Jumat, 19/02/2010 12:32 WIB
Sugianto - detikSurabaya
Probolinggo - Ulah guru yang satu ini tidak patut ditiru. Gara-gara salah seorang muridnya tidak mengerjakan pekerjaan rumah (PR) matematika, dia memaksa Dwi Agung Cahyono (16), makan kapur tulis. Akibat ulah guru SMP 6 Kota Probolinggo, bernama Diana Djahra (40) tersebut, Dwi, siswa kelas 9 D ini jatuh sakit dan terpaksa tidak masuk sekolah.
"Perut saya sampai sekarang merasa mules dan sakit, akibat makan kapur tulis itu," aku Dwi, saat ditemui detiksurabaya.com di rumahnya Kelurahan Sumber Wetan, Kecamatan Kedupok, Kota Probolinggo, Jumat (19/2/2010).
Dwi menuturkan, peristiwa itu terjadi pada Selasa (16/2/2010) lalu. Bahkan, tambahknya, yang dipaksa makan kapur tulis itu tidak hanya dirinya, melainkan juga ada salah seorang siswa bernama Ivan (16), siswa kelas 9 C juga mengalami serupa."Dia juga dipaksa makan kapur tulis seperti saya," cerita Dwi yang didampingi kedua orangnya itu.
Meski kondisi korban kini masih lemas dan perutnya merasa mules-mules, namun kedua orangtuanya, Haryono (50) dan Ny Simah tidak membawa anaknya periksa ke dokter. Mereka mengaku tidak mempunyai biaya untuk memeriksakan anaknya. "Sampai sekarang belum diperiksakan ke dokter. Terus terang kami tidak mempunyai uang," ungkap Haryono.
Haryono sendiri mengaku sangat menyayangkan dengan perilaku guru yang telah memaksa anaknya makan kapur tulis itu. Apalagi sejak kejadian itu, anaknya enggan untuk masuk sekolah lagi. "Dia tidak mau masuk sekolah lagi. Karena dia katanya malu kepada teman-temannya," tambah Haryono diiyakan istrinya, Ny Simah.
Sementara itu, Diana Djahra, saat dikonfirmasi wartawan di kantor SMP 6 Kota Probolinggo menolak untuk dimintai keterangannya. Bahkan, dia marah-marah dan meminta ID Card wartawan kalau hendak meminta konfirmasi. "Persoalan ini sudah selesai kok ,dan sudah tidak apa-apa," kilahnya dengan nada tinggi. (bdh/bdh)
Sumber: detik.com
Search This Blog
Labels
alam
(8)
amal
(45)
anak
(315)
anak yatim
(75)
bilingual
(21)
bisnis dan pelayanan
(6)
budaya
(8)
dakwah
(84)
dhuafa
(6)
for fun
(12)
Gene
(168)
guru
(68)
hadiths
(9)
halal-haram
(24)
Hoax dan Rekayasa
(32)
hukum
(57)
hukum islam
(51)
indonesia
(487)
islam
(541)
jakarta
(27)
kekerasan terhadap anak
(371)
kesehatan
(94)
Kisah Dakwah
(13)
Kisah Sedekah
(9)
konsultasi
(13)
kontroversi
(5)
korupsi
(22)
KPK
(12)
Kristen
(14)
lingkungan
(18)
mohon bantuan
(13)
muallaf
(49)
my books
(2)
orang tua
(11)
palestina
(33)
parenting
(2)
pemerintah
(99)
Pemilu 2009
(36)
pendidikan
(497)
pengumuman
(23)
perang
(9)
perbandingan agama
(12)
pernikahan
(11)
pesantren
(48)
politik
(111)
Politik Indonesia
(29)
Progam Sosial
(15)
puasa
(35)
renungan
(187)
Sejarah
(5)
sekolah
(94)
shalat
(11)
sosial
(281)
tanya-jawab
(15)
taubat
(6)
umum
(13)
Virus Corona
(24)
Popular Posts
-
[Pertanyaan]: 1) Saya mau nanya nih, saya pernah melakukan onani setelah berbuka puasa. Apakah puasa saya pd hari itu di terima? 2) Saya per...
-
Walaupun Bermaksiat, Shalat Masih Wajib Ada orang yang mengaku sering melakukan maksiat dan tidak bisa tinggalkan. Temannya me...
-
Masih perlu alasan untuk tidak percaya pada hasil pemilu 2009? Ini dia. Begitu besar perolehan Partai Demokrat, sampai bisa menjadi rekor du...
-
Assalamu'alaikum wr.wb. Kemarin saya sibuk ketemu orang bule yang masuk Islam karena mau menikah dengan wanita Indonesia. Saya diberi...
-
Assalamu'alaikum wr.wb., Di milis pendidikan, seorang bapak bertanya bagaimana menghadapi anak didik atau anak kandung yang mau murtad. ...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Memperkenalkan Radio for Education. Guru sekolah telah diseleksi untuk ikuti workshop yang dibuat oleh Ya...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Ada seorang isteri yang bertanya apa benar bahwa dia mesti “taat pada suami” walaupun suaminya ketahuan ber...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Seperti biasa, ini kisah rekayasa, dengan menggunakan nama orang yang benar. Prof. Fidelma O'Leary mema...
-
Oleh Dr. Yusuf Qardhawi Setiap yang keluar dari tubuh manusia – karena melihat pemandangan-pemandangan yang merangsang...
-
Assalamu'alaikum wr.wb., Di bawah ini ada email yang masuk ke milis pendidikan dari Sekjen Klub Guru Indonesia. Dia jelaskan bahwa Malay...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment