Thursday, February 19, 2009

Zulhamli Alhamidi Yang Saya Kenal

Assalamu’alaikum wr.wb,
Saya dapat tulisan di bawah ini dari blog orang lain. Kemarin, cukup banyak orang muncul dan merasa sudah dapat amunisi untuk menghujat PKS dan demokrasi sekaligus. Jadi untuk sementara, ini menjadi bahan terhangat di media selama beberapa hari. Juga di dunia blog, ternyata. Sebagian dari komentar saya hapus dari blog karena saya anggap terlalu berlebihan dalam hujatannya.
Presiden PKS Tifatul Sembiring sudah menyatakan di media (silahkan cari) bahwa Zulhamli diberikan pilihan mundur atau dipecat dari PKS. Dan dia sudah mengundurkan diri. Setelah membaca berita yang lebih lengkap, ternyata dia tidak sendirian masuk ke tempat pijit resmi, tetapi bersama rombongan sesama anggota DPRD dari berbagai partai.
Di tempat itu, katanya, laki dan perempuan terpisah sehingga anggota dewan sering berkunjung ke sana, dan bahkan ada yang suka membawa isterinya sekaligus.
Saat polisi melakukan razia, tinggal Zulhamli sendirian, dalam keadaan tidur. Anggota lain dari partai lain sudah pergi duluan. (Untung sekali abgi mereka – nama2 mereka tidak ikut masuk koran!)
Tempat pijitnya bukan ”tempat mesum” tetapi tempat formal, di mana karyawan berseragam, dan berlisensi, dan laki dan perempuan terpisah. Saya juga belum baca penjelasan kenapa Zulhamli mau dipijit sama perempuan padahal sebagai seorang ustadz di komunitas situ, bukan suatu hal yang lazim. Kalau benar terjadi seperti itu, semua pengurus PKS yang berkomentar di media sepakat bahwa itu adalah pelanggaran dan tidak dibenarkan. Makanya Zulhamli dipaksakan mundur. Kalau seandainya hal ini, sebagai suatu kejadian nyata, digunakan untuk menhgujat sebuah partai islam, atau demokrasi, secara berlebihan saya kira tidak tepat.
Ini kesalahan perorangan saja, tetapi malah menjadi bahan politik untuk kaum yang ingin menjaga status quo dan menghindari perubahan. Semoga bangsa ini tetap bisa maju dan mendapatkan pemerintah yang bersih, jujur, adil, bijaksana dan terutama taat kepada Allah. Semoga yang berbuat salah bisa bertaubat dan diampuni dosanya.

Wassalamu’alaikum wr.wb,
Gene

########

Zulhamli Alhamidi Yang Saya Kenal

Posted by: "Mariah Agustina"

Tue Feb 17, 2009 3:59 am (PST)

for everyone…
Sudah belasan tahun saya mengenal sosok dan pribadi Zulhamli Alhamidi tanpa pernah menemukan kesalahannya sedikitpun kecuali satu kali ini saja. Saya prihatin dan bertanya-tanya apakah manusia memang tidak boleh khilaf suatu saat? Tulisan ini saya niatkan dalam rangka memenuhi salah satu hak-hak ukhuwwah beliau sebagai saudara saya sesama muslim.

Uda Zul, begitu panggilan akrabnya di kalangan anak-anak Rohis sejak jadi aktivis da’wah di kampus UNJA. Saya pun sekampus dengan beliau, cuma saya FE 93 sedangkan beliau Fapet 94. Tapi sejak sama-sama ngantor di Fraksi PKS, saya ikut memanggilnya Uda Zul karena memang usia beliau lebih tua 1 tahun dari saya. Saya juga satu majelis ta’lim dengan istri beliau, Mbak Lisa.

Da Zulhamli adalah anggota dewan paling miskin di DPRD Kota Jambi menurut ekspos LHKPN versi BPK tahun 2004 dengan asset pribadi ‘hanya’ Rp.3,5 juta saja (diikuti 3 rekan F-PKS lainnya yang sama-sama termasuk paling miskin, selain mas Hizbullah). Berita itu juga bikin polemik di koran lokal saat itu, karena Uda Zul memang sangat sederhana. Selain masih tinggal numpang di rumah mertua walau sudah punya 2 anak, Da Zul juga punya motor ‘butut’ yang selalu menemaninya ke manapun. Bahkan motor tua milik Da Zul sempat menginspirasi saya untuk bikin puisi (maaf file-nya belum ketemu). Dan motor tuanya itu sempat patah jadi dua saat suatu malam beliau ditabrak oleh pemuda yang sedang ngebut di dalam gang dalam perjalanan beliau menuju tempat Mabit ikhwan.

