Saturday, June 30, 2007

Apakah Aplikasi Qur'an Pada Ponsel Termasuk Mushaf?


Assalaamu 'alaikum Pak Ahmad,

Saya ingin bertanya mengenai beberapa hal, yaitu:

1. Apakah aplikasi Al-Qur'an pada ponsel termasuk juga mushaf Al-Qur'an?

2. Bolehkan kita menjawab salam, walaupun tanpa menyebut nama Allah
ketika kita sedang berada di dalam WC?

3. Bolehkan kita membaca ayat-ayat Al-Qur'andi dalam hati ketika kita
sedang berada di dalam WC? Sebab kebetulan saya cukup sering mengakses
eramuslim via ponsel ketika saya berada di WC.

Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

Wassalaam,

Boymuh


Jawaban


Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

1. Aplikasi Al-Quran di HP atau PDAapakah merupakanMushaf?

Aplikasi Al-Quran di HP atau PDA adalah mushaf ketika sedang diaktifkan.
Sedangkan ketika sedang tidak diaktifkan, maka dia bukan mushaf.

Dan fenomena ini tidak pernah terjadi di masa nabi Muhammad SAW. Di
zaman itu, yang namanya mushaf pasti berbentuk benda yang tertulis di
atasnya. Baik terbuat dari kulit, pelepah kurma, tulang, batu dan
seterusnya.

Handphone, PDA, smartphone, laptop, PC, tablet, mp3 player, ipod, dopod
dan semua alat modern yang bisa diinstall program Al-Quran, jelas tidak
pernah ada di zaman nabi.

Namun demikian, benda-benda itu tidak pernah disebut sebagai mushaf
Al-Quran, kecuali pada saat program aplikasi Al-Quran di dalamnya
diaktifkan. Saat itulah benda-benda itu berfungsi sebagai mushaf
Al-Quran. Begitu dimatikan, wujudnya berubah lagi seperti semula.

Secara logika dan nalar sederhana, seharusnya saat di dalam WC kita
tidak mengaktifkannya, karena saat itu benda-benda itu berubah wujud
menjadi mushaf. Kira-kiraqiyasnya mirip dengan otak kita. Di dalam
memori otak kita pasti ada 'file-file' Al-Quran, dan selama file-file
itu tidak diaktifkan dalam bentuk dibunyikan lewat mulut, maka kita
boleh masuk WC. Sebaliknya, kita tidak boleh masuk WC sambil membacakan
hafalan Quran yang ada di otak kita sendiri. Biarkan saja file-file itu
diam sementara di otak, jangan diaktifka kecuali setelah kita keluar WC.
Memangnya tidak ada waktu-waktu lain?

Secara adab, kita memang dilarang untukmembawa dan membaca tulisan yang
mengandung nama Allah SWT atau nama yang diagungkan seperti nama para
malaikat. Atau nama nabi SAW.

Dalilnya adalah apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW bila masuk ke
tempat buang hajat, beliau mencopot cincinnya. Sebab di cincin itu
terukir kata "Muhammad Rasulullah."

Dari Anas bin Malik ra berkata bahwa Rasulullah SAW bila masuk ke WC
meletakkan cincinnya. (HR Arba'ah)


2. Dilarang Berbicara Saat Buang Hajat


Di antara adab buang hajat adalah kita dilarang melakukannyasambil
berbicara, apalagi menjawab salam. Dalilnya adalah hadits berikut ini:

Dari Jabir bin Abdillah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Bila
dua orang di antara kamu buang air, hendaklah saling membelakangi dan
jangan berbicara. Karena sesunguhnya Allah murka akan hal itu.


3. Mengakses Eramuslim di WC

Mengakses eramuslim.com pakai handphone memang menarik dan sangat
praktis, tetapi hindari melakukannya bila di dalam WC, terutama
halaman-halaman yang mengandung ayat Al-Quran.

Kalau sekedar membaca berita dunia atau berita nasional, mungkin tidak
masalah, tetapi jawaban di rubrik ini seringkali mengutip ayat Al-Quran,
hadits atau pun hal-hal suci lainnya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Era Muslim




No comments:

Post a Comment