Jumat, 04/06/2010 10:22 WIB
Dani Wisnu - detikNews
Jakarta - Kisah Ponari, si dukun cilik dari jombang sudah berlalu. Kali ini muncul lagi dukun cilik asal desa Wiriditan, kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Mohamad Najib (10). Mirip seperti Ponari, Najib juga mengobati pasiennya dengan menggunakan batu ajaib yang ia temukan di depan pintu rumahnya.
"Saya bermimpi di temui orang tua pakai baju putih. Namun tidak tahu jika mimpi itu ternyata wangsit," kata Najib di rumahnya, Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat (4/6/2010). Najib menemukan batu ajaib itu sekitar 10 hari yang lalu. Rumah Najib pun didatangi banyak pasien. Meski bisa mengobati, Najib tetap tenang dan pendiam. Najib mengaku sebelum menemukan batu ajaib itu, Najib sempat bermimpi.
Najib bisa mengobati penyakit sakit gigi, rematik, katarak, kesurupan dan diabetes. Cara pengobatan Najib sangat sederhana. Batu ajaib yang ia temukan itu diusap ke bagian tubuh yang terasa sakit. Salah satu pasien, Masraf (60) mengaku dirinya menderita sakit gula sejak tujuh tahun terakhir. Namun setelah mendapat kabar ada dukun cilik di Pekalongan, dirinya langsung mendatangi dan ingin membuktikan kebenaran kabar tersebut.
Setelah satu kali terapi dengan batu ajaib milik Najib, penyakitnya langsung sembuh. "Penyakit saya langsung sembuh padahal dulu sudah berobat kemana-mana tak kunjung sembuh," katanya. Dalam pengobatan, Najib tidak menentukan tarif biaya kepada pasiennya. Para pasien hanya memberikan uang seikhlasnya saja. (gus/gus)
Sumber: detiknews.com
Search This Blog
Labels
alam
(8)
amal
(97)
anak
(323)
anak yatim
(117)
bilingual
(22)
bisnis dan pelayanan
(6)
budaya
(8)
dakwah
(89)
dhuafa
(18)
for fun
(12)
Gene
(223)
guru
(68)
hadiths
(9)
halal-haram
(24)
Hoax dan Rekayasa
(34)
hukum
(69)
hukum islam
(51)
indonesia
(592)
islam
(561)
jakarta
(34)
kekerasan terhadap anak
(377)
kesehatan
(99)
Kisah Dakwah
(12)
Kisah Sedekah
(11)
konsultasi
(13)
kontroversi
(5)
korupsi
(28)
KPK
(16)
Kristen
(14)
lingkungan
(19)
mohon bantuan
(40)
muallaf
(52)
my books
(2)
orang tua
(11)
palestina
(34)
parenting
(1)
pemerintah
(138)
Pemilu 2009
(63)
pendidikan
(525)
pengumuman
(27)
perang
(10)
perbandingan agama
(11)
pernikahan
(11)
pesantren
(48)
politik
(127)
Politik Indonesia
(53)
Progam Sosial
(60)
puasa
(37)
renungan
(196)
Sejarah
(5)
sekolah
(94)
shalat
(10)
sosial
(324)
tanya-jawab
(15)
taubat
(6)
umum
(13)
Virus Corona
(24)
Popular Posts
-
Memukul Murid adalah Pelanggaran Profesi Guru Assalamu’alaikum wr.wb., Ada banyak guru yang setuju dengan kebiasaan memukul d...
-
Sebelas anak, usia 4 sampai 11 tahun, diiming-iming ikan cupang. Lalu disodomi oleh seorang pemuda usia 19 tahun. Itu sudah merupakan suatu ...
-
Assalamu'alaikum wr.wb. Kemarin saya sibuk ketemu orang bule yang masuk Islam karena mau menikah dengan wanita Indonesia. Saya diberi...
-
Assalamu’alaikum wr.wb. This is the First Chapter of my book “Searching for God and Finding Allah”. I hope you find it useful. Wassalamu’ala...
-
[Ini adalah penjelasan tambahan dari saya di group pendidikan. Kaitannya dengan post ini: Komentar Tentang Rambut Gondrong Siswa . ...
-
Oleh Dr. Yusuf Qardhawi Setiap yang keluar dari tubuh manusia – karena melihat pemandangan-pemandangan yang merangsang...
-
[Pertanyaan]: 1) Saya mau nanya nih, saya pernah melakukan onani setelah berbuka puasa. Apakah puasa saya pd hari itu di terima? 2) Saya per...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Seperti biasa, ini kisah rekayasa, dengan menggunakan nama orang yang benar. Prof. Fidelma O'Leary mema...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Ada seorang isteri yang bertanya apa benar bahwa dia mesti “taat pada suami” walaupun suaminya ketahuan ber...
-
[Komentar]: Menurut saya, kekerasan boleh kalau masih dalam koridor mendidik. Murid jadi takut, termotivasi belajar, dan hormati gurunya. Za...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
This comment has been removed by the author.
ReplyDeletecampign,love your future,love your family,love our next generatoins
ReplyDelete