Saturday, August 25, 2012

Separuh Makanan Warga Amerika Dibuang ke Tempat Sampah

Kamis, 23 Agustus 2012, 07:08 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, Warga Amerika membuang hampir setengah makanannya setiap tahun, memboroskan sekitar 165 miliar dolar per tahun, menurut sebuah penelitian yang hasilnya diumumkan Selasa (21/8).

“Sebagai negara, kita ini pada dasarnya membuang semua potongan makanan yang ditemui. Itu artinya membuang uang dan sumber daya berharga ke tempat sampah,” ujar Dana Gunders, ilmuwan dari program makanan dan pertanian di Dewan Ketahanan Sumber Daya Alam (NRDC).

Laporan lembaga tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Amerika membuang 40 persen dari persediaan makanannya setiap tahun, dan rata-rata keluarga beranggotakan empat orang membuang makanan senilai 2.275 dolar AS per tahun.

Pengurangan hanya sebesar 15 persen dari hilangnya persediaan makanan di AS akan cukup memberi makan 25 juta orang Amerika setiap tahun. Hal ini juga akan meringankan beban tempat pembuangan sampah, dimana sampah makanan merupakan komponen sampah padat terbesar, ujar NRDC yang merupakan organisasi lingkungan nirlaba.

Yang mengkhawatirkan, menurut lembaga tersebut, terutama adalah bukti adanya kenaikan 50 persen dari sampah makanan di AS sejak 1970an. Buah-buahan dan sayuran yang tidak terjual di toko-toko kelontong merupakan bagian terbesar dari sampah makanan.

Namun konsumen dan restoran juga patut dipersalahkan, karena menyiapkan makanan porsi besar yang menyebabkan banyak makanan tersisa.

NRDC mengatakan lembaga tersebut telah meminta pemerintah AS untuk mempelajari kehilangan-kehilangan dalam sistem makanan dan menetapkan tujuan-tujuan untuk pengurangan sampah.

“Jika semua makanan dihasilkan dari pertanian yang berkesinambungan sekalipun, jika tidak dimakan, maka hal tersebut bukan merupakan pemanfaatan sumber daya yang baik,” ujar Gunders.


2 comments:

  1. Kalau bisa diimpor kesini mungkin lebih baik kali disedekahkan bagi kaum yang fakir

    ReplyDelete
  2. tidak mungkin. itu sisa makanan orang kafir. haram hukumnya

    ReplyDelete