Tuesday, July 06, 2010

Bahayanya Menikah Dengan Orang Yang Masuk Islam Karena Mau Menikah

Assalamu'alaikum wr.wb.,

Kemarin aku sibuk ketemu orang bule yang masuk Islam karena mau menikah dengan wanita Indonesia. Saya diberitahu bahwa dia mau ketemu saya untuk “belajar tentang Islam”. Tetapi setelah ketemu, dan saya mulai menjelaskan Islam, sudah jelas sekali bahwa dia tidak tertarik untuk belajar. Karena mau menikah pada akhir tahun ini, dia sudah bersyahaddat. Tetapi dia malah memberi kesan bahwa dia tidak begitu peduli pada Islam, dan hanya sebatas mau menghormati keinginan dari keluarga pihak perempuan (bahwa dia harus Muslim). Saat diajak shalat oleh orang lain, dia menjadi jenuh dan menolak untuk ikut shalat.

Jadi, Islam bagi dia dan ribuan orang lain, hanya sebagai syarat untuk menikah dengan wanita Indonesia. Islam bukan suatu jalan yang benar yang harus ditempuh.
Yang membuat saya heran, kenapa terus2an ada kasus baru seperti ini? Kenapa begitu banyak wanita Indonesia mau menikah dengan orang bule, dan Islam menjadi syarat yang tidak begitu penting? Seakan-akan Allah tidak sanggup memberikan mereka jodoh yang sudah menjadi seorang Muslim yang baik, yang rajin shalat dan sebagainya.

Mereka bersikeras harus menikah dengan si bule, walaupun dia tidak begitu peduli pada agama Islam. Dan bapak dari sisi perempuan kenapa bisa dibujuk untuk memberikan izin pernikahan kepada mereka? Seharusnya dia tidak mau, terutama kalau si calon suami menolak ajakan untuk shalat.
Tetapi terus-terusan, ada kasus baru seperti ini, dan setiap kasus baru mirip sekali dengan kasus sebelumnya. Mayoritas dari wanita itu yang berkonsultasi kepada saya tetap menikah, walaupun saya sudah memberikan peringatan tentang bahayanya menikah dengan orang yang hanya masuk Islam sebagai syarat untuk menikah.

Sudah ada puluhan wanita yang bertemu atau hubungi saya karena mereka mau mengeluh tentang suaminya yang bule (dan juga ada sebagian orang pribumi yang hanya masuk Islam untuk menikah). Mereka sudah menikah dengan orang bule dari 10-15 tahun yang lalu, dan sampai dengan sekarang, suami2 mereka itu tetap tidak mau mengenal Islam atau shalat. Dan Ibu2 itu minta saya mengajarkan Islam kepada suami mereka, sehingga bisa shalat dsb. Tetapi si bule selalu menolak.

Lalu Ibu2 itu komplain kepada saya dan bertanya kalau saya bisa “memperbaiki” suami mereka. Tentu saja tidak bisa, karena mereka sudah dapat isteri dan anak, jadi Islam bisa dibuang karena hanya bermanfaat pada saat ijab qabul saja.

Walaupun saya selalu memberikan peringatan kepada wanita yang mau menikah dengan orang bule yang masuk Islam hanya sebagai syarat untuk menikah, tetap selalu ada kasus baru. Dan setelah 10 tahun, mungkin saya akan bertemu lagi dengan perempuan itu, dan dia akan mengeluh juga tentang suaminya, persis seperti ibu-ibu yang lain.

Kalau mau menikah, sebaiknya utamakan agama Islam di atas semua syarat yang lain. Dan kalau merasa bahwa orang bule adalah jodoh anda, jangan buru2 menikah. Tetapi memberikan dia waktu untuk masuk Islam, dan menjalankan shalat sendiri. Kalau dalam 6 bulan, sudah kelihatan bahwa dia serius tentang Islam, silahkan menikah. Tetapi kalau tidak, sebaiknya ditinggalkan dengan harapan Allah bisa memberikan yang lebih baik.

Sayangnya, nasehat seperti ini lebih banyak diabaikan. Dan setelah 10 tahun, ibu2 yang sudah menikah dulu mengeluh kepada saya tentang suaminya yang tidak mau shalat.
Dan pada saat anak2 mereka disuruh shalat, dengan tenang mereka bisa menjawab, “Buat apa mesti shalat? Bapak tidak shalat!”

Menikah dengan orang yang masuk Islam sebagai syarat untuk menikah, dan bukan karena merasakan kebenaran Islam di dalam hatinya, adalah suatu hal yang yang mengandung risko besar. Sayangnya, ada banyak sekali wanita Indonesia yang siap ambil risiko.

Wassalamu'alaikum wr.wb.,
Gene

45 comments:

  1. Assalamualaikum Wr Wb. Bagus sekali ulasan Anda. Setidaknya ini bisa menjadi warning buat kaum wanita Indonesia yang berkeinginan menikah dengan pria asing atau pria non-Muslim. Saya suka dengan tips yang Anda berikan. Lumayan, buat masukan diri sendiri dan juga kaum hawa supaya lebih introspeksi bila ingin menjalin hubungan serius dengan non-Muslim. Menikah dengan orang yang berbeda kebudayaan saja sudah bisa menimbulkan culture shock, apalagi dengan orang yang beda agama. Salut buat om Gene. Makasih, wasalam

    ReplyDelete
  2. kesimpulannya satu:
    kalau mau menikah sama bule, menikah lha dengan bule yang emang islam, bukan karena alasan pernikahan lalu menjadi mualaf, yang sedari lahir muslim, banyak toh hehehehe:)

    tulisan pak gene banyak benernya, tentang alasan orang berislam karena menikah, kalau ga karena hidayah, hanya formalitas untuk administrasi dan ijab kabul saja, masalah sholat dllnya agak sedikit terabaikan, karena kasus seperti ini ada didekat saya sendiri,(**Semoga teman saya ini, akhirnya benar-benar menjalankan perintahNya, alhamdulilah sedikit2 sih mulai..belajar lagi, karena terpacu sama puteranya yang pinter ngaji di TPA )
    dan perjuangan suaminya yang tidak kenal letih mengajarkannya berislam...(temen saya bukan bule:D)

    ReplyDelete
  3. Mengutip dari tulisan di buku yang judulnya: "Nikah Sama Bule", terbitan Lingkar Pena Publishing House, th 2006, Halaman 132, Disusun oleh Rahmadiyanti dan ditulis oleh 10 muslimah Indonesia yang menikah dengan WNA dari berbagai bangsa: Australia, Swedia, Denmark, Amerika, Jepang dan Bosnia.

    Halaman 132:"Yang menurut saya harus diingat adalah, jangan sampai masuk Islam HANYA karena alasan menikah tanpa ada minat terhadap Islam itu sendiri. Adalah hal yang salah kalau orang beranggapan bahwa ketika sudah menikah akan memudahkan seorang mualaf untuk belajar lebih dalam tentang Islam. Semua butuh perjuangan dan tidak lupa kita sendiri harus menjadi muslimah yang kuat. Kita herus menunjukan bagaimana kita sebagai muslimah yang taat dan mendampingi suami berproses tanpa memaksa, tetapi tetap berusaha memotivasi."

    Selanjutnya di halaman 134:" Pernikahan ada ladang dakwah baru. Pernikahan adalah awal terbentuknya masyarakat baru, dan keluarga adalah miniatur sebuah masyarakat. Adalah suatu tantangan bagi setiap keluarga muslim untuk mendidik anak-anaknya secara islami di lingkungan yang tidak islami. Semua harus berawal dari keluarga. Kita tidak bisa menyuruh anak salat dan membaca Qur'an ketika mereka tidak pernah melihat kita melakukannya..."

    Intinya: Setuju dengan Bpk Gene.
    /salam

    ReplyDelete
  4. Assalamualaikum

    Saat membaca tulisan ini,aku jadi ingat dulu waktu masih aktif di sebuah Masjid di daerah Tebet, hampir tiap bulan aku melihat bule bersyahadad, yang tujuannya untuk menikahi seorang muslimah.

    Aku bingung, kenapa bule-bule di Indonesia mempunyai selling point yang tinggi. Sepertinya bangga sekali kalau bersuamikan bule.

