Monday, August 09, 2010

Selama Ramadhan Seluruh Sekolah di Banjarmasin Diliburkan

Rabu, 04 Agustus 2010, 19:22 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan meliburkan seluruh sekolah selama bulan Ramadhan.
Kebijakan meliburkan sekolah mulai jenjang Taman Kanak-Kanak hingga Sekolah Menengah Atas itu dilakukan untuk memberi kesempatan kepada para siswa menjalankan ibadah puasa Ramadhan, ungkap Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) setempat Noor Ipansyah kepada wartawan di Banjarmasin, Rabu.
 "Disdik mengharapkan selama liburan seluruh murid dan pelajar sekolah bisa menjalankan ibadah puasa dengan baik dan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk memperbanyak ibadah," ujarnya.

Kebijakan meliburkan sekolah selama Ramadhan mengacu tuntutan kurikulum yang mengatur tentang hari efektif belajar mengajar satu semester mencapai 110 - 120 hari.
Meski Disidik Banjarmasin meliburkan kegiatan belajar mengajar sebulan penuh selama Ramadhan namun sekolah diharapkan tetap memberikan murid dan siswanya pelajaran yang berkaitan dengan kegiatan keagamaan.
Bentuknya, sebut dia, seperti kegiatan pesantren Ramadhan atau sejenisnya maupun kegiatan keagamaan lain yang bertujuan menambah pengetahuan agama seluruh anak didik pada masing-masing sekolah.

"Setiap sekolah diminta menggelar kegiatan keagamaan seperti pesantren Ramadhan atau kegiatan lain waktunya dibatasi minimal tiga hari dan paling lama tergantung kebijakan sekolah tetapi jangan sampai sebulan penuh," ucapnya.
Kebijakan meliburkan sekolah itu ditindaklanjuti melalui surat edaran yang nantinya akan disampaikan ke seluruh sekolah dan diharapkan dijalankan sesuai aturan dan ketentuan.
"Soal sejak kapan liburnya tergantung kapan bulan puasa mulai dan habis masa liburnya sesuai penanggalan libur yang ditetapkan tiga hari setelah hari raya Idul Fitri," katanya.
Namun sesuai penanggalan kalender masehi libur puasa atau Ramadhan akan dimulai sejak 11 Agustus 2010, demikian Noor Ipansyah.

Sumber: republika.co.id

3 comments:

  1. bulan ramadhan harusnya lebih produktif dan lebih ber-energi daripada bulan2 lainnya, ini kok malah libur...

    ReplyDelete
  2. Alhamdulillah, senangnya baca berita ini, ternyata sebagian negeriku tercinta masih punya perhatian khusus terhadap bulan Romadhon.

    Teringat diri yang terlahir di kampung, dimana belajar membaca al quran masih dengan cara yang tradisional, tapi Alhamdulillah karena sekolah di SD Muhammadiyah, dan dulu selama bulan Romadhon sekolah libur sebulan penuh. Disaat liburan itulah, Yayasan Perguruan Muhammadiyah tempatku sekolah, meminta beberapa da'i dari Muhammadiyah Yogyakarta untuk mengisi acara Romadhon dengan mengajarkan baca tulis alquran di masjid-masjid.

    Ingat sekali waktu itu, saat masih kelas 4 SD, aku sudah banyak menghafal surat-surat Juz 'amma, namun aku tidak mengerti secara jelas cara membaca al quran yang benar( pengenalan huruf dan tajwid), Alhamdulillah berkat pesantren Romadhon, aku jadi faham huruf hijaiyah, mahrojul huruf dan lain-lain, meskipun masih sedikit karena keterbatasan waktu.

    Jadi, liburan di bulan Romadhon bisa dijadikan momen yang tepat untuk mempelajari alquran, karena belajar al quran tidak akan pernah selsesai sampai hayat dikandung badan.

    Membaca Al quran sebenarnya adalah hal pertama yang harus diajarkan kepada anak-anak,sehingga takkala mereka sudah baligh dan wajib melaksanakn sholat 5 waktu, maka mereka bisa menjalankan kewajiban sholat dengan benar karena membaca alfatihah hukumnya wajib dan kemudian disunahkan diikuti membaca surat alquran sebelum ruku'.

    Kita sebagai orang Islam harus memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Banjarmasin, semoga provinsi ini khususnya mendapat keberkahan dari Allah Subhanahuwat'ala dan provinsi Indonesia lainnya yang berusaha untuk menolong agama Allah Ta'ala, amin.

    TW

    ReplyDelete
  3. Kenapa harus libur??
    Positif memang kalau itu digunakan untuk beljar alqur'an dirumah, ikut pesantren ramadhan..
    lha kalau cuma meliburkan biasa..buat apa??
    waktu terbuang sia2 dan anak ga punya kegiatan, cuma bermalas2an gitu dirumah??
    seharusnya ga libur, tapi kegiatan belajar-mengajarnya di alihkan untuk ramadhan, ya seperti di tulis mb nit itu: belajar ngaji, dsb nya, di alihkan saja untuk mengisi ramadhan di sekolahan, karena saya ga yakin tuh..kalau di liburkan semua.., bisa berdampak positif ke anak sekolah itu,
    iya kalau orangtuanya ngajarin agama atau anaknya dirumah ikut pesantren ramadhan dsb, kalau
    libur puasa, lalu cuma menghabiskan wkatu di depan tv atau main playstasion..siapa yang tahu??
    ga bisa menyamakan model pendidikan jaman sekarang atau jaman kita kecil..ketika surau2 masih ramai dikunjungi.., lihat lha kemajuan teknologi yang luar biasa seperti apa, itu bisa mengalihkan dunia anak2 lho..

    -waktu saya sekolah di madrasah, ga ada namanya aktifitas libur di sekolah, tapi semua di fokuskan untuk ramadhan, belajar seperti biasa, tapi jam belajar memang dikurangi-
    setiap murid, baru masuk belajar ke kekelas jam 10an, dari jam 7-9 aktifitas dilakukan di masjid sekolah, mau yang dhuha atau belajar qiroati atas sbgnya disediakan, dan ada guru pembimbing juga, jadi ramadhan lebih semarak..
    sorenya ba;da ashar, biasanya ada tausiyah2 dari ustaz, tapi kadang disesuaikan dengan umur anak2 sekolah, bukan tentang kitab kuning yang tebal, tapi malah dongeng abu nawas dsb.. jadi bukan pengajian biasa juga.., ramadhan benar2 dimanfaatkan buat belajar lagi..
    ehm saya kok kurang setuju kalau total di liburkan..
    mending dimanfaatkan buat belajar agama yang di koordinir sekolahan..
    puasa harus produktif juga kan

    ReplyDelete