Friday, September 12, 2008

Habis ngeganja berpuasa

Assalamu’alaikum wr.wb.,

Orang sering berkomentar kepada saya, kok banyak orang bisa melakukan korupsi padahal mereka shalat dan puasa. Kasus di bawah ini tidak jauh beda. Orang ini pakai ganja, tetapi sesudah itu masih ingin berpuasa.

Kasihan sekali ada orang seperti anak ini, tetapi walaupun dia menjadi orang yang “rusak”, masa ada usaha untuk mencari keterangan tentang status puasanya. Berarti masih ada harapan bahwa dia bisa bertaubat dari pemakaian ganja. Yang lebih parah lagi justru para pejabat yang melakukan korupsi tetapi tidak cukup peduli untuk mencari info tentang status puasanya. (Saya belum pernah lihat email di situs seperti Syariah Online yang bertanya “Saya habis melakukan korupsi di kantor. Apa puasa saya sah?”)

Kesannya, anak mudah yang pakai ganja ini tidak serusak pejabat yang lakukan korupsi.

Wassalamu’alaikum wr.wb.,

Gene Netto

######

Judul: Habis ngeganja berpuasa

Kategori: Puasa

Nama Pengirim: ridho

Tanggal Kirim: 2008-09-02 11:38:55

Tanggal Dijawab: 2008-09-05 09:35:42


Pertanyaan:

Assalamualaikum wr. wb. pak ustadz saya mau tanya nehhh kan dibulan ramadhan malam harinya saya ngeganja (nyimeng) nah itu kan saya besok harinya berpuasa dan puasa saya itu sah ngga ya?? apakah saya harus mandi wajib dulu biar puasanya sah......!!!mohon pak ustadz pencerahannya
segera di jawab ya pertanyaan saya ini


Jawaban

Assalamu’alaikum. Wr.Wb

Segala puja dan syukur kepada Allah Swt dan shalawat salam untuk RasulNya.

Mengkonsumsi barang-barang terlarang seperti ganja adalah perbuatan yang diharamkan agama. Larangan tersebut didasarkan pada ayat yang mengharamkan minuman keras (khomer). Dimana alasan dilarangnya meminum menuman keras adalah karena didalam minuman tersebut banyak dampak negatif yang ditimbulkan, seperti: memabukkan, merusak akal, merusak kesehatan, menimbulkan permusuhan, rasa saling membenci, semua itu adalah perbuatan keji syaitan yang diharamkan agama, QS. 5: 90-91. dan alasan-alasan itu juga terdapat dalam obat-obat terlarang lain seperti ganja, sabu-sabu, putaw, extasi, dan obat-obatan lain yang serupa. Dengan demikian hukumnya sama seperti khomer yaitu haram.

Larangan mengkonsumsi barang haram itu juga dijelaskan dalam hadits Rasulullah Saw:

عن عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ثَلَاثَةٌ قَدْ حَرَّمَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَلَيْهِمْ الْجَنَّةَ مُدْمِنُ الْخَمْرِ وَالْعَاقُّ وَالدَّيُّوثُ الَّذِي يُقِرُّ فِي أَهْلِهِ الْخُبْثَ

Dari Abdullah bin Umar, bahwa Rasulullah Saw bersabda: tiga golongan manusia yang Allah haramkan mendapat surga; pecandu khomer (atau obat-obatan yang sejenisnya yang memabukkan), durhaka kepada orang tua, dan orang yang tidak ada rasa cemburu dengan kemaksiatan yang ada di dalam keluarganya.

