju dengan logika yang mba Nit paparkan)
Almarhumah Bu Ainun Habibie disebut-sebut sebagai muslimah yang sangat taat, padahal kita semua tahu beliau tidak berjilbab..(semoga Allah ampuni dosa2nya)
gelar yang didapat dari manusia ukuran taatnya ya ukuran manusia, manusia yang taat tidak akan memilih2 perintah Allah untuk dijalankan.Mengerjakan sholat, menutup aurat, tidak makan babi hukumnya sama di sisi Allah,KETAATAN !
Coba saya mau pakai logika sederhana, kalau ada seorang muslimah yang sangat baik hatinya, suka menolong, baik akhlaqnya, tidak pernah menyakiti orang lain, banyak amalnya tapi kalau keluar rumah tidak memakai baju alias naked kira2 apabisa masih disebut muslimah taat ??
Dalam hadits Rosulullah bersabda " bila engkau tidak malu, berbuatlah sekehendak hatimu " (Hr.Bukhari kitabul adab,6120)
Yang pasti, jangan pernah stag dalam keimanan, teruslah bertumbuh dan berkembang, terus mendekat pada ketaatan dan mencari tahu apa yang Allah mau, jangan pernah merasa puas bahwa kita sekarang sudah merasa jadi orang baik, keimanan dan ketaatan harus terus berproses ke arah yang lebih baik, sampai Allah ridho !
(saya cuma sekedar ikut buka wawasan, tidak bermaksud menggurui, pengingat untuk diri saya pribadi)
Did you know, tanpa berjilbab pun Bu Ainun Habibie selalu khatam Al-Quran setiap bulan.. Sayang yah?
ReplyDeleteBaguskah memakai jilbab kalau sekaligus menjadi orang jahat yang suka mengganggu & menyakiti orang lain? Allah memang perintahkan laki2 & perempuan untuk menutup aurat. Saya tidak pernah ke mall dengan aurat saya terbuka (misalnya mengenakan rok mini, hotpants, kemben, tank top, atau hanya pakai BH & celana dalam).
Kalau soal masuk sorga atau tidak, itu hak prerogatif Allah untuk menentukan siapa yang masuk sorga & siapa yang tidak. Jadi, tidak bisa disimpulkan segitu gampang bahwa tidak memakai jilbab = pasti masuk neraka.
Assalamualikum.
ReplyDeleteAstahgfirulloh, kalau baca tulisan Neng Farha jd ingat diri sendiri, dulu waktu mencari-cari pembenaran agar ngga merasa berdosa kalau ngga pakai hijab.
Neng Farha, apa sih hubungannya antara khatam AlQuran dengan memakai jilbab?
Memakai jilbab sesuai dengan Surat Al Ahzab (59) dan An-Nuur (31) hukumnya adalah wajib. Bacaan Al quraan bisa menjadi syafaat, selain syafaat Rosululloh Sholallohu'alaihiwasalam. Kita diperintahkan untuk membaca Al Quran, kemudian mengamalkan Al Quran. Kalau kemudian ada orang yang rajin membaca Al Quran tapi tidak mengamalkan ya paling tidak dapat pahala membaca Al Quran.
Bahwa Hidayah Allah kepada manusia biasa belum tentu menyeluruh, contoh, ada yang sudah mengenakan hijab yang cukup bagus, tapi hobinya masih nyari-nyari kesalahan orang lain, ada yang judes, ada yang pelit. Atas keburukannya tentu itu harus dibenahi, tapi dia tidak berdosa karena tidak menunjukkan auratnya dihadapan manusia yg bukan mahromnya.
bahwa Muslim yang baik adalah yang tidak mengganggu saudaranya baik dengan tangan maupun lisannya.
Mungkin Neng Farha sudah tau nasehat ini, Untuk urusan duniawi lihatlah orang2 yang dibawahmu, namun untuk urusan akherat lihatlah orang2 yang diatasmu.
Alhamdulillah kalau Neng Farha sudah menutup aurat (maksudnya bagian tubuh yang nampak adalah hanya muka dan telapak tangan) kalau ke Mall.
(bahwa tidak memakai jilbab = pasti masuk neraka.) wah siapa ya yang bisa memastikan?
