Friday, June 18, 2010

Silahkan pilih partai politik mana saja, tidak ada bedanya...

Assalamu'alaikum wr.wb., (atau mungkin salam versi Islam akan dihilangkan saja nanti, dan diganti dengan “salam sejahtera” saja, biar semua orang bisa menjadi lebih plural dan inklusif!)

Ulil masuk Partai Demokrat.
PKS menjadi "lebih plural".
Perubahan apa lagi yang akan terjadi minggu depan?

Setelah baca berita ini, mungkin Ulil mau pindah dan menjadi pengurus PKS saja. Dan mungkin saja diterima. Pengikut Ahmadiyah juga boleh lamar? Asal  mereka bersih, peduli dan profesional, kenapa tidak? Orang komunis yang ateis dan orang yahudi yang mendukung Israel kenapa tidak boleh menjadi pengurus PKS? Semua boleh. Lamar saja.

Bye-bye partai Islam.

Selamat datang masa di mana semua partai berusaha mengikuti tren-tren dari semua partai yang lain, sehingga nanti tidak masalah kita pilih partai mana karena tidak akan ada bedanya.
Rakyat dikasih pilihan yang bukan pilihan.

Ibaratnya kita ke toko swalayan, dan kita diperbolehkan beli buah mana saja, tetapi pilihan yang ada adalah jeruk navel, jeruk sunkist, jeruk valensia, jeruk nipis, dan macam-macam jeruk yang lain. Rakyat dipersilahkan beli buah yang mana saja, asal mau beli jeruk (karena selain jeruk tidak akan ada)!

Selamat. Kemunduran lagi di dalam politik Indonesia!

Wassalamu'alaikum wr.wb., (selama masih boleh, sebelum diganti dengan salam yang lebih plural)

Gene

********

Buktikan Jadi Partai Inklusif, PKS Akan Jalin Dialog dengan Amerika

Rabu, 16/06/2010 17:43 WIB
Munas II PKS
Andri Haryanto - detikNews

Jakarta - PKS sedang mengupayakan secara serius melepaskan citra sebagai partai Islam yang beraliran kanan. Untuk membuktikan hal itu, PKS akan mencoba menjalin dialog dengan Amerika yang selama ini menjadi musuh dari pada kader setia PKS.

"Kami melakukan sesuatu yang bisa dikatakan beyond politics, yaitu membuka dialog dengan Amerika," kata Sekjen PKS Anis Matta di sela dalam jumpa pers di lantai 4 Ballroom Hotel Pasific Place, Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (16/6/2010).

Upaya melepaskan diri dari citra dan simbolisasi Islam ini dimaksudkan untuk menjadikan PKS lebih plural. "Kita berusaha membawa Indonesia ke pentas internasional dalam dialog-dialog yang lebih bersifat peradaban," kata Anis.

Sekretaris Munas III PKS Yudi Widiana mengatakan, pihanya mengundang 40 negara dalam Munas kali ini. "40 negara yang confirm pada pembukaan besok. Diantaranya Ingris, negara teluk seperti Mesir, Seluruh negara Asean, dan China. Amerika Serikat diwakilkan oleh Wakil Duta Besarnya," imbuhnya.

Saat ditanya apakah tidak khawatir dengan upaya terobosan ekstrim ini, Yudi menjawab santai. "Itu kan masalah imej, persepsi orang, silakan. Tapi yang jelas di dalam platfom PKS kita inklusif," jawab Yudi.

Pembukaan Munas akan dilangsukan Kamis malam pukul 19.30 WIB dan dibuka oleh Presiden RI. Selain itu, PKS juga akan meggelar pentas budaya di Taman Ismail Marzuki, Jumat (18/6/2010) dan Sabtu (19/6/2010). (ahy/yid)

Sumber:  detiknews.com


PKS Tak Takut Suaranya Rontok Karena Jadikan Non Muslim Pengurus

Kamis, 17/06/2010 15:48 WIB
Andri Haryanto - detikNews
Jakarta - Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaq menegaskan bahwa partainya tidak akan jatuh dengan memberikan peluang bagi warga non muslim menjadi pengurus. Sebab, cara seperti ini sudah dilakukan PKS selama ini, hanya saja tidak terekspose media.

"Sepanjang melengkapi bersih, peduli, serta profesional, apapun etniknya, agamanya, dan garis perjuangan yang sama dengan PKS, maka dia akan menjadi warga PKS," kata Luthfi kepada wartawan di sela-sela Munas II PKS di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (17/6/2010).