    Kalau bulenya sholeh sih it's ok, tapi kalau bulenya ngga mau belajar agama Islam secara serius dan ngga mau mengamalkannya, ya untuk apa? meskipun gantengnya selangit tapi kalau ngga sholat, ya bakal makan hati deh.

    Islam mengajarkan, lebih baik menikah dengan budak yang berkulit hitam tapi sholeh, dari pada menikah dengan lelaki tampan yang menarik hati kita tapi tidak sholeh.

    Kalau hanya alasan "PERBAIKAN KETURUNAN", lelaki Indonesia banyak sekali yang tampan lagi sholeh, jadi kenapa harus berburu bule?

    Apa-apa yang kita dapatkan adalah sesuai dengan usaha kita. Wanita baik-baik akan berjodoh dengan laki-laki yang baik dan sebaliknya. Jadi mulai dari sekarang mari kita tingkatkan point kita, Insya Allah, Allah Ta'ala akan memberikan kita jodoh yang setara.

    Wallohua'lam Bisowwab.

    nenghaji

    ReplyDelete
  5. Menarik sekali membaca artikel ini, serasa menyentil..kebetulan saya termasuk salah seorang muslimah yang menikah dengan bule. Saya menikah dengan seorang bule Australia dan tinggal di Australia, dan menemukan blog ini secara kebetulan. Suami saya seorang mualaf yang sampai pernikahan kami menginjak usia ke sepuluh, sang beliaunya belum menjalankan kewajibannya sebagai muslim, walau kalau boleh jujur, perilakunya bisa dibilang islami untuk ukuran seorang bule. Beliau tidak minum minuman keras, tidak mengkonsumsi babi jauh sebelum menikah dengan saya. pertemuan kamipun , atas ridho Allah swt. Saya bertemu lewat sahabat pena, dan dia mencari seorang istri yg muslim taat. Kami menikah secara islam, dan saya sendiri sehari2 mengenakan kerudung, serta menjalankan kewajiban2 sbg muslimah. Tdk pernah skip sholat dan puasa, namun demikian, suami belum tergerak hatinya, belai sdh membaca buku2 agama islam termasuk terjemahan qur'an, namun tetep saja hidayah belum mencapai hatinya. Alhamdulillah, suami saya selalu mensupport kegiatan keagamaan yang saya jalani, saya sendiri selama inis dh berusaha keras memberi contoh namun belum berhasil menggerakkan hatinya. Jujur ini yang menjadi ganjalan dlm perkawinan kami, untuk urusan perkawinan kami tdk ada masalah, krn karakter suami lemah lembut. Apa yang haru saya lakukan...? pertanyaan klise memang...?

    ReplyDelete
  6. Jelaslah apa yang dikatakan Al-quran surat Al BAqarah ayat 8 bahwasannya dianatara manusia ada yang mengaku beriman kepada alloh dan hari kemudian padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang orang yang beriman.berhati2lah menikah dengan bukan muslim karena akan menjadikan penyesalan yang dalam di hari nanti pilihlah pasangan yang seiman yang mampu membimbing dan membawa kejalan yang benar....

    ReplyDelete
  7. @Anonymous, saya merasa kurang cocok dengan sikap dari sebagian perempuan yang sudah terlanjur menikah dengan orang bule. Kalimat yang sulit diterima oleh saya adalah seperti ini:
    >> sang beliaunya belum menjalankan kewajibannya sebagai muslim, walau kalau boleh jujur, perilakunya bisa dibilang islami untuk ukuran seorang bule.

    Apa kira-kira artinya “untuk ukuran seorang bule”? Emang ada beberapa macam “Islam”? Ada Islam versi keturunan (yang benar). Ada versi Islam Arab yang paling bagus dari semua. Ada versi Islam bule, yang tidak begitu bagus, dan shalat tidak dijalankan. Ada versi Islam Eskimo yang tidak mewajibkan puasa. Ada versi Islam orang Afrika yang rusak parah. Dan sebagainya.

    Apakah begitu Islam? Bukanya Islam itu SATU?
    Kalau setuju bahwa Islam hanya satu, lalu ada seorang suami yang tidak menjalankan perintah Allah, dan hidayah belum masuk ke dalam hatinya, bukanya itu berarti dia itu NON MUSLIM? Alias TIDAK beriman kepada Allah?

    Kalau saya lihat, ini masalah yang sangat besar bagi wanita yang menikah dengan pria asing (bule). Mereka merasa orang bule tidak begitu perlu taat dalam agama, karena mereka bule. Bukan Islam keturunan.
    Tetapi SEMUA sahabat Nabi Muhammad SAW dan banyak sekali tokoh Islam dari generasi terdahulu adalah Non-Muslim dari lahir, dan kemudian masuk Islam. Kenapa perempuan di sini selalu siap memberikan kelonggaran yang sangat besar buat pria-pria yang bule ini di zaman ini? Dari mana mereka dapat hak kelonggaran tersebut, padahal sahabat Nabi tidak dapat, orang Cina zaman dulu tidak dapat, orang Afrika tidak, orang Melayu tidak, dan seterusnya. Hanya ada satu Islam, dan ada yang beriman dan tidak beriman.

    Kalau ada yang tidak mau shalat dan tidak percaya kepada Allah dan Rasulullah, maka orang tersebut adalah NON MUSLIM. Bukan “Muslim, tapi bule, jadi lumayan bagus untuk ukuran bule”

    Sayangnya, sangat jarang ada perempuan di sini yang mau suruh di bule masuk Islam dan shalat dulu sekian bulan sebelum menikah. Banyak yang syahaddat pada hari perkawinan, dan itu menjadi satu-satunya saat mereka dekat dengan Islam. Sesudahnya langsung tinggalkan saja.
    Tetapi para perempuan mau hidup bersama mereka terus, dan secara rutin mengeluh, tetapi tidak mau ambil tindakan sedikit pun terhadapnya, dengan alasan duniawi terus.

    Kalau ada yang mau bertindak, ada banyak contoh. Yang paling keras, ancam akan cerai kalau tidak mau jalankan perintah Allah dan beriman kepadanya.
    Yang paling sedikit, pisahkan dari tempat tidur dan suruh tidur di sofa saja, sampai mau menjadi seorang muslim yang benar, dan sebagainya.

    Tetapi jarang ada yang mau, dan alasannya banyak. Kehidupan duniawi, perasaan, dan emosi lebih utama di dalam hati mereka daripada cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya.

    Wassalam,
    Gene

    ReplyDelete
  8. lha ini alasannya Gene Netto laku keras, soalnya bule dan nampaknya a pious moslem he he ( just kidding).

    Ada kisah di zaman Rosululloh Sholallohu'alaihiwasalam, ada seorang wanita muslim yang dipinang oleh lelaki kafir yang kaya raya dan tampan. Si wanita mengajukan syarat kalau memang si lelaki mau menikahi ya harus masuk Islam, dan akhirnya si lelaki menikahi wanita tersebut dan mas kawinnya adalah besyahadat. Setelah masuk Islam lelaki itu bersungguh sungguh dalam belajar agama Islam dan kemudian mengakkan ajaran Islam dengan sungguh-sungguh.

    Tapi ini terjadi di zaman Nabi, saat fitnah masih sangat sedikit.

    Tidak tau kalau hal itu terjadi di zaman ini zaman yang penuh dengan fitnah, mungkin bisa juga para lelaki mualaf menjadi lelaki yang sholeh.

    Kalau mengenai orang muslim yang ngga mau sholat, ngga hanya bule muslim kok, banyak orang islam indonesia asli yang meninggalkan sholat. ini aku lihat sendiri setelah 5 kali pindah kantor, maka disetiap kantor ada saja teman muslim satu ruangan yg tdk menjalankan sholat 5 waktu. Ada yang total meninggalkan ada yang masih sholat pada hari jumat saja.

    Impian banyak muslimah adalah mempunyai suami yang sholeh yang cinta masjid dan bisa menjadi imam dikeluarganya. Lebih senang lagi kalau dapat suami yang hafalan alqurannya banyak.

    Sebagai muslimah aku hanya bisa berusaha dan berdoa, hasil akhir di tangan Allah Subhanahuwata'ala, semoga berjodoh dengan lelaki yang sholeh dan bisa membawaku masuk ke dalam syurga firdaus, amin.