Bahwa bukan sebuah dongeng, kalau dalam agama Islam ada istilah Mizan (timbangan), dimana amal baik dan amal buruk akan ditimbang, mana yang lebih banyak.
Dan bukan dongeng juga saat di adakan penghisaban di padang mahsyar, ada orang yg mendapat syafaat dari Rosululloh, syafaat bacaan Al Qurannya, dan tentu yang paling menentukan adalah Kehendak Allah Subhanahuwata'ala.
Tugas kita adalah berusaha sekuat tenaga untuk menjalankan perintahNya dan menjauhi segala apa yang dilarang oleh Allah Subhanahuwata'ala. Alangkah hebatnya para sahabat Rosululloh, ketika ada perintah mereka berkata, sami'naa wa'atho'naa ( aku mendengar dan aku taat), ngga perlu banyak alasan.
Wallohua'lam Bisowwab.
Demikian deh, semoga Neng Farha yang cantik, dan semua pembaca blog ini selalu mendapat petunjuk dari Allah Ta'ala, amin.
Afwan kalau ada yang salah.
nenghaji
@irma : bilang aja kamu ngga pake jilbab.jangan gitu dong,kita kan kudu pake jilbab.
ReplyDeleteAndai saja kaum wanita memahami gambar apa di otak pria, tentu mereka merasa ngeri...
ReplyDeletebagi seorang muslimah yang memahami itu, tidak memakai jilbab, serasa tidak berpakaian.
aturan agama ini diberikan kepada manusia untuk kebaikan manusia sendiri, bukan untuk yang lain...
[33.59] Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin:
"Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.
tuh kan, perintah ini karena Allah sayang banget sama kita, dan Dia tentu saja jauh lebih mengetahui apa yang ada di otak dan mata para lelaki...
kalau soal dosa, tentu konsekuensi melanggar perintah adalah dosa, seberapa besar dosa, kita tidak tahu, tapi hendaknya kita tidak coba-coba memancing murka Allah, kalau sudah paham sholat, baguslah memahami kewajiban berjilbab,
bukankah dengan sholat kita berharap kasih sayang dan Ridho Allah?
ibarat sebuah kapal, menutup lubang kapal satu (dengan memenuhi kewajiban sholat) tetapi membiarkan lubang lain terbuka (tidak memenuhi kewajiban lain, misal berjilbab) ya kapal akhirnya tenggelam juga.
bagi yang mengharap jodoh, ada dua type laki-laki, yang satu ingin istri yang berjilbab dan yang lain tidak, tergantung kualitas pemimpin keluarga macam apa yang kita inginkan dan anak-anak macam apa yang kita harapkan lahir dan tumbuh, yang menghantar kita ke surga atau menyeret kita ke neraka.
askum all
ReplyDeletesungguh kasian mereka yg menghakimi amal kebaikan org hanya karna apa yg dia pakai.
alloh tidak melihat apa yg kamu pakai apa warna kulitmu dan rupamu tapi melihat hatimu.
kita telah terjebak dalam pendapat yg mentradisi.dan hanya meng iyakan apa yg dikatakan ustad dan ulama tanpa menggali lebih dalam lagi.
jilbab adalah busana bukan simbol keislaman.
tidak ada satu ayatpun yg memerintahkan menggunakan jilbab kecuali disaat solat.
wahai yg berjilbab jangan merasa keislamanmu paling benar, krna itu disebut sombong.
krna yg akan membawa kebaikan diakhirat adalah solatmu yg tanha anil fahsyai wal munkar
amal serta perbuatan yg bernilai standar sorgawi.
satu cewek muslim tanpa jilbab yg menghasilkan 1000 kebaikan bagi kehidupan karna alloh, itu jauh lebih baik daripada
1000 cewek berjilbab yg hanya menghasilkan 1kebaikan dan setumpuk keangkuhan.