Ada dua momen yang paling berkesan tentang Da Zul dalam interaksinya dengan saya. Pertama, saat suatu hari saya datang ke Fraksi pagi-pagi dalam keadaan sangat lapar dan lemah karena tidak makan malam dan belum pula sarapan padahal saya sedang hamil. Dalam keadaan pusing dan gemetar karena benar-benar tak sanggup berdiri dan melangkah kuatir mendadak pingsan, Uda Zul tiba-tiba muncul di Fraksi. Saya sempat sungkan dan malu ingin meminta tolong Uda Zul memesan makanan ke kantin, tetapi pandangan mata saya sudah mulai agak gelap. Akhirnya dengan suara agak pelan, terucap juga permintaan tolong itu ke Da Zul. Saya pikir kalau saya akhirnya pingsan, bukankah Da Zul juga yang repot? Saya sangat merasa kurang sopan menyuruh seorang bapak dua anak, apalagi dengan level kaderisasi lebih tinggi dari saya, melakukan hal sepele seperti beli sesuatu ke kantin. Tapi alhamdulillah Da Zul benar-benar membantu saya pagi itu.
Yang kedua, saat polemik Pansus Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Penerapan PP.41/2007 di mana saya dipercaya menjadi Ketua Pansus di DPRD Kota Jambi. Posisi saya sangat sulit waktu itu, dilematis. Kesediaan Da Zul menjadi juru bicara Pansus, membacakan hasil kesimpulan Pansus di Rapat Paripurna walaupun berbeda pendapat dengan sikap akhir (stemmotivering) Fraksi PKS, sangat saya hargai. Pansus maunya ada penghematan anggaran melalui perampingan dinas sehingga sepakat dengan 9 Dinas saja dari Formasi 13 Dinas yang ada. Tetapi PKS pada menit-menit terakhir setelah masa lobi yang cukup alot, justru fix di formasi 14 Dinas mengikuti Golkar sebagai rekan koalisi Pilwako saat itu. Saya dan Da Zul sebetulnya utusan Fraksi yang tidak terlalu sepakat dengan hasil kesimpulan Pansus, tetapi toh khalayak juga taulah sikap pribadi kami tentu berafiliasi ke sikap akhir Fraksi PKS.

Beliau sosok yang pendiam, hanya bicara jika perlu saja. Dia orang yang sensitif, mudah tergugah hati. Da Zul pernah pingsan dalam suatu muhasabah sewaktu ada Dauroh Aleg PKS di Bengkulu. Da Zul juga pernah tiba-tiba menangis saat pidato membacakan Pandangan Umum Fraksi PKS saat santer menolak rehab gedung DPRD yang bakal menghabiskan dana APBD belasan miliar rupiah. Dan sehari setelah musibah dirinya dirazia di panti pijat itu, Da Zul juga 2 kali pingsan sebelum akhirnya datang ke DPW PKS Jambi untuk menghadapi konfrensi pers, lalu menyatakan mundur dari DPRD Kota Jambi sekaligus mundur dari pencalegannya di Dapil Jambi Timur-Pelayangan.
Jabatan terakhir Da Zul di DPRD Kota Jambi selain beliau adalah Wakil Ketua Fraksi PKS, beliau akhir Desember 2008 kemarin baru menyelesaikan tugasnya sebagai Wakil Ketua Komisi B. Di struktur partai, beliau adalah salah seorang Ketua Bidang di DPW. Beliau juga aktif di berbagai kegiatan di DPD dan DPC.

Saya tidak melihat ada gaya hidup yang berubah signifikan setelah Da Zul menjadi Aleg. Hingga saat ini beliau dan keluarganya masih ngontrak rumah sederhana di Talang Banjar (karena ada tuntutan Aleg PKS harus tinggal di Dapilnya). Di rumahnya pun tidak ada barang mewah. Selain motor tuanya itu, hanya tampak satu lemari penuh buku, televisi di ruang keluarga, room set anak-anak dan seperangkat kompor gas di dapur si ummi. Tidak ada sofa di sana, boro-boro koleksi keramik mewah!! Tamu yang datang terpaksa duduk lesehan di atas karpet sederhana. Kalaupun Da Zul sesekali bawa mobil Carry edisi lama, itu sebetulnya mobil milik mertuanya, kadang-kadang dipakai untuk menjemput anak-anaknya: Ainun, Ahmad dan si kecil Aziz.

Uda Zul memang sangat gemar olahraga Badminton seperti bapak-bapak anggota dewan yang lain. Kantor kami memang punya gedung olahraga sendiri, sehingga keluarga besar DPRD Kota bisa leluasa memanfaatkan waktu luang di situ. Di kantor, teman-teman Fraksi lain mengakui Da Zul cukup lihay main bulu tangkis ini. Mungkin saking semangat, badan Uda Zul sering pegal-pegal, saya yakin bapak-bapak sparing partner dia juga begitu jika terlalu menguras energi. Diakui oleh rekan-rekan sejawat, kalau pegal mereka kadang mampir rame-rame ke Panti Pijat Sehat Bersih yang lokasinya cukup dekat dari kantor dan memang punya izin operasional resmi dari Pemerintah Kota. Bahkan sesekali bapak-bapak itu bawa istri mereka sekedar pijat refleksi karena memang pengunjung laki-laki dan perempuan dibedakan tempat dan petugas yang melayaninya, harus sama-sama laki-laki atau sama-sama perempuan (Itulah yang saya heran mengapa pada kasus Da Zul koq justru petugasnya lain jenis? Menurut wartawan yang ikut Razia tetapi tidak ikut menjelek-jelekkan Aleg PKS di media, ada kemungkinan razia itu direkayasa. Tapi maaf saya tidak ingin buka di sini karena kuatir pencemaran nama baik pihak tertentu).

