Tuesday, October 04, 2016

Diduga Cabuli 8 Siswanya, Kepala SD di Ketapang Kalbar Ditangkap Polisi



Anak Indonesia menjadi korban lagi. Sekali lagi pelaku adalah guru sekolah. Dan sekali lagi mengancam anak tidak naik kelas kl tidak turut dgn perintah pelaku. Dua hal penting yang bisa dipelajari dari kasus2 spt ini.
Pertama, kekuasaan guru yang begitu besar terhadap anak. Dalam semua kasus, anak TAKUT pada guru. Guru tidak dilihat sebagai sahabat, pembina, penolong, apalagi pelindung. Ketika satu guru berbuat jahat, kenapa anak tidak lari ke guru yg lain dan minta perlindungan? Kenapa tidak langsung lapor sama orang tua? Ternyata banyak anak tidak merasa bersahabat dgn gurunya, dan juga tidak dgn orang tuanya.

Kedua, anak Indonesia dilatih bertahun2 untuk menjadi robot yang "diam dan taat" ketika dikasih perintah. Ada cara berpikir ala militer di kebanyakan sekolah. Tidak boleh melawan, apalagi berpendapat sendiri. Ketika ada satu guru yang jahat, anak tetap diam dan taat, karena guru wajib ditaati, karena guru berkuasa penuh. Anak tidak merasa punya pilihan menolak.
Kl anak Indonesia diajarkan utk berpikir kreatif dan independen, oleh guru yang bersahabat, mungkin kasus pencabulan menjadi lebih sedikit, karena lebih banyak anak berani melawan, dan punya gaya berpikir selain "diam dan taat".
-Gene Netto

Diduga Cabuli 8 Siswanya, Kepala SD di Ketapang Kalbar Ditangkap Polisi
Senin 03 Oct 2016, Dhani Irawan - detikNews
Jakarta - Tim Buser Polres Ketapang menangkap seorang kepala sekolah dasar (SD) berinisial AS (28) di Tambun, Bekasi. Dia ditangkap lantaran diduga melakukan pencabulan terhadap 8 siswanya. Kabid Humas Polda Kalimantan Barat (Kalbar) Kombes Pol Suhadi menyebut AS telah melakukan pelecehan seksual pada 8 siswanya yaitu SA, MDS, HI, LU, UD, SA dan dua orang korban lainnya yang belum diperiksa. AS merupakan kepala sebuah SD di Kabupaten Ketapang, Kalbar. "Semua korban adalah laki-laki," ucap Suhadi. "Korban terpaksa menuruti perbuatan AS lantaran diancam tidak naik kelas karena yang bersangkutan adalah kepala sekolah."

No comments:

Post a Comment