Tuesday, July 06, 2010

Bersedekah di Singapura

Assalamu'alaikum wr.wb.,

Sekitar satu minggu yang lalu, saya berada di Singapura untuk membuat visa baru, sebelum kembali ke Indonesia. Di sana, saya bicara dengan beberapa teman, dan ajak mereka lebih banyak bersedekah dan dorong mereka untuk salurkan sedekah mereka kepada orang miskin di Indonesia (karena saya anggap di Singapura semuanya hidup secara makmur). Salah satu teman itu bercerita bahwa di Singapura juga ada banyak sekali orang Muslim yang miskin, tetapi tidak kelihatan di jalan (seperti di Indonesia).

Dia menceritakan sebuah keluarga di Singapura (satu dari ratusan atau ribuan keluarga) yang hidup dalam apartemen yang murah tanpa listrik (pakai lilin) dan tanpa air (air diminta dari tetangga). Bapak dari keluarga itu kehilangan pekerjaan, dan katanya bagi orang Muslim di Singapura, tidak gampang mendapatkan pekerjaan baru karena ada diskriminasi terhadap orang Muslim di sana (lebih gampang bagi orang Cina untuk dapat pekerjaan). Juga tidak ada jaminan sosial bagi orang yang pengangguran, berbeda dengan banyak negara maju.

Karena putus kerja, dan tidak ada uang yang lain, akhirnya mereka tidak bisa bayar tagihan listrik hingga diputuskan, dan setelah itu air juga diputuskan. Setelah dengar cerita itu, saya merasa kasihan juga sama saudara2 kita sesama Muslim di Singapura. Saat itu, saya punya 200 dolar Singapura jadi saya kasih 100 dolar kepada guru agama dari teman saya dan minta dia berikan kepada keluarga Muslim yang paling membutuhkannya.

Walaupun uang saya tidak banyak pada saat itu, sepertinya masih ada banyak yang lebih menderita daripada saya, jadi saya berniat membantu secara ihklas, walaupun hanya bisa membantu satu keluarga untuk satu minggu.

Setelah kembali ke Indonesia, atap kamar saya bocor dan harus diperbaiki. Selama beberapa hari saya tidak bisa kerjakan buku, tidak bisa pakai komputer seperti biasa, dan tidak bisa online untuk mencari perkerjaan baru (lewat email, dll). Tetapi Alhamdulillah saya tidak merasa sedih hati, karena saya tahu masih ada banyak orang lain (baik di Indonesia, maupun di Singapura) yang lebih sulit kehidupannya.

Tiba-tiba seorang teman lama kirim email. Dia tahu bahwa saya sedang mencari pekerjaan, dan punya banyak hutang sejak berangkat ke Australia secara mendadak bulan kemarin (di luar rencana, jadi tidak sempat menabung uang dulu untuk perjalanan). Teman itu mengatakan mau kirim bantuan kepada saya dan minta nomor rekening. Saya berikan, dan mengira dia akan kirim beberapa ratus ribu rupiah saja. Tetapi, di luar dugaan saya, dia malah mengirim lebih dari 7 juta rupiah, atau setara dengan lebih dari 1000 dolar Singapura.

Jadi, di Singapura saya berikan 100 dolar kepada saudara Muslim yang tidak dikenal sama sekali (lewat tangan seorang guru agama di sana), dan setelah 10 hari di Indonesia, saya dapat 1000 dolar, (atau 7 juta rupiah). Subhanallah.

Cerita ini tidak ditulis dengan niat riya atau yang lain. Niat cerita ini sebatas untuk meyakinkan ummat Islam bahwa janji Allah selalu benar. Uang yang kita habiskan di jalan Allah tidak akan hilang secara sia-sia, dan tidak sebatas membawa pahala bagi kita, tetapi Allah berjanji untuk menggantikan uang itu secara berlipat-ganda. Pada saat uang kita sedikit atau banyak, sama sekali jangan merasa takut bahwa uang yang kita keluarkan di jalan Allah akan hilang atau akan merugikan kita. Selama masih ada makanan untuk besok pagi, kita sudah terhitung orang yang hidup secara makmur.

Jangan sekali-kali merasa takut untuk bersedekah. Dan jangan sekali-kali meragukan kebenaran ayat-ayat Allah di dalam Al Qur'an, di mana Allah BERJANJI untuk kembalikan sedekah kita dengan berlipat ganda!

Semoga bermanfaat.