Yach… siapa sangka hobby berolahraga ini justru menjadi sandungan di belakang hari. Mungkin Allah ingin mengingatkan bahwa ada tupoksi Aleg yang lebih penting daripada sekedar riyadhoh. Wallohu a’lam.
Yang pasti, kinerja dan keikhlasan Uda Zul dalam beramal jauh lebih baik dibandingkan saya. Apa yang telah terjadi atas Da Zul adalah pertanda Allah masih sayang sama beliau, Allah mungkin sedang mempersiapkan rencana yang lebih baik untuk beliau dan keluarganya.
Tetapi terus terang kami di Fraksi belum siap kehilangan… Seseorang yang pergi begitu saja karena media lokal, nasional, cetak, elektronik, bahkan internet secara sistematis telah terlanjur membunuh karirnya tanpa ampun sampai beliau sangat malu dan tak punya muka lagi untuk sekedar datang ke kantor. Padahal tidak ada Perda dan aturan KUHP / KUHAP yang beliau langgar saat peristiwa di Panti Pijat itu. Beliau sedang pijat tradisional di tempat resmi dan petugas resmi, tidak ada asumsi razia yang dia langgar tapi Satpol PP dan Poltabes – dengan alasan mengamankan Pejabat Daerah – telah menggiring publik menuduh dia berbuat mesum dengan pemijat. Astaghfirullah… Kasihan Uda Zul. Sebagai kader Partai Da’wah, Dewan Syari’ah PKS lebih berhak menilai sejauh mana kesalahan beliau. Dan inisiatif pengunduran diri dari DPRD maupun dari pencalegannya di Pemilu 2009 adalah sebuah inisiatif yang patut dihormati. Bahkan itu sebetulnya masih terlalu berlebihan.

Kali terakhir saya bertemu dengan Uda Zul di DPRD – subhanalloh saya rasanya mau nangis lagi… - kami berlima duduk bersama di Fraksi PKS di Lantai 2, ngumpul saja karena Jum’at pagi itu tidak ada agenda rapat. Bang Dede sedang ngonsep Pandangan Umum RPJP di laptop, Mas Hiz baca koran, saya baca majalah Ghoib buat persiapan ngisi Rohis sejam lagi, sedangkan Bang Zay seingat saya baca printout PP.8/2008. Lalu Uda Zul? Dia serius memperhatikan HP-nya menyetel tilawah Qur’an (kalo gak salah, surat Al.Anfaal, taujih robbani yang paling mengena jelang Pemilu 2009). Murottal itu distel Da Zul agak keras sehingga saya yakin terdengar dari lantai bawah ruang Fraksi. Dan kami berlima cukup lama saling diam menyimak ayat-ayat Allah di sela kegiatan masing-masing, sampai menjelang jam 11 siang saya pamit duluan mau ke SMA 5….
Ah, Da Zul!! Ketika saya menjenguk ke rumahnya pasca pemberitaan itu untuk bertemu dengan istrinya (Mbak Lisa), hanya sekilas saya lihat Da Zul membukakan pintu untuk kami. Selebihnya, beliau lebih memilih masuk ke dalam. Hanya ada Mbak Lisa dan anak-anak yang menyambut kami dengan sejuta kesabaran di antara suara tertahan dan sesak di dadanya. Sementara mereka tegar, kami yang memandangi malah menangis. Sama seperti Da Zul, saya juga sudah belasan tahun mengenal Mbak Lisa sejak di Kampus, kami seangkatan 93. Selain dikenal sangat sabar dan pendiam, istri Da Zul juga seorang pekerja keras. Beliau guru SD Islam Terpadu Nurul Ilmi. Bayangkan bagaimana Mbak Lisa harus menghadapi ratusan wali murid yang bertanya-tanya tentang kejadian itu. Sementara anak-anak bertanya, “Ummi… Mengapa Abi tidak ngantor?”

Kasus razia panti pijat itu pahit banget yak!! Tidak terbayang kalau dalam sisa masa jabatan yang tinggal sekitar 5 bulan ini mendadak harus menghadapi drama voting di ruang Paripurna, sementara suara PKS kurang 1 orang… Walaupun saat ini isu pemecatan Kepala Satpol PP akibat salah ringkus di razia itu sudah disepakati oleh semua Fraksi di DPRD Kota Jambi (di sini total ada 40 kursi), kecuali Fraksi PKS memilih abstain untuk menjaga objektivitas. Saya masih tidak habis pikir, bukankah istri Kepala Satpol PP itu juga seorang akhwat PKS? Ah, otak saya masih bebal membaca situasi politis terselubung di balik penangkapan berdalih pengamanan Pejabat itu. Tapi semua respon dan dukungan dari internal DPRD Kota Jambi tidak akan mengembalikan kehidupan Da Zul seperti sedia kala. Mungkin butuh bertahun-tahun untuk pulih, entahlah.

Saya ingin katakan bahwa mungkin Uda Zul bersalah secara syari'ah (baca: berdosa) dan kasus ini sudah diambil alih DPP. Tetapi tidak layak kita ikut-ikutan memojokkan beliau. Dalam hearing Komisi A sepekan setelah kejadian itu, saya katakan kepada perwakilan Poltabes, Satpol PP, dan rombongan wartawan PWI yang hadir, "Al insaan makaanul khotho' wa khoiru khothoo-ihaa at tawwabiin." (Manusia adalah tempat berbuat salah dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang mau bertaubat).

Sebagai sesama muslim, beliau adalah saudara kita yang punya hak-hak ukhuwwah dan harus kita tunaikan. Cukuplah beban vonis sosial yang ditanggungnya. Ingatlah istri dan anak-anak serta keluarga besar beliau ikut menanggung apa yang dirasakan Uda Zul. Sementara apa yang sudah kita lakukan hari-hari ini? Apakah memang kita merasa lebih baik akhlaqnya dibanding beliau? (Terutama untuk saya pribadi dan 1112 Aleg PKS se-Indonesia, kiranya lebih berhati-hati terhadap potensi jebakan dari lawan-lawan politik)
Wallohu a'lam.

Sumber: pur76.multiply.com

11 comments:

  1. PEMBELAAN OLEH ORANG PARTAI ..... SEJATERA TENTANG GURUNYA 'BERKUNJUNG' DI TEMPAT PIJIT NIKMAT

    Sah2 saja siapa bilang apa dan siapa teriak apa. menurutku naif sekali kita begitu saja menanggapi kasus ini dengan memaparkan kebaikan beliau yg anggota terhotmat. Siapa yg berani menjamin kalau beliau hanya sekali berkunjung ditempat hiburan tersebut? jelas sekali sebagi publik figure beliau dapat menutup rapat kegiatan pribadinya yg 'baik' untuk tidak dikonsumsi orang lain, termasuk istrinya sendiri. mungkin ini udah kesekian kalinya beliau berbuat demikian, tadi disebutkan bareng dgn anggota lain juga, oh jangan2 temen2 separtainya beliau juga ikut2an pijit nikmat juga?

    intinya adalah Guru Partai KSejahteraan melakukan pijit nikmat di tempat yg penuh kenikmatan. Partai KSejahtera tak konsisten membawa kasus tersebut ke masalah perzinahan, atau mungkin malah sekarang udah dibolehkan untuk melakukan pijit nikmat, dari pembelaan2nya terlihat bahwa kasus itu hanya akan berujung pada pemecatan bukan pada tataran bagaimana hukum islam memandang perzinahan.


    ERWIN

    ReplyDelete
  2. Assalamualikum

    Mencermati tulisan Eugene F Netto tentang Zulhamli Alhaimidi," Ini kesalahan perorangan saja, tetapi malah menjadi bahan politik untuk kaum yang ingin menjaga status quo dan menghindari perubahan".

    Pertanyaan untuk Gene, apakah yakin dari keseluruhan anggaota DPRD or Caleg dari partai P*S cuma dia yang berbuat salah? apakah karena kebetulan dia yang ketahuan?

    Oh ya Gene, aku hanya mau memberi informasi, untuk tempat pijat berlisensi, tidak ada jaminan si mbak pemijat tidak mau memberikan service plus, karena service plus tidak harus zina tetapi berupa perbuatan maksiat.

    Kalau aku boleh cerita jujur, tetanggaku adalah caleg no atas dari partai P*S, aku kenal baik orang tersebut dan tetangga tetangga yang lain hanya senyum senyum penuh arti waktu mereka tahu beliau menjadi caleg dari partai Islam P*S, hmmmm low quality.

    satu lagi, sahabat karibku, dari SD sampai SMA kami satu sekolah, kini juga jadi caleg partai P*S, aku tidak bisa berharap banyak kepada dia untuk mengubah negeri ini.

    Afwan Gene, aku mesti cerita yang sesungguhnya, bukan karena benci dengan parti P*S tapi hanya untuk memberi info riil kepada masyarakat luas bahwa partai itu tidaklah sebagus yang ada di bayangan kita.

    Afwan kalau apa yang aku sampaikan salah, ini hanya sebatas yang saya tahu.

    ReplyDelete
  3. Assalamu'alaikum wr wb

    Memang begitu, orang-orang diluar selalu saja merasa 'lebih tahu' kejadian sebenarnya dari pada orang dalam, bahkan pelakunya sendiri.Pedahal untuk menuduh orang berzina harus bisa menghadirkan 4 orang saksi yang melihat secara langsung, bukan hanya menduga-duga saja.

    Ekspetasi orang, aktivis da'wah itu harus seperti Malaikat yang tidak boleh khilaf dan punya dosa sama sekali, benar kata Faza sekali tergelincir maka rusak susu sebelanga, kebaikan2 tidak pernah dilihat sementara satu kesalahan saja akan jadi sasaran tembak yg tiada habisnya yang melumatkan segala kebaikannya.Wajar saja sebenarnya, tapi apa kita pernah introspeksi terhadap diri sendiri dan apa yang sudah kita lakukan terhadap ummat ? Bagaimanapun Bang Z tetap bersalah karena datang ke tempat yang subhat, shock beratnya cukup menjadi bukti penyesalannya, kalau pejabat yang sudah terbiasa melakukan kesalahan pasti akan tersenyum2 saat ditangkap.

    Saya hanya mencoba memandang sebuah kesalahan atau fitnah dari sudut pandang yang lain, mungkin agak melankolis tapi saat perenungan hal itu memang selalu muncul.

    Dalam perjalanan da'wah Islam selalu saja akan ada orang-orang yang diberikan ujian dan cobaan yang kasusnya akan menjadi ibroh /pelajaran bagi orang lain, baik itu kasus yang merupakan fitnah maupun yang dilakukan secara sadar, lihat saja dalam sejarah kasus Haditsul Ifki (berita bohong),fitnah bohong terhadap Aisyah Ra yang dituduh selingkuh dengan sahabat Rosul Safwan, oleh saudaranya sendiri, pernahkah terpikir bagaimana situasi dan perasaan Aisyah dan Safwan saat takdir itu datang dan mereka tidak pernah menyangka akan berada pada situasi seperti itu, walau akhirnya Allah menjawab dan membersihkan nama isteri Rosul tsb dari fitnah.

    Lalu ada kisah sahabat Ka'ab bin Malik yang diboikot beberapa hari oleh Rosul dan sahabat2 nya karena mangkir dari jihad, pasti hari2 berikutnya adalah hari2 yang panjang dan penuh gundah gulana karena tak ada seorangpun yang boleh berbicara dengannya sebagai konsekwensi, apakah dia pernah merencanakan situasi seperti itu sebelumnya ?

