Sunday, October 19, 2008

Dua Juta Warga Jakarta Menderita Gangguan Jiwa


By Republika Contributor

Kamis, 16 Oktober 2008 pukul 16:09:00

JAKARTA -- Fakta kesehatan jiwa di ibukota Jakarta semakin memprihatinkan, di mana dari delapan juta penduduknya, dua juta di antaranya atau satu banding empat, menderita gangguan neurotik atau gangguan kecemasan.

"Gangguan ini tidak berbahaya, namun mengurangi produktivitas," kata Staf Ahli Menteri Kesehatan, Rahmi Kuntoro, saat memberi sambutan pada Seminar "Kesehatan Jiwa Menjadi Prioritas global", di Jakarta, Rabu.

Sementara itu 8.000 dari dua juta penduduk Jakarta terdeteksi mengalami gangguan jiwa skizofrenia, yang pada level ini gangguan jiwa sudah dalam kategori berat.

Data WHO menyebutkan, selama tiga tahun terakhir (2005-2007) sedikitnya 50 ribu orang Indonesia melakukan bunuh diri akibat kemiskinan dan himpitan ekonomi.

Faktor ekonomi ini, ujarnya, memang membuat seseorang menjadi rentan terhadap stress, cemas, ketergantungan pada zat psikoaktif serta berperilaku menyimpang. (ant/ah)

Sumber: Republika.com

#####

Assalamu’alaikum wr.wb.,

Sayang sekali 50.000 orang di sini bisa bunuh diri tetapi tidak ada bantuan yang nyata dari pemerintah. Para pejabat dan politikus makin kaya, rakyat biasa makin miskin.
Dan di musim pemilu ini, kelihatan banyak partai yang siap habiskan ratusan milyar rupiah (atau lebih) hanya untuk mengiklankan diri di tivi.

Pada saat yang sama, puluhan ribu orang bunuh diri karena tidak tahan terhadap kehidupan mereka yang miskin.

Sayang sekali tidak ada gerakan baru dari para politikus sendiri: daripada bersaing untuk menjadi partai yang paling banyak iklannya di tivi, alangkah baiknya bila mereka semua bersaing untuk menjadi partai yang paling banyak program sosialnya, paling banyak menyediakan fasilitas pengobatan gratis, dan paling banyak memberikan beasiswa sekolah buat anak miskin. Itu akan jauh lebih bermanfaat buat anak bangsa dan rakyat miskin daripada ratusan iklan di tivi setiap hari.

Tetapi gerakan seperti itu tentu saja tidak akan muncul. Para politikus hanya peduli pada kekuasaan, dan tidak begitu peduli pada rakyat. Iklan tivi bantu meraih kekuasaan, tetapi program sosial membantu rakyat. Sudah jelas yang mana yang lebih utama di dalam hati para politikus.

Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene


2 comments:

  1. iya Mr. Gene, itu juga yang membuat saya prihatin, melihat hampir tiap hari di Jam-jam 'primetime' di TV nasional, mulai banyak iklan-iklan politik bermunculan, semuanya menjanjikan perbaikan, memotret(atau tepatnya menurut saya :ekplotasi kemiskinan) dan hanya 'menjanjikan' perubahan ke arah yang lebih baik, silih berganti pemimpin setelah jatuhnya rezim orde baru th 1998, buktinya??
    korupsi semakin menjadi-jadi, angka kemiskinan menurun menurut BPS, saya masih meragukannya, bukti dilapangan berkata lain,

    KOndisi psikologis masyarakat semakin terbebani akibat kriisis dan naiknya harga-harga barang kebutuhan, bunuh diri, busung lapar sebagian potret yang memalukan dalam perjalanan bangsa ini.

    Musim pemilu .baru akan mulai memang tahun 2009, tapi gaungnya sudah terdengar, kampanye-kampanye politik, dengan iming-iming 'serba gratis' dibuaikan pada rakyat.

    Tiap 4 tahun sekali inti kampanyenya hampir selalu SAMA.

    iklan di Tv biayanya milyaran, mungkin itu juga penting bagi mereka. karena TV salah satu media yang ampuh dalam pencitraan publik.
    Ya memang sih ada baiknya, tanggung jawab sosialnya jangan juga dilupakan....
    bagaimana nih orang partai?? baca dong blognya mR. gene:)

    ReplyDelete
  2. TENANG INOT HARAPAN ITU MASIH ADA ! DAN TETAP AKAN ADA....

    ReplyDelete