Tuesday, June 07, 2016

Suara Keras Guru Bikin Trauma Sampai Dewasa



Ini yang saya alami sewaktu saya masih duduk di sekolah dasar hingga SMP. Saya bersekolah di sebuah sekolah swasta. Awalnya saya cukup senang bersekolah disana namun saat naik tingkat ke kelas 3 SD hingga 3 SMP, banyak hal yang saya takutkan untuk pergi ke sekolah. Hal yang paling utama adalah pengajar, di mana bila murid yang salah atau tidak bisa [pahami] mata pelajaran tertentu, pasti pengajar tersebut marah hingga tidak mengijinkan kita untuk beristirahat. Di mana kondisi para murid pun sudah lelah dan lapar, untuk melanjutkan pelajaran pun mungkin sudah tidak sanggup pada saat itu.

Lalu hukuman fisik seperti pukul, jewer kuping, cubit, disetrap didepan kelas sambil angkat kaki dan untuk anak laki" mengangkat kursi diatas kepalanya selama berjam", dijemur dilapangan di mana kondisi panas terik dan banyak lagi. Ada hal yang paling saya tidak sukai adalah pengajar yang memilih" murid, [yaitu] murid yang pintar dan murid yang keluarganya memiliki perekonomian tinggi menjadi murid kesayangan dan menjadi perhatian paling utama untuk si pengajar tersebut sehingga anak yang bodoh atau anak yg tidak bisa akan menjadi bodoh karena tidak ada perhatian dari pengajar tersebut. Hingga pada saat itu saya menjadi pribadi yang tidak percaya diri, bodoh, kurang pergaulan dan penakut.

Saya saat ini sudah berkeluarga namun trauma tersebut tidak bisa hilang dari pikiran saya. Saya sangat takut bila ada orang lain atau dari anggota keluarga berkata keras, kasar atau marah entah itu pada saya atau bukan, pada saat itu juga saya hanya bisa terdiam atau menangis. Saya mencoba untuk menceritakan trauma saya ini kepada keluarga dan suami saya dan puji Tuhan keluarga saya support saya dan tidak ada suara keras di rumah tangga saya. Saya tidak mau datang atau menginjak sekolah tersebut karena tidak ada kenangan baik disekolah tersebut. Terima kasih untuk Pak Gene untuk membantu para murid yang mengalami kekerasan di sekolah, semoga generasi saat ini tidak ada lagi yang mengalami hal serupa dengan saya dan saya berjanji akan menjadi pengajar yg bijak. – Dewi (nama samaran)

[Gene]: Terima kasih sharing kisahnya Bu. Semoga bisa menjadi lebih tenang dalam kehidupannya sekarang. Masa lalu yang buruk bisa punya dampak yang lama sekali, tetapi banyak guru di sini belum mau menyadarinya. Coba untuk belajar menjadi seorang ibu yang percaya diri dengan merasa yakin Tuhan tidak akan berikan beban yang terlalu besar bagi setiap orang. Jadi Tuhan berikan pengalaman buruk seperti itu, berarti Ibu dapat pelajaran utk mendidik anak di rumah dgn kasih sayang dan cinta. Dan dari keluarga besar, mereka juga sama dan akan hati2 dalam memilih sekolah dan hati2 dalam mendidik anaknya di rumah karena melihat efeknya pada ibu kl keras dan kasar dalam mendidik. Ibu bisa bangkit dari pengalaman buruk itu dan menjadi pemimpin di dalam keluarga dan bagi anak2, untuk tidak mudah jatuh ketika orang lain banting kita. Di seluruh dunia ada orang jahat, bahkan di sekolah, tapi kita harus memilih untuk tunduk terhadap mereka, atau berdiri tegak dan melawan kejahatan mereka dgn jiwa yang kuat. Guru yang jahat itu belum kalahkan Ibu. Dia hanya ganggu proses pendidikan utk beberapa waktu, dan Ibu masih bisa bangkit dan menjadi orang yang berjaya. Jangan mau tunduk dgn orang yang jahat. Bangkit, semangat, dan mendidik anak untuk hidup penuh kasih sayang terhadap orang lain. Semangat ya Bu!
-Gene Netto

No comments:

Post a Comment