Dengan demikian, nyabu, ngeganja, mabuk-mabukkan adalah masuk dalam katagori dosa besar. Namun kemudian apakah puasa orang yang melakukan perkara terlarang itu tidak sah? Secara hukum, ada syarat sahnya puasa,yaitu: dikerjakan oleh seorang muslim, berakal, balig (dewasa), pada waktunya, tidak melanggar hal-hal yang membatalkan puasa. Jika seseorang memenuhi syarat tersebut, maka puasa yang dilakukan secara hukum adalah sah. Namun kemudian yang menjadi masalah adalah, nilai / pahala puasa itu seperti apa? Seseorang berpuasa disiang hari, menahan lapar dan dahaga, kemudian di malam harinya berbuat dosa besar, nyabu, ngeganja, esek-esek (na’udzubillah min dzalik) tentu hal yang sangat ironis. Besar pasak dari pada tiang, gali lubang tutup lubang. Disiang hari berbuat baik/pahala, dimalam hari berbuat dosa, bahkan dosanya lebih besar dari pahala yang didapat disiang hari. Dengan demikian, puasa nya tetap sah, namun mengenai kwalitas, pahala, nilai yang didapat, nol hasilnya kalau tidak boleh dibilang sia-sia. Jangankan ngeganja yang merupakan dosa besar, berkata-kata kotor, mengumpat, sangat dilarang ketika seseorang berpuasa, karena bisa membatalkan pahala puasa. Mungkin akan muncul pretanyaan, berarti lebih baik tidak puasa sekalian, daripada puasa juga gak dapat apa-apa? Maka jawabannya adalah, jika seseorang melakukan hal seperti itu, dosanya akan lebih berlipat lagi, sudah melakukan dosa besar, seperti ngeganja, ditambah tidak puasa pula. Karena kewajiban puasa adalah hal tersendiri, dan kemaksiatan adalah hal yang berbeda, meskipun ada keterkaitan dari segi pengaruh diterima atau tidaknya suatu amal perbuatan, dimana pahala amal sholeh bisa rusak disebabkan kemaksiatan. Ditinjau dari segi filosofi puasa, sebenarnya ia bukan hanya sekedar menahan makan dan minum di siang hari, tapi bagaimana kemampuan menahan nafsu makan dan minum itu bisa dilakukan dalam hal – hal lain termasuk kemampuan menahan nafsu berbuat maksiat.

Bersegeralah bertaubat, berhentilah dari memahami agama dengan sepenggal- penggal, diambil yang seseui dengan selera nafsu dan meninggalkan banyak perintah serta melanggar banyak larangan, berhentilah dari bermain-main dengan agama, mencampur aduk antara kebenaran dan kebatilan, di satu sisi menjalankan kewajiban, namun pada kesempatan yang sama melakukan kemaksiatan dengan sadar dan sengaja.

Allah selalu membuka pintu taubatNya bagi siapa saja yang sadar dan ingin kembali ke jalanNya. Berkumpullah dengan orang-orang baik, dengan harapan kebaikan mereka bisa menular dan memberi dampak baik kepada orang-orang yang bersamanya. Wallahu a’lam.

Sumber: Syariahonline.com

15 comments:

  1. subhanallah. jawaban nya keren banget,, :*

    ReplyDelete
  2. Assalamualaikum

    Saya manusia yg mudah tergoda pak ustad, niat untuk tidak melakukan maksiat ini (ganja) di bulan puasa akhirnya di goda oleh teman untuj menghisapnya, dan akhirnya sya hisap nah stelah itu saya tidak mandi junub langsung sahur dan niat puasa.. bagaimana dgn memperbaikinya.. apa bisa mandi stelah subuh / sekitar jam 9an?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa‘alaikumsalam wr.wb.,
      Isap ganja adalah dosa yang setara dgn minum alkohol (semua narkoba sama), karena membuat pemakainya “mabuk”. Tidak ada hubungan dgn mandi junub. Mandi junub itu bagi org dlm kondisi “junub” karena sperma keluar, haid, dsb. Kl sudah selesai isap ganja sebelum waktu subuh, maka itu menjadi dosa di malam hari, dan bukan hal yang batalkan puasa kecuali dilakukan di siang hari juga. Tapi isap ganja menjadi dosa yang serius, sama spt semua narkoba, alkohol, dll. yang akan HAPUS PAHALA PUASA. Jadi buat apa dilakukan, dengan masih peduli pada puasanya? Hanya dapatkan lapar dan haus tanpa pahala.

      Delete
    2. Subhanallah keren jawabannya, kena bgt, jd istilahnya plus minus ya pak ustad, dpt pahala di siang hari tp seketika itu jg pahalanya raib di malam hari mungkin seperti itu kira2 ya pak ustad...insha allah bakal lebih ane kuatin buat gak tergoda lg deh

      Delete
  3. Pa ustad saya mau tanya, kalo ganja di pakai untuk pengobatan haram tidak? Setau saya ganja ada hal positif nya juga pa, di negara negara maju seperti inggris sudah mematenkan ganja medis itu rerbukti ada riset nya ganja menjadi obat glaucoma,alzheimer,epilpesi,kanker,arthritis,multiple sclerosis, dan ganja untuk produksi baju,kertas,pelastik,bahan pembangunan, dan masih banyak lagi, menurut pukul ustad bagaimana menangapai nya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf, saya kurang tahu. Tapi sepertinya akan tetap haram. Karena dilarang atas sebabnya mirip dgn alkohol dan bikin orang “mabuk”. Jadi kl mau minum alkohol atau isap ganja dgn alasan kesehatan, tetap saja menjadi teler, dan dalam kondisi mabuk dilarang shalat. Jadi sptnya tidak bisa menjadi alasan. Ganja bukan satu2nya obat yang bisa dipakai, tapi disukai bbrp orang di atas obat lain yg ada. Jadi itu setara dgn mengatakan anggur lebih enak diminum daripada obat dari dokter, jadi mau minum anggur sebagai “obat” karena lebih enak. Tidak boleh begitu.

      Kl serat dari ganja dipakai utk baju, mungkin bisa oke, karena sifat ganja yang bikin mabuk hanya terjadi ketika dibakar, sedangkan ketika hanya menjadi tanaman saja, maka tidak haram zatnya, spt halnya anggur sebagai buah juga tidak haram.

      Delete
  4. apakah kalau sudah memakai ganja apa kita wajib mandi junub?

    ReplyDelete
  5. Pak ustadz semalam saya habis meminum bir bintang yg kadar alkoholnya 5% kalo gak salah, paginya saya mandi wajib karna masa haid saya sudah habis terus saya langsung sholat dhuha, apakah sholat saya diterima sedangkan hadist meminun khamar itu sholatnya tidak diterima 40hr

    ReplyDelete
    Replies
    1. Minum Khamar (Alkohol), Shalat Tidak Diterima 40 Hari

      Dari Ibnu Umar ra bahwa Nabi SAW bersabda, "Orang yang minum khamar, tidak diterima shalatnya 40 hari. Siapa yang bertaubat, maka Allah memberinya taubat untuknya. Namun bila kembali lagi, maka hak Allah untuk memberinya minum dari sungai Khabal." Seseorang bertanya, "Apakah sungai Khabal itu?" Beliau menjawab, "Nanahnya penduduk neraka." (HR Ahmad)

      Dari Abdullah bin Amr berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang minum khamar lalu mabuk, tidak diterima shalatnya 40 hari. Bila dia mati masuk neraka. Bila dia taubat, maka Allah akan mengampuninya. Namun bila kembali minum khamar dan mabuk, tidak diterima shalatnya 40 hari. Bila mati masuk neraka. Bila dia kembali minum, maka hak Allah untuk memberinya minum dari Radghatul Khabal di hari kiamat." Para shahabat bertanya,"Ya Rasulallah, apakah Radaghatul khabal?" Beliau menjawab,"Perasan penduduk neraka." (HR.Ibnu Majah)

      Dari Ibnu Umar ra. berkata, "Siapa yang meminum khamar meski tidak sampai mabuk, tidak diterima shalatnya selagi masih ada tersisa di mulutnya atau tenggorokannya. Apabila dia mati maka dia mati dalam keadaan kafir. Bila sampai mabuk, maka tidak diterima shalatnya 40 malam. Dan bila dia mati maka matinya kafir.(HR An-Nasai)
      Para ulama mengatakan bahwa orang yang minum khamar itu kafir, maksudnya bukan dia murtad dari Islam, melainkan maksudnya adalah bahwa dia seperti orang kafir yang apabila melakukan shalat, maka shalatnya tidak diterima, selama dia menunaikan sesuai dengan rukun dan aturannya. Namun bukan berarti kewajibannya untuk shalat menjadi gugur. Tidak, shalat tetap wajib atasnya, namun selama 40 hari tidak akan diterima shalat itu di sisi Allah.

