Sunday, November 20, 2011

Walaupun Bermaksiat, Shalat Masih Wajib



Walaupun Bermaksiat, Shalat Masih Wajib

Ada orang yang mengaku sering melakukan maksiat dan tidak bisa tinggalkan. Temannya mengatakan kalau bermaksiat terus, maka shalatnya tidak akan diterima, jadi lebih baik tinggalkan shalat sampai dia bisa berhenti melakukan maksiat itu di suatu saat nanti dan mulai shalat lagi setelah menjadi orang baik. Tanggapan itu sangat keliru. Berikut ini adalah nasehat saya kepadanya. Semoga bermanfaat bagi yang lain juga.

Assalamu’alaikum wr.wb.,
Bentuk maksiat yang anda lakukan itu jangan disebutkan di sini, dan jangan memberitahu kepada teman2 yang lain, karena itu merupakan aib (rahasia keburukan anda) dan rahasia antara anda dengan Allah.

Pertama, perbuatan tersebut adalah suatu bentuk dosa. Perlu dipahami bahwa hampir semua dosa bisa diampuni oleh Allah kecuali sedikit yang tidak diampuni, seperti misalnya syirik, yaitu percaya dan berdoa kepada selain Allah dengan rasa yakin benda/mahluk tersebut punya kekuasaan seperti Allah untuk mengabulkan doa.  Dosa syirik itu tidak diampuni kalau orang yang melakukannya meninggal tanpa pernah bertaubat atas dosa itu. Tapi kalau dia sudah bertaubat di dunia, maka dosa itupun diampuni oleh Allah. Yang dihukum di akhirat adalah orang yang tidak pernah bertaubat dan wafat dalam keadaan masih percaya pada sesuatu selain Allah.

Kalau ada orang yang pernah berbuat maksiat dan telah mengumpulkan dosa sebanyak langit dan bumi, lalu dia mau bertaubat kepada Allah, maka dosanya akan diampuni oleh Allah. Bahkan penjahat yang pernah membunuh 100 orang bisa diampuni dosanya secara langsung, hanya karena ada niat untuk bertaubat (dijelaskan dalam sebuah hadiths sahih). Ampunan Allah sangat luas sekali. Jadi, perlu diingat bahwa Allah selalu bersedia mengampuni hambanya yang berbuat dosa dan mau bertaubat.

Kedua, shalat itu WAJIB. Tidak ada alasan untuk tinggalkan shalat wajib 5 waktu kecuali yang sudah pernah dicacat (seperti masa haid untuk perempuan, dsb.). Shalat bisa menjadi tidak wajib dalam beberapa kondisi, misalnya, kalau kita berubah menjadi gila (tidak waras), kalau kita tidak sadar untuk jangka panjang (koma), kalau kita melarikan diri dalam keadaan perang, dan sebagainya. Bagi anak kecil, shalat tidak wajib, begitu juga bagi jompo yang pikun (karena mereka tidak paham apa yang mereka lakukan).

Kecuali ada kasus tertentu seperti itu, yang dijelaskan secara detail dalam buku fiqih dan bisa ditanyakan kepada semua ustadz, maka tidak ada izin dari Allah untuk tinggalkan shalat wajib.
Hanya bisa ditunda saja, misalnya untuk musafir, sehingga dia punya tempat dan waktu untuk shalat. Tidak dikerjakan tepat waktu, tapi masih wajib atas dirinya.

Kondisi yang menjadikan seseorang “dilarang shalat”, memang ada. Contohnya, orang yang dalam keadaan junub (setelah hubungan suami-isteri, atau berzina) dilarang shalat sebelum dia melakukan mandi wajib. Tetapi shalat itu tetap wajib atas dirinya, hanya saja tidak boleh dikerjakan tanpa mandi dulu. Jadi kalau dia tinggalkan shalat dengan alasan habis berzina dan belum mandi, dan oleh karena itu tidak bisa shalat, maka itu bukan “perbuatan benar” (dengan tinggalkan shalat) tapi malah berdosa besar DUA kali. Ada contoh lain orang mabuk. Dilarang shalat sampai dia sadar (rasa mabuk hilang). Kewajiban shalat tidak hilang, hanya saja dilarang selama masih mabuk. Jadi sekali lagi, bukan benar kalau tinggalkan shalat, tapi malah kena dua dosa besar yaitu menjadi mabuk dan shalat diluar waktu karena mabuk.

Shalat wajib tetap wajib bagi semua orang (kecuali ada izin dari hukum Islam, dan menjadi suatu “pengecualian”). Kalau baru saja berzina, baru saja melakukan korupsi,  baru saja membunuh orang, baru saja merampok bank, shalat wajib tetap WAJIB. Kalau setelah melakukan dosa seperti perzinaan, orang itu juga tinggalkan shalat, maka dosa besarnya bukan satu tetapi DUA.