    Allohua'lam bisowwab.

    maaf kalau ada yang salah, mohon dibetulkan.

    nenghaji

    ReplyDelete
  9. biami-lLah -wa-lhamdu li-lLah wa-sh shalatu wa-s salamu 'ala rasuli-lLah wa'ala alihi wa shahbihi wa man walah

    assalamu 'alaikum wa rahmatu-llahi wa barakatuH.

    saya pernah kenal seseorang ibu asal indonesia yang "pernah" menikah dengan orang bule asal jerman. beliau ini ketika sudah lanjut usianya sangat kecewa dengan mantan suaminya - akhirnya bercerai juga - karena di akhir hayatnya si mantan suami ini bukan hanya tidak auh dengan islam tapi malah dengan jelas dan terang2an menerankan bahwa dia kembali ke asal agama yang di anutnya sebelum pernikahan.

    anak2nya - yang si ibu harapkan untuk bisa mendoakannya - semuanya tidak ada yang menjadi muslim, sampai beliau mengatakan dengan bersedu2 siapa yang akan mendo'akan saya kelak kalau saya mati?

    walaupun "kebutuhan" dunia telah terpenuhi dengan berkecukupan tapi beliau merasakan kesengsaraan dalam kebutuhan ruhani dan akhirat, nashihatnya jangan sekali2 menikah dengan orang kafir yang hanya masuk islam karena pengen nikah.

    ReplyDelete
  10. Theori itu jauh lebih gampang drpd praktek! bukankah kita semua percaya bahwa jodoh, rejeki, dan umur itu ada ditangan tuhan?
    Saya pernah mendengar ceramah seorang ibu yg pd saat itu menetap di LN, dia berkata Islam adalah agama yang disebarkan dengan cinta dan tampa paksaan! bukankah bila seseorang bule ataupun pribumi yg sebelumnya memiliki kepercayaan yg berbeda, kemudian suatu hari dia mengucapkan Kalimasyahada dia menjadi Orang Islam!! apapun alasan dan tujuannya! krn alasan dan tujuan itu telah menjadi urusan dia dengan Allah setelah dia masuk Islam ! .. lihat sekitar kita pasangan yg mengaku Islam yang lahir sbg orang Islam, mereka saja susah untuk melaksanakan hukum Islam.
    Jangan lupakan, manusia siapapun dan apapun dia, sekali mengucapkan kalimasyahada dia adalah Islam, urusan selanjutnya adalah urusan dia dengan Allah.
    Jangan mempersulit orang² yg ingin masuk Islam, karena Allah tidak pernah mempersulit orang² yg ingin bertobat. contoh : Mr.A ingin menikah dengan Ms.B, tapi krn beda agama dan B tidak yakin bahwa A dgn tulus hati mau pindah agama,walahpun Mr.A sudah mensetujui untuk masuk islam, maka Mr.A tidak jadi masuk islam dan tidak jadi menikah.... 3 hari kemudian Mr. A meninggal dunia dlm keadaan Kafir... siapa yg mau menanggung dosa Mr. A ?? kaliankah ?? yg menolak dia masuk Islam ??

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju...kl emang si bule itu mau masuk islam, ya kita yang orang islam harusnya menuntun dia dong..Tuhan gak tidur bray...Dia pasti bekerja untuk memberikan hidayah.

      Delete
  11. @Anonymous, Pendapat anda tidak sesuai dengan realita di lapangan. Ada banyak sekali orang yang masuk Islam hanya untuk menikah, dan setelah menikah mereka ajak isterinya untuk murtad dan masuk agama Kristen. Kasus seperti itu ada terus2an.
    Ada juga orang yang masuk Islam karena mau menikah dengan wanita Indonesia, tetapi sama sekali tidak peduli dengan Islam. Mereka sebenarnya siap menikah tanpa mengubah agamanya (karena sebelumnya mereka Kristen KTP ataupun ateis), dan hanya pindah agama karena diwajibkan oleh keluarga calon isterinya. Jadi bibirnya saja yang masuk Islam, dan hatinya nol.
    Setelah baca syahaddat, mereka tetap minum alkohol, makan babi, dll. Ada juga yang masih ke gereja, atau memberitahu teman yang bertanya bahwa mereka orang ateis.
    Orang seperti itu hanya Islam secara kulitnya saja, dan hatinya mereka tidak pernah meyakini apa yang mereka katakan.
    Saya belum pernah bertemu orang asing yang mau masuk Islam dengan niat “bertaubat” jadi komentar anda tidak tepat.
    Di zaman Nabi ada juga orang yang masuk Islam, tetapi kemudian berkhianat kepada Nabi dan ummat Islam. Mereka itu orang munafik dan lebih berbahaya daripada orang kafir. Jadi, kita tidak perlu kuatir kl tegas terhadap mereka.
    Kenyataan bahwa masih ada banyak orang yang lahir dalam Islam yang tidak menjalankan ajaran Islam adalah perkara yang berbeda.
    Orang yang masuk Islam tidak hanya berurusan dengan Allah, tetapi berurusan dengan ummat Islam juga. Jadi pernyataan anda tidak tepat.
    Yang menanggung dosanya adalah orang itu sendiri. Kalau dia masuk Islam secara lisan saja, karena dibujuk oleh keluarga calon isteri, sedangkan hatinya tidak meyakini Islam sama sekali, maka belum tentu Allah akan menerima syahaddat dia. Jadi tidak perlu dikuatirkan. Tetap lebih baik dia masuk Islam karena yakin terhadap Islam, dan kalau tidak yakin, dan kita tidak bantu dia, lalu dia wafat, maka dia menjadi urusan Allah, bukan urusan kita. Kita tidak melarang dia masuk Islam. kalau dia mau baca di internet dan ucapkan sendiri pasti bisa, tetapi rata2 orang itu sendiri juga mau menunda pengucapan (dan kalau bisa, dia mau batalkan sama sekali).
    Saya belum pernah bertemu orang yang mau menikah, dan bersikeras harus syahaddat hari ini juga karena sudah yakin. Orang seperti itu 1 dalam 100.000 kali, alias sangat langka.
    Sudah banyak sekali wanita yang mengeluh kepada saya karena suaminya masuk Islam secara lisan, dan hatinya tidak ikut. Masih makan babi, minum alkohol, dan ada juga yang tetap ke gereja dan tidak shalat. Anda inginkan agar jumlah orang itu bertambah dengan cara bersangka baik. Padahal bukti di lapangan justru menunjukkan bahwa tidak perlu bersangka baik kepada mereka, karena ibu2 yang bersangka baik selalu rugi di kemudian hari.
    Wassalam,
    Gene

    ReplyDelete
    Replies
    1. Assalamualaikum, saya setuju sekali dengan pendapat pak Gene. Saya menyaksikan dengan mata kepala saya sendiri. Saya punya teman seorang wanita muslim(yang tidak terlalu menjalankan syariat islam/cuma KTP) menikah dengan pria tua Belanda yang KATANYA sudah mau bersahadat ketika menikah. NYatanya sekarang, setelah 10 tahun menikah, si istri mulai mau menjalankan shalat tapi pria Belanda itu tidak pernah mau menjalankan shalat, puasa, dsb, bahkan pria Belanda itu malah menghujat dan menjelek2kan Islam seperti apa yang dia lihat di media. Ironisnya, anak-anak pun dia larang untuk belajar mengaji dengan alasan takut menerka nanti menjadi TERORIS seperti yang dia nonton di TV. Benar sekali, wahai saudari muslimah(dan peringatan untuk diri saya sendiri) untuk memilih suami yang BENAR-BENAR MENYAKINI ALLAH dan RASUL di HATI mereka, dan buka hanya sekedar FORMALITAS belaka.

      Delete
  12. Ini sekedar pendapat PRIBADI, saya sendiri wanita, bukan bermaksud men jelek2kan wanita lain.

    Memang banyak wanita pribumi yg kawin dgn "asal bule", main tabrak aja, tanpa tau latar belakanya, asal usul kel, sifat aslinya, terutama agamanya, ASAL BULE dech dah di pandangnya T.O.P aja, padahal gak semua bule yg datang ke sini itu kaya.

