Friday, January 25, 2013

Bantuan untuk Korban Banjir Tidak Disalurkan Dengan Baik



Di Desa Purwadana, Karawang, bantuan nyaris tidak ada. Ada 200 anak yatim dan 190 jompo yang kena banjir 2-3 meter, tapi hampir tidak ada bantuan yang muncul bagi mereka, apalagi untuk ratusan warga lain di sana. Dapat perahu karet saja sudah telat sekali setelah evakuasi sudah selesai. Tetapi di saat yang sama, bantuan numpuk di posko DKI. Sungguh menyedihkan ketika penyaluran bantuan sembako dan baju saja tidak bisa diurus dengan baik oleh pemerintah.

Bantuan Numpuk di Posko Banjir, Jokowi Geregetan: Itu Pola Lama!
Jumat, 25/01/2013 15:54 WIB
Hari ke-102 Jokowi
Ray Jordan - detikNews
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menghapus pola-pola lama penyaluran bantuan bagi korban banjir di Jakarta. Ia lalu turun tangan sendiri menutup kekurangan kebutuhan warganya. Jokowi berpendapat bantuan bagi korban banjir sangat berlimpah. Namun, bantuan itu justru masih menumpuk di posko-posko banjir di Ibukota terutama bantuan logistik.

"Ini pola lama. Kalau datang bantuan ditumpuk. Dua hari ini, saya perintahkan bantuan langsung diberikan ke masyarakat, biar masyarakat senang. Sudah menderita, bantuan hanya lihat truk bolak-balik, lihat bantuan menumpuk di posko. Masyarakat ngomong ke saya," kata Jokowi.
Hal ini disampaikan Jokowi usai menerima bantuan dari Mayapada Group di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (25/1/2013). Jokowi memerintahkan bantuan segera disalurkan. "Nggak ada stok-stokan, langsung bagi masyarakat, merasakan kalau ada bantuan. Problem lapangan itu, karena saya dengar langsung dari masyarakat," ujar Jokowi yang terbalut baju batik warna coklat itu. Katanya makan sehari sekali, Pak? "Sebetulnya bukan itu. Stok makanan banyak. Dilihat sendiri sajalah," jawab Jokowi.

Jokowi akan memanggil pengelola posko-posko banjir. "Ini masalah keposkoan, cara-cara manajemen barang. Itu kenapa saya turun sendiri untuk menutup itu. Mosok ada yang kurang, pusing juga ngatasinya. Ke depan perbaiki polanya. Jangan berpikir takut kehabisan stok. Kalau kurang kontak lagi," papar suami Iriana ini. Ia juga tidak mempersoalkan apabila ke depan bantuan dikelola satu pintu oleh Pemprov DKI Jakarta. "Semua jurus nggak apa-apa," kata dia. (aan/nrl)

Sumber: Detik.com

No comments:

Post a Comment