Sunday, January 29, 2012

Suami Berzina, Apa Benar Isteri Harus Bersabar Saja?

Assalamu’alaikum wr.wb.,
Ada seorang isteri yang bertanya apa benar bahwa dia mesti “taat pada suami” walaupun suaminya ketahuan berzina dan selingkuh? Banyak komentar dari orang lain malah menyuruh isteri itu untuk bersabar, memperbanyak shalat, ajak suami ke pengajian, dan jangan berfikir untuk cerai karena perceraian “dibenci oleh Allah”. Apa benar lebih baik dia bersabar dan tidak perlu membuat rencana untuk cerai?

Terus terang, saya tidak paham dengan orang yang selalu menyuruh wanita “bersabar” ketika ketahuan suaminya berzina. Apakah ada anjuran seperti itu dari Nabi Muhammad SAW? Setahu saya tidak ada. Justru di zaman Nabi SAW, orang yang terbukti berzina malah dihukum mati, dan tidak ada kasus di mana Nabi datang kepada seorang wanita yang suaminya berzina dan Nabi suruh wanita itu bersabar, memperbanyak shalat, ajak suami ke pengajian dsb.
Perzinaan adalah salah satu dosa yang paling besar di dalam Islam. Isteri boleh saja bersabar, dan pada saat dia sedang bersabar, suami kena HIV atau salah satu dari puluhan penyakit seks lain, dan malah menularkan penyakit itu kepada isteri setelah pulang dan berhubungan badan dengan isteri juga.
Apa setelah isteri sudah bersabar, dan malah kena HIV atau penyakit lain, masih mau disuruh bersabar? Bersabar untuk berapa lama? Atau apa ada anjuran di dalam Islam untuk bersabar sampai kena minimal 3 penyakit seks dan setelah itu baru boleh marah dan cerai? (Kalau baru kena satu penyakit seks saja tidak boleh marah, dan belum perlu cerai??)

Beberapa orang mengutip hadiths yang mengatakan bahwa perceraian adalah hal yang dibenci Allah… tetapi hadiths itu masih dipersoalkan di kalangan ulama, dengan banyak yang menganggapnya LEMAH (dhaif), alias bukan hadiths sahih. Dan kalau seandainya masih mau berpegang pada hadiths yang lemah ini maka bisa dipahami bahwa Allah tidak akan menyukai perceraian itu KALAU dilakukan secara main2 dan tidak ada alasan yang serius sebagai landasan untuk bercerai. Misalnya, kalau isteri komplain karena suami sering pergi main golf, lalu dia gugat cerai karena merasa kurang diperhatikan. Tentu saja Allah tidak akan senang karena main golf bukan suatu dosa, dan mungkin saja isteri yang perlu belajar untuk tidak menyita seluruh waktu kosong suami karena sebenarnya isteri itu adalah orang egois, dsb.

Tetapi kalau suami sudah membahayakan keluarga dengan cara berzina, sudah menjatuhkan martabat keluarga, sudah menghinakan isteri yang sah, membuat malu anak yang sah, maka saya tidak melihat ada landasan untuk suruh isteri “bersabar” saja dan menunggu bertahun2 dengan berharap suami akan bertaubat di masa depan. Kalau isteri tidak berbuat salah, kenapa dia yang mesti diam dan bersabar dengan risiko kena penyakit dll., padahal sang suami tidak perlu bertanggung jawab atas perbuatannya?
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene  

Makna dari Hadist 'Perceraian dibenci Allah SWT meskipun dihalalkan'
Kamis, 10 Maret 2011 12:39 WIB
Pertanyaan :
Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh,
Pak ustadz. Dalam sebuah hadist di sebutkan bahwasanya "perceraian dibenci oleh Allah swt meski dihalalkan".  Mohon penjelasannya.syukran.

Jawaban :
Wa'alaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh
Semoga Allah merahmati kita semua
1.Dikalangan ahli hadits sendiri ada pembicaraan masalah hadits ini. Ahli hadits cenderung menganggap dhoif hadits ini.
2.Meskipun demikian tidak ada salahnya menjelaskan maknanya. Maksud dari hadits (dhoif) tersebut adalah bahwa tholaq (cerai) secara umum itu hukumnya halal yakni diperbolehkan tetapi Allah membencinya,
3.Tetapi ada sebagian Ulama' yang mengatakan bahwa maksud dari hadits tersebut bukan thalaq secara umum tetapi thalaq yang dilaksanakan tanpa alasan yang dapat dibenarkan meskipun thalaq itu jatuh dan akhirnya punya konsekuensi hukum tetapi hal itu di benci Allah. Alasannya tidak mungkin Allah membenci sesuatu yang halal
Ustadz Muchsinin Fauzi, LC
Pertanyaan : ustadz@rol.republika.co.id

2 comments:

  1. Apakah istri harus bersabar saja jika suami berzina?
    1. Bagaimana untuk isri yang kondisinya begini: sang istri tidak memiliki keterampilan bekerja, atau tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya, dan keluarganya (pihak istri) pun demikian, dalam arti bahwa ia masih mengharapkan suaminya dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dan ketiga anaknya yang masih kecil-kecil (misalkan anaknya 3). Ia juga masih berharap suaminya akan bertobat, dan mau kembali menjadi manusia yang bertakwa kepada Allah. Andai ia bercerai mungkin ia tak yakin akan ada laki-laki yang segera mau menikahinya. Apa pilihan terbaik bagi wanita seperti ini???

    2. Bagimana untuk kondisi istri yang demikian: Ia mampu menafkahi dirinya sendiri, keluarganya juga tidak berkekurangan, ia memiliki banyak anak, tapi itu sama sekali tidak membuatnya risau untuk membesarkannya, andaikan bercerai pun, mungkin tak lama akan ada pria yang mau melamarnya untuk jadi istri. Ia tak mengharap lagi suaminya mau bertobat. Nah, apa pilihan terbaik seorang istri yang begini keadaannya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau saya, saya menghadapi persoalan itu. Suami berzina dan melegalkan perzinahannya dengan menikahi perempuan itu.
      Saya bekerja, dan itu untuk menunjang kebutuhan keluarga, bahasa lain membantu beliau, tapi apa yang beliau lakukan kepada anak - anak dan saya? Hehehe
      Saya berasal dari keluarga yang mampu menopang hidup saya dan anak - anak. saya memilih menggugat cerai beliau, dan memulai hidup baru dengan keempat anak saya yang masih kecil - kecil. FYI, paling besar masih kelas 5 SD.
      saya tidak peduli nantinya akan ada yang menikahi saya atau tidak, karena saya tahu, anak 4 sudah cukup membuat laki - laki manapun mundur teratur. Tapi saya sandarkan semua kepada Allah saja.
      Fokus saja gedein anak dan ibadah.

      bagi saya, pilihan terbaik adalah bersabar untuk menjadi orang tua tunggal bagi anak - anak saya. Dengan kata lain bercerai. Toh, Allah Maha Pengasih. Perzinahan suami merupakan alasan yang cukup untuk menggugat cerai, bukankah Allah mengizinkan bercerai atas suami yang bermaksiat (zina masuk maksiat loh...) meskipun mungkin bersabar sangat dianjurkan. ^^

      Delete