    Yg paling heran, wanita2 itu ketemunya di mana??, bar?, diskotik?, club?, mal? ya pastinya dah jelas2 meragukan agamanya.
    kl emang ketemuanya di majelis pengajian or masjid bolehlah di pertimbangkan.
    Lalu " what are you looking FOR adinda?" dengan menikahi bule> kesombangan kah, uangkah, statuskah?, BANGGA banget kl ada ce bisa gandeng bule, kesanya dia paling TOP bgt, ( maaf maaf kata…….. ada yg cantik emang? Cantik memang relative, tapi lihat dech… ih kayak mbak2…), Dengan dpt bule. apa dia lalu jd bule juga? Tiba2 fasih bhs ingris ngitu? lalu tiba2 dia jadi kaya krn si bule nyerahin harta bendanya???,
    Yg anehnya , " bule gue masuk Islam lho!" , apa itu jaminan?. Bayangkan, ketemunya aja di bar, apa itu muslimah yg berkeliaran cari bule di bar?, agama si wanita aja dah di pertanyakan, trus minta syarat msk Islam pula, apa si wanita tdk mengarti, para mualaf butuh bimbingan, uang ( mungkin di buang kel ) dll, lah kl wanitanya saja agamanya gak kuat??? mau jadi apa nantinya?.

    Trus... hanya karena mau kawin lalu masuk Islam? apa motifnya?, jarang yg murni msk Islam krn memang hidayah Allah, lalu.. "pengampangan syarat" aja tanpa dokumen legal asal "ngaku" dan bisa baca syahadat beres dech. wanita2 itu apa tidak berpikir, walaupun syah syarat nikah secara Islam ( KUA ) apa iya pernikahan dia di akui di negara asal bule?, apa otomatis si wanita jd warga negara si bule?, apa otomatios mendapat hak2 pernikahan menurut Negara asal bule?, status anak2 nantinya?, pendidikan nantinya?.

    Apa wanita2 itu tau pikiran bule2 itu?, mereka ( bule ) lebih milih wanita pribumi ketimbang wanita bule, mayoritas krn latar belakan pendidikan lebih rendah, social ekonomi/materi, sifat “nrimo ‘, gampang di atur dan yg paling jelas kelihatan… UANG, dan Uang, kl dah di kasih uang diem dech. Padahal di negara asal si bule, bisa jadi ada istri anak. Yg paling tragis, biarpun itu bule dah kawin ma pribumi tetep aja dia keliaran cr wanita2 lain di bar2 juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Assalamulaikum Mbak...

      Maaf kalo reply saya tidak berkaitan dengan pembahasan Pak Gene, tapi pembahasan anda sepertinya menyiratkan kemarahan kepada pasangan bule-Indonesia, dan jelas sekali anda sepertinya tidak mengetahui peraturan2 yg anda sebutkan :

      "walaupun syah syarat nikah secara Islam ( KUA ) apa iya pernikahan dia di akui di negara asal bule?, apa otomatis si wanita jd warga negara si bule?, apa otomatios mendapat hak2 pernikahan menurut Negara asal bule?, status anak2 nantinya?, pendidikan nantinya?."

      Pernikahan yg sah dan tercatat pada lembaga pernikahan Indonesia baik KUA maupun catatan sipil juga di anggap sah di negara pasangan bule nya dan tentu si wanita tidak menjadi warga negara si bule, kecuali dia berniat melepas kewarganegaraan Indonesianya dan apply untuk jadi warga negara suami nya tetapi selama ini wanita Indonesia yg menikah dengan pria asing sangat jarang melepas WNI nya dan beralih kewarganegaraan ke WN suami mereka, karena memang tidak perlu, mereka akan mendapatkan PR jika mereka apply dan mendapatkan hak yg sama dengan warga negara tersebut.. Begitu juga status anak, kalo secara negara, anak akan memiliki dua kewarganegaraan..

      Hal lain seperti :
      "Apa wanita2 itu tau pikiran bule2 itu?, mereka ( bule ) lebih milih wanita pribumi ketimbang wanita bule, mayoritas krn latar belakan pendidikan lebih rendah, social ekonomi/materi, sifat “nrimo ‘, gampang di atur dan yg paling jelas kelihatan… UANG, dan Uang, kl dah di kasih uang diem dech. Padahal di negara asal si bule, bisa jadi ada istri anak. Yg paling tragis, biarpun itu bule dah kawin ma pribumi tetep aja dia keliaran cr wanita2 lain di bar2 juga."

      Untuk suatu pernikahan baik yg dilaksanakan secara Islam maupun Kristen atau dengan hukum agama apapun yg diakui di Indonesia, pasangan asing tersebut harus mendapatkan surat keterangan bisa menikah dari kedutaan mereka (artinya mereka masih single atau sudah duda), jadi kalo mereka masih terikat perkawinan di negaranya sudah pasti tidak akan bisa menikah dengan warga Indonesia..

      Dan untuk anda ketahui banyak wanita Indonesia yg jauh lebih berpendidikan dari suami bule mereka dan tidak semua perempuan Indonesia yg bersuamikan pria asing itu mencari kekayaan dari pasangan bule mereka, dan tentu tidak semua bertemu dengan pasangan bule mereka di bar...

      Dan :
      "Lalu " what are you looking FOR adinda?" dengan menikahi bule> kesombangan kah, uangkah, statuskah?, BANGGA banget kl ada ce bisa gandeng bule, kesanya dia paling TOP bgt, ( maaf maaf kata…….. ada yg cantik emang? Cantik memang relative, tapi lihat dech… ih kayak mbak2…), Dengan dpt bule. apa dia lalu jd bule juga? Tiba2 fasih bhs ingris ngitu? lalu tiba2 dia jadi kaya krn si bule nyerahin harta bendanya???, "

      Kenapa terlihat jelas sekali kebencian dari pernyataan anda disini terhadap pasangan bule dan Indonesia??? Of course dengan dapat bule seorang wanita Indonesia tidak akan jadi bule juga...

      Dan tentang keislaman para pria bule yg ingin atau menikah dengan wanita muslim Indonesia, saya rasa biarlah menjadi tanggung jawab mereka..

      Maaf jika pendapat saya menyinggung Mbak..

      Dan untuk pria2 asing yang masuk Islam karena akan menikah dengan wanita Muslim Indonesia, saya percaya sebagian dari mereka menyakini kebenaran Islam dan tentu butuh proses untuk bisa menjadi seorang Muslim yg taat.. Karena seperti ada pendapat diatas bahkan seorang Muslim yg terlahir sebagai Muslim dari keluarga Muslim pun mungkin belum bisa dikatakan sebagai Muslim yg baik karena mereka tidak menjalankan kewajiban mereka sebagai muslim, dan sudah semestinya kita yg merasa sebagai umat Muslim yang taat memberikan bimbingan dan contoh kepada mereka yg bersyahadat dengan alasan apapun...

      Sekali lagi mohon maaf jika ada yg merasa tersakiti dengan pendapat saya..

      Delete
  13. Ke duanya: bule2 itu mungkin tidak bisa cari ce sama2 bule di negara asal, kenapa? Standarnya ce2 bule lebih tinggi, paling engak ngerti hukum perkawinan menurut negaranya, lebih independent soal materi, gak gampang nrimo aja. Tidak segan mengutarakan pendapatnya kl tidak setuju, lah…kl DI SINI??, bah.. laku keras tuch bule…

    Wanita2 Indonesia yg kawin ma bule apa tidak pernah baca media juga?? Lihat di salah 1 web KPCMELATI.org. Lebih banyak ruginya ketimbang untungnya.

    Balik ke soal utama, Intinya, Apa niat utama masuk Islam?, kl hanya untuk nikah, maka hanya mendapatkan pernikahan itu saja, kl hanya krn wanita, maka hanya dpt wanita, tapi kl karena Allah maka mendapatkan surga-Nya.

    Tiap orang kan dah ada jodohnya , tapi kan kita bisa milih krn ketampanan, keturunanya, kekayaanya, dan yg no 1 agamanya. Kaya ganteng tapi kl gak beragama???( mau makan ati) , jelek kaya tapi gak beragama? ( makan tuch harta! ). Agamanya ok, tp gak kaya2 amat or ganteng2 amat, bolehlah… namanya kawin kan buat kebahagian dan kesenangan, kan asyik kl seagama, bisa ibadah sama2, kel si wanita juga bakalan welcome.kl harta boleh cari nanti. Jd pointnya..

    “Wanita baik2 dapat laki2 baik2, wanita penzina dapat laki2 penzina.” ( gak ngerti bahasa nyambungnya ke topic ..)