    Kemudian, pernahkah terpikirkan bagaimana perasaan keluarga dan anak sekaligus sahabat Rosul dari seorang gembong munafik, Abdullah bin Ubay saat menyadari kepala keluarganya adalah 'musuh dalam selimut' ummat Islam yang selama ini mereka bela ?

    Dan masih banyak lagi kasus-kasus aktivis Islam lain yang kisahnya Allah jadikan sebagai contoh bagi yang lain agar dapat mengambil ibroh dibalik kejadian-kejadian tsb, Allah mentarbiyah ummatnya bukan hanya dengan kisah2 keberhasilan yang harus kita jadikan contoh hidup, tapi juga dengan peristiwa dan takdir yang tidak menyenangkan bagi pelaku dan pengemban takdir tsb agar ummat bisa bercermin dan tidak melakukan kesalahan yang sama, bersyukurlah kalau kita tidak berada pada posisi yang melakukan kesalahan agar ummat belajar dari kisah sisi buruk kita, na'udzubillah.Tapi siapa yang bisa tahu bahwa orang-orang yang menjadi 'model kesalahan' (begitu saya sebut) mungkin disisi Allah lebih mulia saat dia melakukan tobat nashuha dari pada kita yang hanya bisa menyalahkan dan bertepuk tangan saat saudara kita yang 'berbeda' melakukan perbuatan yang tidak seharusnya.

    Allahua'lam Bishawab

    ReplyDelete
  4. Assalamu'alaikum wr wb

    Memang begitu, orang-orang diluar selalu saja merasa 'lebih tahu' kejadian sebenarnya dari pada orang dalam, bahkan pelakunya sendiri.Pedahal untuk menuduh orang berzina harus bisa menghadirkan 4 orang saksi yang melihat secara langsung, bukan hanya menduga-duga saja.

    Ekspetasi orang, aktivis da'wah itu harus seperti Malaikat yang tidak boleh khilaf dan punya dosa sama sekali, benar kata Faza sekali tergelincir maka rusak susu sebelanga, kebaikan2 tidak pernah dilihat sementara satu kesalahan saja akan jadi sasaran tembak yg tiada habisnya yang melumatkan segala kebaikannya.Wajar saja sebenarnya, tapi apa kita pernah introspeksi terhadap diri sendiri dan apa yang sudah kita lakukan terhadap ummat ? Bagaimanapun Bang Z tetap bersalah karena datang ke tempat yang subhat, shock beratnya cukup menjadi bukti penyesalannya, kalau pejabat yang sudah terbiasa melakukan kesalahan pasti akan tersenyum2 saat ditangkap.

    Saya hanya mencoba memandang sebuah kesalahan atau fitnah dari sudut pandang yang lain, mungkin agak melankolis tapi saat perenungan hal itu memang selalu muncul.

    Dalam perjalanan da'wah Islam selalu saja akan ada orang-orang yang diberikan ujian dan cobaan yang kasusnya akan menjadi ibroh /pelajaran bagi orang lain, baik itu kasus yang merupakan fitnah maupun yang dilakukan secara sadar, lihat saja dalam sejarah kasus Haditsul Ifki (berita bohong),fitnah bohong terhadap Aisyah Ra yang dituduh selingkuh dengan sahabat Rosul Safwan, oleh saudaranya sendiri, pernahkah terpikir bagaimana situasi dan perasaan Aisyah dan Safwan saat takdir itu datang dan mereka tidak pernah menyangka akan berada pada situasi seperti itu, walau akhirnya Allah menjawab dan membersihkan nama isteri Rosul tsb dari fitnah.

    Lalu ada kisah sahabat Ka'ab bin Malik yang diboikot beberapa hari oleh Rosul dan sahabat2 nya karena mangkir dari jihad, pasti hari2 berikutnya adalah hari2 yang panjang dan penuh gundah gulana karena tak ada seorangpun yang boleh berbicara dengannya sebagai konsekwensi, apakah dia pernah merencanakan situasi seperti itu sebelumnya ?

    Kemudian, pernahkah terpikirkan bagaimana perasaan keluarga dan anak sekaligus sahabat Rosul dari seorang gembong munafik, Abdullah bin Ubay saat menyadari kepala keluarganya adalah 'musuh dalam selimut' ummat Islam yang selama ini mereka bela ?

    Dan masih banyak lagi kasus-kasus aktivis Islam lain yang kisahnya Allah jadikan sebagai contoh bagi yang lain agar dapat mengambil ibroh dibalik kejadian-kejadian tsb, Allah mentarbiyah ummatnya bukan hanya dengan kisah2 keberhasilan yang harus kita jadikan contoh hidup, tapi juga dengan peristiwa dan takdir yang tidak menyenangkan bagi pelaku dan pengemban takdir tsb agar ummat bisa bercermin dan tidak melakukan kesalahan yang sama, bersyukurlah kalau kita tidak berada pada posisi yang melakukan kesalahan agar ummat belajar dari kisah sisi buruk kita, na'udzubillah.Tapi siapa yang bisa tahu bahwa orang-orang yang menjadi 'model kesalahan' (begitu saya sebut) mungkin disisi Allah lebih mulia saat dia melakukan tobat nashuha dari pada kita yang hanya bisa menyalahkan dan bertepuk tangan saat saudara kita yang 'berbeda' melakukan perbuatan yang tidak seharusnya.