Wassalamu'alaikum wr.wb.,
Gene Netto

245. Siapakah yang mau memberi PINJAMAN kepada Allah, pinjaman yang BAIK (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan MELIPAT GANDAKAN pembayaran kepadanya dengan LIPAT GANDA yang BANYAK. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.
(QS. Al-Baqarah 2:245)

92. Kamu sekali-kali tidak sampai kepada KEBAJIKAN (yang sempurna), sebelum kamu MENAFKAHKAN sebahagian HARTA yang kamu CINTAI. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.
(QS. Ali ‘Imran 3:92)

215. Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka INFAKKAN. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu INFAKKAN hendaklah diberikan kepada IBU-BAPAK, kaum KERABAT, anak-anak YATIM, orang-orang MISKIN dan orang-orang yang sedang dalam PERJALANAN (MUSAFIR).” Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.
(QS. Al-Baqarah 2:215)

280. Dan jika (orang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah TANGGUH sampai dia berkelapangan. Dan MENYEDEKAHKAN (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.
(QS. Al-Baqarah 2:280)

2. Kitab (Al Qur’an) Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang BERTAQWA,. 3. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan MENAFKAHKAN sebahagian rezki yang kami anugerahkan kepada mereka“.
(QS. Al Baqarah 2:2-3)

133.Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang BERTAQWA,
134. (yaitu) orang-orang yang MENAFKAHKAN (hartanya), baik di waktu LAPANG maupun SEMPIT, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema`afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”
(QS. Ali Imran 3:133-134)

254. Hai orang-orang yang beriman, BELANJAKANLAH (di jalan Allah) sebagian dari rezki yang Telah kami berikan kepadamu SEBELUM datang HARI yang pada hari itu TIDAK ADA LAGI jual beli dan tidak ada lagi syafa’at. Dan orang-orang kafir Itulah orang-orang yang zhalim.
(QS. Al Baqarah 2:254)

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
“Shadaqah itu MEMADAMKAN (menghapuskan) KESALAHAN sebagaimana AIR memadamkan API”
[HR. Ahmad dalam Al-Musnad (3/321), dan Abu Ya’laa. Lihat Shohih At-Targhib (1/519)]

Rasululullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda :
“Tak ada suatu hari pun seorang hamba berada di dalamnya, kecuali ada dua orang malaikat akan turun; seorang diantaranya berdo’a, “Ya Allah berikanlah GANTI bagi orang yang BERINFAQ”. Yang lainnya berdo’a, “Ya Allah, berikanlah KEHANCURAN bagi orang yang MENAHAN INFAQ.”. [HR. Al-Bukhari dan Muslim ]

8. Dan sesungguhnya dia (manusia) sangat berlebihan dalam kecintaannya kepada harta.”
(QS. Al ‘Adiyat 100: 8)

8 comments:

  1. i like this post. happy for you that you received some money. :)

    ReplyDelete
  2. wah aku tersindir nih, aku punya tabungan ratusan juta karena aku benar-benar ingin segera melaksanakan ibadah haji, tapi aku masih terbentur masalah mahrom. jadi uang tetap aku simpan di Bank.

    saat ini aku baru bisa membiasakan diri untuk berinfak di awal bulan setelah menerima gaji, dan berinfak secara insidentil. Semoga aku segera bisa menjadi orang yang dermawan.

    ReplyDelete
  3. Aduh anonymous, itu sayang banget tabungannya ...

    Tabungan ratusan juta rupiah itu kan sudah cover untuk haji reguler beberapa orang dan bahkan udah bisa untuk ONH Plus. Apalagi kalo ratusan juta-nya itu dua ratus, tiga ratus, lima ratus dst... wah udah bisa ONH Plus yang VIP.

    Sayangnya kalo ibadah haji yang wajib jadi tertunda karena masalah mahrom.
    Trus kalo bapak sudah wafat dan calon suami pun blum kunjung dipertemukan, apakah berarti tidak mengerjakan haji yang hukumnya wajib seumur hidup ?
    Duh sayang banget ...
    Islam itu mudah dan indah masa bisa diskriminasi sama muslimah yang belum mendapatkan suami tapi sudah mampu secara harta untuk berhaji ?

    Atau ibadah haji malah hukumnya tidak wajib bagi wanita yang tidak punya mahrom ya ?
    Wah kalo gitu tabungan ratusan juta-nya ada kemungkinan bisa jadi useless karena kita kan ngga tau umur, kita ngga tau sampai kapan kehidupan di dunia.
    Kita juga ngga tau kapan Allah akan menganugerahkan jodoh bagi hamba2Nya.
    Maka daripada rugi dua kali, pahala ibadah haji ngga dapat maka mumpung masih ada umur tabungannya disedekahkan. Paling tidak udah dapat pahala berlipat dari sedekah.

    Kalo aku sih belum punya tabungan ratusan juta rupiah dan juga belum punya suami hahaha *ngga penting banget*

    Wassalam.

    ReplyDelete
  4. Saya juga percaya dengan hal itu.., sedekah yang tak seberapa, dibalasnya berlipat-lipat.

    walaupun dibalasnya ga sebanyak pak gene, cuma 150 ribu..tapi luar biasa itu.., seharian saya tidak memakai uang terakhir ditangan saya. Karena Alloh MEnggantinya 2x lipat, itu terjadi ditanggal tua pas nunggu gajian;)

    ReplyDelete
  5. Dan balasan Allah SWT yang berlipat-lipat ganda atas sedekah yang ikhlas tidak akan selalu dikembalikan dalam bentuk "uang".

    Bisa saja dikembalikan dalam bentuk kebahagiaan, atau kesehatan yang tak ternilai harganya, anak2 yang taat kepada Allah SWT & bakti kepada orang tuanya, mendapat pasangan suami/istri yang saleh/shalihah, teman-teman dan keluarga yang selalu mengingatkan dalam kebaikan, dan sebagainya.

