Tuesday, May 17, 2011

Terotoar, Jalan Raya Dan Bis Kota Di Singapura Dan Jakarta


Assalamu’alaikum wr.wb.,

Beberapa bulan yang lalu, saya berada di Singapura. Saat itu, saya sempat melihat terotoar biasa di dekat hotel saya. Saya mulai berfikir, “Apa susahnya tuang semen untuk membuat terotoar? Apa perlu skil yang tinggi sekali? Atau apa hanya perlu pemda yang tidak sibuk korupsi untuk kepentingan pribadi?”

Lalu saya perhatikan dan mengambil foto terotoar di Singapura. Bersih, halus, aman dan nyaman. Bisa jalan kaki tanpa harus lihat ke bawah. Tidak ada lubang sedikitpun. Sedangkan di Indonesia… tahu sendiri deh. Setelah pulang ke Pancoran, Jakarta, saya juga mengambil foto terotoar di dekat rumah saya, di Jl. Pasar Minggu Raya. Sudah 15 tahun saya tinggal di Pancoran. Dan selama 15 tahun itu, kualitas terotoar di Pancoran tetap seperti di dalam foto ini.


Saat di Singapura, ada bis kota yang lewat di depan saya. Saya foto juga. Saya coba naik. Bersih, ber-AC, aman, nyaman, dan tepat waktu. Sedangkan di Indonesia… tahu sendiri deh.

Metro Mini dan Kopaja dilestarikan terus, seolah-olah itu adalah warisan bangsa yang tidak boleh dihilangkan.  Tetapi pejabat negara tidak ada satupun yang berani pakai setiap hari. Hanya buat rakyat yang miskin. Pejabat yang kaya dikawal ke mana2 naik mobil mewah. (Bagaimana kalau presiden mewajibkan gubenur DKI, para walikota dan anggota DPRD naik Metro Mini dan Kopaja setiap hari? Saya kira dalam waktu 1 minggu bis kota yang buruk itu bakalan hilang dari jalan dan diganti sama bis yang baru.)

Kemudian saya perhatikan dan memfoto jalan raya di Singapura. Bersih, halus, terawat. Semua mobil dan motor bisa jalan tanpa kesulitan, tanpa harus segera ngerem karena ada lubang besar di depan. Sedangkan di Indonesia… tahu sendiri deh.

Kalau ada orang yang menilai dari luar, mungkin disangka Singapura yang penuh dengan “orang yang beriman” karena menyukai kebersihan, kebenaran, dan kesejahteraan. Dan pejabatnya bisa kerja untuk kepentingan rakyat dan ummat, bukan semata untuk memperkaya diri. Sedangkan di Indonesia… tahu sendiri deh.

Jadi bingung mau jawab apa kalau ada Nabi Muhammad SAW di sini, dan di melihat terotoar, jalan raya dan bis kota di Singapura dan Jakarta, dan bertanya kenapa ummatnya yang mengaku beriman bisa hidup seperti ini di Indonesia.

Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene 

 TEROTOAR DI SINGAPORE

TEROTOAR DI PANCORAN, JAKARTA


  PANCORAN

  PANCORAN


JALAN RAYA DI SINGAPORE

JALAN RAYA DI SINGAPORE

JALAN RAYA DI JAKARTA

JAKARTA

JAKARTA
 
JAKARTA

 BIS KOTA DI SINGAPORE

 
BIS KOTA DI JAKARTA


 JAKARTA 

 JAKARTA

1 comment:

  1. ya bnar,, memang penataan jalan dan trotoar di singapura memang the best dan mengagumkan sangat indah beda dengan di indonesia yang buruk, jelek, ancur, gak karuan, gak jelas gak ada bentuknya, ditambah dengan banyaknya kendaraan yang mengakibatkan kemacetan dan polusi yang semakin merajalela asap dari kendaraan roda empat terutama bus kopaja metromini dll, yang hitam menggumpal indonesia adalah NERAKA seharusnya pemerintah harus mengutamakan dan mengedepankan FASILITAS YANG TERBAIK/BERKELAS INTERNASIONAL untuk rakyat untuk masyarakat indonesia yang mayoritas penduduknya banyak jangan hanya mementingkan diri sendiri korupsi(KKN)SUAP pejabat dll, saya harap pemerintah bisa mengubah indonesia seperti singapura yang indah bersih aman nyaman.

    ReplyDelete