    Allahua'lam Bishawab

    ReplyDelete
  5. jadi masuk ke ranah politik nih..
    P*S..kenapa ga tulis aja PKS???nanti malah dikira PDS?

    Ya..ya udah lha, Kenapa jadi begitu di sorot, kasihan juga orangnya, jadi bahan perbincangan dimana-mana.Di milist, diblog..ehmmm

    Kalau kasusnya ga mendekati Pemilu, Blow up nya ga sehebat ini..saya jamin.

    setidaknya ada hikmahnya buat semua kader2 partai tersebut, jadi tahan banting, tahan ujian, dan kedepan bisa lebih baik..
    POsitive thingking aja lha saya mah....

    ReplyDelete
  6. Assalamualaikum

    Gene, boleh ikut ngasih komentar ya?

    Aku pingin mengomentari commentnya Tara.

    Tara, tidak ada yg menuduh beliau itu berzina, faktanya adalah beliau sedang di tempat panti pijat
    dan dipijat, DAN PEMEBELAAN PETINGGI P*S ADALAH BAHWA MBAK PEMIJAT MASIH MEMAKAI BAJU LENGKAP.

    Jadi beliau tidak berzina, karena arti berzina adalah bila melakukan hubungan suami istri yang bukan dengan pasangan sah menurut agama.

    Beliau itu melakukan maksiat, dan perlu Tara ketahui, tempat pijat keluarga, banyak yg memberikan service plus meskipun ngga sampai zina.

    dan yg menjadi masalah adalah beliau itu ustadz, kok ya bisa nyasar ketempat maksiat, aneh bin ajaib, ini bukan khilaf tp ......(hanya allah ta'la yang tahu).

    Satu hal lagi yang perlu saya tanggapi tentang comment Tara

    "Bagaimanapun Bang Z tetap bersalah karena datang ke tempat yang subhat".

    Tara, hati hati untuk mengatakan tempat pijat, tempat beliau pijat adalah subhat, saya harap Tara tau artinya subhat.

    Tempat beliau pijat adalah pemijat perempuan MEMBERI JASA MEMIJAT LAKI-LAKI YANG BUKAN MAHROMNYA, ini jelas HARAM dan bukan SUBHAT.

    Afwan, apa Tara adalah anggota pengajian Ikhwanul Muslimin, yang tarbiyah lewat liqo, atau mungkin Tara adalah seoarang Murobi?

    Saranku adalah, kita jangan terlalu fanatik terhadap kelompok kita, sehingga kita tidak bisa bersikap fair, tidak mau menerima masukan dari orang lain. kalau salah sebaiknya bertobat, tidak perlu melakukan pembelaan yang aneh-aneh.

    Aku udah berkali kali mengkritik cara dakwah ikhwanul muslimin yang melalui cara MLM, bahwa baru ikut liqo beberapa tahun sudah diharuskan untuk jadi Murobi, ini sangat riskan, karena akan menciptakan umat islam dengan pemahaman agama yg setengah setengah yang akan mudah di bawa ombak laksana buih dilautan.

    Lucu aja sich, banyak teman-teman ya ikut liqo ya ikut kajian salafi, kata mereka, liqo untuk pergaulan sedang salafi untuk belajar agama, ada ada aja...

    wasalam

    Bila ada yang salah mohon diluruskan.

    ReplyDelete
  7. Assalamu'alaikum wr wb

    Sebelumnya terimakasih atas perhatian nasehat teman-teman atas coment saya.Saya disini tidak pernah bermaksud untuk jadi pembela apalagi membersihkan nama bang Zul,bukan kapasitas saya untuk itu, kasus itu sudah ada mekanisme yang menangani dan memberi sanksi.

    Saya cuma tergelitik dengan logika berpikir orang yang sekarang mengatas namakan dirinya Mr Erwin, cara logikanya terbalik-balik dan emosional, sebenarnya siapa disini yang tidak objectif, mungkin dia punya dendam pribadi sama partai tsb.

    Dia melihat sebuah bintang, dia katakan itu langit.Pedahal semua orang tahu sebuah bintang itu salah satu hiasan langit.

    Dia melihat sebuah gunung, dia katakan itu alam semesta, pedahal semua orang tahu gunung itu bagian dari alam semesta.

    Orang lain dipaksa menerima logika berpikirnya, sementara logika orang lain sama sekali tidak bisa dia terima, egois dan narsislah namanya.

    Panti pijat yang melakukan prostitusi dan maksiat memang haram, tapi apakah menjadikan semua panti pijat yang lain juga dihukumi haram, bagaimana dengan panti pijat yang memang menjalankan fungsi semestinya, seperti yang dikelola oleh para tuna netra, atau panti pijat refleksi, apakah juga jadi haram ?