    Tidak bermaksud melarang wanita pribumi nikah ma bule, SILAHKAN, ada juga kok yg sukses. tapi..
    Tolong dech, jangan mengampangan asal masuk Islam trus urusan kelar, kawin kan gak sehari 2 hari. Pikir dololah. Apalagi di tambah budaya yg berbeda, pendidikan beda, pendapat2 beda, bahasa apalagi beda, negara asal jauh, berat di ongkos, dokumen2 tingal gak murah, butuh tetek
    bengeknya muaahhal banget. DI TAMBAH bimbing soal agama, salah bimbing neraka judullnya. MAMPU!!!!!.
    CARILAH BULE yg emang dasarnya dah Islam.

    ReplyDelete
  14. Nge-postnya double, jd maaf aku delete 1-nya.

    ReplyDelete
  15. Aslkm. Postingnya bagus sekali. Bbrp sahabat saya Alhamdulillah menikah dengan orang asing yang islamnya juga bagus. Tentang keinginan para pria asing utk masuk islam agar bisa menikahi wanita Indonesia memang ada berbagai motif. Tapi semuanya itu kembali ke niatan wanita itu sendiri. seharusnya wanita kita juga bisa memfilter mana pria2 asing yang baik & serius & mana yang tidak. Bukankah wanita yang baik akan mendapatkan pria yang baik pula ?
    Dan misalnya sudah terlanjur, bagaimana ya cara mengatasinya ? apakah bercerai jalan keluarnya ? mohon pencerahannya. Jazakallahu.

    ReplyDelete
  16. Assalamu'alaikum Wr Wb.

    Pak Gene, mohon nasehatnya.
    Sudah 1 tahun ini saya dekat dengan seorang bule yg tidak memiliki agama, tapi dia percaya Tuhan dan yakin bahwa Tuhan menginginkan dia berbuat kebaikan. Itu saja. Kami berencana menikah. Saya sudah bilang sama dia tentang agama saya dan meminta dia untuk mempelajarinya sebelum benar2 menikah. Saya tidak mau dia mengucapkan syahadat hanya untuk dapat mengucapkan ijab kabul saja, karena itu sama saja dengan membohongi diri sendiri, keluarga, terutama Allah.
    Sejauh ini dia telah mempelajari Islam, membaca Alqur'an, tetapi lama kelamaan dia mulai menemukan ayat2 yang menurut dia jauh dari ungkapan Islam adalah agama penuh damai. Dia mempermasalahkan ayat2 tentang peperangan, memaksakan orang non muslim menjadi muslim jika tidak, dipotong lehernya. Menurut dia itu menakutkan. Saya sudah berusaha menjelaskan, tapi karena ilmu dan kemampuan berbahasa inggris saya yang tidak sebagus dia, dia belum puas dengan penjelasan yang saya berikan.
    Mungkin Pak Gene bersedia membantunya? Kami selama ini berkomunikasi melalui chat atau yahoo messenger.

    Terima kasih. Wassalamualaikum Wr Wb

    ReplyDelete
  17. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  18. Wa'alaykumsalam Warohmatullahiwabarokatuh

    Gene, izin ikut urun pendapat tentang masalah Anonymous di atas ya, karena dia minta saranmu.

    Dear Anonymous.

    Seperti diketahui bahwa Al Quran secara global dibagi 3 yaitu: 1/3 bagian tentang Tauhid, 1/3 bagian tentang Hukum dan 1/3 bagian tentang Tarikh / sejarah.

    Bahwa dalam Al quran dikisahkan tentang Nabi Sulaiman 'Alaihisalam yg mengirimkan surat kepada seorang Ratu yang memimpin sebuah negeri yang kaya raya dan besar namun tidak menyambah Allah Ta'ala, surat itu berisi ajakan kepada ratu dan rakyatnya agar memeluk agama Nabi Sulaiman dan kalau sang Ratu tidak mau maka akan diperangi oleh tentara Nabi Sulaiman yang sudah terkenal kehebatannta. Yang Akhirnya sang Ratu memeluk agama Nabi Sulaiman.

    Kalau si Bule membaca ayat ini boleh jadi dia langsung berpendapat bhw Islam adalah seperti yg disebutkan di atas, ini bisa dimaklumi karena dia baca Al quran hanya sepotong-sepotong dan mencerna akal hanya mengandalkan akalnya.

    Kalau seandainya si Bule datang ke Indonesia dan melihat para demosntran mencaci maki pemimpin dan aparat negara ini, boleh jadi dia tambah yakin kalau islam itu kasar dan brutal, tidak ada kelembutan di dalamnya. ( Mayoritas penduduk negeri ini adalah Muslim).

    Anonymous, kenapa sih mesti bule? kenapa ga cari pasangan yg sudah siap pakai? ( muslim taat), Insya Allah sangat menyenangkan kalau kita menikah dengan pasangan yg faham agama, kalau laki2 dia bisa menjadi imam keluarga dan kalau wanita dia bisa menjadi seindah indahnya perhiasan dunia.

    Fikir lagi kalau mau menikah ama si Bule, karena bisa nangis darah lho, kalau dia nantinya ga mau sholat, ga mau puasa Romadhon, dan tukang mabuk. Mohon petunjuk kepada Allah agar tidak ada penyesalan diujung nanti.

    Sekian dan maaf kalau tidak berkenan.

    ReplyDelete
  19. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  20. @Nit : makasih atas penjelasannya ya..memang sejauh ini dia cuma baca di internet tentang AlQur'an, bukan menterjemahkan sendiri seperti yang dikira Hera. Karena saya sendiri merasa belum terlalu dalam ilmunya dan takut salah omong, makanya saya masuk sini minta bantuan dari Pak Gene

    @Hera : kami kenal bukan dari dunia maya, karena dia dulu (12 tahun yg lalu) pernah satu sekolah dengan saya waktu ikut pertukaran pelajar disini selama 1 tahun, dan terus kontak sampai sekarang. Dan mungkin dia memang tidak mengerti masalah AlQur'an, makanya dia bertanya. Anda sebagai muslim jg harusnya ikut membantu orang yg mau belajar, bukan malah menghakimi dengan mengatainya Goblok atau apa..karena dengan begitu anda sendiri tidak menunjukkan adanya kata "damai" itu sendiri.

    ReplyDelete
  21. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  22. Assalamu’alaikum wr.wb.,
    Mohon maaf baru bisa balas. Ada banyak kesibukan sekarang.
    FYI, dua post dari Hera saya delete. Saya tidak suka ada orang yang menggunakan kata2 yang menghinakan kepada orang yang minta nasehat.
    @Anonymous,
    Banyak orang barat membaca Al Qur'an sendiri, dan mereka merasa bisa paham karena membaca terjemahan tersebut. Perlu dijelaskan kepadanya bahwa ayat Al Qur'an TIDAK BOLEH dibaca di luar konteks, dan butuh waktu yang lama untuk mempelajarinya dan memahaminya. Kalau hanya sekilas baca terjemahan, pasti, bukan mungkin saja, tetapi pasti salah paham. Justru karena itu, semua guru agama tidak membenarkan seseorang membaca Al Qur'an sendiri dari terjemahan, dan membuat tafsir (memberikan makna terhadap apa yang dia baca). Karena makna yang dia ciptakan pasti banyak salahnya.

    Contoh ringan saja. Orang bule, kalau dikerjain sama temannya, tetapi masih senyum dan bahagia, bisa mengungkapkan akan balas terhadap temannya dengan mengatakan “I’m gonna kill you!” [Saya akan membunuh kamu.] Artinya (dari konteks tersebut) “Kamu ternyata sudah berhasil kerjain saya, dan nanti saya pasti cari kesempatan untuk membalas (“membunuh”), biar kamu bisa merasa malu dihadapan teman2 kita juga!” Hal seperti itu mungkin terjadi kalau misalnya kita ulang tahun, dan dikasih tahu bahwa semua teman sibuk sehingga tidak bisa mengadakan pesta. Lalu kita pulang ke rumah dengan hati yang sedih karena teman2 pada sibuk, dan tahu2 ada pesta surprise di rumah kita, semua teman hadir, dan kadonya banyak. Kita ditipu tapi senang sekali. Pas melihat teman terbaik yang mengatur semuanya, kita dengan wajah senyum mengatakan “I’m gonna kill you!” (Aku akan membalas nanti ya!)

    Coba membuat rekaman dari percakapan tersebut. Lalu diketik sebagai transkrip. Lalu diterjemahkan ke bahasa Cina. Bawa ke negeri Cina dan suruh orang baca transkrip. Lalu dia baca: Gene pulang ke rumah, buka pintu. Ada temannya di situ, yang masuk rumah tanpa sepengetahuan Gene. Lalu Gene mengatakan, “Saya akan membunuh kamu!”
    Lalu tanya kepada orang Cina itu, “Apa artinya semua ini?” Dia mungkin menjawab: “Didasarkan teks ini, maka sudah jelas bahwa si Gene itu pulang, marah karena teman masuk rumahnya tanpa izin, dan berusaha untuk membunuh teman tersebut.”

    Sudah beda sekali kan? Itu terjadi dengan sangat gampang karena teksnya sudah diterjemahkan, yang asli tidak dipahami, dan konteksnya tidak diperhatikan. Hasilnya: dapat arti yang menyimpang sekali. Itu yang sedang dilakukan teman kamu.

    Tidak penting dia baca ayat mana, dari sumber mana. Sudah pasti akan salah paham karena cara bacanya sudah salah. Dia tidak mungkin bisa paham 100% sendiri. Apalagi kalau tidak ada guru yang bisa menjawab pertanyaannya. Mungkin dia hanya baca ayat2 di situs anti-Islam, jadi belum tentu terjemahannya benar, dan pasti dikasih tafsir yang miring oleh mereka, karena kebencian mereka terhadap Islam. Lebih baik dia mencari orang Muslim di sana yang bisa menjawab semua pertanyaannya.

    Kalau dia mau kirim email kepada saya, silahkan saja. Tetapi dia harus bisa sabar sampai saya ada waktu untuk menjawab.
    Dan sepertinya, kamu juga perlu membaca semua info yang ada di atas. Dari pengalaman saya, mayoritas (tetapi tidak semua) orang bule yang masuk Islam karena mau menikah, rata2 menjadi Islam KTP dan tidak pernah mau mendalami islamnya. Yang penting sudah dapat isteri, jadi buat apa harus belajar lagi? Begitulah sikap dari kebanyakan orang. Jadi tolong sangat hati2lah. Nanti kamu sendiri yang menderita kalau buru2 menikah setelah dia bersyahadat dan nanti tidak mau belajar lagi. Kuncinya, kalau dia mau benar, maka masuk Islam dulu, sampai bisa shalat sendiri, dan paham dasar2 Islam, dan bisa menjelaskannya secara sederhana, dan setelah itu baru kasih izin untuk menikah. Kalau dia hanya mau syahaddat dan langsung menikah, dengan janji akan belajar semuanya belakangan, sebaiknya tidak diterima. Suruh dia kirim email ke genenetto [at] gmail.com.

    Wassalamu’alaikum wr.wb.,
    Gene

    ReplyDelete
  23. alhamdulillah di saat saya dalam situasi bingung....di anjurkan teman untuk istiqarah ..... semalaman saya shalat ...mohon beri petunjuk, saat saya di pinang pria bule yah dya memang mau masuk islam tapi saya berfikir dya kan samasekali tak mengerti islam....pastinya dya masuk hanya untuk syarat nikah di indonesia saja.....selesai shalat istiqarah hati saya mantap....tenang ... bahwa saya hanya akan menikahi dya bila dya bersedia mempelajari islam terlebih dulu lalu bila di rasa mengena di hati nya dan tergerak untuk masuk itu karna keinginan nya bukan karna saya, dya pun setuju, awalnya saya berfikir agak picik hanya karna saya ingin punya PR di negara nya dan bisa bekerja di sana jadi saya bisa nabung untuk biaya sekolah anak anak saya, saya pikir oke lah buat PR aja (astagfirullah, saya jd malu), hati busuk saya berbisik ini kesempatan bagus ada yg mensponsori saya, baik, ganteng, (maaf) kerja nya juga lumayan dan sayang banget sama saya..kapan lagiiii....!! bathin saya yg baik berbisik,,,,, kalau kamu yakin sama allah, dya yang maha kaya....lalu mengapa kamu harus menggantungkan hidup pada seorang lelaki bule non muslim??? seperti nya tanpa pertolongan dya kamu tidak akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik.....kasian juga kan dya kalo kamu nikahi hanya karna tujuan kamu dapat PR aja....egois sekali kamu....gak malu kamu ngaku orang islam..percaya sama allah??....kepala saya seperti di pukul martil besar hehhehhe saya istighfar, pagi pagi seperti biasa selesai shalat subuh kekasih saya tlp, goodmorning baby..bla bla bla...dengan mantap saya sampaikan....deeply sorry i cant marry you...not because i dont love you....its about my love to my beleive!! of course dya marah, kecewa...terdengar suara nya gemetar dari seberang sana.....saya hanya diam....mendengarkan sampai dya selesai bicara.....

    saya coba sampaikan lelaki seperti apa yang saya inginkan, dengan percaya diri saya sampaikan bahwa dia tidak masuk kriteria yang saya cari (sombong ya saya padahal jauh dari cantix dan sexy loh)

    saya beri opsi, ok supaya kamu tau kenapa saya begitu keras kepala dengan pendirian saya, saya sarankan dia cari tau tentang islam terutama point yang mengatur tentang pernikahan, cari tau pada sumber yg bisa dya percaya...kebetulan saya bertemu pak gene di internet.....dya setuju dan dya minta saya berjanji bila dya tertarik dan memutuskan masuk islam saya harus mau menjadi istrinya, saya jawab dg yakin "INSA ALLAH.....i ll be your loving wive in the rest of my life (sok romantis banget ya saya hehheee)

    alhamdulillah, saya plong dan lega sudah menyampaikan keberatan saya menikahi dya, alasan alasan nya dengan percaya diri, saya yakin seyakin yakin nya allah akan memberikan jalan terbaik bagi hamba nya yg bersungguh sungguh meyakini nya....saya bersyukur akhirnya di luar dugaan kekasih saya bersedia untuk terlebih dulu mengenal islam, memahami, belajar step by step ..... padahal saya tau dya memiliki agama yg di anut ibunda nya tercinta (almarhum), dya berjanji pada ibunda nya untuk tetap teguh pada kepercayaan ibunda nya itu..jadi saya tidak menyangka samasekali akhirnya dya setuju dan minta di bimbing masuk islam....mudah mudahan bukan hanya kata kata manis yg kosong...semoga allah menyentuh hati nya dg hidayah dan kelembutan ALLAH swt. yang maha penyayang

    untuk para wanita yg mengalami nasib sama, please jangan pernah meragukan kekayaan, kekuatan kekuasaan allah swt. tuhan yang kita yakini...tak ada yang tak mungkin...beranilah berkata tegas "TIDAK"...!! jangan gantungkan hidup anda pada materi, pada seseorang.....tidak berjodoh dg nya ..insa allah pasti allah sudah menyiapkan seorang laki laki yang pantas untuk kita nikahi....

    semoga pengalaman saya bisa membantu bagi yg sedang bingung harus bagaimana, berwudhu lah...shalat...minta lah petunjuk...ikuti kata hati terdalam anda..yakinlah allah selalu bersama kita...aminn

    salam

    sartika

    ReplyDelete
  24. Kalau dari pengalaman saya, mau bule, orang arab atau pribumi tidak menjamin keimanan seseorang.

    Banyak bule yang masuk islam karena menikah, ada yang kembali ke agama nya, atau islam KTP atau tobat. tapi kita jangan menutup mata bahwa orang arab yang katanya islam paling benar adalah pribadi yang kejam dan sejauh pengalam saya, orang arab yang paling doyan maksiat. dan orang pribumi... pengalam saya lebih parah lagi... maaf bukan untuk membela atau menyudutkan.

    Saya paling benci dengan manusia yang menghujat!!!!
    Biarkan Allah dan malaikatNya yang mengukur, kenapa manusia yang dirinya sendiri saja belum tau benar atau salah tapi berani menghujat manusia lain.

    Angel

    ReplyDelete
  25. Subhanalloh, antum jujur dan objektif, Pak...

    Saya juga bnyk berjumpa tmn2 WNI (terutama yg dekat tmpat tinggalnya dgn saya) bersuamikan bule, dan islamnya "ktp" saja...:-(, tp wni2 muslimahnya juga ktp-an :-((, pas datang ke rumahku, kita ajak sholat, gak mau mereka...

