Sunday, February 23, 2014

Sedekah 100 Dolar Untuk Anak Yatim Dibalas Dalam 1 Jam




Assalamu’alaikum wr.wb.,
Saya dapat sedekah 100 dolar US dari seorang teman. Katanya saya bisa pakai untuk apa saja, untuk diri sendiri, atau untuk sedekah. Pas banget karena saya lagi butuh uang. Tapi saya tiba-tiba memikirkan anak teman saya yang anak yatim. Jadi di saat masih terima uang itu, saya langsung berniat untuk kasih kepada anak yatim itu saja, untuk menghibur hatinya. (Kapan lagi dia bisa pegang 100 dolar US di tangan? Hehehe. Saya sendiri yang sering keluar negeri dan punya banyak teman kaya baru sekali itu saja, apalagi dia. hahaha)

Saya bikin janji untuk ketemu dan kasih 100 dolar itu kepadanya. Pas melihatnya, senyumnya lebar sekali. Dipegang seperti barang antik seolah-olah takut “pecah” atau jadi rusak. Dia tidak percaya semuanya mau dikasih kepada dia, dan kira harus dibagi sama saya juga. Saya menolak. Buat dia semua. Saya bilang, nanti insya Allah ada lagi buat saya. Saya sarankan agar dia simpan dulu, dan jangan langsung dibelanjakan. Tapi dia malah tunjukkan sepatu yang dia pakai yang “kebetulan” sudah rusak. (Apakah ada kebetulan di dunia ini?) Jadi sepertinya sudah menjadi takdir dia untuk dapat uang agar bisa beli sepatu baru. Jadi kami pergi lihat sepatu dulu.

Pas saya pulang, saya cek email, dan sangat kaget melihat email baru. Ada orang yang kirim 1 juta rupiah kepada saya sebagai sedekah untuk bantu saya selama belum ada pekerjaan baru. Jadi uang yang dikasih kepada anak yatim sudah dibalas dalam SATU JAM saja dengan jumlah yang sama, apalagi kalau nanti ada “berlipat gandanya”. Saya sering mengalami hal yang sama, tapi biasanya dalam waktu sekian hari baru ada balasan. Kali ini Allah tidak membuat saya menunggu lama. Satu jam sudah dapat balasannya. (Apalagi kalau besok muncul dalam bentuk berlipat ganda, seperti biasa! hehehe. Amin gitu lho!)

Teman2, kalau ada rasa bahwa uang di tangan kita adalah milik kita, maka sesungguhnya orang yang merasa seperti itu keliru sekali. Setiap atom di seluruh alam semesta milik Allah SWT. Semua uang di dunia juga milik Dia. Dan karena Allah baik hati sama kita, banyak di antara kita mendapatkan “titipan” kekayaan untuk sementara. Jumlahnya terserah Allah, dan juga terkait dengan usaha kita. Tapi kalau melihat anak yatim atau orang miskin dan merasa “Saya tidak perlu bagikan UANG SAYA dengan mereka” maka orang yang merasa seperti itu sedang merugikan diri sendiri.

Dari pengalaman saya seperti dalam cerita nyata di atas, uang yang diberikan kepada anak yatim akan dibalas oleh Allah, dalam waktu cepat, dengan berlipat ganda, dan kita diberikan kemudahan dan kebaikan di atas itu lagi lewat pahala yang terkumpul. Kalau ada uang di tangan anda yang lebih dari kebutuhan, jangan takut untuk bagikan sebagian dari uang itu dengan anak yatim dan orang miskin, atau untuk amal-amal yang lain, dan berusaha untuk merasa YAKIN bahwa Allah SWT akan membalas.

Dan sebaiknya dimulai dengan anak yatim atau orang miskin di dalam keluarga sendiri (kalau ada), lalu yang dekat seperti tetangga, lalu yang jauh. Saya sering dengar komentar seperti, “Ahh, anak yatim di Jakarta sudah kaya semua!” lalu orang itu tidak mau membantu anak yatim di sini karena berasumsi. Coba mulai saja sekarang dengan anak yatim dan orang miskin yang dekat, dan buat membantu pesantren, masjid, muallaf, pengobatan, bakti sosial, dan hal-hal lain yang bermanfaat bagi umat Islam, dan insya Allah akan cepat terasa manfaatnya.  

Wabillahi taufik walhidayah,
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto

Rasulullah SAW bersabda, “Aku dan pemelihara anak yatim di surga seperti ini (dan beliau memberi isyarat dengan telunjuk dan jari tengahnya, lalu membukanya.” (HR. Bukhari, Turmidzi, dan Abu Daud)

245. Siapakah yang mau memberi PINJAMAN kepada Allah, pinjaman yang BAIK (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan MELIPAT GANDAKAN pembayaran kepadanya dengan LIPAT GANDA yang BANYAK. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.
(QS. Al-Baqarah 2:245)

1 comment: