Thursday, February 25, 2010

Mahasiswa AS Ditahan 5 Jam di Bandara Karena Punya Kartu Dengan Tulisan Arab

Assalamu'alaikum wr.wb.,
Banyak orang bertanya kenapa saya tidak ganti nama, dengan nama yang Muslim setelah masuk Islam. Anak ini punya nama orang barat yang biasa. Bagaimana kalau dia berkulit putih dengan mata biri, tetapi namanya Muhammad Yusuf, dan dia beragama Islam? Kira-kira perilaku petugas terhadap dia lebih baik atau lebih buruk dari ini?
Hati-hati kalau ke negara barat, dan membawa Al Qur'an, tulisan Arab, atau memiliki nama Muslim. Jangan heran kalau anda juga ditahan…
Wassalamu'alaikum wr.wb.,
Gene

Mahasiswa AS Ditahan 5 Jam di Bandara Karena Punya Kartu Dengan Tulisan Arab

Jumat 12 February, 2010
Seorang mahasiswa asal Amerika, yang sedang belajar bahasa Arab dalam kuliahnya, ditahan di bandara Philadelphia, AS, karena membawa kartu-kartu dengan tulisan Arab di atasnya.

Nicholas George, 22 tahun, seorang mahasiswa di Pomona College, sedang kembali ke kampus, ketika dia dihentikan oleh petugas bandara di tempat pemeriksaan, dan disuruh mengeluarkan seluruh isi dari kantong-kantongnya.

Di dalam kantongnya, ada sebungkus “flashcards”, yaitu kartu kecil yang digunakan untuk menghafalkan kosa kata, dengan bahasa Arab di depan, dan bahasa Inggris di belakang. George ditanyakan oleh petugas tentang bagaimana perasaannya terhadap kejadian “9/11” (September 11)? Apakah George tahu siapa yang melakukannya? Dan bahasa apa yang mereka gunakan? Setelah George menjawab, petugas mengangkat kartu2 itu dan bertanya, “Apa kamu paham kenapa kartu2 ini membuat kami curiga pada kamu?”

Setelah itu, seorang polisi memborgol George dan mengantar dia ke sel tahanan (dengan melintas daerah umum di terminal bandara). George ditahan di situ selama 4 jam: dua jam dalam keadaan diborgol, dua jam dengan borgol dilepaskan. Petugas tetap memeriksa semua barang milik George, dan sekaligus memanggil 2 petugas FBI untuk bantu menyelidiki dia.

Ketika ditanyakan apakah dia paham kenapa dirinya ditahan, George menjawab “tidak”. Petugas FBI membalas bahwa George adalah “fu*king idiot!” Lalu George ditanya kalau dia adalah anggota kelompok pro-Islam di kampusnya. Setelah diinterogasi oleh FBI selama 30 minit, akhirnya petugas mengatakan, “Kamu ini bukan sebuah ancaman!” dan George dipersilahkan pergi. Tanpa ada yang minta maaf kepadanya.

Setelah kembali ke terminal bandara, George diberitahu bahwa dia harus menunggu besok hari untuk dapat penerbangan berikut.

Selama diinterogasi, George mengatakan bahwa dia berusaha untuk menjawab semua pertanyaan dari petugas dengan baik dan jujur, karena tidak ada yang perlu dia sembunyikan (dia hanya seorang mahasiswa biasa, yang kebetulan belajar bahasa Arab). Walaupun begitu, dia masih ditahan 5 jam dan tidak bisa naik pesawat sampai besok hari. Hanya karena membawa flashcard untuk belajar bahasa Arab.

George sedang dibantu oleh pengacara dari sebuah LBH untuk menunut petugas bandara dan FBI. Setelah ditahan, George tidak diberitahu kenapa dia diborgol (kaya penjahat), kenapa ditahan, dan tidak dibacakan hak-haknya (seperti berhak menelfon pengacara).

Kata pengacaranya, Nicholas George diborgal dan ditahan selama beberapa jam, diinterogasi tentang penyerangan September 11, hanya karena dia mau belajar bahasa Arab, sebuah bahasa yang digunakan oleh ratusan juta orang di dunia ini. Pelanggaran seperti ini oleh petugas sangat membuang waktu dan juga melanggar Konstitusi, katanya. 

Sumber: Truthout.org

No comments:

Post a Comment