    Pas kita yg ke rumahnya, dan numpang sholat--- arah kiblatnya aja mereka tidak tau, karena tidak sholat :-(( faghfirlana... Mereka sangat merugi, naudzubillahiminzaliik...

    Smoga Allah SWT melimpahkan kelurusan niat dan sikap istiqomah dalam jiwa kita, aamiin, barokalloh!

    ReplyDelete
  26. Dalam ajaran islam tidak boleh wanita muslimah menikah dengan seorang penganut nasrani. Kecuali bila benar-benar terjadi maka terlebih dahulu is pria harus masuk agama islam. Dan saya pikir tidak salah apa yang dilakukan oleh wanita muslim itu. Karena ini sesuai dengan prosedur. Dan bila pernikahan itu telah terjadi, maka ini adalah tugas seorang istri untuk mengajak is suami untuk memperdalam islam secara kaafah. Namun apabila tidak mampu pun, maka tidak masalah bagi is perempuan, sebab dengan dia mengajak is bule masuk ke dlam islam pun, itu sudah menunjukkan bahwa dia benar- benar peduli dengan agamanya.adapun untuk mengajak is bule belajar sholat memang harus lebih kepada tahap demi tahap dalam arti kata teruslah is perempuan berusaha untuk selalu mengingatkan kepada suaminya. Namun, yang menjadi persoalan, apabila seorang istri pun merasa tidak peduli dengan suaminya, dan bila is suami ingin kembali kepada ajaran lamanya, kemudian karena dia merasa dialah satu-satunya orang yang mencukupi kebutuhan hidup anak dan istrinya, disinilah keimanan seseorang itu diuji. Maka saya menyarankan kepada wanita muslimah, sebelum melangkah kita ambil tindakan yang sekiranya bisa kita jadikan acuan agar kita tidak keluar dari akidah dan keyakinan kita. Meski kita ini orang yang jarang sekali "maaf" menjalankan perintah agama kita'p, tetapi dalam hal ini kita harus berpegang teguh pada keyakinan kita. Sebab di dalam islam disebutkan " bertatwalah kamu kepadaAllah dengan sebenar-benarnya takwa, dan janganlah kamu mati kecuali kamu dlam keadaan islam". Wallahu A'lam bish-showwab!

    ReplyDelete
  27. Assalamu'alaikum,

    Gene, aku setuju sekali dengan pendapat mu.
    Dari pengalaman ku, biasanya mereka yang nekat untuk menikah dengan bule (meskipun bulenya mau membaca shahadat) dikarenakan pengetahuan agamanya kurang.

    Selain itu, cerita-cerita memilukan dan perjuangan-perjuangan di balik pernikahan dua negara jarang sekali terdengar.

    Mungkin kedua hal tersebut yang perlu diinformasikan (saran dalam Al-Qur'an dan sunah nabi dalam memilih calon pasangan, serta cerita2 di balik pernikahan dua negara) agar mereka bisa memilih dengan lebih objektif.

    Dan yang paling penting harus di beritahu. Biasanya para orang Indonesia berfikiran "menikah dengan bule, bisa hidup makmur dan kaya (bisa membantu ekonomi keluarga besar)"

    Kenyataannya, mereka punya cara berfikir yang berbeda. Bagi bule, membantu sanak saudara dan keluarga bukanlah suatu kewajiban. Karena itu, tidak semua bule rela mengirimkan uang ke sanak saudara dan keluarga secara terus menerus (berkali-kali), apalagi ke keluarga pasangan.

    Jadi kalau ada yang bilang "menikah dengan bule jadi kaya dan kehidupan keluarga terjamin", katakan "belum tentu"

    Namun, jika sudah diberitahu dari sisi agama dan pengalaman para pendahulunya, mereka tetap bersikeras, ya sudah. Mungkin ada hikmah dibaliknya. Dimana, banyak para muslimin yang sisi keagamaannya menjadi lebih kuat setelah menikah dengan bule. (mereka jadi paham kenapa Al-Qur'an menyarankan menikahi orang yang sama agamanya, kenapa nabi menyunahkan untuk memilih pasangan berdasarkan agama, dll)

    ReplyDelete
  28. Semuanya itu tergantung pada diri kita masing2. Kita tidak bisa menyalahkan orang lain karena keimanan, yang tahu akan kadar keimanan itu hnyalah Allah. Shalat pun orangnya kalau bukan karena Allah juga tdk baik. Kita tidak bs menyalahkan seorang yg menikah dgn bule lalu tdk menjalankan shalat. Dan sebaik2nya cara adalah mencoba mengenalkan ajaran islam dn org yg muaalaf. Meski tdk mudah, karena ad jga sebagian muaalaf yg tdk tertarik karena kebanyakan org2 barat tdk tertarik mencampurkan hidup mereka dgn agama. Dan hnya doa dan bimbingan sllu buatnya yg mudah2an bs menyadrkannya. Hal itu jga sama byk kita jumpa, mengaku islam namun tdk menjalankan printahnya dan mengerjakan larangannya jga lbh buruk ketimabng bule yg tdk mnjalankan printahnya, karena kita yg sdh lbh lama mengenal ajaran islam namun tetap kurang tulus mnjalankan printahnya. Dan orang bule yg masuk islam karena faktor menikahi si perempuan yg blm tertarik dgn ibadah, itu mang karena dia blm mengnali islam dgn baik.tak kenal maka tak sayang, maka alangkah baiknya jika si istri mengajari dan menbimbingnya, dan dgn kesabaran si bule insya Allah bs terbuka hatinya. Dan saya yakin orang bule yg telah mempelajari islam dgn baik akan lbh taat karena telah mendaptakan kebenaran agama. Setahu saya kebanykan latar belakang bule itu jauh akan agama karena mereka menemukan agama mereka dlm kekeliruan dan byk mereka menganut agama hnyalah sekedar agama. Byk ditemui gereja di eropa atau di amerika, namun yg pengunjungnya hnyalah org2 tua, yg jumlahny sedikit. Mrka tdk tertarik dgn agama bahkan byk mrka memilih ateis meski di data pribadinya penganut agama. Beda seperti kita dimana2 mesjid, dan msh semangat akan islam, azan perkumpulan mesjid dsb.So kembali lagi itu semuanya pulang dari kepribadian kita sendiri.

    ReplyDelete
  29. Assalamualaikum wr/ wb.
    jika seorang pria non muslim masuk islam karena hanya ingin menikahi wanita muslim, setelah menikah dia kembali ke agamanya non muslim, bagaimana status pernikahannya, bagaimana pula status anaknya ? terimakasih
    wassalamualaikum wr. wb

    ReplyDelete
    Replies
    1. Status pernikahan menjadi batal, karena dia sudah jelas tidak beragama Islam lagi. mereka harus dipisahkan (diceraikan secara hukum) karena wanita yang Muslim dilarang punya suami non-Muslim. Anak punya status lahir sebagai Muslim, dan perlu diambil oleh isteri dan dibesarkan sebagai anak Muslim seperti semestinya.

      Delete
    2. assalamualaikum
      saya mau share cerita juga.baru baru ini saya berkenalan lewat app online.dia pria amerika.dan tertarik untuk mengenal jauh ttg saya.saya sampaikan kalo berteman saya tidak ada masalah dgn siapa saja.dia pun jawab begitu kalo dia memandang semua agama mengajarkan kebaikan.selama komunikasi dia memang menunjukkan keseriusannya dengan saya.bahkan email yg terakhir meminta saya apakah mau jadi istrinya.padahal dalam email sebelum sebelumnya saya sudah menjelskan kalo saya ini muslim
      dia bahkan mau mengunjungi sya di indonesia dan mau bertemu keluarga saya . apa sebaiknya saya abaikan saja email dari dia atau biar saja dia datang baru saya jelaskan knapa saya tidak bisa menerima lamarannya. tapi sebenarnya saya lebih suka opsi abaikam emailb tapi kasian pula.karena ntar dia pasti kirim email terus bertanya keadaan saya bagaimana dan dia khawatir karena tidak membalas emailnya. nah mungkin ada yg bisa bantu car menjelaskan kepadanya.tapi kalo bisa langsung inggris ya.mgkn kemaren kemaren dia tak paham dengan penjelasan sya dgn bhs inggris yg pas pasan.