Ketiga, kalau mau berusaha untuk meninggalkan maksiat, maka perlu ada usaha untuk memperbaiki diri. Tidak cukup mengikuti pengajian saja. (Anda katakan: sudah coba ikut pengajian, tapi belum bisa berubah juga, dan masih bermaksiat). Perlu beberapa tindakan yang lebih luas lagi. Harus ada usaha untuk menjalankan shalat yang wajib 5 waktu, tanpa ditinggalkan (kecuali pada saat haid dsb.). Dan mungkin bisa dicoba melakukan shalat2 sunnah juga, yang selama ini tidak dijalankan.

Apa bisa bangun di tengah malam? Kalau kerja atau kuliah, maka bisa dicoba pada malam minggu saja. Sebelum tidur pada malam minggu, pasang jam alarm untuk bangun jam 2-3 pagi. Coba bangun dan lakukan shalat tahajjud. Setelah shalat tahajjud, lakukan  shalat taubat. Dan setelah itu berdzikir terus sampai waktu subuh. Waktu tengah malam itu sangat bagus untuk mendekatkan diri kepada Allah, karena tidak ada gangguan dari manusia pada saat itu. Tidak ada telfon, sms, bbm, atau teman yang ajak jalan-jalan. Jadi bisa merasa berdua sama Allah. Manfaatkan kesempatan itu untuk bicara dengan Allah seolah-olah bicara dengan teman yang paling dekat, dan buka hati anda kepada Dia.

Keempat, coba membuat suatu kebiasaan baru: berdzikir sepanjang hari, sebanyak mungkin. Saya selalu bawa tasbih kalau pergi, tapi juga bisa menggunakan jari tangan atau di dalam hati saja. Saat duduk di dalam mobil, saya berdzikir sebanyak mungkin. Saat jalan2 di dalam mall (kalau sendirian) saya juga berusaha untuk berdzikir terus di dalam hati. Dan kalau istirahat dan nonton dvd di rumah, saya juga berdzikir pada saat yang sama. Artinya, setiap waktu yang bisa dikatakan “waktu kosong” di mana tidak ada kegiatan yang membutuhkan konsentrasi, saya berusaha untuk berdzikir.
Mungkin anda bisa coba seperti itu juga, dalam rangka berusaha untuk menjadi lebih dekat kepada Allah.

Ada dua dzikiran yang penting untuk dibaca oleh anda.
Pertama, “Alhamdulillah (segala puji bagi Allah). Dan kedua, Astaghfirullah” (mohon ampun kepada Allah). Dua-duanya ini penting sekali untuk dibaca terus. Baca Alhamdulillah untuk mensyukuri semua nikmat yang sudah Allah berikan kepada anda. (Ada kesehatan, keluarga, tempat tinggal, uang, motor, mobil, kesempatan kuliah atau kerja, dan masih diberikan umur panjang sehingga bisa bertaubat di dunia ini.) Dan istighfar (“Astaghfirullah”)  untuk mohon ampun atas semua dosa yang pernah dibuat. Di antara kedua itu, insya Allah ada pengaruh di dalam kehidupan anda, dan dosa yang sudah menjadi suatu kebiasaan bisa mulai berkurang.

Kelima, kalau dosa tersebut juga dilakukan bersama dengan orang lain, maka harus ada usaha untuk tinggalkan mereka dan mencari teman baru, atau berusaha sendirian dulu. Misalnya ada teman atau pacar yang selalu ajak mengunakan narkoba di rumah, maka untuk hindari dosa itu perlu juga menghindari orangnya. Karena keinginan untuk berdosa selalu muncul ketika dia ada, atau ketika dia ajak. Kalau tidak tinggal serumah dengan dia, maka perlu dihindari sebanyak mungkin. Bilang saja kepadanya secara jujur bahwa anda mau punya waktu sendirian untuk lebih mendalami agama, jadi tolong jangan diganggu minggu ini. Setelah itu kalau dia telfon terus, maka tidak usah dijawab. Kalau dia sms, hapus saja tanpa dibaca atau dibalas. Kalau dia ke rumah, maka minta tolong sama pembantu atau anggota keluarga untuk bicara dengan dia (tanpa buka pintu) dan mengatakan bahwa anda berada di kamar dan sudah berpesan tidak boleh diganggu, jadi dia sebaiknya pergi saja. Dengan usaha seperti itu, insya Allah dia akan menjadi jenuh sendiri dan akan berhenti menghubungi anda.

