Tuesday, February 10, 2009

Korban Kebakaran Australia Meningkat

By Republika Newsroom
Senin, 09 Februari 2009 pukul 21:44:00

Jumlah mereka yang tewas dalam kebakaran hutan di Australia mencapai 135 orang [sekarang 171 orang] di negara bagian Victoria, dengan jumlahnya masih bisa meningkat.Polisi memperkirakan beberapa kebakaran itu dimulai secara sengaja, tindakan yang disebut Perdana Menteri Kevin Rudd sebagai "pembunuhan massal."

Mereka yang selamat menceritakan kembali bagaimana mereka harus melarikan diri dari dinding api.Beberapa orang meninggal di dalam mobil mereka ketika mencoba mengungsi dari kebakaran.Beberapa kota di daerah pedesaan di negara bagian Victoria ini musnah dilalap api.

Polisi telah menutup sejumlah besar daerah ini sebagai daerah tindak kejahatan, seluas kira-kira 3 ribu kilometer persegi.
Suhu udara menurun, dan kondisi membaik hari Senin, sehingga membantu belasan ribu petugas pemadam kebakaran, yang dibantu tentara, guna menguasai api. 

Namun menurut pihak berwenang, masih ada sekitar 30 lokasi kebakaran di Victoria, yang mengancam beberapa komunitas.Di dua negara bagian lain, New South Wales dan South Australia - juga terjadi kebakaran namun lokasinya berhasil dibatasi, dan jauh dari daerah pemukiman.

Panas seperti tungku api
Berbagai cerita mengharukan muncul dari daerah bencana.Wartawan BBC Nick Bryant yang berada di pusat pertolongan di Whittlesea dekat kota Kinglake yang paling parah terkena - mengatakan bahwa warga yang selamat menggambarkan betapa dahsyatnya tragedi yang mereka alami.Mereka menggambarkan jalan-jalan yang dikepung oleh pohon - pohon eucalyptus yang terbakar.

Banyak warga bercerita tentang mobil mereka yang terbakar akibat suhu udara sepanas tungku api.Mereka menyangka masih punya waktu beberapa jam untuk meninggalkan rumah mereka, ternyata dalam hitungan menit api sudah sampai.
Seorang warga mengatakan dia nyaris tidak bisa bereaksi karena begitu cepatnya kobaran api tiba.

Banyak orang datang ke pusat penampungan ini untuk mencari bantuan dan mencari tahu tentang saudara mereka yang hilang.Banyak warga yang kehilangan hampir semua barang-barang mereka, dan hanya menyisakan pakaian yang mereka kenakan.

Emosional
Perdana Menteri Australia Kevin Rudd mengumumkan paket bantuan senilai 10 juta dolar Australia.Dia mengatakan bantuan dana tunai akan diberikan kepada korban, dan mengatakan militer akan dikerahkan untuk membantu.Kevin Rudd yang tampak emosional menggambarkan jumlah yang tewas sebagai angka mengerikan dan memperingatkan jumlahnya masih akan meningkat.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan ada yang secara sengaja menyulut kekabaran tersebut, Rudd mengatakan "tidak ada kata-kata yang tepat untuk menggambarkan ini kecuali ini adalah pembunuhan massal."Sidang parlemen Australia telah ditunda untuk memperingati apa yang disebut oleh Wakil Perdana Menteri Julia Gillard sebagai "salah satu hari tergelap dalam sejarah Australia." bbc/kp

Sumber:Republik.co.id

8 comments:

  1. bukti nyata, bumi yang semakin tua... global warming..
    mau menyalahkan alam atau manusia??

    ReplyDelete
  2. Ass Wr Wb,

    Ikut prihatin dengan musibah yang menimpa negara bagian Victoria Australia, mengerikan.

    Kalau mendengar & melihat korban yang mengalami peristiwa tersebut, tragis sekali , api mengepung dimana mana & cepat sekali menyebar serta memusnahkan apa saja yang dilewati, sehingga sulit utk menyelamatkan diri, mungkin mereka yang terkepung disana hanya bisa pasrah & mengharapkan keajaiban untuk bisa menyelamatkan diri mereka.

    Kalau memang itu akibat ulah manusia, baik kecorobohan, keisengan or kesengajaan … ngga bisa di tolerir, harus ditindak, karena menyengsarakan banyak orang.

    Berapa byk org yang menjadi korban akibat kebakaran tersebut, belum lagi harta benda, rumah, peternakan.

    Gimana dengan keluarga om Gene, semoga tidak bertempat tingal di lokasi tersebut ya.

    Itulah kalau Allah SWT berkehendak, entah akibat ulah manusia atau global warming, yang jelas kita semua harus selalu berserah & mendekatkan diri ke Allah SWT karena kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi esok, waullahuallam


    Wassallam,
    faza

    ReplyDelete
  3. Orang tua saya di Brisbane, bagian utara. Kebakaran hutan terjadi di selatan semua. Anehnya, di utara justru kena badai, hujan deras dan banjir. Sedangkan di selatan tidak ada hujan asma sekali.
    Makanya, banyak orang mulai membicarakan ini sebagai bukti pemanasan global.

    Wassalam,

    ReplyDelete
  4. Assalamualaikum Wr Wb

    Alhamdulillah, kalau gitu om Gene.

    Saudara2 ku ada yang sdh mjd permanent resident di Australia, sudah beberapa tahun stay di sana, tinggalnya di daerah West Lake Brisbane, memang katanya musim hujan & badai tapi ngga sampai banjir sih.

    Mereka sdh betah disana & kalau pulang ke sini hanya utk liburan aja nengok ortu. Tp lucunya tante & om ku blm mau diajak pindah ke sana katanya lebaran sepi disamping itu azan aja ngga ke dengeran krn jrg ada masjid.


    Wassallam,
    faza

    ReplyDelete
  5. Makanya, lebih enak tinggal di Indonesia.
    Air ada, adzan ada. Maunya apa lagi?
    Ngapain pindah dari "sorga" ke "neraka". Hehehe

    Wassalam,

    ReplyDelete
  6. Assalamualaikum Wr Wb

    Serem amat jawabannya, tapi ada saudaraku yg bisnis jilbab disana, krn pendatang yg muslim byk juga yg berjilbab & nyari nya susah.

    Skrg aku lagi nyoba belajar dagang nieh, jd distributor jilbab kecil kecilan utk dikirim kesana. Doain ya moga berhasil. Amin

    Mangutip statement om Gene pindah dari sorga ke neraka, berarti bknnya kalo tinggal disana lbh challenging utk dakwah & juga pahalanya lebih besar, krn tinggalnya di daerah dimana islam mrpkan agama minoritas, sdgkan kita dituntut utk tetap konsisten dlm menjalankan kewajiban kita sbg muslim.

    Maap kalo salah, hehehe


    Wassallam,
    faza

    ReplyDelete
  7. Assalamu'alaikum wr wb

    Walaupun sudah tidak jadi isue utama lagi sepertinya artikel ini masih up to date untuk dikomentari, melihat dampak dan korban jiwanya yang tidak sedikit.Kebakaran hutan baik karena imbas pemanasan global ataupun ilegal loging semua muaranya satu, hasil perbuatan manusia tidak bertanggung jawab yang serakah untuk memperkaya diri sendiri tanpa memikirkan dampak yang terjadi pada lingkungan dan orang lain.

    Saat Ramadhan kemarin iklim yang ekstrem juga terjadi di Indonesia, dalam waktu yang sama di Jakarta panas terik, di Jawa tengah kekurangan air eh di Kalimantan dan Sulawesi kebanjiran, aneh kan.Konon musim dingin di Eropa saking ekstremnya membuat beberapa orang meninggal karena kedinginan.

    Kembali lagi, semua bencana yang terjadi dan perubahan-perubahan yang mengikutinya adalah hasil karya manusia-manusia yang serakah yang memanfaatkan kekayaan alam yang ada secara berlebihan dan tidak bertanggung jawab sehingga tatanan alam menjadi rusak.

    Lihat saja kasus LAPINDO, kekayaan alam yang dieksploitasi secara berlebihan oleh orang kaya yang ingin semakin ingin memperkaya diri sendiri tanpa memikirkan dampak buruknya, menurut para ahli dari Jerman perlu puluhan tahun untuk menunggu lumpur lapindo mengering, atau malah daerah tsb bisa menghilang dari peta daerah Jawa Timur.Siapa yang paling menderita kalau bukan rakyat yang tak berdaya, sementara para pelakunya tetap bebas dan bisa tidur nyenyak tanpa kehilangan kenyamanan hidup.

    " Telah tampak kerusakan di darat dan di alut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)" (QS. Ar-Ruum : 41).

    Jadi, jelas apa yang akan Allah berikan kepada manusia, berupa kenikmatan atau musibah dan bencana, semua sangat tergantung terhadap apa yang manusia perbuat, apakah mereka menjadi orang-orang yang bersyukur ataukah sebaliknya, dan Allah telah siap dengan imbalan dari setiap perbuatan manusia itu.

    ReplyDelete
  8. Mungkin sdh mendekati tanda akhir zaman, ... tsunami, gempa, kebakaran, banjir rob, iklim yg sudah tidak menentu, es di kutub yg sdh mencair ... kaca dari gedung pencakaar langit yg mengikis ozon ... itu akibat ulah serta kerakusan manusia ... global warming & the last huru hara

    Waulahuallam bi showab


    Wassallam,
    faza

    ReplyDelete