Menurut Luthfi, PKS sangat menghargai kalangan profesional dari berbagai latar belakang etnik dan agama. Sebab, cara itu sudah dipraktekkan Rasulullah ketika memimpin di Madinah dulu.

"Profesional ada di seluruh etnik dan agama. Semangat bersih dan kepedulian ada di mana-mana. Justru sebagai partai Islam, Islam lebih apresiasi kepada semua. Kalau melihat pada waktu dulu, Rasulullah mengapresiasi kepada warganya yang profesional," tegas Luthfi.

Mantan anggota DPR ini mengaskan bahwa di antara pengurus dan anggota dewan dari PKS ada yang non muslim. "Dan itu tidak ada masalah, terutama di daerah Islamnya masih minoritas. PKS memberikan apresiasi kepada kalangan profesional dan anak bangsa," tegasnya.

Saat ditanya target yang ingin dicapai dalam Pemilu 2014, Luthfi menjawab diplomatis. "Kalau Pemilu 99 kita 7 besar, Pemilu 2004 6 besar, Pemilu 2009, 4 besar, di tahun 2014 harus naik dan bertambah," paparnya.

"Kalau hanya tetap di 4 besar, berarti kepengurusan saya dianggap gagal. Kita harus naik di atas 4 besar. Saya nggak tahu siapa yang harus dieliminasi. Angka persisnya akan kita tentukan setahun menjelang pemilu supaya akurasinya tinggi," pungkas Luthfi. (yid/fay)

Sumber:  detiknews.com

12 comments:

  1. Hari gini masih percaya dengan partai politik??????? Selamat hidup di dunia mimpi.

    ReplyDelete
  2. Mengikuti perkembangan politik di indonesia, memang lama-lama membuat pusing kepala.
    apalagi partai golkar yang ngotot dengan project dana aspirasinya yang mereka usulkan, per anggota, dapat uang 15 milyar untuk daerah pemilihannya, maksud mereka untuk 'percepatan pembangunan' kata menteri keuangannya aturan dana 15 milyar itu bisa membebani anggaran negara dan UU yang sudah ada.
    Tapi tetap ngotot ya..

    sebagai dewan yang mengontrol 'kinerja' pemerintah saja, malah ikut2an ingin masuk ke area itu..
    potensi korupsi akan semakin besar.

    Entah lha, mereka yang mengaku wakil rakyat, kenyataannya memang hanya mementingkan kepentingan politiknya saja, maksudnya untuk daerah yg mereka wakili, alasannya biar pembangunan di indonesia merata, tapi menurut data, anggota DPR banyaknya mewakili daerah JAWA dan SUMATERA, indonesia bagian timur justru sangat sedikit, kan tetap saja itu timpang!

    Partai yang berbasis agamapun sudah mulai krisis identitas, ga istiqomah.

    Dan marii kita nikmatin saja 'dagelan politik' ..worldcup mengalihkan duniaku dari hiruk pikuk politik...^_^

    ReplyDelete
  3. Waduh, skeptis n apatis banget yaa..Tapi OK lah.Coba bedakan bahasa diplomasi dengan bahasa dien.Bahasa dien, yang kita hadapi komunitas yang homogen(homogen saja masih sering salah persepsi dan beda prinsip), sedang diplomasi komunitas yang dihadapi heterogen.

    Saat PKS kental sebagai gerakan politik 'kanan' isunya PKS WAHABI yang anarkis dan FANATIK yang mau menjadikan Indonesia menjadi Arab Saudi, saat PKS jadi partai yang lebih terbuka katanya sudah kehilangan makna dan arah ibarat orang buta...Ya begitulah setiap orang boleh punya persepsi yang berbeda, silahkan saja menilai(ga dosa dan ga masuk neraka kok, hehe), baik atau buruk penilaian itu hak masing2 sebagai kritik yang membangun dan perhatian yang kritis, bagus, bagus, bagus.

    Maaf saja saya bukan mau jadi pembela PKS disini, banyak langkah politiknya yang saya juga tidak setuju, tapi masih banyak LSM underbow PKS yang bekerja tanpa harus kibar bendera, KISPA, PKPU, RUMAH ZAKAT, jadi tetap tak akan kehilangan makna.Tapi harus tetap ada orang2 kritis yang mengingatkan, agar jadi penyeimbang.Ibarat anak yang baru belajar berjalan, wajar kali gugup, gagap dan terjatuh, tapi pantang untuk hentikan langkah yang sudah dimulai, balajar, belajar, belajar.Tapi semua Comment obyektif kok.