    Memang Islam luar biasa lengkapnya dan sangat sangat jelas. Sudah tahu banget kalo manusia bakalan cinta mati sama harta, punya keinginan yg ngga ada abisnya, dan yg paling jelas takut kekurangan dan takut miskin.

    Makasih ya Mas Gene atas post-nya.
    Insya Allah dalam kehidupan saya yang masih tersisa entah hingga kapan abis jatah waktunya, saya masih punya waktu untuk ikut meneladani Mas Gene.
    Walopun baru 15 tahun beragama Islam tapi Mas Gene lebih bisa membuktikan bahwa Mas Gene adalah pengikut Rasulullah SAW.
    Saya kalah padahal saya Islam sejak lahir.

    Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  6. “Barang siapa berbuat satu amal kebaikan, maka pasti baginya SEPULU KALI LIPAT amalnya (balasannya)"
    (QS.Al-An”am: 160 )

    ReplyDelete
  7. Assalamualaikum wr wb.

    Saya juga mau berbagi pengalaman Sedekah.
    Pengalaman 1
    Waktu itu saya skripsi tak kunjung selesai krn dosennya yg super perfectionis, udah setahun ga selesai juga. Akhirnya aku diajak temen untuk patungan untuk ke panti asuhan dan anak2 yatim di Cilitian. Hari Sabtu pas bulan Ramadhan itu aku kerjakan walaupun panas lapar dan haus sekali...tapi saya ikhlas. Alhamdulillah hari seninnya skripsi saya langsung di ACC oleh dosen untuk maju seminar, setelah lebaran...akhirnya saya lulus juga dgn sidang skripsi A.

    Pengalaman 2
    Saya gajian pertama tanpa pikir panjang saya belikan mainan dan baju untuk anak kakak saya yg baru 8 bulan ditinggal oleh kakak saya krn kecelakaan motor. Pagi itu mainan sudah saya beli, siang saya langsung mau antar mainan itu ke rumah ponakan saya itu, baru memacu motor kira2 2Km, HP saya bergetar...ternyata panggilan kerja di perusahaan yg skrg aku kerja. Sungguh rasanya luar biasa senangnya krn pekerjaanku yg lama tdk sesuai dgn bidangku.

    Pengalaman 3
    Saya orangnya suka bantu seseorang yg kesulitan dana, kalau saya ada biasanya pasti saya akan bantu. Saya waktu itu mau beli modem tapi ga ada dana. waktu itu saya hanya ada HP yg akau beli dgn hrg 1,5jt. saya mau jual HP itu buat beli modem, HP baru saya pakai 2bln. Ada temen yg sedang kesulitan dana krn anaknya ada masalah, akhirnya aku kasih HP itu untuk bisa dijual, dia banting harga jd 800rb. kemudian bsk harinya aku dpt rizki 700rb, aku kasih ke dia juga, 2 hari kemudian aku kasih lg 700rb. jd total 2,2jt dlm waktu 3hari terkumpul. Rasanya saya ikhlas dan ada perasaan yg luar biasa tenang. Setelah itu kemudahan2 terus menghampiriku.

    Demi Allah cerita2 itu aku alami, semoga menjadi pelajaran buat kita untuk selalu sedekah. Ingat klo kita punya uang 100rb maka makan kita cuma 1 piring, klo kita punya uang 100jt maka apa kita makan 1000 piring?
    Untuk Anonymous jgn lupa keluarkan Zakatnya tiap tahun sebesar 2,5 %, yg dikeluarkan tiap bulan itu bukan zakat, krn Zakat itu dikeluarkan jika sudah mencapai syarat Nisab dan Haul.

    Wassalamualaikum wr wb


    Ardobinardi

    ReplyDelete
  8. Nukilan:
    ("Untuk Anonymous jgn lupa keluarkan Zakatnya tiap tahun sebesar 2,5 %, yg dikeluarkan tiap bulan itu bukan zakat, krn Zakat itu dikeluarkan jika sudah mencapai syarat Nisab dan Haul.").

    Setuju Mr. Ardobinardi atas pendapat anda.

    Tapi mengenai masalah ini ada khilafiyah, ada yang berpendapat Zakat Profesi itu wajib, ini didasarkan atas zakat hasil panen. Lha Petani yang susah saja dikenakan zakat masa yang kerja tidak seberat petani ngga dipotong zakatnya.

    Terserah kepada masing-masing individu, dalil mana yang mau dipakai.

    Bahwa zakat Mal wajib dikeluarkan setelah memenuhi nisob dan haul, sedangkan infaq sangat dianjurkan, bahkan Allah pemilik langit dan bumi telah menjanjikan bahwa balasan atas infaq adalah 1 berbanding 700, dengan syarat ikhlas karena Allah Subhanahuwata'ala;

    Untuk masalah infaq, hal yang terbaik adalah seperti perumpamaan ini, "tangan kanan memberi tangan kiri tidak mengetahui". Merahasiakan jauh lebih baik dari pada memberitahukan kepada yang lain.

    Wallohua'lam Bisowwab.

    nenghaji

    ReplyDelete