    Contoh lain, bukan hanya panti pijat kan yang punya konotasi buruk, bagaimana dengan hotel, ada hotel-hotel yang juga dipergunakan untuk maksiat, apakah semua hotel juga jadi haram untuk tempat menginap ? Lalu bagaimana dengan bioskop, bukankah bioskop identik dengan film-film berbau maksiat ? lalu bagaimana orang-orang yang datang menonton ayat-ayat cinta dan laskar pelangi ke bioskop, apakah mereka terbilang pelaku maksiat dan terkena hukum pengharaman juga ? Bagaimana dengan warnet, bukan di warnet tsb pengunjungnya beragam dan kita tidak pernah tahu situs apa yang mereka buka, kalau situs-situs porno yang mereka buka tidakkah menjadikan warnet tsb tempat maksiat juga, lalu bagaimana kalau ada orang baik-baik datang ke warnet tsb untuk mencari info-info yang benar apakah dia juga akan dikatakan sebagai pelaku maksiat sama seperti lain ? Masih banyak lagi tempat-tempat lain yang kita belum bisa menghukumi tempat tsb adalah HARAM, makanya saya masih menyebutnya subhat, tergantung niat pelakunya dan apa yang dilakukan nya.Kalau tempat yang jelas-jelas menawarkan hura-hura dan barang-barang haram ya jelas HARAM hukumnya seperti diskotik,bar dll

    Nit, sebenarnya tidak penting dari mana saya berasal, tapi kalau kamu tanya ya apa boleh buat saya akan jawab.Saya bukan hanya seorang Murobi tapi juga Mutarobi.Saya seorang Murobi saat saya mengajar anak-anak didik saya disekolah, saya adalah seorang Mutarobi saat saya belajar mendengarkan nasehat dan wawasan agama dari orang lain, dari siapapun itu.Nit, saya tidak pernah didoktrin atau membatasi diri untuk belajar dari satu orang saja, siapapun dia kalau perkataannya baik dan benar maka saya akan ambil sebagai nasehat buat diri saya.Contohnya saya sebelumnya tidak pernah kenal sebelumnya dengan Pak Gene Netto, tapi tulisan dan pemikirannya banyak menginspirasikan saya untuk berbuat kebajikan, maka saya anggap beliau sebagai Murobi saya juga sekarang.Juga banyak pendapat teman-teman disini yang menjadikan wawasan saya bertambah, sekalipun wawasan itu saya dapat dari teman yang prinsipnya kadang berseberangan dengan pendapat saya.Prinsip saya, dengarkan apa yang dia katakan, bukan siapa yang mengatakan, kalau itu memang sebuah kebenaran maka ambilah.

    Nit mengidentifikasi sebagai seorang Salafi yah, saya baru tahu tuh.Kalau Nit bilang banyak teman-teman Tarbiyah yang ikut pengajian Salafi berarti itu bukti ketidak fanatikan dong, sebab ilmu itu memang bisa diambil darimana saja kalau kita tidak merasa sebagai orang yang paling pintar dan paling benar, sebenarnya saya juga punya banyak bukti keburukan dan ketidak baikan orang-orang Salafi, tapi sepertinya tidak etis mengungkap aib saudara sendiri, dan saya tidak diajarkan untuk seperti itu, dan saya menganggap Salafi, HTI, MMI, dalam organisasi manapun adalah saudara saya, jadi mari berkarya di ladang da'wah masing-masing.

    Nobody Perfect, tak ada organisasi da'wah harokah ataupun non harokah yang sempurna, masing-masing pasti punya kekurangan dan ketidaksempurnaan, kecuali yang merasa bahwa hanya organisasi da'wahnyalah yang paling benar dan sempurna maka akan bisa menilai manhaj da'wah lain salah.Meyakini manhaj da'wah kita benar itu wajib, tapi meyakini bahwa manhaj dah'wah kita sebagai satu-satunya yang paling benar itu yang salah kaprah.

    Well, saudara-saudaraku, mari berkarya amal di ladang da'wah kita masing-masing, sibukkan diri dengan apa yang sudah kita perbuat untuk ummat ini jangan justru menyibukan diri dengan perbuatan orang lain.Ingat banyak ummat yang menunggu untuk diluruskan jalannya....

    Maaf kalau terkesan menggurui karena saya memang orang yang masih harus banyak belajar, terimakasih dikasih tempat curhat Pak Gene.

    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  8. Assalamu'alaikum wr wb

    Terus terang saya sedang bingung sebenarnya apa hukumnya datang ke WARNET, apa sama dengan panti pijat yang langsung ada yang menghukumi HARAM seperti opini yang selama ini berkembang ? Karena ini kan fiqh kotemporer, mungkin ada teman-teman yang menguasai ilmu ini ? Baik secara logika maupun dengan hujjah.

    Kalau Internet sekolah sedang error sampai beberapa bulan, beberapa waktu yang lalu saya pernah beberapa kali ke WARNET walau sebenarnya risih dan agak berat hati, tapi memang saya butuh untuk mencari bahan-bahan makalah, media belajar atau kadang cari-cari materi untuk isi ROHIS SMU, numpang di rumah teman terus lama-lama tidak enak juga, mau pasang sendiri kayaknya belum mampu tuh karena cicilan motor belum selesai, hiks...

    Lihat berita di tv beberapa waktu yang lalu, ada WARNET yang ternyata digunakan untuk transaksi narkoba, atau ada juga WARNET yang menyediakan situs-situs porno sekaligus prostitusi terselubung.

    Dan sejak kejadian Bang Zul saya ga berani lagi untuk datang ke WARNET, takut ketika kebetulan lagi disana ehh ada penggrebekan, ga kebayang deh.soalnya akan ada penyamarataan tuduhan nantinya, apakah saya akan juga dikatakan sedang bermaksiat disitu ? iih syerem kan.

    Begitu juga dengan bioskop seperti yang sudah saya ungkap di coment sebelumnya, saya tidak berani dan risih untuk nonton ke bioskop walaupun itu film-film bertema Islami yang diputar tapikan ada film-film yang tidak Islami diputar juga disana.Sekali-kalinya saya pernah nonton dibioskop di TIM saat memutar film Fatahillahnya Bang Igo Ilham, itupun karena bioskopnya memang sudah dibooking untuk kalangan internal ikhwan-akhwat, eksklusive memang, tapi lebih aman dan nyaman.