      Delete
    3. Coba jelaskan bahwa anda tidak bisa menikah dgn pria non-Muslim dan ajak dia belajar ttg Islam dulu sebelum ke sini untuk ketemu keluarga.

      Delete
  30. Assalamualaikum,
    Teman saya bule ingin belajar tentang islam. Tetapi saya merasa saya bukan orang yg tepat karena pengetahuan tentang islam saya sangat terbatas. Saya sering kewalahan dengan pertanyaan dia. Bisakah bapak membantu dia untuk mengenal islam lebih baik?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Minta dia kirim email kepada saya di genenetto@gmail.com

      Delete
  31. Suami saya juga bule, bukan Muslim tapi Kristen taat. Saya bersyukur menemukannya. Biar ganteng, dia enggak sombong. Dan dia juga setia. Gak akan berpoligami karena memang dilarang di Alkitab. Usia juga masih muda. Pekerjaan mapan bgt sbg insinyur. Rajin baca Alkitab. Waktu menikah juga masih perjaka. Ketemunya juga di tempat ibadah kami. Enggak merokok. Enggak pemabuk/ pecandu. Setiap hari ajak saya berdoa dan baca Alkitab. Keluarganya harmoniz. Dan dia pilih saya karena saya bijak dan juga menurutnya cantik. Memang cantik itu relative, tapi banyak yg bilang kalau saya tanpa make up itu terlihat cantik. Dan saya juga sudah bisa berbahasa inggris/ belanda jauh sebelum saya kenal suami. Dan saya juga selalu jadi pegawai teladan di Kantor dan penerima beasiswa full selama saya sekolah hingga universitas , saya pun aktif di kegiatan social sbg sukarelawan. Dan saya percaya banyak alasan baik lainnya seorang bule mau menikahi wanita Indonesia. Begitu pula kenapa wanita Indo mau menikahi pria bule. Seperti saya karena dia memang pria seperti permata dari Tuhan dan jawaban atas doa2 saya untuk mendapatkn suami baik yang akan lebih mendekatkan saya dengan Sang Pencipta. Juga pria yg rendah hati & jujur serta pandai. Semua ada di dia, tentu dia tidak sempurna. Namun karena dia mengasihi Allahnya, dia selalu bangkit & berupaya membenci apa yg dibenci oleh Tuhan. Jadi, saya beruntung donk. :D Dapet suami yg saleh, ganteng, pandai dan brada dlm hukum Allah meskipun bule dan bukan mualaf.. :D malah resiko utk dimadu tdk ada. Krn org Kristen dilarang utk berpoligami. Syukur banget aku.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Anonymous,

      Saya jelaskan bahwa apapun alasan saudari menikah dengan pria non muslim maka dalam pandangan Allah SWT itu tidak sah alias haram. Dan tidak sahnya sebuah pernikahan mengakibatkan pada perbuatan zinah. Jadi yang saudari lakukan itu adalah berzinah. Sedangkan Allah dalam Al Quran sangat jelas.

      Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran. (Al-Baqarah: 221)
      Kemudian dalam pernyataan saudari seolah2 Islam sangat buruk karena menghalalkan poligami, padahal Allah SWT sudah menghalalkan poligami. Kalaupun saudari tidak setuju dgn poligami bukan berarti saudari menolak sebuah ketetapan yang Allah sudah tetapkan.
      Seorang muslim sudah jelas bahwa cara hidupnya sangat khas, sesuatu dikatakan baik dan buruk selalu merujuk pada hukum Syar'i bukan pandangan manusia. Karena manusia sll menuruti hawa nafsunya maka tidak boleh menjadikan pendapat manusia menjadi sebuah hukum, akan tetapi hukum Islam digali dengan merujuk pada dalil2 Syar'i yakni Al Quran, Sunnah, Ij'ma dan Qiyas.

      Hidup adalah pilihan, dan setiap pilihan kita akan kita pertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT kelak. Jika kita memilih mendustai Al Quran dan memilih jalan sendiri menuruti hawanafsu sendiri, maka kita sudah tau bahwa tempat kembali pilihan kita adalah neraka. Sebaliknya jika kita memilih mentaati Allah dengan mengamalkan Al Quran, Sunnah dan hokum Syar’I, maka tempat kembalinya adalah Surga.

      Ingatlah dimana suatu saat nanti dimana mulut kita dikunci dan semua anggota badan kita bersaksi atas apa yang kita lakukan didunia. Dan Ingatlah hari ketika tidak ada yang akan membela kecuali amal kita didunia, bukan suami kita, bukan anak kita, bukan orangtua kita, tapi amal sholih kita yang akan menajdi pembela kita nanti diakhirat kelak. Hidup didunia hanya kira2 60 tahun, tapi 60 tahun didunia sangat akan menentukan hidup kita yang kekal di akhirat nanti.
      Semoga bermanfaat. Jazakumullahu khairan khastiran
      Wassalammualaikum wr wb.

      Delete
  32. Ya sama Pak.. Di Alkitab, menikah dengan orang yg tidak seiman itu memang juga tidak boleh. Tapi kalau ada yg mau meakk disayangkan ya tdk bsa dipaksa. Allah menginginkan manusia itu taat dari hati, makanya kita diciptakan tidak seperti robot. Allah bukan pemrakarsa poligami, tapi memang poligami pernah dibiarkan berlangsung, karena situasi. Tapi itupun disinggung banyak sekali hukum yg ketat yg mengatur, dan kalau ada yg sa.pe tidak adil, langsung ditegur oleh Allah. Karena jaman dulu memang Tuhan masih berwahyu secara langsung dengan manusia. Tapi Alkitab yg ditulis lebih dulu dari Alquran setelah ada perjanjian baru, jelas2 menyatakan suami2 hendaklah suami dari satu istri. Coba tanya wanita mana yg kalau bisa milih, akan milih suaminya menikah lagi?? Coba mana? Klo pun iya sesak di dada. Air mata di hati. Karena hukum sekarang sudah jalan seenaknya. Mau bilang, boleh kalau adil. Terus yg nentukan adil itu siapa? Manusia lagii? Hahaha.. Mana bisa. Hanya Tuhan yg bisa adil. Makanya Tuhan tahu terus dilarang dengan tegas. Tuhan di Alkitab itu benar2 mengerti perasaan manusia dan ingin melindungi hak wanita. Pernikahan itu suci pak. Makanya sejak awal, sewaktu masih di firdaus, taman yg notabene penuh kesempurnaan dan kesenangan , Tuhan hanya menciptakan 1 istri untuk A'dam. Kalau memang halal, karena ingin mennyempurnakan kebahagiaan A'dam, pasti Tuhan sudah ciptakan lagsg 4 istri buat A'dam. Kenyataannya TIDAK kan? Hanya 1? Itu hanya manusja yg seenaknya. Merubah2 FirmanNya. Aduuh sekali lagi data bersyukur punya suami yg meskipun bule, jauh lebih jujur dan tulus hati dalam melayani PenciptaNya. Hubungan akrab dengan PenciptaNya.

    ReplyDelete
  33. Assalamualaikum..
    Pak gene mohon nasehat nya..
    Sy seorang wanita muslim yg menikah dgn lelaki mualaf asal papua.. sy sdh menikah 10thn.. awal2 tahun suami sy rajin sekali belajar tentang islam yg sesungguh nya..menjalankn sholat,puasa,sholat jumat,dan aturan²islam yg lain ny.. tp skrg blakangn ini suami sy sdh jarang skali sholat..kdang sholat hanya jumatan sj.. sy sering beritahu suami sy untk taat dlm sholat..krna sholat itu wajib. Tp sllu bralasan msh ingin pelan².. ap kah sy mendptkn dosa ny krn suami sdh jrang sholat?? Sy sngt takut skali dlm hal ini.. takut akn dosa yg sy tanggung.. mohon beritahu gmn jln kluar ny..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa alaikum salam wr.wb.,
      Dia berdosa sendiri karena sudah diingatkan dan tidak mau.
      Kemungkinan besar ada suatu masalah pribadi di belakangnya sikap dia itu. biasanya ada masalah emosional atau masalah pribadi yang membuat muallaf berubah seperti itu.
      Perlu dicari masalah intinya apa dan dicari solusinya setelah jelas apa yang mengganggu dia.

      Delete
  34. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete