Wednesday, October 22, 2008

Krisis Keuangan Global: Bush dan Sarkozy


Assalamu’alaikum wr.wb.,

Saat saya baca berita tentang krisis keuangan global, saya melihat komentar dari dua presiden yang saya nilai penuh dengan pencerahan. Saat Presiden George W. Bush, Presiden Nicolas Sarkozy dari Perancis dan Presiden Jose Manuel Barroso dari Komisi Eropa bertemu di Washington, mereka memberi pernyataan pers.

Presiden Sarkozy melihat krisis keuangan global yang sedang dihadapi semua negara sebagai alasan yang kuat untuk memikirkan kembali sistem kapitalisme yang sudah cukup liar (bebas) dan perlu dibentuk sistem kapitalisme yang baru, yang lebih aman buat semua warga dunia. Dia mengatakan: "We cannot continue along the same lines because the same problems will trigger the same disasters," (Kita tidak bisa mengikuti jalur yang sama karena masalah yang sama akan menimbulkan musibah yang sama [di masa depan]). Dia menambahkan bahwa semua hedge funds, tax havens dan institusi keuangan yang beroperasi tanpa pengawasan pemerintah manapun perlu dipikirkan kembali.

Ternyata, George W. Bush punya pendapat yang berbeda. Dia mengatakan bahwa rencana apapun untuk memikirkan kembali sistem keuangan global tidak diperbolehkan mengganggu pasar bebas yang sudah terbentuk. Dia mengatakan: "It is essential that we preserve the foundations of democratic capitalism - a commitment to free markets, free enterprise and free trade." (Sangat penting bagi kita untuk melestarikan landasan-landasan kapitalisme demokrasi – sebuah perjanjian terhadap pasar bebas, bisnis/kapitalisme bebas dan perdagangan bebas.)

Sungguh menarik sekali pendapat yang berbeda dari dua pemimpin dunia ini.

Di Perancis, kepedulian terhadap warganya sangat jelas. Kalau mau melihat perbedaan antara sistem kesehatan negara saja, nonton film “Sicko” dari Micheal Moore (DVDnya sudah ada di Indonesia dan teksnya cukup bagus). Di dalam film itu kelihatan dengan jelas bahwa pemerintah di Perancis sangat peduli pada warga dan memberikan semua warga jaminan pelayanan kesehatan secara cuma-cuma. Bahkan dokter umum (yang digaji oleh negara) bisa dipanggil ke rumah bila pasien terlalu sakit untuk keluar dari rumah.

Sebaliknya, di Amerika (sebagai “pemimpin dunia”, menurut mereka sendiri), layanan kesehatan yang baik hanya disediakan buat orang kaya yang punya asuransi kesehatan yang mahal. Orang biasa dipersilahkan mati atau menderita selama bertahun-tahun karena tidak ada rumah sakit swasta (yang rata-rata lebih berkualitas) yang mau layani mereka. Rumah sakit negeri penuh sekali, dananya sangat kurang, dan pasien bisa menunggu berbulan2 untuk operasi di situ, jadi hanya orang miskin yang mau ke sana karena mereka tidak punya pilihan yang lain.

Di dalam film Sicko, juga diterangkan bahwa perusahaan asuransi menggunakan semua cara yang halal dan tidak halal agar tidak membayar klaim dari semua nasabah setelah berobat di rumah sakit. Hasilnya, setelah menjalankan operasi untuk menyelamatkan nyawa, orang biasa bisa kena tagihan puluhan ribu sampai ratusan ribu dolar sehingga harus menjual rumah karena mungkin hanya sebagian kecil dari tagihan mau dibayar oleh perusahaan asuransi (atau mungkin saja mereka menolak untuk bayar dengan suatu alasan). Di Perancis (dan di Inggris juga), tindakan medis yang sama mungkin bisa gratis, atau sangat murah karena disubsidi oleh pemerintah. Keadaan ini di Amerika dibiarkan berlangsung terus sampai sekarang, karena Amerika sangat mendukung “kebebasan” dalam bisnis, jadi mereka tidak mau intervensi terhadap pasar bebas dan memaksakan rumah sakit swasta untuk melayani semua warga. Hanya orang yang bisa beli asuransi mahal yang dilayani dan orang miskin menderita terus. (Mirip Indonesia ya?)

Di dalam kondisi ini, kelihatan dengan sangat jelas bahwa satu presiden bicara atas kepentingan rakyat, dan presiden yang lain bicara atas kepentingan bisnis dan konglomerat. (Mungkin juga perlu diketahui bahwa dalam salah satu pidatonya, George Bush berbicara kepada orang yang paling elit di AS dan mengatakan bahwa mereka tidak dianggap elit bagi dia, tetapi mereka adalah orang yang paling dekat hatinya dan merupakan “fondasi” yang paling mendukung dirinya.)

Sekarang, Presiden Sarkozy dengan benar menyuruh dunia untuk berfikir kembali tetang sistem keuangan dunia yang hampir saja menyebabkan kehancuran sistem ekonomi secara berantai, yang bisa menghancurkan banyak negara sekaligus. Tetapi Bush tetap lebih peduli pada teman2 bisnisnya dan para konglomerat, yang menjadi kaya raya di dalam sistem tersebut. Sistem yang sangat bebas memberikan kesempatan kepada orang yang suka judi untuk berjudi dengan uang rakyat yang ada di bank mereka. “Investasi” yang mereka lakukan lebih mirip judi semata daripada investasi biasa. Dan semua masalah ini diawali dari Amerika, bukan di negara lain seperti Indonesia. Seharusnya, Amerika mengaku bahwa mereka telah salah menjual kebebasan tanpa regulasi dari pihak pemerintah karena sudah terbukti tidak berhasil, dan malah membawa musibah bagi dunia keuangan. Tetapi mereka tidak mau mengaku. Mereka tetap mau jual teori yang sama, dan paksakan seluruh dunia untuk nurut. Dan kemungkinan besar, dunia akan nurut, dan mengunggu saja sampai masalah yang sama terulang lagi di masa depan. Dan sebelum terjadi krisis lagi, teman2 bisnis Bush akan menjadi lebih kaya lagi.

Sekarang, dua presiden membuktikan kepada dunia di mana kesetiaan mereka. Sarkozy dan pemerintah Perancis peduli pada rakyat yang menderita dan tidak ingin melihat masalah yang sama terulang lagi. Mereka inginkan regulasi dari pemerintah yang bertanggung-jawab terhadap rakyat untuk mencegah perjudian bebas di dalam sistem keuangan. Mereka inginkan perubahan pada sistem keuangan yang menghasilkan krisis ini. Tetapi Bush tidak inginkan teman2 bisnisnya dirugikan, jadi semua kebebasan yang telah diperbolehkan harus tetap diperbolehkan. Kepentingan rakyat tidak masuk hitungan.

Inilah peninggalan yang sebenarnya dari pemerintahan Bush yang hampir berakhir. Dunia hampir saja menjadi hancur secara ekonomi, dan Bush inginkan agar penyebab dari masalah ini tidak boleh diperbaiki, karena dia tidak inginkan ada tindakan yang merugikan teman2 bisnis dia. Kalau ada orang di manca negara yang tidak bisa makan, yang kehilangan pekerjaan dan rumah mereka, Bush tidak mau tahu. Pasar bebas, perdagangan bebas, dan sistem keuangan bebas. Semua serba bebas, tanpa regulasi, karena hanya sistem seperti itu memberi kesempatan kepada orang kaya untuk menjadi lebih kaya lagi lewat perjudian mereka di pasar uang.

Bush boleh saja pensiunan, tetapi dunia akan tetap menderita.

Wassalamu’alaikum wr.wb.,

Gene Netto

US to host global finance summit
Story from BBC NEWS:


1 comment:

  1. jadi inget sama pa' syafii antonio, ketika diwawancara salah satu stasiun Tv ttg krisis global, beliau bilang : syukurin lehman and brother bangkrutt..karena mereka terlalu rakusss.
    lembaga-lembaga keuangan besar dunia bertumbangan karena menganut sistem kapitalis ini...,
    dan dunia dibikin ikut2an repot..., amerika emang selalu nyari masalah sendiri ya.., tapi penyelesaiannya minta seluruh dunia mikirin bareng karena pasti kena imbasnya....
    dan kasihan juga jadi warga amerika, uang pajak mereka, yang susah payah nyarinya. dipakai buat baillout..oleh bush untuk nyelamatin perusahaan2 gede negeri itu. (buat nyelamatin si kaya tentunya)...

    prestasi bush selama jd presiden:
    uang negaranya terkuras habis-habisan untuk biaya perang yang ga jelas bener. apa motifnya di balik kata "terorisme" atau untuk menguasai ladang minyak??
    -krisis ekonomi-

    ya moga ga akan ada bush-bush baru di amerika..kasihan dunia:)

    ReplyDelete