    Lalu bagaimana sebenarnya hukum-hukum hal-hal yang demikian menurut Islam, HALAL, HARAM, SUBHAT atau bagaimana tinjauan hukumnya ?

    " Sesungguhnya yang HALAL itu jelas dan yang HARAM itu jelas diantara keduanya ada perkara yang SUBHAT yang kebanyakan manusia tidak mengetahuinya...." (HR Bukhari-Muslim)

    Dihukumi dengan hukum yang paling ringanpun yaitu subhat, tetap saja akan akan berdampak buruk, lalu bagaimana hukum sebenarnya ??
    Please, help me...

    ReplyDelete
  9. Assalamualaikum wr wb.

    Saya melihat di perdebatan ini ada dua kubu yg pro kepada partai PKS dan yg kontra dgn partai.

    Yang pro dengan PKS dengan gigih membela mati-matian agar kasus angotanya ini tidak merusak citra partai, sehingga partainya pada pemilu mendatang dapat memenangkan pemilu. Jadi inti pembelaannya adalah demi nama baik partai dan kedudukan pada pemilu 2009.

    Sedangkan yg kontra dengan gigih pula menyerang partai PKS dengan moment ini agar PKS mau bangkit dan berani menyuarakan ide2 syariah Islam.

    Ya klo saya sebagai juri debat maka saya akan memberikan nilai 8 untuk g kontra dan 6 untuk yg pro,

    karena yg pro tidak dapat menunjukan alasan pembelaannya terhadap kasus ini, walaupun sudah jelas arah pembelaanya adalah demi citra baik partai tapi itu tidak diucapkan oleh kelompok yg pro. Setiap kali kelompok kontra menuntut permintaan maaf dgn cara mengusulkan hukum zinah bagi pezinah, kelompok pro tidak menanggapinya dengan baik dan cenderung mengabaikan tuntutannya. ini sunguh nilai yg mengurangi skor kelompok pro PKS. Yang membuat kelompok pro PKS mendapat skor baik hanya pd tataran retorika penyampaian, walaupun tetap mengedepankan sikap bertahan dan bukan merendahkan hati.

    sedangkan yg kontra dapat memperkuat argumen dengan fakta bahwa anggota yg mencoreng partai telah terbukti bersalah dan menuntut kejelasan dan kesungguhan partai PKS untuk memperjuangkan/menyuarakan ide2 syariat Islam. Ternyata fakta y diungkap oleh kelompok kontra malah mendapat serangan yg hebat dari kelompok pro PKS yg terbukti dgn fakta tsb. Yg membuat skor kelompok kontra PKS lebih ungul adalah karena kelompok pro PKS tidak dapat memperkuat argumentasinya bahwa tempat yg dikunjungi anggotanya tersebut adalah subhat, serta tidak ada respon yg relevan terhadap tuntutan hukum rajam bagi pezinah.skor yg membuat nilai jatuh adalah retorika penyampaian terlalu tegas, keras dan terlalu berani, shg menyudutkan kelompok Pro PKS.

    hasil debat adalah 6 untuk Pro PKS dan 8 untuk Kontra PKS


    Maaf klo salah, tp klo bener ya syukurlah, tlg kekurangan dan kelebihan masing2 dikoreksi.

    Wassalamualaikum wr wb

    ReplyDelete
  10. Buat Tara,
    Assalamu’alaikum wr.wb.,
    Kenyataan bahwa sebagian warnet digunakan untuk fungsi yang lain dari persepsi umum (yaitu warnet adalah tempat untuk gunakan internet), tidak langsung bisa membuat semua warnet menjadi haram untuk dikunjungi.
    Warnet itu sendiri tidak bisa diharamkan karena tidak bisa dijamin bahwa tempat itu pasti digunakan sebagai tempat maksiat dll.
    Ada juga sebagian warnet yang “islamiah” yang memblokir semua situs porno, menyediakan mushalla dsb. Jadi, kalau kamu perlu warnet untuk menuntut ilmu, datang saja. Kalau ada pilihan antara beberapa warnet, maka tentu saja lebih baik memilih yang terbaik antara semuanya. Dari lingkungannya sudah bisa nebak banyak.
    Untuk mengharamkan semua warnet karena sebagian digunakan untuk hal-hal yang tidak benar, sama dengan mengharamkan semua hotel, semua rumah pribadi, semua ruangan di gedung DPR, semua gedung pemerintahan, semua kantor polisi, semua mobil pribadi, dan seterusnya. Di semua lokasi tersebut bisa saja ada “transaksi” atau perbuatan ilegal dan tidak bermoral. Tetapi secara hukum, lokasi tersebut tidak bersalah, dan yang bersalah adalah sebagian dari orang yang menggunakan fasilitas tersebut dengan cara yang tidak benar.
    Semoga kamu bisa ketemu warnet yang baik dan bersih, dan cocok dengan kebutuhan kamu.

    Wassalamu’alaikum wr.wb.,
    Gene

    ReplyDelete
  11. Ooh begitu ya Pak Gene,ok deh.Alhamdulillah sekolah membebaskan para karyawannya memakai internet di sekolah tanpa dibatasi, asal bermanfaat dan tidak mengganggu jam mengajar di kelas, jadi bisa lebih leluasa.Mencari Warnet Islami masih agak jarang kecuali di komunitas2 tertentu saja adanya, jadi lebih nyaman di sekolah, gratis lagi, he...

    ReplyDelete