wassalam
asslmlkm, aku setuju sm kk yg diatas aku.. byk wanita yg mrasa memakai jilbab membuat dirinya lebih baik dr yg tidak. lebih suci dr yg tdk.. knapa hal ini dipermasalahkan kalau yg wajib saja (solat) blm dijalankan dgn benar? yg memakai jilbab apakah sudah melaksanakan kewajiban dgn benar? merasa lbh suci? nobody's saint..atau mhanya menutupi kekurangan diri saja? byk jg yg malah cenderung pamer dgn jilbab nya? apakah itu lebih baik dr wanta yg sederhana walau tanpa jilbab yg akhlak nya baik? allah melihat manusia tdk dr fisiknyaatau pakaian yg dikenakan.. tuhan maha adil.. yg ptg berpakaian sopan dan tdk sombong.. dan d ayat alquran pun tdk menuliskan wajib seperti menujiskan wajib untkmu solat dan puasa.. tp hanya menganjurkan.. wasslm
ReplyDeletesaya tidak setuju dgn pendapat orang komentar di atas saya. itu penghinaan. sudah jelas berjilbab itu wajib, bacalah alquran, pahami. jangan seenaknya berkata sembarangan..
ReplyDeletejilbab = penutup tubuh (body) sbmgn dalil 33:59. Sedangkan kerudung itu penutup kepala sbgmn dalil 24:31. Sebaiknya lebih kritis.
ReplyDeleteaslmwrwb.ternyata masalah jilbab ini masih banyak yang beda pendapat, padahal sudah jelas dalam alqur'an dan hadist bahwa setiap muslim laki2 dan perempuan wajib menutup aurat kecuali kepada mahramnya. aurat laki2 adalah mulai pusar sampai dengkul dan aurat wanita adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan.
ReplyDelete@Anymous : SETUJU!!!!!!!!
ReplyDeletekakak syifa aulia....gw belain elo....
ReplyDeletepada ngaco aja kalo ngomong...nah itutuh yg bikin org org beropini kayak gitu karena org macam di atas kakak itu...org beropini kalo berjilbab tuh nutupin kesucian dll,sombong paling bener...aduhh mas mas sekolah mana sih..
assalamualikum...
ReplyDeletepngn ngomentarin yang diatas kakak syifa..
makanya kalau anda muslim..
baca lah Alquran dengan artinya agar anda paham
dan yang memakai jilbab setidak nya lebih baik karena sudah berusaha menutupi auratnya. karna manusia tidak ada yang sempurna, jadi pasti ada sisi positif dan negatifnya.
jadi jagalah lisan anda....
wajib krn aurat wanita : seluruh tubuh kec. muka&telapak tangan. oleh krn itu, pake jilbab juga hrs pake baju panjang dan tidak tipis, ketat, dll.
ReplyDeletewajib untuk wanita pakai jilbab, Rasulullah pernah melihat para wanita rambutnya di ikat dan digantung diatas api neraka hingga otaknya mendidih...lalu beliau bertanya, para wanita itu telah melakukan dosa apa? lalu di jawab bahwa mereka itu tidak memakai jilbab...
ReplyDeletekadang kita suka bernegosiasi dengan diri kita sendiri: manusia tidak ada yg sempurna lah, dosa dan pahala ditangan Tuhan lah, namun pada dasarnya semua itu telah tertulis di Al-Quran dan Al-Hadits...Al-Quran dan Al-Hadits bukan untuk dipikirkan dgn logika tapi percaya atau tidak? kalau percaya dijalanin serta diamalkan...kalo tidak percaya atau ragu2 krn logika versus quran tidak masuk, sekalian saja tidak usah masuk islam...percuma
ReplyDeletesaya mau tanya saya kan baru-baru ini memakai jilbab tapi sebelumnya saya belum tau kalau memakai jilbab itu hukumnya wajib, apakah saya berdosa, atau bagaimana??
ReplyDeleteJilbab diwajibkan atas muslimah yg telah akil baligh ( telah mendapatkan menstruasi). Jd muslimah yg telah baligh namun tidak mengenakan jilbab ketika bertemu dengan laki2 bukan marohnya, maka dia berdosa.
ReplyDeleteKalau sudah terlanjur, maka langkah selanjutnya adalah bertaubat, mohon ampun kepada Allah.
Yang lalu biarlah berlalu, tambal dengan amalan yang banyak setelah memakai jilbab. Allah Azza Wajalla maha pengampun, dengan taubat nasuha Insya Allah kita diampunkan.
Langkah berikutnya belajarlah agama Islam dengan sungguh2, sehingga dalam beribadah tidak hanya ikut-ikutan, karena mengetahui dasar hukum (dalil) yang menjadi pedoman dalam beribadah, agar ibadah kita diterima oleh Allah Ta'ala.
Semoga bermanfaat