    ReplyDelete
  4. Assalamu'alaikum,

    Hi Tara, i like it... i like your comment :-)

    Paling tidak bisa jadi penetralisir atas kekecewaan aku saat mendengar keputusan mereka jadi partai terbuka kemarin. Huhuhu.

    Saat ini, saya belum bisa jadi orang yang mengambil keputusan untuk "golput".
    Saya mau tetep punya pilihan di antara pilihan yang mungkin dianggap hanya pilihan2 buruk bagi banyak orang.
    Jadi at least jujur saja, saya pribadi masih suka mendengar kalo ada yang mengajukan "alternatif pembelaan" seperti ini.
    Eittsss bukan pembelaan yaaa. Hehehe.

    Kita belum tahu apa perkembangan yang akan terjadi besok2 tetapi semoga semuanya menjadi lebih baik. Insya Allah.

    Terimakasih.

    Wassalam.

    ReplyDelete
  5. Assalamu'alaykum

    Kalau membaca komentar Ukhti Tara, rasanya adem. Orang yang bisa memberikan komentar dengan isi yang bagus, menyatakan ketidak setujuan dengan cara yang ahsan, tidak lah terjadi dalam sekejap, butuh waktu bertahun-tahun untuk membentuk pribadi yang menarik dan harus istiqomah.

    Aku jadi ingat tulisan Ukhti Tara waktu membalas emailku, " dari pada buang waktu untuk chatting lebih baik bertilawah". Mungkin ini salah satu penyebab Ukhti Tara bisa mempunyai pribadi bagus, karena hatinya dipenuhi dengan ayat-ayat Alquran.

    Semoga aku juga bisa seperti itu, mengisi hati dengan ayat-ayat Alquran, agar perilaku dan lisan terjaga, amin ya robbal'alamin.

    Semoga suatu hari Allah Subhanahuwata'ala bisa mempertemukan aku dengan Ukti Tara dan Ukhti BabyBlue dan Ukhti yang lainnya.

    Afwan kalau tidak berkenan di hati Ukhti Tara.

    Wassalamu'alaykum

    ReplyDelete
  6. Assalamu'alaikum wr wb

    Jujur Neng Haji, saya tidak berkenan karena penilaianya terlalu berlebihan buat saya.Kalau memang ada yang perlu saya katakan ya akan saya katakan, kalau ada yang perlu saya komentari dan luruskan ya akan saya komentari, jadi tidak selamanya diam itu emas, tergantung kebutuhan dan waktu yang tersedia.

    Mba Irma, pemilu depan saya malah ingin melihat yang golput sampai 30-50 persen, ingin tahu saja mau dibawa kemana bangsa ini oleh para golputer.Jadi kalau mau golput juga ga masalah, terus terang pemilu presiden kemarin saya tidak ikutan memilih SBY tapi tidak golput juga, hak memilih sepenuhnya milik saya , bukan karena siapa2.

    Kalau perubahan bangsa ini hanya dibebankan pada PKS yang hanya punya suara 7 %, itu hal yang mustahil untuk menjadi suara mayoritas pengambil kebijakan, kalau PKS dipaksa tampil mempertahankan ekslusifismenya dengan jumlah kader inti yang hanya 4% saja, 2-3 kali pemilu pasti sudah gulung tikar.Jadi mau tidak mau memang harus mengembangkan sayap kalau tidak mau stag di 7% suara (dengan 7% suara punya kekuatan apa ? ditambah dengan orang2 baru yang baru melek politik).Saya pikir, Erdogan, presiden Turki juga bukan kader baik yang tiba2 muncul jadi presiden tanpa adanya perjuangan bertahun2 setelah partai Refah pemenang pemilu yang ditumbangkan.

    Kalau boleh memilih, mungkin para ustadz/ah yang sekarang duduk di parlemen juga akan memilih perjuangan yang sedikit hujatan dan resikonya.Lebih enak jadi Ustadz/ah kampung yang mengisi pengajian dari masjid ke masjid atau dari kampus ke kampus, atau lebih nyaman hidup bersama komunitas yang homogen/uzlah, jadi bisa saling mengerti dan tak ducurigai mementingkan diri sendiri, kalau saja Rosul mencontohkan seperti ini pasti mereka akan memilih mengasingkan diri sambil menikmati buah keimananya masing2.Lihat saja para Ustadzah di parlemen, apa mereka dengan sukarela meninggalkan anak2 dan keluarganya demi kepentingan mereka ? Menggadaikan waktu dan kebersamaan bersama keluarga hanya untuk uang ? Belum lagi tugas dakwah yang sudah antri menunggu, berapa jam kira2 waktu tidur mereka ? Belum lagi anak2nya yang bermasalah di rumah karena ditinggal sang ibu yang berjuan di parlemen, apakah mereka dengan senang hati melakukan itu semua ? Kalau saja mereka boleh memilih…

    Ibarat world cup (beda sih tapi ambil filosofinya saja), bukankah sebagian dari kita lebih memilih menjadi penonton dan komentator (mau ikut main di lapangan juga tidak punya kemampuan), lebih aman dan bisa berkomentar apapun, ga ada beban.Tapi apakah kita tahu usaha para pemain sampai sejauh apa, kelelahanya, cideranya, salah strateginya, dicuranginya, bebannya, tanggung jawab moralnya…

    Ahh, memang lebih enak jadi komentator saja, lebih bebas berbicara, selalu benar, pedahal tak ada yang kita lakukan, salah satu komentator itu adalah saya ! Beberapa kali saya juga punya pemikiran2 buruk terhadap mereka, saya pernah tidak percaya lagi pada mereka, saya juga pernah menyangka mereka hanya memperkaya diri sendiri, memetingkan diri sendiri, astaghfirullah…(andai mereka bisa memilih, mereka akan memilih bersama keluarga mendidik generasi, tidak kurang tidur, tidak pusing dan stress, tidak dihujat, tidak dicurigai…)

    Mereka adalah kumpulan manusia biasa yang punya kekurangan dan kesalahan, bukan kumpulan Malaikat yang otomatis suci dari kasalahan dan dosa, asal mereka mau menyadari dan bias memilih mana yang baik dan buruk berarti mereka sama dengan kita, jadi pilihan janganlah dijadikan beban, pilih kalau masih percaya, kalau tidak ya tinggalkan saja, toh kualitas amal kita juga berbeda dengan kualitas amal mereka.Kualitas kerja dan perjuangan mereka juga pasti berbeda dengan kita.

    Ahh, akhirnya saya memilih untuk jadi komentator saja, daripada jadi orang yang dihujat dan dicurigai…

    ReplyDelete
  7. Ardobinardi mau keluar dari persembunyian .. tapi masih males....

    Yah Jadi Geregetan aja ... Udah diingetin masih aja membela PeKaeS .. sejak wal tahun berapa yah lupa ... Rahma, Mas Gene,Irma dll sudah saya ingatkan ... tp analisa kalian kurang cermat dan meleset semua ... buktinya partai yg dielu2kan ternyata ... lebih jijik dr yg kita bayangkan ... Pemilu yg kalian harapkan hanya jd ajang pentas kekuasaan. yah skrg kalian memihak siapa PeKaeS atau pendapat saya?

    hehe Hingga PeKaeS kehabisan ide sampai menyamakan diri dg judul Menculik Murrabi , hehe dgn sangat jujur sekali Murrabi = Miyabi.
    hehe Trus Mbak Luna, Cut Tari dan Ariel, juga wellcome masuk PeKaeS. hemm yg Halal kalau dicampur Haram jadinya apa?

    Klo PeKaeS cuma mau butuh kekuasaan jgn tipu Umat Islam di akar rumput dgn kedok partai dakwah dan memperjuangkan Islam..// Parah kalian


    ardobinardi

    ReplyDelete
  8. Assalamu'alaykum

    Ukhti Tara, afwan kalau tulisan saya tidak berkenan, tapi itu adalah penilaian jujur tanpa ada niatan apapun.

    Kutipan: """"""Lebih enak jadi Ustadz/ah kampung yang mengisi pengajian dari masjid ke masjid atau dari kampus ke kampus, atau lebih nyaman hidup bersama komunitas yang homogen/uzlah, jadi bisa saling mengerti dan tak ducurigai mementingkan diri sendiri"""""""

    Ukhti Tara, untuk pendapat ini saya tidak setuju. Mungkin jadi Ustadz Kampung tidak akan ducurigai mementingkan diri sendiri, tapi tuduhan lain bisa lebih buruk dari hal seperti itu. Bahwa setiap perjuangan pasti ada resikonya.

    Contoh, untuk dak'wah dengan Manhaj Salaf, fitnah demi fitnah ditimpakan kepada Ustadz Salafi, dituduh berdiam diri hanya duduk manis berdzikir di masjid, dibilang hatinya keras, dan masih banyak tuduhan lainnya. Ya kalau yang berbicara adalah seorang ustadz yang hafal Al Quran 30 Juz, yang bisa membedakan mana itu hadist Shahih, dhoif, maudhu,yang sudah membaca seluruh kitab hasil karya 4 Imam Besar dan hasil karya ulama Salafi tentu ucapan itu bisa dipertanggungjawabkan.

    Tapi orang awampun menuduh seperti itu. Tapi apakah dengan tuduhan itu kita harus marah? Justru dengan adanya tuduhan seperti itu, harus memacu kita untuk menjadi lebih baik dari yang lalu.

    Kritik tidak selamanya buruk, kita lihat siapa yang mengkritik dan lihat isi kritikannya, kalau memang kritikannya benar ya kita terima tapi kalau kritikan ngga benar ya anggap aja angin lalu.

    Setiap ucapan, prilaku dan tulisan kita akan dimintai pertanggungjawaban di akherat kelak, dan hal inilah yang seharusnya membuat kita berhati-hati setiap akan berucap, bertindak dan menggoreskan tulisan.

    Penutup:
    Tulisan ini saya buat untuk mengingatkan saya sendiri agar lebih berhati hati dalam segala hal.

    Kepada pihak yang tidak berkenan, kalau mau protes silahkan, dan mohon diluruskan kalau ada yang salah.

    Dan untuk Akhi Arif, belum bosen tuh ngementarin PKS? kirain udah bosan he..he

    Wassalamu'alaykum

    ReplyDelete
  9. Walaikumsalam wr wb

    hehehe untuk Neng haji, sebenernya sih bosen juga toh semakin hari bukan semakin baik tapi semakin menampakkan mukanya.... pantes sekali klo ada berita bahwa Ariel tetap akan ditrima di PeKaes dengan tangan terbuka ... soalnya Ariel lah yang mengajak PeKaes membuka topengnya ... ingatkan "Dan buka saja topengmu biar kulihat wajahmu, ooo buka saja topengmu biar kulihat warnamu" hemm Ariel sudah buka topeng, eh diikuti juka dgn PeKaes.

    PeKaes udah ga malu2 lagi sekarang, udah terbuka, persis dengan agenda Munasnya kemarin PeKaeS menjadi partai terbuka, silahkan penjahat, pelacur, bencong, bajingan, ustadz, dll silahkan masuk, suara kalian halal, suara pelacur sama kedudukannya dengan suara ulama. Dengan terang2an PeKaeS juga mengakui akan menikah secara terang2an dgn Amerika, klo dulu sih masih selingkuh, skrg udah secara terang2an nyebar undangan. Bahkan yg bikin jijik adalah Menculik Murrabi, apa ga ada ide lain selain menculik murrabi, kesannya klo saya baca Menculik Miayabi, jadi rendah sekali seorang Murrabi disamakan dgn Miayabi.

    Ya udahlah ujung2nya menghujat lagi, abis geregetan ama yg namanya PeKaes, Mas Gene dan temen2 yg lain udah pada sadar, eh kayaknya masih aja ada yg ga rela klo temen2 Gene's Bloger sadar. Buat yg PeKaeS Lovers, piss yaaaa!

    Wassalam

    ardobinardi

    ReplyDelete
  10. serius amat..., **sambil mengerutkan dahi bacanya**

    ReplyDelete
  11. saya seh positif aja. kalau di pksa ada oportunis tapi kalau di lain partai hampir semuanya oportnis. jaid pilih yang sedikit oportunisnya

    ReplyDelete
  12. Forlan... cariin dalilnya dong? klo disuruh milih Makan Daging Sapi Halal , Daging sapi yang sedikit tercampur daging babi, Daging sapi yang banyak tercampur daging babi, pilih yang mana? dgn analogi Memperjuangkan Islam diluar sistem, Memperjuangkan kekuasaan disistem kufur dgn menggunakan agama Islam, Memperjuangkan Kekuasaan dengan murni bebas dari pengaruh Islam? pilih yang mana?


    ardo

    ReplyDelete