Saturday, March 03, 2012

Komentar Tentang Rambut Gondrong Siswa

Komentar Tentang Rambut Siswa

Assalamu’alaikum wr.wb.,
Ada guru2 yang membahas rambut siswa yang “gondrong”. Katanya, rambut siswa harus dipotong secara paksa supaya bisa “rapi” dan diadakan razia di sekolah, seolah-olah rambut berbahaya seperti senjata tajam. Kenapa ukuran rambut menjadi perkara yang perlu diperhatikan oleh guru?

Apakah IQ anak itu meningkat kalau rambutnya dipotong pendek? Apakah konsep “gondrong” sudah diteliti? Berapa senti = gondrong? Apa ada aturan sekolah yang melarang rambut gondrong? Kenapa tidak bahas rambut perempuan? Siapa yang membuat aturan itu? Kenapa aturan itu tidak boleh diganti? Kenapa sekolah menentukan ukuran rambut tanpa peduli pada pendapat siswa atau orang tua?

Lalu, kenapa para guru berhenti pada urusan rambut saja? Kenapa tidak sekaligus fokus ke banyak perkara lain? Misalnya, kalau sepatu kotor, guru akan menyemir secara paksa! Kalau kuku panjang, guru akan potong dan mengikir secara paksa! Kalau baju kotor, guru akan cuci dan setrika secara paksa!

Sebenarnya, panjangnya rambut siswa TIDAK ADA HUBUNGAN dengan proses pendidikan. Ada guru yg berikan alasan “agama Islam”, atau akhlak. Tapi Nabi Muhammad SAW punya rambut yang panjang sampai bahu. Jadi tidak ada hubungan antara rambut panjang dan akhlak (atau agama). Ada yg berikan alasan “ketaatan pada aturan”, tapi siswa dan orang tua dilarang mengubah aturan yg satu itu. Jadi lebih mendidik utk “tunduk” pada yg berkuasa, daripada belajar menjadi tertib. Dan Einstein punya rambut gondrong jadi tidak ada hubungan dengan kepintaran.

Jadi kenapa banyak guru merasa harus memaksakan kehendaknya terhadap siswa, berdasarkan PERSEPSI guru ttg konsep rambut “gondrong”? Sikap guru seperti ini tidak ada banyak manfaatnya dari sisi pendidikan, dan dilakukan oleh guru yang ingin berkuasa, agar bisa menentukan “benar” dan “salah”  sendiri. Guru sudah bicara. Persepsi guru selalu benar. Murid harus nurut dan membenarkan guru, dan menghafalkan semua jawaban yang “benar”. Dan kalau tidak mau, guru akan memaksakan kehendak terhadap murid. Apakah itu “pendidikan” yang berkualitas?

Lalu ketika siswa lulus sekolah dan menjadi PNS, dan disuruh ikut “korupsi jemaah”.... sang PNS NURUT SAJA, karena sudah diajarkan begitu di sekolah! Diam, nurut, jangan berbeda pendapat, dan “benar” dan “salah” akan ditentukan oleh atasan (atau guru) yang berkuasa. Seharusnya para guru sibuk memikirkan kecerdasan dan kreatifitas anak, dan bagaimana kita bisa menyediakan sistem pendidikan yang paling berkualitas di dunia untuk memajukan bangsa. Tetapi banyak guru masih sibuk memikirkan ukuran rambut. Kita bisa berikan pendidikan yang lebih berkualitas.
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto

15 comments:

  1. assalamualaikum wr wb
    ente betul banget gan
    ente jalan pikirannya bener bener sama kae ane
    guru guru kerapihan yang mementingkan rambut itu menurut saya memang kurang penting
    sampe ada razia segala
    tapi yang ane bingung kenapa ga ada razia senjata tajam ya ?
    malah razia rambut -_-
    aneh emang pendidikan indo ^^

    ReplyDelete
  2. saya sependapat dengan anda. tapi saya heran, masih ada orang yg tidak setuju. jadi yang mana yang benar ?
    jadi orang baik susah juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang tidak setuju adalah orang yang tidak paham. Kalau mereka diminta membuktikan pentingnya rambut pendek bagi siswa, agar pendidikan lebih berkualitas, mereka tidak bisa buktikan. Argumentasi mereka tidak punya landasan yang baik dan benar. Jadi mengikuti yang logis dan bisa terbukti, yaitu tidak ada hubungan antara rambut pendek dan pendidikan yang berkualitas.

      Delete
    2. Saya sepikiran, terimakasih sudaH memikirkan ini

      Delete
    3. saya setuju karna tidak penting dan ada pengearuhnya. contoh di jepang,korea dan amerika siswanya di beri kebebasan dengan gaya rambut tapi pendidikan mereka lebih berkualitas di bandingkan dengan kita. sekarang saya bekerja di bank dan aturan itu masih tetap ada saya aneh padahal standar rapih itu yaa rapih bukan pendek kalau mau pendek jadi polisi saja atau tentara atau biksu tuhh botak aja sekalian

      Delete
  3. Thx gan. Izin copas gan, lumayan jadiin argumen!

    ReplyDelete
  4. Thx gan. Izin copas gan, lumayan jadiin argumen!

    ReplyDelete
  5. Ya, itu sangat benar.
    Disekolah saya, banyak siswa-siswa yang membolos gara-gara adanya razia rambut disekolah.Apakah hal itu yang diinginkan pihak sekolah ?
    Hal itu hanya dapat merusak masa depan putra-puta bangsa.

    ReplyDelete
  6. izin copas ya bro, buat pelajaran juga! sangat bagus artikelnya, semoga sukses!

    ReplyDelete
  7. setuju bangett gan, malah bikin saya ga pd, malu untuk sekolah :(
    apalagi dicukur sambil diliatin semua warga gitu <<*yg ini sangat bodoh* ga percsya diri nuntut ilmunya juga ga maksimal gan ckck semoga pendidikan indonesia berubah.

    ReplyDelete
  8. setuju bangett gan, malah bikin saya ga pd, malu untuk sekolah :(
    apalagi dicukur sambil diliatin semua warga gitu <<*yg ini sangat bodoh* ga percsya diri nuntut ilmunya juga ga maksimal gan ckck semoga pendidikan indonesia berubah.

    ReplyDelete
  9. Setuju banget gan, ditempat saya kuliah saja masih ada aturan seperti itu dengan alasan mahasiswa harus rapi, klu gak potong rambut gak boleh ikut UAS...

    ReplyDelete
  10. kesel ane juga.. ane iri dengan sekolah lain yang memperbolehkan siswanya berambut gondrong.. yang gondrong juga kalo emang rapih ya rapih.. bukan berarti orang yang rapih itu yang selalu berambut pendek..

    ReplyDelete