      Sungguh sangat rugi orang yang minum khamar, sudah tetap wajib shalatnya tapi tidak diterima lagi.

      Delete
    2. Kalau kemarin minim alkohol, maka sesudahnya shalat wajib tidak diterima selama 40 hari. Jadi pahalanya nol, tapi masih wajib shalat. Jadi sangat rugi.

      Delete
  6. Tolong ustand bantu sya bimbing suami sya yg mualaf agar berhenti mengonsumsi alkohol. . . Bukanx sya menbuat beliau brhenti. Sya ikutan pula. Sya takut klo mengingatkan dgan nada kasar. Beliau marah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba cari ustadz dekat rumah dan ajak suami belajar dari ustadz itu. Kl suami marah ketika diajak taati hukum Allah, berarti dia tidak peduli pada hukum Allah, jadi buat apa menjadi muallaf?

      Delete
  7. Assalamualaikum ustadz, bolehkah kita memelihara anjing dirumah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haram Memelihara Anjing di Rumah

      Singkatnya: Haram untuk memelihara anjing selain untuk berburu, menjaga hewan ternak atau menjaga tanaman.

      Hadits Pertama
      Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa memelihara anjing, maka amalan sholehnya akan berkurang setiap harinya sebesar satu qiroth (satu qiroth adalah sebesar gunung uhud), selain anjing untuk menjaga tanaman atau hewan ternak.”
      Ibnu Sirin dan Abu Sholeh mengatakan dari Abu Hurairah bahwa Nabi SAW mengatakan, “Selain anjing untuk menjaga hewan ternak, menjaga tanaman atau untuk berburu.”
      Abu Hazim mengatakan dari Abu Hurairah bahwa Nabi SAW bersabda, “Selain anjing untuk berburu atau anjing untuk menjaga hewan ternak.” (HR. Bukhari)
      [Bukhari: 46-Kitab Al Muzaro’ah, 3-Bab Memelihara Anjing untuk Menjaga Tanaman]

      Hadits Kedua
      Dari Ibnu ‘Umar, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa memelihara anjing selain anjing untuk menjaga binatang ternak, maka amalannya berkurang setiap harinya sebanyak dua qiroth (satu qiroth adalah sebesar gunung uhud).” (HR. Muslim: 23 Kitab Al Masaqoh).

      Hadits Ketiga
      Dari Salim bin ‘Abdullah dari ayahnya –‘Abdullah-, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa memelihara anjing selain anjing untuk menjaga binatang ternak dan anjing untuk berburu, maka amalannya berkurang setiap harinya sebanyak satu qiroth (satu qiroth adalah sebesar gunung uhud).” (HR. Muslim: 23 Kitab Al Masaqoh).
      ‘Abdullah mengatakan bahwa Abu Hurairah juga mengatakan, “Atau anjing untuk menjaga tanaman.”
      An Nawawi membawakan hadits ini dalam bab yang sama dengan hadits sebelumnya.

      Hukum Memanfaatkan Anjing
      Para ulama sepakat bahwa tidak boleh memanfaatkan anjing kecuali untuk maksud tertentu yang ada hajat di dalamnya seperti sebagai anjing buruan dan anjing penjaga serta maksud lainnya yang tidak dilarang oleh Islam. Ulama Malikiyah berpendapat bahwa terlarang (makruh) memanfaatkan anjing selain untuk menjaga tananaman, hewan ternak atau sebagai anjing buruan. Sebagian ulama Malikiyah ada yang menilai bolehnya memelihara anjing untuk selain maksud tadi. (Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah, 25/124).

      Delete