Keenam, pada saat mau melakukan dosa tersebut, berhenti sejenak, dan coba memaksakan diri untuk berpikir. “Allah sedang menyaksikan saya. Bisa saya tinggalkan perbuatan ini sampai besok?” Dan setelah berpikir begitu, coba ditunda perbuatan tersebut hingga besok. Dan besok melakukan yang sama lagi. Kalau dimulai pada hari Senin, misalnya, dan berhasil tunda sampai Rabu, tetapi Rabu tidak tahan dan melakukannya lagi, maka pada hari Kamis coba mulai lagi, dan menunda terus dengan cara yang sama sampai hari Minggu. Dan begitu seterusnya, sehingga frekuensi menjadi seminggu sekali saja, daripada setiap hari. Lalu diusahakan terus, sehingga menjadi sekali dalam 2 minggu. Setiap kali mengalami kegagalan, dan dilakukan lagi, jangan putus asa dan berhenti. Coba mulai lagi dengan semangat pada besok hari, dan merasa yakin bahwa anda bisa berubah, dan yakin bahwa Allah akan membantu anda kalau anda serius untuk bertaubat kepada-Nya.

Apapun usaha anda, dan apapun dosa anda, jangan merasa bahwa Allah tidak peduli kalau anda berubah atau tidak. Allah inginkan anda berubah, dan Dia siap mengampuni semua dosa anda, dan siap membantu anda. Jadi kalau mau dibantu sama Allah agar bisa berubah, dan agar bisa dapat banyak sekali nikmat dan bantuan lain di dalam dunia ini, kunci utama hanya satu: jangan sekali-kali tinggalkan shalat wajib. Itu jalur komunikasi yang formal dan wajib di antara kita dan Allah. Dan sesudah itu, berdoa dan berdzikir sebanyak mungkin setiap hari, agar bisa muncul suatu rasa “dekat dengan Allah” di dalam hati anda.

Semoga bermanfaat.
Wabillahi taufik walhidayah,
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto

Rasulullah SAW bersabda, “Ada seorang hamba yang berbuat dosa lalu dia mengatakan ‘Allahummagfirliy dzanbiy’ [Ya Allah, ampunilah dosaku]. Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan dosa’. (Maka Allah mengampuni dosanya), kemudian hamba tersebut mengulangi lagi berbuat dosa, lalu dia mengatakan, ‘Ay robbi agfirli dzanbiy’ [Wahai Rabb, ampunilah dosaku]. Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan dosa’. (Maka Allah mengampuni dosanya), kemudian hamba tersebut mengulangi lagi berbuat dosa, lalu dia mengatakan, ‘Ay robbi agfirli dzanbiy’ [Wahai Rabb, ampunilah dosaku]. Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan dosa. Beramallah sesukamu, sungguh engkau telah diampuni.”( HR. Muslim no. 2758).
(An-Nawawi dalam Syarh Muslim mengatakan bahwa yang dimaksudkan dengan ‘beramallah sesukamu’ adalah selama engkau berbuat dosa lalu bertaubat, maka Allah akan mengampunimu.)

8 comments:

  1. Terimakasih, anda membuka fikiran saya, anda membuat kekhawatiran saya dan rasa cemas saya terobati...semoga Allah SWT membalas dengan sebaik baiknya....aminn...

    ReplyDelete
  2. Terima kasih...akhir nye saya dapat jawap segala persoalan yang bermain di minda saya...terima kasih sekali lagi

    ReplyDelete
  3. Terimakasih ustadz

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. Terima kasih ustad.saya Jadi bnyak tau.saya mau bertoubat,saya terlalu bnyak dosa.mudah Allah(swt)mengapunin dosa-dosa saya.amin ya Allah.(Allahummagfiliy dzanbiy.)Amin ya Allah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba saja utk menjalankan ibadah sebanyak mungkin. Memperbanyak dzikir dan mohon bantuan kepada Allah untuk menjadi orang yang baik dan mulia. Dosa sebesar apapun tidak menghapus kewajiban utk beribadah. Jadi ibadah wajib tetap wajib, walaupun barusan melakukan dosa besar.
      Terus berdoa, dan berusaha, dan yakin Allah akan ampuni semua dosa bagi orang yang mau bertaubat. Semoga Allah berikan kemudahan kepada anda untuk menjadi orang saleh. Amin.

      Delete
  6. Saya tak bisa mengendalikan dosa yang sy lakukan meski sy sadar akan dosa besar itu,sy selalu bertaubat setelah berbuat tapi sy sulit berhenti melakukan dosa itu ya alloh ampuni ak...087839816042 mhon berikan saya doa dan amalan nya ustadz trimakasih byk

    ReplyDelete
  7. Semua itu benar adanya, kecuali jika anda homo, maka semua hal yg ditulis ini tidak berlaku, karena homo lebih buruk dr dosa apapun termasuk syirik/musyrik. Homo tidak bisa diampuni, homo hanya bisa dibunuh, betulkan pak? ^_^

    ReplyDelete